Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 563

Warga Tiban Global Keluhkan Banjir Diduga Dampak Drainase SMA Negeri 29, Ini Komentar Disdik Kepri

0

Kepala Disdik Kepri, Andi Agung.

batampos – Warga Perumahan Tiban Global, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, mengeluhkan banjir yang kerap terjadi setiap kali hujan turun. Banjir tersebut diduga dipicu oleh sistem drainase di sekitar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 29 Batam yang dinilai tidak memadai dan tidak mampu menampung debit air hujan.

Sarifah, salah seorang warga Tiban Global yang tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah, mengatakan banjir mulai sering terjadi sejak SMA Negeri 29 dibangun pada 2023 lalu. Menurutnya, kondisi drainase di sekitar sekolah terlalu kecil dan sempit, sehingga air hujan mudah meluap ke permukiman warga.

“Sejak sekolah itu dibangun, setiap hujan deras kami sering kebanjiran. Drainasenya kecil dan sempit, tidak mampu menampung air hujan,” ujar Sarifah kepada Batam Pos.

Ia menjelaskan, kawasan sekolah yang luasnya lebih dari satu hektare telah dipagari tembok rapat. Akibatnya, air hujan yang turun tidak memiliki jalur resapan yang cukup dan justru mengalir ke rumah-rumah warga di sekitarnya.

BACA JUGA: Banjir di Batuaji dan Sagulung, Dipicu Warga Buang Sampah Sembarangan

“Sekolahnya tertutup tembok semua, air tidak bisa masuk ke dalam area sekolah. Jadi limpahannya ke rumah warga. Sudah hampir dua tahun kami mengalami banjir seperti ini,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan solusi agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Persoalan tersebut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Andi Agung. Ia menyebutkan bahwa penanganan banjir di sekitar SMA Negeri 29 memerlukan keterlibatan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, karena sebagian besar persoalan berada di luar kewenangan langsung Dinas Pendidikan.

Menurut Agung, saluran air di sekitar lingkungan sekolah memang berukuran kecil sehingga tidak mampu menampung air saat hujan deras. Keberadaan bangunan sekolah di kawasan tersebut turut memperparah kondisi drainase.

“Salurannya kecil. Ketika hujan datang, air tidak tertampung dengan baik. Karena ada sekolah di situ, tentu ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Agung.

Ia menegaskan, kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri terbatas pada area lingkungan sekolah, sementara perbaikan drainase secara menyeluruh dan infrastruktur jalan merupakan kewenangan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

“Kami hanya memiliki kewenangan di area depan sekolah, seperti di bagian batu miringnya. Untuk drainase dan jalan secara keseluruhan, itu di luar anggaran dan kewenangan kami,” jelasnya.

Agung juga menambahkan bahwa pembangunan SMA Negeri 29 merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan secara fisik bangunan sekolah sudah memenuhi standar. Namun, persoalan lingkungan sekitar, khususnya sistem drainase, belum tertangani secara optimal.

Pihaknya mengaku telah menerima laporan dari warga dan langsung menurunkan tim untuk meninjau kondisi di lapangan. Dari hasil peninjauan tersebut, diketahui bahwa akar permasalahan terletak pada ukuran dan kapasitas parit yang tidak memadai.

“Kami sudah turun langsung dan melihat kondisi di lapangan. Memang persoalan utamanya ada pada drainase yang terlalu kecil,” ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri akan menyurati Pemerintah Kota Batam dan BP Batam agar dilakukan koordinasi lintas instansi untuk mencari solusi jangka panjang.

“Kami akan menyurati Pemko Batam dan BP Batam agar ke depan bisa dilakukan pembenahan drainase di lingkungan sekolah dan sekitarnya,” kata Agung. (*)

 

Artikel Warga Tiban Global Keluhkan Banjir Diduga Dampak Drainase SMA Negeri 29, Ini Komentar Disdik Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Cuaca Ekstrem, Belasan Kapal Pukat Mayang Merapat di Pelabuhan Antang

0
Belasan kapal ikan pukat mayang asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara berlabuh di Pelabuhan Perikanan Antang, Desa Tarempa Timur dampak dari cuaca ekstrem. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Belasan kapal ikan jenis pukat mayang asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, terpantau berlabuh di Pelabuhan Perikanan Antang, Desa Pesisir Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (16/12). Kapal-kapal tersebut menghentikan sementara aktivitas melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Natuna-Anambas.

Kondisi angin kencang disertai gelombang tinggi membuat para nakhoda memilih mencari tempat aman demi keselamatan awak kapal dan armada. Pelabuhan Antang menjadi lokasi singgah sementara sambil menunggu cuaca kembali normal.

Salah satu nakhoda kapal, Herman, mengatakan keputusan berlabuh dilakukan murni untuk berteduh dan menambah perbekalan kapal. Ia memastikan tidak ada aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan di pelabuhan tersebut.

“Kami hanya berteduh karena cuaca kencang, sekalian menambah perbekalan. Tidak ada bongkar muat ikan,” ujar Herman.

Menurutnya, Pelabuhan Perikanan Antang saat ini belum ditetapkan sebagai lokasi transaksi jual beli ikan bagi kapal pukat mayang. Karena itu, kapal-kapal yang beroperasi di perairan Anambas tetap harus kembali ke daerah lain untuk menjual hasil tangkapan.

Herman menjelaskan, hingga kini cek point resmi penjualan ikan bagi kapal pukat mayang masih berada di Tanjung Balai Asahan, Natuna, dan Batam. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien, terutama bagi nelayan yang beroperasi di sekitar perairan Kepulauan Anambas.

Ia pun mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar menetapkan Pelabuhan Tarempa sebagai cek point resmi sekaligus lokasi penjualan hasil tangkapan ikan.

“Kalau ada cek poin di Anambas, hasil produksi ikan bisa langsung diputar di sini tanpa harus jauh-jauh,” ungkapnya.

Para nelayan berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan usulan tersebut demi mendukung keselamatan pelayaran, efisiensi distribusi hasil laut, serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah Kepulauan Anambas. (*)

Artikel Cuaca Ekstrem, Belasan Kapal Pukat Mayang Merapat di Pelabuhan Antang pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Pengeroyokan di Tanjungpinang: Korban Pertanyakan Terdakwa Tidak Ditahan

0
Terdakwa Evita dan Sherina saat mencoba meminta maaf kepada korban di depan para hakim PN Tanjungpinang, Selasa (16/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Risma Hutajulu, korban pengeroyokan yang diduga dilakukan kakak beradik Evita Intan Ceria dan Sherina Intan Ceria, mempertanyakan alasan kedua terdakwa tidak ditahan.

Hal itu disampaikannya saat menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan korban yang dipimpin Hakim Ketua Adria Dwi Afanti, dengan Hakim Anggota Dessy D. E. Ginting dan Amir Rizki Apriadi di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (16/12).

“Saya ingin mempertanyakan alasan terdakwa tidak ditahan,” ujar Risma di hadapan majelis hakim.

Dalam persidangan tersebut, Risma juga memaparkan kronologi pengeroyokan yang dialaminya. Ia menjelaskan, peristiwa terjadi pada 23 Juli lalu di tempat usaha laundry miliknya di Jalan Sutan Syahrir, Tanjungpinang.

Risma mengaku awalnya melihat sejumlah orang yang diduga penagih utang mendatangi rumah terdakwa yang lokasinya berseberangan dengan usaha miliknya. Namun, para terdakwa tidak membuka pintu rumah.

“Orang-orang itu sempat duduk di tempat usaha saya, lalu pindah ke tempat lain,” katanya.

Tak lama berselang, terdakwa Evita mendatangi Risma yang sedang mengurus usaha laundri. Saat itu, Evita melontarkan kata-kata bernada tuduhan bahwa Risma mencampuri urusan mereka.

Cekcok mulut pun terjadi hingga berujung pada aksi pemukulan. Menurut Risma, Evita lebih dulu memukulnya, kemudian disusul oleh Sherina.

“Adiknya juga datang dan ikut memukul saya. Saat itu saya mau pakai sandal. Saya sempat pingsan dan sadar sudah dikerumuni orang,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Risma mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh. Ia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tanjungpinang Barat.

Dalam persidangan, kedua terdakwa sempat menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Risma menyatakan telah memaafkan, namun tetap meminta proses hukum dilanjutkan.

“Saya memaafkan, tetapi saya ingin proses hukum tetap berjalan,” tegasnya seusai sidang.

Sementara itu, Hakim Anggota Amir Rizki Apriadi menjelaskan bahwa kedua terdakwa saat ini berstatus tahanan kota, sehingga tidak ditahan di rumah tahanan negara.

“Statusnya tahanan kota karena meneruskan dari penuntut umum. Dari pihak kepolisian juga tidak dilakukan penahanan. Jika terdakwa melarikan diri, statusnya bisa dialihkan menjadi tahanan rutan,” jelas Amir. (*)

Artikel Kasus Pengeroyokan di Tanjungpinang: Korban Pertanyakan Terdakwa Tidak Ditahan pertama kali tampil pada Kepri.

Kemenkes Prioritaskan Dokter dan Alkes RSUD Tarempa, Siapkan Anggaran Rp50 M

0
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Sunarto (lepas helm) didampingi Bupati Anambas, Aneng meninjau RSUD Tarempa, Selasa, (16/12). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pemenuhan kebutuhan dokter dan alat kesehatan (alkes) untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa menjadi prioritas pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Sunarto, saat meninjau langsung progres pembangunan RSUD Tarempa, Selasa (16/12).

Sunarto mengatakan Kemenkes telah menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar yang direncanakan untuk pengadaan alat kesehatan RSUD Tarempa pada tahun 2026.

“Insyaallah semua sudah kita rencanakan demi pemerataan layanan kesehatan, terutama di daerah perbatasan,” ujar Sunarto.

Selain sarana dan prasarana, Kemenkes juga menaruh perhatian serius pada pemenuhan tenaga dokter. Saat ini, layanan medis di RSUD Tarempa masih didukung oleh dokter program intership.

Menurut Sunarto, program intership diharapkan mampu mendorong dokter muda untuk mengenal dan bersedia mengabdi di daerah perbatasan.

Ia mengakui, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas telah beberapa kali membuka formasi dokter melalui seleksi CPNS, namun belum mendapatkan peminat.

“Sementara ini kita gunakan dokter intership. Sambil menunggu Pemkab Anambas kembali membuka formasi CPNS, mudah-mudahan ke depan ada dokter yang berminat,” katanya.

Dalam kunjungannya, Sunarto juga mengapresiasi kinerja PT Pembangunan Perumahan (PP) yang mengerjakan proyek pembangunan RSUD Tarempa. Ia menilai proyek dengan nilai sekitar Rp150 miliar tersebut berjalan sesuai target.

“Pembangunan RSUD Tarempa ini termasuk yang paling cepat, bahkan menjadi rumah sakit kelima dengan progres tercepat,” ungkapnya.

Sunarto berharap pembangunan tahap pertama RSUD Tarempa dapat rampung pada tahun ini. Selanjutnya, pada 2026 akan dilanjutkan tahap kedua yang difokuskan pada pengisian alat kesehatan agar rumah sakit dapat segera beroperasi secara optimal. (*)

Artikel Kemenkes Prioritaskan Dokter dan Alkes RSUD Tarempa, Siapkan Anggaran Rp50 M pertama kali tampil pada Kepri.

Pelebaran Jalan Nusantara Km 18 Kijang Rampung, Akses Kini Lebih Nyaman

0
Akses jalan raya Nusantara arah Kijang, Kecamatan Bintan Timur sudah dilebarkan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Warga yang kerap melintasi Jalan Raya Nusantara Kilometer (Km) 18 arah Kijang, Kecamatan Bintan Timur, menyambut positif pelebaran jalan yang telah rampung. Kondisi jalan yang kini lebih lebar dinilai mempermudah akses dan meningkatkan kenyamanan berkendara.

Salah seorang warga Kijang, Masnur, mengatakan lebar jalan yang sebelumnya sekitar 7,5 hingga 8 meter kini telah bertambah menjadi sekitar 9 meter.

“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah lebar sekitar 9 meter. Kami yang biasa lewat sini merasa lebih nyaman,” ujar Masnur, Selasa (16/12).

Selain pelebaran jalan, pengerjaan pemasangan dan pengecoran beton box culvert di ruas Jalan Nusantara Km 18 arah Kijang juga telah selesai. Proyek tersebut merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Bintan Timur.

Penanggung jawab teknik dari PT Nusantara Agung Pratama, Deki Teknikal, membenarkan bahwa pemasangan box culvert telah rampung. Saat ini, pihaknya menunggu penyelesaian tahap akhir berupa pengecoran lanjutan dan pengaspalan.

Menurut Deki, penambahan box culvert dan pelebaran Jalan Nusantara Km 18 merupakan bagian dari program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini memiliki total nilai sekitar Rp 18 miliar. Pekerjaan mencakup pelebaran Jalan Nusantara sepanjang kurang lebih 3 kilometer dari Km 18 arah Kijang.

“Hampir semua ruas jalan dalam proyek Inpres ini sudah diaspal, sehingga kondisi jalan terlihat lebih mulus dan lebih lebar dibandingkan sebelumnya,” jelas Deki.

Dengan rampungnya pekerjaan tersebut, diharapkan arus lalu lintas di kawasan Bintan Timur semakin lancar dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah. (*)

Artikel Pelebaran Jalan Nusantara Km 18 Kijang Rampung, Akses Kini Lebih Nyaman pertama kali tampil pada Kepri.

KSOP Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru di Pelabuhan SBP Tanjungpinang 22 Desember

0
Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febryanto. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Puncak arus mudik perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diprediksi terjadi pada 22 Desember 2025. Jumlah penumpang diperkirakan meningkat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Febryanto, mengatakan total penumpang yang naik dan turun melalui pelabuhan di wilayah Tanjungpinang diperkirakan mencapai sekitar 174 ribu orang, atau naik 6,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

“Pada Nataru sebelumnya, jumlah penumpang tercatat sekitar 143 ribu orang. Tahun ini diperkirakan mencapai 174 ribu penumpang,” ujar Febryanto, Selasa (16/12).

Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang, khususnya pada rute Tanjungpinang–Batam, KSOP bersama operator kapal telah menyiapkan armada berkapasitas besar. Salah satunya kapal Oceana 175 yang mampu mengangkut hingga 480 penumpang sekali jalan.

Selain penambahan kapasitas kapal, interval keberangkatan juga dapat dipersempit menjadi setiap 30 menit apabila terjadi lonjakan penumpang. Kebijakan ini dilakukan secara fleksibel tanpa terpaku pada jadwal reguler.

Selama periode Nataru, KSOP menyiapkan total 46 armada kapal yang terdiri dari 39 kapal reguler dan tujuh kapal cadangan. Armada cadangan disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang secara mendadak.

“Seluruh kapal yang disiapkan telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan laik berlayar, baik dari sisi teknis maupun administrasi, serta sudah dilaporkan ke kantor pusat,” tambah Febryanto.

Sementara itu, Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru akan berlangsung selama 22 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga Januari 2026, KSOP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika kondisi cuaca dinilai tidak aman, keberangkatan kapal akan ditunda atau dihentikan sementara.

“Keselamatan tidak bisa ditawar. Jika cuaca tidak memungkinkan, kapal tidak akan diberangkatkan,” tegasnya. (*)

Artikel KSOP Prediksi Puncak Arus Mudik Nataru di Pelabuhan SBP Tanjungpinang 22 Desember pertama kali tampil pada Kepri.

Akses Jalan Pabrik Teh Prendjak di Tanjungpinang Ditutup Bata, Aktivitas Terhenti

0
Akses jalan menuju pabrik Teh Prendjak ditutup oleh pekerja suruhan pemilik lahan, Selasa (16/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Akses keluar masuk menuju PT Panca Rasa Pratama atau pabrik Teh Prendjak di Jalan D.I Panjaitan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, ditutup menggunakan susunan batu bata, Selasa (16/12). Penutupan ini membuat aktivitas kendaraan perusahaan terhenti sementara.

Pantauan Batam Pos di lokasi, puluhan batu bata disusun melintang dari sisi kiri hingga kanan jalan yang selama ini digunakan sebagai akses utama keluar masuk kendaraan pabrik. Akibatnya, operasional perusahaan terganggu.

Salah seorang pekerja yang memasang batu bata, Yohanes, mengatakan penutupan dilakukan atas dasar kepemilikan lahan yang sah. Menurutnya, lahan tersebut merupakan milik seorang warga bernama Jodi.

“Kita tutup karena berdasarkan sertifikat yang dimiliki pemilik lahan, namanya Jodi,” ujar Yohanes di lokasi.

Ia menjelaskan, lahan yang digunakan sebagai akses jalan oleh PT Panca Rasa Pratama bukan milik perusahaan. Hal tersebut, kata dia, telah diperkuat dengan putusan pengadilan pada tahun 2004.

Meski demikian, hingga kini lahan tersebut masih digunakan sebagai akses oleh pihak perusahaan. Yohanes menyebut, pemilik lahan sebelumnya telah memberikan hibah lahan selebar enam meter secara gratis agar dapat dimanfaatkan perusahaan.

“Namun lahan yang diberikan itu tidak dimanfaatkan, malah dijadikan taman oleh perusahaan,” ungkapnya.

Yohanes menambahkan, pemilik lahan sudah beberapa kali melayangkan surat somasi kepada pihak perusahaan. Karena tidak mendapat respons, pemilik akhirnya memutuskan menutup akses jalan tersebut.

“Nanti akan kita tembok, ditutup total. Karena sudah jelas lahan ini milik kami,” tegasnya.

Sementara itu, Regional Sales Promotion Manager PT Panca Rasa Pratama, Mustardi, mengaku masih melakukan pengecekan terkait penutupan akses jalan tersebut.

“Informasinya belum jelas, masih saya tanyakan ke tim yang ada di Tanjungpinang,” ujarnya singkat. (*)

Artikel Akses Jalan Pabrik Teh Prendjak di Tanjungpinang Ditutup Bata, Aktivitas Terhenti pertama kali tampil pada Kepri.

Aksi Pencurian Motor di Miikost Lubukbaja Terekam CCTV, Pelaku Terlihat Jelas

0
Pelaku pencurian sepeda motor terekam cctv. Istimewa

batampos – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di area parkiran Miikost yang beralamat di Jalan Kampung Utama Bawah Blok C Nomor 10, Kelurahan Lubukbaja, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. Peristiwa tersebut dialami oleh Sofia Yohana, pemilik sepeda motor yang kini dilaporkan hilang.

Kejadian bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu korban datang ke kos temannya dan memarkirkan sepeda motor di parkiran Miikost.

“Saya datang ke kos teman dan motor saya parkirkan seperti biasa di parkiran,” ujar Sofia.

Baca Juga: Bea Cukai Batam Terima Limpahan Kasus Uang Tunai Rp7,7 Miliar, Dalami Pelanggaran Kepabeanan

Sekitar pukul 17.15 WIB, korban meninggalkan lokasi untuk menghadiri acara Natal dengan menggunakan jasa transportasi daring. “Saya pergi pakai Grab karena mau ke acara Natal, motor saya tinggal di sana,” kata Sofia.

Setelah acara selesai, korban tidak kembali ke Miikost, melainkan langsung pulang ke tempat tinggalnya di Kos Pelita, kawasan Kampung Pelita, Lubuk Baja. Ia baru kembali ke Miikost keesokan harinya.

Pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 12.05 WIB, korban mendatangi kembali Miikost dengan maksud mengambil sepeda motor. Namun setibanya di lokasi, kendaraan tersebut sudah tidak berada di parkiran.

“Begitu sampai, motor saya sudah tidak ada. Saya kaget dan panik,” ungkap Sofia.

Korban kemudian menanyakan keberadaan sepeda motor kepada penghuni kos dan pengelola. Dari hasil pengecekan, korban memperoleh rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.

Baca Juga: Banjir di Batuaji dan Sagulung, Dipicu Warga Buang Sampah Sembarangan

“Kami lihat rekaman CCTV, pelakunya terekam jelas saat membawa motor saya,” ujar Sofia.

Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan kejadian tersebut.

“Memang benar telah terjadi pencurian motor di Miikost Lubukbaja. Saat ini kami sudah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku,” ujarnya. (*)

 

 

 

Artikel Aksi Pencurian Motor di Miikost Lubukbaja Terekam CCTV, Pelaku Terlihat Jelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Hadapi Lonjakan Nataru, ASDP Perkuat Layanan di 15 Lintasan Pantauan Nasional

0
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo. F. ASDP untuk Batam Pos.

batampos – Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan nasional agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman.

Dengan meningkatnya intensitas perjalanan akhir tahun, ASDP memperkuat pengelolaan operasional di 15 Lintasan Pantauan Nasional yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah, sekaligus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dinamika cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebanyak 15 lintasan prioritas yang berada di bawah koordinasi 15 cabang pada 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap layanan.

Lintasan tersebut mencakup Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Kayangan–Pototano, Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian, Telaga Punggur–Tanjung Uban, Ajibata–Ambarita, Nias–Sibolga, Padangbai–Lembar, Kariangau–Penajam, Bajoe–Kolaka, Bira–Pamatata, Bitung–Ternate, Hunimua–Waipirit, serta Bolok–Rote.

Jalur-jalur ini menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Nataru.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kesiapan ini bukan hanya soal armada dan fasilitas, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam menjaga rasa aman masyarakat.

“ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem,” ujar Heru dalam Media Gathering ASDP, Senin (15/12).

Secara nasional, ASDP menyiapkan 222 kapal yang terdiri dari 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis, untuk melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis.

Berdasarkan proyeksi, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547 ribu orang, tumbuh 4,3 persen dibandingkan Nataru tahun lalu, sementara kendaraan diprediksi mencapai 868 ribu unit atau meningkat 8,9 persen. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember 2025.

Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP mengoptimalkan sistem digital Ferizy yang memungkinkan masyarakat mengatur jadwal perjalanan secara lebih tertib.

Tiket penyeberangan hanya dapat dibeli melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy serta mitra resmi, dengan pembayaran yang dapat dilakukan melalui ATM, mobile dan internet banking, dompet digital, serta gerai ritel seperti Alfamart, Alfamidi, Indomaret, AgenBRILink, Agen BNI 46, Yomart Group, Kantor Pos, dan Pegadaian.

ASDP menegaskan tidak ada penjualan tiket di area pelabuhan, dan pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat satu hari sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal yang tertera.

Di sisi layanan, ASDP memperkuat dukungan fasilitas melalui customer service 24/7, pengoperasian layanan Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan kelistrikan pelabuhan.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, Polri/TNI, INFA, GAPASDAP, dan BMKG untuk memastikan kesiapan kapal, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta respons cepat terhadap perubahan cuaca.

Seiring prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, ASDP mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.

Dengan kesiapan menyeluruh ini, ASDP berkomitmen menjaga ritme libur akhir tahun agar tetap lancar, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian nasional. (*/adv)

Artikel Hadapi Lonjakan Nataru, ASDP Perkuat Layanan di 15 Lintasan Pantauan Nasional pertama kali tampil pada News.

Distribusi Terhambat, Harga Sembako di Lingga Merangkak Naik dan Mulai Langka

0
Harga bahan pokok di Pasar Dabo Lingga melambung tinggi, seiring dengan terhambatnya pasokan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Lingga mulai mengalami kenaikan signifikan. Selain harga yang melonjak, beberapa komoditas juga dilaporkan mulai langka di pasaran.

Kondisi ini dipengaruhi oleh bencana alam di wilayah Sumatera sebagai daerah penyuplai utama bahan pangan ke Lingga. Faktor lain yang turut memperparah situasi adalah diperketatnya arus distribusi barang dari Kota Batam.

Sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut dirasakan langsung oleh pedagang dan konsumen di pasar tradisional.

Harga bawang putih naik dari Rp28.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Bawang merah Jawa melonjak tajam dari Rp36.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah naik dari Rp84.000 menjadi Rp88.000 per kilogram, cabai hijau dari Rp54.000 menjadi Rp64.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit melonjak dari Rp54.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.

Selain itu, bawang bombay naik dari Rp20.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Cabai kering turut mengalami kenaikan dari Rp64.000 menjadi Rp88.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Dabo Singkep, Zulkifli, mengatakan kenaikan harga dipicu terganggunya pasokan dari Sumatera yang selama ini menjadi pemasok utama.

“Kenaikan ini karena pemasok cabai terbesar dari Sumatera Utara, Padang, dan Aceh sedang terdampak bencana alam,” kata Zulkifli, Selasa (16/12).

Ia menambahkan, komoditas bawang juga mengalami kenaikan cukup tinggi lantaran pasokan yang sebelumnya masuk dari Batam kini terhambat akibat aturan kawasan Free Trade Zone (FTZ).

Untuk sementara, pedagang mengandalkan pasokan dari Provinsi Jambi yang hanya masuk sekitar satu minggu sekali dengan harga relatif lebih mahal.

“Sekarang bawang masuknya dari Jambi. Harganya memang lebih tinggi, tapi tetap harus masuk karena ini kebutuhan pokok,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengimbau para pengusaha dan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi dengan menimbun barang atau menaikkan harga secara tidak wajar.

“Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, kalau ada kenaikan harga supaya dilakukan sewajarnya, jangan mengambil keuntungan dari kelangkaan bahan pokok,” tegas Armia.

Pemkab Lingga, kata dia, terus berupaya agar distribusi bahan pokok dari Kota Batam dapat kembali berjalan normal sehingga harga sembako di Lingga kembali stabil.

“Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dan audiensi dengan Bea Cukai Batam, namun mereka juga menjalankan aturan yang berlaku,” ujarnya. (*)

Artikel Distribusi Terhambat, Harga Sembako di Lingga Merangkak Naik dan Mulai Langka pertama kali tampil pada Kepri.