Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 564

Pemerintah Meksiko Minta BTS Tambah Jadwal Konser Usai Tiket Ludes Terjual

0
Grup K-Pop, BTS. F. x.com/lopezdoriga

batampos – Pemerintah Meksiko secara resmi meminta penambahan jadwal konser BTS World Tour ‘Arirang’ setelah tiket pertunjukan di Mexico City ludes terjual dalam hitungan menit.

Tingginya antusiasme penggemar membuat jumlah tiket yang tersedia dinilai jauh dari cukup. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengungkapkan permintaan tersebut dalam konferensi pers rutin.

Ia menyebut telah mengirim surat diplomatik kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, meminta dukungan agar BTS dapat mempertimbangkan penambahan jadwal konser di Meksiko.

Menurut data pemerintah Meksiko, sekitar satu juta penggemar, mayoritas anak muda, berupaya mendapatkan tiket konser BTS. Namun, tiket yang tersedia hanya sekitar 150.000 lembar untuk tiga pertunjukan.

Konser BTS dijadwalkan berlangsung di GNP Seguros Stadium, Mexico City, pada 7, 9, dan 10 Mei 2026. Seluruh tiket habis terjual dalam waktu singkat saat penjualan resmi pertama dibuka.

Sheinbaum berharap ada solusi agar lebih banyak penggemar dapat menikmati konser tersebut. Opsi yang dipertimbangkan antara lain penambahan tanggal konser atau penyediaan layar raksasa di ruang publik bagi penggemar yang tidak kebagian tiket.

“Tingginya permintaan ini mencerminkan besarnya basis penggemar BTS di Meksiko,” ujar Sheinbaum.

Langkah pemerintah Meksiko juga dipicu oleh reaksi publik terkait sulitnya akses tiket. Banyak penggemar mengeluhkan tingginya permintaan serta dugaan praktik penjualan yang tidak adil.

Pemerintah Meksiko kini menjalin komunikasi dengan promotor lokal OCESA dan penyedia tiket Ticketmaster guna memastikan proses penjualan tiket berjalan lebih transparan dan adil.

Selain itu, lembaga perlindungan konsumen Meksiko telah membuka penyelidikan terhadap sejumlah platform reseller. Beberapa di antaranya dikenai sanksi karena diduga melakukan praktik penjualan tiket yang merugikan konsumen.

Permintaan penambahan konser ini muncul seiring pengumuman Arirang World Tour, yang menandai comeback besar BTS setelah hiatus hampir empat tahun. Tur dunia tersebut akan mencakup puluhan negara.

BTS dijadwalkan memulai tur dunia mereka pada 9 April 2026 di Goyang, Korea Selatan. (*)

Artikel Pemerintah Meksiko Minta BTS Tambah Jadwal Konser Usai Tiket Ludes Terjual pertama kali tampil pada Lifestyle.

Siswa SD Tarempa Belajar Cintai Maritim di Atas KRI Wiratno-379

0
Puluhan siswa SD Negeri 003 Tarempa pose bersama di anjungan KRI Wirarno-379. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Tarempa mengikuti kunjungan edukatif ke Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Wiratno-379 yang sandar di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat (30/1).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas untuk mengenalkan dunia kemaritiman kepada siswa sejak usia dini. Para siswa didampingi guru dan langsung diarahkan naik ke atas kapal perang milik TNI Angkatan Laut itu.

Selama berada di kapal, siswa mendapatkan penjelasan langsung dari prajurit TNI AL mengenai fungsi KRI Wiratno-379, tugas operasional kapal perang, serta peran strategis TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Prajurit juga memperkenalkan berbagai fasilitas dan peralatan utama kapal, mulai dari sistem navigasi, ruang kendali, hingga perlengkapan pendukung pertahanan laut.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka menyimak pemaparan dan mengajukan beragam pertanyaan terkait tugas prajurit TNI AL di wilayah perairan Indonesia.

Guru pendamping, Riska, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang bertujuan menambah wawasan siswa di luar kelas.

“Kami ingin anak-anak mengenal dunia kemaritiman secara langsung, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini melalui pengalaman nyata,” ujar Riska.

Menurutnya, pengenalan kemaritiman sejak dini sangat penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas. Metode belajar langsung, kata dia, dinilai lebih efektif dibandingkan hanya melalui buku pelajaran.

“Sejalan dengan pesan Ki Hajar Dewantara, setiap tempat bisa menjadi sekolah dan setiap orang bisa menjadi guru. Di sini, prajurit TNI AL menjadi guru bagi anak-anak,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan open ship KRI Wiratno-379 merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam mendukung pendidikan karakter dan memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda.

Melalui kunjungan tersebut, TNI AL berharap tumbuh kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga laut sebagai bagian dari kedaulatan bangsa.

Sejumlah siswa mengaku senang dapat melihat langsung kapal perang dan mengenal lebih dekat profesi prajurit TNI Angkatan Laut. Bahkan, beberapa di antaranya menyampaikan cita-cita ingin menjadi anggota TNI AL di masa depan. (*)

Artikel Siswa SD Tarempa Belajar Cintai Maritim di Atas KRI Wiratno-379 pertama kali tampil pada Kepri.

Krisis Stok Darah, RSUD Tarempa Akui Keterbatasan Lemari Penyimpanan

0
Direktur RSUD Tarempa, Sofwan Hadi. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Keterbatasan stok darah di Unit Transfusi Daerah (UTD) RSUD Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, masih menjadi persoalan serius bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah, terutama dalam kondisi darurat.

Dalam banyak kasus, darah dengan golongan yang sesuai tidak selalu tersedia di UTD RSUD Tarempa. Akibatnya, pasien dan keluarga terpaksa menunggu hingga ada pendonor yang bersedia menyumbangkan darah secara langsung.

Proses pencarian pendonor pun tidak singkat. Waktu tunggu bisa mencapai satu hingga dua hari, tergantung ketersediaan pendonor dan kecocokan golongan darah.

Kondisi ini dinilai berisiko, khususnya bagi pasien yang membutuhkan transfusi secepatnya, seperti korban kecelakaan atau pasien dengan pendarahan hebat.

Relawan kemanusiaan, Herizal, mengaku prihatin dengan situasi tersebut. Menurutnya, keterbatasan stok darah kerap menyulitkan penanganan pasien dalam kondisi mendesak.

“Kadang stok tidak bisa didapat cepat. Kalau pasien urgent seperti kecelakaan, kasihan harus menunggu sambil mencari pendonor,” ujar Herizal, Jumat (30/1).

Ia menilai, kondisi tersebut dapat mengancam keselamatan pasien jika darah tidak segera tersedia. Oleh karena itu, Herizal mendorong adanya pembenahan di Unit Transfusi Daerah RSUD Tarempa.

“Perlu dibenahi, mungkin dengan penambahan lemari penyimpanan darah. Kalau kami relawan, paling hanya menyimpan data pendonor untuk dihubungi saat kondisi darurat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tarempa, Sofwan Hadi, menjelaskan keterbatasan stok darah dipengaruhi oleh kapasitas lemari penyimpanan yang terbatas. Ia menyebut darah hanya bisa disimpan maksimal selama 30 hari atau satu bulan.

“Kalau lebih dari 30 hari, darah tidak bisa digunakan lagi karena sudah tidak layak,” kata Sofwan.

Menurutnya, pihak rumah sakit sebenarnya telah menyediakan stok darah dari masing-masing golongan, sekitar empat kantong per golongan. Namun, stok tersebut sering kali tidak terpakai hingga akhirnya kedaluwarsa.

“Kebanyakan stok darah tidak habis dan akhirnya terbuang. Tapi kalau ada kasus darurat seperti kecelakaan, langsung kita salurkan,” ujarnya.

Meski demikian, Sofwan menegaskan RSUD Tarempa terus berupaya melakukan pembenahan agar pelayanan transfusi darah dapat berjalan lebih optimal.

“Tujuannya agar pasien dan keluarga merasa lebih tenang dan tidak lagi kesulitan saat membutuhkan darah dalam kondisi darurat,” pungkasnya. (*)

Artikel Krisis Stok Darah, RSUD Tarempa Akui Keterbatasan Lemari Penyimpanan pertama kali tampil pada Kepri.

Antrean Kendaraan Solar Mengular di SPBU Tanjungpinang, Disdagin Pastikan Stok Aman

0
Sejumlah kendaraan mengantre solar di bahu jalan dekat SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Jumat (30/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Antrean kendaraan pembeli BBM subsidi jenis solar kembali terlihat di sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang. Fenomena ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir dan memicu kepadatan hingga ke bahu jalan.

Pantauan di SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF), Jumat (30/1), menunjukkan antrean panjang kendaraan, mulai dari lori hingga mobil pikap, sejak pagi hari. Mayoritas kendaraan yang mengantre merupakan angkutan barang dan kendaraan pengangkut air bersih.

Pengawas SPBU Jalan RHF Tanjungpinang, Aziz, mengatakan lonjakan antrean disebabkan meningkatnya aktivitas kendaraan pengguna solar, terutama pada musim kemarau.

“Dalam sehari kami bisa menghabiskan sekitar 4 kiloliter solar. Belakangan ini memang terjadi peningkatan pembelian, kemungkinan karena kekhawatiran pasokan terbatas,” ujar Aziz.

Hal serupa disampaikan Pengawas SPBU Jalan D.I Panjaitan Batu 7, Yogi. Ia menilai antrean solar masih dalam kondisi normal dan belum masuk kategori padat ekstrem.

“Yang antre kebanyakan kendaraan angkutan dan mobil pengangkut air bersih. Kalau benar-benar padat, antreannya bisa sampai tikungan lampu merah. Ini belum sejauh itu,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang mengakui adanya antrean solar di sejumlah SPBU. Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany, menyebut kemarau berkepanjangan menjadi salah satu faktor utama.

“Musim kemarau menyebabkan meningkatnya kebutuhan solar, terutama untuk kendaraan pengangkut air bersih. Selain itu, aktivitas pembangunan juga mulai berjalan,” kata Riany.

Meski demikian, Riany memastikan pasokan solar di Tanjungpinang masih dalam kondisi aman. Setiap SPBU, kata dia, rata-rata memperoleh kuota solar antara 2 hingga 4 kiloliter per hari.

“Ketersediaan solar masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (*)

Artikel Antrean Kendaraan Solar Mengular di SPBU Tanjungpinang, Disdagin Pastikan Stok Aman pertama kali tampil pada Kepri.

Volume Air Waduk di Dabo Singkep Turun 30 Persen, PDAM Antisipasi Krisis Air

0
Waduk Gemuruh sumber air PDAM Tirta Lingga. F. Wandy untuk Batam Pos.

batampos – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lingga selama sekitar satu bulan terakhir berdampak pada ketersediaan air baku. Volume air di Waduk Gemuruh, sumber utama PDAM Tirta Lingga di kawasan Gunung Muncung, Dabo Singkep, tercatat mengalami penyusutan hingga 30 persen.

Jika kondisi cuaca panas berkepanjangan, penyusutan volume air dikhawatirkan semakin besar dan berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.

Direktur PDAM Tirta Lingga, Irfan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar distribusi air ke pelanggan tetap berjalan normal meski volume air waduk menurun.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan rekayasa jaringan untuk mengantisipasi penyusutan volume air di waduk,” kata Irfan, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, setelah rekayasa jaringan dilakukan, pasokan air untuk wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya akan disuplai dari dua waduk, yakni Waduk Gemuruh di Dabo dan waduk yang berada di Desa Lanjut.

Saat ini, PDAM Tirta Lingga masih menunggu kedatangan sejumlah peralatan pendukung yang dikirim dari Tanjungpinang. Setelah seluruh peralatan tiba, rekayasa jaringan akan segera dilaksanakan.

Meski sejauh ini penyusutan volume air belum berdampak langsung pada distribusi air ke rumah-rumah warga, Irfan menegaskan langkah antisipasi tetap perlu dilakukan untuk mencegah gangguan layanan ke depan.

“Ini langkah antisipasi agar jika penyusutan semakin signifikan, pasokan air bersih ke masyarakat tetap berjalan normal,” ujarnya.

Selain menjaga kontinuitas pasokan, PDAM Tirta Lingga juga memastikan kualitas air tetap menjadi perhatian utama di tengah kondisi musim kemarau.

“Kami berupaya agar masyarakat tidak hanya mendapat air yang cukup, tetapi juga air yang berkualitas,” tutup Irfan. (*)

Artikel Volume Air Waduk di Dabo Singkep Turun 30 Persen, PDAM Antisipasi Krisis Air pertama kali tampil pada Kepri.

Kebakaran Lahan di Gunung Kijang Bintan Capai 20 Titik, Petugas Kewalahan

0
Personel Damkar Toapaya memadamkan api yang membakar lahan di Kecamatan Gunung Kijang, Jumat (30/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kebakaran lahan kembali meluas di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Jumat (30/1). Tiupan angin kencang memicu munculnya api di sejumlah lokasi, membuat petugas pemadam kebakaran kewalahan melakukan penanganan.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Toapaya mencatat sedikitnya 20 titik kebakaran lahan dengan total luas area terdampak mencapai lebih dari 5 hektare. Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepala UPT Damkar Toapaya, Makmur, mengatakan kebakaran terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi, sehingga menyulitkan proses pemadaman.

“Hingga pukul 08.00 WIB, sudah tercatat 20 titik kebakaran lahan. Kami cukup kewalahan karena jarak waktu kejadian yang sangat berdekatan,” ujar Makmur.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Agus Ariyadi, menyebutkan bahwa jumlah kebakaran lahan di Bintan mengalami lonjakan signifikan sepanjang Januari 2026.

Hingga Kamis (29/1), BPBD mencatat sekitar 72 kasus kebakaran. Jumlah tersebut bertambah sekitar 20 kasus pada Jumat pagi, sehingga total kebakaran hutan dan lahan di Bintan sepanjang Januari 2026 mencapai sekitar 92 kasus.

“Angka ini cukup luar biasa. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun lalu total kebakaran hutan dan lahan di Bintan sekitar 170 kasus,” kata Agus saat meninjau lokasi kebakaran.

Ia menegaskan, peningkatan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. BPBD Bintan kini menyiagakan armada dan personel, serta memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Agus juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan. Kondisi cuaca panas disertai angin kencang dinilai sangat rentan memicu kebakaran.

“Jangan sampai kebakaran ini mengganggu aktivitas dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Camat Gunung Kijang, Rahak, mengapresiasi kerja keras BPBD Bintan, Damkar Toapaya, TNI, dan Polri dalam menangani kebakaran lahan di wilayahnya. Ia juga mengimbau warga dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Pengendara diimbau menggunakan masker karena asap masih menyelimuti jalan. Kurangi kecepatan dan tetap berhati-hati agar tidak terjadi kecelakaan,” ujar Rahak. (*)

Artikel Kebakaran Lahan di Gunung Kijang Bintan Capai 20 Titik, Petugas Kewalahan pertama kali tampil pada Kepri.

Trik Test Drive Jadi Celah, Puluhan Mobil di Dealer Amerika Dicuri Secara Terorganisir

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Kepolisian di sejumlah negara bagian Amerika Serikat tengah menyelidiki rangkaian pencurian kendaraan bermotor bernilai total sekitar US$2,4 juta yang terjadi di berbagai dealer mobil.

Aksi tersebut diduga dilakukan secara terorganisir dengan memanfaatkan celah pada sistem kunci mobil elektronik (key fob).

Penyelidikan dilakukan aparat kepolisian di Connecticut, New York, dan New Jersey setelah ditemukan pola serupa dalam belasan kasus pencurian kendaraan dari dealer.

Seorang perempuan berusia 37 tahun asal Johnstown, Pennsylvania, bernama Tiffine Kyte, telah ditangkap dan didakwa terkait skema tersebut.

Polisi menduga Kyte beraksi bersama seorang rekan pria dengan menggunakan teknik manipulasi kunci elektronik serta taktik pengalihan perhatian terhadap staf dealer. Modus ini memungkinkan pelaku menyalin atau menukar perangkat key fob tanpa disadari pihak dealer.

Kasus ini terungkap setelah kepolisian memulai penyelidikan pada 5 Februari 2025, menyusul laporan hilangnya dua unit GMC Sierra senilai lebih dari US$177.000 dari dealer Vachon Buick GMC di Old Saybrook, Connecticut.

Menariknya, kunci fisik kendaraan tidak dilaporkan hilang, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya kloning perangkat elektronik.

Penyelidikan lanjutan mengaitkan insiden tersebut dengan pencurian serupa di sejumlah dealer lain di kawasan Tristate Area yang terjadi antara Maret 2024 hingga Mei 2025. Total sekitar 20 kendaraan diduga raib dengan menggunakan metode yang sama.

Dalam beberapa kasus, pelaku memanfaatkan kesempatan saat melakukan test drive atau menciptakan situasi yang mengalihkan perhatian staf. Celah tersebut dimanfaatkan untuk mengakses, menukar, atau mengkloning kunci mobil elektronik.

Data lokasi ponsel milik Kyte memperkuat dugaan keterlibatannya. Polisi menemukan keberadaan Kyte di lokasi kejadian yang sesuai dengan waktu pencurian, dan data tersebut kini dijadikan salah satu alat bukti dalam proses hukum.

Kyte saat ini menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk pencurian dan konspirasi. Meski demikian, ia telah dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses persidangan lanjutan.

Kasus ini menjadi peringatan bagi dealer mobil dan pemilik kendaraan modern. Polisi menekankan bahwa pencurian kendaraan tidak hanya dilakukan melalui peretasan jarak jauh, tetapi juga lewat manipulasi langsung saat kunci diserahkan kepada calon pembeli.

Otoritas menyarankan dealer untuk memperketat prosedur pengawasan kunci, membatasi akses test drive, serta meningkatkan sistem keamanan guna mencegah kejahatan serupa. (*)

Artikel Trik Test Drive Jadi Celah, Puluhan Mobil di Dealer Amerika Dicuri Secara Terorganisir pertama kali tampil pada News.

Perempuan Diduga ODGJ Mengamuk di Pasar Dabo Singkep, Rusak Fasilitas Umum

0
Satpol PP mengamankan perempuan diduga ODGJ yang sempat mengamuk di Pasar Dabo Singkep. F. Hasim untuk Batam Pos.

batampos – Seorang perempuan yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas umum di Pasar Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Jumat (30/1). Insiden tersebut sempat membuat warga dan pedagang yang beraktivitas di pasar panik.

Peristiwa itu terjadi saat petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lingga tengah melakukan patroli rutin di kawasan pasar. Melihat kondisi perempuan tersebut yang semakin tidak terkendali, petugas langsung menuju lokasi.

“Saat patroli blok, anggota kami menemukan seorang perempuan yang diduga ODGJ mengamuk dan merusak fasilitas umum di area Pasar Dabo Singkep,” ujar Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (Kabid PPUD) Satpol PP Lingga, Hasim.

Menurut Hasim, proses pengamanan sempat mengalami perlawanan. Namun, petugas berhasil mengendalikan situasi dan segera berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Dabo Singkep.

“Setelah berhasil diamankan, kami langsung menghubungi pihak puskesmas. Tim medis datang dengan cepat dan memberikan penanganan berupa suntikan penenang,” jelasnya.

Diketahui, perempuan tersebut merupakan ODGJ yang berada dalam pengawasan Puskesmas Dabo Singkep dan rutin menjalani perawatan medis. Berdasarkan keterangan keluarga, dalam dua hari terakhir kondisi kejiwaannya kembali kambuh.

“Dari informasi keluarga, yang bersangkutan sudah menunjukkan gejala kambuh sejak dua hari terakhir. Tidak diketahui bagaimana bisa keluar rumah hingga akhirnya membuat kerusuhan di pasar,” kata Hasim.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah fasilitas di area pasar dilaporkan mengalami kerusakan akibat amukan perempuan tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Satpol PP Lingga mengimbau pihak keluarga agar meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Kami berharap keluarga dapat memperketat pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” tutup Hasim. (*)

Artikel Perempuan Diduga ODGJ Mengamuk di Pasar Dabo Singkep, Rusak Fasilitas Umum pertama kali tampil pada Kepri.

Gugatan Privasi Mencuat, Meta Tegaskan WhatsApp Tak Bisa Baca Pesan Pengguna

0
WhatsApp. F. x.com/lifehacker.

batampos – Isu soal dugaan WhatsApp dan induk perusahaannya, Meta, mampu membaca isi percakapan pengguna kembali mencuat setelah gugatan hukum diajukan di Amerika Serikat.

Gugatan tersebut menuding platform pesan instan itu melanggar privasi dengan mengakses pesan yang seharusnya dilindungi enkripsi end-to-end (E2EE).

Gugatan diajukan atas nama sejumlah pengguna internasional yang mengklaim mengalami kerugian. Mereka menilai klaim keamanan WhatsApp menyesatkan, karena disebut memiliki kemampuan mengakses pesan teks, foto, video, hingga pesan yang telah dihapus.

Kritik terhadap WhatsApp pun meningkat di ruang publik. Sejumlah tokoh teknologi dunia, termasuk Elon Musk dan pendiri Telegram Pavel Durov, turut mempertanyakan tingkat keamanan enkripsi serta kebijakan privasi yang diterapkan WhatsApp.

Menanggapi gugatan tersebut, Meta dan WhatsApp membantah tudingan tersebut secara tegas. WhatsApp menegaskan bahwa seluruh percakapan pribadi pengguna tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end menggunakan protokol Signal.

WhatsApp menyatakan pesan dienkripsi langsung di perangkat pengirim sebelum dikirim dan hanya dapat dibuka oleh penerima yang memiliki kunci dekripsi. Dengan sistem tersebut, isi chat disebut tidak dapat dibaca oleh WhatsApp maupun Meta.

“Gugatan itu tidak berdasar dan aneh. Kami siap mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang membuat tuduhan tersebut,” ujar pihak Meta, dikutip dari MoneyControl, Jumat (30/1).

Menurut WhatsApp, teknologi enkripsi end-to-end telah digunakan lebih dari satu dekade dan menjadi standar keamanan yang juga diterapkan oleh aplikasi pesan lain seperti Signal. Dengan sistem tersebut, bahkan pihak pengelola platform tidak memiliki akses ke isi pesan pengguna.

Meski demikian, sejumlah pengamat keamanan siber menilai bahwa meskipun protokol enkripsi tergolong kuat, kekhawatiran tetap muncul terkait implementasi sistem yang bersifat tertutup serta pengelolaan metadata pengguna.

Hingga saat ini, belum ada bukti independen yang menunjukkan bahwa WhatsApp benar-benar membaca atau mengakses isi percakapan pengguna tanpa izin. Gugatan hukum tersebut masih dalam proses dan terus menjadi perhatian publik global. (*)

Artikel Gugatan Privasi Mencuat, Meta Tegaskan WhatsApp Tak Bisa Baca Pesan Pengguna pertama kali tampil pada Lifestyle.

Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Trikora Bintan, Aktivis Lingkungan Desak Penegakan Hukum

0
Petugas pantai di Jalan Trikora Kabupaten Bintan tampak mendorong gerobak berisikan limbah minyak yang mengotori pantai Mutiara Beach Resort. F. Slamet Novasusanto/Batam Pos.

batampos – Pegiat Aliansi Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepulauan Riau mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan dan DLH Provinsi Kepri segera mengusut tuntas pencemaran limbah minyak hitam yang mencemari pesisir Pantai Mutiara Beach Resort, Bintan.

Pencemaran tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap sektor pariwisata dan kelestarian ekosistem laut di kawasan wisata unggulan Bintan.

Selain mengganggu aktivitas wisata, tumpahan minyak juga dikhawatirkan memicu kematian biota laut seperti ikan, ketam, dan organisme laut lainnya.

“Dari aspek geopolitik, negara seolah tidak berhasil mencegah terjadinya kejahatan lingkungan lintas negara, baik di perairan internasional maupun perairan dalam negeri,” kata pegiat ALIM Kepri, Kherjuli, kepada Batam Pos, Jumat (30/1).

Kherjuli menegaskan, aparat penegak hukum (APH) harus bertindak serius dalam mengusut kasus pencemaran tersebut. Ia meminta Polri, Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), hingga DLH Bintan dan DLH Provinsi Kepri bersinergi untuk mengungkap pelaku pembuangan limbah minyak di perairan Bintan.

“Mereka harus bersinergi untuk menemukan dan menangkap pelaku kejahatan lingkungan di perairan Bintan,” tegasnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan limbah minyak hitam tersebut berasal dari kapal asing yang membuang limbah di perairan perbatasan.

Hal ini mengingat wilayah Bintan berbatasan langsung dengan Singapura dan berada di jalur pelayaran internasional Selat Singapura yang dilintasi kapal-kapal berbobot besar.

“Siapa pun pelakunya, harus diungkap secara terang benderang. Tumpahan minyak ini sudah berulang kali terjadi, terutama saat musim utara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti lemahnya penegakan hukum dalam kasus serupa yang kerap terjadi di perairan Bintan. Menurutnya, banyak kasus pencemaran laut yang tidak pernah berujung ke meja hijau.

“Kasus tumpahan minyak di Bintan ini bukan yang pertama. Sayangnya, kasus-kasus sebelumnya tidak pernah sampai ke pengadilan,” kata Kherjuli.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, Hendri, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim dari Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan ke lokasi terdampak.

“Tim sudah turun ke lapangan. Minyak itu sumbernya dari tengah laut,” ujar Hendri.

Ia menjelaskan, saat dilakukan pemantauan dan deteksi di lapangan, tim DLHK Kepri hanya menemukan sisa-sisa limbah minyak di pesisir pantai, tanpa menemukan kapal yang diduga sebagai sumber pencemaran.

“Sudah dideteksi, tapi kapalnya tidak ditemukan. Yang ada hanya sisa limbahnya,” katanya.

Hendri mengakui, DLHK Kepri tidak memiliki kewenangan penuh untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan pembuangan limbah oleh kapal di laut.

“Itu kewenangan kementerian. Kami hanya melakukan pembersihan limbah dan selanjutnya dimusnahkan,” pungkasnya. (*)

Artikel Limbah Minyak Hitam Cemari Pantai Trikora Bintan, Aktivis Lingkungan Desak Penegakan Hukum pertama kali tampil pada Kepri.