
batampos – Kepadatan volume kendaraan arus mudik 2023 membuat petugas melakukan berbagai upaya. Salah satunya, dengan memperpanjang waktu penerapan oneway yang Rabu direncanakan hanya sampai pukul 12.00, namun akhirnya diprediksi bakal diterapkan hingga pukul 24.00. masih ada potensi oneway kembali diperpanjang waktunya. Semua bergantung volume kendaraan di jalan tol.
Sesuai data Polri pada Selasa (18/4), jumlah kendaraan yang keluar melalui gerbang tol Cikampek Utama mencapai 97.741 unit. Lalu, jumlah kendaraan yang melewati gerbang tol Kaliurip Utama keluar Jakarta mencapai 35.852 unit dan kendaraan keluar Jakarta melalui gerbang tol Cikupa arah merak mencapai 51.651 unit.
Untuk lalu lintas pada Rabu (19/4) hingga pukul 10.00 diketahui dari traffic counting di Km 50 per jam rata-rata terdapat 5.800 kendaraan yang masuk tol. Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Nurul Azizah menuturkan, kondisi tersebut membuat petugas melakukan contraflow dua lajur. ”Karena telah melewati indikator contraflow 5.500 unit per jam,” ujarnya.
Untuk di Tol Cipali Km 190 terdeteksi rata-rata kendaraan yang lewat mencapai 4.100 kendaraan per jam. Kondisi itu masuk dalam indikator penerapan Oneway yang mencapai 4.100 unit per jam. ”Maka dilakukan Oneway,” paparnya.
Dia menjelaskan, saat ini rata-rata terjadi kenaikan volume arus kendaraan sebanyak 10 persen dibanding hari sebelumnya di Km 50 Tol Japek. Dari per jam 5.087 menjadi 5.606 kendaraan per jam. ”karena itu contraflow diperpanjang dari Km 47 hingga Km 70 menjadi Km 36 Km 70,” ungkap Nurul.
Juru Bicara Divhumas Polri Kombespol Erlangga menuturkan, dengan semua itu maka petugas memutuskan untuk melanjutkan Oneway pada Rabu. Yang awalnya hanya akan berlangsung hingga pukul 12.00, namun dilanjutkan hingga pukul 24.00. ”Namun begitu petugas akan melihat kondisi dan situasi, apakah akan melanjutkan oneway atau tidak. Bergantung dari kepadatan kendaraan sebelum usai waktu yang direncanakan,” paparnya.
Dampak dari one way ini bisa terlihat di jalur non tol. Pantura misalnya, kepadatan terjadi di beberapa titik. Brebes dan Cirebon arah ke timur cukup padat. Sementara keadaan lajur arah barat didominiasi bus, truk, dan mobil plat B.
Menurut pengamatan Tim Mudik Jawa Pos, jalur Pantura mulai padat pada sore hari. Hal ini dikarenakan adanya pasar tumpah menjelang buka puasa di beberapa kota. Lalu menjelang malam, pemudik motor mulai memadati SPBU dan rest area di Indramayu. Kendaraan roda empat dari arah Jakarta ke timur tidak banyak terlihat.
Rekayasa lalu lintas dilakukan di Pantura. Yakni mengurangi titik putar balik. Ini dikarenakan agar mengurangi kemacetan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MenkoPMK) Muhadjir Effendy meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak dan Ciwandan, Banten, kemarin (19/4) sore. Ditemani Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dan Wali Kota Cilegon Helldy Agustia, ia langsung mengecek kondisi arus dan layanan yang ada.
Ia mengungkapkan, layanan Pelabuhan Ciwandan yang baru beroperasi tahun ini untuk mudik sudah sangat rapi. Walaupun, volume kendaraan roda dua yang akan menyebrang menuju Sumatera sudah mengalami kenaikan sejak siang hari.
Sebagai informasi, Ciwandan dioperasikan khusus untuk melayani kendaraan roda dua dan truk-truk besar. Hal ini jadi salah satu alternatif untuk mengurangi beban Pelabuhan Merak dan mengurai risiko penumpukan pada puncak arus mudik.
“Tadi kira-kira sampai jam 14.00 WIB sudah 13 ribu. Kita perkirakan sampai nanti malam mencapai 25 ribu sepeda motor melalui Ciwandan,” ujarnya.
Kemudian, untuk truk-truk besar sumbu tiga tercatat sudah 1500 yang menyebrang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan BBJ, Banten menuju Bakaheuni maupun Panjang. Menurutnya, karena sudah dipisah antara sepeda motor, roda empat, dan truk besar maka penanganan untuk penyebrangan jauh lebih mudah. Terlebih di BBJ disediakan buffer zone untuk truk-truk besar sehingga tak menyebabkan kemacetan apabila ada antrian panjang di penyebrangan. Selain itu, kondisi arus di Merak pun terpantau jauh lebih baik dibanding tahun lalu.
Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, jika merujuk laporan dirut ASDP, meski angka pemudik roda dua cukup banyak namun sejatinya mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Tahun ini, justru roda empat yang mengalami kenaikan. “Artinya ada kenaikan ekonomi mereka yang mudik dari Jawa ke Sumatera,” ungkapnya.
Selain itu, hal ini diduga pula lantaran imbauan yang terus digaungkan pemerintah untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor terutama untuk jarak jauh. Imbauan pun telah disertai dengan adanya penyediaan mudik bersama gratis baik untuk penumpang maupun motor yang dikendarai oleh pemerintah dan swasta.
Sementara itu, disinggung soal kemacetan parah pada hari pertama libur lebaran di area menuju Ciwandan, Muhadjir mengamini. Menurutnya, itu terjadi lantaran adanya antrian truk-truk besar yang akan menyebrang.
“Mereka kejar deadline karena hari terakhir truk boleh lewat jalur tol, boleh menyebrang,” katanya.
Kendati demikian, pemerintah bersama pihak terkait telah mengevaluasi kondisi yang ada. Diputuskan jika truk masih boleh melakukan penyerangan terutama truk sembako. “Karena ternyata volume naik maka sampai sekarang kita bolehkan menyebrang terutama untuk truk sembako,” papar Mantan Mendikbud tersebut.
Selain itu, Muhadjir juga memastikan keamanan para pemudik begitu tiba di Sumatera. Dia mengaku telah meminta Polda Lampung untuk mengawal para pemudik mulai dari pelabuhan hingga jalan besar di Lampung. Pengawalan harus dilakukan siang dan malam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Trafik penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Pulau Jawa dan Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Banten terus mengalami peningkatan jelang puncak arus mudik yang diperkirakan pada Rabu (19/4) atau H-3 hingga Kamis (20/4) atau H-2.
Berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam (periode 18 April 2023 pukul 08.00 WIB hingga 19 April 2023 pukul 08.00 WIB) atau H-4, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 45 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang mencapai 129.403 orang, turun sekitar 400 orang dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Untuk realisasi kendaraan roda dua mencapai 11.724 unit atau turun 15 persen persen dibanding tahun lalu sebanyak 13.748 unit. Untuk roda empat naik 1 persen, dari 15.895 unit menjadi 16.020 unit di tahun ini.
Sedangkan truk logistik yang telah menyebrang dari Jawa ke Sumatera mencapai 1.643 unit. Jumlah tersebut turun 2 persen dibandingkan realisasi tahun 2022. Adapun total seluruh kendaraan tercatat 30.001 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-4. Angka tersebut turun 6 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu.
Untuk total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mulai dari H-10 hingga H-4 tercatat 470.495 orang. Jumlab tersebut naik 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dan untuk total kendaraan dari H-10 hingga H-4 sebanyak 109.468 unit atau naik 3 persen dibandingkan 2022.
Sebaliknya, data Posko Bakauheni pada H-4 (24 jam) tercatat realisasi total penumpang mencapai 51.208 orang. Terjadi kenaikan 6 persen dibanding periode yang sama di 2022.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan mendorong peningkatan titik charging station atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) khususnya di berbagai tempat peristirahatan (rest area) di sepanjang jalur mudik.
Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan M.P. Dwinugroho menuturkan, jumlah infrastruktur pengisian kendaraan listrik roda empat di berbagai lokasi publik mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Menurut Nugroho, penambahan SPKLU di sejumlah lokasi baru-baru ini diperbanyak demi mendukung kelancaran dan kenyamanan untuk pemudik yang berkendara menggunakan mobil listrik.
“Pengguna kendaraan listrik kian meningkat seiring berjalannya waktu. Kendaraan listrik pun jadi salah satu transportasi yang digunakan untuk mudik, untuk itu kami mendorong penambahan SPKLU di sejumlah titik khususnya rest ara di Tol Jawa dan Sumatera,” ujar Nugroho.
Sesuai data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, telah dibangun 842 charging station di 488 lokasi di seluruh Indonesia. Data tersebut gabungan antara SPKLU yang dikelola PT PLN (Persero), instalasi privat di lokasi publik, dan charging station kendaraan umum.
“Data charging station terus mengalami peningkatan. Selain PLN, beberapa produsen mobil listrik dan badan usaha lain membangun SPKLU di beberapa lokasi seperti rest area, hotel, pusat perbelanjaan dan kantor-kantor pemerintah,” ungkap Nugroho.
Dia melanjutkan, untuk ruas tol Jawa, saat ini tersedia 21 titik pengisian baterai kendaraan listrik yang tersebar di ruas tol dari Merak hingga Probolinggo. Penambahan SPKLU di berbagai titik ini dilakukan untuk memudahkan penguna kendaraan listrik selama masa mudik Idulfitri 1444 H.
Lebih lanjut Nugroho menyampaikan, saat ini di Indonesia telah terbangun seluruh jenis teknologi Infrastruktur pengisian KBLBB roda empat mulai Slow Charging, Medium Charging, Fast Charging, hingga Ultra Fast Charging. Menurutnya, pemerintah bersama PT PLN (Persero) berkomitmen untuk menyiapkan ekosistem yang mumpuni bagi pengguna electric vehicle (kendaraan listrik) di Indonesia.
Pemerintah memastikan infrastruktur pendukung kendaraan listrik tersedia di jalur mudik sehingga memudahkan pengguna mobil listrik yang mudik untuk melakukan pengisian daya. “Bagi pemudik yang menaiki kendaraan listrik saat mudik ke kampung halaman, dapat memperhatikan kecukupan baterai dan melakukan pengecasan di titik-titik strategis jalur mudik,” ujar Nugroho.
Sementara Polri mempermudah pemudik untuk mendapatkan informasi rekayasa lalu lintas secara real time. Polri telah bekerjasama dengan Google untuk terus memperbaharui rekayasa lalu lintas melalui Google Maps.
Kombespol Nurul Azizah menambahkan bahwa pemudik bisa melihat google maps untuk mengetahui rekayasa lalu lintas di jalan tol yang akan dilewati. Semua rekayasa lalu lintas dari contraflow, one way hingga ganjil genap pun disediakan. ”tinggal akses, semoga masyarakat mudah menggunakannya,” ujarnya.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengungkapkan, selain menyiapkan infrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya juga menyediakan sarana dan prasarana dalam mendukung arus mudik maupun balik pada Lebaran 2023. Dukungan diberikan melalui layanan sanitasi dan air bersih yang tersebar di 46 titik di Indonesia.
“Dukungan air bersih dan sanitasi di titik posko jalur mudik merupakan salah satu dukungan untuk memberikan kelancaran bagi para pengemudi yang melintas,” ungkapnya.
Kegiatan penyediaan sarana dan prasana mudik Lebaran 2023 tersebut, dikatakan Diana, dimulai sejak 17-26 April 2023 tersebar di 22 provinsi. Adapun penempatannya berada di posko-posko Siaga Sapta Taruna yang tersebar di rest area jalan tol maupun jalan non-tol, pelabuhan, terminal, dan bandara. Termasuk di kawasan wisata dan kawasan potensial yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Keberadaan toilet tambahan yang memiliki sarana dan prasarana sanitasi memadai sangat dibutuhkan pemudik mengingat keterbatasan toilet yang ada di SPBU dan rest area tidak cukup untuk memfasilitasi seluruh pemudik,” ujarnya.
Adapun sarana dan prasana mudik yang disediakan yakni berupa 1 unit bus toilet, 39 mobil toilet kabin, 27 toilet portable, 37 hidran umum, 34 mobil tangka air, dan 26 mobil vakum tinja. Kemudian, untuk meningkatkan layanan sarpras tersebut, juga dikerahkan 175 personel tersebar di berbagai titik layanan yang bertugas selama 24 jam secara bergantian.
Sebaran armada sarpras tersebut 21 di antaranya berada di Pulau Jawa. Yakni mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Rinciannya terdiri dari 23 unit mobil toilet kabin, 14 unit mobil tangki air, 10 unit mobil vacuum tinja, 12 unit toilet portable, 26 unit hidran umum, dan 76 orang personil. Provinsi Bali sebanyak 1 titik lokasi terdiri dari 1 unit mobil Tltoilet kabin, 1 unit mobil tangki air, 1 unit mobil vacuum tinja, dan 4 orang personil.
Dukungan untuk melancarkan mudik juga dilakukan oleh Pertamina. Tidak hanya menjamin jumlah BBM cukup untuk melayani pemudik, tapi juga menyiapkan satgas motor untuk mengantarkan bahan bakar pada kendaraan yang kehabisan bensin.
Fahril tahun ini merelakan diri tidak mudik. Mahasiswa 22 tahun itu memilih jadi Satgas Motor Pertamina. Empat drigen berada di tas di bagian belakang motornya. “Memang ini ada rekrutmen warga sekitar untuk Satgas Motor,” ucapnya.
Fahril tinggal di sekitar Pintu Exit Tol Krapyak, Semarang. Wilayah kerjanya seputaran tol tersebut. “Kalau masyarakat kehabisan bensin, bisa telpon 135 dan nanti Customer Service yang akan menghubungi kami,” ujar pria asli Demak itu. Agar aman masuk tol, Faril dan Satgas Motor Pertamina lain akan dikawal polisi. “Tidak apa-apa sekarang tidak mudik. Untuk mencari pengalaman dan membantu pemudik,” imbuhnya. (*)
Reporter: JP Group









