Bupati Anambas, Aneng meninjau Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa. Ia menyoroti ada kapal yang nekat berlayar meski BMKG keluarkan peringatan cuaca buruk. F. Adis untuk Batam Pos.
batampos – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyoroti masih adanya kapal yang nekat berlayar meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan peringatan cuaca buruk.
Langkah itu disebutnya sangat berbahaya dan mengancam keselamatan seluruh awak. Aneng menegaskan peringatan cuaca bukan informasi biasa yang boleh diabaikan.
“Peringatan BMKG itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi menyelamatkan nyawa. Jadi tolong benar-benar diperhatikan,” tegasnya saat meninjau Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa, Rabu (10/12).
Menurutnya, keputusan tetap berlayar dalam kondisi cuaca ekstrem merupakan tindakan tak bijak. Ia mengingatkan kasus hilangnya KM Pelangi 15 harus menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita semua sedih dengan musibah itu. Jangan sampai terulang hanya karena mengabaikan peringatan,” ujarnya.
Bupati mengajak seluruh pelaku pelayaran, mulai dari nakhoda, agen kapal, hingga pemilik barang, untuk mengutamakan keselamatan ketimbang kepentingan ekonomi. Memahami prakiraan cuaca sebelum berangkat dinilainya sama pentingnya dengan memastikan kondisi kapal.
“Risikonya besar sekali kalau dipaksakan,” kata Aneng.
Ia menambahkan perubahan cuaca kini sangat cepat dan tak bisa diprediksi. Karena itu, kewaspadaan wajib ditingkatkan dan peringatan dini tidak boleh disepelekan.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Kita tidak tahu kapan musibah datang,” tutupnya. (*/adv)
Batampos – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dari usnur Destroyer Squadron (Desron) 7bergabung dengan negara-negara anggota ASEAN dalam pelaksanaan ASEAN-U.S. Maritime Exercise (AUMX) kedua yang digelar di Batam, Kamis (10/12/2025).
Kapal perang milik AS, USS Cincinnati LCS 20 bersama tim dari satuan Perusak ( Destroyer Squadron 7) tiba di Batam, Rabu (10/12/2025). Mereça akan mengadakan latihan bersama ASEAN di Selat Singapura. F Antara
Humas Destroyer Squadron 7, Letnan Camillia Nguyen menyebutkan, kegiatan ini menandai langkah lanjutan dalam upaya memperkuat kerja sama keamanan dan stabilitas maritim di kawasan Indo-Pasifik.
“AUMX 2025 yang diselenggarakan bersama Indonesia dan AS, menunjukkan komitmen berkelanjutan kedua pihak dalam membangun interoperabilitas dan memperkuat hubungan pertahanan strategis di Asia Tenggara,” ujar Nguyen, siang tadi.
Pelaksanaan latihan maritim bersama ini, mencakup pertukaran keahlian mengenai Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan evakuasi medis (MEDEVAC). Selain itu, penyelenggaraan ini juga turut memfasilitasi latihan meja (tabletop exercise) di mana negara-negara anggota ASEAN akan melaksanakan skenario simulasi MEDEVAC untuk meningkatkan kapabilitasoperasional.
Latihan Gabungan Bersama ASEAN di Selat Singapura
Dalam AUMX ini, kapal perang USS Cincinnati (LCS 20) tipe independence milik AS akan bergabung dengan delapan aset negara negara ASEAN lainnya untuk kegiatan fase laut selama dua hari guna menyelesaikan beberapa latihan, seperti latihan manuver taktis, pengendalian kerusakaan, pencarian dan penyelamatan, hingga latihan MEDEVAC di Selat Singapura.
“Pelaksanaan ASEAN-U.S. Maritime Exercise 2025 merupakan representasi nyata dari kolaborasi dan kemitraan kita,” ujar Kapten Angkatan Laut AS yang juga sebagai Wakil Komodor Destroyer Squadron (DESRON) 7, Matt Cox.
Dia menyebutkan, sejak AUMX pertama, pihaknya telah bekerjasama dengan banyak negara, termasuk anggota ASEAN dalam latihan bilateral untuk semakin menyempurnakan kemampuan taktis dan operasional masing-masing tim.
“Kami menantikan kesempatan ini untuk menunjukkan interoperabilitas kami dengan mitra-mitra Asia Tenggara,” ungkapnya.
AUMX perdana, sebelumnya dilaksanakan 2019 lalu. Saat itu, bertujuan meningkatkan komitmen bersama terhadap kemitraan maritim, keamanan, dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Sejak saat itu, Satuan DESRON 7 telah melaksanakan sejumlah latihan dengan berbagai negara anggota ASEAN, termasuk seri latihanCooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) serta berbagai kegiatan kerjasama kemaritiman.
Sebagai skuadron destroyer Angkatan Laut AS yang dikerahkan di Asia Tenggara, DESRON 7 berperan sebagai komandan taktis dan operasional utama kapal-kapal tempur perbatasan yang ditempatkan secara bergilir di Singapura. (*)
Kalangan distributor bahan pokok saat menemui Komisi II DPRD Kepri, Rabu (10/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Distributor dan pedagang bahan pokok di Tanjungpinang mendatangi DPRD Kepulauan Riau untuk menyampaikan dampak pengetatan pengiriman sembako dari Batam yang mengakibatkan kelangkaan di sejumlah wilayah.
Pertemuan audiensi tersebut berlangsung di DPRD Kepri, Rabu (10/12). Para pelaku usaha mengeluhkan distribusi sembako menuju Tanjungpinang dan Bintan yang semakin sulit dalam beberapa pekan terakhir.
Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, menilai kebijakan pengetatan dari Bea dan Cukai Batam berpotensi memperparah kelangkaan khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Jadi kita khawatir kondisi ini terus terjadi sampai Nataru karena adanya pembatasan dari Batam,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, pembatasan tersebut seharusnya tidak diberlakukan untuk barang kebutuhan pokok produksi dalam negeri yang hanya transit di Batam sebelum dikirim ke daerah lain di Kepri.
“Harapan kami kondisi ini segera teratasi, khusus untuk bahan pokok produksi dalam negeri,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag Kepri, Riki Rionaldi, menyebut Pemprov Kepri tengah menyiapkan langkah solusi. Menurutnya, kelangkaan dipicu banyak faktor, mulai dari kondisi cuaca, gangguan distribusi, hingga penegakan aturan Bea Cukai.
Ia memastikan Pemprov akan meminta pemerintah pusat mengeluarkan diskresi untuk menjamin kelancaran distribusi bahan pokok di Kepri.
“Nanti kita akan temui kementerian untuk membahas persoalan ini, agar kelangkaan ini tidak terjadi di kemudian hari,” katanya.
Dalam forum tersebut, para distributor menegaskan kebijakan pengiriman yang kian ketat membuat biaya operasional membengkak dan pasokan pasar menurun drastis.
“Kami datang ke sini untuk mencari solusi. Distribusi ke Tanjungpinang dan Bintan sangat terhambat,” ujar salah satu distributor.
Pemprov berharap pemerintah pusat dapat segera memberi kepastian kebijakan agar stabilitas harga dan ketersediaan sembako di Kepri tetap terjaga menjelang akhir tahun. (*)
batampos – Memilih bengkel mobil yang tepat menjadi langkah penting bagi pemilik kendaraan untuk menghindari kerugian secara finansial maupun risiko keselamatan.
Tak sedikit bengkel yang tidak transparan soal suku cadang dan pengerjaan, bahkan ada yang melanggar prosedur standar. Karena itu, pemilik kendaraan perlu lebih selektif sebelum menitipkan mobilnya.
Berikut 7 cara menentukan bengkel mobil profesional, dikutip dari Suzuki Indonesia:
1. Reputasi dan pengalaman pelanggan
Reputasi menjadi indikator utama kualitas bengkel. Ulasan pelanggan dapat membantu melihat bagaimana pelayanan selama ini.
2. Teknisi bersertifikasi
Pastikan teknisi memiliki sertifikasi dan pemahaman sesuai standar perawatan kendaraan.
3. Kelengkapan alat dan teknologi
Bengkel profesional wajib memiliki perangkat diagnostik serta fasilitas pendukung yang memadai.
4. Harga dan estimasi waktu jelas
Pilih bengkel yang memberikan rincian harga transparan dan estimasi waktu pengerjaan yang sesuai.
5. Garansi suku cadang dan pengerjaan
Adanya garansi memberi kepastian layanan jika terjadi komplain setelah perbaikan.
6. Komunikasi yang jelas
Mekanik harus dapat menjelaskan bagian yang diperbaiki, kondisi kendaraan, serta rekomendasi lanjutan.
7. Perhatikan pelayanan dan waktu pengerjaan
Bengkel terpercaya memberikan estimasi realistis dan tetap melayani keluhan pasca-servis.
Pemilihan bengkel memang hal yang serius. Meski banyak pilihan, kualitas setiap bengkel tidak selalu sama. (*)
Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama OPD setelah menerima penghargaan Bintan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional dalam ajang Innovative Government (IGA) 2025. F. Zoko untuk Batam Pos.
batampos – Kabupaten Bintan kembali menorehkan prestasi nasional setelah meraih penghargaan sebagai Daerah Perbatasan Terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, dalam malam penganugerahan di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).
Roby mengatakan inovasi menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, adaptif, dan berdaya saing.
“Alhamdulillah, hasil kolaborasi dari semuanya. Ini untuk seluruh masyarakat Bintan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari transformasi digital di sektor pelayanan publik, salah satunya melalui aplikasi LAPAK BUNGA untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang kini berjalan 100 persen secara online.
Efisiensi pelayanan meningkat hingga 70 persen, kepatuhan wajib pajak mencapai 65 persen, sementara tunggakan pajak turun 40 persen. Realisasi penerimaan PBB juga naik 20–25 persen per tahun dan 95 persen proses administrasi sudah berjalan tanpa kertas.
Selain itu, RSUD Bintan turut menghadirkan inovasi Layanan Antar Pasien Pasca Rawat Inap. Program ini telah melayani lebih dari 500 pasien hingga November 2025, dengan fasilitas antar gratis ke rumah terutama bagi warga kurang mampu dari DTKS desil 1–2.
“Program ini membantu masyarakat menghemat biaya transportasi usai dirawat,” kata Roby.
Layanan tersebut juga meningkatkan kepuasan pasien hingga 90 persen dan mendorong kenaikan akreditasi RSUD Bintan dari Perdana menjadi Paripurna.
Pemkab Bintan turut memperkuat tata kelola inovasi melalui pembentukan Tim Pembina Inovasi Daerah (TPID) lintas perangkat, mulai dari Bapperida, Inspektorat hingga Diskominfo dan Kanwil Kemenkumham.
Keterlibatan perangkat daerah tercatat lebih dari 80 persen didukung anggaran Rp 1,68 miliar melalui program GALANOVA Award.
Sejak 2020, Bintan bahkan menjadi rujukan inovasi bagi delapan daerah di Indonesia, seperti Karimun, Tanjungpinang, Pelalawan hingga Sumbawa.
Efisiensi administrasi meningkat hingga 60 persen dan partisipasi masyarakat pada layanan digital sudah melampaui 75 persen.
“Inovasi telah mengubah cara kerja birokrasi menjadi lebih cepat, transparan, dan adaptif. Masyarakat kini lebih mudah mengakses layanan tanpa selalu datang ke kantor,” tegasnya.
Roby memastikan inovasi sudah menjadi budaya di Pemkab Bintan dan akan terus dikembangkan.
“Enam tahun berturut-turut Bintan menjadi Daerah Perbatasan Terinovatif Nasional. Tantangannya adalah mempertahankan prestasi ini dengan terus berinovasi demi pelayanan publik semakin baik,” pungkasnya. (*)
Sosialisasi pencegahan perundungan oleh Disdikpora Lingga kepada siswa/i SMP, Rabu (10/12). F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Kabupaten Lingga menempati peringkat ketiga kasus perundungan tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Data tersebut berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada 2025.
Melihat tingginya kasus kekerasan berbasis sekolah, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Lingga menggelar sosialisasi pencegahan perundungan kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kegiatan dilaksanakan di Gedung PSMTI Kecamatan Singkep dengan menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri, Rabu (10/12).
“Berdasarkan data Simfoni, wilayah dengan kasus perundungan tertinggi adalah Tanjungpinang, kemudian Batam, dan Lingga di urutan ketiga. Namun ini data umum, bukan rincian kasus per sekolah,” ujar Widya Prada BPMP Kepri, Helvira Rosalia.
Untuk kasus kekerasan secara keseluruhan pada 2025, tercatat 164 kasus di Kota Tanjungpinang, 160 kasus di Batam, dan 44 kasus di Kabupaten Lingga. Kasus terbanyak terjadi di lingkup rumah tangga yakni 314 kasus. Kekerasan di sekolah tercatat 11 kasus, di tempat kerja 12 kasus, dan fasilitas umum 76 kasus.
Dari jenis kekerasan, kekerasan seksual menempati peringkat teratas dengan 248 kasus, diikuti kekerasan fisik 148 kasus dan kekerasan psikis 88 kasus. Korban didominasi usia pelajar, yakni 13-17 tahun sebanyak 228 kasus, usia 6-12 tahun 97 kasus, dan balita 37 kasus.
Ia menjelaskan, berdasarkan rapor pendidikan dan data lapangan, kekerasan di satuan pendidikan mengalami peningkatan setiap tahun sehingga pemerintah perlu melakukan langkah pencegahan yang sistematis.
“Upaya yang dilakukan mencakup sistem pencegahan dan penanganan terstruktur di sekolah,” tambahnya.
Tak hanya pada jenjang SMP, BPMP juga memberikan bimbingan teknis kepada guru PAUD untuk mengajarkan pencegahan kekerasan sejak dini. Menurutnya, dampak perundungan sangat serius, mulai dari menurunnya prestasi hingga gangguan psikis pada siswa.
“Capaian prestasi siswa sangat dipengaruhi rasa aman dan nyaman ketika berada di sekolah,” tegas Helvira.
Helvira berharap seluruh satuan pendidikan di Kepri, khususnya Kabupaten Lingga, dapat menjadi lingkungan yang bebas dari kekerasan sehingga seluruh warga sekolah terlindungi.
“Harapannya sekolah-sekolah di Lingga bisa terwujud sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman,” tutupnya. (*)
Puluhan pelajar dan warga setempat memanfaatkan air pasang besar di Pelantar Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang untuk mandi dan bermain air. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Fenomena air pasang besar di Pelantar Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Rabu (10/12), berubah menjadi tontonan sekaligus hiburan bagi warga. Pelantar yang biasanya sepi mendadak dipenuhi puluhan pelajar dan warga setempat yang memanfaatkan momen langka itu untuk mandi dan bermain air.
Pantauan di lapangan, air laut naik cukup tinggi hingga hampir sejajar permukaan pelantar. Kondisi itu membuat kawasan tersebut tampak seperti kolam renang alami berukuran besar. Anak-anak sekolah terus berdatangan, sebagian masih mengenakan seragam, bahkan ada yang membawa gitar sambil bersantai di tepi pelantar.
“Airnya lagi jernih, jadi sekalian mandi. Mumpung pasang besar, seru ramai-ramai begini,” ujar Rizal, salah satu pelajar yang ikut berenang.
Warga lainnya, Mak Eton, mengatakan fenomena pasang besar seperti ini biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun. Namun kali ini lebih ramai karena banyak anak sekolah yang pulang lebih awal.
“Kalau pasang, biasanya memang ada yang mandi. Tapi hari ini ramai betul, kayak kolam renang. Selagi tidak berbahaya, biarlah anak-anak gembira,” katanya.
Beberapa warga dewasa tampak duduk di tepi pelantar sambil bercanda, menikmati angin laut. Mereka menyebut bahwa air laut terlihat lebih bersih dari biasanya.
“Airnya bening, makanya banyak yang turun. Tapi tetap harus hati-hati, arus di bawah tak kelihatan,” ujar Haris, warga sekitar.
Meski suasana tampak meriah, beberapa warga mengingatkan agar anak-anak tidak terlalu ke tengah karena arus laut di kawasan tersebut kerap berubah cepat ketika angin menguat.
“Seru memang, tapi tetap waspada. Kita takut kalau tiba-tiba gelombang tinggi,” ucap Dina, warga yang ikut menonton dari jauh.
Hingga sore hari, aktivitas warga dan pelajar masih berlangsung. Tawa dan teriakan anak-anak terdengar setiap kali ada yang melompat ke laut, menciptakan suasana riuh seperti lokasi wisata air dadakan.
Fenomena pasang besar ini diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga pun berharap agar pemerintah memasang tanda peringatan tambahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama ketika air pasang tiba-tiba meninggi. (*)
Dari kiri ke kanan, Dr. Adhitya Wardhana, MARS, Hospital Director of Medistra Hospital, Dr. dr. Birry Karim, Sp.PD, KKV (Internist & Cardiovascular) dan Dr. Stella Melisa, CMO of Daewoong Indonesia
batampos-Daewoong Indonesia mengadakan talk show kesehatan bagi 50 pasien dislipidemia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sebagai bagian dari kampanye The Lower, The Better.
Kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga kadar kolesterol jahat atau LDL-C serendah mungkin secara berkelanjutan untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
Kolesterol LDL atau low-density lipoprotein cholesterol dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan memicu peradangan hingga penyempitan.
Penyakit kardiovaskular sendiri masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan sekitar 800.000 kematian per tahun menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2025. WHO juga mencatat stroke dan penyakit jantung iskemik sebagai tiga penyebab kematian terbesar di Indonesia.
Salah satu rangkaian penting dari acara tersebut adalah pemaparan dari dr. Stella Melisa, Chief Medical Officer Daewoong Pharmaceutical Indonesia. Dalam sesi utamanya, dr. Stella menekankan dasar ilmiah dari kampanye The Lower, The Better. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data klinis, setiap penurunan LDL-C sebesar 40 mg/dL dapat menurunkan risiko kardiovaskular sekitar 20 hingga 25 persen. Ia menyebutkan bahwa panduan terbaru dari European Society of Cardiology saat ini mendorong pencapaian kadar LDL-C serendah dan sedini mungkin, terutama bagi pasien dengan risiko tinggi.
Dr. Stella juga menyoroti kondisi aktual di Indonesia, di mana angka kematian akibat penyakit kardiovaskular masih sangat tinggi. Dengan hampir 800.000 kematian per tahun, menurutnya, edukasi mengenai upaya menurunkan LDL-C bukan hanya penting, tetapi mendesak.
Ia menegaskan bahwa banyak pasien belum menyadari bahwa kolesterol jahat tidak cukup hanya dikendalikan sekali saja. Menurutnya, pencegahan efektif hanya dapat dicapai melalui pengelolaan LDL-C yang konsisten dan berkelanjutan.
Pada sesi selanjutnya, Dr. dr. Birry Karim, Sp.PD, KKV, Spesialis Kardiovaskular RS Medistra, menjelaskan bahwa banyak pasien dislipidemia belum mencapai target LDL-C yang dianjurkan.
Kurang dari 10 persen pasien berisiko sangat tinggi mencapai target 55 mg/dL. Menurutnya, hal ini biasanya disebabkan oleh dosis statin yang belum optimal, efek samping, atau penghentian obat oleh pasien. Ia juga menyoroti manfaat terapi kombinasi seperti ezetimibe dan rosuvastatin untuk membantu pasien mencapai target LDL-C dengan lebih efektif.
Daewoong telah meluncurkan kombinasi ezetimibe–rosuvastatin pertama di Indonesia dengan pilihan dosis rendah 10/5 mg serta 10/10 mg dan 10/20 mg. Variasi dosis ini memberikan fleksibilitas bagi dokter dalam menyesuaikan terapi sesuai tingkat risiko pasien sekaligus mendukung pengobatan jangka panjang.
Direktur Rumah Sakit Medistra, Dr. Adhitya Wardhana, MARS, menyatakan bahwa edukasi seperti ini penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular. Ia menegaskan bahwa Medistra akan memperluas program pencegahan dan edukasi kesehatan bagi pasien berisiko tinggi.
Salah satu peserta, Mesya Mohamad, 49 tahun, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa penjelasan mengenai pentingnya menjaga LDL tetap rendah secara berkelanjutan menjadi pembelajaran berharga bagi dirinya dan peserta lain.
Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menutup acara dengan menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan fasilitas medis seperti RS Medistra untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit kardiovaskular.
Rumah Sakit Medistra sebagai rumah sakit swasta premium di Jakarta Selatan terus memperkuat layanan preventif serta program skrining kesehatan dengan peralatan diagnostik modern, guna mendukung pengelolaan pasien berisiko tinggi. (*)
Pengendara saat melintas di Simpang Panbil. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos
batampos – Pengendara yang melintas di Simpang Tiga Panbil, dari arah Batuaji menuju Batamcenter, mengaku kebingungan dengan aturan lampu lalu lintas di lokasi tersebut. Banyak yang mempertanyakan apakah pengendara yang mengambil jalur lurus tetap wajib berhenti ketika lampu merah menyala atau boleh melaju seperti biasa.
Kebingungan itu muncul karena bentuk simpang yang tidak sepenuhnya menyerupai persimpangan empat. Sebagian pengendara mengira bahwa jalur lurus tidak termasuk objek pengaturan lampu lalu lintas. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan perilaku sebaliknya: hampir seluruh pengendara justru tetap melaju meski lampu merah menyala.
Pantauan Batam Pos, Rabu (10/12) siang, memperlihatkan hanya segelintir pengendara yang benar-benar berhenti ketika lampu merah menyala. Mayoritas langsung melintas tanpa memperhatikan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Situasi ini dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, mengingat insiden serupa pernah terjadi sebelumnya di titik rawan tersebut.
Menanggapi hal ini, Kasi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Ade Candra, menegaskan bahwa seluruh pengendara, baik yang belok maupun lurus, tetap wajib mengikuti isyarat lampu lalu lintas.
“Jika pengendara mau lurus, tetap harus ikut lampu lalu lintas. Tidak bisa menerobos,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama tidak ada rambu atau papan petunjuk yang menyatakan jalur tertentu boleh jalan terus, maka aturan umum berlaku: setiap pengendara wajib berhenti saat lampu merah menyala.
“Kalau tidak ada petunjuk atau tulisan jalan terus, semua pengendara wajib berhenti,” ujarnya.
Ade mengingatkan, menerobos lampu merah tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko memicu kecelakaan baru. Karena itu, Dishub mengimbau seluruh pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat untuk mematuhi APILL demi keselamatan bersama. (*)
Gula pasir curah mulai langka di Kota Tanjungpinang, ritel modern kini hanya menjual gula kemasan bermerk, Rabu (10/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Sejumlah bahan pokok di Kota Tanjungpinang mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu stok yang kian menipis serta hambatan distribusi logistik dari Batam ke Tanjungpinang.
Pantauan Batam Pos, beberapa warung sudah tidak lagi menjual gula pasir kiloan yang biasa dibungkus plastik. Di swalayan, rak-rak gula juga terlihat kosong.
Kini, ritel modern hanya menyediakan gula kemasan dengan harga jauh lebih tinggi. Gula PSM dijual Rp18.500 per kilogram, sementara Gulaku menembus Rp19.500 per kilogram.
“Gula sudah kosong dari beberapa hari ini. Kalau ada, kami jual Rp17 ribu per kilogram, padahal harga normalnya Rp14 ribu,” ujar Ratna, pedagang sembako di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Rabu (10/12).
Selain gula, harga beras medium asal Batam juga ikut naik. Beras merk Ratu Pinang kini dijual Rp14 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp13 ribu.
Di swalayan, harga beras kemasan 25 kilogram juga melonjak seperti merek Nasi Padang: Rp305 ribu; Gong-gong Rp295 ribu dan Anggur Merah: Rp395 ribu.
“Stok beras memang sedikit. Katanya Januari baru normal, karena banyak sembako tertahan di Batam,” tambah Ratna.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjungpinang, Mulyadi Tan mengaku prihatin dengan dampak serius dari gangguan distribusi tersebut.
Menurutnya, Batam merupakan hub utama pasokan kebutuhan pokok dan barang konsumsi untuk Tanjungpinang dan Bintan. Ketika jalur logistik tersendat, masyarakat langsung yang merasakan akibatnya.
“Jadinya harga barang melonjak tajam, terutama kebutuhan pokok harian. Banyak keluhan dari seluruh lapisan masyarakat,” kata Mulyadi.
Ia meminta agar jalur logistik Batam–Bintan–Tanjungpinang segera kembali normal. Kadin Tanjungpinang juga siap berdiskusi dengan Bea Cukai dan pemerintah untuk mencari solusi terbaik tanpa menghambat roda ekonomi.
“Ekonomi Tanjungpinang harus bergerak, rakyat harus hidup layak, dan dunia usaha harus diberi ruang bernapas untuk tumbuh,” tegasnya. (*)