Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 570

Bertandang ke Bernabeu, Guardiola Berharap Akhiri Rentetan Kekalahan dari Madrid

0
Pep Guardiola (Dok. Instagram @pepteam)

batampos – Pep Guardiola yakin tidak ada tempat yang lebih baik daripada Stadion Bernabeu bagi Manchester City asuhannya untuk membuktikan kemampuan mereka di Liga Champions tahun ini.

Manchester City sering mengunjungi tim ibu kota Spanyol dalam kompetisi Liga Champions, dan ini adalah pertemuan ke-15 mereka di Liga Champions sejak edisi 2012/2013.

Setelah hanya kalah satu kali dari sembilan pertandingan tandang pertamanya melawan Madrid sebagai manajer (W6 D2), Guardiola belum meraih kemenangan dalam empat kunjungan terakhirnya menghadapi tim Spanyol tersebut (D2 L2).

Manchester City telah kalah dalam dua pertandingan terakhir mereka melawan Los Blancos, menderita kekalahan kandang dan tandang melawan mereka di babak play-off musim lalu dengan agregat 6-3.

Jumlah kekalahan itu sama dengan jumlah kekalahan yang mereka alami dalam 11 pertandingan sebelumnya melawan raksasa LaLiga secara keseluruhan (M4 S5 K2), meskipun Guardiola yakin stadion ikonik itu menawarkan kesempatan bagi timnya untuk mengulang kesuksesan sebelumnya di stadion tersebut.

“Kami berada di babak penyisihan grup, akan berbeda jika Anda bermain di babak 16 besar, perempat final, atau semifinal,” kata Guardiola kepada wartawan.

“Musim lalu kami datang dengan segala masalah, tetapi pertandingan-pertandingan lainnya berjalan ketat dan bagus. Kami memiliki pemain-pemain penting yang baru pertama kali bermain di Bernabeu.”

“Para pemain besar yang menorehkan warisan selama satu dekade, Kevin De Bruyne, Walker, Gundogan, Stones, tidak hadir di sini. Banyak yang baru, mereka ingin merasakan pengalaman itu.”

“Mereka ingin tahu bahwa mereka telah berhasil dan dapat melakukannya lagi. Ini adalah tempat yang baik untuk membuktikan diri dan bagaimana kemampuan Anda sebagai sebuah tim.”

Guardiola telah menghadapi Madrid pada 27 kesempatan sebelumnya, memenangkan 48% dari pertandingan tersebut (M13 S7 K7).

Pelatih asal Spanyol tersebut belum pernah menang dalam empat laga terakhir melawan tim Spanyol (S2 K2), meskipun ia tidak pernah menang dalam lima laga berturut-turut.

Dan bos City akan bersatu kembali dengan Xabi Alonso, dengan bos Madrid tersebut tampil sebanyak 79 kali di bawah asuhan Guardiola di Bayern Munchen antara tahun 2014 sampai 2016.

Namun pembicaraan menjelang pertandingan tentang masa depan Alonso dan posisinya di klub, menyusul kekalahan Madrid 2-0 dari Celta Vigo di LaLiga akhir pekan lalu.

“Pendapat mereka, saya tidak setuju dengan pendapat mereka,” kata Guardiola tentang spekulasi seputar Alonso.

“Tentu saja saya bersimpati karena kami bersama selama dua tahun, dan bersamanya merupakan pengalaman yang luar biasa.

“Bukan hanya sebagai manajer, kami juga berbagi keluarga. Barcelona dan Real Madrid adalah klub yang paling sulit untuk dikelola karena lingkungannya.”

“Ini tempat yang sulit, tapi dia tahu itu, itulah kenyataan hidup di sini.”

“Banyak pemain yang cedera, seperti yang terjadi pada kami musim lalu, tetapi dia mampu melakukan apa yang dituntut dari posisi itu, yaitu menjadi manajer Real Madrid.”

“Di mana-mana saat ini, Anda harus menang, jika tidak, Anda punya masalah.”

“Di Inggris, apa pun yang terjadi di ruang ganti selalu tetap di sana, tetapi berdasarkan pengalaman saya di Spanyol, di Barca dan Real Madrid, semua orang tahu segalanya.” (*)

Artikel Bertandang ke Bernabeu, Guardiola Berharap Akhiri Rentetan Kekalahan dari Madrid pertama kali tampil pada Olahraga.

Delapan Kasus Korupsi Ditangani Polda Kepri di 2025, Satu Tersangka Masih Buron

0
Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora.
(f. Aziz / Batam Pos)

batampos – Satu tersangka kasus korupsi hibah Pemprov Kepri tahun anggaran 2020 hingga kini masih buron, meski lima tersangka lainnya telah divonis. Tunggakan perkara ini menjadi satu dari delapan laporan korupsi yang ditangani Polda Kepri sepanjang 2025, termasuk tujuh laporan terkait revitalisasi Dermaga Batuampar.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri memastikan proses pencarian tersangka bernama Muksin terus dilakukan. Ia merupakan satu-satunya tersangka yang belum tertangkap dari perkara hibah kepemudaan dan olahraga dengan kerugian negara mencapai lebih dari Rp6,2 miliar.

Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silverster Simamora, mengatakan selain kasus hibah, tujuh perkara korupsi lain yang ditangani tahun ini seluruhnya berkaitan dengan proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar.

“Tujuh perkara korupsi Batuampar kami tangani sepanjang 2025. Untuk lainnya, masih proses penyelidikan,” ujar Silverster, Selasa (9/12) di Hari Anti Korupsi.

Baca Juga: Kasus Korupsi Proyek Dermaga Batuampar P21, Tujuh Tersangka Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Ia menjelaskan bahwa beberapa perkara yang masih di tahap penyelidikan membutuhkan pendalaman lebih panjang sebelum menentukan apakah cukup bukti untuk dinaikkan ke penyidikan. “Semuanya masih berjalan. Kami uji secara komprehensif,” ujarnya.

Menurut Silverster, Ditreskrimsus tetap memegang komitmen kuat dalam memberantas korupsi di wilayah Kepri. Setiap temuan penyimpangan anggaran, kata dia, pasti akan diproses.

“Komitmen kami jelas. Semua kasus korupsi akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Gokma Uliate Sitompul, menyebut total ada delapan laporan korupsi ditangani tahun ini. Tujuh laporan merupakan bagian dari rangkaian penyidikan revitalisasi Batuampar, sedangkan satu perkara lainnya adalah tunggakan kasus hibah yang telah disidik sejak 2021.

“Dari delapan laporan itu, tujuh di antaranya terkait revitalisasi Batuampar. Satu lagi adalah perkara hibah yang menyisakan satu DPO,” kata Gokma.

Dalam kasus hibah Pemprov Kepri 2020, enam orang ditetapkan tersangka. Lima sudah diputus pengadilan, sementara Muksin yang berperan mengatur dan mengarahkan pencairan dana belum tertangkap hingga kini.

“Status DPO sudah disebar. Peran Muksin signifikan sehingga harus diproses hukum,” ujarnya.

Baca Juga: Tertibkan Reklamasi Tanpa Izin, BP Batam Mulai Periksa dan Menyegel

Kerugian negara kasus hibah tersebut mencapai Rp6.215.000.000. Angka itu berdasarkan hasil audit BPKP Kepri tanggal 4 April 2022, yang menyatakan dana hibah tidak digunakan sebagaimana mestinya alias total loss.

“Dana hibah ini tidak sampai ke pihak yang seharusnya. Seluruhnya dinyatakan merugikan negara,” lanjut Gokma.

Selain dua kelompok kasus itu, Ditreskrimsus juga menangani tiga perkara kepentingan umum yang saat ini masih dalam penyelidikan. Satu perkara disebut akan segera naik ke penyidikan.

“Kami tinggal menunggu bantuan teknis dan ahli konstruksi. Jika sudah lengkap, dalam waktu dekat kami tingkatkan ke penyidikan,” jelasnya.

Sementara itu, aduan masyarakat (dumas) terkait dugaan korupsi juga diterima cukup banyak. Namun, penyidik masih memilah laporan-laporan tersebut agar tidak memproses aduan tanpa dasar kuat.

“Dumas ada banyak, tapi kami harus pastikan unsur pidananya dulu sebelum langkah berikutnya,” kata Gokma. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Delapan Kasus Korupsi Ditangani Polda Kepri di 2025, Satu Tersangka Masih Buron pertama kali tampil pada Metropolis.

Tertibkan Reklamasi Tanpa Izin, BP Batam Mulai Periksa dan Menyegel

0
Penyegelan reklamasi oleh BP Batam. (BP Batam untuk Batam Pos)

batampos – BP Batam tengah menertibkan sejumlah aktivitas reklamasi dan cut and fill yang tersebar di beberapa titik di Kota Batam.

Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi BP Batam, Denny Tondano, memastikan, pihaknya telah turun ke lapangan dan memanggil pemilik lahan untuk mengklarifikasi izin yang dimiliki.

Dia mengungkapkan, salah satu temuan berada di wilayah Tanjung Buntung, Bengkong. Lokasi tersebut merupakan lahan bekas sitaan kejaksaan yang telah dialokasikan kembali. Beberapa waktu lalu, tim BP Batam meninjau lokasi, tapi pemilik lahan tidak berada di tempat.

“Kami sudah undang pemiliknya untuk datang ke kantor. InsyaAllah hari ini atau besok mereka datang membawa perizinan yang ada, yang akan kami periksa terlebih dahulu. Nama perusahaannya nanti saya cek lagi,” katanya, Selasa (9/12).

Baca Juga: Papan Reklame di JPO SP Plaza Tak Kunjung Ditertibkan

Luas reklamasi di Tanjung Buntung belum dapat dipastikan karena pengukuran baru akan dilakukan setelah dokumen izin diserahkan. “Kalau izinnya lengkap, kami tinggal cek ke lokasi apakah sesuai luasannya dan aspek lainnya. Yang penting kita evaluasi dengan baik sesuai alurnya,” tambahnya.

Sementara itu, untuk reklamasi di Tanjung Piayu, BP Batam menyatakan lokasi itu telah diperiksa dan dipastikan belum memiliki izin. Karena itu, BP Batam telah menyegel kawasan tersebut dan melarang semua aktivitas di lokasi.

“Kami sedang menghitung luas kawasan yang direklamasi. Tim sedang disiapkan untuk turun kembali,” kata Denny.

Di kawasan lain, aktivitas cut and fill di Bukit Kemuning, Tanjung Piayu, juga masuk dalam pantauan BP Batam. Tim BP Batam telah diturunkan, namun laporan resmi dari lapangan belum diterima.

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Dana Bergulir Rp11 Miliar untuk 2026

“Nanti saya cek lagi perkembangan laporan tersebut,” ujar dia.

Secara tegas BP Batam memastikan seluruh aktivitas reklamasi dan cut and fill harus mengantongi izin sebelum dilakukan, untuk memastikan kesesuaian dengan tata ruang serta mencegah kerusakan lingkungan di kawasan pesisir dan perbukitan Batam. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Tertibkan Reklamasi Tanpa Izin, BP Batam Mulai Periksa dan Menyegel pertama kali tampil pada Metropolis.

Wakil Rakyat Dapil Kepri Disorot, Akademisi Sebut Pernyataan Endipat Memalukan

0

Zamzami A Karim

batampos– Anggota DPR RI Dapil Kepri dari Partai Gerindra, Endipat Wijaya, tengah menjadi sorotan tajam publik. Pernyataannya terkait donasi para relawan untuk korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh memicu gelombang kritik di media sosial. Banyak warganet menilai sikap Endipat meremehkan kerja-kerja solidaritas masyarakat di tengah situasi darurat kemanusiaan.

Endipat, yang diketahui berasal dari Bengkulu dan terpilih dari Dapil Kepri, dikecam karena dalam sebuah video yang beredar ia menyebut donasi para relawan dan penggalangan dana publik seolah tidak signifikan serta cenderung bernuansa pencitraan. Kritik tersebut sontak menimbulkan kemarahan publik yang menilai ia gagal menunjukkan empati pada para korban bencana.

Salah satu kritik keras datang dari akademisi Kepri yang juga Ketua III Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Zamzami A Karim. Ia menilai pernyataan Endipat bukan hanya tidak etis, tetapi juga mempermalukan masyarakat Kepri yang telah memberikan amanah sebagai wakil rakyat di Senayan.

“Tentu malu kita sebagai orang Kepri ini punya wakil rakyat yang duduk di DPR RI, tapi pernyataannya tidak menunjukkan sensitifitas atau simpati terhadap peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera,” katanya, Selasa (9/12).

BACA JUGA: DPRD Lingga Desak Pemprov Kepri Segera Tetapkan Wilayah Tambang Rakyat

Menurut Zamzami, penyampaian Endipat bukan sekadar kritik terhadap Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tetapi juga menyiratkan, bahwa donasi masyarakat, relawan, dan kelompok civil society tidak berarti apa-apa.

“Kalau kita dengar videonya, sangat jelas dia menganggap apa yang dibuat para relawan hanya pencitraan. Itu kesan yang muncul,” kata dia.

Padahal, relawan dan masyarakat bergerak cepat justru karena ada kekosongan respon pemerintah pada fase awal penanganan bencana. Dalam situasi demikian, solidaritas warga menjadi penopang utama.

“Harusnya dia cukup mengkritik Komdigi kalau dinilai lambat. Tidak perlu nyinyir terhadap upaya para penggiat media sosial yang menggalang dana dengan cepat dan langsung,” ujarnya.

Dia pun menyoroti soal ramainya diksi pemerintah ikut “berdonasi” untuk korban bencana. Ia menyebut, pernyataan itu menunjukkan ketidakpahaman terhadap mandat dasar negara.

“Pemerintah tidak berdonasi. Pemerintah punya kewajiban melindungi dan membantu rakyat. Kalau itu disebut donasi, berarti mereka tidak mengerti konsep bernegara,” kata Zamzami.

Sebagai putra daerah Kepri, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di Sumbar, Sumut, dan Aceh yang tengah berduka. Ia menyebut, pandangan Endipat tidak mewakili suara masyarakat Kepri.

“Dan mohon maaf kepada saudara-saudara kita yang sedang berduka,” ujarnya.

Zamzami juga menyinggung fakta, bahwa Endipat bukan figur yang dikenal luas oleh publik Kepri, sehingga sikap kontroversialnya justru menambah jarak dengan masyarakat yang diwakilinya.

“Masyarakat Kepri sebenarnya tidak begitu kenal dia. Beliau bisa terpilih lewat Dapil Kepri saja sudah harus bersyukur. Seolah-olah hanya mengambil suara rakyat Kepri untuk duduk di DPR RI,” katanya. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Wakil Rakyat Dapil Kepri Disorot, Akademisi Sebut Pernyataan Endipat Memalukan pertama kali tampil pada Kepri.

5 Alasan Psikologis Media Sosial Membuat Kita Merasa Jelek

0
Ilustrasi seseorang yang merasa bahwa dirinya jelek dan kurang menarik saat kecil. (Freepik)

batampos – Media sosial seharusnya menjadi ruang berbagi pengalaman, kreativitas, dan koneksi antarmanusia.

Namun seiring berkembangnya fitur visual dan algoritma rekomendasi, platform-platform ini justru mengubah cara otak kita memproses citra diri.

Banyak orang mulai merasa kurang menarik, merasa ‘tidak cukup’, dan terjebak dalam perbandingan tanpa akhir. Fenomena ini bukan sekadar persoalan estetika, tetapi masalah psikologis yang serius.

Secara tidak sadar, standar kecantikan digital yang terus muncul di beranda kita membentuk ulang preferensi visual.

Filter, iklan, dan konten ‘sempurna’ membuat otak kita menganggap citra tersebut sebagai referensi kecantikan yang ideal.

Ketika wajah dan tubuh asli tidak sesuai dengan standar digital itu, rasa tidak puas pun muncul dengan cepat. Inilah titik di mana media sosial mulai memengaruhi kesehatan mental.

Dilansir dari YouTube Psych2Go, Rabu (10/12), berikut lima penjelasan psikologis yang menjelaskan bagaimana media sosial membentuk persepsi kecantikan kita dan membuat banyak orang merasa jelek meski tidak ada yang salah dengan diri mereka.

1. Filter Membentuk Realitas Palsu yang Dianggap Otak sebagai Standar Baru

Psych2Go menjelaskan bahwa filter kecantikan berperan besar dalam menciptakan standar visual yang tidak realistis.

Filter membuat kulit tampak sempurna, hidung lebih kecil, mata lebih lebar, dan wajah lebih simetris—fitur yang jarang ditemui dalam kehidupan nyata.

Ketika otak terus-menerus melihat versi ‘sempurna’ ini, muncul bias kognitif yang membuat wajah asli tampak kurang menarik.

Fenomena yang disebut Snapchat dysmorphia bahkan dikaitkan oleh peneliti Boston University School of Medicine dengan body dysmorphic disorder.

Inilah awal mula seseorang merasa jelek secara psikologis, bukan karena kekurangan nyata, tetapi karena standar digital yang tidak masuk akal.

2. Iklan dan Media Menanamkan Standar Tubuh Tidak Mungkin yang Mengikis Rasa Percaya Diri

Iklan di media sosial yang menampilkan tubuh berotot ekstrim atau body goals tak realistis menjadi contoh bagaimana media membentuk standar fisik ideal.

Terpapar visual seperti ini secara berulang membuat otak bekerja dengan pola perbandingan otomatis. Studi 2009 dalam Psychology of Men and Masculinity menunjukkan bahwa lelaki yang menonton iklan semacam ini menjadi lebih tidak puas dengan tubuhnya.

Secara psikologis, efek ini disebut body comparison spiral, yaitu proses ketika seseorang terus membandingkan tubuhnya dengan figur ideal dan merasa bersalah ketika tidak mampu mencapainya.

3. Fat Shaming Mengaktifkan Rasa Takut Sosial dan Merusak Citra Diri

Psych2Go menguraikan bagaimana selebritas seperti Christina Aguilera, Adele, dan Demi Lovato menjadi sasaran shaming terkait berat badan.

Ketika media mengejek tubuh seseorang, otak penonton ikut terpengaruh melalui mekanisme social conditioning.

Studi tahun 2019 menunjukkan bahwa fat shaming dapat membentuk prasangka bawah sadar terhadap orang bertubuh gemuk.

Pada individu, hal ini memicu rasa takut dinilai buruk dan meningkatkan kecenderungan mengkritik tubuh sendiri. Pesannya jelas: standar kurus terus ditanamkan sebagai satu-satunya bentuk yang ‘layak’.

4. Colorism Memengaruhi Keyakinan Dasar tentang Nilai Diri dan Atribut Fisik

Colorism—istilah yang dicetuskan Alice Walker—masih bertahan dalam industri hiburan. Video tersebut menunjukkan bagaimana aktor berkulit lebih gelap jarang dipilih sebagai pemeran utama.

Psikolog Josephine Almansar menjelaskan bahwa bias ini merusak core belief seseorang, yaitu keyakinan terdalam tentang nilai dirinya.

Ketika otak terus melihat representasi yang condong ke arah kulit lebih terang, muncullah persepsi bahwa warna kulit tertentu lebih cantik atau indah, sehingga mereka yang berkulit lebih gelap dapat merasa tidak menarik meski tidak ada yang salah pada diri mereka.

5. Mere Exposure Effect: Paparan Berulang Membuat Otak Salah Menilai Kecantikan

Pengulangan visual memiliki efek besar pada preferensi. Konsep mere exposure effect yang ditemukan Robert Zajonc menjelaskan bahwa semakin sering otak melihat sesuatu, semakin besar kemungkinan ia menganggapnya menarik.

Ketika yang berulang adalah wajah terfilter, tubuh ideal, atau kulit tertentu, persepsi kecantikan pun terdistorsi. Namun kabar baiknya: persepsi ini dapat diputar ulang.

Dengan mengikuti akun yang menampilkan representasi realistis dan beragam, otak mulai membangun ulang preferensi yang lebih sehat dan manusiawi.

Kesimpulannya, Merasa jelek di media sosial bukanlah refleksi akurat tentang diri, tetapi hasil dari mekanisme psikologis yang dipicu oleh paparan visual yang tidak realistis.

Dengan memahami cara kerja otak dan pengaruh media, kita bisa mengambil kembali kendali atas persepsi kecantikan dan mulai menghargai keragaman serta keaslian diri sendiri. (*)

Artikel 5 Alasan Psikologis Media Sosial Membuat Kita Merasa Jelek pertama kali tampil pada Lifestyle.

Barcelona Comeback 2-1 atas Frankfurt, Jules Kounde Jadi Pahlawan Kemenangan

0
Jules Kounde cetak gol untuk Barcelona lawan Frankfurt dalam pertandingan Liga Champions 2025/26 di Spotify Camp Nou pada Rabu (10/12). (BarcaBrauglanes.com)

batampos – Barcelona berhasil membalikkan ketertinggalan menjadi kemenangan (comeback) 2-1 atas Eintracht Frankfurt pada matchday ke-6 Liga Champions 2025/26 di Stadion Camp Nou pada Rabu (10/12) dini hari WIB. Bek kanan Jules Kounde menjadi pahlawan kemenangan tim tuan rumah berkat dua gol sundulannya di awal babak kedua.

Kemenangan ini mengangkat Barcelona ke peringkat 14 klasemen sementara dengan koleksi 10 poin dari 6 laga, menjaga asa lolos langsung ke babak 16 besar. Sementara Eintracht Frankfurt semakin terpuruk di posisi 30 dengan hanya 4 poin, demikian yang dilansir laman resmi UEFA seperti dikutip dari Antara.

Robert Lewandowski sempat membuat Camp Nou bergemuruh di awal pertandingan, tetapi lesakannya dianulir VAR karena offside.

Barcelona yang langsung menggebrak justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-21. Mario Gotze mengirim umpan terobosan yang gagal dipotong Gerard Martin, bola jatuh ke kaki Ansgar Knauff yang lolos dari kawalan Alejandro Balde, lalu melepaskan tendangan keras ke sudut bawah gawang Joan Garcia. Barcelona tertinggal 0-1.

Frankfurt nyaris menggandakan keunggulan jelang turun minum melalui Ellyes Skhiri, tetapi bola sepakannya melambung tipis.

Memasuki babak kedua, Barcelona langsung memasukkan Marcus Rashford untuk Fermin Lppez dan langsung mengubah ritme permainan. Pada menit ke-50, Rashford mengirimkan umpan silang ke arah tiang jauh yang disambut Jules Kounde dengan sundulan keras dari jarak dekat. Skor menjadi 1-1.

Hanya tiga menit berselang, serangan cepat kembali dibangun. Kali ini giliran umpan Lamine Yamal yang disundul Kounde di kotak penalti. Barcelona berbalik unggul 2-1.

Ferran Torres yang masuk menggantikan Lewandowski pada menit ke-66 hampir mencetak gol ketiga lewat tembakan melengkung dan sepakan keras dari luar kotak penalty. Tapi Upaya itu belum berhasil mengenai sasaran.

Frankfurt berusaha bangkit di 20 menit akhir, tetapi Joan Garcia dan barisan belakang Barcelona tampil sigap. Skor 2-1 untuk Barcelona bertahan hingga peluit panjang. (*)

Artikel Barcelona Comeback 2-1 atas Frankfurt, Jules Kounde Jadi Pahlawan Kemenangan pertama kali tampil pada Olahraga.

Papan Reklame di JPO SP Plaza Tak Kunjung Ditertibkan

0
Papan reklame yang terpasang di JPO SP Plaza, Sagulung. (F.Yofie Yuhendri)

batampos – Penertiban papan reklame di SP Plaza, Sagulung hingga saat ini belum dilakukan. Reklame dengan ukuran besar masih terbentang di Jembatan penyebrangan orang (JPO), bahkan kini berisikan materi baru.

“Sampai sekarang belum ditertibkan, malah diganti yang baru,” ujar Rizal, pedagang di SP Plaza, Selasa (9/12).

Ia mengatakan keberadaan baliho ini kerap dikeluhkan para pejalan kaki atau karena menganggu kenyamanan. Sehingga, JPO tersebut jarang digunakan pejalan kaki.

“Kalau nyebarang jalan orang malah langsung saja (ke jalan). Karena di dalam, pejalan kaki jadi pengap,” katanya.

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Dana Bergulir Rp11 Miliar untuk 2026

Ia berharap reklame ini segera ditertibkan, sehingga penataan tata ruang wilayah di Sagulung sama majunya dengan Kecamatan lainnya.

“Di wilayah lain sama sekali tidak ada reklame lagi. Di Sagulung ini malah menganggu pengguna jalan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pemkot Batam telah memulai operasi besar-besaran untuk menertibkan baliho dan papan reklame ilegal di pusat kota, sebagai tindak lanjut dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta instruksi nasional untuk menata ulang tata ruang dan mengurangi sampah visual di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Wakil Rakyat Kepri Disorot, Akademisi Sebut Pernyataan Endipat Memalukan

Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan bahwa penataan kota Batam ini bertujuan untuk menjadikan kota lebih rapi, bersih, dan nyaman. Kebijakan ini merujuk pada tiga hal utama: arahan Presiden RI, temuan BPK, dan aspirasi masyarakat yang menginginkan lingkungan kota yang bersih dan tertata.

“Kami ingin Kota Batam tampil sebagai kota yang rapi, bersih, dan bebas dari reklame liar,” katanya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Papan Reklame di JPO SP Plaza Tak Kunjung Ditertibkan pertama kali tampil pada Metropolis.

Enam Shio Paling Hoki 10 Desember 2025, Rezeki Datang Tanpa Diduga

0
Shio. F. Freepik.

batampos – Energi Kerbau Air pada Rabu, 10 Desember 2025, membawa momentum pembersihan dan penyelarasan dalam kehidupan. Hari ini menjadi waktu tepat untuk melepaskan hal-hal yang menghambat, agar keberuntungan dan rezeki dapat mengalir lebih lancar.

Menurut analisis astrologi Tiongkok, kelimpahan yang hadir pada hari ini berawal dari keputusan tegas dalam menata hidup. Ada enam shio yang mendapat keberuntungan dan peluang rezeki lebih besar.

Berikut daftar 6 shio paling beruntung pada 10 Desember 2025:

1. Shio Kerbau

Kesadaran finansial meningkat. Kamu mulai berhenti menutupi kebiasaan yang merugikan dan membuat keputusan yang lebih tepat, sehingga urusan uang menjadi lebih terkendali.

2. Shio Ular

Usaha yang tidak membuahkan hasil akhirnya kamu tinggalkan. Ketika berhenti memaksakan keadaan, rezeki akan mengalir lebih mudah.

3. Shio Babi

Ada dorongan untuk membereskan masalah yang sudah menumpuk. Ketika berani berubah dan melihat peluang, kelimpahan akan datang mengikuti.

4. Shio Naga

Kesiapan menghadapi rencana yang selama ini kamu hindari semakin kuat. Pikiran yang lebih lega membawa jalan baru penuh keberuntungan.

5. Shio Tikus

Bantuan dari sekitar akan memperlancar urusanmu hari ini. Hambatan perlahan terangkat, membuka jalan rezeki.

6. Shio Kuda

Hari yang tepat untuk menyederhanakan hidup. Keyakinan atas keputusanmu mendatangkan keberuntungan yang tidak terduga.

Hari ini menjadi kesempatan bagi keenam shio tersebut untuk memulai perubahan dan menikmati berkah yang datang bersama energi baru. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Enam Shio Paling Hoki 10 Desember 2025, Rezeki Datang Tanpa Diduga pertama kali tampil pada Lifestyle.

Liverpool Berhasil Curi Poin atas Inter Milan

0
Dominik Szoboszlai (kanan) mencetak gol kemenangan Liverpool dalam pertandingan lawan Inter Milan di Liga Champions 2025/26 di Giuseppe Meazza pada Rabu (10/12).(Getty Image)

batampos – Liverpool berhasil mencuri kemenangan dramatis 1-0 atas Inter Milan pada matchday ke-6 Liga Champions 2025/26 di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu (10/12) dini hari WIB. Satu-satunya gol kemenangan The Reds dicetak Dominik Szoboszlai melalui eksekusi penalti di menit-menit akhir pertandingan.

Kemenangan ini membawa Liverpool naik ke peringkat 8 klasemen sementara dengan raihan 12 poin. Sementara Inter Milan yang menelan kekalahan kedua mereka turun ke posisi 5 dengan koleksi yang sama, unggul selisih gol, demikian yang dilansir laman resmi UEFA seperti dikutip dari Antara.

Babak pertama berjalan hati-hati. Inter Milan langsung mendapat hantaman ketika Hakan Calhanoglu harus ditarik keluar karena cedera pada menit ke-11 dan digantikan Piotr Zielinski.

Liverpool mendapat peluang pertama pada menit ke-18 lewat Curtis Jones dan Ryan Gravenberch. Tapi semua masih bisa dimentahkan Yann Sommer.

Pada menit ke-32, Ibrahima Konate sempat membuat suporter Liverpool bersorak setelah sundulannya bersarang di gawang Inter. Sayangnya gol dianulir VAR karena handball Hugo Ekitike pada prosesnya.

Menjelang babak pertama usai, Lautaro Martinez nyaris membawa Inter unggul lewat sundulan. Beruntung Alisson Becker tampil gemilang dengan menepis bola. Babak pertama berakhir 0-0.

Memasuki babak kedua, Inter langsung tancap gas. Lautaro Martinez kembali mendapat peluang emas pada menit ke-60, tetapi diblok barisan pertahanan Liverpool. Hugo Ekitike dua kali mengancam gawang Yann Sommer pada menit ke-63 dan 69, tetapi belum membuahkan hasil.

Drama sesungguhnya terjadi pada menit-menit akhir. Wasit menunjuk titik putih setelah Alessandro Bastoni dinilai melanggar Florian Wirtz di kotak terlarang.

Dominik Szoboszlai yang maju sebagai eksekutor memperdaya Yann Sommer dan memastikan tiga poin berharga bagi Liverpool. (*)

Artikel Liverpool Berhasil Curi Poin atas Inter Milan pertama kali tampil pada Olahraga.

Pemko Batam Siapkan Dana Bergulir Rp11 Miliar untuk 2026

0
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto, Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Menjelang akhir 2025, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp3,7 miliar kepada pelaku usaha. Dana tersebut diberikan sebagai tambahan permodalan untuk 33 pelaku usaha mikro dan satu koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan program dana bergulir merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha kecil dan koperasi.

“Penyaluran ini merupakan hasil proses verifikasi dan validasi terhadap seluruh pengajuan yang masuk. Per Desember 2025, ada 34 penerima pinjaman, teridiri dari 33 pelaku usaha mikro dan satu koperasi dengan total Rp3.705.000.000,” ujar Salim, Selasa (9/12).

Tahun ini, Pemko Batam mengalokasikan anggaran dana bergulir sebesar Rp11 miliar. Namun, realisasi diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar Rp5,5 miliar.

Baca Juga: Wakil Rakyat Kepri Disorot, Akademisi Sebut Pernyataan Endipat Memalukan

“Secara anggaran kita menyediakan Rp11 miliar di tahun ini. Tapi kayaknya realisasi hampir sama dengan tahun kemarin, kemungkinan di angka Rp5,5 miliar,” jelasnya.

Para penerima pinjaman bergerak di berbagai sektor usaha mikro seperti kuliner rumahan, jasa laundry, perdagangan, hingga pangkalan gas. Menurut Salim, sektor ini merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan yang harus terus didukung agar dapat tumbuh dan berkembang.

“Usaha mikro ini punya potensi besar jika mendapat tambahan modal. Karena itu, program dana bergulir sangat strategis untuk menopang pertumbuhan mereka,” ujarnya.

Program ini menawarkan skema pinjaman dengan bunga flat 4 persen per tahun dan tenor maksimal lima tahun, dengan plafon pinjaman hingga Rp150 juta. Skema tersebut berlaku bagi usaha mikro maupun koperasi.

“Bunga pinjaman ini jauh lebih rendah dibandingkan konvensional. Harapannya pelaku usaha tidak terbebani dan justru terbantu untuk mengembangkan usahanya,” tambahnya.

Selain syarat jaminan sertifikat tanah dan bangunan, Pemko Batam kini juga menerima sertifikat elektronik. Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendorong digitalisasi layanan dan memperkuat kepastian hukum.

“Dengan sertifikat elektronik, proses bisa lebih efisien tanpa mengurangi aspek legalitas,” jelasnya.

Baca Juga: Tulisan Masjid Bukit Indah Sukajadi Dicuri, Pencuri Beraksi Tengah Malam

Di samping penyaluran modal, Dinas KUKM juga memberikan pelatihan manajemen usaha dan keuangan dasar kepada penerima pinjaman. Langkah ini penting untuk mencegah kredit macet serta memastikan dana bergulir digunakan tepat sasaran.

“Kami ingin program ini berputar dengan baik dan terus memberi manfaat bagi lebih banyak pelaku usaha,” ucapnya.

Untuk 2026, Salim menyebutkan Pemerintah Kota Batam kembali menyiapkan anggaran dana bergulir sebesar Rp11 miliar. Namun ia memprediksi realisasi penyaluran pinjaman tahun 2025 ini justru sedikit menurun dibanding 2024.

“Tahun ini kemungkinan sedikit turun. Tahun 2024 realisasi penyaluran mencapai Rp5.545.000.000 untuk 58 usaha mikro. Padahal anggarannya ready,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pemko Batam Siapkan Dana Bergulir Rp11 Miliar untuk 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.