batampos – PT. Cipta Mortar Utama perkenalkan semen baru yang tidak memerlukan campuran pasir kepada Kamar Dagang Industri (Kadin) Tanjungpinang yang dikuti beberapa kontraktor dan perwakilan pemerintah kota Tanjungpinang di kantor Kadin Tanjungpinang Batu 8 atas, Selasa (21/3/2023).

Petugas memperagakan semen MU yang diaduk dengan air kemudian ditempel ke bata ringan di Kantor Kadin Tanjungpinang, Selasa (21/3)
Supervisor Sales Retail PT. Cipta Mortar Utama, Pramono Budianto dalam presentasinya menjelaskan semen produk Mortar Utama (MU) menurutnya bisa menjadi solusi untuk masa depan bagi masyarakat, karena dengan semen MU tidak membutuhkan campuran pasir.
“Dalam satu sak semen sudah ada kandungan pasir, jadi masyarakat tidak perlu beli pasir lagi,” kata Budi saat demo produknya.
Dengan penggunaan semen MU kata Budi, potensi perusakan alam tentunya bisa diminimalisir, para kontraktor juga tidak perlu kesulitan mencari pasir untuk keperluan bangunan.
“Ini juga lebih hemat. Kalau satu sak semen biasa hanya cukup 10 meter persegi. Tapi dengan semen MU bisa sampai 16 meter persegi,” ujarnya.
Dalam pengerjaan juga menjadi lebih cepat, saat memasang semen, karena tidak harus menunggu lama, dalam hitungan detik semen yang ditempel di permukaan bata sudah melekat.
“Tidak harus nunggu lama, kita bisa pasang bata sampai selesai ke atas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Tanjungpinang, Ade Angga menyambut baik kunjungan PT. Cipta Mortar Utama yang memperkenalkan semen dari PT. Cipta Mortar Utama.
Menurutnya semen ini sangat bagus, karena lebih praktis dan tidak lagi memerlukan pasir,. Dengan beberapa kelebihan yang disampaikan pihak MU, harusnya bisa lebih gencar disosialisasikan kepada masyarakat Tanjungpinang.
“Ini bisa jadi solusi dari masalah pembangunan khususnya di Tanjungpinang. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan pasir sangat sulit dan mahal. Dengan semen MU ini bisa menjadi solusi bagi pemerintah,” ujarnya.
Dengan menggunakan semen MU ini juga, kata Angga bisa meminimalisir penggalian tambang pasir yang sudah menjadi keresahan masyarakat. Kadin akan memberikan saran sekaligus solusi dalam masalah ini.
“InsyaAlloh nanti kita akan soundingkan ke pemerintah. Mudah-mudahan menjadi solusi di masa depan. Dengan memasukkan spesifikasi bangunan,” ungkapnya. (*)
Reporter : Peri Irawan








