Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 5841

Perhiasan Senilai Puluhan Juta Hilang di Kolong Tempat Tidur, Seorang Lansia di Bintan Lapor ke Polisi

0
ilustrasi

batampos– Seorang wanita lanjut usia (lansia), Lemani, 67 di Kampung Jeropet, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan melaporkan kehilangan perhiasan senilai puluhan juta ke kantor polisi pada Kamis (16/2/2023).

Sebelum hilang, perhiasan tersebut disimpan dalam kotak perhiasan dan diletakkan di bawah tempat tidur.

“Perhiasan itu disimpan nenek di kolong dipan (tempat tidur),” kata anak korban, Jumeri.

Dia mengatakan, hilangnya perhiasan korban disadari saat istrinya ingin membelikan lagi perhiasan untuk si nenek.

Teringat akan perhiasan, si nenenk berkeinginan memakai kembali perhiasan tersebut.

Namun saat dicari di bawah tempat tidur, kotak berisikan perhiasan berupa kalung, cincin serta gelang sudah hilang.

BACA JUGA: Masyarakat Keluhkan Maraknya Aksi Pencurian Tabung Gas

“Kalung, cincin dan gelang nenek hilang, kotaknya juga hilang. Totalnya mungkin sekira Rp 36 juta,” kata dia.

Dia pun baru mengetahui kalau selama ini si nenek menyimpan perhiasan di bawah tempat tidur.

Setelah dicari ke lemari pakaian dan beberapa tempat di dalam rumah, perhiasan si nenek tidak ditemukan.

Jumeri menduga perhiasan nenek hilang dicuri karena sebelum perhiasan si nenek hilang, istri Jumeri sempat menemukan tabung gas di luar rumah pada Senin (13/2/2023).

“Waktu mau masak, tabung gasnya sudah tidak ada di dapur. Ternyata ditemukan di luar rumah dan pintu tidak terkunci,” kata dia.

Namun ketika itu, mereka tidak menaruh rasa curiga sedikitpun.

Tapi setelah belakangan mengetahui perhiasan nenek hilang, mereka mengira perhiasan nenek hilang dicuri pada Minggu (12/2/2023) malam atau Senin (13/2/2023) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang, Ipda Yofi membenarkan korban merupakan lansia berusia 60an tahun sudah melaporkan kehilangan perhiasan ke kantor polisi.

Dikatakannya, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk korban. Korban mengakui menyimpan perhiasan di bawah tempat tidur.

“Di rumah itu memang ramai dan korban tidak pernah meninggalkan rumah,” kata dia.

Dia mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan.

“Kita belum dapat menyimpulkan,” jawab dia saat ditanya apakah perhiasan korban hilang dicuri maling atau korban lupa meletakkan perhiasan tersebut. (*)

reporter: slamet

Tolak RUU Kesehatan, KRPI: Jangan Rampas Uang Kami

0
ILUSTRASI BURUH. Polemik mengenai RUU Kesehatan tak henti-henti mendapat penolakan. Kali ini giliran Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR. (dok JawaPos.com)

batampos – Polemik mengenai RUU Kesehatan tak henti-henti mendapat penolakan. Kali ini giliran Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Sekretaris Jenderal Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Seapul Tavip tegaskan penolakan terhadap RUU Kesehatan yang dalam naskahnya ada salah satu pasal yang ingin merevisi Undang Undang BPJS Nomor 2004 tahun 2011.

“Revisinya itu membuat BPJS tidak independen, membuat BPJS dengan mudah diintervensi, dan itu tidak mustahil akan menggerus dana-dana buruh yang ada di BPJS. Jangan rampas uang kami,” lantang Seapul Tavip.

Saepul menilai, RUU Kesehatan juga akan membuat Direksi dan Dewan Pengawas BPJS tidak lagi bertanggung jawab secara langsung ke Presiden, tapi bakal diubah menjadi bertanggung jawab ke Menteri.

“Menteri bisa memberikan penugasan khusus ke Direksi BPJS yang tentu saja penugasan ini patut diduga mengandung kepentingan politik,” tegas Saepul.

Sementara, lanjut Saepul, selama ini kami sudah melihat pola dan menjemen dari BPJS sudah baik, Undang-Undangnya sudah baik, jadi jangan dirusak dengan adanya RUU Kesehatan yang bisa mengintervensi Direksi BPJS untuk kepentingan di luar program jaminan sosial. Ujung-ujungnya bakal berdampak ke pekerja, tentunya akan mengganggu pelayanan.

“Kami sangat sayangkan ini ada semacam penyelundupan hukum melalui RUU Kesehatan di mana revisi UU BPJS Nomor 2004 tahun 2011 dilakukan yang pada akhirnya akan membuat BPJS tidak lagi independen,” ujar Saepul.

Menurutnya, selama ini kami melihat BPJS sudah independen karna langsung di bawah presiden, tapi kalau dengan RUU Kesehatan ini kita melihat tidak lagi independen yang kemudian akan mudah diintervensi kementerian.

“RUU Kesehatan ini akan membuat BPJS kembali ke zaman dulu sebelum tahun 2011 yang dibawah kementerian BUMN, ketika masih ada banyak korupsi karna BPJS saat itu tidak independen,” jelas Saepul.

Dia merinci pengelolaan dana pekerja di BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini sekitar Rp630 triliun dan aset bersih dana JKN di BPJS Kesehatan yang sudah mencapai Rp54,7 Triliun, serta pendapatan iuran JKN mencapai Rp. 143 Triliun (per akhir Desember 2022), akan rawan digunakan untuk kepentingan lain di luar program jaminan sosial.

“Kasus kegagalan investasi yang dialami BUMN asuransi seperti Jiwasraya dan PT. ASABRI beberapa waktu yang lalu, harusnya menjadi acuan bagi Pemerintah dan DPR untuk tetap memposisikan Direksi dan Dewas BPJS memiliki kewenangan penuh dan independen,” pungkas Saepul.

Saepul juga mendesak pemerintah agar RUU Kesehatan tidak merevisi UU BPJS yang mengkerdilkan organ BPJS meniadi organ yang dikendalikan Menteri demi memastikan peningkatan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan, seta keamanan dan peningkatan investasi dana kelolaan di BPJS Ketenagakeriaan dan Kesehatan.

“BPJS harus dikelola dengan independen tanpa intervensi oleh pihak manapun. Pada akhirnya, KRPI menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk Menolak hadirnya RUU Kesehatan. Jangan sampai jaminan sosial meniadi lumpuh dengan revisi yang dilakukan oleh RUU Kesehatan,” pungkas Saepul. (*)

Reporter: JP Group

Golkar Siapkan Pengganti Zainudin Amali Jika Ingin Mundur dari Menpora

0
Menpora Zainudin Amali yang juga sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

batampos – DPP Partai Golkar merespons kabar ingin mundurnya Zainudin Amali dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Kabar ini bergeming setelah Zainudin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2).

Juru Bicara Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, pihaknya tidak khawatir untuk mencari pengganti Zainuddin Amali jika mundur dari jabatan Menpora. Pasalnya, partai yang dipimpin Airlangga Hartarto tersebut memiliki banyak kader untuk menjadi Menpora.

“Jadi Ketum dalam hal ini tidak terlalu gusar dan mencari siapa pengganti karena Golkar itu partai kader dan partainya sudah disiapkan untuk posisi apapun,” kata Tantowi Yahya kepada wartawan, Senin (20/2).

Tantowi mengungkapkan, kader-kader Golkar sudah ditempa untuk menjadi pemimpin bangsa. Karena itu, Airlangga memiliki banyak pilihan untuk menggantikan posisi Zainuddin Amali.

“Golkar itu partai kader, jadi saya selalu menyebut bahwa Golkar itu kawah candradimuka tempat pembentukan dari calon-calon pemimpin bangsa di berbagai tingkatan,” ungkap Tantowi.

Tantowi tak memungkiri, Zainuddin Amali sudah menyatakan siap mundur dari jabatan Menpora dan fokus mengurus PSSI. Namun, pengunduran diri Zainuddin tergantung Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif mengangkat dan memberhentikan menteri.

“Dari pernyataan beliau kan seperti itu, jadi dia nggak berkeberatan mundur dari posisi menteri karena ingin fokus di bola di PSSI,” tegas Tantowi.
Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/2). Zainudin mengaku meminta izin kepada kepala negara untuk bisa fokus mengurus sepak bola Indonesia.

Zainudin Amali saat ini terpilih sebagai Wakil Ketua Umum PSSI, mendampingi Erick Thohir yang terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.

“Saya sampaikan kepada bapak Presiden, bapak saya akan fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola, menjadi pengurus PSSI dan itu dipahami oleh beliau. Beliau menyampaikan kepada saya, saya diizinkan untuk konsentrasi dan fokus kepada sepak bola,” ungkap Zainudin.

Politikus Partai Golkar ini menyampaikan, Jokowi setuju dirinya terlibat dalam kepengurusan PSSI. Ia mengaku, kepengurusan PSSI yang baru akan dipimpinnya bersama Erick Thohir dan Ratu Tisha.

“Jadi beliau (Presiden Joko Widodo), sudah mengizinkan saya untuk fokus dan konsentrasi mengurus sepak bola mendampingi pak Erick Thohir, bu Ratu Tisha dan teman-teman exco,” pungkas Zainudin. (*)

Reporter: JP Group

Lahan Kosong di Desa Teluk Sasah Terbakar, Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

0
Pemadam saat mendinginkan lokasi kebakaran lahan di Kampung Sukadamai, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan terbakar pada Minggu (19/2/2023) sekira pukul 20.15 WIB. F.Damkar Tanjunguban

batampos – Lahan kosong milik pengembang perumahan di Kampung Sukadamai, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan terbakar pada Minggu (19/2/2023) sekira pukul 20.15 WIB.

Plt Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, api pertama kali terlihat warga yang tinggal di Gang Jalak I, Kampung Sukadamai.

Setelah melihat api, warga sempat panik karena angin kencang menyebabkan kobaran api cepat membesar dan nyaris merembet ke rumah warga.

“Warga khawatir api merembet ke rumah,” kata dia.

Melihat kobaran api yang semakin besar, warga melaporkan ke ketua RT setempat.

“Pak RT melaporkan ke Pak Kades. Pak Kades yang menelepon Damkar,” kata dia.

Setelah menerima laporan, Damkar mengerahkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

Setiba di lokasi, sejumlah warga sudah bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Tidak hanya warga, Damkar Tanjunguban dibantu personel Polsek Bintan Utara,
Bhabinkamtibmas Teluk Sasah dan sekuriti PT. SBP Lobam untuk memadamkan api.

BACA JUGA:Penimbunan Lahan di Kawasan Hutan, KPHP Bintan-Tanjungpinang Segel Dua Lokasi Lahan di Tanjunguban 

Dia mengatakan, api bisa dipadamkan kurun waktu 30 menit hingga 1 jam setelah menghabiskan 2 ton air.

“Lahannya yang terbakar lahan kosong lebih kurang setengah hektare yang ditumbuhi semak belukar. Lahan milik pengembang perumahan, PT. Sinar Bodhi,” kata dia.

Dia mengatakan, untuk sementara belum mengetahui sumber kebakaran lahan.

Namun dia mengimbau ke masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan karena kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau melihat kebakaran rumah atau lahan segera menghubungi Damkar Tanjunguban,” kata dia. (*)

reporter: slamet

Sudah Dua Kali SPBU Codo di Batuaji Disegel Disperindag, Ini Sebabnya

0
spbu codo batuaji
SPBU Codo di Batuaji hingga siang tadi terlihat masih ditutup. Foto: Dalil harahap/Batam Pos

batampos – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Codo di Jalan R Suprapto Batuaji masih tutup hingga Senin (20/2) siang. SPBU yang berada di samping ruko Air Mas Sagulung ini dikabarkan ditutup oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kita Batam karena bermasalah dengan tera alat ukur pengisian BBM.

Pihak SPBU belum buka suara hingga siang kemarin. Saat didatangi wartawan, gerbang masuk SPBU tertutup rapat dan digembok. Tak ada pekerja ataupun penjaga yang dijumpai di sana.

Warga sekitar membenarkan jika penutupan SPBU tersebut karena ada kesalahan dengan tera alat ukur pengisian BBM yang ditemukan oleh Disperindag sebelumnya.

“Sudah dua kali SPBU ini disegel dan ditutup seperti ini. Pertama kalau tak salah masalah tera juga tapi di pompa pengisian solar. Sekarang semuanya bermasalah makanya ditutup total,” kata Agus, warga perumahan Air Mas, Sagulung.

Catatan Batam Pos juga menemukan sudah kali kedua SPBU ini ditutup. Penutupan awal hanya untuk pompa pengisian solar karena masalah yang sama. Sekarang ditutup total karena semua tera alat ukur pengisian BBM bermasalah.

Persoalan ini dirasakan konsumen yang membeli BBM selama ini. Pengisian full tanki untuk kendaraan roda dua misalkan selisih sekitar Rp 10 ribu dibandingkan dengan SPBU lain.

“Memang beda. Motor saya ini biasanya full tanki hanya Rp 45 ribu (pertalite) tapi di SPBU ini bisa sampai Rp 50 ribu. Memang agak bermasalah dengan alat ukurnya,” kata Rajab, warga Batuaji. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

 

Mabes Polri Sebut Tim Evakuasi Berhasil Temukan Lokasi Kapolda Jambi

0
Anggota Tim SAR berfoto menunjukkan Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono sedang terbaring berselimut mendapatkan perawatan petugas di perbukitan Kerinci, Provinsi Jambi, Senin (20/2/2023). (ANTARA/HO-Basarnas/am)

batampos – Tim evakuasi gabungan dari TNI-Polri, Basarnas, dan relawan berhasil menemukan lokasi Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono dan rombongan yang mengalami kecelakaan helikopter di Bukit Tamia, Kerinci, Jambi. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut tim evakuasi telah mendorong logistik untuk rombongan Kapolda Jambi, termasuk power bank guna memudahkan komunikasi.

“Sekira pukul 04.00 WIB Tim Evakuasi Darat berhasil menemukan rombongan Bapak Kapolda dan selanjutnya memberikan bantuan makanan tambahan Polri (MTP), selimut, dan dilanjutkan dengan suplai air dan MTP melalui Helikopter Dit Pol Airud,” kata Dedi seperti dikutip Antara, Senin (20/2).

Pencarian dan evakuasi rombongan Kapolda Jambi mengerahkan sekitar 350 personel SAR gabungan di bawah pimpinan Kapolres Kerinci AKBP Patria Yudha Rahadian.

Dedi mengatakan ada dua tim yang bergerak ke lokasi pendaratan darurat Helikopter Polri jenis Bell 412 SP dengan Nomor Registrasi P-3001 yang membawa delapan orang, salah satunya Kapolda Jambi sejak Minggu malam (19/2).

“Ada dua tim yang sudah bergerak dimulai tadi malam sampai dengan hari ini. Tim udara kemarin menggunakan tiga helikopter, tapi hari ini kami sudah menggunakan enam helikopter,” kata dia.

Tim udara melibatkan dua helikopter Polri, satu pesawat Basarnas, dan pesawat TNI AU satu unit. Perkembangan terakhir, Dedi mengatakan pihaknya bisa berkomunikasi dengan Kapolda Jambi dan rombongan. Tim darat yang sampai di lokasi telah menentukan titik penjemputan.

“Pukul 10.00 WIB tadi sudah diberangkatkan tim evakuasi jalur udara, baik helikopter Polri maupun Basarnas,” katanya.

Dedi mengatakan proses evakuasi masih berjalan, baik tim darat maupun tim udara. Proses evakuasi dari udara rencananya dilakukan tanpa mendarat karena pertimbangan cuaca dan medan dari lokasi heli mendarat darurat yang berada di ketinggian.

“Memang kendala yang paling utama di sana adalah cuaca. Cuaca berkabut dan tiba-tiba hujan yang menghambat proses evakuasi yang dilakukan kemarin pada hari Minggu (19/2),” kata Dedi.

Selain itu, Polri menyiapkan satu unit pesawat yang akan digunakan membawa Kapolda Jambi dan rombongan apabila membutuhkan perawatan intensi di RS Polri. “Jadi rumah sakit yang kami persiapkan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi dan pesawat kami siapkan apabila penanganan di rumah sakit tidak mampu nanti pesawat kami terbangkan ke Jakarta agar perawatan medis lebih efisien, efektif, dan maksimal penanganan korban,” kata Dedi. (*)

Reporter: JP Group

Mantan Kapolsek jadi Kurir Sabu Milik Teddy Minahasa

0
ILUSTRASI: Mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa menjalani sidang perdana kasus narkoba di PN Jakarta Barat, Kamis (2/2/2023). Teddy merupakan terdakwa kasus penggelapan dan peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dilakukan bersama anak buahnya. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Mantan Kapolsek Kali Baru, Jakarta Utara, Kompol Kasranto yang menjadi terdakwa kasus penjual narkoba bertindak sebagai kurir penjualan sabu milik terdakwa Teddy Minahasa.

“Sabu sempat diantarkan pak Kasranto ke depan pemadam kebakaran pelabuhan,” kata Janto selaku saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruangan sidang PN Jakarta Barat, Senin (20/2).

Semua berawal ketika Janto yang kala itu masih bertugas sebagai petugas Kepolisian dan Kasranto yang masih menjabat sebagai Kapolsek Kalibaru pada Agustus 2022. Saat itu, Kasranto mendapatkan sabu seberat satu kilogram yang siap untuk dijual. Kasranto meminta tolong Janto untuk mencari orang yang mau beli sabu tersebut. “Jadi dia (Kasranto) waktu itu di bulan 8 dia tawarkan sabu ke saya. ‘Tapi tolong cari lawan dong to’, dia bilang seperti itu ke saya,” kata Janto.

Janto mengiyakan permintaan tersebut. Tepat satu bulan kemudian nomor asing menghubungi Janto via WhatsApp untuk menanyakan sabu tersebut. Belakangan nomor tersebut diketahui milik calon pembeli sabu tersebut. “Dia (Alex) bilang ‘ada barang dari Kapolsek? harganya berapa ? Saya bilang Rp 500 juta. Ya sudah bentuk pembayaran gimana? Harus cash, kata saya,” kata dia Janto di persidangan.

Akhirnya, pada 24 September 2022, Kasranto menyuruh Janto mengambil sabu seberat satu kilogram ke ruang Kapolsek. Sabu tersebut diambil Janto dan langsung diserahkan ke Alex di Lampung Bahari, Jakarta Utara. Alex langsung memberikan uang sebesar Rp 500 juta. Uang tersebut lalu diambil Janto dan langsung diserahkan ke Kasranto. Janto diberikdiberi upah sebesar Rp 20 juta dari Kasranto.

Penjualan kedua, Kasranto kembali meminta Janto untuk menjual sabu seberat satu ons. Namun kali ini sabu tersebut diantar Kasranto ke depan kantor pemadam kebakaran pelabuhan. Di sana, Kasranto menyerahkan barang haram tersebut kepada Janto. Janto mengambil barang itu dan kembali menjualnya ke Alex dengan harga Rp 50 juta.

Karena hal tersebut, Janto mendapatkan upah sebesar Rp2.000.000. Penjualan ke tiga kembali terjadi beberapa hari kemudian. Janto diminta kembali menjual sabu seberat satu ons oleh Kasranto. Kali ini sabu tersebut tidak dibeli oleh Alex melainkan seorang nelayan bernama Nasir dengan harga Rp50 juta.

Proses penyerahan sabu dari Kasranto ke Janto juga terjadi di depan kantor pelabuhan. Nasir mengirimkan uang pembayaran sabu kepada Kasranto melalui rekening atas nama Lutfi. “Kasranto meminta ‘sudah transfer Rp 48 juta saja,” kata.

Transaksi terakhir terjadi pada 10 Oktober 2022. Saat itu Kasranto mengantar sabu tersebut ke depan pos pelabuhan. Sabu lalu diambil Janto dan diserahkan kepada pembeli lain dengan harga Rp50 juta. Setelah transaksi itu, Janto dan Kasranto ditangkap oleh Jajaran Polda Metro Jaya atas kasus penjualan narkoba.

Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan Irjen Pol Teddy Minahasa telah memerintahkan anak buahnya untuk menyisihkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dari hasil pengungkapan kasus untuk diedarkan.

Polres Bukit Tinggi awalnya hendak memusnahkan 40 kilogram sabu, namun Irjen Pol Teddy Minahasa diduga memerintahkan untuk menukar sabu sebanyak lima kilogram dengan tawas. Penggelapan barang bukti narkoba tersebut akhirnya terbongkar dengan rangkaian pengungkapan kasus narkotika oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya.

Sebanyak 1,7 kilogram sabu telah diedarkan. Sedangkan 3,3 kilogram sisanya berhasil disita oleh petugas. Adapun pasal yang disangkakan kepada Teddy yakni Pasal 114 Ayat 3 sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (*)

Reporter : JP Group

SPBU Codo Batuaji Sudah Dua Kali Disegel Disperindag

0
spbu codo batuaji
SPBU Codo di Batuaji hingga siang tadi terlihat masih ditutup. Foto: Dalil harahap/Batam Pos

batampos – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Codo di Jalan R Suprapto Batuaji masih tutup hingga, Senin (20/2) siang.

SPBU yang berada di samping ruko Air Mas Sagulung ini dikabarkan ditutup oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kita Batam karena bermasalah dengan tera alat ukur pengisian BBM.

Pihak SPBU belum buka suara hingga siang tadi. Saat didatangi wartawan, gerbang masuk SPBU tertutup rapat dan digembok. Tak ada pekerja ataupun penjaga yang dijumpai di sana.

Baca Juga: Polisi Dalami Laka Kerja di Kabil, Korban Tidak Terdaftar di BPJS Kesehatan

Warga sekitar membenarkan jika penutupan SPBU tersebut karena ada kesalahan dengan tera alat ukur pengisian BBM yang ditemukan oleh Disperindag sebelumnya.

“Sudah dua kali SPBU ini disegel dan ditutup seperti ini. Pertama kalau tak salah masalah tera juga tapi di pompa pengisian solar. Sekarang semuanya bermasalah, makanya ditutup total,” kata Agus, warga perumahan Air Mas, Sagulung.

Catatan Batam Pos juga menemukan sudah kali kedua SPBU ini ditutup. Penutupan awal hanya untuk pompa pengisian solar karena masalah yang sama. Sekarang ditutup total karena semua tera alat ukur pengisian BBM bermasalah.

Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Truk Gandeng di Tanjunguncang

Persoalan ini dirasakan konsumen yang membeli BBM ke sana selama ini. Pengisian full tanki untuk kendaraan roda dua misalkan selisih sekitar Rp 10 ribu dibandingkan dengan SPBU lain.

“Memang beda. Motor saya ini biasanya full tanki hanya Rp 45 ribu (pertalite) tapi di SPBU ini bisa sampai Rp 50 ribu. Memang agak bermasalah dengan alat ukurnya,” kata Rajab, warga Batuaji.(*)

Reporter: Eusebius Sara

Polisi Dalami Laka Kerja di Kabil, Korban Tidak Terdaftar di BPJS Kesehatan

0

batampos – Kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja PT Ably Metal Indonesia (AMI) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berinisial AM, 33, masih belum terungkap secara rinci. Pasalnya pihak perusahaan enggan berkomentar atas peritiwa yang mengakibatkan karyawan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di lokasi tempat kerjanya.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (17/2) lalu. Pekerja tersebut diketahui sempat dilarikan ke RS Soedarsono dalam kondisi kritis kemudian menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit.

“Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan kita sudah memanggil pihak perusahaan yakni HRD yang bertanggung jawab untuk dimintai keterangan dan saksi atas peristiwa tersebut,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Yudi Arvian, Senin (20/2/2023).

Baca Juga: Pekerja di Batam Meninggal Setelah Tertimpa Besi di Tempat Kerja

Kapolsek menambahkan, untuk korban AM, 33, sudah dibawa oleh pihak keluarga yang berada di Tembilahan, Riau. Memang korban merupakan pasien umum dan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Perihal apakah korban tidak memakai safety atas kejadian itu, pihaknya masih belum memberikan keterangan lebih lanjut karena dalam penyelidikan.

Ia menerangkan bahwa peristiwa nahas tersebut terjadi di lokasi kerja dan pada waktu jam kerja. Polsek Nongsa masih belum bisa memastikan kejadian tersebut lebih rinci.

“Kita masih dalam proses melakukan penyelidikan mendalam,” ujarnya.

Baca Juga: Pasien Penyakit DBD Paling Banyak Dirawat di RSUD Embung Fatimah

Peristiwa laka kerja ini juga menjadi perhatian masyarakat dan tentu menjadi dampak buruk bagi dunia industri di Batam.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa, menjelaskan saat ini menaruh perhatian terhadap kejadian di PT Ably Metal Indonesia Kabil. Menurutnya, kasus seperti itu tidak akan maksimal penanganan dan pengawasannya apabila hanya mengacu pada Undang-Undang (UU) Keselamatan Kerja.

“Karena dalam PPNS , tidak ada satupun laka kerja mengakibatkan hilang nya nyawa , masuk ke dalam ranah pidana, kami selalu mendorong agar kasus kecelakaan kerja dapat memberikan efek jera kepada pihak perusahaan dengan mendorongnya ke ranah pidana,” ujarnya.

Sebab adanya unsur kelalaian dalam insiden tersebut, dan perlu di kaji secara rinci mengapa bisa terjadi.

“Kalau hanya posisi hukum perdata, nilai ganti ruginya sangat rendah Rp 100 ribu. Sebab posisi ini bukan delik aduan. Artinya bahwa ini tidak akan selesai apabila PPNS saja yang menyelesaikan,” bebernya.

Baca Juga: Tarik Wisatawan, Nongsa Sensation Siap Gelar Batam Internasional Golf

Menurutnya, bahwa sanksi bagi pelanggar K3 memang tergolong ringan. Pasal 15 undang-undang tersebut menjelaskan bahwa sanksi terhadap pelanggarnya hanya berupa ancaman kurungan selama tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 100 ribu.

Sementara, kelalaian terhadap keselamatan kerja dapat menyebabkan nyawa seseorang melayang.

“Perihal keselamatan kerja, rata-rata pekerja meninggal karena kurangnya safety. Rata-rata, satu bulan itu bisa satu orang meninggal karena kecelakaan kerja yang diakibatkan kelalaian,” kata Mustofa.

Dengan kejadian ini, pihaknya pun berharap agar tidak ada lagi pembiaran terhadap nyawa pekerja di kemudian hari.

“Kita sudah beberapa memanggil pihak-pihak perusahaan yang mengakibatkan kelalaian dalam keselamatan pekerja. Tapi kita harus taat di koridor hukum yaitu disnaker dan pengawasan PPNS,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Pasien Penyakit DBD Paling Banyak Dirawat di RSUD Embung Fatimah

0
ilustrasi demam berdarah
Ilustrasi. Foto: Jawapo.com

batampos – Pasien penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi paling banyak menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Direktur RSUD Embung Fatimah, Sri Widjayanti Suryandari mengatakan, sepanjang tahun 2022 lalu, RSUD Embung Fatimah merawat 333 pasien DBD, yang menjadikannya tertinggi di tahun 2022.

“Ya, dari 10 penyakit tertinggi yang dirawat inap itu paling banyak pasien DBD,” katanya, Senin (20/2).

Peningkatan kasus DBD yang ditangani di rumah sakit pada saat memasuki musim hujan. Terlebih lagi, kasus DBD bersifat fluktuatif. Dimana disaat musim hujan penyakit DBD akan meningkat. Bila dilihat dari penyebaran wilayah, kasus wabah penyakit ini menyebar di semua wilayah di Kota Batam.

Tingginya curah hujan saat ini mempengaruhi peningkatan kasus DBD di Batam. Genangan air yang timbul setelah hujan berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk berkembangbiak.

Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Truk Gandeng di Tanjunguncang

Sri mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menjalankan 3M. 3M itu adalah menguras wadah penampungan air secara rutin, menutup wadah penampungan air dan mengubur barang-barang bekas karena bisa menjadi tempat berkembangbiak nyamuk aides aegypti.

 

“Banyak genangan air selama musim hujan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama,”himbaunya.

Selain DBD, kasus tertinggi lainnya yang ditangani RSUD Embung Fatimah sepanjang tahun 2022 adalah trauma center pasien kecelakaan serta posisi ketiga pasien diabetes melitus.

“Trauma sering sekali berhubungan dengan kecelakaan lalu-lintas, kerja, dan olahraga. Lalu ada juga diabetes melitus juga tinggi mencapai 138 kasus sepanjang tahun lalu,” bebernya.

Baca Juga: Polisi Tingkatkan Patroli di Pertokoan dan Perbankan di Batam

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat, sepanjang tahun 2022 lalu ada sebanyak 902 kasus DBD. Dari jumlah kasus itu sebanyak enam pasiennya meninggal dunia.

Bila dibanding tahun sebelumnya, angka DBD tahun 2022 ini mengalami kenaikan. Dimana tahun 2021 berjumlah 710 kasus DBD dengan 4 kasus kematian. Lalu pada tahun 2020 ada 763 kasus dengan kasus kematiannya sebanyak tiga orang.

Kepala Dinas Keaehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, masih terus mengaktifkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), sebagai salah satu upaya di dalam menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai meningkat.

Dia mengatakan pihaknya juga mengumpulkan puskesmas segera mengaktifkan kegiatan jumantik, dimana nantinya akan mengarahkan kader jumantik untuk melakukan pemeriksaan jentik di rumah yang terkonfirmasi DBD. Selain mengaktifkan peran jumantik, Dinkes Kota Batam tetap melaksanakan sesuai Edaran walikota terkait DBD. Melaksanakan penguatan pemantauan angka bebas jentik oleh kader Jumantik serta memantau langsung kepadatan atau beresiko vektor DBD dipantau langsung oleh Puskesmas wilayah masing-masing.

“Melalui langkah-langkah ini kami harapkan mampu meminimalisir angka DBD,” tuturnya. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra