
batampos – Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari tumpahan minyak yang mencemari pesisir pantai setempat.
Seorang warga bernama Ati mengatakan, minyak yang diduga berupa solar atau oli tersebut terlihat jelas menggenangi kawasan pesisir, terutama di bawah rumah panggung milik warga.
“Entah itu solar atau oli, tapi minyaknya terlihat jelas di pesisir pantai dan baunya sangat menyengat,” ujar Ati.
Menurutnya, tumpahan minyak itu berada tepat di bawah rumah panggung sejumlah warga sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi.
“Kasihan warga, apalagi yang punya bayi. Baunya menyengat sekali,” katanya.
Kepala Dusun Desa Teluk Sasah, Wahyudi, membenarkan adanya pencemaran minyak di wilayah pesisir tersebut. Ia menyebutkan, tumpahan minyak pertama kali ditemukan sekitar empat hari lalu dan hingga kini masih menyisakan dampak, meski volumenya mulai berkurang.
“Empat hari lalu minyaknya cukup banyak. Sekarang memang sudah berkurang, tapi baunya masih terasa,” ujar Wahyudi.
Ia mengatakan, pemerintah desa telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Menurut Wahyudi, pencemaran minyak tersebut telah berdampak pada aktivitas ekonomi dan keseharian warga pesisir. Warga yang biasa mencari kerang, rumput laut, dan gonggong mendapati hasil tangkapan mereka tercemar minyak.
“Rumput laut dan gonggong yang dikumpulkan warga jadi berminyak. Kepiting yang ditangkap juga berminyak,” jelasnya.
Tak hanya itu, warga yang memiliki kelong juga terdampak. Jaring dan bubu kelong menjadi kotor akibat minyak, sementara ikan enggan mendekat ke area kelong.
“Jaring dan bubu jadi berminyak. Ikan juga tidak mau mendekat, kemungkinan karena bau minyak,” tambahnya.
Wahyudi berharap instansi terkait segera turun tangan untuk menelusuri sumber tumpahan minyak tersebut agar pencemaran tidak kembali terjadi.
“Kami berharap ada penanganan dan sumber minyaknya bisa diketahui, supaya aktivitas warga bisa kembali normal,” pungkasnya. (*)
Artikel Tumpahan Minyak Cemari Pesisir Teluk Sasah Bintan, Warga: Baunya Menyengat pertama kali tampil pada Kepri.









