batampos – Dua gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri di Tanjungpinang yang ditutup akibat minimnya peserta didik akan digunakan untuk gedung pertemuan dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Gedung SD 002 Tanjungpinang Barat yang baru ditutup akan dijadikan sebagai tempat pertemuan Disdik Tanjungpinang, Senin (13/2/2023)
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Endang Susilawati menjelaskan usai ditutup sebagai tempat belajar, SD 002 Tanjungpinang Barat akan digunakan sebagai tempat pertemuan dinas dan SD 015 Bukit Bestari akan digunakan untuk SKB.
“Bekas gedung SKB akan digunakan sebagai tempat arsip Dinas Pendidikan,” kata Endang, Senin (13/2/2023).
Endang berharap kedepannya tidak ada lagi sekolah lain yang ditutup akibat kekurangan peserta didik. Syarat minimal 20 siswa per kelas akan diupayakan agar tercukupi.
“Sekarang kondisinya seperti itu, pasangan usia produktif anak SD lebih banyak di Tanjungpinang Timur daripada Tanjungpinang Barat,” ungkapnya.

Suasana di SD N 015 Bukit Bestari nampak sepi usai resmi ditutup Pemko Tanjungpinang beberapa waktu belakang akibat jumlah siswa yang sedikit, Minggu (12/2/2023)
Kondisi sebaliknya malah terjadi di Tanjungpinang Timur, bahkan ada sekolah yang menggunakan sistem bergantian karena jumlah siswa yang sangat banyak.
“Di Tanjungpinang Timur sampai pakai shift karena muridnya banyak. Jumlah siswanya jomplang dengan Tanjungpinan Barat,” sebut Endang.
Endang menambahkan, untuk jumlah guru di SD N 002 Tanjungpinang Barat sebanyak 12 orang dan di SD 015 Bukit Bestari berjumlah 8 orang termasuk kepala sekolah juga sudah dipindahkan sesuai kebutuhan. (*)
Reporter: Peri Irawan








