batampos – Presiden Prabowo Subianto mengaku terharu atas hasil survei global yang menyebut masyarakat Indonesia sebagai paling bahagia di dunia. Survei tersebut dirilis Global Flourishing Study (GFS), hasil riset kolaboratif Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup.
“Di mana hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia. Negara yang paling nomor satu di dunia sekarang, rakyat yang mengatakan bahagia adalah bangsa Indonesia. Ini mengharukan bagi saya,” kata Prabowo dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Prabowo menyampaikan, rasa harunya itu muncul karena menyadari masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup dalam kondisi sederhana dan belum sepenuhnya sejahtera.
“Saya paham bahwa sebagian besar rakyat kita sesungguhnya masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana, yang berada dalam keadaan harus bisa kita akui keadaan yang belum sejahtera,” ungkap Prabowo.
Meski demikian, masih terdapat fakta bahwa masyarakat bahagia merupakan sesuatu yang membingungkan bagi bangsa lain, sekaligus menyentuh secara emosional.
“Tetapi kalau ditanya masih mengatakan kalau dia bahagia,” ujarnya.
Kepala negara menilai, sikap masyarakat Indonesia tersebut mencerminkan keteguhan, rasa syukur, serta kekuatan nilai sosial dan budaya bangsa. Ia menegaskan, temuan survei tersebut menjadi pengingat sekaligus motivasi baginya untuk terus bekerja keras meningkatkan kesejahteraan rakyat di masa kepemimpinannya.
“Oleh karenanya, saya bersama pembantu-pembantu saya, bekerja sangat keras. Sudah satu tahun kita menerima tugas dari bangsa Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang mendampinginya dalam menjalankan program-program pemerintahan.
“Saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang yang saya akui adalah putra putri terbaik bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)
batampos – Sistem pencernaan adalah jaringan halus yang terdiri dari lambung, usus kecil, usus besar, dan jutaan mikroba yang diperlukan untuk memecah makanan menjadi energi.
Ketika berfungsi optimal, usus mendukung pencernaan, kekebalan tubuh, suasana hati, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Namun, masalah usus bisa muncul di mana ini dipicu oleh gaya hidup kurang gerak, tingkat stres yang tinggi, dan pilihan makanan yang tidak sehat.
Dilansir ndtv, berikut lima tanda bahwa usus Anda bermasalah dan cara mengatasinya.
1.Perut kembung dan gas yang terus menerus
Penyebab utama kesehatan usus yang buruk adalah kembung dan gas yang berkepanjangan.
Hal ini terutama terjadi karena ketidakseimbangan bakteri usus, yang menghambat pemecahan makanan menjadi energi dengan benar.
Proses pencernaan secara keseluruhan menjadi lebih lemah, menyebabkan pencernaan yang buruk dan memengaruhi penyerapan nutrisi.
Untuk menghindari kembung dan gas, Anda bisa menambahkan probiotik ke dalam menu harian.
Selain itu, hindari konsumsi makanan olahan dalam jumlah berlebihan untuk menghentikan dampak negatifnya pada lapisan usus.
2.BAB tidak teratur
Salah satu tanda usus bermasalah adalah buang air besar yang tidak teratur.
Akibat umum dari masalah usus ini dapat berupa sembelit, diare, dan banyak gejala tidak nyaman dan dehidrasi lainnya.
Untuk mengatasi buang air besar yang tidak teratur, cobalah mengonsumsi biji-bijian utuh atau makanan kaya cairan seperti mentimun, semangka, serta sayuran lain yang memiliki kandungan air tinggi.
3.Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan
Jika Anda merasa lelah tanpa alasan yang jelas, maka kesehatan usus yang buruk mungkin menjadi penyebabnya.
Karena kesehatan usus yang buruk, seseorang dapat mengalami penyerapan nutrisi yang buruk, ini memengaruhi tingkat energi menyebabkan peradangan kronis.
Untuk mengatasi kelelahan ini, cobalah mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi, mengelola stress, serta melakukan praktik meditasi harian.
4.Sering mengalami intoleransi makanan
Kesehatan usus yang buruk dapat bermanifestasi sebagai intoleransi makanan. Hal ini telah diamati pada orang yang intoleran terhadap laktosa, gandum, atau gluten.
Intoleransi ini dapat terjadi karena suatu proses yang dikenal sebagai dysbiosis usus, yang melemahkan pencernaan dan lapisan usus.
Ketika lapisan usus teriritasi, hal itu membuat individu lebih sensitif terhadap makanan umum.
Jika seseorang mengalami hal tersebut, cobalah melakukan diet eliminasi, yang melibatkan perubahan pola makan di bawah pengawasan tenaga medis profesional.
5.Masalah kulit
Ketika poros usus-kulit terganggu, hal itu dapat menyebabkan peradangan pada kulit, yang dapat bermanifestasi sebagai masalah kulit.
Paling sering, orang yang memiliki masalah jerawat atau eksim memiliki masalah dengan usus mereka.
Studi menunjukkan bahwa masalah kulit serius seperti rosacea, psoriasis, dermatitis atopik, dan jerawat vulgaris telah dikaitkan dengan usus yang disfungsional.
Untuk mengatasi masalah kulit yang disebabkan oleh kesehatan usus yang buruk, cobalah mengonsumsi makanan anti-inflamasi seperti kunyit, brokoli, beri, alpukat, dan lainnya.(*)
Tasos Douvikas cetak dua gol untuk Como saat lawan Pisa. (@Como_1907/X)
batampos -Como sukses mencuri poin penuh saat bertandang ke markas Pisa di Arena Garibaldi, Selasa (6/1). Tim asuhan Cesc Fabregas itu membungkam tuan rumah dengan skor telak 3-0.
Pada babak pertama, kedua tim tampil cukup berimbang. Pisa sempat mengancam melalui pergerakan Matteo Tramoni dan Gabriele Piccinini, namun buruknya penyelesaian akhir membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Dikutip dari ESPN, Rabu (7/1), kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-68. Maximo Perrone melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang mengarah tepat ke tengah gawang Pisa dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Como.
Pisa belum sempat bangkit, Como kembali menambah gol melalui skema serangan balik cepat. Jesus Rodriguez mengirim umpan matang kepada Tasos Douvikas, yang sukses memanfaatkan ruang kosong dan melepaskan tembakan kaki kanan ke sudut bawah gawang pada menit ke-76. Skor pun berubah menjadi 2-0.
Pisa sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan setelah mendapat hadiah penalti pada menit ke-81. Namun, M’Bala Nzola yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangan kaki kirinya pada menit ke-85 berhasil dibaca dan digagalkan kiper Como, Jean Butez.
Menjelang akhir laga, tepatnya pada menit ke-90+5, Francesco Coppola melakukan pelanggaran yang berujung penalti untuk Como. Tasos Douvikas yang maju sebagai algojo sukses mencetak gol keduanya pada menit ke-90+6 lewat tendangan ke sudut kiri bawah gawang, sekaligus memastikan kemenangan 3-0 bagi tim tamu.
Berkat hasil ini, Como mencatatkan tiga kemenangan beruntun dan membawa pulang tiga poin penting untuk memperkokoh posisi mereka di peringkat kelima klasemen Serie A.
Deretan foto para juara di lomba foto angkutan Nataru 2025/2026 Batam. Foto. Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
batampos – Senyum pemudik, kepedulian petugas, hingga potret kemanusiaan di tengah arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 terekam kuat dalam ratusan foto yang dikurasi KSOP Khusus Batam bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepulauan Riau. Dari ratusan karya tersebut, sejumlah foto terbaik akhirnya terpilih sebagai pemenang lomba foto bertema “Hadirkan Kebaikan, Kuatkan Harapan”.
Pengumuman pemenang lomba foto Angkutan Nataru 2025/2026 itu digelar di Pelabuhan 99 Batuampar, Batam, Selasa (6/1) pagi, sekaligus menutup rangkaian kegiatan Posko Nataru KSOP Khusus Batam.
Pada kategori profesional, juara pertama diraih Aulia Ichsan melalui karya berjudul “Senyum dari Sumatera” yang menampilkan ekspresi hangat pemudik di tengah perjalanan laut. Juara kedua diraih Rezza Herdiyanto dengan foto “Membantu Lansia Naik ke Atas Kapal”, sementara Raffa Aditya Wasyeri meraih juara ketiga lewat karya “Membantu Warga Mudik” yang menonjolkan nilai kepedulian dan kemanusiaan.
Sementara itu, pada kategori umum, juara pertama diraih Ros Jaidani melalui foto “Melayani Penumpang” yang menggambarkan dedikasi petugas pelabuhan selama masa Nataru. Juara kedua diraih Heppi Wasyeri dengan karya “Tekad untuk Mudik”, dan juara ketiga diraih Rifki Aunur Rahman lewat foto “Menjaga Keamanan Penumpang”.
Dewan juri juga menetapkan sejumlah nominator kategori umum, yakni Altadira Zalfa Raissa Putri dengan foto “Mengawal Mudik”, Hayatun Niza Rahmadayanti Hasibuan melalui karya “Semangat Pulang”, serta Heppi Wasyeri yang kembali masuk nominasi lewat foto “Rindu Kampung”.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, mengapresiasi tingginya partisipasi peserta serta kualitas karya yang masuk. Menurutnya, banyak foto tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga sarat pesan sosial.
“Karya-karya ini menjadi dokumentasi penting sekaligus sarana edukasi visual bagi masyarakat, terutama tentang keselamatan dan ketertiban angkutan laut,” ujarnya.
Ia menambahkan, lomba foto ini juga menjadi bagian dari upaya transparansi kinerja serta penguatan sinergi KSOP Khusus Batam dengan insan pers melalui PFI Kepri. Seluruh objek foto diwajibkan diambil di area pelabuhan di Batam, dengan fokus aktivitas mudik dan arus balik selama Nataru 2025/2026.
Ketua PFI Kepri, Tommy Purniawan, menjelaskan lomba dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan profesional. Untuk kategori umum, peserta diperbolehkan menggunakan kamera ponsel dengan resolusi tinggi, sedangkan kategori profesional wajib menggunakan kamera DSLR.
Pemotretan dilakukan sejak 18 Desember hingga 3 Januari, dengan pengiriman maksimal lima foto terbaik dari masing-masing peserta. Proses penjurian dilaksanakan pada 4 Januari.
“Ada ratusan foto yang dikurasi hingga akhirnya ditetapkan foto-foto pemenang,” ujar Tommy.
Ia menambahkan, penjurian dilakukan oleh dua juri dari PFI Kepri, Yusuf Hidayat dan Iman Wachyudi, serta satu juri dari KSOP Khusus Batam, Rangga. Proses penilaian berlangsung sekitar dua jam dan diwarnai diskusi serta perdebatan sebelum akhirnya diputuskan pemenang.
“Seluruh foto pemenang dipilih sesuai dengan tema Hadirkan Kebaikan, Kuatkan Harapan,” kata Tommy. (*)
Komisi II DPRD Kepri melakukan sidak ke Pelabuhan Penyebrangan ASDP Telaga Punggur, Selasa (6/1). F. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Komisi II DPRD Kepulauan Riau (Kepri) melakukan kunjungan ke Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Selasa (6/1), menyikapi tersendatnya distribusi angkutan barang, khususnya kebutuhan pokok, dari Batam menuju Bintan dan Tanjungpinang.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan duduk persoalan terkait pengetatan aturan dokumen angkutan barang yang belakangan dikeluhkan pelaku usaha dan masyarakat karena berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga.
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Khazalik, mengatakan pihaknya ingin memperoleh penjelasan langsung dari instansi terkait, termasuk Bea Cukai, mengenai penerapan aturan yang kini ditegakkan secara ketat.
“Selama ini angkutan barang dari Batam ke Bintan dan Tanjungpinang banyak menggunakan ASDP, terutama untuk kebutuhan pokok. Sekarang aturan ditegakkan dan harus dilengkapi dokumen tertentu. Kami ingin tahu secara jelas persoalannya dan hari ini sudah mendapat penjelasan dari Bea Cukai,” kata Khazalik.
Ia menuturkan, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, arus angkutan barang dari Batam ke Bintan terlihat sepi dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini diduga akibat kewajiban pemenuhan dokumen yang kini lebih ketat.
“Yang kami lihat hari ini, angkutan barang jadi sepi. Apakah ini persoalan dokumen, pajak, atau hal lain, tentu harus dikaji secara utuh,” ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudi Chua, menegaskan dampak kebijakan tersebut sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, sebagian besar kebutuhan pokok di Bintan dan Tanjungpinang selama ini dipasok dari Batam sebagai pusat distribusi.
“Ada barang luar negeri dan barang domestik. Batam selama ini menjadi hub. Tapi dengan sistem sekarang, barang dari Jawa dan Sumatra yang masuk ke Batam tidak bisa keluar. Akibatnya, harga kebutuhan pokok di Tanjungpinang melonjak,” ungkap Rudi.
Ia mencontohkan, pada periode Natal dan Tahun Baru, harga ayam potong di Tanjungpinang sempat menembus Rp80 ribu per kilogram, jauh di atas harga di Batam yang berkisar Rp30 ribu per kilogram.
“Kami khawatir kondisi ini makin parah menjelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri jika tidak segera dicarikan solusi. Penegakan aturan kami dukung, tapi jangan sampai merugikan masyarakat,” tegasnya.
Rudi menambahkan, dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan Bintan dan Tanjungpinang, tetapi juga meluas ke Lingga, Anambas, dan Natuna. Selama ini, barang dari dalam negeri dikirim ke Batam karena frekuensi kapal lebih banyak dan harga lebih murah sebelum didistribusikan ke daerah lain.
“Sekarang praktik itu tidak bisa lagi. Barang yang masuk dalam jumlah besar biasanya dipilah di Batam untuk dikirim ke daerah lain. Dengan aturan sekarang, ini menjadi kendala,” jelasnya.
Dari hasil sidak, petugas di lapangan menyampaikan bahwa mereka hanya menjalankan aturan dan instruksi dari pemerintah pusat. Komisi II DPRD Kepri pun berencana melanjutkan pembahasan dengan pimpinan Bea Cukai.
“Kami akan bertemu pimpinan Bea Cukai. Ini bukan masalah segelintir orang, tapi menyangkut hampir seluruh masyarakat di luar Batam,” ujar Khazalik.
Ia menjelaskan, sebelumnya pengiriman barang dalam negeri cukup melalui pemeriksaan karantina. Namun kini, barang wajib dilengkapi dokumen seperti PP FTZ 01, PP FTZ 02, dan Izin Usaha Kawasan (IUK).
“Ini sebenarnya aturan lama, tapi sekarang ditegaskan. Sesuai perintah Menteri Keuangan, semuanya harus by rule,” jelasnya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, menilai ketergantungan Bintan dan Tanjungpinang terhadap Batam menjadi persoalan mendasar. Ia mendorong adanya alternatif jalur distribusi, termasuk tol laut yang langsung menuju Tanjungpinang atau Bintan.
“Harus ada tol laut langsung ke Tanjungpinang atau Bintan. Barang dari Pekanbaru, Padang, atau Jambi tidak perlu lagi lewat Batam. Pemerintah harus menyiapkan opsi ini,” ujarnya.
Menurut Wahyu, DPRD Kepri akan menelusuri lebih jauh porsi barang domestik yang selama ini masuk ke Kepri melalui Batam agar kebijakan yang diterapkan tidak memicu kelangkaan dan lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Inilah peran kami di DPRD, turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi,” pungkasnya. (*)
Kajari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis (tengah) menunjukan uang Rp3 miliar hasil eksekusi dari terpidana kasus korupsi, Goey Taufik Riyan dan Hadiyat, Selasa (6/1/2026). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mengeksekusi barang bukti berupa uang rampasan negara senilai Rp3.016.392.000 dari dua terpidana kasus tindak pidana korupsi, yakni Goey Taufik Riyan dan Hadiyat alias Iyep.
Kepala Kejari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis, mengatakan eksekusi tersebut dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah).
“Total uang yang dieksekusi lebih dari Rp3 miliar. Selanjutnya akan disetorkan ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” kata Rachmad, Selasa (6/1/2026).
Dari total uang rampasan tersebut, sebesar Rp2.305.000.000 berasal dari perkara korupsi yang dilakukan Goey Taufik Riyan dalam proses pemilihan penyedia barang dan jasa pembangunan Gedung Kelas Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tahun Anggaran 2019–2020.
Sementara sisanya sebesar Rp711.813.392 merupakan hasil korupsi yang dilakukan Hadiyat dalam proyek pekerjaan pengawasan pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Laut Dompak Tahap VI.
Rachmad menjelaskan, eksekusi terhadap Goey Taufik Riyan dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 7966/Pid.Sus/2025 tertanggal 6 November 2025. Dalam putusan tersebut, Goey dijatuhi hukuman empat tahun penjara, denda Rp200 juta, serta diwajibkan membayar uang pengganti lebih dari Rp2,3 miliar.
Sementara itu, Hadiyat dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar lebih dari Rp711 juta berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang tertanggal 22 Desember 2025.
Diketahui, Goey Taufik Riyan mulai ditahan sejak 23 Mei 2025. Selain perkara Gedung Kelas UMRAH, ia juga terlibat dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Senggarang dan Kampung Bugis, Tanjungpinang Tahun 2020, dengan nilai anggaran mencapai Rp34,1 miliar.
Dalam proyek tersebut, kontraktor pelaksana PT Ryantama Citra Karya Abadi mengerjakan peningkatan kualitas permukiman, pembangunan jalan pelantar beton, serta sarana pendukung lainnya. Namun, pelaksanaan pekerjaan dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sehingga kontrak akhirnya diputus. (*)
Suasana Ruang Sidang PN Tanjungpinang usai Majelis Hakim menunda persidangan kasus pengeroyokan karena JPU tak mampu hadirkan saksi yang telah dipanggil, Selasa (6/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Sidang lanjutan kasus pengeroyokan yang melibatkan kakak beradik Evita Intan Ceria dan Sherina Intan Ceria di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, terpaksa ditunda selama satu pekan. Penundaan dilakukan karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjungpinang tidak dapat menghadirkan saksi.
Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi yang digelar pada Selasa (6/1/2026) itu ditunda lantaran pemanggilan saksi dinilai tidak dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Di hadapan majelis hakim, JPU Desta Garinda Rahdianawati mengakui bahwa surat pemanggilan saksi telah disampaikan, namun hanya melalui pesan aplikasi WhatsApp. Hal tersebut langsung mendapat sorotan dari Ketua Majelis Hakim, Aderia Dwi Afanti.
Menurut Aderia, JPU tidak mampu membuktikan bahwa pemanggilan saksi telah dilakukan secara patuh dan sah sesuai ketentuan hukum acara pidana.
“Jika majelis meminta bukti secara sah dan tidak bisa dibuktikan, berarti pemanggilan itu tidak patuh,” tegas Aderia dalam persidangan.
Atas dasar itu, majelis hakim meminta JPU untuk melakukan pemanggilan saksi ulang sesuai prosedur yang berlaku. Akibat ketidaktertiban administrasi tersebut, persidangan akhirnya ditunda selama satu pekan.
Dalam sidang sebelumnya yang digelar pada 16 Desember 2025, saksi korban Risma Hatajulu membeberkan kronologi pengeroyokan yang dialaminya. Peristiwa itu terjadi pada 23 Juli 2025 di tempat usaha laundry milik Risma di Jalan Sutan Syahrir, Tanjungpinang.
Risma mengaku awalnya melihat sejumlah orang yang diduga penagih utang mendatangi rumah para terdakwa yang berada tepat di seberang usaha laundrinya. Namun, rumah tersebut tidak dibukakan pintu.
“Orang-orang itu sempat duduk di tempat usaha saya, lalu pindah ke tempat lain,” ujar Risma di persidangan.
Tak lama kemudian, Evita Intan Ceria mendatangi Risma dan melontarkan tuduhan bahwa korban mencampuri urusan pribadi mereka. Adu mulut pun terjadi hingga berujung pada pemukulan.
Menurut Risma, Evita lebih dulu memukulnya, kemudian disusul oleh Sherina Intan Ceria.
“Adiknya juga datang dan ikut memukul saya. Saat itu saya mau pakai sandal. Saya sempat pingsan dan sadar sudah dikerumuni orang,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, Risma mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tanjungpinang Barat.
Dalam persidangan, kedua terdakwa sempat menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Meski telah memaafkan, Risma menegaskan proses hukum tetap harus berjalan.
“Saya memaafkan, tetapi saya ingin proses hukum tetap berjalan,” tegasnya.
Risma juga mempertanyakan alasan kedua terdakwa tidak ditahan sejak proses penyidikan di kepolisian, kejaksaan, hingga persidangan. Padahal, keduanya didakwa melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP serta Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
PARIWISATA dunia sedang memasuki babak baru. Pasca Pandemi Covid-19 sektor ini tidak hanya berusaha pulih, tetapi juga bertransformasi.
Tahun 2026 ini diprediksi menjadi fase konsolidasi global, dimana kualitas, keberlanjutan, dan dampak sosial pariwisata akan jauh lebih menentukan dibandingkan sekedar angka kunjungan.
Indonesia sebagai negara mega-diversity dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, berada di persimpangan penting, apakah akan menjadi pemain utama pariwisata global, atau justru jadi target dan gagal beradaptasi dengan perubahan tren pariwisata Dunia?
Kilas balik pariwisata Indonesia tahun 2025:
Tahun 2025 menandai satu momentum kunci dalam kebangkitan pariwisata global dan nasional. Sektor yang sempat terpuruk akibat pandemi kini semakin pulih, namun bukan kembali seperti dulu, melainkan berubah bentuk, pola permintaan dan arah pengembangannya.
Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa akumulasi kunjungan dari Januari-September 2025 telah mencapai sekitar 11,43 juta kunjungan, meningkat sekitar 10 % dibanding tahun 2024. Selain itu, proyeksi pemerintah menargetkan 14,6 hingga 16 juta wisatawan asing pada akhir tahun 2025. Tren positif ini didorong oleh strategi promosi yang lebih tajam terhadap pasar prioritas, termasuk negara-negara di Asia Tenggara serta Australia dan Eropa.
Tahun 2025 menunjukkan wajah pariwisata Indonesia yang paradoksal. Di satu sisi, terjadi peningkatan signifikan kunjungan wisatawan internasional dan domestik. Berbagai kebijakan inovatif dari Kementerian Pariwisata, mendorong digitalisasi, promosi global, serta kampanye pariwisata berkelanjutan. Namun di sisi lain, masalah klasik belum sepenuhnya teratasi.
Berdasarkan kajian akademik yang saya tulis sebelumnya, pariwisata Indonesia masih menghadapi ketimpangan geografis yang serius. Bali tetap menjadi magnet utama, sementara banyak daerah lain dengan potensi budaya dan alam yang juga cukup tinggi termasuk wilayah Sumatera dan Timur Indonesia belum menikmati manfaat ekonomi pariwisata secara optimal. Ketimpangan ini tidak hanya menciptakan tekanan lingkungan di destinasi populer, tetapi juga memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Selain itu,wisatawan domestik belum sepenuhnya berdampak pada ekonomi formal. Fenomena wisata murah, singkat, dan minim belanja membuat perputaran ekonomi lokal berjalan lambat. Di saat yang sama, kualitas sumber daya manusia pariwisata masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di destinasi berkembang.
Tahun 2025, pariwisata Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pascapandemi COVID-19. Berbagai inovasi kebijakan di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sejak akhir 2024 menandai komitmen baru terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Meski demikian, sektor ini masih dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar yang bersifat struktural.
Upaya mitigasi dampak pariwisata massal telah dilakukan, antara lain melalui moratorium pembangunan hotel baru di Bali dan penerapan pajak wisatawan asing. Namun, implementasi kebijakan ini belum sepenuhnya efektif. Sejumlah kajian dan laporan menunjukkan lemahnya transparansi serta minimnya pengawasan dalam pemanfaatan dana pariwisata, sehingga dampaknya terhadap konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal masih terbatas.
Di sisi domestik, wisatawan Nusantara termasuk lebih dari 123 juta perjalanan selama periode Lebaran 2025 belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan dampak ekonomi formal. Banyak perjalanan bersifat singkat dengan tingkat belanja rendah, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan daerah dan pelaku usaha resmi masih terbatas. Integrasi sektor informal ke dalam ekosistem pariwisata formal menjadi agenda penting ke depan.
Meski demikian, sejumlah capaian patut diapresiasi. Kunjungan wisatawan mancanegara meningkat signifikan, perjalanan domestik melampaui satu miliar, dan program seperti Tourism 5.0 serta Clean Tourism Movement menunjukkan arah kebijakan yang lebih modern, digital, dan berwawasan lingkungan.
Ke depan, pariwisata Indonesia membutuhkan visi jangka panjang yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan peran akademisi, pemanfaatan teknologi berbasis data, serta adopsi pendekatan regenerative tourism yang tidak hanya meminimalkan dampak negatif, tetapi juga memulihkan ekosistem dan memberdayakan Masyarakat menjadi kunci.
Tren Pariwisata Dunia 2026: Lebih kepada awareness dan selektif
Memasuki 2026, tren pariwisata global menunjukkan pergeseran. Wisatawan semakin sadar terhadap isu lingkungan dan originalitas budaya. Konsep mass tourism perlahan ditinggalkan, digantikan oleh slow tourism, wellness tourism, faith-based tourism, dan regenerative tourism.
Organisasi global seperti UNWTO memproyeksikan bahwa destinasi yang mampu mengelola dampak sosial dan lingkungan secara transparan akan lebih dipercaya dan dipilih wisatawan. Teknologi mulai dari kecerdasan buatan hingga analitik data akan memainkan peran besar dalam mengatur arus wisatawan, personalisasi pengalaman, dan efisiensi promosi.
Bagi negara seperti Indonesia, tren ini merupakan peluang sekaligus tantangan. Indonesia memiliki modal kuat: keanekaragaman budaya, nilai spiritual, dan kearifan lokal yang sangat relevan dengan tren global. Namun tanpa tata kelola yang kuat, peluang ini bisa terlewatkan. Konektivitas penerbangan dan kemudahan visa juga menjadi faktor penentu dalam menentukan pilihan destinasi. Negara dengan kebijakan visa friendly cenderung mengalami lonjakan kunjungan.
Pariwisata Indonesia 2026: Apa yang harus ditempuh?
Agar pariwisata Indonesia tetap eksis, bersinar, dan berdampak nyata bagi masyarakat, setidaknya ada empat langkah strategis yang perlu diprioritaskan.
Pertama, pemerataan destinasi berbasis konektivitas dan narasi. Promosi tidak cukup hanya memperkenalkan destinasi baru, tetapi harus diiringi akses transportasi, infrastruktur dasar, dan cerita kuat yang menjual identitas lokal. Promosi tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga cerita budaya, pengalaman lokal, dan atraksi yang tidak ditemukan di tempat lain. Hal ini penting untuk memperluas durasi tinggal wisatawan dan meningkatkan pengeluaran mereka selama berwisata di Indonesia.
Kedua, peningkatan kualitas SDM pariwisata. Pariwisata 2026 menuntut pekerja industri yang adaptif, digital-savvy, dan berwawasan global. Pendidikan vokasi dan perguruan tinggi perlu dilibatkan lebih aktif dalam perumusan kebijakan dan kurikulum industri.
Ketiga, penguatan pariwisata inklusif. Segmen seperti wisata ramah Muslim, wisata lansia, dan wisata disabilitas bukan lagi pasar niche, melainkan masa depan pariwisata global dan Indonesia sangat siap untuk memimpin di bidang ini.
Keempat, tata kelola yang transparan dan berbasis riset. Pajak pariwisata, kebijakan lingkungan, dan investasi harus diawasi secara terbuka agar benar-benar berdampak pada konservasi dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya pada pertumbuhan fisik destinasi.
Pariwisata yang maju bukanlah pariwisata yang hanya ramai dikunjungi, melainkan yang mampu menghidupkan ekonomi lokal, menjaga budaya, dan merawat lingkungan.
Dengan kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga menjadi rujukan dunia. Bukan sebagai destinasi murah, melainkan sebagai destinasi bernilai dan berkelanjutan. Jika dikelola dengan visi jangka panjang, pariwisata bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi jalan strategis menuju kesejahteraan bangsa. (*)
Oleh: Siska Mandalia Dosen dan pengamat pariwisata
Tentang Penulis: Siska Mandalia adalah akademisi dan peneliti pariwisata asal Indonesia yang dikenal secara internasional melalui kontribusinya dalam kajian pariwisata berkelanjutan, inklusivitas budaya, dan pariwisata ramah Muslim. Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan doktoral di University of Dundee, United Kingdom. Selain berkiprah di ranah akademik internasional, Siska Mandalia juga mengabdi sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Sumatera Barat dan tutor Universitas Terbuka. Ia aktif menjembatani perspektif global dan lokal melalui pendidikan, riset, serta kolaborasi internasional, dengan tujuan mendorong pariwisata sebagai instrumen pembangunan yang inklusif, dan berkelanjutan. Karya dan pemikirannya menempatkan pariwisata tidak semata sebagai sektor ekonomi, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun pemahaman antarbudaya, memperkuat nilai-nilai sosial, serta memberdayakan masyarakat lokal. Dengan rekam jejak akademik dan jejaring internasional yang kuat, Siska Mandalia diakui sebagai salah satu akademisi dan ahli pariwisata internasional asal Indonesia yang konsisten mendorong praktik dan kebijakan pariwisata berorientasi masa depan.
Makan Malam Imlek 2026 di Radisson Batam, perpaduan rasa dan tradisi. F. Radisson Batam untuk Batam Pos.
batampos – Menyambut Tahun Baru Imlek 2026, Radisson Golf & Convention Center Batam menghadirkan pengalaman makan malam istimewa bertajuk Chinese New Year Dinner 2026. Acara ini dirancang sebagai momen perayaan penuh kebersamaan dengan mengedepankan cita rasa khas Imlek dan suasana hangat bersama keluarga maupun kerabat.
Chinese New Year Dinner 2026 mengusung konsep perayaan rasa dan kebersamaan, dengan sajian menu khas Imlek yang dikurasi secara khusus oleh tim kuliner Radisson Batam. Perayaan ini dipadukan dengan berbagai hiburan tradisional dan modern untuk menambah kemeriahan suasana.
Beragam rangkaian acara akan disuguhkan dalam perayaan tersebut, mulai dari tradisi Yusheng tossing, pertunjukan Barongsai, hiburan musik live, hingga pembagian hadiah lucky draw bagi para tamu yang hadir.
Makan malam Imlek ini dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari 2026, bertempat di Bites Restaurant dan The Tenth Tee, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Dua pilihan venue tersebut disiapkan untuk mengakomodasi perayaan dalam skala kecil hingga kelompok atau perusahaan.
Perayaan Imlek ini terbuka untuk dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja, dalam suasana santai, meriah, dan penuh kehangatan.
Melalui Chinese New Year Dinner 2026, Radisson Batam ingin menghadirkan pengalaman perayaan Imlek yang tidak hanya berfokus pada hidangan, tetapi juga pada nilai kebersamaan, tawa, dan kebahagiaan, sejalan dengan filosofi Every Moment Matters yang diusung hotel tersebut. (*/adv)
Peserta Kontes Siswa dan Guru SMK Binaan Astra Honda Motor (AHM) 2025 unjuk kemampuan. F. CDN Kepri untuk Batam Pos.
batampos – Komitmen Astra Honda Motor (AHM) dalam memperkuat pendidikan vokasi kembali diwujudkan melalui Kontes Siswa dan Guru SMK Binaan Astra Honda Motor (AHM) 2025.
Kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Kompetensi dan Wujudkan SDM Unggul” ini digelar oleh Main Dealer PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) wilayah Kepulauan Riau bersama lima SMK mitra binaan AHM di Kepri.
Kontes ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan untuk mengasah keterampilan teknis serta meningkatkan kompetensi siswa dan guru di bidang otomotif, khususnya teknologi sepeda motor Honda. Melalui kegiatan ini, peserta didorong memiliki kesiapan kerja yang selaras dengan kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang.
Rangkaian seleksi dimulai sejak November 2025 di masing-masing SMK binaan Honda. Peserta terbaik kemudian melaju ke tahap regional yang digelar di Main Dealer PT CDN pada 22 Desember 2025. Dari tahap ini, perwakilan terbaik Kepulauan Riau akan melanjutkan ke kontes tingkat nasional di Jakarta.
Seleksi diikuti 114 siswa kelas XII dan 17 guru produktif dari lima SMK mitra binaan AHM di Kepri. Pada tahap regional, terpilih 15 siswa dan lima guru untuk mengikuti penilaian lanjutan. Hasilnya, ditetapkan satu siswa terbaik dan satu guru terbaik yang akan mewakili Kepulauan Riau di tingkat nasional.
Bidang lomba meliputi uji teori secara daring dan praktik langsung, mencakup pengetahuan umum, engine, electrical, chassis, serta fuel system sepeda motor Honda.
Penilaian siswa terdiri dari teori online, tiga praktik meja, troubleshooting, dan maintenance service. Sementara penilaian guru mencakup teori online, praktik teknis, serta tambahan praktik mengajar.
Pada kategori siswa, juara pertama diraih Muhammad Ikhsan, disusul Rian Andika sebagai juara kedua, keduanya dari SMK Hang Nadim Batam. Juara ketiga diraih Muhammad Raihan dari SMKN 3 Batam.
Untuk kategori guru, Budi Hendrika dari SMKN 3 Batam keluar sebagai juara pertama, diikuti Alvion dari SMKN 3 Tanjungpinang sebagai juara kedua, dan Deswira Narti dari SMK Hang Nadim Batam sebagai juara ketiga.
Para pemenang regional dijadwalkan mengikuti program pembekalan di Main Dealer PT CDN pada 26 Januari hingga 6 Februari 2026.
Selanjutnya, mereka akan diberangkatkan ke Jakarta pada 8 Februari 2026 untuk mengikuti kontes tingkat nasional yang berlangsung pada 10–11 Februari 2026.
Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Johandi, mengatakan kontes ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Honda dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui pendidikan vokasi.
“Melalui Kontes Siswa dan Guru SMK Binaan AHM, kami terus mendorong peningkatan kompetensi agar lulusan vokasi dan tenaga pendidik semakin siap menghadapi tantangan dunia industri,” ujarnya.
Sementara itu, Budi Hendrika, guru SMKN 3 Batam yang meraih juara pertama kategori guru, mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
“Kontes ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembuktian kemampuan pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi sesuai standar industri. Ini menjadi motivasi untuk terus memajukan kualitas pendidikan vokasi,” ujarnya. (*/adv)