Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 5938

Masuk Jalur Lawan, Motor Tabrak Motor, Balita Usia 3 Tahun Alami Luka Memar

0

batampos– Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di Kabupaten Bintan.

Kali ini, laka lantas terjadi di jalan Kampung Baru dekat Bukit Lababa, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara pada Selasa (7/3/2023) sekira pukul 16.00 WIB.

Seorang warga Kampung Baru, Monang membenarkan kecelakaan yang terjadi di jalan Kampung Baru dekat Bukit Lababa, Tanjunguban.

“Tabrakan motor sama motor,” kata dia.

Dia mengatakan, akibat tabrakan itu, para korban dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban di Simpang Busung.

BACA JUGA:Dua Motor Tabrakan, Satu Korban Tewas

Dia mendapat informasi kalau salah satu korban mengalami luka parah sehingga dirujuk ke rumah sakit di Tanjungpinang.

Kasat Lantas Polres Bintan, AKP Khapandi membenarkan kecelakaan yang terjadi di jalan Kampung Baru, dekat Bukit Lababa, Tanjunguban.

Dijelaskannya, kecelakaan bermula saat motor roda tiga yang dikendarai Raja Nur membawa penumpang, M Nur datang dari arah Tanjunguban menuju ke arah Kampung Sakera.

Setibanya di lokasi kejadian, motor roda tiga yang dikendarai Raja Nur masuk ke jalur lawan.

Pada saat itu, dari arah lawan datang motor Yamaha Vega R BP 4830 BJ yang dikendarai Barda dengan membawa penumpang balita berusia 3 tahun bernama Fais.

“Motor yang dikendarai Raja Nur masuk jalur kanan, jalur lawan dan tabrakan dengan motor dari arah berlawanan,” kata dia.

Setelah kecelakaan itu, para korban dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban di Simpang Busung.

Keterangan dari rumah sakit, dia mengatakan, korban Raja Nur mengalami luka di bagian hidung hingga mengeluarkan darah, kemudian tangan kiri mengalami luka lecet dan lutut kaki kiri mengalami luka robet.

“Kalau penumpangnya sehat,” kata dia.

Sedangkan korban bernama Barda mengalami luka patah di bagian tulang pipi kanan, patah pada bagian hidung, patah bagian leher, dan benjolan di bagian kepala belakang.

Sedangkan penumpangnya, balita berusia 3 tahun mengalami luka memar bagian dahi dahi dan kaki kanan.

Dia mengimbau ke pengendara jalan raya agar selalu waspada saat berkendara serta mematuhi tata tertib berlalu lintas. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Warga Binaan Rutan Batam Ikuti Pekan Olahraga dan Seni

0
lapas
Pembukaan pekan Olahraga ini ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Karutan Kelas IIA Batam, Faizal G Putra dan diikuti oleh pejabat struktural, jajaran petugas dan Dharma Wanita Persatuan Rutan Batam serta warga binaan. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II A Batam mengikuti kegiatan olahraga dan seni dalam sepekan kedepan.

Kegiatan ini dikemas dalam acara pekan Olahraga dan Seni bagi warga Binaan dalam rangka menyambut hari Bahri Pemasyarakatan yang ke 59.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIA Batam, Faizal G Putra dan diikuti oleh pejabat struktural, jajaran petugas dan Dharma Wanita Persatuan Rutan Batam serta warga binaan pemasyarakatan di dalam lingkungan Rutan Batam, Jumat (10/3/2023).

Baca Juga: Warga Tanjungpinggir Sampaikan Developer Mengintimidasi Menggunakan Jasa Preman ke Kapolsek Sekupang

Dalam arahannya, Karutan menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk lebih mempertajam lagi program pembinaan minat dan bakat warga Binaan.

Dia Berharap peserta warga binaan untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam mengikuti pertandingan-pertandingan yang ada dalam kegiatan tersebut.

“Dalam melaksanakan pekan olahraga ini harus menjunjung tinggi sportivitas, jiwa satria dan yang paling penting adalah makna dari pelaksanaan pertandingan olahraga ini yaitu memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta ajang silahturahmi antar seluruh petugas dan warga binaan Rutan Batam,” ujarnya.

Baca Juga: Pengelolaan Parkir Tepi Jalan Diserahkan ke Swasta, Dishub Minta LO dari Kejari Batam

Untuk peserta dalam kegiatan ini adalah warga binaan yang memiliki kemampuan di bidang olahraga dan seni. Setiap blok ada perwakilan yang menjadi peserta pertandingan.

“Saya harapkan dalam pelaksanaan pekan olahraga ini dapat berjalan dengan lancar, jaga keamanan dan ketertiban, mulai dari awal pertandingan sampai berakhir tidak ada terjadi gangguan kemanan dan ketertiban sekecil apapun”, imbau Putra.

Pembukaan pekan Olahraga ini ditandai dengan pelepasan balon udara untuk menunjukkan semangat para warga binaan dan petugas Rutan dalam mengikuti kegiatan pertandingan-pertandingan yang akan dilaksanakan.(*)

Hierofani Alam Semesta dalam Bahasa dan Sastra

0
Riqqah Dhiya Ramadhanty

BAGI masyarakat Bajo, laut adalah manifestasi yang kudus. Sama halnya dengan Merapi bagi masyarakat Kejawen atau hutan bagi masyarakat Kubu.

Masyarakat-masyarakat tradisional menghadirkan yang kudus pada perwujudan alam semesta, pada laut yang memberi mereka ikan dan lokan, pada gunung yang memberi mereka tanah yang subur, dan pada hutan yang memberi mereka hewan serta tumbuh-tumbuhan. Kehadiran ini yang mereka tampakkan dalam “hierofani” adat dan budayanya.

Secara etimologis, “hierofani” berasal dari bahasa Yunani yaitu gabungan kata “hieros” yang berarti kudus, suci, dan sakral serta kata “fani” yang berarti menampakkan diri, sehingga “hierofani” berarti Yang Kudus menampakkan diri atau manifestasi dari Yang Ilahi.

Religiusitas masyarakat tradisional sangat bertaut dengan lingkungan alam yang menjadi kosmos kehidupan mereka. Alam merupakan suatu perwujudan Ilahi, seluruh yang terdapat di alam—pohon, sungai, air terjun, matahari, hewan, atau pun lubuk—dapat menjadi hierofani atas-Nya.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tradisional adalah masyarakat yang ekosentris dan memiliki pandangan “deep ecology”. Hal ini terlihat dalam bahasa dan sastra lisan yang dimunculkan dalam ritus-ritus masyarakat adat.

Baca juga: Kantor Bahasa Provinsi Kepri Perkuat Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP di Natuna

Bahasa dapat didefinisikan sebagai sistem lambang atau simbol bunyi yang berkembang berdasarkan aturan yang disepakati oleh para penggunanya.

Kelompok masyarakat, suku, atau bangsa memiliki bahasanya sendiri karena masing-masing kelompok memiliki kesepakatan yang berbeda-beda sesuai dengan bagaimana cara mereka menghayati dan memandang segala sesuatu dalam hidup.
Di dalam bahasa, simbol-simbol saling berkelindan. Simbol-simbol ini menunjukkan ide dan gagasan dalam kebudayaan. Lewat bahasa pula, sebuah kebudayaan terproyeksikan ke dalam sastra lisan masyarakat, baik yang sakral maupun yang kerap dilantunkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sastra lisan menjadi wahana bagi masyarakat tradisional untuk mentransmisikan nilai-nilai, pengetahuan, dan pengalaman. Sastra lisan mempertegas aturan-aturan adat dan berbagai larangan serta menjadi pedoman agar manusia dapat bertindak bijaksana, selalu mengingat keberadaan dirinya sebagai makhluk yang sepenuhnya bergantung kepada kekuatan-kekuatan yang menggerakkan alam sehingga alam dapat menjadi perantara pemerolehan rahmat-Nya.

Sastra lisan dapat berupa apa saja yang diwariskan melalui lisan, seperti dongeng, legenda, maupun mitos, yang tentu memiliki kearifan lingkungan di dalamnya.
Sastra lisan berusaha mengungkapkan dan menghadirkan kekudusan alam semesta melalui bahasa yang simbolik sehingga sering kali masyarakat kontemporer gagal memaknai bahkan menemukan fungsi dan tujuan dari sastra lisan selain dari pada hanya sebuah pertunjukan rekreatif.

Dewasa ini muncul sebuah partisi yang memisahkan manusia dan alam. Manusia mengalami delusi parah bahwa manusia adalah raja alam semesta maka seluruh yang ada di lautan, gunung, dan hutan adalah baginya.

Manusia adalah pemilik alam dan alam adalah penghasil kebutuhan manusia sehingga manusia boleh melakukan apapun terhadap alam untuk mengambil miliknya.

Pandangan ini muncul seiring dengan tereleminasinya masyarakat adat tradisional bersama bahasa dan sastra lisannya dari dunia modern. Mereka yang tak mampu melawan memisahkan diri dan hidup jauh di pedalaman bersama alam yang mereka jaga sepenuhnya untuk mempertahankan nilai-nilai yang mereka yakini.

Arogansi manusia terhadap alam menjadi permasalahan serius yang telah dimitigasi oleh masyarakat adat beratus-ratus tahun yang lalu melalui cerita-cerita dan dongeng yang selalu disampaikan kepada anak-anak maupun anggota masyarakatnya.

Terdapat banyak cerita yang menggambarkan bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki sikap angkuh dan serakah, sebagai contoh adalah Legenda Tujuh Bidadari. Cerita ini merupakan cerita yang populer di nusantara. Berbagai kebudayaan memiliki versi masing-masing.

Hasil penelitian Badan Bahasa menunjukkan terdapat 26 cerita bidadari dari berbagai etnis yang terdapat di Indonesia di antaranya “Malem Dewa”, cerita rakyat daerah Aceh, Gayo; “Si Boru Leang Nagurasta”, cerita rakyat daerah Sumatera Utara, Batak Toba; “Mambang Linau”, cerita rakyat daerah Riau; “Putri Satarina”, cerita rakyat daerah Sulawesi Tenggara, Walio; “Orang yang Memperistri Putri dari Kayangan”, cerita rakyat daerah Sulawesi Tengah; dan “Putri Bungsu dari Danau”, cerita rakyat daerah Papua, Wamena.

Cerita bidadari tersebut memiliki kesamaan yang signifikan, yaitu seorang manusia yang menikahi bidadari. Hasrat kuat yang dimiliki manusia tersebut membuatnya melakukan berbagai cara untuk mendapatkan salah seorang bidadari meskipun tindakan tersebut bersifat manipulatif dan merugikan sang bidadari.

Yang menarik adalah salah satu istilah lokal yang disebutkan dalam cerita bidadari milik masyarakat Rejang di daerah Bengkulu berjudul “Lalan Belek”.

Konsepsi cerita Lalan Belek menyebutkan bumi sebagai tempat bidadari turun untuk mandi dengan istilah dalam bahasa Rejang “dunio taneak diminjem” yang berarti ‘dunia tanah yang dipinjamkan’.

Lalan Belek erat hubungannya dengan praktik pengajaran relasi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta pada masyarakat Rejang. “Dunio taneak diminjem” mengukuhkan posisi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, yaitu alam sebagai perwujudan rahmat-Nya yang “dipinjamkan” kepada manusia sehingga manusia tidak dapat berlaku semena-mena serta harus menjaga dan menghormati keberadaan alam sebagai manifestasi hierofani Sang Pencipta, seperti halnya bidadari Krikam Manis yang selendangnya dicuri oleh Bujang Juaro.

Setelah berhasil menikahi Krikam Manis, Bujang Juaro justru melanggar pantangan yang telah disyaratkan oleh Krikam Manis sehingga bidadari itu kembali pulang ke kayangan. Hal ini menyebabkan kesengsaraan pada Bujang Juaro.

Cerita Lalan Belek menggambarkan perilaku manusia terhadap alam yang semena-mena dan menyia-nyiakan alam. Namun, bila alam telah rusak, kehidupan manusia pun akan rusak karena manusia bergantung sepenuhnya kepada alam.

Berbagai gagasan kearifan lingkungan yang terkandung dalam bahasa dan sastra daerah kini menghadapi ancaman krisis pewarisan. Cerita-cerita tidak lagi disampaikan dan bahasa-bahasa yang arkais tetapi mengandung kearifan yang adiluhung tidak lagi diucapkan.

Cepat atau lambat, permasalahan ini akan menggiring umat manusia pada situasi apokaliptik karena proses transmisi yang telah terhenti dan akan hilang bersama para maestro budaya yang semakin menua. Apabila dibiarkan, generasi berikutnya tidak akan mengenal berbagai konsep, gagasan, dan pengetahuan lokal yang telah dikumpulkan oleh para leluhur selama berjuta-juta tahun, yang sesungguhnya telah diwariskan melalui sastra lisan.

Oleh karena itu, revitalisasi bahasa dan sastra menjadi langkah yang penting dilakukan. Masyarakat kita membutuhkan upaya yang sistematis dengan landasan yang kuat untuk membangun kembali pondasi kearifan lokal kita yang hampir roboh. Hal ini tentu dengan dukungan seluruh elemen masyarakat yang harus bersama-sama memberi nyawa pada bahasa dan sastra daerah kita sehingga kehidupan dan ke-hierofani-an alam semesta kita dapat terus terjaga. (*)

Oleh: Riqqah Dhiya Ramadhanty
Pegiat sastra dari Bengkulu

Kantor Bahasa Provinsi Kepri Perkuat Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP di Natuna

0
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri foto bersama narasumber dan peserta Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP di Kabupaten Natuna pada Rabu s.d. Jumat, 8—10 Maret 2023. F: Dok. Kantor Bahasa Kepri

batampos – Kantor Bahasa Provinsi Kepri melaksanakan kegiatan penyuluhan kemahiran berbahasa Indonesia perdana pada tahun ini di Kabupaten Natuna dengan menyasar guru-guru SD dan SMP sebagai peserta.

Kegiatan berjudul “Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP di Kabupaten Natuna” ini diadakan di Hotel Tren Central, Ranai, selama tiga hari (8—10 Maret 2023) dan diikuti oleh 30 orang peserta.

Baca juga: Kantor Bahasa Provinsi Kepri Mencanangkan Zona Integritas Menuju WBK-WBBM

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Indra Joni, membuka kegiatan ini secara resmi dengan harapan bahwa para guru yang mengikuti penyuluhan dapat mengimplementasikan materi yang didapat dalam penyuluhan di sekolah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan beberapa materi kebahasaan seperti ejaan, bentuk, dan pilihan kata, kalimat, paragraf, dan penulisan karya tulis ilimiah.

Adapun narasumber dari Kantor Bahasa Provinsi Kepri; Rahmat, S.Ag., M.Hum., Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; Setyo Untoro, M.Hum., dan Universitas Maritim Raja Ali Haji; Legi Elfitra, M.Pd. dan Dr. Harry Andheska. (*)

PT Capella Dinamik Nusantara Berikan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Alam di Natuna

0
honda 2
PT Capella Dinamik Nusantara menyerahkan bantuan logistik untuk para korban bencana longsor yang terjadi di Pulau Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna. Foto: Honda Kepri untuk Batam Pos

batampos – PT Capella Dinamik Nusantara melalui salah satu Sales Office di wilayah Natuna menyerahkan bantuan logistik untuk para korban bencana alam longsor yang terjadi di Pulau Serasan dan Serasan Timur, Kabupaten Natuna.

Retail Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Bakri, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian Capella Honda dalam kegiatan sosial terutama untuk lingkungan sekitar.

“Melalui Sales Office terdekat dengan wilayah bencana, dengan semangat sinergi bagi negeri kami bergerak memberikan bantuan bagi warga terdampak,” ucap Bakri.

Baca Juga: New Honda BeAT Makin Trendi untuk Anak Muda Energik

Penyaluran bantuan ini adalah salah satu program PT Capella Dinamik Nusantara berbagi yang merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diadakan oleh Capella Honda.

Penyerahan paket logistik di berikan pada Selasa (7/3/2023) yang langsung diserahkan Pimpinan Dealer Honda Natuna, Hery, kepada Syarifuddin selaku Sekertaris Pelaksana di kantor BPBD.

“Kami berikan paket logistik ini secara langsung kepada perwakilan BPBD wilayah Natuna. Kami juga memastikan, masyarakat yang terdampak di Serasan mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban mereka,” ujar Hery.

Baca Juga: Tips Berkendara saat Musim Hujan

Sekertari Pelaksana, BPBD, Syarifuddin, menyambut baik bantuan yang telah diberikan.

“Saya mewakili warga Serasan berterima kasih kepada Capella Honda atas bantuan yang diberikan. Kami berharap bantuan yang diberikan membawa manfaat bagi para korban bencana yang terjadi,” ujarnya.(*)

Harga Resmi Chery OMODA 5, Rp 399.800.000 , OTR Jakarta

0

 

batampos – Hari ini, Jumat 10 Maret 2023, bertempat di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023, PT Chery Sales Indonesia (CSI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Chery di Indonesia, resmi mengumumkan harga OMODA 5. Untuk OMODA 5 RZ kini dijual dengan harga Rp 399.800.000 (OTR Jakarta), dan OMODA 5 Z Rp 329.800.000 (OTR Jakarta).

Harga tersebut mengalami kenaikan dari harga pre-booking sebelumnya. Walau demikian, PT CSI berkomitmen untuk memberikan harga terbaik bagi konsumen Indonesia.

“Harga resmi ini berlaku setelah diumumkan. Walau ada kenaikan, kami tetap berkomitmen memberikan harga terbaik bagi konsumen yang ingin memiliki OMODA 5,” ujar Shawn Xu, President PT Chery Sales Indonesia.

Sebelum pengumuman harga resmi atau pada masa pre-booking, OMODA 5 RZ adalah Rp 398.000.000 (OTR Jakarta), dan OMODA 5 Z Rp 328.000.000 (OTR Jakarta). “Harga ini, kami umumkan berdasarkan hasil riset, juga survey yang kami lakukan. Akhirnya, kami memutuskan harga terbaik tersebut,” ucap Shawn.

Lebih lanjut Shawn menjelaskan, setiap pembelian OMODA 5, konsumen akan mendapatkan benefit double value. Maksudnya, dengan membayar Rp 5 juta untuk booking fee, akan mendapatkan benefit Rp 10 juta. Kemudian akan mendapatkan pula official merchandise OMODA 5.

Untuk program after sales, konsumen akan mendapatkan garansi mesin selama 10 tahun atau pemakaian 1.000.000 KM, garansi kendaraan selama enam tahun atau 150.000 KM, gratis biaya jasa dan suku cadang hingga 60.000 KM atau empat tahun, serta layanan bintang 6 (Six Star Service).

“Pada awal April, Chery akan melakukan handover ceremony untuk serah terima 100 unit dari total 300 unit pertama yang dijadwalkan pada April. Serta mengirimkan sisa unit yang kami jadwalkan serah terima pada April. Untuk pengiriman berikutnya, akan sesuai antrean. Untuk target penjualan, kami menargetkan total 1.000 unit dari ketiga model, yakni TIGGO 7 Pro, TIGGO 8 Pro, dan OMODA 5 setiap bulannya,” jelas Shawn.

Pada gelaran GJAW 2023, selama sepuluh hari ke depan, mulai 10-19 Maret 2023, PT CSI akan memamerkan ketiga produk unggulannya di Assembly Hall AS3, Jakarta Convention Centre. Konsumen dapat melihat secara dekat OMODA 5, TIGGO 7 PRO, dan TIGGO 8 Pro pada booth Chery yang memperlihatkan sisi teknologi masa depan dan desain futuristik, yang diimplementasikan dalam setiap produk Chery.

“Kami pun mengajak konsumen untuk dapat melakukan test drive OMODA 5 dan TIGGO 8 Pro di area test drive. Pengunjung juga dapat berkonsultasi dengan tim sales Chery,” ucap Shawn. (*)

Terdakwa Kerusuhan Kanjuruhan Divonis Ringan, Keluarga Korban Pasrah

0
Tiga terdakwa tragedi Kanjuruhan eks Polri Danki 1 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi di PN Surabaya. (Dimas Nur Apriyanto/JawaPos.com)

batampos – Terdakwa kasus kerusuhan Kanjuruhan, Suko Sutrisno telah divonis 1 tahun penjara. Security Officer Arema FC itu dianggap terbukti bersalah dalam tragedi yang menewaskan 135 orang. Putusan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan 6 tahun 8 bulan penjara Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hukuman Suko juga lebih rendah dari vonis yang diterima oleh Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris selama 1,5 tahun penjara. Ibu Salsa Yonaf Oktavia, 20, Asri Puji Rahayu mengaku keluarga korban pasrah atas vonis ringan tersebut. Keluarga menyerahkan seluruhnya kepada proses hukum.

“Kita sejak awal saling menguatkan untuk berbesar hati walau keluarga menjadi korban tragedi Kanjuruhan. Kita beriman, secara pribadi berjuang berbesar hati untuk ikhlas,” kata Asri saat dihubungi, Jumat (10/3). Asri menuturkan, saat ini ia bersama keluarga korban yang lain tak ingin berlarut dalam kesedihan dan lebih realistis menapaki kehidupan kedepan.

Sejauh peristiwa nahas menimpa anaknya, ia mengaku telah mendapat pendampingan dari tim trauma healing pemerintah daerah. “Bantuan sudah dari Pemda hingga Kepolisian, bahkan keluarga korban yang punya anak sekolah di-support biaya sekolah hingga lulus SMA, termasuk lapangan kerja,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris divonis 1 tahun 6 bulan. Sedangkan Security Officer Suko Sutrisno di bawah angka itu. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Abu Achmad Sidqi Amsya menjatuhkan vonis untuk Suko hanya 1 tahun penjara. Hanya beda 6 bulan penjara dengan Abdul Haris. ”Menjatuhkan vonis hukuman untuk saudara Suko Sutrisno hukuman penjara 1 tahun,” kata Abu Achmad Sidqi Amsya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sedangkan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis untuk Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris. Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Surabaya Abu Achmad Sidqi Amsya.

Abdul Haris dinyatakan bersalah dan divonis 1 tahun 6 bulan. Jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). JPU menuntut kedua terdakwa itu dengan pasal berlapis 6 tahun 8 bulan penjara. “Memutuskan hukuman untuk Saudara Abdul Haris 1 tahun 6 bulan penjara,” kata Abu Achmad dengan tegas. (*)

Reporter: JP Group

Menpan RB Haramkan ASN Pamer Kemewahan

0
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak memamerkan harta kekayaannya. (dok JawaPos.com)

batampos – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak memamerkan harta kekayaannya.

Hal ini juga sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah mengingatkan ASN tak pamer harta kekayaan.

“Kemarin sudah jelas ya dari arahan presiden supaya ASN tidak pamer kemewahan, supaya taat untuk LHKPN dan seterusnya,” kata Azwar Anas usai acara penandatanganan Stranas PK di kantor Kemenpan RB, Jakarta, Jumat (10/3).

Politikus PDI Perjuangan ini pun mengungkapkan, pihaknya juga saat ini tengah mendorong sistem pemerintahan berbasis elektronik. Hal ini penting dalam rangka mengintergrasikan banyaknya layanan.

“Yang ke depan, harapannya kinerjanya lebih bagus, yang rumit di birokrasi juga dipermudah. Termasuk tadi ngurus naik pangkat, ngurus mutasi, dan beberapa yang lain dari isu-isu korupsi,” papar Azwar Anas.

Mantan Bupati Banyuwangi ini mengakui, Kemenpan RB juga sedang mendorong pihak Inspektorat di Kementerian/Lembaga untuk memperkuat tenaga auditor. Hal ini tentu perlu kerja sama dengan KPK, sebagai lembaga penegak hukum pada bidang antikorupsi.

“Inspektorat tentu kita dorong untuk menperkuat, salah satunya kita dorong untuk tenaga auditor ya sebagaimana permintaan KPK nanti kita kaji. Karena auditor kita juga banyak berkurnag ya,” demikian Azwar Anas menandaskan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan adanya fenomena pejabat yang pamer harta kekayaan di media sosial. Kepala negara meminta menteri Kabinet Indonesia Maju, untuk menertibkan anggotanya di pemerintahan.

“Saya minta kepada seluruh Menteri dan Kepala Lembaga untuk mendisiplinkan para bawahnya, memberitahu apa-apa yang tidak boleh dan apa yang boleh dilakukan,” kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/3).

Menurut Jokowi, peringatan ini juga berlaku bagi instansi penegak hukum. Jokowi menginginkan, adanya pembenahan di kementerian dan lembaga dalam menjalankan tugas pokoknya.

“Kemudian di Polri maupun di Kejaksaan Agung dan aparat hukum lainnya. Benahi dulu di dalam, kemudian selesaikan dan bersihkan kementerian atau lembaga lainnya,” tegas Jokowi. (*)

Reporter: JP Group

Kadisdik Kepri Andi Agung Menanggapi Curhatan Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina

0

batampos – Beredar potongan video berisi curhatan  Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina dalam sebuah kegiatan di Kota Batam yang menyatakan kecewa dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung karena dinilai tidak mau memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak di kota Batam. Video tersebut beredar, Rabu (8/3) berdurasi 2 menit 50 detik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung

Marlin menilai Andi  tidak mau menyetujui usulannya untuk membangun Unit Skolah Baru (USB) di Kota Batam  meski sudah beberapa kali dia ajukan. Selain itu Andi juga dinilai telah melarang Marlin untuk masuk ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi anak-anak.

Beranjak dari video tersebut, media ini pun berhasil menenui Andi Agung yang baru tiba di Batam  dari Ranai, Natuna untuk melakukan konfirmasi karena namanya jelas disebut-sebut dalam video. Dan setelah mendengarkan sampai selesai isi video yamg disodorkan kepadanya tersebut, Andi pun menarik nafas sebelum akhirnya angkat bicara.

Menurut Andi,  Hj. Marlin merupakan pimpinanya karena wakil dari Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad. Dan Andi menilai sah-sah saja menegur bawahannya jika memang dirinya salah.

“Beliau itu pimpinan saya, jika saya salah wajar jika dia menegur saya. Namun setelah saya cermati dari video ini. Mohon maaf, sepertinya ada informasi yang belum diketetahui oleh ibu Wakil Gubernur,” kata Andi Agung.

BERITA LALU: Marlin Mengaku Kecewa Dengan Dinas Pendidikan Kepri

Agung menjelaskan, bahwa di kota Batam pada tahun 2022 lalu Pemprov Kepri telah membangun sebanyak 116 Ruang Kelas Baru (RKB). Hal ini sebagai upaya untuk memecahkan persoalan saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Batam.

“Sedikitnya ada penambahan116 RKB di  tahun 2022 di kota Batam. Semestinya Ibu Wakil Gubernur mengetahui informasi ini, karena setiap nota dinas yang kita buat untuk Gubernur, juga  untuk Wakil Gubernur. Dan pembangunan RKB ini merupakan bentuk kesungguhan perhatian Pemprov Kepri terhadap dunia pendidikan di Kota  Batam,” ujar Agung.

Selain USB di tahun 2022 juga di Batam, dijelaskan Agung ada pembangunan ruang praktek siswa (RPS), ruang laboratorium biologi, fisika, kimia dan ruang OSIS.

Dan masih untuk di Kota Batam, terang Agung lagi bahwa di tahun 2023 ini Pemprov Kepri akan membangun sebanyak 4 Unit Sekolah Baru (USB) yang terdiri dari 2 unit SMA, 1 unit SMK dan 1 SLB.

Disamping itu, dibarengi juga dengan  akan adanya penambahan RKB lagi, ruang laboratorium, ruang guru, ruang OSIS dan lain-lain.

“Mohon maaf jika saya salah bu Wagub. Bagaimanapun juga saya  tetap akan mendukung program visi serta misi Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan mewukudkan Kepri yang Makmur, Berdaya Saing, dan Berbudaya. Serta misi ketiga yakni Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Sehat dan Berdaya Saing dengan Berbasiskan Iman dan Taqwa,” ujar Agung mengakhiri tanpa bermaksud mendebat pimpinannya.(*)

Pengelolaan Parkir Tepi Jalan Diserahkan ke Swasta, Dishub Minta LO dari Kejari Batam

0

batampos– Pengelolaan parkir tepi jalan dan mandiri Kota Batam rencananya akan diserahkan ke pihak swasta atau ketiga di tahun 2023 ini. Peralihan ini diharapkan bisa mendapatkan atau meningkatkan retribusi parkir untuk PAD Kota Batam.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim mengatakan pihaknya telah meminta Legal Openion(LO) terkait lelang Konstestan Parkir dari Kejari Batam. Namun permintaan itu masih direverifikasi oleh Kejari Batam, sembari menunggu SK dari Walikota Batam.

Parkir Tepi Jalan ffff Iman Wachyudi
Ilustrasi. Parkir tepi jalan. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

“Kami minta pendampingan seluruh proyek Dishub tahun ini, ada 5. Khusus Lelang Konstestan Parkir, kami minta LO dari Kejari Batam,” kata Salim.

Dijelaskan Salim, pada Konstestan parkir rencananya retribusi daerah dari parkir akan masuk ke rekening pihak ketiga terlebih dahulu. Nah, dari rekening tersebut, barulah masuk ke rekening Daerah Kota Batam.

BACA JUGA:Kenaikan Tarif Parkir Khusus di Batam Batal

“Terkait parkir ini kan kerjasama, ada kontraknya. Rencananya pendampugan pertama dari rekening pihak ketiga, baru ke kas daerah. Nah ini yang mau kami tanya, apakah bisa seperti itu,” sebut Salim.

Menurut dia, seluruh parkir tepi jalan atau mandiri di 9 Kecamatan Kota Batam nantinya akan dikelola pihak swasta. Untuk 9 Kecamatan itu pun dibagi dalam 3 zona, yakni zona 1, zona 2 dan zona 3, tergantung potensi pendapatan retribusi parkir.

“Untuk Galang, Bulang dan Belakang padang, hal ini tak kami berlakukan, karena parkir kendaraan disana juga terbatas, jadi hanya untuk 9 Kecamatan saja, yang dibagi ke 3 zona,” jelasnya.

Diketahui, lima kegiatan proyek Dishub Batam yang dimintai pendampinhan Kejari Batam diantaranya
Pekerjaan Penyediaan Perlengkapan Jalan Kota, Pekerjaan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (Lalin), Pekerjaan Penertiban Izin Bangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Pengumpan atau pembangunan Ponton ,Biaya Operasional Trans Batam serta Pekerjaan Lelang Kontestan Parkir.

“Satu proyek yakni pembangunan ponton di Pulau Ngenang adalah proyek stategis daerah (PSD), saat ini, semuanya sudah masuk dalam tahan konsultan perencanaan,” pungkas Salim. (*)

reporter: Yashinta