batampos – Hujan deras yang melanda membuat lima kawasan di Batuaji selalu banjir. Kawasan tersebut yakni Perumahan Harapan Putra Moro, Perumahan Bumi Sarana Indah, Perumahan Senawangi, dan Perumahan Karina, dan Tembesi Bengkel.
Camat Batuaji, Addi Harnus mengatakan banjir yang melanda Batuaji beberapa hari lalu berdampak ke 340 Kepala Keluarga (KK). Air masuk ke rumah hingga warga berupaya menyelamatkan barang berharganya.
“Dari pendataan ada sekitar 340 KK. Ada beberapa pihak memberikan bantuan, dan kita dari kecamatan mendampingi,” ujarnya, Jumat (19/12).
Addi menjelaskan permasalahan banjir di kawasan Batuaji ini sudah berlangsung lama atau bertahun-tahun. Bahkan air mencapai lutut orang dewasa.
“Drainasenya sempit, debit air saat hujan terus bertambah. Sehingga air meluap dan banjir,” katanya.
Addi mengaku pihaknya akan melakukan gotong royong bersama warga untuk memperbaiki saluran air tersebut. Selain itu, ia meminta kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Insya Allah kita gotong royong bersama warga. Dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.
Apel Operasi Lilin 2025 di Lapangan Monas. (Dok.Polri)
batampos – Operasi Lilin dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru kembali digelar. Sesuai dengan rencana, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2025 mulai Sabtu (20/12).
Operasi tersebut akan berlangsung selama 14 hari sampai 2 Januari 2026. Sebanyak 146.701 personel dikerahkan oleh Polri untuk terlibat secara aktif selama operasi tersebut berlangsung.
Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen M. Fadil Imran memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Jumat (19/12). Melalui operasi tersebut, Polri akan bekerja keras memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat selama Natal dan tahun baru (Nataru).
“Operasi ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kenyamanan spiritual saat beribadah, sekaligus keamanan sosial dalam momen kebersamaan dan perayaan,” ungkap Komjen Fadil.
Untuk itu, jenderal bintang tiga Polri itu menekankan bahwa Operasi Lilin tidak semata-mata untuk melakukan penjagaan, melainkan hadir secara humanis di tengah masyarakat. Dia mengingatkan kepada seluruh petugas kepolisian yang terlibat dalam operasi tersebut untuk membersamai masyarakat secara utuh.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi yang bisa diandalkan, memanusiakan, dan siap menolong,” ujarnya.
Dalam Operasi Lilin 2025, Polri tidak bekerja sendirian. Petugas dari TNI, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan instansi terkait lain turut terlibat. Termasuk petugas yang dikerahkan oleh masing-masing pemerintah daerah untuk melaksanakan pengamanan selama libur Nataru.
Khusus untuk potensi kepadatan arus, Fadil mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memetakan beberapa titik rawan kemacetan arus lalu lintas. Termasuk diantaranya di jalur selatan Jawa dan beberapa titik yang masuk ke dalam wilayah Jawa Timur (Jatim). Demikian pula dengan seluruh ruas di Jalan Tol Trans Jawa yang kemungkinan akan mengalami peningkatan volume kendaraan.
“Koordinasi sudah kami latihkan, termasuk pemanfaatan smart city di Bali dan beberapa wilayah rawan macet lainnya,” kata dia.
Sebelumnya, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo telah menyampaikan bahwa Polri telah menyiagakan 2.903 posko selama Operasi Lilin 2025. Terdiri atas 1.807 posko pengaman, 763 posko pelayanan, dan 333 posko terpadu. Semua posko tersebut digelar untuk mengamankan 44.226 objek.
“Mulai dari gereja, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, kemudian pusat perbelanjaan, objek wisata, dan objek perayaan tahun baru 2026,” jelasnya.
Berdasar data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dedi menyampaikan bahwa potensi pergerakan masyarakat selama libur Natal dan tahun baru meningkat sebesar 7,9 persen dibandingkan dengan periode libur yang sama pada tahun lalu. Bila dikonfirmasi angka itu setara dengan tambahan 8,83 juta orang.
“Jumlah masyarakat yang akan merayakan Natal dan tahun baru diperkirakan sekitar 119,5 juta orang, yang mengalami peningkatan 2 kali lipat bila dibandingkan tahun yang lalu,” jelasnya. (*)
ILustrasi: Knalpot brong didapati saat kegiatan cipta kondisi.
batampos – Kebisingan akibat kendaraan berknalpot brong kembali meresahkan warga. Kali ini, keluhan datang dari masyarakat Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, yang meminta Polsek Sekupang dan Polresta Barelang segera turun tangan menertibkan kendaraan berknalpot tidak standar yang kerap berseliweran tanpa mengenal waktu.
Warga menilai suara knalpot brong sangat mengganggu, terutama saat waktu ibadah Magrib hingga larut malam. Bahkan, aktivitas tersebut disebut berlangsung hingga tengah malam, mengusik kenyamanan dan ketenangan masyarakat.
“Kami minta ini diprioritaskan, karena sangat mengganggu. Saat orang mau ibadah, istirahat malam, suara knalpot brong masih saja bising,” ujar Andika, salah satu warga Tiban Indah, Jumat (19/12).
Keluhan juga diarahkan pada adanya titik-titik tertentu yang kerap dijadikan tempat berkumpul para pengendara motor berknalpot brong. Salah satunya berada di kawasan Tiban Indah, yang disebut menjadi lokasi nongkrong hingga tengah malam.
Tak hanya warga pemukiman yang terdampak, para pelaku usaha kuliner di kawasan tersebut juga mengaku dirugikan. Suara bising knalpot, ditambah aksi kebut-kebutan dengan motor berkecepatan tinggi, membuat pengunjung merasa tidak nyaman.
“Pengunjung jadi terganggu, bahkan ada yang memilih pergi karena suaranya terlalu bising. Ini jelas merugikan usaha kami,” kata Diwan, salah seorang pemilik usaha kuliner.
Tokoh masyarakat setempat juga mendesak aparat kepolisian tidak hanya menertibkan pengendara, tetapi juga menindak bengkel-bengkel yang memodifikasi knalpot menjadi knalpot brong.
Warga berharap penertiban dapat dilakukan secara rutin dan tegas demi menjaga ketertiban umum, kenyamanan lingkungan, serta mendukung iklim usaha yang aman dan kondusif di kawasan Tiban Indah.
Menanggapi hal itu, Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait memastikan penertiban kendaraan berknalpot brong akan dilakukan secara tegas dan berkelanjutan.
“Kami akan melakukan penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar. Selain itu, patroli malam akan kami tingkatkan, khususnya di titik-titik yang kerap dijadikan tempat berkumpul,” tegas Kapolsek Sekupang.
Kapolsek juga mengimbau para pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan knalpot brong karena selain melanggar aturan, juga meresahkan masyarakat.
Tak hanya menyasar pengendara, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindak bengkel-bengkel yang memodifikasi kendaraan menggunakan knalpot brong.
“Penertiban ini kami lakukan demi menjaga kenyamanan warga, ketertiban umum, serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Sekupang,” tambahnya. (*)
Harga telur ayam di Batam kian tinggi jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. F.Iman Wachyudi
batampos – Lonjakan harga bahan kebutuhan pokok di Kota Batam kian terasa dan menekan masyarakat jelang perayaan Natal. Tak hanya cabai dan beras, harga ayam potong dan telur ayam kini menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, membuat ibu rumah tangga hingga pedagang makanan mengeluh.
Seorang pedagang rumah makan di Sekupang, Yanti mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku terjadi hampir merata. Salah satunya pada komoditas daging ayam yang sebelumnya dijual di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp48 ribu.
“Biasanya paling mahal Rp40 ribu, sekarang sudah Rp48 ribu. Tapi harga jual makanan tetap kami sesuaikan. Kalau terlalu mahal, nanti tidak ada yang beli,” ujarnya.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah. Saat ini, harga cabai merah tembus Rp85 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Komoditas lain seperti buncis juga ikut mengalami kenaikan.
Harga tinggi membuat pedagang di pasar memilih mengurangi stok. Mereka khawatir barang dagangan tidak laku karena daya beli masyarakat melemah.
“Di pasar sekarang orang tidak berani jual banyak. Ambil sedikit saja stoknya, takut tidak laku karena harga mahal,” kata pedagang lainnya.
Ia menyebut, beberapa pekan sebelumnya cabai masih sempat dibeli dengan harga Rp65 ribu per kilogram, namun kembali melonjak dalam waktu singkat.
Tak hanya sayur-mayur, harga beras juga ikut naik. Beras merek Raja Ketupat yang biasanya dibeli Rp280 ribu per karung ukuran 25 kilogram, kini naik menjadi Rp330 ribu per karung. Sementara itu, harga kol saat ini mencapai Rp35 ribu per kilogram.
“Kondisi ini sangat memberatkan, bukan cuma ibu rumah tangga, tapi juga pedagang makanan. Semua bahan naik, sementara harga jual tidak bisa ikut naik banyak,” keluh pedagang.
Dengan kenaikan yang terjadi hampir di semua komoditas utama, pedagang mengaku keuntungan semakin tipis. Mereka berada di posisi sulit antara mempertahankan pelanggan dan menutup biaya operasional.
“Untungnya jadi tipis. Mau naikkan harga jual, kasihan pembeli. Tapi kalau tidak dinaikkan, kami juga berat,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pengawasan dan stabilisasi harga, terutama menjelang hari besar keagamaan, agar lonjakan harga tidak semakin membebani warga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, sebelumnya mengatakan bahwa sebagian besar kebutuhan pokok seperti cabai di Batam masih dipasok dari luar daerah seperti Mataram, Yogyakarta, Sumatera Utara, Aceh, dan Padang. Namun, karena daerah-daerah tersebut juga mengalami penurunan produksi, dampaknya terasa langsung terhadap kenaikan harga di Batam.
“Masalah harga cabai ini bukan hanya terjadi di Batam, tapi hampir di seluruh Indonesia. Karena itu, solusi yang paling realistis adalah memperkuat produksi sendiri,” ujar Mardanis.
Ia juga membandingkan harga cabai di jakarta yang menyentuh 70 ribu per kg, sementara untuk cabai merah besar Rp 80 ribu per kg, bawang merah 50 ribu per kg.
Sementara itu untuk produksi cabai merah di batam sendiri baru panen dan petani batam cabe merah baru 100 kg perhari jadi blm bisa intervensi harga. sementara disisi kebutuhan di batam untuk cabai merah di angka 15-20 ton per hari. (*)
batampos – Jika berbicara soal bumbu dapur, daun jeruk purut (kaffir lime leaves) sering kali hanya dianggap sebagai pelengkap aroma dalam masakan. Padahal, di balik bentuknya yang kecil dan penggunaannya yang sederhana, ternyata daun jeruk menyimpan beragam manfaat untuk kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.
Tak hanya memperkaya rasa dan aroma hidangan, daun jeruk purut juga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan kini didukung oleh berbagai sumber kesehatan.
Daun jeruk purut dikenal memiliki aroma segar khas yang berasal dari kandungan minyak atsiri di dalamnya. Aroma inilah yang membuatnya sering digunakan dalam berbagai masakan Nusantara hingga Asia Tenggara.
Namun lebih dari itu, kandungan nutrisi dan senyawa aktif dalam daun jeruk menjadikannya bahan alami yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Berikut sejumlah manfaatnya yang jarang diketahui:
1. Kaya Senyawa Alami yang Baik untuk Kesehatan
Dilansir dari Alodokter, daun jeruk purut mengandung berbagai senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta menekan reaksi oksidasi berlebih. Dengan berkurangnya stres oksidatif, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih optimal sehingga tubuh menjadi lebih tahan terhadap berbagai penyakit.
Sejalan dengan itu, mengutip dari Fas Kitchen, daun jeruk purut telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena dipercaya memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Kandungan alaminya dinilai dapat membantu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.
Sementara itu, La Plantation menyebutkan bahwa jeruk purut merupakan sumber alami vitamin C yang cukup tinggi, yaitu sekitar 43 mg, yang berperan penting sebagai antioksidan kuat. Vitamin C membantu melindungi sel dari stres oksidatif dan mendukung sistem pertahanan tubuh.
Selain itu, daun jeruk juga mengandung beta-karoten yang merupakan prekursor vitamin A, nutrisi penting untuk menjaga fungsi kekebalan tubuh. Secara tradisional, sari dan minyak esensial daun jeruk purut kerap digunakan untuk memberikan efek segar dan membantu menjaga vitalitas tubuh, meski penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak.
2. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Mengutip dari La Plantation, daun jeruk purut secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan gangguan pencernaan ringan, seperti perut kembung atau rasa tidak nyaman di perut. Kandungan minyak atsiri di dalamnya dipercaya dapat membantu merangsang sistem pencernaan dan memberikan efek menenangkan pada saluran cerna. Tak heran jika daun jeruk kerap digunakan dalam rebusan atau teh herbal tradisional.
3. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut
Mengutip dari Alodokter, daun jeruk purut memiliki kandungan antioksidan yang bermanfaat untuk membantu melindungi kulit dari paparan radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini, seperti flek hitam dan kerutan. Dengan perlindungan yang baik, kulit dapat tetap tampak sehat dan terawat.
Dalam pengobatan tradisional, daun jeruk purut juga sering dimanfaatkan sebagai bahan perawatan kulit, salah satunya dalam lulur Bali. Bahan alami ini dipercaya membantu mengatasi berbagai masalah kulit, seperti kulit kering, kutil, hingga bekas jerawat. Meski begitu, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya secara medis.
Tak hanya dari daunnya, La Plantation menyebutkan bahwa jeruk purut secara keseluruhan juga berperan dalam perawatan kulit. Berkat sifatnya yang membersihkan dan mendukung regenerasi kulit, jeruk purut banyak digunakan dalam ritual kecantikan tradisional Asia Tenggara untuk membantu menjaga kulit tetap bersih dan bercahaya.
Kandungan asam sitrat pada buahnya membantu proses eksfoliasi ringan dan merangsang pembaruan sel kulit, sementara antioksidan yang terdapat pada kulit dan daunnya berperan menenangkan serta melindungi kulit sensitif.
4. Menambah Cita Rasa Sekaligus Nilai Gizi Masakan
Mengutip dari Fas Kitchen, meski digunakan dalam jumlah kecil, daun jeruk purut tetap menyumbangkan sejumlah nutrisi seperti vitamin C, kalsium, zat besi, dan kalium. Selain memberikan aroma yang khas, kehadiran daun jeruk membuat masakan terasa lebih segar dan kompleks, sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi tubuh.
Cara Mengonsumsi Daun Jeruk Purut
Dilansir dari Fas Kitchen, daun jeruk purut dapat digunakan dalam berbagai olahan makanan untuk menambah aroma dan cita rasa. Berikut beberapa cara mengonsumsinya yang mudah diterapkan di dapur:
1. Tambahkan ke dalam masakan
Daun jeruk purut dapat ditambahkan secara utuh ke dalam sup, kari, atau makanan berkuah lainnya saat proses memasak. Seiring kuah dipanaskan, aroma khasnya akan menyebar dan memberi sensasi segar pada hidangan. Karena daunnya cukup keras, sebaiknya daun jeruk diangkat sebelum sup disajikan.
Sementara itu, untuk hidangan tumisan, daun jeruk purut dianjurkan diiris tipis memanjang agar sari aromanya lebih mudah keluar. Tambahkan pada tahap akhir memasak bersama bahan utama agar kesegaran rasanya tetap terjaga dan tidak hilang akibat panas berlebih.
2. Sebagai bahan marinasi
Daun jeruk purut yang dicincang dapat dicampurkan ke dalam bumbu marinasi untuk daging, ayam, ikan, atau tahu. Aromanya sangat cocok untuk membantu menghilangkan bau amis, bisa juga dipadukan dengan bawang putih, kecap, dan perasan jeruk nipis, lalu didiamkan beberapa jam sebelum dimasak.
3. Diolah menjadi teh atau infus herbal
Beberapa lembar daun jeruk purut dapat diseduh dengan air panas untuk dijadikan minuman herbal. Cara ini memungkinkan aroma khas daun jeruk dinikmati sekaligus memberikan sensasi hangat dan menenangkan.
4. Sebagai taburan atau garnish
Daun jeruk purut yang diiris sangat tipis bisa digunakan sebagai garnish pada hidangan siap saji. Selain mempercantik tampilan, cara ini juga menambah sentuhan rasa segar pada makanan.
Hadirnya daun jeruk purut membuktikan bahwa bahan dapur sederhana bisa memiliki manfaat luar biasa. Tak hanya memperkaya aroma dan rasa masakan, daun jeruk juga mengandung berbagai senyawa alami yang mendukung kesehatan tubuh, mulai dari pencernaan hingga kesehatan kulit. Dengan pemanfaatan yang tepat, daun jeruk purut lebih dari sekadar pelengkap justru bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat. (*)
Batampos – Sebuah kecelakaan pesawat yang menewaskan Greg Biffle, legenda NASCAR, keluarganya, dan tiga orang lainnya menjadi duka bagi dunia penerbangan Amerika Serikat. Seluruh keluarga pembalap mobil stok itu dinyatakan tewas di tempat, Kamis (18/12/2025) waktu setempat.
Tragedi inimenyisakan kisah haru setelah terungkap pesan terakhir yang dikirim oleh istri Biffle,Cristina Grossu Biffle, kepada ibunya.
Cristina, yang sedang dalam penerbangan bersama Greg dan kedua anak mereka, Ryder,5, danEmma,14, menuju Florida untuk liburan ulang tahun, sempat mengirim pesan singkat kepada ibunya, Cathy Grossu. “Mama, kami dalam masalah,” kirimnya, hanya beberapa menit sebelum pesawat jatuh di Statesville, North Carolina.
Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpang, yaknitujuh orang, termasuk pasangan tersebut, kedua anak mereka, dan tiga penumpang lainnya, Dennis Dutton, anaknya Jack, serta Craig Wadsworth. Identitas korban dikonfirmasi oleh keluarga dan pernyataan pejabat setempat.
Dalam pernyataan penuh emosi, Cathy Grossu mengatakan pesan itu adalah komunikasi terakhirnya dengan putrinya, Cristina. “Dia mengirimi saya pesan dari pesawat dan berkata, ‘We’re in trouble.’ Dan itu saja,” ucapnya sambil menangis. Ia menggambarkan kehilangan itu sebagai pengalaman yang sangat sulit untuk ditanggung. Demikian dilansir dari People, Jumat (19/12/2025).
Ibunya juga mengenang bagaimana hari sebelum tragedi, Cristina sibuk mempersiapkan surat-surat Santa bagi keluarga prasejahtera yang membutuhkan, menunjukkan karakter dermawan yang dimilikinya hingga hari-hari terakhirnya.
Keluarga dan sahabat menggambarkan pasangan Biffle serta anak-anak mereka sebagai pribadi yang penuh semangat dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Seorang teman dekat Cristina,Erica Zangwill, mengatakan kepada media, semasa hidupnya, Cristina memiliki hati yang besar dan selalu mendahulukan kebutuhan orang lain.
Anggota Kongres AS,Richard Hudson, turut menyampaikan belasungkawa, menyebut Biffle dan keluarganya sebagai teman yang hidup dengan dedikasi untuk membantu orang lain dan bahwa Biffle akan dikenang bukan hanya karena prestasinya di lintasan balap, tetapi juga karena pelayanan dan kebaikannya kepada sesama.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam investigasi oleh otoritas penerbangan AS, sementara keluarga korban merilis pernyataan bersama yang menyatakan duka mendalam atas kehilangan mereka. (*)
Masyarakat Kampung Baru saat bergotong royong memasak Bubur Lambok atau Bubur Asyura. F. Istimewa.
batampos – Warga Kabupaten Lingga memiliki cara unik dalam memperingati momen 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Secara turun-temurun, mereka menjaga tradisi memasak Bubur Asyura, yang lebih akrab dikenal oleh penduduk lokal sebagai Bubur Lambok.
Bubur Lambok bukan sekadar hidangan biasa. Makanan tradisional berbahan dasar sagu mutiara yang dicampur aneka sayuran, rempah-rempah, hingga seafood ini menjadi menu utama dalam setiap perayaan Hari Asyura di Bunda Tanah Melayu.
Uniknya, proses pembuatan Bubur Lambok dilakukan secara komunal. Warga biasanya berkumpul di musala, surau, maupun masjid untuk memasak dalam porsi besar.
Saparida, salah seorang warga Dabo Singkep, menceritakan bahwa kekompakan warga sudah terlihat sejak pagi hari. Para jemaah bahu-membahu menyiapkan bahan hingga mengaduk bubur di dalam kuali besar.
”Biasanya sebelum malam tanggal 10 Muharram, kami sudah bergotong royong memasak bubur lambok di masjid atau musala masing-masing,” kata Saparida kepada awak media, Jumat (19/12).
Setelah proses memasak yang memakan waktu cukup lama selesai, bubur tersebut tidak langsung disantap. Hidangan ini baru akan disajikan pada malam hari untuk dinikmati bersama-sama.
”Jadi bubur yang dimasak pagi hingga siang itu dihidangkan malam hari. Kita makan bersama setelah pembacaan doa,” jelasnya.
Lebih dari sekadar pengganjal perut, Bubur Lambok sarat akan makna filosofis. Saparida menyebut kuliner ini adalah simbol rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus harapan akan keselamatan dan kesejahteraan di tahun yang baru.
Menariknya, Bubur Lambok kini tidak hanya muncul saat 10 Muharram saja. Hidangan kaya rempah ini mulai sering dijumpai dalam menu berbuka puasa, acara hajatan, hingga berbagai event wisata di Kabupaten Lingga.
Sejarah mencatat, tradisi ini telah ada sejak zaman Kerajaan Lingga. Karena nilai historis dan keunikannya, Bubur Lambok telah diakui secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. (*)
Pesilat muda menunjukkan kebolehannya dalam Turnamen Pencak Silat Teluk Sasah Cup Ke-6 di Taman Kota Seri Kuala Lobam di Jumat (19/12) sore. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Sebanyak 350 pesilat dari 14 perguruan silat di Kabupaten Bintan berkumpul untuk memperebutkan gelar juara dalam Turnamen Pencak Silat Teluk Sasah Cup ke-6. Ajang bergengsi ini menjadi kawah candradimuka bagi atlet muda Bintan sebelum terjun ke level provinsi.
Kompetisi ini dipusatkan di Taman Kota Seri Kuala Lobam, Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, dan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Desember 2025.
Ketua Panitia Pelaksana, Yuwono, mengungkapkan bahwa turnamen tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari skema besar pembinaan atlet. Fokus utamanya adalah menjaring bibit atlet untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
”Ini sudah tahun keenam digelar. Kami jadikan ajang seleksi bagi para pesilat muda, sehingga nantinya mereka bisa menjadi atlet binaan yang siap bertarung di Popda dan Porprov,” kata Yuwono, Jumat (19/12).
Selain prestasi, Yuwono menekankan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa. Menurutnya, olahraga beladiri asli Indonesia ini efektif untuk membentengi generasi muda dari pengaruh budaya asing yang bersifat negatif.
Senada dengan hal tersebut, Ketua IPSI Bintan, Kuswanto, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan turnamen ini, termasuk dukungan dari Pemerintah Desa Teluk Sasah. Ia memandang turnamen ini sebagai modal krusial menyongsong ajang olahraga di tahun 2026.
”Kemarin kita berhasil menyumbang 6 medali emas. Tahun depan (2026), target kita minimal 10 medali emas untuk Bintan,” tegas Kuswanto optimistis.
Kadispora Bintan, Alfeni Harmi, yang turut hadir menyebutkan bahwa tahun 2026 akan menjadi tantangan besar dengan adanya Popda di Karimun dan Porprov di Tanjungpinang. Teluk Sasah Cup pun dianggap sebagai ajang pemanasan yang ideal.
”Kami tidak meragukan pencak silat Bintan. Catatan kami menunjukkan perolehan medali emas Bintan selalu disumbang oleh cabor ini. Pencak silat adalah cabor unggulan kami,” tutur Alfeni. (*)
Bupati Anambas, Aneng (paling kanan) berdiskusi dengan masyarakat untuk mengajak menjaga kondusifitas daerah jelang Natal. F. Syamsir untuk Batam Pos.
batampos – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas daerah menjelang perayaan Natal pada 25 Desember mendatang. Ia berharap suasana aman dan damai tetap terjaga agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman.
Menurut Aneng, perayaan Natal tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat Kepulauan Anambas. Karena itu, seluruh warga diminta saling menghormati serta menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Aneng.
Aneng menilai peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan maupun potensi konflik sosial.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.
“Informasi yang tidak benar bisa cepat menyebar dan menimbulkan keresahan. Masyarakat harus bijak menyikapinya,” katanya.
Selain itu, Aneng menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Anambas. Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan budaya justru menjadi kekuatan yang harus dirawat bersama.
Selama ini, Kepulauan Anambas dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati menjadi modal utama dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis.
Aneng juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat, untuk terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan. Dengan komunikasi yang baik, potensi gesekan di tengah masyarakat dinilai dapat diminimalisir.
Di sisi lain, ia mengapresiasi peran aparat keamanan yang terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Sinergi ini penting agar perayaan Natal dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Aneng berharap masyarakat turut menjaga lingkungan masing-masing dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Upaya tersebut dinilai efektif untuk mencegah gangguan keamanan sejak dini.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan persatuan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Tanpa kondisi yang kondusif, roda pemerintahan dan aktivitas masyarakat tidak akan berjalan optimal.
“Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Anambas tetap aman dan damai menjelang Natal,” tegas Aneng.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan agar perayaan Natal di Kepulauan Anambas dapat berlangsung penuh sukacita. (*/adv)
Warga saat mengurus surat-surat kendaraan di Samsat Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Proses pengurusan STNK baru di Samsat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) sempat dikeluhkan sejumlah warga. Keluhan muncul akibat lamanya penerbitan STNK yang telah diurus sebelumnya.
Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi mengakui adanya keterlambatan penerbitan STNK tersebut. Ia menjelaskan, kendala utama disebabkan minimnya stok material kertas atau blangko STNK.
“Kondisi itu karena materialnya. Jadi ada keterlambatan karena menunggu kiriman dari pusat,” kata Hamam, Jumat (29/12).
Hamam menegaskan, blangko STNK dikirim langsung dari Mabes Polri, sehingga keterlambatan bukan disebabkan buruknya pelayanan di Samsat Tanjungpinang.
“Material STNK itu dikirim dari pusat, dari Korlantas Mabes Polri. Jadi bukan karena pelayanan di daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Hamam memastikan bahwa stok blangko STNK saat ini sudah tersedia. STNK yang sebelumnya tertunda, kata dia, kini telah mulai diterbitkan.
“Sekarang materialnya sudah ada dan tidak ada masalah lagi. STNK yang tertunda sudah diterbitkan. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Sebelumnya, keluhan disampaikan seorang warga Tanjungpinang berinisial NL. Ia mengaku telah menunggu penerbitan STNK selama hampir satu bulan.
NL mengatakan awalnya hendak membayar pajak kendaraan yang telah mati. Namun, karena STNK miliknya hilang, ia harus mengurus surat kehilangan dan mengikuti seluruh prosedur yang diminta.
“Saya sudah urus surat kehilangan, sudah bayar pajak, tapi STNK-nya belum juga terbit sampai sekarang,” kata NL, Senin (8/12).
Dengan tersedianya kembali blangko STNK, pihak kepolisian berharap proses administrasi kendaraan di Samsat Tanjungpinang dapat kembali berjalan normal dan tidak lagi menimbulkan keluhan dari masyarakat.(*)