batampos – Amerika Serikat (AS) unjuk kekuatan dengan mengadakan latihan militer di Laut Tiongkok Selatan. Dalam latihan itu, AS mengerahkan kapal induk Nimitz dengan lusinan jet atau pesawat tempur dan helikopter di dalamnya.

Helikopter MH-60 Seahawk dan jet F/A-18 Hornet yang membawa tanda panggilan pilot seperti “Fozzie Bear”, “Pig Sweat” dan “Bongoo” mengeluarkan bunyi yang memekakkan telinga saat mereka mendarat di landasan di Nimitz.
Militer AS memasuki kawasan perairan yang paling diributkan abad ini, khususnya oleh Tiongkok, sejak dua minggu lalu.
Komandan pasukan, Laksamana Muda Christopher Sweeney menyebutkan, kegiatan yang disebutnya sebagai bagian dari tur ini merupakan komitmen dari AS dalam hal menegakkan kebebasan perlintasan di perairan dan wilayah udara di wilayah vital bagi perdagangan global.
“Kami akan berlayar, terbang, dan beroperasi di mana pun norma dan aturan internasional mengizinkan. Kami melakukannya dengan aman, dan sangat tegas untuk itu,” ujar Sweeney seperti dilansir dari Reuters, Jumat (27/1/2023) waktu setempat.
Dia menyebutkan, tidak ada unsur politik dalam kegiatan ini. “Ini benar-benar hanya tentang operasi berlayar. Secara jelas. Diketahui oleh sekutu dan mitra kami di ini. Kami memastikan keamanan mereka dalam jalur perlintasan dan perdagangan global di wilayah Indo-Pasifik ini,” jelasnya.
Jalur ekonomi dan perdagangan Laut Tiongkok Selatan menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 3,4 triliun dolar AS. Kehadiran AS dalam tur militer di kawasan ini, disambut baik para sekutu seperti Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Australia.
Tiongkok, sebagai rival abadi, marah akan hal ini dan menuduh AS sebagai provokator di ‘halaman belakang’ rumahnya.
Akhir-akhir ini, aktivitas latihan militer di Laut Tiongkok Selatan semakin tegang. Beijing rutin berlatih di sana dengan tujuan mempertahankan dan melindungi para nelayan di wilayah perairan mereka. Namun, latihan itu menjadi sumber ketegangan bagi negara-negara di sekitarnya.
Latihan AS kali ini meluncurkan Grup 11 Nimitz, yang terdiri dari kapal penjelajah berpeluru kendali Bunker Hill dan kapal perusak berpeluru kendali Decatur yakni Wayne E. Meyer dan Chung-Hoon.
Sebelumnya, Chung-Hoon berlayar melalui Selat Taiwan pada 5 Januari 2023 lalu. Kegiatan ini membuat Tiongkok kesal dengan menuduh AS berada di kubu Taiwan.
Misi ‘unjuk kekuatan’ AS itu terjadi dua minggu setelah jet tempur Angkatan Laut Tiongkok J-11, membunyikan alarm ketika terbang dalam jarak 3 meter dari pesawat Angkatan Udara AS di atas Laut Tiongkok Selatan.
“Adalah sangat penting mengikuti aturan internasional. Kehadiran kami di Laut Tiongkok Selatan merupakan komitmen kepada sekutu regional kami atas hal ini. Kami tiba, dan beroperasi di perairan yang sama dengan Angkatan Laut dari Tiongkok, Singapura, bahkan Filippina. Kami bekerja aman dan profesional,” ungkap Sweeney. (*)
Reporter: Chahaya Simanjuntak









