Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, bergabung dengan PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Kepri. Foto: Azis Maulana/Batam Pos
batampos – Nama eks Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, muncul dalam bursa bakal calon Wali Kota Batam 2024 mendatang.
Dukungan untuk Buralimar pun kian kencang pasca keputusannya bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Meskipun tergolong kader baru, namun figurnya tetap diperhitungkan. Sebab, Buralimar juga sering turun ke masyarakat saat menjabat sebagai Kapala Dinas Pariwisata Kepri.
“Saat ini sebagai petugas partai, hanya mengiikuti arahan partai saja. Saya menghormati apapun keputusan pimpinan partai kedepan,” ujar Buralimar, Rabu (1/2/2023).
Buralimar percaya, PDIP telah membuat perhitungan yang matang dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti.
Ia menambahkan termasuk saat Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo, memintanya untuk bertarung sebagai calon legislatif daerah pemilihan (dapil) Sekupang dan Belakang Padang.
“Yang jelas, kita siap untuk mengikuti arahan partai. Termasuk untuk bersiap dalam Pileg ataupun Pilwako jika diamanatkan,” pungkasnya.
Sejauh ini, isu jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam 2024 dilaksanakan memang sedang panas.
Ada beberapa nama yang kerap dirumorkan bakal maju sebagai calon. Beberapa di antaranya adalah Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina Rudi, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Anggota DPRD Provinsi Kepri, Sirajuddin Nur, dan sejumlah tokoh lainnya. (*)
Ganda putra Indonesia Leo/Daniels. (F. Jawapos.com)
batampos – Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melewati babak pertama Thailand Masters 2023 dengan susah payah. Mereka dipaksa bermain tiga gim oleh musuh mereka, Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard (Denmark) sebelum akhirnya memastikan kemenangan untuk melaju ke babak kedua, Rabu (1/2).
Bertarung selama 58 menit, The Babies akhirnya keluar sebagai pemenang usai mengalahkan pasangan Denmark tersebut dengan skor 21-11, 18-21, dan 21-19.
Mengomentari laga tersebut, Leo/Daniel mengakui bahwa fisik mereka saat ini memang masih lelah setelah menjadi juara di Indonesia Masters 2023 akhir pekan lalu.
“Kondisi fisik kami memang ada pengaruhnya setelah tampil di final Indonesia Masters. Makanya, sampai bertanding rubber game,” ujar Daniel.
Meski demikian, Daniel melanjutkan, hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk mereka kalah. Dengan tenaga yang ada, mereka pun tetap berjuang untuk bisa melangkah lebih jauh di Thailand Masters 2023.
“Bagaimana lagi? Kami harus bisa mengatasi kondisi lelah karena harus bertanding di empat turnamen secara terus menerus,” lanjutnya.
“Di gim pertama, strategi kami berjalan baik. Kami lebih banyak main no lob (tidak memberikan bola-bola tingg, Red). Namun di gim kedua, saya dan Leo banyak melakukan kesalahan sendiri,” sambungnya.
Di gim ketiga meski sempat ketinggalan, lanjut Daniel, mereka terus berusaha untuk mendapatkan poin. “Kami pantang menyerah dan berusaha terus hingga akhirnya bisa mengejar dan menang,” katanya lagi.
The Babies akan menghadapi pasangan Taiwan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan di babak kedua. Keduanya mengaku akan bermain lebih menyerang. (*)
Imam mengaku setelah penertiban nanti, pihaknya akan rutin melakukan pengawasan ke kawasan tersebut. Sehingga, para PSK tidak kembali ke lokasi.
“Harapan kita mereka tidak balik lagi,” paparnya.
Sekretaris Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Leo Putra, mengatakan untuk memberantas lokalisasi dan mencegah kembalinya para PSK tersebut dibutuhkan peran seluruh lapisan. Seperti dari kecamatan, perangkat RT/RW, serta masyarakat.
“Setelah ditertibkan, harus ada perhatian juga dari kecamatan, RT/RW. Jangan tunggu penertiban, kan bisa dicegah,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aktivitas PSK di lokalisasi belakang BCA meresahkan masyarakat khususnya warga sekitar. Warga mengeluhkan karena para PSK sudsh terlihat sejak sore hari.(*)
Rony Agustinus (kanan) didampingi Sung Ji-hyun menyambut An Se-young yang baru saja memenangi tunggal putri Indonesia Masters 2023 di Istora Senayan, Jakarta (22/1). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
Fokus Rony Agustinus di Korsel adalah menjaga An Se-young yang performanya tengah prima agar tak diganggu cedera kambuhan dan menaikkan peringkat pemain putra. Banyak tanya kanan-kiri sebelum memutuskan menerima tawaran melatih di Negeri Ginseng.
RIZKY AHMAD FAUZI, Jakarta
TIGA turnamen pembuka tahun, tiga kali final. Dua di antaranya berhasil dia menangi, termasuk Indonesia Masters 2023 dengan mengalahkan juara tunggal putri Olimpiade 2016 Carolina Marin.
Tapi, An Se-young, si ”bocah ajaib” dari Korea Selatan (Korsel), tak mau buru-buru bicara soal Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. Padahal, dengan performanya sekarang, ditambah usia yang baru 21 tahun pada 5 Februari mendatang, peringkat kedua dunia itu jelas termasuk kandidat kuat merebut emas.
”Saya sering dikasih tahu pelatih untuk tidak melihat yang jauh. Step-by-step saja,” kata An setelah mengalahkan Marin di final pada Minggu (22/1) lalu di Istora Senayan, Jakarta.
Pelatih yang dia maksud adalah Rony Agustinus, personel tim Piala Thomas Indonesia yang menjuarai ”Piala Dunia”-nya badminton itu pada edisi 2002. Peraih perunggu tunggal putra kejuaraan dunia junior 1996 itu dipercaya menangani sektor tunggal putra dan putri Korsel sejak Juli 2022.
Untuk tunggal putri, Ronny dibantu Sung Ji-hyun. Sedangkan di tunggal putra, ada Jung Hoon-min yang membantu. Rony bekerja di bawah pelatih kepala tim badminton Korsel Kim Hak-kyun.
Kehadiran Sung dan Jung itulah yang membuat pelatih kelahiran 7 Oktober 1978 tersebut tidak mengalami kendala bahasa saat berinteraksi dengan anak buahnya. ”Komunikasi dengan bahasa Inggris. Ya, dicampur dengan Korea sangat sedikit. Kebetulan pelatih yang lain bisa bantu untuk translate ke pemain,” ujarnya kepada Jawa Pos yang menemuinya di sela perhelatan Indonesia Masters.
Sebelum akhirnya setuju melatih tim tunggal Korea, Rony banyak bertanya kanan-kiri. Termasuk dari para seniornya, di antaranya Agus Dwi Santoso yang juga pernah menangani tim Negeri Ginseng tersebut.
Melatih tim Korsel menambah panjang karier kepelatihannya. Finalis tunggal putra Kejuaraan Asia 2000 setelah dikalahkan Taufik Gidayat itu di antaranya pernah menjadi pelatih di Suryanaga Gudang Garam Club Surabaya (2007–2008) dan Ratih Badminton Club Tangerang (2008–2009). Juga di Pelantas PBSI Cipayung (2009–2012), Badminton Association of Malaysia (2013–2018), serta Vietnam Badminton Federation (2019–2020).
Buah polesan Rony di Korsel bisa dilihat pada kiprah prima An Se-young di awal tahun ini. Di awal tahun ini, hanya sekali dia kalah di final, yakni di Malaysia Open oleh Akane Yamaguchi. Di dua turnamen berikutnya, gelar dia kantongi dengan membalas kekalahan dari Akane (India Open) dan menundukkan Marin (Indonesia Masters).
Rony menilai performa anak didiknya tersebut sejauh ini sudah bagus. Hanya, dia menilai ini baru awal. ”Belum ketemu pemain level lainnya juga ya. Setiap turnamen agak beda-beda tekanannya. Jadi, ini awal tahun yang bagus lah bagi An Se-young supaya lebih konfiden menghadapi turnamen besar lagi,” bebernya.
Rony memang harus sepintar mungkin menjaga An. Sebab, pemain yang kerap mengenakan bandana saat tampil itu kerap mengalami cedera kambuhan di bagian pergelangan kaki. Itulah yang membuat dia absen di beberapa turnamen besar tahun lalu.
Salah satu cara yang dilakukan Rony adalah menata pola latihannya. ”Kemudian, untuk program turnamennya apa saja yang diikuti. Lalu, balik program recovery dan fisionya kami perhatikan agar performanya di turnamen bisa lebih baik atau maksimal,” ujarnya.
Apalagi, Rony menilai tahun ini sangat banyak agenda yang bakal diikuti. Mulai rangkaian race to Olympic hingga ajang multicabor seperti Asian Games.
Namun, personel tim beregu Indonesia di Asian Games 2002 itu tak mau membebani An dengan target tinggi tersebut. ”Karena kan satu, dia juga masih muda. Butuh proses, tidak semudah itu untuk mendapat emas Olimpiade yang merupakan turnamen besar,” ujarnya.
An juga mengakui harus berhati-hati dengan cederanya. Tapi, dia merasa diuntungkan karena masih muda. Jadi, bisa lebih cepat untuk pemulihan.
”Setelah ini mau istirahat full. Makan, tidur, dan nonton,” ungkap An tentang yang akan dilakukan setelah menjuarai Indonesia Masters.
Selain menjaga An Se-young, Rony bertanggung jawab menaikkan performa tunggal putra. Ya, setelah Son Wan-ho, belum ada lagi pemain tunggal Korea yang berada di level elite. Saat ini pemain yang memiliki ranking tertinggi adalah Heo Kwang-hee (37) dan Jeon Hyeok-jin (65).
”Untuk tunggal putranya kan mungkin secara ranking agak jauh. Jadi, belum bisa ikut yang super 1000, 750, atau 500. Harus cari level 300 atau di bawahnya,” tuturnya.
Karena itu, untuk tunggal putra Korsel, target terdekat adalah menaikkan peringkat. ”Cuma, ya tidak semudah itu karena turnamennya padat sekali dan tidak mungkin mengikuti semuanya. Mungkin level 300 dan 100 dulu, step-by-step,” ujarnya.
Untuk bisa menembus Olimpiade, tunggal putra Korsel jelas harus bekerja ekstrakeras mulai level bawah. Tapi, Rony punya pengalaman tentang menciptakan kejutan yang bisa diceritakan untuk memotivasi anak buahnya.
Pada 2001, berstatus non unggulan, dia melaju sampai ke final Malaysia Open. Sepanjang jalan menuju babak akhir, dia menundukkan juara All England Pullela Gopichand, rekan senegaranya yang lebih diunggulkan, Hendrawan, juara dunia Park Tae-tsang, dan andalan Tiongkok Chen Hong. Meski di final dia harus menyerah di tangan pemain tuan rumah Ong Ewe-hock.
Itu untuk tunggal putra. Kalau untuk An Se-young di tunggal putri, pertanyaannya ya tinggal: bisakah dia menghindari cedera agar bisa merebut emas di Paris? (*)
batampos – Pelayaran kapal-kapal dari Pelabuhan Telagapunggur ke beberapa daerah sudah kembali normal kembali. Sementara pelayaran ke beberapa daerah terjauh dan terdampak gelombang tinggi sudah akan kembali dijajaki.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Telagapunggur, Komaruddin. Ia mengatakan, untuk rute Batam ke Anambas, Jumat (3/2) akan kembali berlayar.
“Kata pihak Anambas, gelombang sudah kembali teduh,” kata Komaruddin, Rabu (1/2).
Sebab, kata Komaruddin dalam beberapa hari cuaca buruk, kapal-kapal terpaksa masuk ke jalur dalam. Menyisiri pulau-pulau yang ada di perairan Bintan dan Batam.
Komaruddin mengatakan, bahwa jalur luar sebenarnya masih aman untuk dijalani. Namun, jalur tersebut dapat membuat para penumpang khawatir.
“Sebenarnya aman, tapi demi pelayanan. Kami mengambil jalur dalam saja, demi kenyamanan,” tuturnya.
Komaruddin mengatakan sejauh ini, tidak insiden. Ia berharap ke depan terus begitu.
“Semoga cuaca teduh terus, sehingga pelayaran bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Namun, jika cuaca kembali memburuk, tentunya Syahbandar Telagapunggur bersiap-siap menghentikan pelayaran. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG. Agar bisa memantau cuaca,” ucapnya.
Meskipun cuaca buruk, Komaruddin mengatakan lalu lalang penumpang tidak menurun. Seharinya, ada sekitar seribuan orang yang lalu lalang di Pelabuhan Telagapunggur. (*)
Ilustrasi. Salah seorang pedagang mengangkat cabai merah keriting. Rencana pasokan cabai dan telur langsung ke 57 pasar tradisional di Batam ditunda.karena kerjasama dengan daerah penghasil belum berjalan. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menunda rencana pendistribusian langsung cabai dan telur ke 57 pasar tradisional di Batam dikarenakan kerjasama dengan beberapa daerah penghasil cabai seperti Lombok dan Mataram, belum resmi dilakukan.
Dimana yang awalnya, tujuan pasokan cabai dan telur langsung ke pasar untuk menyamakan harga-harga telur dan cabai di pasaran.
Sebab, sampai saat ini, harga telur dan cabai kerap dimainkan para pedagang dan jauh berbeda dengan pasar induk. Alasannya biaya transportasi dan waktu untuk mengambil pasokan cabai.
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihaknya sudah berencana untuk datang langsung ke daerah penghasil. Bahkan informasi kerjasama telah disambut oleh pemerintah dari daerah penghasil.
“Sudah ada rencana akhir bulan kemarin (Januari, red), tapi karena curah hujan tinggi, kami tunda, ” kata Gustian.
Dikatakan Gustian, pihaknya akan kembali merencanakan untuk ke daerah tersebut apabila curah hujan tidak tinggi. Sebab hal itu juga akan berpengaruh terhadap harga cabai di pasaran.
Sebab selama ini, para pedagang masih suka-suka menaikan harga cabai, yang jauh berbeda dari harga distributor.
“Perbedaan harga di pasar pagi dengan pasal lainnya itu cukup mencolok. Jadi kalau diantar langsung oleh distributor ke pasar, tak ada alasan lagi untuk menaikan harga,” jelas Gustian.(*)
batampos – Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim menegaskan bahwa ada empat amanat dari Presiden RI Joko Widodo yang harus diterapkan untuk memperbaiki pelayanan imigrasi di Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara, Rabu (1/2).
Yang pertama adalah pelayanan yang cepat dan bersih. “Apa pun sekarang cepat. Hal-hal yang membuat (pelayanan, Red) lama, gugurkan,” ujar Silmy dalam keterangan yang diterima.
Silmy melanjutkan, layanan yang cepat juga berhubungan dengan amanat kedua, yaitu digitalisasi di mana proses akan di-online-kan cepat atau lambat. Terkait hal tersebut, Silmy berpesan bahwa kebiasaan pengawasan yang dilakukan harus didorong agar tidak kaget dengan perubahan yang ada.
“Ketika kita mempermudah proses, artinya pengawasan dan intelijen harus didorong untuk antisipasi,” ucap Silmy.
Amanat ketiga adalah terkait review struktur organisasi, SOP, serta proses bisnis di internal organisasi.
Silmy berpesan kepada para jajarannya untuk fokus pada birokrasi yang mempermudah dan mempercepat. “Jangan menghambat atau membuat sulit pemohon,” tegasnya.
Amanat terakhir berkaitan dengan penerbitan visa yang menarik pelintas yang berkualitas atau yang disebut dengan Golden Visa.
“Imigrasi harus menjadi bagian yang membantu mendukung atau sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik,” pesannya.
Silmy juga memberikan masukan agar desain kantor baru bagi Kantor Imigrasi Jakarta Utara nantinya untuk memperhatikan layout disesuaikan karekteristik lingkungan dan pemohon di wilayah Jakarta Utara.
“Yang paling mengerti kondisi adalah yang di lapangan, jadi harus proaktif untuk mendengarkan” tutup Silmy. (*)
Para orang tua menjemput anaknya yang pulang sekolah
batampos- Melihat perkembangan terkini di sosial media, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Karimun menghimbau kepada sekolah untuk mengawasi anak didiknya. Baik pada saat jam istirahat, juga ketika pulang sekolah.
”Kita imbau ini untuk antisipasi agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, di grup-grup WA dan sosial media lainnya marak berita tentang penculikan anak. Untuk itu, kita menghimbau kepada pihak sekolah, khususnya TK dan SD agar meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kepala Dikbud Kabupaten Karimun, Sugianto, Rabu (1/2).
Apalagi, katanya, di setiap sekolah ada penjaga sekolahnya. Sehingga, bisa membantu mengawasi anak-anak pada saat sedang jam istirahat dan pulang sekolah. Pastikan pagar sekolah selalu ditutup. Jika ada tamu yang berkunjung harus ditanyakan kejelasannya.
”Pada saat anak-anak pulang sekolah, pastikan juga bahwa kalau yang biasa dijemput orang tua sudah datang menjemput baru diizinkan pulang. Jika tidak, maka tunggu sampai orang tua anak datang baru diizinkan keluar dari wilayah sekolah,” paparnya.
Memang, laniut Sugianto, di Kabupaten Karimun belum ada laporan kasus penculikan anak. Dan dia berharap jangan sampai terjadi. Untuk itu, Dikbud perlu memberikan himbauan sejak dini. Sehingga, bisa terhindar dari kejadian yang tidak dikehendaki.
”Orang tua siswa juga harus ikut waspada. Artinya, jika memang tidak bisa menjemput anaknya pulang dari sekolah dan ada orang lain yang akan menjemput bisa memberitahukan ke guru atau pihak sekolah. Sehingga, pesan ini bisa disampaikan ke anaknya yang ada di sekolah,” jelasnya. (*)
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. (Imam Husein/Jawa Pos)
batampos – Yang paling penting dalam bisnis agar bisa survive di tengah persaingan ketat, salah satunya adalah inovasi, strategi marketing hingga soal timing pembukaan bisnis.
Dengan hal tersebut, pasangan suami istri Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Gigi) sukses menjalankan sederet bisnis.
Terbaru, Gigi dan Raffi memekarkan sayap bisnis baru di bidang kuliner. Pasangan yang sudah dianugerahi 2 orang anak itu menyatakan, keseriusan mereka untuk menekuni usaha di bidang makanan. Alasan paling utamanya karena memang suka sekali dengan kuliner.
Nagita Slavina mengatakan, faktor kesukaan menjadi sangat penting di dunia bisnis. Dengan demikian, bisa mengoptimalkan bisnis dengan memberikan yang terbaik tanpa merasa terbebani.
“Alhamdulillah kita selalu cari bisnis apa yang kita suka. Kalau kita suka bisa lebih nguliknya, lebih pengin tahunya, lebih segala-galanya,” ujar Nagita Slavina di bilangan SCBD Sudirman Jakarta Selatan, Rabu (1/2).
Gigi memilih berbisnis bersama sejumlah partner bisnis di bidang kuliner juga sesuai dengan RANS yang memiliki ciri khas atau segmentasi keluarga. Menurut Nagita, keluarga sangat erat sekali dengan makanan.
“Kalau keluarga apalagi kalau bukan makan-makan,” ujar ibunda Rafathar Malik Ahmad itu.
Gigi lebih lanjut mengatakan, bisnis-bisnis yang dikelola di bawah bendera RANS memiliki tantangannya masing-masing dan tidak bisa disamarata. Namun untuk bisa survive dengan persaingan bisnis yang cukup ketat, kualitas menjadi faktor utama.
“Yang paling penting inovasi, operasional, dan strategi marketing juga penting. Soal timing pembukaan bisnis juga penting,” jelasnya.
Sementara itu, Raffi Ahmad mengatakan, sejumlah bisnis makanan yang di-launching hari ini di bawah bendera RANS sudah mempertimbangkan sejumlah faktor. Terutama soal masa depan yang penuh dengan ketidakpastian di tengah adanya ancaman ekonomi di tahun ini.
“Pasti kita perhitungkan dengan baik. Kemarin kan ada Covid, apa yang kita kerjakan sekarang kita pikirkan baik buruknya. Apa pun kendalanya, ke depan kita sebisa mungkin hadapi tantangannya,” kata Raffi Ahmad.
(*)
Ilustrasi. Warga Tanjunguncang, Batuaji, mengrebek gudang yang diduga dijadikan tempat penampungan motor hasil curian beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Aksi kriminalitas berupa pencurian bermotor (Curanmor) marak terjadi di kawasan Bengkong. Hal ini terbukti dari hasil pengungkapan polisi dalam sepekan belakangan.
Dalam sepekan belakangan, Polsek Bengkong mengungkap 3 kasus pencurian motor. Bahkan, satu diantara motor curian tersebut hendak dijual ke pulau luar Batam.
Kapolsek Bengkong, Iptu Muhammad Rizqy Saputra, mengatakan, untuk mengantisipasi maraknya kasus curanmor ini, pihaknya melakukan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan ke masyarakat.
Sedangkan imbauan tulisan, Polsek Bengkong memasang spanduk di beberapa lokasi yang dianggap rawan pencurian motor. Seperti perumahan, pertokoan, dan pasar.
“Untuk spanduk kita pasang di lokasi rawan,” ungkapnya.
Maraknya kasus curanmor ini juga menjadi keluhan bagi warga Bengkong. Warga meminta polisi untuk meningkatkan patroli agar mengantisipasi pencurian.
Sebelumnya, Jajaran Polsek Bengkong berhasil mengamankan motor curian di Pelabuhan Roro Punggur, Nongsa. Motor tersebut diduga akan dijual ke pulau luar Batam.
Motor Honda Beat BP 2431 UO milik Dedi hilang digasak maling saat diparkirkan di depan kosannya di kawasan Telaga Indah, Bengkong Sadai.
Kemudian polisi menangkap Galang Nurhuda, warga Bengkong Laut di kawasan SP Plaza, Batuaji, Jumat (27/1) malam. Pria 18 tahun ini diciduk usai mencuri motor tetangganya.(*)