Kapolsek Sekupang Kompol Z.A. Christopher Tamba (tengah) saat kegiatan Jumat Kamtibmas yang diselenggarakan Polsek Sekupang di Ruko Kurina Mas Maju Seiharapan, Jumat (24/2).
batampos – Warga dan tokoh masyarakat di Sekupang meminta jajaran Polsek Sekupang meningkatkan patroli malam hari. Hal ini bertujuan guna menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Terkait persoalan keamanan dan ketertiban, perlu ditingkatkan patroli malam hari di seputaran Sei Harapan pak. Sebab, masih banyak anak-anak sekolah kumpul hingga larut malam,” ujar Lubis, warga Sekupang pada kegiatan Jumat Kamtibmas yang diselenggarakan Polsek Sekupang di Ruko Kurina Mas Maju Seiharapan, Jumat (24/2).
Lubis menerangkan, maraknya kenakalan remaja di malam hari harus menjadi perhatian serius semua pihak. Terlebih lagi masih banyak ditemukan remaja yang nongkrong sampai larut malam dan bahkan banyak dari mereka yang melakukan balap liar.
“Untuk itu perlu adanya peningkatan patroli ini pak, sehingga tak ada lagi anak-anak yang berkumpul hingga larut malam, ” tambah Lubis.
Selain kenalan remaja, warga lainnya Anton, meminta aparat Kepolisian mengatasi maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor. Patroli malam ini dinilai mampu meminimalisir tindak kejahatan ini curanmor. “Kami menanyakan pak agar patroli polisi ditingkatkan khususnya malam hari pak, ” katanya.
Sementara itu Kapolsek Sekupang Kompol Z.A. Christopher Tamba menerangkan, pihaknya akan gencar melakukan patroli malam demi menjawab keluhan warga. Selain itu dalam meminimalisir kejahatan dan kenakalan remaja ini, perlu adanya partisipasi aktif masyarakat melalui poskamling atau ronda malam tsehingga tidak ada lagi tempat dan kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
“Peran orangtua dan guru juga penting dalam meminimalisir kenakalan remaja, ” tuturnya.
Di depan para warga yang hadir Kapolsek Sekupang mengajak bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas tetap tercipta aman dan kondusif. Ia juga menjelaskan bahwa terkait perkembangan kasus kriminal pihak kepolisian Sekupang telah melakukan banyak pengungkapan kasus curanmor dan kasus lainnya. Mirisnya kebanyakan pelaku masih dibawah umur.
“Polsek Sekupang terus saling bersinergi antara aparat keamanan mengajak orang tua menjaga anak usia beranjak dewasa dan warga menjaga lingkungan masing masing, agar terwujud suasana aman dan nyaman,” ucap Kompol Tamba.
Dilanjutkan Kapolsek, kegiatan Jumat Kamtibmas bertujuan untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat sekaligus silaturahmi Kamtibmas dengan merangkul masyarakat agar bisa bekerjasama dalam menjaga situasi aman dan kondusif.
“Kami mengucapkan terimakasih atas kesedian Bapak dan Ibu semua, mau berbagi menyampaikan aspirasi kepada kami. Tentu aspirasi ini akan ditindaklanjuti dan sekaligus meminta semua pihak turut serta membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Sekupang,” pungkasnya. (*)
Ilustrasi: Max Verstappen melaju di depan mobil Mercedes yang dikendarai Lewis Hamilton. (AFP)
batampos – Max Verstappen mencatatkan waktu tercepat pada hari pertama tes pramusim Formula 1 Bahrain dan menikmati start mulus dari tim Red Bull yang melaju tanpa kendala hari itu.
Verstappen menjadi yang tercepat pada sesi pagi maupun sore di Sirkuit Sakhir, Kamis (23/2/2023) waktu setempat dengan catatan terbaiknya 1:32,837. Pembalap Aston Martin Fernando Alonso berada di peringkat dua, terpaut 0,029 detik, diikuti duet Ferrari Carlos Sainz dan Charles Leclerc.
Selain mencetak lap tercepat, Verstappen juga melahap jarak paling panjang hari itu dengan 150 putaran di saat Red Bull menjadi satu-satunya tim yang menghabiskan dua sesi tes hari itu untuk satu pembalap.
“Hari ini baik. Banyak lap, tentunya itu yang kami inginkan. Pada dasarnya hari yang mulus tanpa kendala,” kata Verstappen.
“Kami bisa benar-benar fokus dengan mobil ini, mencoba beberapa hal baru, untuk memahami ban baru dari tahun ini. Kami banyak menguji saat hari benar-benar panas, atau sedikit panas, dan pada sore hari juga, jadi ini hari yang cukup baik.”
Menyusul perombakan regulasi besar-besaran pada tahun lalu, sang pembalap Belanda mengatakan periode tes pramusim tahun ini, yang dibatasi hanya sebanyak tiga hari, terasa sedikit berbeda.
“Mobil ini sedikit evolusi dari tahun lalu. Saya rasa tahun lalu lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan mobil, benar-benar memahami apa yang harus Anda lakukan,” kata dia.
“Dengan seluruh pengetahuan dari tahun lalu, saya rasa ini awal yang jauh lebih mudah bagi semua orang untuk kembali ke sini.
“Senang melihat mobil baru ini, bagaimana dia berevolusi dari tahun lalu, bagaimana rasanya sedikit berbeda, dan juga karena ban baru ini.”
Meski demikian, Verstappen belum bisa menentukan apakah RB19 lebih baik dari pendahulunya. “Sulit untuk mengatakannya saat ini, tapi mobil ini berjalan baik, dan saya rasa itu yang terpenting,” kata dia.
Red Bull akan membagi sesi tes pada Jumat (24/2/2023) dengan menurunkan Sergio Perez pada pagi hari sebelum Verstappen melanjutkan program pengembangan pada sore hari.
Sementara itu, Mercedes mengakhiri hari pertama dengan kedua pembalapnya, yaitu Lewis Hamilton dan George Russell di peringkat keenam dan sembilan.
Mercedes, yang mengalami musim buruk pada 2022 ketika finis ketiga di klasemen konstruktor di belakang Red Bull dan Ferrari, akan berupaya bangkit untuk mengembalikan dominasi mereka di era mesin v6 turbo hybrid.
Hasil tes hari ini belum tentu menggambarkan peta kekuatan sebenarnya para kompetitor F1 musim ini. Mercedes belum benar-benar mengeluarkan potensi terbaiknya, demikian pula Ferrari.
Hari pertama tes lebih ke soal daya tahan mesin, bukan kecepatan murni mobil.
“Senang bisa kembali di balik kemudi di Bahrain. Ini sore yang baik dan dingin cuacanya, meskipun berangin,” kata Hamilton yang tahun lalu finis peringkat enam klasemen.
“Kami harus tetap mendorong, fokus dengan diri kami, dan tetap fokus. Sulit mengatakan di mana posisi kami sekarang, tapi kami akan mendapatkan perasaan yang lebih baik dalam beberapa hari mendatang.” (*)
batampos – Kerusuhan terjadi di Wamena, Papua pada Kamis (23/2) kemarin. Insiden yang berujung meninggalnya sepuluh orang tersebut, dipicu beredarnya hoaks atau informasi yang tidak benar tentang penculikan anak di bawah umur.
Untuk mengatasi kondisi agar kondusif, Kepolisian Daerah Papua mengirim satu kompi personel Brimob ke Wamena. Hal ini untuk membantu pemulihan keamanan di wilayah itu setelah terjadinya kerusuhan tersebut.
Ihwal adanya kejadian ini, menurut Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri, bermula dari beredarnya hoaks atau informasi yang tidak benar tentang penculikan anak di bawah umur.
Kasus tersebut kemudian direspon Kepolisian Resor Jayawijaya untuk menghentikan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga. Akan tetapi situasi yang terjadi malah berbalik.
“Insiden itu sebenarnya mau diselesaikan di Polres Jayawijaya, namun ada yang memprovokasi sehingga terjadi kericuhan,” kata Kapolda dikutip dari Antara, Jumat (24/2).
Dalam kerusuhan itu tercatat ada 10 orang meninggal dunia dan 41 orang mengalami luka-luka, termasuk 18 aparat keamanan, serta 15 bangunan dibakar massa.
“Saya turut berduka cita atas jatuhnya korban yang cukup banyak akibat kerusuhan di Wamena,” kata Irjen Fakhiri.
Kapolda Papua berharap insiden di Sinakma, Distrik Wamena, menjadi pembelajaran bagi masyarakat Papua agar tidak terjadi peristiwa yang sama pada masa mendatang.
“Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita. Dari laporan yang saya diterima, saat ini situasi di Wamena sudah terkendali dan berangsur-angsur kondusif. Forkopimda telah mengambil langkah bersama agar terciptanya situasi yang kondusif dan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat setempat,” kata Kapolda. (*)
batampos – “Kami datang tidak untuk menawarkan produk, kami datang untuk menawarkan solusi,” demikian dikemukakan oleh Reinhardt W. Lim, CEO Siamex Group dihadapan pengusaha Batam.
ki-ka: Reinhardt W. Lim, CEO Seamex Group; Nyoman Martha, Managing Director; Sudjarwo, Chief Finance Officer di King’s Hotel, Batam, Jumat (24/2/2023).
Siamex Group mengundang pengusaha Batam untuk hadir pada presentasi mereka di King’s Hotel, Jumat (24/2/2023). “Kami mengundang 60 pimpinan perusahaan,” terang Reinhardt sebelum acara mulai.
Pada pemaparannya Reinhardt, menawarkan solusi yang berhubungan dengan energi ramah lingkungan. Siamex bisa membantu perusahaan atau lembaga bisnis lainnya yang ingin memanfaatkan energi ramah lingkungan dalam menjalankan usahanya.
Reinhardt memaparkan pihaknya bisa membantu penggunaan solar panel sehingga selain ramah lingkungan juga dapat mengurangi biaya produksi sebuah lini bisnis.
“Banyak yang ingin menggunakan solar panel tetapi tidak paham solar panel mana yang tepat dan bagaimama menggunakannya,” ujarnya di hadapan hadirin.
Untuk usaha seperti ini, Reinhardt menuturkan Siamex pun menawarkan bantuan pendanaan. Bunga yang ditawarkan pun kompetitif.
Secara bisnis Siamex memang berkonsentrasi pada bisnis pemanfaatan energi terbarukan.
Untuk solar panel, Reinhardt mengaku pihaknya sedang menjajaki untuk mendirikan pabrik di Batam. Sudah ada pengusaha yang memiliki lahan di Batam. Mereka akan join. Reinhardt menambahkan, ia jatuh cinta kepada Batam sebab status Batam yang FTZ dan keamanan yang terjamin.
Reinhardt menambahkan pihaknya bisa memfasilitasi penghematan penggunaan energi listrik bagi industri. “Teknologi kami mampu menghemat biaya listrik hingga 30 persen,” imbuhnya.
Satu solusi teknologi yang Reinhardt tawarkan ialah jaringan komunikasi. Sebuah teknologi yang memungkinkan masih terkoneksi ke WiFi dalam jarak jauh. Saat ini jangkauan WiFi terbatas maksimal 20-an meter. Reinhardt menawarkan solusi komunikasi agar tetap terhubung ke WiFi dalam jarak yan lebih jauh. Bisa mencapai 10 kilometer. (*)
batampos – Warga Sagulung resah dengan keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang semakin banyak dari waktu ke waktu. Warga merasa terancam sebab ODGJ ini berkeliaran hingga ke pemukiman warga. Warga berharap agar ini ditindak lanjuti instansi pemerintah terkait demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Ini disampaikan masyarakat Sagulung saat menghadiri dialog Curhat Kamtibmas yang dilakukan Polsek Sagulung, Jumat (24/2). Warga berharap agar Polsek Sagulung berkoordinasi dengan Dinas Sosial kota Batam untuk menertibkan ODGJ yang masih berkeliaran di tengah masyarakat.
“Kadang di pasar itu masuk sampai ke toko-toko. Bukan saja pengunjung, pedagang juga merasa terancam. Di perumahan juga ada. Tolong ini diperhatikan biar tetap aman lingkungan kita ini,” ujar Ilham, warga Perumnas, Sagulung.
Para ODGJ ini juga kerap masuk ke lokasi permainan anak-anak, sehingga sangat mengkuatirkan. Perbuatan di luar nalar kewarasan seperti melempar batu dikuatirkan akan melukai anak-anak atau siapa saja yang ada di dekatnya.
“Kalau bisa dibawa ke lokasi penanganan ODGJ biar mereka juga diobati atau gimana lah. Kasian nanti warga yang tak tahu apa-apa jadi korban. Semoga ini ditindaklanjuti pak,” ujar Suhardi, warga lainnya.
Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra merespon keluhan masyarakat itu dengan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial kota Batam. Masyarakat yang menjumpai ODGJ yang memang mengancam keselamatan orang lain segera laporkan ke Polsek untuk diamankan sementara waktu.
“Kita akan respon. Kalau memang mengganggu kita amankan dulu nanti baru diserahkan ke Dinsos,” ujar Nyoman. (*)
batampos – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karimun, terus melakukan berbagai inovasi dalam rangka mengajak umat muslim untuk menunaikan zakat, infaq dan sadaqoh (ZIS) yang bisa dibayarkan di Baznas Karimun maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kecamatan.
” Tidak lama lagi kita akan menyambut bulan suci ramadan 1444 H, saya menghimbau kepada umat muslim segera menunaikan zakat,” pesannya, Kamis (23/2).
Ia mengungkapkan, selama tahun 2022, Baznas Karimun telah mengumpulkan dana umat sebesar Rp 2.734.648.349 dari target semua Rp3 miliar. Dan, tahun ini tidak jauh berbeda target yang telah ditetapkan oleh Baznas Pusat. Dengan demikian, pihaknya sangat optmis akan ada peningkatan pengumpulan zakat dari umat muslim yang ada di kabupaten Karimun.
” Alhamdulillah, walaupun tidak tercapai. Tapi, kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengumpulkan dana umat melalui Baznas Karimun,” ungkapnya.
Ia mengatakan, apabila dibandingkan pada tahun sebelumnya juga terjadi penurunan pengumpulan dana umat. Hal tersebut, bisa dipahami mengingat 2,5 tahun lalu terjadi pandemi Covid-19 yang berpengaruh terhadap pendapatan zakat oleh Baznas Karimun. Namun demikian, pihaknya tetap terus berusaha untuk mengajak umat muslim agar melaksanakan zakat, infaq dan sadakah (ZIS).
” Paling penting niat kita untuk melaksanakan ZIS. Bisa zakat mal, zakat profesi dan sebagainya. Agar, bisa kita membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu nantinya,” ungkapnya.
Adapun, pendistribusian dana umat tersebut penerimanya mulai dari bidang pendidikan ada 3,609 orang. Kemudian, bidang kesehatan 237 orang, bidang kemanusiaan 144 orang, bidang ekonomi 36 orang dan bidang dakwah-advokasi 776 orang.
” Kita himbau kepada umat muslim, agar segera tunaikan zakatnya. Dan, untuk pendistribusian dana umat Baznas Karimun menyerahkan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dimasing-masing masjid yang ada di Kabupaten Karimun,” tuturnya.(*)
MENGAPA sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan surga dibangun
berderet-deret di tempat nun jauh? Mengapa kita gemar bepergian seakan-akan
orang-orang di India lebih ramah daripada para tetangga? Mengapa sebagian kita
bermimpi dapat bepergian seakan-akan makanan (di) Jepang lebih lezat dari
masakan istri di rumah?
Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan udara di London
tidak terbuat dari oksigen yang kita hirup di kampung halaman? Mengapa sebagian
kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan keluarga tidak lagi memberi kita
kenyamanan? Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan Bukit
Sulap yang setia menyambut saban kita membuka jendela di pagi hari tidak berarti
apa-apa di hadapan gedung-gedung tinggi yang selalu gagal memeluk awan di langit
yang tak pernah biru di ibu kota?
Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan malam-malam di
Lubuklinggau yang temaram oleh lampu jalan yang kesulitan bersinar terang adalah
keasingan dibanding kafe-kafe di Paris yang selalu hibuk dan tak pernah mati hingga
dini hari? Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan tertawa
dengan latar Puncak Everest lebih menggembirakan daripada bermain harimau-
harimauan dengan anak-anak bakda magrib? Mengapa sebagian kita bermimpi
dapat bepergian seakan-akan matahari musim semi yang mengurapi Budapest lebih
ampuh menggemukkan pohon-pohon atau bahkan mematangkan durian di ladang
kita yang merimba?
Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-seakan menumpangi
pesawat memberikan peluang 98,7% keselamatan daripada mengendarai motor
butut ke balai desa? Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan
black coffee buatan barista lebih menyehatkan daripada kopi hitam seduhan
sendiri? Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan arah kiblat
masjid-masjid di ketinggian Hunza yang dingin lebih pas menembak Makkah
sedangkan masjid di kompleks perumahan sendiri kerap menghadap ke Islandia
pada hari Rabu atau melongok Peru pada hari Kamis atau ke Papua Nugini pada
Jumat siang?
Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian sekan-akan nasi lemak di
Malaysia terbuat dari beras yang dipanen tiap malam Lailatulqadar sementara nasi
gemuk di Lubuklinggau dipanen pada siang terik yang memanggang bagai neraka?
Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan studi banding ke
Korea kuasa mengubah kita menjadi Jenny Black Pink atau Lee Yong Dae begitu
pesawat mendapat di Cengkareng? Mengapa sebagian kita bermimpi dapat
bepergian seakan-akan menulis puisi di pelataran gereja di pulau yang dikelilingi
jernihnya air Danau Bled menjadikan kita lebih penyair daripada Sapardi Djoko
Damono?
Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan saus tomat di
Heerenven lebih segar dan pedas daripada sambal rumahan berbahan cabai rawit
dan tomat lokal yang dipetik dari batangnya yang ditanam di pekarangan belakang
rumah? Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-seakan
memandang orang multiras yang lalu-lalang di Charles Bridge Praha lebih
menenteramkan daripada mengkhidmati wajah anak-anak yang pulas usai
mendengarkan dongeng Batu Belah Batu Bertangkup dari mulut kita?
Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan semua racun yang
ditawarkan Instagram berubah menjadi vitamin begitu kita sukarela masuk
perangkapnya? Mengapa sebagian kita bermimpi dapat bepergian seakan-akan
menyiarkan keberadaan di tempat yang tak terengkuh membuat langkah makin
dekat dengan taman-Nya?
Sudah sejak lama, umat Islam siap mati membela Muhammad yang Mulia, tetapi
perikehidupan mereka justru jauh dari Al-Qur’an, sebagaimana penganut Kristen
yang makin waktu makin membuat jarak dengan teladan Kristus, sebagaimana
penganut Buddhisme yang melihat berderma tidak relevan dengan kebutuhan
zaman yang penuh perhitungan, sebagaimana Konghucu yang sudah lama berhasil
membuat konfusius pusing tujuh keliling.
Agama apa yang dipatuhi dengan saksama dan penuh penghayatan oleh umatnya?
Tidak lain, tidak bukan, the one and only: konsumerisme. Bahkan ketika orang-
orang yang memilih berhemat sebagai jalan hidup—sebagaimana Mark Boyle di
Inggris yang bereksperimen hidup setahun tanpa uang sebagai protes pada
kekuatan kapitalis yang mengguritai kehidupan—mereka harus terlebih dahulu
berkubang dalam dosa-dosa belanja dan pemborosan! Bahkan kebiasaan diet yang
populer dua dekade terakhir adalah keuntungan ganda bagi konsumerisme, sebab
penjualan sereal biasa dan sereal berkedok rendah kalori meningkatkan penjualan
cum pembelian.
Kita alpa bertanya, mengapa sosial media membuka pintu pada konten-konten
kebaikan, tetapi sengaja membuang anak kuncinya agar atraksi joget, lato-lato, dan
pertikaian Bunda Corla dan Nikita Mirzani memenuhi linimasa kita? Kita pura-pura
tidak membaca riwayat seorang pengusaha muda yang menjelma malaikat bagi
karyawannya begitu kamera menyala, kemudian mengisap darah karyawan-
karyawannya di grup WhatsApp kantor dengan memotong gaji mereka secara
sepihak? Kita sengaja menutup kepala atas pertanyaan: mengapa Danone merilis air
mineral kemasan ramah lingkungan sementara kemasan lama tetap dirilis?
Tidak apa-apa. Tidak salah. Tah jawabannya sudah menyala di mana-mana.
Dualisme di atas bukan wujud tanggung jawab moral mereka pada kemanusiaan,
melainkan bentuk kerakusan merek(a) pada kehidupan.
Suatu sore, seorang teman sudah wangi dengan setelan kemeja koko putih dan
sarung kotak-kotak yang licin purnasetrika. “Sudah mau ke masjid?” tanya saya
sembari menyengir. “Magrib masih 30-an lagi, lho,” kali ini saya tersenyum.
“Saya nyusul,” balas saya cepat. “Lagi pula, saya belum mandi.”
Dia mengangguk lalu mencangking kunci mobil.
“Lho?” saya mengerutkan kening. “Mau ke masjid di gerbang atau di tengah
kompleks, jalan kaki nggak sampe lima menit kan sampai. Ngapain pake …”
“Salatnya di Masjid Agung Kota, dong!” potongnya dengan air muka semringah-
pongah.
Saya mau bertanya lagi, tetapi saya tahu kalau itu adalah saatnya saya mengontrol
diri.
Mesin mobil menyala di parkiran. Klakson berbunyi dua kali. Pajero Sport-nya
meluncur. Sebatang tanya tumbuh, meliak-liuk hingga kepala saya pening
dibuatnya: membuat mengapa kita gemar salat di masjid yang lebih megah di luar
sana seakan-akan Tuhan tidak ada di rumah mungil-Nya di dekat rumah?
Denting notifikasi menggetarkan ponsel saya. Tagihan Spaylater belakangan ini
memang menyebalkan. (*)
Oleh: Benny Arnas Penulis dan pegiat literasi dari Lubuklinggau, Sumatra Selatan
FOTO BERSAMA: Tim Perkamusan Kantor Bahasa Provinsi Kepri foto bersama Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Drs. Azmi, dan staf, Lazuardi, Kamis (23/2).
batampos – Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan inventarisasi kosakata bahasa daerah di Kabupaten Lingga pada 20 s.d. 24 Februari 2023.
Kegiatan tahunan ini dilaksanakan untuk mengumpulkan kosakata bahasa daerah guna mendukung daya ungkap bahasa Indonesia. Di Lingga, Tim Perkamusan KBP Kepri mengambil data di Daik, Kudung, Nerekeh, dan Teluk Keriting.
Kosakata yang dikumpulkan berkaitan dengan kosakata bidang budaya, khususnya etnomedisin. Dalam pelaksanaannya, Tim Perkamusan KBP Kepri bekerja sama dengan dinas terkait, ahli kesehatan tradisional, pegiat budaya, dan masyarakat setempat. Luaran kegiatan ini akan dianalisis kembali untuk diusulkan ke Kamus Besar Bahasa Indonesia. (*)
Tersangka Mario Dandy Satrio alias MDS dihadirkan di depan awak media di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (22/2). (YOGI WAHYU PRIYONO/JAWAPOS)
batampos – Kecaman terhadap Mario Dendy Satriyo (MDS) terus mengalir. Tindakannya dianggap sangat sadis, apalagi setelah beredar video yang diduga diambil saat peristiwa terjadi.
Mario sendiri dalam kasus ini disangkakan Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan berat.
Pasal penganiayaan berat seperti yang disebutkan dalam Pasal 351 KUHP sendiri hanya mendapat ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Setinggi-tingginya adalah 7 tahun apabila korban sampai meninggal dunia.
Sementara itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Jakarta, Abdul Fickar Hadjar mengatakan, masih ada beberapa pasal lain yang bisa digunakan untuk memperberat hukuman Mario. Seperti pasal percobaan pembunuhan.
Pasal percobaan sebagaimana diatur dalam Pasal 53 dan 54 KUHP, di mana ancaman hukumannya yakni dikurangi satu pertiga dari ancaman pokok. Sebagai contoh, apabila hukuman pokok adalah pidana mati atau seumur hidup, maka hukuman percobaan bisa sampai 15 tahun penjara.
“Ya alternatif 338 atau 351 ayat (3) penganiayaan yang menyebabkan kematian,” kata Fickar saat dihubungi JawaPos.com (jaringan batampos.co.id), Jumat (24/2).
Pasal 338 KUHP membahas pidana pembunuhan. Pasal ini bisa dikenakan jika David selaku korban tidak terselamatkan.
Selain itu, status David sebagai anak di bawah umur juga bisa memperberat ancaman hukuman Mario. Hal itu diatur dalam Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 yang berbunyi; setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak.
Sebelumnya, viral di media sosial Twitter informasi tentang penganiayaan dan penculikan terhadap anak di bawah umur bernama David. Korban dikabarkan sampai koma usai dianiaya oleh pria berinisial MDS yang berstatus sebagai anak seorang pejabat eselon II di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.
Berdasarkan kabar yang beredar di media sosial, peristiwa bermula saat korban tengah bermain di rumah temannya pada 20 Februari 2023. Lalu mantan pacar David menghubungi, menanyakan lokasi korban dengan maksud hendak mengembalikan kartu pelajar.
David kemudian membagikan lokasi terkini. Lalu datang satu unit Jeep Rubicon warna hitam dengan plat nomor palsu. David langsung dibawa ke gang sepi. Di situ korban dipukul oleh MDS dan rekannya sampai terkapar.
Korban dilaporkan mengalami luka serius di area kepala. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Medika, dan kini dalam kondisi koma di ruang ICU. Pihak orang tua korban selanjutnya melaporkan kasus ini ke Polsek Pesanggrahan.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo melalui akun Twitter resminya mengaku akan mendalami informasi pelaku penganiayaan adalah salah satu anak dari pejabat eselon II Kemenkeu. Kementerian menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan.
“Tentu hal tersebut menjadi perhatian dan bahan pendalaman. Mengingat ini kasus pribadi, kami berupaya membedakan dengan institusi. Komitmen Kemenkeu jelas, senantiasa menjaga integritas dan profesionalitas,” kata Prastowo.
Sanksi pidana Pasal 76C dijelaskan dalam Pasal 80 Undang-Undang 35 tahun 2014 yang berbunyi;
(1) Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000. (2) Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000. (3) Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3.000.000.000. (4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.
Berikut bunyi Pasal 351 KUHP;
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. (3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan. (5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. (*)
Suasana Sosialisasi Pemilu Damai 2024 di Gereja Santo Petrus, Lubukbaja, Batam, Jumat (24/2/2023). F Panitia
Di Gereja Santa Petrus Lubukbaja
batampos – Sekitar 200 orang umat Katolik se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengikuti Sosialisasi Pemilu Damai 2024, 100 Persen WNI 100 Persen Katolik di Gereja Santo Petrus, Jalan Anggrek Blok II, Lubukbaja, Batam, Jumat (24/2/2023).
”Acara ini sendiri dibuka Ketua Komisi Kerasulan Awam VI Provinsi Kepri, RD Fransiskus Indrajati,” sebut Sekretaris Panitia Acara, Denny Untu SE di sela-sela acara.
Sementara itu, Fransiskus Indrajati menambahkan, 200 hadirin tadi, berasal 15 Paroki (kecamatan Katolik, red) se-Kepri.
”Antusias warga kita mengikuti event pra pesta demokrasi politik ini sangat baik. Ini terlihat dari banyaknya mereka yang hadir. Mengikuti dan memahami apa yang disampaikan para pembawa materi,” papar Fransiskus.
Ditambahkan Fransiskus, lewat kegiatan ini, mereka sangat berharap agar masyarakat, terutama umat Katolik yang hadir bisa memahami akan pentingnya mengikuti, menjaga, dan melaksanakan proses Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2024 mendatang.
Hal ini sangat penting. Jangan sampai hak politik, hak bersuara umat tidak tersalurkan. Masyarakat yang hidup dan tinggal di negara menjunjung tinggi sistem demokrasi, tentu akan sangat baik jika dapat memanfaatkan proses dan tahapan pemilu nanti dengan benar.
Dalam kesematan ini Fransiskus mengingatkan agar umat Katolik tidak proaktif, tidak membuat keributan dan ikut menciptakan suasana tenang dan aman saat Pemilu 2024 nanti. (*)