batampos – Gresini Racing meluncurkan motor baru untuk MotoGP 2023. Pembalap anyar mereka, Alex Marquez, dan sang rekan Fabio Di Giannantonio hadir langsung untuk memamerkan livery anyar Gresini.
Tidak banyak perubahan pada tampilan terbaru tim satelit Ducati tersebut. Warna biru laut masih mendominasi seperti tahun lalu. Jika ada sedikit perubahan, itu pada livery garis merah yang diberi porsi lebih besar di bagian tengah motor.
F. GP ONE TIM Gresini Racing memperkenalkan motor baru untuk MotoGP 2023 berikut dua pembalapnya.
Nuansa Indonesia juga terasa kental. Sebab, ada beberapa logo sponsor dari Indonesia yang menempel di area winglet hingga bodi samping. Mulai brand herbal, kosmetik, hingga pelumas.
Alex mengatakan, dirinya begitu termotivasi memulai musim 2023 dengan tim anyarnya. Pembalap yang musim lalu masih berbendera LCR Honda itu kini mengisi peran yang ditinggalkan Enea Bastianini. Pemenang empat seri MotoGP musim lalu tersebut tahun ini akan berbendera tim pabrikan Ducati.
’’Setiap memulai musim baru semuanya kembali seimbang. Ya, Ducati datang dengan penampilan apik musim lalu,’’ kata Alex dilansir Crash. ’’Honda datang dengan kerja keras untuk bangkit. Tapi sekali lagi, semuanya sama saat memulai balapan pertama,” ucap adik kandung Marc Marquez tersebut.
Sementara itu, Di Giannantonio menyebut targetnya musim ini adalah tampil lebih konsisten. Musim lalu performa pembalap 24 tahun tersebut jomplang dari rekan setimnya, Bastianini.
Saat Bastianini sukses finis di peringkat ketiga klasemen akhir pembalap, dia hanya berada di posisi ke-20.
’’Tahun ini targetnya adalah selalu konsisten di setiap balapan. Aku ingin mampu bertarung di 15 besar pada setiap race. Setelah itu mungkin aku bisa menembus top ten atau top five,” ucap pembalap asal Italia itu. (*)
batampos – Petenis Amerika Serikat (AS) Jessica Pegula hari ini (24/1/2023) akan menjalani laga terpentingnya sepanjang karir. Petenis ranking tiga dunia tersebut bakal menghadapi Victoria Azarenka di babak perempat final Australia Terbuka.
Jessica Pegula
Sebagai unggulan ketiga, Pegula menjadi unggulan tertinggi yang tersisa di turnamen ini. Itu setelah Iga Swiatek unggulan pertama dan Ons Jabeur unggulan kedua sudah tersingkir lebih dulu. Swiatek kalah di babak keempat. Sementara Jabeur malah sudah balik kandang di babak kedua.
Australia Terbuka tahun ini disebut media-media sebagai ‘kuburan’ bagi para unggulan. Total, dari 16 unggulan, di babak delapan besar ini tinggal tersisa dua. Selain Pegula, hanya ada Aryna Sabalenka yakni unggulan kelima.
Laga melawan Azarenka ini makin penting untuk Pegula karena dia akan berusaha menembus semifinal pertamanya sepanjang karir di turnamen mayor. Sebelum ini mentok dia hanya bisa mencapai babak perempat final.
Di ajang grand slam, Pegula empat kali masuk perempat final dan selalu kalah. Dua kali di Australia Terbuka, sekali di Prancis Terbuka, dan sekali di AS Terbuka.
Nah, di Australia Terbuka pada edisi tahun lalu Pegula dikirim pulang Ashleigh Barty yang kemudian jadi juara turnamen. Sementara pada 2021 Pegula dikalahkan Jennifer Brady. Brady sendiri pada Australia Terbuka 2021 tampil sebagai finalis.
Karena itu, di laga melawan Azarenka hari ini Pegula akan berusaha mati-matian untuk menembus semifinal. “Kali ini aku datang dengan banyak pengalaman dari laga-laga perempat final sebelumnya. Karena itu, kali ini aku yakin mampu mengatasi rintangan ini,” ucap Pegula dilansir ESPN.
Pertemuan dengan Azarenka sejauh ini juga berlangsung imbang untuk Pegula. Dari empat kali bersua, keduanya masing-masing berbagi dua kemenangan. Kali terakhir keduanya bersua adalah pada ajang Guadalaraja Open tahun lalu. Saat itu Pegula yang menang.
”Pertandingan melawan Azarenka jelas akan berat. Namun, aku sangat termotivasi kali ini. Aku sangat ingin merasakan semifinal (grand slam) untuk kali pertama,” jelas Pegula.
Pegula sediri melaju ke perempat final usai menaklukkan Barbora Krejcikova dua set langsung 7-5, 6-2. (irr/dra/*)
Laily bin Ali, nelayan asal Pulau Kasu, menunjukkan ikan dingkis tangkapannya kepada Yusri, pengepul ikan dingkis saat mampir di kelong Laily, Selasa (17/1). Foto: Fiska Juanda/Batam Pos
batampos – Momen Imlek, banyak dimanfaatkan masyarakat Batam untuk menjadi nelayan ikan dingkis. Ikan ini memang menjadi harta karun bagi masyarakat pulau menjelang Imlek.
Bagaimana tidak, harganya bisa melonjak 10 kali lipat lebih. Bila pada hari biasa harga ikan dingkis Rp30 ribu per Kg, menjelang Imlek, bisa capai Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per Kg.
Penjualan ikan dingkis tidak hanya di dalam negeri tapi juga luar negeri. Bahkan nilai jual di luar negeri seperti Singapura jauh lebih tinggi.
“Tiap tahun setiap Imlek kita kirim ke Singapura. Banyak peminatnya di sana, ” ujar Amin, salah seorang nelayan ikan dingkis, Minggu (23/1/2023).
Namun kata dia, dibandingkan tahun lalu, pengiriman ikan dingkis tahun ini sedikit mengalami penurunan.
Selain itu dari sisi harga juga tidak sama dibandingkan tahun lalu. Salah satu alasannya, kualitas ikan dingkis tidak seperti yang diinginkan di sejumlah pasaran di Singapura.
“Ikan Dingkis musim ini kurang banyak telurnya, makanya harganya tidak melambung seperti tahun lalu. Ikan Dingkis yang dicari itu terluarnya saat momen Imlek,” bebernya.
Amin menyebutkan, harga tertinggi ikan Dingkis tahun ini hanya tembus diangka 30 dolar atau sebesar Rp350 ribu. Padahal, sebut dia jika dibanding tahun sebelumnya harga ikan Dingkis tembus diangka 50 hingga 60 dolar Singapura.
“Produksi juga sedikit berkurang tahun ini,” tuturnya.
Pengusaha ikan dingkis, Riyal, mengaku, dalam sepekan terakhir menjelang Imlek, ia hanya mengirim 2 sampai 3 ton ikan ke Singapura.
Itu dikarenakan Singapura hanya menerima impor ikan Dingkis selama musim Imlek berlangsung.
batampos – Sebelum menghadapi Manchester United di Emirates Stadium, London, Senin (23/1/2023) dini hari WIB, Arsenal hanya memimpin dua poin atas Manchester City. Artinya, kalau gagal meraih poin penuh, Arsenal bisa terkejar City yang belum dihadapi di Premier League musim ini.
Mikel Arteta (kiri)
Mentalitas Martin Odegaard dkk seperti sedang diuji. Apalagi, United merupakan satu-satunya tim yang mengalahkan Arsenal di Premier League musim ini. Yakni, ketika The Gunners –sebutan Arsenal– takluk 1-3 di Old Trafford dalam matchweek keenam (5/9/2022). The Red Devils –julukan United– juga sedang dalam laju nyaris sempurna setelah jeda Piala Dunia 2022 (menang 7 kali dan seri 1 kali).
Arsenal memang selalu memuncaki klasemen Premier League sejak matchweek ketiga atau dalam 17 matchweek. Tapi, tidak sedikit yang menyebut skuad besutan Mikel Arteta itu belum memiliki mentalitas juara di Premier League. Dengan kata lain, City sebagai juara bertahan menunggu waktu untuk menyalip di tikungan.
Namun, kemenangan 3-2 atas United, dengan gol penentu tiga poin dicetak striker Eddie Nketiah di pengujung waktu normal (90’), menjadi bukti mentalitas juara telah dimiliki Odegaard dkk. Cara Arsenal tidak panik setelah tertinggal 0-1 atau saat keunggulan 2-1 mampu disamakan merupakan penanda The Gunners memenuhi syarat mengakhiri penantian gelar Premier League sejak kali terakhir musim 2003–2004. Musim invincible Arsenal (tidak terkalahkan sepanjang musim).
’’Saya pikir Arteta telah mengembalikan mentalitas yang sudah hilang beberapa musim terakhir,” ucap Cesc Fabregas, mantan gelandang-kapten Arsenal saat jadi pandit Sky Sports.
Fabregas menambahkan, Arsenal dan United memiliki rivalitas hebat di era kepelatihan Arsene Wenger (Arsenal) dan Sir Alex Ferguson (United). ”Battle of the Buffet” atau ’’Pizzagate” merupakan salah satu laga paling memorable antara dua tim. ”Memenangi laga seperti ini (atas United, red) bisa jadi dorongan masif bagi kepercayaan diri. Setelah 19 tahun, saya pikir musim ini akan jadi momentum bagus,’’ kata Fabregas.
Martin Keown, bek Arsenal yang turut merasakan gelar Premier League 2003–2004, pun menganggap mentalitas Arsenal saat ini sudah seperti eranya. Pujian pun diberikan Keown kepada Arteta. ’’Mikel (Arteta) mampu menggaungkan ambisi gelar juara yang dulu pernah dibawa Arsene (Wenger). Emirates bergairah seperti di Highbury (kandang lama Arsenal, red),’’ beber tandem serasi Tony Adams tersebut di BBC Sport.
Berbicara kepada Premier League TV, bek kiri Arsenal Oleksandr Zinchenko menyebut, musim ini rekan-rekannya tidak akan malu lagi membahas peluang memenangi Premier League. Zinchenko sudah empat kali memenangi gelar Premier League bersama City dan baru musim ini menyeberang ke Arsenal.
”Kawan, lupakan tiga besar atau peringkat kesekian. Kami harus memikirkan bagaimana menjadi yang nomor satu. Tidak akan ada lagi yang menertawakan ambisi Arsenal untuk memenangi Premier League,’’ tutur pemain asal Ukraina itu kepada ESPN. (*)
Pembunuh berantai Wowon Erawan (tengah) dan dua rekannya, Dede (kanan) dan Solihin (kiri) (Humas Polda Metro Jaya)
batampos – M Dede Solehudin, salah seorang rekan Wowon Erawan alias Aki, pelaku kawanan pembunuhan berantai (serial killer) ikut menenggak racun. Diduga aksinya itu untuk menghilangkan jejak dan dia tidak dicurigai sebagai pelaku.
“Kalau alasannya kan untuk menghilangkan jejak, supaya enggak ketahuan bahwa dia ikut meracun,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga kepada wartawan, Selasa (23/1).
Kini Dede masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Melihat kondisinya, Panjiyoga meyakini Dede masih bisa diselamatkan. “Dia minum racun cuma sedikit makanya dia hidup,” jelasnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan kasus tewasnya tiga orang di Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak murni keracunan. Para korban dipastikan tewas akibat diracun. Korban meninggal adalah ibu dan anak atas nama AM, 35; RAM, 21; dan MR, 19.
“Dari fakta awal ada fakta baru bahwa narasi yang dikembangkan mati keracunan tidak benar, tapi itu pembunuhan,” kata Fadil.
Tak hanya itu, kasus ini disebut Fadil sebagai pembunuhan berantai. Total ada 9 korban tewas yang telah teridentifikasi. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan 3 orang tersangka. Mereka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana 20 tahun penjara, atau penjara seumur hidup atau pidana mati.
Polisi Cari Tiga Mantan Istri Wowon yang Diduga Masih Hidup
Sementara itu, Wowon, salah seorang tersangka kawanan pembunuh berantai (serial killer) diketahui enam kali beristri. Tiga di antaranya disinyalir masih hidup. Sisanya sudah meninggal karena menjadi korban dari kejatahan kelompok Wowon.
Kini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih menelusuri keberadaan tiga istri Wowon yang masih hidup.
“Kalau menurut dia (Wowon) kan masih ada, tapi kita masih dalami gitu. Tersangka masih kita lakukan pemeriksaan secara intensif. Jadi masih didalami (soal) istrinya,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indriwienny Panjiyoga kepada wartawan, Selasa (24/1).
Menurut Panjiyoga, ketiga istri Wowon yang diduga masih hidup itu statusnya dicerai oleh Wowon. Satu orang telah teridentifikasi dan tengah didalami.
“Istrinya yang satu lagi ada yang namanya Heni ada di desa Ciranjang situ, tapi sudah cerai, yang lain sudah cerai semua,” jelasnya.
Panjiyoga belum bisa memastikan ketiga istri Wowon tersebut masih hidup. Sebab, penelusuran harus dilakukan terlebih dahulu.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan kasus tewasnya tiga orang di Ciketingudik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat tidak murni keracunan. Para korban dipastikan tewas akibat diracun. Korban meninggal adalah ibu dan anak atas nama AM, 35; RAM, 21; dan MR, 19.
“Dari fakta awal ada fakta baru bahwa narasi yang dikembangkan mati keracunan tidak benar, tapi itu pembunuhan,” kata Fadil.
Tak hanya itu, kasus ini disebut Fadil sebagai pembunuhan berantai. Total ada 9 korban tewas yang telah teridentifikasi. Dalam kasus ini, penyidik sudah menetapkan 3 orang tersangka. Mereka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 380 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Mereka terancam pidana 20 tahun penjara, atau penjara seumur hidup atau pidana mati. (*)
“Yang kasihan orang yang tinggal di sekitarnya kalau sudah air laut pasang ditambah hujan deras, air bisa masuk ke rumahnya,” kata dia.
Warga lain yang kebetulan di lokasi banjir, Jul mengatakan, ada seorang pengendara yang terjungkal jatuh karena kendaraannya masuk ke lobang yang terendam banjir.
“Sepertinya bukan orang sini, orang Batam. Mungkin terlalu pinggir bawa motornya dan tidak melihat ada lubang karena tertutup banjir, akhirnya terjungkal dan jatuh,” kata dia.
Dia merasa kasihan melihat warga yang tinggal di sekitar lokasi banjir. Apalagi, kalau kendaraan yang menerobos banjir melaju dengan tidak pelan-pelan karena air bisa sampai masuk ke dalam rumah.
“Tadi ada yang ngomel-ngomel, harusnya kalau tau banjir ya pelan-pelan bawa kendaraan,” kata dia.
Camat Bintan Utara, Deny Irman Susilo mengatakan, pihaknya terus mendorong penanganan banjir di beberapa titik di Tanjunguban dengan melakukan komunikasi ke Dinas PUPR Kabupaten Bintan.
“Kami sudah komunikasi lewat PUPR minta tolong bagaimana penanganan banjir di Tanjunguban,” kata dia.
Deny mengatakan, terdapat beberapa titik yang berpotensi banjir di Tanjunguban seperti jalan Merdeka, jalan RE Martadinata, jalan depan Perumahan Alamanda, jalan depan Komplek Bea Cukai dan jalan depan pengisian LPG Tanjunguban.
“Kemarin kita dapat info yang disurvei pihak provinsi jalan depan Perumahan Alamanda dan depan Komplek Bea Cukai. Sementara jalan Merdeka dan jalan RE Martadinata tidak masuk dalam daftar tindak lanjut dari provinsi,” kata Deny.
Deny berharap, penanganan banjir yang terjadi di Tanjunguban dapat ditangani secara kawasan atau menyeluruh.
“Jangan per spot tapi satu kawasan penanganan. Mudah-mudahanlah bisa ditangani,” kata dia.
Deny juga mengimbau ke masyarakat yang berada di lokasi potensi banjir agar waspada. Terlebih banjir yang terjadi di beberapa titik dipengaruhi air laut pasang.
“Tadi pagi banjir saat air laut pasang yang terjadi mulai pagi sampai siang ditambah hujan. Mudah-mudahan nanti malam tidak hujan, karena perkiraan kita nanti malam air laut mulai pasang tinggi,” kata dia. (*)
Kendaraan mengular dari arah Batuaji menuju simpang bundaran Barelang dan begitu sebalinya akibat supir bus dan truk melakukan demo atau mogok spontan menutup jalan raya akibat mereka kesulitan mengisi bbm solar dari SPBU setempat,, Kamis (19/1). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Surat rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) solar dinilai rawan disalahgunakan.
Pengalokasian surat rekomendasi pengambilan BBM subsidi menggunakan wadah untuk kepentingan pertanian dan nelayan dipertanyakan masyarakat.
Selama ini tidak ada pengawasan sama sekali dengan surat rekomendasi tersebut, sehingga disebut-sebut sebagai biang terjadinya krisis BBM di lapangan.
Pemegang surat rekomendasi yang seharusnya dibatasi jumlah pembelian kuota BBM tidak ada pengecekan sama sekali sehingga bisa saja surat yang sama digunakan berulang-ulang kali demi keuntungan yang lebih.
Pihak SPBU tentu tidak bisa menolak, sebab itu menguntungkan mereka karena permainan seperti ini tentu ada kelebihan pembayarannya.
“Satu surat rekomendasi itu dibatasi misalkan 500 liter dalam sebulan. Nah pertanyaannya, siapa yang awasi kalau betul kuota yang diberikan benar 500 lite dalam sebulan. Praktek selama ini satu pemegang surat rekomendasi bisa berulang kali ambil dengan jumlah kuota yang sama,” ujar Jhoni, sopir kendaraan solar yang kesal dengan kelangkaan BBM solar yang kerap terjadi di Batuaji dan Sagulung.
“Orang SPBU tidak mungkin nolak karena ada lebihnya buat mereka. Inilah biang kelangkaan BBM selama ini,” katanya lagi.
Alih-alih untuk nelayan ataupun pertanian, pemegang surat rekomendasi bisa menguras solar ataupun premium di SPBU untuk dijual ke penampungan ataupun penjual BBM eceran di pinggir jalan.
Solar yang dibatasi pembeliannya dengan kartu kendali BBM saja saat ini masih terlihat bebas dijual secara eceran di lapangan.
Sumber solar ini sudah pasti didapat dari oknum-oknum yang bermain dengan surat rekomendasi tadi.
“Bukti nyatanya itu solar yang dijual di pinggir jalan. Kok bisa dapat itu sementara beli di SPBU dibatasi pakai kartu kendali. Ini contoh realnya. Ini harus diperbaiki kalau mau lancar dan tepat sasaran pendistribusian BBM di lapangan,” kata Parulian, warga lainnya.(*)
batampos – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebut Indonesia berpotensi besar menjadi basis industri farmasi di wilayah Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia harus berfokus pada produk-produk berbasis inovasi.
Ilustrasi: Konsumen sedang memilih obat sirop.(Riana Setiawan/Jawa Pos)
Associate researcher CIPS Ronald Tundang mengatakan, RI perlu memilih kebijakan industri farmasi yang tepat dan memperhatikan faktor-faktor yang mendukung kesuksesan. Ada beberapa opsi untuk mengembangkan industri farmasi. Indonesia bisa mengikuti jejak India dan Tiongkok dengan memproduksi obat generik. Atau, mencontoh langkah Amerika Serikat dan Swiss yang menjadi pusat pengembangan riset dan teknologi.
’’Sejauh ini Indonesia belum memiliki posisi yang jelas mengenai hal ini,” ujarnya kemarin (23/1/2023) di Jakarta.
Jika Indonesia memilih opsi pertama, strategi yang perlu disiapkan adalah identifikasi obat paten yang segera habis masa berlakunya, Selanjutnya, membolehkan produsen obat generik untuk meminta izin pemasaran menggunakan obat paten yang masih berlaku.
Kebijakan bolar provision (paten yang akan habis) juga berlaku untuk opsi kedua. Banyak negara yang menggunakannya untuk kepentingan riset dan pengem-bangan. Meski begitu, dia mengatakan, Indonesia belum menjadi pilihan karena belum ada basis industri bahan baku obat serta kapasitas riset dan pengembangan yang masih rendah.
’’Pemerintah juga sebaiknya meningkatkan kapasitas riset dan mengembangkan skala industri farmasi. Hal itu dapat dicapai melalui peningkatan anggaran riset dan pengem-bangan. Saat ini anggaran riset dan pengembangan Indonesia merupakan yang terkecil di G20. Yakni, 0,2 persen dari GDP,” bebernya.
Sementara itu, pemerintah juga optimistis kinerja subsektor industri kimia, obat tradisional, dan farmasi akan kinclong sepanjang tahun ini. Subsektor tersebut diproyeksikan berkontribusi hingga 5 persen terhadap PDB.
Plt Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito menjelaskan, optimisme itu berangkat dari realisasi kontribusi sepanjang 2022 yang mencapai 4,3 persen. Namun, pemerintah melihat setidaknya ada beberapa hal yang tetap wajib diantisipasi. Terutama oleh subsektor-subsektor tertentu.
’’Pertama, bahan baku hulu seperti nafta yang masih impor,’’ ujar Warsito.
Permasalahan bahan baku yang menjadi urusan rantai pasok farmasi menjadi tantangan bersama. Termasuk menarik investasi dari produsen nafta agar menanamkan modal di tanah air.
Para pelaku industri farmasi pun optimistis bisa melakukan ekspansi bisnis di tengah kondisi global yang tak menentu. Salah satunya, perluasan pasar ekspor hingga Eropa dan Afrika. Direktur Utama Dexa Medica V. Hery Sutanto mengatakan, menjaga kualitas mutu bisa menjadi kunci terus berekspansi di negara-negara lain.
”Standar pengawasan dari BPOM, menurut kami, sangat tinggi. Itu dibuktikan dari approval-approval dari BPOM itu diakui sehingga kami bisa mengekspor produk ke berbagai mancanegara di ASEAN, Eropa, Afrika, dan Amerika,” ujar Hery.
Dari perusahaan farmasi pelat merah, Bio Farma juga tengah gencar mengembangkan layanan di bidang kesehatan secara end-to-end. Mulai dari penelitian dan pengembangan farmasi, manufaktur, distribusi, hingga laboratorium klinis melalui sistem digital.
Selain penguatan ekspor, Direktur Transformasi dan Digital Bio Farma Soleh Ayubi menilai bahwa pasar domestik juga harus diperkuat.
”Potensi layanan kesehatan sangat besar, baik di Indonesia maupun mancanegara. Kita akan manfaatkan momentum untuk bertransformasi secara besar-besaran melalui teknologi digital,” katanya. (agf/c6/dio)
RADEN Ridwan tak kuasa menahan tagis begitu pesawat yang mengantar anaknya, Raden Bambang Firman Alamsyah, dari Jakarta mendarat di Batam, Sabtu (21/1/2023) sore. Ia langsung memeluk anaknya yang sempat dibuang ke laut oleh nelayan Thailand lalu diselamatkan nelayan Vietnam setelah enam hari terapung di laut Natuna hingga Vietnam.
Raden Bambang Firman Alamsyah
Ridwan tak sendiri, ia ditemani anggota Lanal Karimun menjemput Firman. Mereka kemudian bergerak ke Pelabuhan Harbour Bay Jodoh, mengejar kapal yang akan membawa mereka ke Karimun.
Sebelum berangkat, Firman sempat berbincang dengan Batam Pos di Pelabuhan Domestik Harbour Bay, Sabtu (21/1) sore. Firman menceritakan apa yang dialaminya.
KM Bahagia Natuna yang memiliki 8 kru itu berangkat dari Tanjungbalai Karimun ke Laut Natuna dan mencari ikan sejak 16 November 2022. Firman salah satu dari delapan kru itu.
Kapal berbendera Indonesia itu sempat melakukan bongkar muat di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, pada 1 Desember 2022. Kemudian, melanjutkan pencarian ikan.
Kapal tersebut lego jangkar di perairan Natuna di koordinat 4°35.000’N 109°55.000’E pukul 23.00 WIB pada 6 Januari 2023. Sehari kemudian, saat pengecekan kru, diketahui Firman sudah tidak berada di kapal tersebut.
Pencarian Firman dilakukan berbagai pihak. Ridwan juga langsung terbang ke Natuna, menemui syahbandar dan kru kapal. Hanya seorang kru yang mengingat pada 6 Januari malam itu dia masih melihat Firman tertidur.
Ternyata, Anak Buah Kapal (ABK) KM Bahagia Natuna itu merasa dihipnotis sebelum berpindah ke kapal yang diawaki ABK asal Thailand.
Firman hanya mengingat, sebelum berpindah kapal, ia sempat tertidur pada Jumat (6/1) saat kapal yang ditumpanginya tengah lego jangkar di perairan Natuna.
Ia juga menuturkan, pada saat bersamaan, seluruh kru kapal baru saja melakukan tebar jaring untuk menangkap ikan. Setelah selesai seluruh kru kapal tertidur sembari menunggu hasil tangkapan.
”Saat itu, saya sendiri yang tiba-tiba terbangun. Saat saya masih belum sadar betul karena baru terbangun, saya sempat melihat ada kapal lain merapat ke kapal kami,” jelasnya.
Sehari setelah peristiwa itu, Firman yang bekerja sebagai juru masak, menyadari bahwa dia telah berada di kapal lain.
Hal ini disadarinya berdasarkan bahasa yang digunakan oleh seluruh kru kapal, yang dianggap sama seperti bahasa Thailand atau Vietnam.
Saat berada di atas kapal asing ini, beberapa kru kapal melakukan interogasi yang dibarengi tindakan kekerasan.
”Saya bisa sedikit bahasa Inggris, tapi tidak lancar. Karena sulit komunikasi, saat ditanyai, saya sempat dipukul dua kali di bagian wajah,” ungkapnya.
Setelah diinterogasi dan sempat mendapat pukulan, beberapa kru kapal asing ini melilitkan jaring ke tubuhnya sembari memasang pelampung berbentuk kapsul. Kru kapal tersebut juga menyita handphone miliknya.
Kemudian, para kru kapal asing ini membuang tubuh Firman saat melintasi perairan Laut Cina Selatan.
Anak muda berusia 18 tahun ini mengaku dirinya sempat terapung selama dua hari hanya bermodalkan dua pelampung berbentuk kapsul, hingga akhirnya salah satu pelampung meledak.
”Saya dibuang tanpa dibekali makan dan minuman. Saya dibalut jaring dan tidak tenggelam selama dua hari karena pelampung,” ujarnya.
Beruntung setelah satu pelampung ini meledak, Firman melihat kayu berukuran besar yang melintas di hadapannya.
Dengan bermodalkan kayu ini, ia tetap mencoba bertahan hidup hingga Rabu (11/1), ia melihat ada kapal yang melintas.
Firman menjelaskan, hanya mengingat bahwa ia sempat melambai ke arah kapal hingga akhirnya tidak sadarkan diri selama dua hari.
”Saat saya sadar, saya sudah di kapal mereka. Yang saya tahu mereka nelayan Vietnam, karena saya ditolong dan diselamatkan mereka,” ujarnya.
Setelah dua hari berlayar bersama kapal ikan Vietnam yang menolongnya, tepatnya pada 13 Januari 2023, Firman dievakuasi ke Kota Nha Trang, Khang Hoa Vietnam dan diserahkan kepada Coast Guard setempat sebelum diserahkan ke KBRI Hanoi.
”Saya sangat berterima kasih kepada mereka dan Vietnam. Saya berhutang nyawa pada mereka (nelayan Vietnam, red),” ucapnya.
Firman juga menceritakan kebaikan orang Vietnam yang menolongnya. Selain diberi pakaian, ia juga dijamu makanan yang enak dan diperlakukan seperti keluarga sendiri.
Ayah Firman, Ridwan menambahkan, pihaknya baru mendapat kabar bahwa anaknya selamat pada Jumat (13/1). Kabar itu datang dari KBRI Hanoi yang memastikan Firman selamat, setelah diserahkan oleh Penjaga Pantai Vietnam.
Perairan bagian utara Natuna memang berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja. Firman hanyut sekitar enam hari sebelum akhirnya ditolong kapal nelayan Vietnam dengan nomor kapal KH 97661 TS saat melintas di dekat Firman.
Ridwan juga sempat mengecek ke nakhoda KM Bahagia Natuna soal adanya kapal asing yang merapat ke KM Bahagia. Benar saja, kejadian ada kapal lain yang mendekati KM Bahagia Natuna pada saat hilangnya Firman dibenarkan sang nakhoda.
”Si nakhoda ditelepon nakhoda kapal lain bahwa pada malam itu memang ada kapal yang mendekat. Ketika kejadian itu, nakhoda KM Bahagia Natuna dan semua kru lain sudah tidur. Sehingga, dugaan anak saya diculik kemudian dibuang ke laut,’’ kata ayah tujuh anak tersebut.
Selama dua hari di kapal ikan asal Vietnam itu, kondisi Firman sangat lemah. Kulit mulai mengelupas dan di dada terlihat memar akibat terkena hantaman kayu pada saat akan meraih kayu di laut untuk dijadikan alat mengapung.
Ridwan juga mengatakan, di KM Bahagia Natuna, Firman dikontrak selama 45 hari sebagai tukang masak. Tapi, sebelumnya pernah ikut kapal ikan selama 10 bulan ke Papua.
”Artinya, ikut kapal KM Bahagia Natuna ini yang kedua kali,’’ terangnya.
Ridwan menyampaikan terima kasihnya kepada pihak KBRI Hanoi dan Pemerintah Vietnam, serta semua pihak yang membantu pemulangan anaknya itu.
Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Joko Santosa kepada Batam Pos menyampakan rasa syukurnya Firman selamat. Ia sengaja mengutus satu anggotanya menjemput Firman di Batam sebagai rasa kekeluargaan pihaknya ke warga Karimun yang mengalami musibah itu.
”Alhamdulillah, Firman selamat dan pemulangan berjalan lancar,” ujarnya kepada Batam Pos, Sabtu (21/1/2023). (*)
batampos – Penumpang di pintu keberangkatan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center padat, Senin (23/1/2023). Sedangkan di pintu kedata-ngan tidak sepadat sehari sebelumnya. Kepadatan penumpang juga dapat terlihat di lobi pelabuhan dan ruang tunggu. Ratusan orang antre untuk cap paspor.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos Turis Singapura dan Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Selasa (23/1/2023). Seiring dengan habisnya masa libur Imlek, mereka harus kembali ke negaranya.
Manajer Operasional PT Synergy Tharada yang merupakan pengelola Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Rizan Nika Astaga, menga-takan, penumpang didominasi yang berangkat.
Namun untuk jumlah penumpang, belum dapat dirilis, karena masih ada kapal yang berangkat hingga malam.
”Penumpang yang berangkat lebih banyak dari yang datang. Sehari sebelumnya (Minggu), yang berangkat masih 4.000-an, tapi hari ini (kemarin, red) kemungkinan jauh lebih banyak, sebab yang datang juga banyak,” kata Nika.
Dikatakan Nika, Sabtu (21/1), jumlah yang datang sebanyak 7.389 penumpang. Dimana pada Minggu (22/1), jumlah penumpang yang datang 11.655 penumpang. Penumpang didominasi warga Singapura.
”Selama tiga hari arus kedatangan tinggi, dan mulai Senin hingga Selasa diperkirakan puncak arus balik penumpang,” sebut Nika.
Pihaknya telah mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang dengan berbagai persiapan. Termasuk dalam hal pengamanan, sehingga tidak terjadi antrean panjang.
”Kami sudah persiapkan pengamanan, jadi tidak terlalu ada antrean. Penumpang yang hendak berangkat, baru masuk ruang tunggu, agar tidak sesak,” sebutnya.
Risma, warga Tiban, harus menunda rencana pulang, karena antrean penumpang yang luar biasa padat di Harbourfront, Singapura.
”Jadi, aturan pulang Minggu, jadi tunda Senin. Biar agak santai dan tak padat. Sebab kata kawan, hari Sabtu, penumpang di Habourfront membludak banget,” Risma saat baru sampai di Pelabuhan Internasional Batam Center, kemarin.
Kepadatan penumpang di pintu keberangkatan juga terlihat di Pelabuhan Internasional Sekupang. Rombongan turis berturut-turut turun dari bus pariwasata yang mengantar mereka dari hotel tempat mereka menginap selama di Batam. (*)