Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 606

Polisi Perketat Pelabuhan Anambas Cegah Penumpang Tanpa Tiket Jelang Libur Nataru

0
Petugas kepolisian memantau proses naik turunnya penumpang di Pelabuhan Tarempa, Selasa, (16/12). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kepolisian memperketat pengamanan di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang sekaligus mencegah penumpang yang nekat naik kapal tanpa tiket.

Peningkatan pengamanan dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak bepergian ke luar daerah untuk merayakan libur akhir tahun bersama keluarga. Petugas kepolisian disiagakan untuk mengawasi aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang.

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, mengatakan pengamanan ketat penting dilakukan guna menekan praktik penumpang tanpa tiket yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

“Sekarang cuaca lagi tidak menentu, kita antisipasi jangan sampai ada kapal yang overkapasitas. Ini demi keselamatan bersama,” ujar Gusti, Selasa (16/12).

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi perhatian utama selama periode Nataru. Karena itu, kepolisian menegaskan agar seluruh operator kapal mematuhi aturan kapasitas penumpang dan prosedur keselamatan.

Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian yang berjaga juga diwajibkan membantu proses keluar masuk penumpang di pelabuhan. Bantuan diprioritaskan bagi lanjut usia (lansia), anak-anak, serta penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan di Pelabuhan Tarempa, tetapi juga diberlakukan di seluruh pelabuhan yang menjadi pintu masuk dan keluar penumpang di wilayah Anambas.

“Ini berlaku di semua pelabuhan, bukan hanya di Tarempa,” tegasnya.

Untuk mendukung pengamanan, Polres Kepulauan Anambas mendirikan tiga posko pengamanan di Pelabuhan Tarempa, Pelabuhan Berhala Letung, dan Pelabuhan Matak. Keberadaan posko ini diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan laut.

Sementara itu, penjualan tiket di Pelabuhan Tarempa terpantau mulai melandai setelah sebelumnya 1.215 penumpang diberangkatkan menggunakan KM Bukit Raya.

Salah satu agen tiket, Hendri, mengatakan tiket kapal Pelni masih tersedia sekitar 500 kursi kosong pada KM Kelimutu yang dijadwalkan berangkat pada 26 Desember dengan tujuan Kijang.

Selain itu, tiket kapal ferry MV Seven Star Island untuk jadwal keberangkatan hingga akhir tahun juga masih tersedia dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. (*)

Artikel Polisi Perketat Pelabuhan Anambas Cegah Penumpang Tanpa Tiket Jelang Libur Nataru pertama kali tampil pada Kepri.

Pelajar Manfaatkan Internet Starlink Gratis untuk Belajar di Polsek Tambelan

0
Pelajar memanfaatkan fasilitas akses internet gratis yang disediakan di Polsek Tambelan. F. Abdul Rahman untuk Batam Pos.

batampos – Kalangan pelajar memanfaatkan fasilitas internet gratis berbasis Starlink di Markas Polsek Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Fasilitas ini sangat membantu pelajar belajar dan mengerjakan tugas sekolah di tengah keterbatasan akses internet di wilayah pesisir.

Kapolsek Tambelan Ipda Abdul Rahman mengatakan, kehadiran internet Starlink sangat membantu anggota kepolisian dalam mengirim laporan dan berkoordinasi, mengingat akses jaringan di wilayah Tambelan masih terbatas.

“Fasilitas internet gratis Starlink di Polsek Tambelan sangat membantu mengatasi kesulitan pengiriman laporan akibat keterbatasan jaringan internet,” ujar Abdul Rahman.

Bantuan perangkat Starlink tersebut merupakan dukungan dari Mabes Polri yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.

Selain dimanfaatkan untuk kepentingan dinas, akses internet gratis di Polsek Tambelan juga dibuka untuk masyarakat, terutama bagi pelajar yang kesulitan jaringan di rumah atau kehabisan kuota internet.

“Pak Kapolda melalui Bu Kapolres mengarahkan agar wifi gratis di Polsek Tambelan digunakan sebaik mungkin oleh masyarakat, khususnya pelajar untuk kegiatan belajar,” katanya.

Abdul Rahman menambahkan, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi, seperti mengakses informasi usaha dan komunikasi daring.

Akses internet gratis di Polsek Tambelan dibuka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB. Pihak kepolisian berharap fasilitas tersebut dapat digunakan secara positif dan bertanggung jawab.

Ketua OSIS SMA Tambelan, Zulsef Erviandi, menyambut baik kehadiran internet gratis di Polsek Tambelan. Menurutnya, fasilitas ini sangat membantu pelajar dalam mencari referensi dan mengerjakan tugas sekolah.

“Kami bisa belajar bersama dan mengunduh data yang diperlukan untuk belajar,” ujarnya. (*)

Artikel Pelajar Manfaatkan Internet Starlink Gratis untuk Belajar di Polsek Tambelan pertama kali tampil pada Kepri.

Banjir di Batuaji dan Sagulung, Dipicu Warga Buang Sampah Sembarangan

0
Ilustrasi: Jalan menuju kaveling baru Sagulung yang tergenang air beberapa waktu lalu. F. Eusebius Sara

batampos – Belasan titik banjir tersebar di kawasan Batuaji dan Sagulung. Banjir ini melanda perumahan dan jalan raya, hingga air setinggi lutut orang dewasa serta arus lalu lintas ke kawasan ini menjadi lumpuh.

Imron, warga Senawangi, Batuaji menyoroti banyaknya sampah saat banjir melanda beberapa hari lalu. Menurut dia, sampah tersebut berasal dari selokan atau saluran air di perumahan.

“Drainase sempit, tersumbat. Jadinya banjir sama sampahnya,” ujarnya.

Baca Juga: Bea Cukai Batam Terima Limpahan Kasus Uang Tunai Rp7,7 Miliar, Dalami Pelanggaran Kepabeanan

Menurut dia, di jalan sekitar perumahan terdapat banyak tumpukan sampah. Para pengendara juga terlihat membuang sampah ke lahan kosong.

“Kalau sudah banjir, yang disalahkan drainase. Padahal warga sendiri tidak menjaga dan kesadarannya kurang,” katanya.

Sementara Lisa, warga Mantang, Sagulung juga mengeluhkan kondisi drainase yang dipenuhi sampah. Akibatnya, hujan lebat dalam beberapa menit sudah membuat kawasan ini menjadi banjir.

“Warga buang sampah sembarangan. Karena di TPS kemarin ini sudah menumpuk,” katanya.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru, Lion Air Group Tambah Extra Flight dari Batam

Camat Batuaji, Addi Harnus mengatakan pihaknya akan melakukan gotong royong bersama warga untuk memperbaiki saluran ajr dan membersihkan lingkungan di kawasan banjir tersebut.

“Kita segera gotong royong bersama warga. Karena ini permasalahan drainase, dan warga harus menjaga kebersihan lingkungannya,” tutupnya. (*)

Artikel Banjir di Batuaji dan Sagulung, Dipicu Warga Buang Sampah Sembarangan pertama kali tampil pada Metropolis.

KPK Sita Uang Tunai Usai Geledah Rumah Plt Gubernur Riau

0
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo (kiri). (Rio Feisal/Antara)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai dan sejumlah dokumen setelah menggeledah rumah dinas serta rumah pribadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, pada Senin (15/12).

Penggeledahan tersebut dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik pada dua lokasi berbeda, yakni rumah dinas dan rumah pribadi SF Hariyanto.

Dari kegiatan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

“Penyidik juga mengamankan sejumlah uang di rumah pribadi milik Wakil Gubernur atau yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur, diamankan sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (15/12) malam.

Namun, KPK belum mengungkapkan nilai uang tunai yang disita dalam penggeledahan tersebut. Ia menekankan, saat ini penyidik masih melakukan penghitungan serta pendalaman terhadap barang bukti yang diamankan.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi tersebut. Seluruh barang bukti akan diverifikasi lebih lanjut untuk kebutuhan penyidikan.

“Dari penggeledahan hari ini tentu nanti penyidik akan mengonfirmasi temuan-temuannya kepada para pihak terkait, baik kepada para tersangka maupun kepada pemilik barang yang diamankan dari Wakil Gubernur,” tegas Budi.

KPK menegaskan penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur nonaktif Riau Abdul Wahid masih terus berjalan, termasuk penelusuran aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga terkait.

Dalam beberapa hari terakhir, KPK memang intensif memeriksa saksi dari lingkungan Pemprov Riau maupun pihak swasta.

Rangkaian pemeriksaan ini dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan proyek jalan, serta penggeledahan di sejumlah lokasi di Riau.

KPK telah menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Kepala Dinas PUPR PKPP M. Arief Setiawan, serta Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam yang merupakan kader PKB sebagai tersangka.

KPK menduga Abdul Wahid mendapat uang Rp 7 miliar dari program pembangunan jalan dan jembatan yang mengalami lonjakan signifikan sebesar 147 persen, dari Rp 71,6 miliar menjadi Rp 177,4 miliar. Program itu dijalankan oleh Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.

Uang tersebut diduga dikumpulkan secara bertahap dari beberapa unit kerja di lingkungan Dinas PUPR-PKPP.

Abdul Wahid juga menggunakan tekanan jabatan untuk memastikan permintaan tersebut dipenuhi.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12e dan/atau pasal 12f dan/atau pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Artikel KPK Sita Uang Tunai Usai Geledah Rumah Plt Gubernur Riau pertama kali tampil pada News.

Bea dan Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan 129.965 Benih Bening Lobster

0

Bea dan Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan 129.965 Benih Bening Lobster. f. Eusebius Sara

batampos– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 129.965 ekor benih bening lobster di perairan Pulau Kongka Besar, Kepulauan Riau. Benih lobster tersebut diduga akan dibawa keluar perairan Indonesia secara ilegal.

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Adhang Noegroho Adhi, menjelaskan bahwa petugas mendapatkan informasi pada 14 Desember 2025 mengenai keberadaan High Speed Craft (HSC) yang dicurigai membawa benih lobster dengan modus Ship to Ship (STS) menuju luar negeri.

Satgas patroli laut langsung melakukan pemantauan dan plotting posisi begitu HSC tersebut bergerak. Pada Senin, 15 Desember 2025, saat patroli di sekitar Perairan Pulau Blading, terlihat HSC mengarah ke utara, ke Malaysia. Satgas kemudian mengejar sampai kapal mengandaskan diri, sementara para pelaku melarikan diri,” ungkap Adhang.

Adhang menambahkan, “Tim melakukan pengamanan terhadap HSC dan mendapati muatan sebanyak 26 kotak benih bening lobster. Perkiraan nilai barang mencapai Rp12.996.500.000.”

Selanjutnya, benih lobster hasil penindakan dibudidayakan dan dilepasliarkan ke laut di wilayah Perairan Pulau Galang Baru, Batam. Kegiatan ini dilakukan bersama Bea dan Cukai Batam, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepri, Pangkalan PSDKP Batam, serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Batam.

Penyelundupan benih lobster melanggar pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp5 miliar. Selain itu, pelaku juga bisa dijerat pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 dan/atau Pasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, serta pasal 87 jo Pasal 34 UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

“Kami terus menegaskan komitmen Bea dan Cukai untuk menjaga sumber daya alam Indonesia. Sepanjang 2025, Kanwil Bea dan Cukai Kepri telah menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak dua kali,” ujar Adhang.

Dia juga menegaskan bahwa pengejaran HSC tersebut menghadapi tingkat kesulitan tinggi karena kecepatan kapal yang tinggi. “Selisih beberapa menit saja, kapal sudah hilang dari radar. Para pelaku berhasil kabur meski kami bersama masyarakat terus melakukan pencarian,” jelasnya.

Penindakan ini merupakan bukti nyata sinergi pengawasan antara Bea dan Cukai dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya Direktorat Jenderal PSDKP dan Balai Perikanan Budidaya Laut. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI melalui program ASTA untuk pemberantasan penyelundupan sumber daya alam secara efektif. (*)

Artikel Bea dan Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan 129.965 Benih Bening Lobster pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim LAZ Batam Salurkan Bantuan hingga Tengah Malam

0
Tim LAZ Batam menembus wilayah Aceh Tamiang, Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana, Minggu (14/12) malam.f. Dokumentasi LAZ BATAM untuk Batam Pos
Tim LAZ Batam menembus wilayah Aceh Tamiang, Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana, Minggu (14/12) malam. f. Dokumentasi LAZ BATAM untuk Batam Pos

batampos – Tim Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam menembus wilayah Aceh Tamiang, Aceh, dengan perjalanan darat selama enam jam untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Perjalanan tersebut tidak mudah.

Sepanjang lintasan, tim harus berjibaku dengan kemacetan parah akibat jalan berlumpur serta antrean panjang kendaraan pembawa bantuan dan kendaraan umum lintas Sumatra.

Memasuki Aceh Tamiang pada malam hari, suasana kota tampak gelap gulita. Lampu jalan nyaris tak menyala, membuat wilayah itu terlihat seperti kota mati.

Di sejumlah posko pengungsian, para warga bertahan dengan penerangan seadanya, mengandalkan lilin dan lampu genset yang jumlahnya sangat terbatas.

Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, bersama tim berkeliling ke lima titik pengungsian di wilayah Aceh Tamiang untuk mendistribusikan bantuan donasi masyarakat Batam dan Kepulauan Riau yang disalurkan melalui LAZ Batam bekerja sama dengan Batam Pos.

Proses distribusi berlangsung hingga pukul 00.00 WIB di sejumlah lokasi pengungsian.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Tim LAZ Batam menggunakan dua unit kendaraan Toyota Innova untuk membawa bantuan bahan makanan dari Kota Medan menuju Aceh Tamiang.

Namun, proses pengadaan logistik pun menghadapi kendala. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan mi instan sudah sulit ditemukan di Medan.

“Kami harus berkeliling mencari barang-barang tersebut dengan cara membeli satu per satu,” ujar Syarifuddin.

Selain makanan dan minuman, kebutuhan mendesak lainnya di lokasi pengungsian adalah tandon air untuk menampung air bersih dari mobil tangki yang mulai berdatangan.

Kelambu dan losion antinyamuk juga sangat dibutuhkan guna mencegah penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.

“Air bersih dan perlindungan dari nyamuk sangat kami perlukan saat ini,” ujar salah seorang ketua posko pengungsian kepada Syarifuddin.

Adapun, titik pendistribusian bantuan di Aceh Tamiang meliputI Posko Pengungsian Masjid Muhammadiyah, dengan jumlah pengungsi sekitar 200 orang yang terdiri atas laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Bantuan yang disalurkan berupa 100 paket roti.

Posko Pengungsian Kota Lintang Bawah Ujung, yang menampung sekitar 300 pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi roti, Pop Mie, air mineral, terpal tenda, tikar, biskuit anak, pakaian dalam muslimah (CD dan BH), pakaian dalam laki-laki, pakaian dalam bayi dan anak-anak, serta losion antinyamuk.

Posko Tenda Pengungsian Kota Lintang Bawah Tengah, dengan sekitar 200 warga terdampak.

Bantuan yang disalurkan berupa roti, tikar, terpal tenda, biskuit, pakaian dalam perempuan (CD dan BH), pakaian dalam laki-laki, air mineral, serta Pop Mie.

Posko Dapur Umum di depan RSUD Aceh Tamiang, yang melayani sekitar 2.000 warga untuk kebutuhan makan harian. Bantuan yang diberikan berupa roti.

Posko Al Azhar di wilayah Paya Bedi, dengan bantuan berupa Pop Mie, air mineral, serta terpal untuk tenda pengungsian.

Selain menyalurkan bantuan ke posko-posko, para relawan LAZ Batam juga mengantarkan bahan makanan langsung ke rumah-rumah warga yang memilih bertahan di kediaman masing-masing di tengah keterbatasan akses dan kondisi pascabencana. (*)

Artikel Tim LAZ Batam Salurkan Bantuan hingga Tengah Malam pertama kali tampil pada Metropolis.

Bea Cukai Batam Terima Limpahan Kasus Uang Tunai Rp7,7 Miliar, Dalami Pelanggaran Kepabeanan

0
Uang miliaran rupiah dari empat kurir yang hendak dibawa ke Singapura pada Jumat (12/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Bea Cukai Batam menerima limpahan perkara pembawaan uang tunai dalam jumlah besar dari Polsek Kawasan Pelabuhan Batam. Kasus ini mencuat setelah ditemukannya uang tunai rupiah senilai Rp7,795 miliar yang dibawa oleh empat orang di Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay,Jumat (12/12).

Aktivitas pengawasan rutin di area pelabuhan internasional itu berujung pada pemeriksaan terhadap koper milik para pelaku yang diduga membawa uang tunai tanpa pemberitahuan kepada petugas berwenang.

Dalam perkara ini, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam secara resmi menerima pelimpahan dari Polsek Kawasan Pelabuhan Batam. Pelimpahan tersebut mencakup empat orang terduga pelanggar beserta barang bukti berupa uang tunai rupiah dengan nilai total mencapai Rp7.795.000.000.

Pelimpahan perkara tersebut didasarkan pada surat Polsek Kawasan Pelabuhan Batam Nomor B-473/XII/RES.1.24/2025/Reskrim tertanggal 12 Desember 2025. Selanjutnya, Bea Cukai Batam menerbitkan empat Surat Bukti Penindakan (SBP) untuk masing-masing pelanggar sebagai dasar proses penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: Polisi Bekuk Dua Pengamen, Pelaku Pengeroyokan di Simpang Kepri Mall

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Oktavian, membenarkan penerimaan limpahan kasus tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih mendalami dugaan pelanggaran ketentuan kepabeanan yang dilakukan oleh para terduga pelanggar.

“Bea Cukai Batam telah menerima pelimpahan empat orang pelanggar beserta barang hasil penindakan berupa uang tunai Rp7,795 miliar. Atas pelimpahan tersebut telah diterbitkan Surat Bukti Penindakan dan saat ini masih dilakukan penelitian atas dugaan pelanggaran ketentuan kepabeanan,” ujar Evi, Senin (15/12).

Evi menjelaskan, sesuai peraturan yang berlaku, setiap orang yang membawa uang tunai ke luar atau masuk wilayah Indonesia dengan jumlah lebih dari Rp100 juta wajib memberitahukan kepada Bea dan Cukai. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.04/2018.

Apabila kewajiban pemberitahuan tersebut tidak dipenuhi, pelanggar dapat dikenakan sanksi administratif. Sanksi yang dimaksud berupa denda sebesar 10 persen dari total uang tunai yang dibawa dan wajib disetorkan ke kas negara sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru, Lion Air Group Tambah Extra Flight dari Batam

Saat ini, Bea Cukai Batam bersama Polsek Kawasan Pelabuhan Batam masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Proses tersebut meliputi pendalaman peran masing-masing pelanggar serta penelusuran asal-usul uang tunai yang dibawa.

Bea Cukai Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan di pintu keluar-masuk internasional. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi pelanggaran kepabeanan, pencucian uang, serta aktivitas ilegal lainnya yang dapat merugikan negara. (*)

Artikel Bea Cukai Batam Terima Limpahan Kasus Uang Tunai Rp7,7 Miliar, Dalami Pelanggaran Kepabeanan pertama kali tampil pada Metropolis.

Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru, Lion Air Group Tambah Extra Flight dari Batam

0
Lio Air akan tambah extra flight dari Batam.

batampos – Lion Air Group menambah sejumlah penerbangan ekstra dari Bandara Hang Nadim Batam untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Penambahan penerbangan ini dilakukan ke sejumlah kota tujuan favorit dari Batam.

Area Manager Lion Air Group Wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, mengatakan extra flight mulai dioperasikan sejak pertengahan Desember hingga awal Januari mendatang, menyesuaikan dengan tingginya permintaan masyarakat.

“Penambahan penerbangan ini kami lakukan untuk memberikan kemudahan dan pilihan bagi penumpang, khususnya pada periode puncak libur akhir tahun,” ujar Amar, kemarin.

Adapun rute extra flight yang disiapkan Lion Air Group dari Batam antara lain Batam–Silangit day 1356 (BTH–DTB) pukul 10.45 WIB pada 20–29 Desember dan 2–5 Januari dengan pola hari terbang tertentu.

Baca Juga: Libur Semester Ganjil di Batam Dimulai 20 Desember, Siswa Masuk Sekolah 5 Januari 2026

Selain itu, extra flight juga dibuka untuk rute Batam–Jambi day 136(BTH–DJB), Batam–Pangkalpinang Day 5 (BTH–PGK), dan Batam–Lampung 247 (BTH–TKG) dengan jadwal keberangkatan pukul 14.45 WIB, berlaku mulai 19 Desember hingga 5 Januari.

Untuk rute dengan permintaan tertinggi, yakni Batam–Jakarta (BTH–CGK), Lion Air Group menambah dua jadwal harian, masing-masing pukul 16.05 WIB dan 19.50 WIB, yang mulai beroperasi setiap hari sejak 17 Desember hingga waktu yang belum ditentukan.

Amar menjelaskan, kode hari terbang pada jadwal penerbangan mengikuti standar internasional. Angka 1 menunjukkan Senin, 2 Selasa, 3 Rabu, 4 Kamis, 5 Jumat, 6 Sabtu, dan 7 Minggu. sementara kombinasi seperti 1356 berarti penerbangan beroperasi pada Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

“Dengan extra flight ini, kami menambah nomor penerbangan, bukan mengganti jadwal yang sudah ada,” jelasnya.

Menurut Amar, rute-rute yang dibuka merupakan tujuan dengan permintaan tinggi selama periode liburan, seperti Jakarta, Jambi, Pangkalpinang, Lampung, dan Silangit. Sementara untuk rute Pontianak, saat ini belum tersedia tambahan penerbangan.

“Untuk Pontianak belum ada extra flight. Saat ini kami fokus pada rute-rute yang tingkat keterisiannya paling tinggi,” katanya.

Sementara itu, untuk rute Batam–Medan, Lion Air Group telah menambah frekuensi sejak awal Desember. Saat ini tersedia tiga penerbangan setiap hari di luar extra flight.

“Batam–Medan sudah kami tambah sejak awal Desember. Rata-rata setiap hari ada tiga penerbangan,” ujar Amar.

Baca Juga: Dialog Tripartit Warnai Pembahasan UMK Batam, Pemerintah Ambil Peran Fasilitator

Ia mengungkapkan, tingkat keterisian kursi pada periode Natal dan menjelang Tahun Baru tergolong sangat tinggi. Bahkan, sejumlah penerbangan pada hari-hari puncak telah terjual hampir penuh.

“Untuk periode Natal, rata-rata sudah sangat penuh. Itu sebabnya kami tambahkan penerbangan, termasuk ke Silangit,” ucapnya.

Namun demikian, Amar menyebut masih terdapat ketersediaan kursi pada beberapa hari tertentu sebelum dan sesudah puncak liburan, meskipun jumlahnya terbatas.

Lion Air Group mengimbau masyarakat yang berencana bepergian pada periode libur akhir tahun agar segera memesan tiket dan memantau ketersediaan penerbangan melalui kanal resmi.

“Kalau di sistem sudah tidak tersedia, artinya memang kursinya sudah habis. Kami sarankan penumpang segera melakukan pemesanan,” tutup Amar. (*)

Artikel Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru, Lion Air Group Tambah Extra Flight dari Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Wali kota Amsakar Tinjau Koperasi Merah Putih, Stabilitas Harga dan Persaingan Sehat Diutamakan

0

Wali Kota Batam Amsakar saat meninjau Koperasi Merah Putih di Kecamatan Sagulung, Senin (15/12).

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung operasional gerai Koperasi Merah Putih di Kecamatan Sagulung, Senin (15/12).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih berjalan sesuai dengan tujuan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Koperasi Merah Putih harus dikelola secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, kehadiran koperasi tidak boleh menimbulkan distorsi pasar, melainkan menjadi penopang ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

“Koperasi ini tidak hanya hadir sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat. Karena itu, pengelolaannya harus profesional dan tetap berada dalam koridor persaingan yang sehat,” katanya.

BACA JUGA: 64 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Batam, 2 Sudah Beroperasi, 11 Lagi Siap Teken PKS

Selain aspek tata kelola, dia juga menaruh perhatian pada ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok yang dipasarkan koperasi. Komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, hingga LPG 3 kilogram dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli masyarakat.

Kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Pemerintah ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, Koperasi Merah Putih di Batam telah mulai beroperasi di sejumlah kecamatan. Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar koperasi tumbuh sehat, dikelola secara akuntabel, serta mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan. (*)

 

 

 

Artikel Wali kota Amsakar Tinjau Koperasi Merah Putih, Stabilitas Harga dan Persaingan Sehat Diutamakan pertama kali tampil pada Metropolis.

Wali kota Amsakar Tinjau Koperasi Merah Putih, Stabilitas Harga dan Persaingan Sehat Diutamakan

0

Wali Kota Batam Amsakar saat meninjau Koperasi Merah Putih di Kecamatan Sagulung, Senin (15/12).

batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung operasional gerai Koperasi Merah Putih di Kecamatan Sagulung, Senin (15/12).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih berjalan sesuai dengan tujuan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Koperasi Merah Putih harus dikelola secara profesional dengan menjunjung tinggi prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, kehadiran koperasi tidak boleh menimbulkan distorsi pasar, melainkan menjadi penopang ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

“Koperasi ini tidak hanya hadir sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat. Karena itu, pengelolaannya harus profesional dan tetap berada dalam koridor persaingan yang sehat,” katanya.

BACA JUGA: 64 Koperasi Merah Putih Terbentuk di Batam, 2 Sudah Beroperasi, 11 Lagi Siap Teken PKS

Selain aspek tata kelola, dia juga menaruh perhatian pada ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok yang dipasarkan koperasi. Komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, hingga LPG 3 kilogram dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga daya beli masyarakat.

Kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Pemerintah ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, Koperasi Merah Putih di Batam telah mulai beroperasi di sejumlah kecamatan. Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar koperasi tumbuh sehat, dikelola secara akuntabel, serta mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan. (*)

 

 

 

Artikel Wali kota Amsakar Tinjau Koperasi Merah Putih, Stabilitas Harga dan Persaingan Sehat Diutamakan pertama kali tampil pada Metropolis.