Armada tangki air siap melayani air bersih di area yang sulit terjangkau atau stres area.
batampos – Badan Usaha (BU) Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menambah armadanya sebanyak 5 unit truk tangki. Hal ini dilakukan, demi meningkatkan pelayanan air bersih di area yang sulit terjangkau atau stres area.
Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam, Denny Tondano mengatakan, kelima unit ini sudah siap beroperasi dan melayani masyarakat nantinya.
“Kami berkomitmen melakukan berbagai upaya dari hulu hingga hilir, agar menjamin ketersediaan air di Batam berjalan baik,” kata Deny.
Berkat adanya tambahan 5 unit truk tangki itu. SPAM BP Batam saat ini sudah terdapat 20 unit truk tangki. Ke 20 unit mobil nantinya akan semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, penanganan air bersih di area sulit terjangkau bisa lebih maksimal selama Ramadan ini.
“Untuk sementara ini, memang hitungannya sudah bisa cukup membantu,” tuturnya.
Selain 20 truk tangki yang siaga, BU SPAM BP Batam juga berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran BP Batam jika dibutuhkan tambahan armada.
Penyediaan armada truk tangki air tersebut dapat dikoordinasikan oleh Ketua RT/RW/Kelurahan setempat melalui Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) SPAM Batam di Bengkong dan Batu Aji; Layanan Call Center SPAM Batam di (0778) 5700 000; Chat Whatsapp di 08117780155 dan Aplikasi “Air Minum Batam” di Play Store.
“Kami siap kirim mobil, jika ada masyarakat yang membutuhkan atau kesulitan air bersih,” ujarnya. (*)
Ari Rosandhi (kiri) saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam yang ditangkap di Jakarta, Sabtu (1/4). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Mantan Kepala Seksi di Bidang Aset BPKAD Pemprov Kepri, Ari Rosandhi dari Tanjung Pinang bergegas menuju ke Batam, Kamis (30/3). Penyebabnya, Ari mendapatkan informasi mengenai status tersangkanya.
Dari Batam, anak mantan Gubernur Kepri ini, segera memesan tiket untuk menuju ke Jakarta. Polisi mengendus indikasi Ari akan kabur dari pengejaran.
Tidak ingin kalah dari Ari, polisi memasang beberapa pengaman dan melakukan pengejaran. Dari Jakarta Selatan, Jakarta Utara, hingga Jakarta Pusat, polisi tak menemukan keberadaan Ari.
Ari sudah sehari kabur dari kejaran polisi. Ditreskrimsus Polda Kepri tidak bisa membiarkan Ari kabur satu hari lagi. Sebab, akan membuat langkah Ari menjauh dari jangkauan polisi.
Polisi memprediksi, Ari masih mencoba kabur dan bergerak ke daerah lainnya. Polisi melakukan pengecekan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Jumat (31/3), sekira pukul 17.55, polisi mengamankan Ari.
Saat itu, Ari menggunakan baju kaus biru dan celana jeans biru dongker. Ari tak memberikan perlawanan saat ditangkap.
“Kata yang bersangkutan (Ari), akan kembali ke Batam. Tapi, kami menduga, tersangka ini akan terbang lagi dan menjauh area tangkapan polisi,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Nasriadi, Sabtu (1/4).
Nasriadi mengatakan, sebelum penangkapan Ari. Polisi terlebih dahulu menangkap mantan Kabid Aset BPKAD Pemerintah Provinsi Kepri, Abdi Surya Rendra, Kamis (30/3. Di hari yang sama, Abdi digelandang polisi menuju ke Mapolda Kepri, guna pemeriksaan lebih lanjut.
Nama Ari Rosandhi dan Abdi, sudah sering muncul dari beberapa kali dalam klaster pertama. Ari dan Abdi diperiksa sebagai saksi.
Namun, saat penyelidikan klaster kedua, nama keduanya semakin santer terdengar. Sehingga, akhirnya kesimpulan polisi mengerucut terhadap keduanya, dan menetapkan sebagai tersangka.
Penangkapan dua orang ini, bisa dibilang bagian dari puncak atau pusat pusaran kasus korupsi dana hibah. “Kami masih mengembangkannya lagi. Tapi yang jelas, mereka keduanya pemberi hibah, dan mengelola uang (hasil korupsi). Keempat orang tersangka sebelumnya (Zu, On, An dan S), berkoordinasi sama dua orang ini (Ari dan Abdi),” uca Nasriadi.
Nasriadi mengaku, belum bisa menduga, apakah keduanya aktor intelektual dalam mega korupsi dana hibah di Provinsi Kepri tersebut. Namun, ia merasa, polisi sudah mencapai ke bagian akhir dari kasus korupsi ini.
“Kami komitmen menuntaskan kasus korupsi ini,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun Batam Pos, keduanya diduga meminta alokasi anggaran ke Tri Wahyu Widadi (Kabid Anggaran BPKAD, dan sudah menjadi tersangka). Usai mendapatkan alokasi anggaran, keduanya meminta Zu, On, An dan S, membuat kegiatan fiktif.
Klaster pertama ada sebanyak 6 orang tersangka yakni Tww, Mi, Sp, Mi, Mo dan Aa. Keenam orang ini membuat negara merugi sebesar Rp 6,2 miliar. Dari klaster pertama polisi menyelamatkan uang negara sebesar Rp 233.650.000.
Klaster kedua, ditetapkan 4 orang tersangka, Zu, On, An dan S. Lalu, ditambah pengembangan dari kasus Ari dan Abdi.
Klaster pertama dan kedua, diduga memiliki benang merah. Namun, polisi kesulitan mengungkapkan, sebab salah seorang aktor intelektual di klaster pertama masih buron, yakni Muksin (Mu).
Dari klaster pertama dan kedua, negara rugi hingga Rp 7,8 miliar. Saat ditanyakan ke Nasriadi, terkait aliran uang dari kasus ini, da mengaku, belum bisa menyebutkan.
“Kami akan telusuri dulu, uangnya dipakai untuk apa, dan alirannya kemana saja,” tuturnya. (*)
Pasar sembako murah yang digelar Pemko Batam beberapa waktu lalu diserbu warga Sagulung. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam kembali menggelar kegiatan pasar murah. Hal ini guna mengantisipasi kenaikan harga mendekati hari raya Idulfitri 2023.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jefridin Hamid mengatakan kegiatan pasar murah digelar pertengahan bulan puasa.
Sesuai dengan jadwal, pasar murah akan kembali digelar 12-18 April mendatang. Pelaksanaan pasar murah ini akan diselenggarakan di sembilan kecamatan mainland.
Sebelas bahan komoditi pokok akan dipasarkan dengan harga modal. Jefridin menyebutkan komoditi daging menjadi paling favorit ketika pasar murah digelar. Terutama mendekati lebaran. Untuk itu, ia meminta kepada distributor untuk menyediakan daging sapi beku dengan stok yang lebih banyak.
“Kalau mendekati lebaran ada peningkatan konsumsi daging. Jadi kami antisipasi. Semoga distributor mau menambah stok daging mereka saat pasar murah mendatang,” ujarnya, Sabtu (1/4).
Mengenai kenaikan harga jelang lebaran, Jefridin mengungkapkan hal itu memang serin terjadi. Hukum ekonomi selalu berlaku.
Ketika permintaan tinggi, maka harga juga akan bergejolak. Namun demikian jika pasokan cukup, dan ditambah dengan adanya kegiatan pasar murah, kenaikan harga bisa ditekan.
“Tugas kita menjaga agar harga ini stabil. Namun jika ada kenaikan, diharapkan tidak terlalu signifikan,” ujarnya.
Jefridin juga menyampaikan arahan dari Kemendagri untuk menjaga inflasi berada di angka yang aman. Beberapa komoditi yang sedang sedikit mengalami kenaikan harga adalah ayam potong, dan telur ayam.
“Kedua komoditi ini lagi kami pantau. Begitu juga dengan uang lain. Termasuk juga beras, minyak goreng, hingga gula. Antisipasi kenaikan ini sudah kami koordinasikan dengan distributor,” terangnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi harga di pasar masih terpantau stabil. Pemenuhan kebutuhan juga dijamin tersedia. Pihak distributor juga sudah mengantisipasi lonjakan permintaan jelang lebaran Idulfitiri.
“Beberapa kali kami rapat, hal ini selalu menjadi perhatian. Laporan dari distributor cukup, dan harga cukup stabil. Kami juga mendorong agar distributor bersama pemerintah menjamin pasokan, dan menjaga harga,” bebernya. (*)
Sunarto Poniman dididampingi pengurus dan anggota personel PP se-Kepri foto bersama yatim piatu dan lansia di SSS Batam Kota, Sabtu (1/4/2023). F Suprizal Tanjung
Sekaligus Berbuka Puasa Bersama 150 Hadirin
batampos – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Kepri, Sunarto Poniman mengajak seluruh personel PP untuk meningkatkan lagi kebersamaan dan kepedulian kepada sesama di bulan suci Ramadan 1444 Hijriah ini di restoran Saung Sunda Sawargi (SSS), Batam Kota, Sabtu (1/4/2023).
Sunarto yang akrab dipangil Wendi itu menambahkan, 1444 H atau 2023 ini merupakan momen berbuka puasa pertama bagi Wendi sebagai Ketua MPW PP Kepri.
”Namun jauh sebelum menjadi ketua, saat masih menjadi Sekretaris MPW PP Kepri, Wendi dan personel PP setiap tahun mengadakan berbuka puasa bersama,” sebut Wendi jelang berbuka puasa dengan tema Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang.
Hadir saat itu, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PP Kepri Drs Buralimar MSi; Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Darwin Sijabat dan puluhan personel MPW PP se Kepri lainnya. Acara diisi pembacaan Alquran oleh Muazin Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Mirwan Priadi; penceramah Ustaz Muh Syahru dari Masjid Jabal Arafah.
Insya Allah kata Wendi, berbuka ini dan memberikan santunan kepada yatim piatu dan lansia telah kita jalankan sejak lama. Dan akan terus dilakukan di masa mendatang.
Pada momen berbuka ini lanjut Wendi, bukan semata santapan. Dibalik ini ada nilai-nilai kebersamaan, kekompakan dan silaturahmi yang sakral, religius. Ini membuktikan bahwa PP itu kompak dan menyatu dengan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wendi bersama Sekretaris MPW PP Kepri Mukminun; Panitia Berbuka Bersama Andi Febria; dan lainnya memberikan 100 paket sembako, 100 dana bantuan untuk anak yatim piatu, orang lanjut usia (lansia) dari Tanjung Gundap Tembesi (sebelum Jembatan 1 Barelang), Panti Asuhan Iskandar Muda Sekupang dan Bengkong Sadai. (*)
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani. (Dok jawapos.com)
batampos – Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini kembali menyiapkan anggaran untuk tunjangan insentif guru raudlatul athfal (RA) dan madrasah bukan pegawai negeri sipil (PNS). Totalnya Rp 324 miliar untuk 216.461 guru madrasah bukan PNS di seluruh Indonesia.
”Pengajuan tunjangan insentif bagi guru RA, madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA) bukan PNS sudah dibuka,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani kemarin (1/4). Pengajuan tunjangan dibuka hingga 7 April.
Pemberian tunjangan fungsional guru bukan PNS itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1 Tahun 2018. Tunjangan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas peran guru sekaligus memotivasi mereka dalam melaksanakan tugas.
Dhani, sapaan Ali Ramdhani, menyatakan bahwa kesejahteraan guru terus menjadi perhatian serius pemerintah. Hal itu merupakan amanat undang-undang. Pihaknya meminta kantor wilayah Kemenag provinsi menyosialisasikan pengajuan tunjangan tersebut kepada para kepala seksi madrasah atau pendidikan Islam di wilayah dan guru bukan PNS.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Zain menambahkan, pengajuan tunjangan insentif itu dilakukan melalui akun SIMPATIKA yang dimiliki masing-masing guru. Petunjuk teknisnya dapat diakses melalui website simpatika.kemenag.go.id.
”Jika semua persyaratan sudah sesuai dan lengkap sebagaimana peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, selanjutnya pengajuan tunjangan insentif akan disetujui oleh kepala kantor Kemenag kabupaten atau kota,” katanya. Zain berjanji tunjangan cair pada Mei.
Batas waktu persetujuan pengajuan oleh kabupaten/kota sampai 14 April. Guru yang disetujui pengajuannya dinyatakan sebagai kandidat calon penerima tunjangan insentif 2023. ”Mereka nanti akan menerima tunjangan insentif yang dikirim melalui rekening yang telah dibukakan secara kolektif sebesar Rp 250.000 selama enam bulan,” bebernya. (*)
batampos – Setelah menetapkan Rafael Alun Trisambodo sebagai tersangka gratifikasi, KPK didesak segera menahan eks pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan itu. Pertimbangannya, agar tidak melarikan diri dan merusak atau menghilangkan barang bukti.
”Framing yang dibangun tersangka di luar proses hukum juga layak menjadi pertimbangan (penahanan, Red),” ujar Ketua IM57+ Institute M. Praswad Nugraha kemarin (1/4).
Selain itu, dalam KUHAP, kata Praswad, penahanan bisa dilakukan untuk tindak pidana dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih. Dalam hal ini, Rafael yang terancam pidana penjara maksimal 20 tahun sudah memenuhi alasan objektif penahanan.
Praswad mengungkapkan, dalam penyidikan kasus korupsi, hitung-hitungan untuk menahan tersangka memang harus matang. Sebab, ada ketentuan yang mengatur batasan waktu penahanan tersangka selama 120 hari. Setelah itu, berkas perkara dan tersangka harus sudah dilimpahkan ke tahap penuntutan.
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menambahkan, Rafael yang belum ditahan sangat mungkin bisa memengaruhi saksi-saksi yang dibutuhkan KPK. Penahanan Rafael juga diperlukan untuk memudahkan KPK menggali keterangan. ”Penahanan jangan pakai lama, karena keburu kabur,” tegasnya.
Apalagi, kasus Rafael digadang-gadang akan menjadi pintu masuk mengungkap kasus korupsi besar. Juga tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan pajak dan bea cukai.
Sementara itu, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyatakan bahwa penyidik terus bekerja untuk mengumpulkan alat bukti. Upaya tersebut dilakukan dengan menggeledah rumah Rafael di kawasan Simprug Golf, Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan itu tim penyidik mengamankan uang dan puluhan tas mewah berbagai brand luar negeri.
Soal penahanan, menurut Ali, hanya soal waktu. Namun, dia belum bisa membocorkan kapan waktu penahanan yang dimaksud. ”Ini soal waktu saja,” ujar pria berlatar belakang jaksa tersebut.
Seperti diberitakan, KPK menetapkan Rafael sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi. Sejauh ini KPK telah mengendus gratifikasi mencapai puluhan miliar rupiah yang diperoleh sejak 2011 hingga tahun ini. (*)
Jaka membakar daging sate Padang di Simpang Melchem, Kamis (9/2//2023). F Suprizal Tanjung
Dari Tukang Ojek hingga Pejabat
KULINER lezat yang bisa menemani umat Islam untuk berbuka Ramadan 1444 H, salah satunya adalah Sate Padang Mak Inggih. Sate Padang ini memiliki cita rasa khas. Tekstur daging yang empuk, kenyal dan gurih, dipadukan dengan bumbu sate lezat, dijamin menggugah selera makan.
Dengan uang Rp 15 ribu, Anda mendapatkan dan menikmati satu piring berisi lontong, dicampur kuah dan 10 tusuk daging sate. Jika selera, Anda silakan datang ke Simpang Melchem, Tanjung Sengkuang, Batuampar, Batam.
”Kita mulai buka lapak Sate Padang Mak Inggih ini mulai pukul 17.00 WIB sampai 24.00 WIB setiap hari,” sebut Pemilik Sate Padang Mak Inggih, Jaka, Kamis (9/2/2023) lalu.
Daging sate yang dijual papar Jaka adalah daging ayam dan sapi. Harganya sama. Tergantung selera. Sedangkan jenis sate yang disuguhkan ada dua yaitu: sate Padang dan sate kacang. Apa bedanya? Sate Padang seperti banyak diketahui, kuahnya kuning, pekat, terdapat kandungan tepung terigu. Satu lagi, kuah sate ini sangat kaya dengan aneka bumbu dan rempah-rempahnya khas Minang.
Sedangkan sate kacang, hampir sama seperti sate Padang. Kuahnya agak manis. Lalu ditambah kacang yang sudah ditumbuk kasar. Jadi masih bisa dirasakan di lidah bahwa itu adalah kacang segar.
Lelaki asal Pariaman ini menambahkan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini adalah milik Safrizal, bapaknya yang meninggal 2015 lalu. Keponakan bapaknya akrab memanggilnya Mak Inggih. Jadilah nama usaha ini Mak Inggih. Jaka kemudian melanjutkan dan mengembangkan usaha ini. Untuk pembuatan daging dan kuah, bujangan ini dibantu ibunya yang tinggal di Bengkong Sadai. Usai berjualan, lapak itu dititip di sekitar kawasan Simpang Melchem. Besoknya, saat mau berusaha, lapak tadi diambil dan diisi lagi dengan daging dan kuah sate yang dibawa dari Bengkong Sadai.
Menurut Jaka, usahanya ini cukup ramai. Satu hari bisa laku 100 piring. Terlebih saat hari Sabtu dan Minggu. Pembelinya mulai dari tukang ojek, sopir, ibu rumah tangga hingga pejabat. Pejabat tidak segan duduk di meja dan kursi yang disediakan di lapak ini. Kalau kipas bambu sudah digoyang-goyang, maka asap sate menyebar kemana-mana mengeluarkan aroma harum dan lezat. Bau ini datang dari aneka bumbu ditambah dengan bawang goreng yang dibakar di atas bara api yang menyala.
Jika ingin makan lebih lengkap ala Minang. Pelanggan bisa menambah dengan kerupuk jangek (kulit sapi, red) dan keripik ubi. Harganya Rp 2 ribu per bungkus. Sambil menunggu waktu berbuka, atau mau membawa sate Padang ke rumah, Sate Padang Mak Inggih salah satu tempat yang direkomendasikan. (*)
Bambang Soediono, Sabtu 11 Maret 2023. F Suprizal Tanjung
Kebijakan Sering Berubah, Sekolah Swasta Kurang Siswa
PANTANG menyerah dalam keadaan apapun. Begitulah sosok dari Pembina Yayasan Manunggal Cipta Rasa Karsa dan Karya, Bambang Soediono Soeroso (77). Di usianya yang senior ini, Bambang tetap tidak kehilangan ciri khasnya. Bersemangat. Ingatannya tajam. Mendetil. Padahal masalah yang ditanya adalah peristiwa sekitar 50-60 tahun lalu.
Dengan kepribadiannya relatif lengkap tersebut, dia telah menerjuni berbagai pekerjaan. Pernah Ketua KONI Batam hingga ketua persatuan pecinta burung di Batam. Bagaimana lengkapnya? Kepada redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung di Jalan Kuda Laut Kaveling 121 Kelurahan Jodoh, Kecamatan Batuampar, Batam, Sabtu (11/3/2023), Bambang membagikan suka duka perjalanan hidupnya dari Kalimantan Barat (Kalbar), Singapura dan sampai ke Batam. Termasuk menceritakan banyak kisah unik, lucu, soal nakalnya anak muda, namun itu hanya menjadi kenangan diri pribadi dan orang terdekat.
Ceritanya cukup panjang. Singkatnya. Saya dulu tamat kuliah Jurusan Akademi Perhubungan Maritim Surabaya, Jawa Timur (Jatim) sekitar tahun 1967-1971. Tamat dari situ. Dalam usia masih muda saya Sign on (masuk, red) bekerja di Perhutani Proyek Khusus Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 1971. Di Pontianak ketika itu, pabrik tak jalan, mati, tak ada kayu. Oleh pimpinan, saya disuruh menjadi surveyor untuk menentukan apakah kayu itu bisa diekploitasi atau tidak.
Mulailah saya memasuki tahap pertama yaitu datang dengan rombongan dengan speed boat merek Evinrude, 124 PK. Singgah di beberapa lock pound (kantor, pos administrasi, kamp, red). Kami bawa beras mie, rokok, kornet dan aneka makanan instant lainnya. Saya bagikan kepada masyarakat Dayak di kampung terdekat di tepi sungai. Saya menyatu dan tinggal dengan orang Dayak yang dituakan (ketua, red) di sana. Mereka berbahasa Melayu Kalimantan dan saya berbahasa Indonesia. Ya. Ada sedikit berbeda. Namun kami bisa saling mengerti. Kami saling menghormati dan menghargai agama dan budaya masing-masing. Sama seperti di tempat lain. Ini adalah strategi berkomunikasi menjelang survei kayu.
Begitu komunikasi lancar, saya pun mengutarakan keinginan kepada ketua masyarakat Dayak tadi untuk minta izin masuk hutan. Minto tolong tunjukkan di titik mana bisa masuk hutan, dan bisa ”melihat” hutan mana yang bisa diolah. Sebab kalau tidak minta izin secara spiritual, jangan heran kita nanti tidak bisa melihat hutan sama sekali di belantara tanaman raksasa tersebut.
Saat sudah bisa masuk hutan di titik yang tepat, mulailan saya buat makalah, mensurvei, melihat titik koordinat kayu, menganalisa jenis kayu seperti ramin, mentibu dan jelutung. Menganalisa keadaan, membuat garis lurus untuk mendapatkan kayu. Saya dibantu 15-20 masyarakat Dayak, menebas rotan jelutung, membuat jalan setapak, sampai membuat rel kereta untuk mengangkut kayu. Kayu itu digunakan untuk dipakai dalam negeri dan juga luar negeri. Banyak pengalaman di hutan belantara, termasuk menjumpai hal-hal bersifat spritiual.
Lama bekerja di sana?
Cuma tiga tahun. Saya merasa mengekploitasi hutan bukan bidang saya. Saya bidangnya di kemaritiman. Sekitar tahun 1973, saya minta kepada pimpinan agar bisa berhenti dan menjadi shipmen (pelaut) dan bisa pergi keluar negeri. Namun pimpinan tidak setuju begitu juga dengan kawan-kawan dan pengusaha di sana. Sebab saya banyak memberikan manfaat untuk kemajuan Perhutani dalam mendapatkan kayu dan lainnya. Saya tetap minta berhenti. Akhirnya saya diizinkan naik kapal dan berlayar menuju Singapura tahun 1973. Dua bulan di kapal, saya tidak cocok. Mabuk laut, muntah-muntah terus. Bagaimana mau kerja di kapal? Mabuk laut laut. Pimpinan dari kapten kapal itu kawan saya. Jadi mereka segan dengan saya. Saya tidak bekerja tapi tetap dapat uang jangkar (gaji tip, red) sebanyak 10 dolar setiap hari sebagai pelaut. Uang jangkar kecil sekali dibandingkan gaji saya di Perhutani. Gaya pelaut yang mabuk di bar, pakai anting dan lainnya saya ikuti. Tapi itu bukan hidup dan bidang saya. Saya bertekat untuk berhenti.
Mendarat di Singapura, saya turun dan datang ke Embassi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Saya orang lapangan. Biasa bebas bersikap dan bergaul dengan level manusia mana saja. Di Negeri Singa itu saya sign off (keluar, berhenti, red) dari Perhutani. Saya melamar kerja di Pertamina Otorita Batam (OB) yang kantornya di KBRI Singapura. Saat itu, Ketua OB adalah Ibnu Sotowo (1971-1976) dan Pelaksana Harian OB adalah Kolonel Abi Hasan Said. Saya diterima Pak Abi Hasan Said. Besoknya langsung disuruh berangkat ke Batam. Itulah awal singkat saya dari Surabaya, Pontianak, Singapura dan ke Batam.
Lancar?
Alhamdulillah. Semua atas usaha dan pertolongan Allah. Di OB yang berada atas Bumi Melayu ini saya bekerja dengan penuh semangat. Sesuai dengan jiwa muda saya yang suka tantangan dan terus bergejolak. Di tengah pekerjaan itu, saya merasa ada yang tidak cocok. Saya berhenti sekitar tahun 1978. Jadi di BOB sekitar 5-6 tahun saja. Selain soal jabatan tadi, juga soal gaji Rp 40 ribu. Dan semua fasilitas saya free (gratis). Saya lihat penghasilan itu tak cocok. Kerja 24 jam, gaji Rp 40 ribu atau sekitar 700 dolar Singapura. Dengan kurs, Rp 63 per satu dolar. Tapi tak diberhenti hentikan. Saya minta izin bisa usaha kepada pihak OB. Saya urus dokumentasi Tenaga Kerja Asing (TKA) yang harus melalui enam departemen di pemerintahan. Saya juga usaha lagi rental office mobil. Ketika itu ada 5 All Company. Satu company ada dua mobil.
Saya kemudian usaha lagi. Minta lahan kepada Pak Mayjen TNI (Purn) Soedarsono Darmosoewito yang menjabat sebagai Kabalak OB mulai tahun 1978 dekat SMK MHS saat ini. Lahan itu itu saya bangun kantor dan disewakan kepada all company (industri berat, red) yang bergerak di bidang pelayaran. Usaha saya lancar, namun kadang ada macet juga. Lama hidup, banyak pemimpin saya temui dan idolakan. Salah satunya Ketika Pak BJ Habibie menjadi Ketua OB (1978-1998).
Tadi sebut ada macet.
Tepat. Tahun 2007, saya mulai melirik usaha pendidikan dengan mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Multi Studi High School (MHS) di atas lahan eluas 5.600 meter persegi itu. Anak saya Aji Sawung Pamungkas yang sudah selesai kuliah di Selandia Baru (New Zealand) akan bekerja di Australia, saya suruh pulang. Namun Aji tak mau. Dia minta agar membuka usaha. Usaha apa? Pendidikan. Oke. Saya dirikan SMK MHS ini. Saya mau Aji pulang tidak bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau bekerja dengan orang lain. Buka usaha saja.
Kepala Sekolah (Kepsek) pertama di SMK MHS ini adalah Untung Suyitno. Dia adalah mantan Kepsek SMPN 4 dan mantan Kanpora Batam. Saya minta Pak Untung mengurus berbagai perizinan kepada Kadis Pendidikan Batam, Pak Muslim Bidin. Kita mengadakan ruangan belajar, komputer diadakan sekian puluh unit, laboratorium, perpustakaan dan lainnya. Urusan secara akademik bagian Untung. Urusan secara non akademik (keuangan pergaulan dan lainnya, red) itu bagian saya. Saya learning by doing. Kita kerja sama.
Banyak siswa mendaftar?
Alhamdulillah. Saya minta Pak Untung datang ke berbagai SMP di Batam mengenalkan SMK MHS. Itu cukup berhasil. Awalnya, siswa kita sekitar 130 orang. Kini makin bertambah. Gedung di SMK MHS ini awalnya diperkirakan bisa menampung 600 sampai 800 siswa. Tapi itu tidak terealisasi. Sebab semua ruangan di gedung ini harus dibagi lagi untuk laboratorium, ruang komputer, perpustakaan, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang yayasan, dan lainnya. Itu harus ada. Kantin saja, akhirnya kita jadikan ruang belajar. Laboratorium dulu 4 ruangan, kini 7 ruangan. Dari beberapa kelas kini ada 27 kelas dan sekitar 40 guru.
Jurusan di MHS?
Ada empat yaitu: Teknik Komputer dan Jaringan; Rekayasa Perangkat Lunak; Seni Tari dan Budaya; Akuntansi dan Multimedia.
Ada masalah terkait guru?
Ini menarik. Kita kekurangan guru terus. Guru kita berhenti karena masuk sebagai PNS. Tiap tahun ada penerimaan guru PNS. Soal gaji. Kita bayar dua kali sebulan karena siswa tidak on time membayar SPP. Saya membantu guru agar menerima keadaan ini. Karena saya sendiri tidak mampu lagi mengatasi ini. Guru-guru muda bisa menerima keadaan ini. Tidak dengan guru senior. Kamipun hanya menerima guru muda di sini, guru idealis. Bukan senior.
Kita juga mengambil praktisi, orang perusahaan dan mahasiswa mengajar di MHS. Selain itu, untuk mengatasi guru yang kurang, kita merekrut guru dari luar Batam. Mereka diberi ongkos tiket datang ke Batam. Tempat tinggal gratis. Banyak kasus. Uang tiket diberi di muka. Eeh si guru tidak jadi datang ke MHS, uang hilang. Ha ha. Kini pola diubah. Calon guru itu datang dulu, baru nanti uang tiketnya diganti.
Soal murid?
Target kita, siswa baru 200-225 masuk tiap angkatan. Total 600 siswa aktif. Maka kita bisa survive. Teryata kita tidak mencapai 200 siswa di tiap angkatan. Karena yang masuk di SMK MHS ini adalah ”muntahan” dari SMAN/ SLTA. Kebijakan pemerintah berubah-ubah. Hasusnya SMA/ SMK menerima 30-35 siswa, tapi bisa menjadi 40-45 siswa. Sekolah swasta menjadi kekurangan siswa. Sementara biaya sekolah kita murah tapi bukan murahan. Uang saya tekor. Biaya operasional, gaji guru, biaya PLN, biaya ATB tidak sebanding dengan pemasukan. Ditambah lagi siswa susah membayar tidak tepat waktu macet. Di atas 50 persen macet SPP. Macet 2-3 bulan. Anehnya ada siswa macet bayar SPP tapi bisa kredit motor. Ha ha. Banyak kasus. Kini polanya saya ubah menjadi Belajar dan Membayar Tepat Waktu. Intinya. Kalau siswa belajar saja tanpa membayar, sekolah akan bankrut. Begitu juga bila membayar saja tanpa belajar. Siswa akan bodoh. Jadi harus seimbang. Ini membangun kedisiplinan.
Kan ada dana BOS?
Saya minta kepada Kepsek SMK MHS agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak boleh digunakan selain untuk ketentuan yang berlaku. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk keperluan sekolah, seperti pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah hingga membeli alat multimedia untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ada perubahan?
Pasti. Kini sudah bergeser pandangan masyarakat terhadap MHS. Kalau dulu masuk MHS bila tidak diterima di SMAN/ SMKN. Kini masuk MHS benar-benar murni mau masuk. Dimana kita tahu? Mereka mendaftar sebelum lulus ujian di SMP/ STLT. Mendaftar di MHS itu bayar. Artinya bila tidak serius. Tak mungkin siswa mau mendaftar di MHS. Hari ini saja sudah mendaftar 109 siswa masuk gelombang ke-3.
Total siswa aktif sekitar 490-510 orang. Break Even Point (BEP), idealnya akan terjadi bila jumlah siswa sudah mencapai 600 orang. Bisa juga total siswa 500. Tapi harus menaikkan SPP. Ini tidak mungkin. Siswa akan keberatan, menjerit. Kini SPP antara Rp 500 ribu – Rp 550 ribu. Jadi belum BEP dan belum ideal. Kita terus berjuang dan melakukan perubahan untuk perbaikan MHS.
Mengenai organisasi?
Banyak organisasi saya masuki. Jadi ketua, pengurus dan pembina. Pernah menjadi ketua KONI Batam, Ketua pecinta burung di Batam, paguyuban dan lainnya. Organisasi itu tujuannya pengabdian kepada masyarakat. Banyak dana keluar ratusan hingga miliaran rupiah. Ketua harus siap keluar tenaga, waktu dan uang. (***)
Biografi
Nama: Bambang Soediono Soeroso
Lahir: Di Ngawi, Jawa Timur (Jatim) 21 April 1946.
Saudara: Anak ke-2 dari 7 bersaudara.
Keluarga
Istri: Renny Anggraini.
Anak: Aji Sawung Pamungkas. 1980.
: Paras Peksi Wulandari. 1982.
Pendidikan
SD. Bogor dan Blitar. 1959.
SMP. Blitar dan Banyuwangi. 1963.
SMA. Banyuwangi dan Malang. 1967.
S1. Akademi Perhubungan Maritim Surabaya. 1967-1971.
President Joko Widodo (second from right) holding a press conference after meeting with the U-20 national soccer team at Gelora Bung Karno Stadium, Jakarta, on Saturday (April 1, 2023). (ANTARA/Indra Arief Pribadi/uyu)
batampos – Di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin (1/4) sore, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi semangat para pemain timnas setelah kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Sekitar sepuluh menit presiden sempat berbincang dengan pelatih timnas U-20 Indonesia Shin Tae-yong (STY).
”Tadi saya sampaikan bahwa ke depan kita ingin memiliki tim yang dibangun sejak awal secara terus-menerus dan berkepanjangan. Sehingga kita punya sebuah timnas yang betul-betul siap,” tutur Jokowi. Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajarannya turut mendampingi presiden.
Dengan usia pemain yang masih muda, kata Jokowi, perjalanan mereka masih panjang. Para pemain timnas U-20 tidak boleh patah arang. ”Mereka masih bisa main di SEA Games. Masih bisa main di Asian Games. Masih bisa main di AFF Cup. Masih bisa main juga di Olimpiade,” jelas dia.
Selain memotivasi, Jokowi mendengarkan keluh kesah para pemain. Presiden mendengarkan secara saksama ungkapan hati maupun keinginan mereka. Beberapa di antaranya ada yang ingin kuliah. ”Beberapa dari mereka ada juga yang ingin masuk ke Polri, TNI, maupun PNS. Itu saja,” ungkapnya.
Presiden juga mendengarkan pemaparan STY mengenai kondisi terkini skuad Garuda Nusantara. Secara teknis, kualitas timnas U-20 masih perlu ditingkatkan. ”Masih ada titik-titik lemah yang perlu diperbaiki, baik dari sisi fisik maupun skill. Tapi, ada sebuah perbaikan yang mendasar di sisi skill. Sehingga persiapan mereka untuk ikut dalam sebuah kompetisi sangat siap,” papar Jokowi.
Terkait potensi sanksi yang diberikan FIFA setelah Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, Jokowi sudah memerintahkan kepada Erick untuk terus berkomunikasi dengan federasi sepak bola dunia tersebut. Jokowi berharap Indonesia tidak dijatuhi sanksi.
Di tempat yang sama, STY mengapresiasi perhatian yang diberikan Presiden Jokowi. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai Jokowi sebagai sosok pemimpin yang sangat peduli terhadap sepak bola nasional. ”Pak Presiden selalu menonton pertandingan timnas. Beliau melihat perkembangan yang baik,” katanya. ”Tapi, sangat disayangkan, Piala Dunia U-20 tidak bisa digelar di sini. Sehingga timnas Indonesia tidak bisa ikut ajang tersebut. Karena itu, setelah ini timnas U-20 akan dibubarkan,” lanjut STY.
Meski demikian, STY berharap program naturalisasi terhadap tiga pemain keturunan tetap dilanjutkan untuk memperkuat timnas U-20. Ketiganya adalah Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Rafael Struick.
Terkait aktivitas STY seusai pembubaran timnas U-20, seharusnya ada event terdekat, yaitu SEA Games 2023 Kamboja. Tapi, komando timnas U-22 SEA Games tetap akan dipegang Indra Sjafri meski STY batal menangani timnas U-20 di Piala Dunia. ”Memang kemarin agenda Piala Dunia U-20 dan SEA Games bentrok. Jadi, mau tidak mau saya tidak bisa memegang timnas SEA Games,” terang STY.
”Sekarang saya tidak punya jadwal apa-apa sampai 10 Juni (periode FIFA Matchday, Red). Mungkin harus dipikirkan baik-baik apa agenda selanjutnya,” imbuh mantan asisten pelatih Queensland Roar tersebut.
Sementara itu, pelatih timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri mengungkapkan, akan ada tujuh pemain timnas U-20 yang dipanggil untuk persiapan SEA Games. Tapi, dia belum bisa memerinci siapa saja pemain tersebut. (*)
batampos– Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, apabila status bandara internasional di Provinsi Kepri di down grade, maka akan berdampak pada kepentingan wisata daerah. Karena Bintan Resort Cakrawala (BRC) akan bekerjasama untuk mendatangkan 400 ribu wisatawan Tiongkok ke Pulau Bintan.
“Ya beberapa waktu ke depan, sekitar 400 ribu wisman Tiongkok akan datang ke Kepri, Pulau Bintan khususnya. Karena program kerjasama dengan BRC,” ujar Gubernur Kepri, Rabu (29/3) lalu.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad
Menurut Gubernur terkait rencana ini, pihaknya sudah menyampaikan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dirjen Imigrasi. Bahkan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) juga sudah memberikan dukungan. Karena bagaimanapun, Kepri membutuhkan kehadiran Bandara Internasional.
“Kita akan urus persoalan ini, karena sebagai daerah kepulauan kita membutuhkan kehadiran Bandara Internasional,” tegas Gubernur.
Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua meminta Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemko Tanjungpinang untuk mempertahankan status yang sudah ada. Menurutnya, untuk mendapatkan status sebagai bandara internasional sangat tidak mudah. Tentu ini satu kerugian bagi kepentingan pariwisata Kepri kedepan.
Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut menegaskan, antar daerah di Kepri rentang kendalinya terpisah oleh laut. Sehingga apabila penerbangan internasional harus tercentralisasi di Batam, tentu ini menjadi persoalan. Karena pulau Batam dan Pulau Bintan tidak berada di dalam satu mainland.
Ditegaskannya, tidak ada ruginya, menyandang status Bandara Internasional. Meskipun pada prosesnya masih belum begitu aktif jalur penerbangan yang tersedia. Karena kedepan Kepri akan membutuhkan itu. Maka dari itu, sebaiknya predikat yang sudah ada harus dipertahankan
“Bandara RHF Tanjungpinang bisa menjadi tempat flight chartered dan tidak ada WNI. Kondisi ini bisa menjadi alasan untuk mempertahankan status tersebut,” tegasnya. (*)