Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 607

Impor Elektronik Bekas Belum Terbukti Limbah B3

0

ilustrasi. f. net

batampos– Polemik impor barang elektronik bekas dari Amerika Serikat ke Batam semakin menarik untuk diikuti. Sampai saat ini sudah ada ratusan kotainer barang elektronok bekas itu tertahan di Pelabuhan Batuampar. Dan sampai sekarang belum ada kejelasan apakah isi kontainer itu limbah B3 atau tidak.

Andrei, legal PT Esun, salah satu perusahaan yang mengimpor mengatakan bahwa selama ini ada informasi ada yang menyesatkan masyarakat, bahwa barang impor yang disebut-sebut limbah B3, ternyata hanyalah barang elektronik bekas yang digunakan sebagai bahan baku. ”Barang yang diimpor masih dalam keadaan utuh bukan tergolong sisa dan skrap,” tulisnya dalam rilis.

Hal ini, ujarnya, sejalan dengan Permenperin No. 16/2021 Pasal 1ayat (3) yang menyebutkan: “Bahan baku Adalah bahan mentah, barang setengah jadi, atau barang jadi yang dapat diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Bahkan ia menyebutkan, ahli dibidang limbah B3 mengatakan ada perbedaan yang mendasar antara limbah B3 dengan barang elektronik bekas sebagai bahan baku.

BACA JUGA: Pemerhati Lingkungan: Daur Ulang Limbah Elektronik di Batam Aman Jika Dikelola Sesuai Standar Lingkungan

Dijelaskannya, selama ini barang-barang yang masuk tidak dibuang sembarangan karena setelah diolah seluruh barangnya langsung diekspor tidak menyisakan sisa.

”PT Esun misalnya telah melakukan pemantauan lingkungan secara rutin, yakni pemantauan kualitas udara, pemantauan air limbah domestik, pemantauan limbah padat bekerjasama dengan Laboratorium sucofindo, hasilnya semuanya tidak terdapat satu parameter yang melibih baku mutu yang ditentukan Permen LHK, artinya tidak terbukti ada pencemaran lingkungan dalam kegiatan usaha ini,” bebernya.

Dijelaskannya juga bahwa sSemua barang yang diimpor diolah memiliki nilai ekonomi dan memberikan kontribusi pajak ke negara. ”Menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja, justru PT Esun telah memberikan kontribusi perekonomian Indonesia, Batam akan siap-siap terjadi banjir pengangguran jika kegiatan ini terganggu,” tegasnya.

Andrei mengaku pihaknya sudah mendapat izin BP Batam sejak tahun 2017. ”Tentunya sudah pernah ada kajian yang mendalam sehingga BP Batam dapat mengeluarkan izin ini, dan selama ini Bea Cukai Batam pun pasti sudah sangat teliti sekali menerbitkan dokumen persetujuan pemasukan barang (SPPB) sebagai bahan baku,” bebernya.

Kesimpulannya, ujarnya, jika belum ditentukan limbah B3 atau bahan baku, maka belum dapat diputuskan untuk Re-Ekspor, apakah pemerintah siap menanggung kerugian perusahaan-perusahaan jika ternyata terbukti barang-barang yang diimpor bukan limbah B3. ”Oleh sebab itu harus dilakukan pendalaman yang baik terlebih dahulu, tidak memutuskan secara terburu-buru akan sesuatu yang belum pasti benar salahnya,” tutupnya. (*)

Artikel Impor Elektronik Bekas Belum Terbukti Limbah B3 pertama kali tampil pada Metropolis.

Empat Terduga Penyelundup Balpres Diamankan Polda Kepri di Pelabuhan Batam

0

Direskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Simamora bersama Kepala Bea Cukai Batam Zaky Firmasyah menunjukan barang bukti pakaian bekas ilegal hasildari pengungkapan saat ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (9/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Empat orang berinisial S, AG, RK, dan AA diamankan Subdit Indagsi Ditkrimsus Polda Kepri terkait dugaan penyelundupan pakaian bekas di Pelabuhan Batam. Mereka ditangkap dalam operasi gabungan bersama Bea Cukai Batam setelah aparat menemukan belasan koper dan karung berisi barang larangan impor.

Penindakan itu dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor A/29 dan A/30 pada 8 Desember 2025. Keempatnya langsung dibawa ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan intensif guna memastikan peran masing-masing.

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan mengamankan 11 koper dan 8 karung berisi pakaian tidak baru alias barang bekas. Seluruh barang diduga kuat hendak diselundupkan melalui jalur penumpang di pelabuhan.

Direktur Krimsus Polda Kepri, Kombes Silverster Simamora, mengatakan penanganan kasus masih terus berjalan dengan mengedepankan pemeriksaan terhadap para terduga. Kasus ini merupakan laporan model A, di mana temuan berawal dari kegiatan penyidik di lapangan.

BACA JUGA: Penyelidikan Balpres Terus Berjalan, Lima Truk dan Kontainer Masih Ditahan

“Empat orang sudah kami amankan dan sedang kami periksa. Kami dalami keterlibatan masing-masing sebelum masuk ke tahap berikutnya,” ujar Silverster saat ekspose di Mapolda Kepri, Selasa (9/12).

Ia menambahkan, setelah rangkaian pemeriksaan awal rampung, berkas dan barang bukti akan diserahkan ke Bea Cukai Batam. Selanjutnya para terlapor akan diproses menggunakan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan.

“Untuk empat orang yang diamankan masih tahap pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, kasus ini akan kami limpah ke Beacukai Batam,”

Silverster menyebut potensi kerugian negara dalam kasus ini cukup besar. Ancaman pidana maksimal terhadap para pelaku adalah delapan tahun penjara, mengingat penyelundupan pakaian bekas masuk kategori pelanggaran serius.

Dari sisi jumlah barang, kata dia, kasus kali ini jauh lebih besar dibanding beberapa temuan sebelumnya. Namun, ia menegaskan hal itu bukan karena meningkatnya kejahatan, melainkan efektivitas strategi pengawasan yang kini lebih ketat dan terkoordinasi.

“Pengawasan di pelabuhan semakin tajam. Termasuk terhadap pembawa uang tunai dan narkotika, kami juga menemukan banyak indikasi yang berhasil digagalkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, mengapresiasi langkah cepat Ditkrimsus dalam menuntaskan penindakan di lapangan. Kolaborasi kedua instansi disebut menjadi kunci utama dalam memperkuat pengawasan di kawasan pabean.

“Potensi pelanggaran seperti ini hanya bisa ditekan melalui kerja sama. Tim Ditkrimsus yang bekerja di hilir dan kami di kawasan pabean saling melengkapi,” kata Zaky.

Ia menegaskan bahwa pengawasan ketat tidak boleh mengganggu pelayanan kepada penumpang. Oleh sebab itu, koordinasi antara instansi perlu terus diperkuat agar pelayanan tetap lancar dan penindakan bisa berjalan tanpa hambatan.

Zaky juga menyampaikan bahwa kerja sama lintas instansi dalam satu bulan terakhir sudah menunjukkan hasil positif. Selain dengan kepolisian, Bea Cukai turut berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk menjaga arus barang tetap tertib.

“Setiap instansi tidak bisa bekerja sendiri. Semakin kuat kolaborasinya, semakin baik pula pengawasannya,” ujarnya.

Menurut Zaky, pengawasan yang baik juga berdampak pada pelaku UMKM di Batam. Persaingan menjadi lebih sehat ketika barang-barang ilegal dapat ditekan melalui kontrol yang ketat.

Polda Kepri dan Bea Cukai memastikan kerja sama pengawasan akan terus dilanjutkan untuk menjaga keamanan kawasan perbatasan dan meminimalkan kerugian negara akibat aktivitas penyelundupan. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Empat Terduga Penyelundup Balpres Diamankan Polda Kepri di Pelabuhan Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Begini Perjuangan Jurnalis Batam Salurkan Bantuan ke 4 Jorong Terisolir akibat Bencana Alam di Agam, Sumbar

0
Jurnalias Batam yang langsung membawa bantuan untuk korban bencana alam langsung membangikan bantuan ke warga.

batampos– Kabupaten Agam, Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak terparah akibat banjir bandang yang melanda pada November 2025. Di Nagari Sungai Batang, sedikitnya 800 rumah rusak dan enam orang meninggal dunia. Sementara beberapa warga lainnya masih belum ditemukan.

Perjalanan menuju lokasi bencana bukan perkara mudah. Nagari Sungai Batang berada di pinggiran Danau Maninjau, desa wisata yang dikenal sebagai kampung kelahiran ulama besar Buya Hamka. Daerah ini memiliki empat jorong yang kondisinya paling parah terdampak banjir bandang.

Rumah-rumah rata dengan tanah, hanyut tersapu air bah. Batu-batu besar dari pegunungan turut menyeret apa saja yang dilaluinya, memutus akses jalan hingga tak dapat dilewati kendaraan bantuan.

Ketika rombongan Jurnalis Batam dan Korwil IJTI Sumatera tiba di lokasi utama, masyarakat mengungkapkan bahwa bantuan ke empat jorong tersebut sangat minim. Jalan terputus, sementara satu-satunya akses adalah menyeberang menggunakan perahu yang tidak memadai mengangkut logistik dalam jumlah banyak.

Karena kondisi mendesak, tim memutuskan memutari Danau Maninjau. Perjalanan ditempuh selama tiga jam. Jalan rusak, longsor di beberapa titik, membuat mobil harus bergerak pelan menembus rute penuh risiko.

“Kita prihatin mendengar keluhan masyarakat yang terdampak sangat parah. Banyak rumah hanyut, bahkan ada keluarga mereka yang meninggal dunia dan masih ada yang belum ditemukan,” ujar Ketua Korwil IJTI Sumatera, Gusti Yennosa, Senin (8/12/2025) malam.

BACA JUGA: Pemko Batam Salurkan Bantuan Rp7,5 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatra

Wanita yang akrab disapa Oca itu menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dibawa dari Batam diserahkan langsung kepada warga, bukan melalui posko bencana.

“Ini amanah dari para donatur. Karena itu, bantuan kita antarkan langsung ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Warga yang menerima tampak menyambut dengan rasa haru. Beberapa bahkan tak kuasa menahan air mata saat bantuan berpindah langsung ke genggaman mereka.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Mereka merasa diperhatikan dan tidak harus ke posko untuk dapat bantuan,” tambah Oca.

Penyaluran bantuan di empat jorong Nagari Sungai Batang rampung pada Selasa (9/12/2025) dini hari. Selanjutnya, rombongan jurnalis langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi bencana lainnya di Kabupaten Solok.

Meski tenaga terkuras, rasa lelah terbayar saat melihat senyum dan optimisme kembali tumbuh di wajah para penyintas bencana. (*)

Artikel Begini Perjuangan Jurnalis Batam Salurkan Bantuan ke 4 Jorong Terisolir akibat Bencana Alam di Agam, Sumbar pertama kali tampil pada Metropolis.

Gagal Ginjal, Narapidana Narkotika Asal Singapura Meninggal

0

Ilustrasi.

batamposVasudhevan Jayaram, narapidana kasus narkotika asal Singapura yang menghuni Rutan Kelas IIA Batam, meninggal dunia di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Selasa (9/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Pria berusia 77 tahun itu tutup usia setelah menjalani perawatan intensif akibat gagal ginjal yang dideritanya setelah 2 hari dirawat.

Vasudhevan sebelumnya dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (7/12) sore setelah kondisinya memburuk. Pagi harinya, ia sempat mendapat perawatan di instalasi gawat darurat hingga sore hari barulah dipindah ke ruang inap RSUD Embung Fatimah.

Kuasa hukum Vasudhevan, Saferiyusu Hulu, membenarkan kabar tersebut. Ia mengaku menerima informasi langsung dari pihak rutan pada Selasa dini hari. “Kami baru dapat kabar sekitar pukul satu bahwa beliau tidak tertolong. Kondisinya memang sudah sangat lemah,” ujarnya.

Saferiyusu menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat rutan yang membawa kliennya ke rumah sakit saat kondisi kritis. Menurutnya, keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian Vasudhevan yang sebulan ini berjuang atas gagal ginjal.

BACA JUGA: Tim Buser Polsek Sagulung Gagalkan Transaksi Curanmor

Keluarga sudah menerima,” katanya.

Keluarga memutuskan proses kremasi akan dilakukan di Batam. Sejumlah kerabat telah berada di kota ini untuk mengurus prosesi pemakaman berdasarkan aturan yang berlaku bagi warga negara asing.

Humas RSUD Embung Fatimah, Ellin, menjelaskan kondisi medis Vasudhevan ketika masuk ke ICU pada Minggu malam. Pasien datang dengan kesadaran menurun, sesak berat, dan pernapasan mencapai 30 kali per menit.

Pasien kami tangani dengan pemasangan obat penunjang jantung, oksigen tinggi, selang makan, selang kencing, hingga akses cuci darah,” terangnya.

Sekitar pukul 23.30 WIB, dokter memutuskan melakukan intubasi dan memasang ventilator untuk membantu pernapasan. Namun kondisi terus menurun. “Pasien mengalami henti jantung pada pukul 00.50. Resusitasi jantung paru dilakukan, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan. Pada pukul 01.50 pasien dinyatakan meninggal,” kata Ellin.

Sebelum wafat, kondisi Vasudhevan memang menjadi perhatian publik setelah keluarga mengeluhkan persoalan pembiayaan. Pada Minggu (7/12) pagi, ia sempat dibawa ke RSUD, namun sempat tertahan di ruang administrasi karena keluarga diminta menandatangani surat jaminan biaya sebagai WNA yang tidak ditanggung negara, meski ia berstatus tahanan pemerintah Indonesia.

Persoalan itu muncul setelah rutan menyatakan tidak lagi mampu menanggung seluruh biaya medis. Dua pekan sebelumnya, biaya perawatan Vasudhevan mencapai Rp39 juta, semuanya ditanggung rutan. Namun kebutuhan cuci darah rutin yang harus dilakukan satu hingga dua kali seminggu membuat biaya melonjak dan tidak ada skema pendanaan lanjutan yang jelas.

Vasudhevan telah menjalani vonis empat tahun penjara sejak ditahan pada September 2024. Selama satu tahun lebih masa tahanan, kesehatannya merosot drastis hingga akhirnya didiagnosis gagal ginjal kronis.

Kuasa hukum Vasudhevan bahkan telah mengirim permohonan resmi kepada Presiden RI, Menko Polhukam, Menteri Hukum dan HAM, Dirjen Pemasyarakatan, serta Kepala Rutan Batam, agar kliennya diberi izin perawatan di Singapura karena fasilitas medis lebih memadai. Namun hingga kliennya wafat, belum ada respons yang memungkinkan proses pemindahan.

“Kami sudah kirim surat sejak pertengahan November. Harapan kami waktu itu hanya satu: beliau bisa dirawat di negaranya sendiri supaya kondisinya stabil. Tapi sampai akhir hayatnya, izin itu tidak kunjung turun,” ujar Saferiyusu.

Ia juga menyoroti lambatnya respons pihak yang menangani urusan WNA di Batam. Menurutnya, pihak konsultan imigrasi yang seharusnya bisa menjembatani kepentingan hukum warga asing justru tidak menunjukkan langkah nyata. “Seharusnya ada pihak yang memfasilitasi ketika WNA dalam keadaan kritis. Tapi itu tidak terlihat,” ujarnya.

Permohonan pengampunan yang diajukan tim hukum berlandaskan pada aspek kemanusiaan dan ketentuan dalam Undang-Undang Pemasyarakatan. Namun seluruh upaya itu terhenti akibat proses yang tak kunjung bergerak.

Susmiati, istri Vasudhevan, menuturkan suaminya tidak punya riwayat penyakit berat sebelum masuk rutan. “Dia hanya punya darah tinggi dan asam urat. Setelah masuk rutan, kondisi badannya menurun terus sampai akhirnya ginjalnya tidak berfungsi,” ungkapnya.

Di tengah duka, Susmiati berharap kejadian ini menjadi perhatian pemerintah agar narapidana lansia dan sakit berat mendapat perlakuan yang lebih manusiawi. “Saya hanya ingin suami saya dirawat dengan layak. Tapi semuanya sudah terjadi,” katanya. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

 

 

Artikel Gagal Ginjal, Narapidana Narkotika Asal Singapura Meninggal pertama kali tampil pada Metropolis.

Pencarian KM Pelangi 15 Tertunda, Basarnas: Cuaca Buruk Hambat Operasi SAR

0
Empat awak kapal KM Pelangi 15 berfoto sebelum berangkat menuju Pemangkat, Kalbar. Kini, kapal tersebut dinyatakan hilang kontak. F. Basarnas untuk Batam Pos.

batampos – Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Natuna hingga kini belum mengerahkan tim untuk mencari kapal kargo KM Pelangi 15 yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Tarempa menuju Pemangkat atau Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Pos SAR Natuna di Anambas, Bima, mengatakan penghentian sementara pencarian dilakukan karena kondisi cuaca ekstrem di wilayah perairan tersebut.

“BMKG mengeluarkan peringatan cuaca dan gelombang tinggi, sehingga kami belum bisa turun ke lapangan,” kata Bima, Selasa (9/12).

Meski belum melakukan operasi pencarian, Basarnas telah menerbitkan maklumat pelayaran kepada Bakamla Pontianak. Seluruh kapal yang melintas diminta melaporkan setiap tanda keberadaan KM Pelangi 15 melalui Basarnas atau kanal radio VHF frekuensi 16.

Bima menjelaskan, tracking terakhir Automatic Identification System (AIS) menunjukkan kapal sempat berputar di satu titik sebelum sinyalnya hilang total.

Di sisi lain, warga Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, melakukan pencarian mandiri menuju titik koordinat terakhir yang terekam AIS. Namun hingga kini belum ditemukan tanda-tanda kapal.

Dalam kesempatan berbeda, Jalis, istri ABK Juraimi, berharap seluruh kru dapat segera ditemukan.

“Saya berharap suami dan seluruh kru ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

KM Pelangi 15 diketahui bertolak dari Pelabuhan Tarempa, Sabtu (6/12) pukul 23.00 WIB, membawa muatan ikan segar dan kebutuhan pokok. Kapal seharusnya tiba di Pontianak pada Senin (8/12) sekitar pukul 14.00 WIB, namun hingga lewat jadwal tersebut tidak ada kontak sama sekali.

Pemantauan terakhir AIS mencatat posisi kapal berada di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan pada Minggu (7/12) pukul 13.10 WIB sebelum sinyal menghilang.

Kapal bermuatan empat awak, yakni Syaiful Anwar (54), warga Hutan Lindung Tanjungpinang; Abidin (43), warga Tanjung Unggat Tanjungpinang; serta dua warga Desa Nyamuk, Juraimi (46) dan Sarip (38). (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pencarian KM Pelangi 15 Tertunda, Basarnas: Cuaca Buruk Hambat Operasi SAR pertama kali tampil pada Kepri.

Petani Sungai Jeram Optimalkan Lahan dengan Tanam Sorgum dan Padi Gogo

0
Petani membersihkan ilalang di tanaman padi gogo dan sorgum di lahan yang sama di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara pada Selasa (9/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Petani di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara kini menerapkan sistem tumpang sari dengan menanam sorgum dan padi gogo di lahan yang sama. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan.

Sekretaris Kelompok Tani Milenial Kreatif, Suroso, mengatakan sorgum dan padi gogo dipilih karena memiliki kesamaan dari sisi hama hingga metode panen sehingga lebih efisien diterapkan.

“Sorgum dan padi gogo dipilih karena hama dan cara panennya sama, jadi lebih praktis,” ujar Suroso, Rabu (10/12).

Untuk mencegah serangan burung, para petani memasang botol berisi pemberat besi di sekitar area tanaman.

Saat ini, tanaman sorgum telah berusia sekitar tiga bulan dan siap panen, sedangkan padi gogo baru memasuki usia satu bulan. Dari hasil tanam tersebut, Suroso menargetkan panen sorgum mencapai 2,5 ton.

Sementara itu, padi gogo ditargetkan menghasilkan minimal satu ton pada masa panen perdana.

“Padi gogo ini baru pertama dicoba. Mudah-mudahan bisa panen satu ton lebih,” harapnya.

Ia juga berharap semakin banyak petani di Kabupaten Bintan tertarik mengembangkan sorgum karena memiliki nilai manfaat tinggi dan bisa menjadi komoditas unggulan baru.

“Kita juga berharap ada penampung hasil sorgum pascapanen, biar petani lebih semangat,” kata dia. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Petani Sungai Jeram Optimalkan Lahan dengan Tanam Sorgum dan Padi Gogo pertama kali tampil pada Kepri.

Pompong Nelayan Bintan Tenggelam Dihantam Ombak Kuat, Dua ABK Selamat

0
Pompong yang tenggelam ditarik oleh pompong lainnya ke Pelantar Panjang, Kampung Sungai Kecil, Desa Teluk Sebong pada Selasa (9/12) sore. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sebuah pompong nelayan asal Bintan, KM Hikmah Jaya, tenggelam di sekitar perairan Karang Singa, Selasa (9/12) sekitar pukul 10.30 WIB. Kapal kayu tersebut terbalik akibat dihantam ombak kuat saat sedang melaut.

Dua nelayan yang berada di atas kapal, Muhammad Faisal dan Julhanudin Ritonga, berhasil selamat setelah mendapat pertolongan dari nelayan lain yang memancing di lokasi kejadian.

Nelayan setempat, Tedi Damanik menjelaskan bahwa kedua korban berangkat melaut sekitar pukul 07.00 WIB dari Pelantar Panjang Kampung Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Tedi mendapat laporan bahwa pompong Faisal dan Julhanudin tenggelam akibat gelombang tinggi. Ia kemudian menggerakkan nelayan lain untuk menjemput korban.

“Ada dua pompong dari pelantar panjang dan dua pompong dari laut yang berangkat menjemput,” kata Tedi.

Nelayan yang ikut dalam upaya penyelamatan, Ridwan, mengatakan perjalanan ke lokasi memakan waktu satu hingga dua jam. Sesampainya di perairan Karang Singa, korban telah lebih dulu ditolong nelayan setempat.

Selain menyelamatkan korban, pompong yang tenggelam juga berhasil diamankan dan ditarik kembali ke Pelantar Panjang. “Kita kencangkan ikatannya, lalu ditarik dua pompong,” ujar Ridwan.

Muhammad Faisal mengaku kejadian tersebut berlangsung sangat cepat dan tak sempat menghindar dari gelombang. “Kejadian ini seperti mimpi, saya tidak menyangka pompong saya akan tenggelam,” ucapnya.

Sesampainya di darat, keluarga dan kerabat korban sudah menunggu di Pelantar Panjang Kampung Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pompong Nelayan Bintan Tenggelam Dihantam Ombak Kuat, Dua ABK Selamat pertama kali tampil pada Kepri.

Tulisan Masjid Bukit Indah Sukajadi Dicuri, Pencuri Beraksi Tengah Malam

0
Huruf-huruf berukuran sekitar 40 sentimeter yang terpasang di bagian depan masjid Bukit Indah Sukajadi dicopot pencuri. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Tulisan “Masjid Bukit Indah Sukajadi” di bagian depan masjid, tepat di pinggir Jalan Jenderal Sudirman, hilang satu per satu dalam beberapa minggu terakhir. Huruf-huruf berukuran sekitar 40 sentimeter itu telah terpasang sejak masjid berdiri pada 2004 dan kondisinya masih baik sebelum dicuri.

Imam Masjid Bukit Indah Sukajadi, Andi Akbar, menceritakan, kasus ini bermula pada 24 November 2025, saat satu huruf pertama hilang. Dalam beberapa hari, huruf lain ikut lenyap hingga hampir seluruh tulisan kini dicopot pencuri.

Puncaknya terjadi pada Senin (8/12) dini hari, ketika dua pelaku kembali beraksi. Mereka sempat ditangkap pengurus masjid, namun berhasil melarikan diri. “Hurufnya itu masih bagus semua, tidak ada yang rusak. Mulai copot karena ulah pencuri,” kata Andi, Selasa (9/12) sore.

Pelaku beraksi dengan berbagai modus, termasuk berpura-pura memetik kangkung liar di sekitar masjid. Biasanya, aksi terjadi pukul 02.00–03.00 WIB, saat security tengah lengah. Dalam satu kesempatan, mereka bisa mencopot dua huruf sekaligus.

“Kalau security lengah sedikit, mereka langsung ambil. Dan kemarin itu puncaknya, jam tiga subuh mereka nekat lagi,” ujarnya. Total huruf pada tulisan tersebut berjumlah 24.

Pada dini hari itu, security bersama jamaah yang menginap mendengar suara mencurigakan. Saat didekati, terlihat dua orang sedang berusaha mencopot huruf. Satu pelaku sempat ditangkap, tetapi akhirnya kabur menyelinap ke area gelap sekitar masjid.

Pelaku beberapa kali datang dengan motor Yamaha Vega merah-hitam tanpa pelat nomor. Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 WIB, seorang pria berkaus hitam dan penuh lumpur berjalan di depan masjid. Ia dikejar security dan satpam komplek hingga berhasil diamankan.

“Waktu diperiksa, dia memang tidak mengaku ambil huruf di sini. Tapi di tasnya ada gulungan kabel tembaga dan gunting. Katanya itu hasil mencuri di Batuaji,” ujar Andi.

Meski tidak mengaku mencuri huruf masjid, pelaku tetap diserahkan ke Polresta Barelang untuk proses hukum lebih lanjut. Motor yang ditinggalkan pelaku juga masih diamankan di lingkungan masjid. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Artikel Tulisan Masjid Bukit Indah Sukajadi Dicuri, Pencuri Beraksi Tengah Malam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kajari Anambas Ajak Generasi Muda Berani Tolak Korupsi Sejak Dini

0
Kajari Anambas, Budhi Purwanto berdiskusi dengan mahasiswa di sela peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Selasa, (9/12). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Anambas, Budhi Purwanto mengajak generasi muda untuk ikut memerangi korupsi di daerah. Ajakan itu disampaikan dalam seminar peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar pada Selasa (9/12).

Budhi menegaskan peran anak muda sangat penting dalam menjaga Anambas tetap bersih dari praktik korupsi. Menurutnya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin anak muda berani berkata tidak pada korupsi. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti tidak melakukan pungutan liar dan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya,” kata Budhi.

Ia menyebut korupsi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam masa depan masyarakat, termasuk generasi penerus. Jika anggaran diselewengkan, pembangunan akan terhambat dan rakyat yang dirugikan.

Seminar Hakordia ini diikuti pelajar, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan di Kepulauan Anambas. Mereka diberikan pemahaman mengenai bahaya korupsi sejak dini, sekaligus ruang diskusi seputar persoalan hukum.

Peserta terlihat antusias saat mengajukan pertanyaan, termasuk terkait mekanisme penindakan jika terjadi dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan.

Menanggapi hal tersebut, Budhi menegaskan kejaksaan selalu terbuka terhadap laporan masyarakat. Pihaknya tidak akan menutup mata terhadap indikasi penyimpangan.

“Kami sangat terbuka terhadap laporan. Jika ada dugaan korupsi, silakan laporkan. Kami jamin kerahasiaannya,” ujarnya menegaskan.

Di akhir kegiatan, Budhi berharap nilai kejujuran dan integritas terus ditanamkan di lingkungan pendidikan dan keluarga. Ia ingin generasi muda tumbuh sebagai agen perubahan demi masa depan Anambas yang lebih baik.

“Anambas ini milik kita bersama. Mari kita rawat dengan bersih dari korupsi,” tutupnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kajari Anambas Ajak Generasi Muda Berani Tolak Korupsi Sejak Dini pertama kali tampil pada Kepri.

Kejari Batam Tegaskan Komitmen Anti Korupsi: Rp11,8 Miliar Kerugian Negara Dikembalikan

0
Kepala Seksi Intelijen Kejari Batam, Priandi Firdaus. Foto. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Momentum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2025 menjadi ajang bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam untuk menegaskan kembali komitmennya memerangi praktik rasuah. Melalui paparan capaian kinerja sepanjang 2025, Kejari Batam menekankan pentingnya profesionalisme, transparansi, dan optimalisasi penindakan dalam menjaga kepercayaan publik.

Kasi Intel Kejari Batam, Priandi Firdaus, menegaskan bahwa pihaknya berupaya membuka seluas-luasnya capaian penanganan perkara kepada masyarakat sebagai bagian dari transparansi penegakan hukum.

“Sepanjang 2025, Kejari Batam mencatat penanganan perkara korupsi dengan rincian: penyelidikan 6 perkara, penyidikan 6 perkara, pra-penuntutan 7 perkara, penuntutan 11 perkara, eksekusi 13 perkara, serta upaya hukum 2 perkara,” ujar Priandi, Selasa (9/12).

Selain perkara korupsi, Kejari Batam juga menangani tindak pidana khusus lainnya dengan capaian: 12 perkara pra-penuntutan, 21 penuntutan, 16 eksekusi, dan 4 upaya hukum.

Priandi menyebut sepanjang tahun ini Kejari Batam juga mencatat keberhasilan pengembalian kerugian keuangan negara. “Melalui mekanisme PNBP, negara telah diselamatkan sebesar Rp 11.809.780.423,19,” jelasnya.

Ia menuturkan, capaian ini menjadi bagian dari dukungan Kejari Batam terhadap program nasional pemberantasan korupsi sekaligus penerapan arahan Jaksa Agung.

Ke depan, kata Priandi, fokus penegakan hukum tidak hanya bertumpu pada penindakan kasus korupsi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan peningkatan integritas internal.

“Penegakan hukum diarahkan semakin menitikberatkan pada profesionalisme, peningkatan kapasitas penyidikan, serta optimalisasi penelusuran dan perampasan aset. Semua langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan publik kepada institusi kejaksaan,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Kejari Batam menegaskan bahwa pembrantasan korupsi bukan sekadar slogan. Komitmen nyata diwujudkan melalui penindakan, pengembalian kerugian negara, dan penjagaan integritas kelembagaan guna mewujudkan penegakan hukum yang bersih dan berkeadilan. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Kejari Batam Tegaskan Komitmen Anti Korupsi: Rp11,8 Miliar Kerugian Negara Dikembalikan pertama kali tampil pada Metropolis.