
batampos– Ratusan masyarakat dari berbagai daerah mengikuti kenduri merohom di kompleks Makam Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Sabtu (18/2/2023).
Dalam tradisi ini, masyarakat dengan memakai baju adat Melayu membawa wadah berisi pulut kuning dan bunga telor.
Tidak hanya itu, mereka juga terlihat membawa berbagai aneka masakan khas Melayu.
Kemudian mereka memanjatkan doa bersama saat melakukan ziarah di kompleks makam yang menjadi situs sejarah dan benda cagar budaya.
Setelah itu, mereka berbagi makanan pulut kuning dan bunga telor serta menyantam makanan yang dibawa.
Sementara warga setempat yang melaksanakan tradisi ini, Siti mengatakan, sudah lama melaksanakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan setiap 27 Rajab.
“Tiap tahun ada tradisi naik merohom di sini, setiap tanggal 27 Rajab,” kata dia.
Dalam tradisi ini, wanita berusia 21 tahun ini mengatakan, masyarakat melaksanakan ziarah ke makam dengan membawa pulut kuning, bunga telor dan air.
“Selesai doa, kita makan bersama keluarga dan peziarah lain,” kata wanita berhijab warna hitam ini.
Tokoh masyarakat Kepri, Datok Huzrin Hood menyampaikan, menurut sejarah Melayu, tradisi kenduri merohom Bukit Batu sudah dilakukan turun-termurun.
Konon, pada tahun 1940an, sejumlah anak-anak muda dari Bukit Batu dibawa ke Sumatera untuk dipekerjakan secara paksa.
Sejumlah orangtua sempat bernazar kalau anak-anaknya kembali ke Bukit Batu, mereka akan melaksanakan syukuran dan doa selamat.
“Tradisi ini terus-menerus dilakukan masyarakat dan menjadi kebiasaan,” kata Huzrin.
Dia berharap masyarakat terus merawat tradisi kenduri merohom Bukit Batu serta menjadikan kompleks makam di Bukit Batu sebagai cagar budaya.
Kadisbudpar Bintan, Arief Sumarsono mengatakan, tradisi ini mesti terus dilestarikan karena menunjang sektor kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Bintan.
“Warisan budaya ini kita usulkan dalam warisan tak benda,” kata dia.
Tidak hanya itu, kegiatan ini telah masuk dalam agenda kebudayaan serta pariwisata di Kabupaten Bintan.
Dia berharap, tradisi ini dapat dikemas lebih baik sehingga dapat menarik wisatawan asal Malaysia umumnya dan khususnya yang memiliki garis keturunan Melayu Bentan ke Bintan.
“Kunjungan wisatawan Malaysia masih rendah, kita berharap melalui event-event yang mengangkat budaya dapat menarik wisatawan Malaysia ke Bintan,” kata dia. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto










