Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 609

Harga Cabai, Tiket Pesawat, dan Emas Dongkrak Inflasi Batam

0
Ilustrasi. Warga saat membeli cabai merah di Pasar Bengkong Sadai. Harga cabai dongkrak inflasi di Batam. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari kembali dirasakan masyarakat Batam. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat inflasi year on year (y-on-y) November 2025 mencapai 3,21 persen, didorong terutama oleh lonjakan harga bahan pangan dan biaya perawatan pribadi.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang tertinggi dengan inflasi 4,32 persen, berkontribusi 1,22 persen terhadap inflasi Batam. Di dalamnya, cabai merah menjadi komoditas paling dominan, menyumbang 0,45 persen, diikuti sigaret kretek mesin (SKM) 0,12 persen, telur ayam ras 0,08 persen, minyak goreng 0,07 persen dan santan segar 0,06 persen.

Tak hanya pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat kenaikan mencolok sebesar 16,32 persen, menyumbang 1,02 persen terhadap inflasi total. Peningkatan ini menggambarkan naiknya biaya kebutuhan gaya hidup urban seperti perawatan wajah dan tubuh yang kini makin terasa di kantong masyarakat.

Baca Juga: Jejak Rekrutmen Gelap di Balik Kematian Dwi Putri Mulai Terungkap

“Kenaikan harga komoditas pangan dan perawatan pribadi menjadi penekan terbesar inflasi Batam pada November. Kondisi ini perlu perhatian bersama karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat,” jelas Kepala BPS Batam Eko Aprianto, Jumat (5/12).

Selain pangan dan kebutuhan rumah tangga, sejumlah komoditas non-pangan juga berperan besar memicu kenaikan inflasi, di antaranya emas perhiasan, harga sewa rumah, sigaret kretek mesin (SKM), angkutan udara dan nasi lauk dan makanan siap saji.

Kenaikan harga tiket pesawat, misalnya, menjadi penyumbang inflasi pada kelompok transportasi yang tumbuh 1,25 persen, menyumbang 0,18 persen terhadap inflasi total.

Meski sebagian harga meningkat, sejumlah komoditas justru mencatat penurunan dan menahan laju inflasi. Tercatat komoditas penyumbang deflasi y-on-y antara lain tomat, bawang merah, bawang putih, udang basah, ayam hidup, wortel, bayam, dan sabun mandi cair.

Baca Juga: Motor Curian Dijual Rp1,5 Juta, Pencuri dan Penadah Diciduk

Untuk inflasi bulanan (month to month) November 2025, Batam mengalami inflasi 0,25 persen yang dipicu kenaikan IHK dari 110,14 menjadi 110,41.

Eko menegaskan pentingnya upaya pengendalian pasokan terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru yang biasanya meningkatkan permintaan dan berpotensi memicu inflasi tambahan.

“Kolaborasi antarinstansi sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan komoditas sensitif, terutama cabai, telur, ayam, dan ikan,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Harga Cabai, Tiket Pesawat, dan Emas Dongkrak Inflasi Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Program MBG Kini Sasar Lansia, Pemulung, dan Guru

0
Makan Bergizi Gratis di SD Taquma Surabaya. (Novia Herawati/JawaPos.com)

batampos – Pemerintah resmi memperluas sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG.

Dalam regulasi tersebut, kelompok penerima manfaat MBG kini tidak hanya siswa sekolah dan ibu hamil/menyusui. Pemerintah memperluas penerima ke kelompok rentan seperti lansia, pemulung, anak jalanan, anak putus sekolah, penyandang disabilitas hingga masyarakat miskin.

Tak hanya itu, tenaga pendidik juga masuk daftar penerima manfaat, mulai dari guru negeri, guru swasta, tenaga honorer, hingga pengajar pesantren beserta santri di pesantren salaf yang tidak berafiliasi dengan Kementerian Agama.

Untuk memastikan keterjangkauan layanan, pemerintah memperkuat tata kelola MBG melalui peningkatan jumlah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah pelosok.

Sementara itu, bahan baku untuk kebutuhan MBG diwajibkan bersumber dari koperasi lokal, BUMDes, UMKM atau pedagang lokal lainnya, guna mendorong ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pasokan pangan.

Pemerintah menargetkan program MBG berdampak lebih luas, bukan hanya menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat rentan, tetapi juga menguatkan sektor produksi pangan dalam negeri melalui pelibatan pelaku usaha lokal. (*)

Artikel Program MBG Kini Sasar Lansia, Pemulung, dan Guru pertama kali tampil pada News.

Rafflesia Hasseltii: Cantik, Langka, dan Parasit dari Hutan Anambas

0
Warga Anambas, Frengky Tanjung menunjukkan knop atau bakal bunga Raflresia yang belum mekar di Bukit Tabir, Pulau Siantan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kepulauan Anambas selama ini identik dengan pesona lautnya. Namun jauh di balik lebatnya hutan tropis, tersembunyi salah satu flora paling langka dan misterius di dunia: Rafflesia hasseltii. Kehadirannya menjadikan Anambas sebagai bagian penting peta konservasi bunga raksasa Indonesia.

Pada Jumat (5/12), Batam Pos berkesempatan menelusuri Bukit Tabir di Pulau Siantan, kawasan konservasi yang menjadi habitat Rafflesia. Meski dekat dari pemukiman warga, akses menuju lokasi benar-benar menantang.

Pendakian sekitar 45 menit dilakukan bersama Yugha, petugas Anambas Foundation, dan Frengky Tanjung, warga lokal. Jalur menanjak licin, akar dan semak menutup jalan, sementara ranting pepohonan menjadi rintangan tersendiri. Namun suara aliran sungai di sisi bukit dan kicau burung membuat perjalanan tetap terasa hidup.

Sesampainya di titik habitat pertama, harapan menemukan bunga mekar belum terjawab. Yang tampak hanyalah knop yaitu bakal bunga berbentuk bulat kecokelatan yang masih tertutup rapat.

“Kalau lihat kondisinya, kemungkinan mekar setelah akhir Januari,” ujar Yugha sembari memeriksa knop pada akar inangnya.

Perjalanan berlanjut ke tiga titik lain. Hasilnya sama: belum ada bunga yang merekah menunjukkan warna merah jingga khasnya. Menurut Yugha, Rafflesia adalah bunga penuh kejutan yang bisa mekar mendadak, tapi bisa juga membusuk sebelum terbuka.

Rafflesia hasseltii di Anambas pertama kali ditemukan pada 2023 oleh peneliti IPB. Sejak itu, pengawasan ketat dilakukan. Sepanjang 2025, monitoring berlangsung hampir setiap pekan untuk mencatat perubahan lingkungan hingga kondisi pohon inang.

Rafflesia sepenuhnya parasit, menyerap nutrisi dari tumbuhan liana Tetrastigma. Tanpa inang tersebut, bunga tidak dapat bertahan hidup.

Habitatnya juga didukung keberadaan pohon karet dan jengkol yang menjaga kelembaban tanah. Satwa seperti monyet ekor panjang, burung srigunting, hingga baning cokel sering tampak, pertanda ekosistemnya masih terjaga.

Petugas Anambas Foundation menunjukkan bunga Raflesia yang mekar pada Agustus silam. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

Puncak kemekaran bunga terjadi pada Juni hingga Agustus. Tahun ini, tercatat tiga bunga mekar hampir bersamaan, jumlah yang tergolong banyak untuk flora super langka.

“Melihat Rafflesia mekar langsung itu pengalaman mengharukan. Di tengah dunia yang banyak rusak, masih ada kehidupan langka yang bertahan,” ucap Yugha lirih.

Namun keberadaan Rafflesia juga menjadi tugas besar. Jalur wisata harus diatur, pepohonan tidak boleh ditebang, dan perburuan selfie yang bisa merusak habitat harus dicegah.

Kini, Bukit Tabir mulai dikenal sebagai destinasi konservasi darat di Kabupaten Kepulauan Anambas. Jika dikelola bijak, tempat ini bisa memberi manfaat edukatif bagi wisatawan sekaligus menjaga keberlangsungan bunga parasit paling terkenal di dunia itu.

Perjalanan pulang mungkin masih menyisakan napas tersengal, namun hati penuh rasa syukur. Keindahan sering kali butuh perjuangan untuk ditemukan, seperti Rafflesia yang sabar menunggu waktu terbaik untuk memperlihatkan dirinya.

Dan bagi Anambas, Rafflesia hasseltii adalah anugerah yang wajib dirawat bersama. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Rafflesia Hasseltii: Cantik, Langka, dan Parasit dari Hutan Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

Jejak Rekrutmen Gelap di Balik Kematian Dwi Putri Mulai Terungkap

0
Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andyka Aer. Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Dugaan praktik perdagangan orang (TPPO) mengemuka di balik kematian tragis Dwi Putri di Batam. Di tengah proses penyidikan kasus pembunuhan itu, Subdit PPA Ditreskrimum Polda Kepri justru menemukan rangkaian rekrutmen perempuan muda melalui media sosial yang mengarah pada eksploitasi di tempat hiburan malam.

Penelusuran penyidik mengarah pada pola yang sama iming-iming pekerjaan layak, perekrutan jarak jauh melalui unggahan lowongan, hingga akhirnya para perempuan ditempatkan sebagai lady companion (LC) di sejumlah lokasi hiburan. Delapan korban yang kini diperiksa turut mengungkap modus tersebut.

Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andyka Aer, mengatakan pemeriksaan intensif menguatkan dugaan adanya jaringan terstruktur.

“Keterangan semua korban hampir identik. Mereka masuk melalui lowongan kerja di medsos, dihubungi oleh perekrut, lalu diarahkan ke Batam,” ujar Andyka.

Menurutnya, para korban rata-rata masih muda dan berasal dari luar daerah. Sebagian baru pertama kali datang ke Batam. Mereka tinggal di satu mess yang dikelola agensi yang kini menjadi sasaran penyidikan.

“Mereka direkrut dalam pola yang sama, tinggal di tempat yang sama, dan dilatih dengan prosedur yang sama sebelum bekerja,” jelasnya.

Saat ditanya apakah para korban mengetahui bahwa pekerjaan tersebut adalah LC, Andyka menyebut jawabannya tidak seragam.

“Sebagian sudah tahu tujuan pekerjaannya. Tapi sebagian lagi hanya tahu akan ditempatkan di hiburan malam, tanpa penjelasan lengkap,” katanya.

Di tengah pemeriksaan itu, penyidik juga menemukan bahwa agensi yang menaungi para perempuan tersebut rupanya memiliki dokumen resmi. Namun Andyka menegaskan legalitas itu bukan jaminan tidak adanya pelanggaran.

“Agensinya terdaftar. Izin usahanya ada. Tapi dugaan TPPO tidak hilang hanya karena dokumennya lengkap,” tegasnya.

Bahkan, penyidik mendapati para korban telah ditempatkan di dua tempat hiburan malam di Batam. Penempatan itu dilakukan secara terstruktur, mulai dari perekrutan, penyeleksian, hingga pembagian lokasi kerja.

“Temuan awal mengarah ke sana. Saat ini masih kami dalami mekanismenya,” ujar Andyka.

Dalam penyidikan lebih lanjut, dua nama kunci mencuat. Yang pertama ialah Wilson, pria yang mewawancarai para korban setelah mereka merespons lowongan kerja. Sosok ini kini menyandang status tersangka.

“Yang melakukan interview itu Wilson. Perannya cukup sentral,” ungkapnya.

Nama kedua adalah seorang perempuan yang disebut para korban sebagai “Mami”. Ia berperan sebagai perekrut utama yang memasang lowongan di media sosial dan menghubungi calon korban. Pemeriksaan mendalam mengarah pada perannya sebagai pengendali awal alur rekrutmen.

Seluruh temuan itu menguatkan dugaan polisi bahwa kematian Dwi Putri bukan sekadar kasus pembunuhan biasa, namun membuka simpul baru terkait eksploitasi perempuan melalui jaringan rekrutmen terselubung.

“Ini berkembang bukan hanya pidana umum, tapi mengarah ke TPPO. Ini yang kami pastikan tidak boleh berhenti di permukaan,” kata Andyka.

Polda Kepri memastikan penyidikan tidak berhenti pada kematian korban. Dugaan eksploitasi terhadap delapan perempuan lain, serta pola rekrutmen dan penempatan, kini menjadi fokus pendalaman lanjutan. (*)

 

Reporter: Yashinta

Artikel Jejak Rekrutmen Gelap di Balik Kematian Dwi Putri Mulai Terungkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Ini Daftar Biaya Haji 2026, Termasuk Embarkasi Batam

0
Ilustrasi ibadah haji di Makkah. (Omer F. Arslan/Unsplash via Jawa Pos)

batampos – Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jamaah haji tahun 2026. Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2025 yang telah ditandatangani Presiden pada 13 November 2025.

Dalam salinan Keppres yang dirilis pada Jumat (5/12), pemerintah menetapkan BPIH Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang bersumber dari Bipih dan nilai manfaat.

“Menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji atau Bipih dan Nilai Manfaat,” bunyi salinan Keppres tersebut.

Bipih yang dibayarkan jamaah akan digunakan untuk menutup sejumlah kebutuhan utama penyelenggaraan haji, mulai dari biaya penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, hingga biaya hidup (living cost) selama berada di Arab Saudi.

Selain itu, Keppres juga merinci besaran nilai manfaat yang dialokasikan untuk jemaah. Nilai manfaat bagi jamaah haji reguler ditetapkan sebesar Rp 6,69 triliun, sementara nilai manfaat untuk jemaah haji khusus mencapai Rp 7,2 miliar.

Berikut rincian besaran Bipih yang harus dibayar jamaah haji reguler per embarkasi:

Embarkasi Aceh: Rp 45.109.422

Embarkasi Medan: Rp 46.163.512

Embarkasi Batam: Rp 54.125.422

Embarkasi Padang: Rp 47.869.922

Embarkasi Palembang: Rp 54.206.922

Embarkasi Jakarta (Pondok Gede, Cipondoh, Bekasi): Rp 58.542.722

Embarkasi Solo: Rp 53.233.422

Embarkasi Surabaya: Rp 60.645.422

Embarkasi Balikpapan: Rp 55.575.922

Embarkasi Banjarmasin: Rp 55.538.922

Embarkasi Makassar: Rp 55.893.179

Embarkasi Lombok: Rp 54.951.822

Embarkasi Kertajati: Rp 58.559.022

Embarkasi Jogjakarta: Rp 52.955.422

Penetapan Bipih ini menjadi dasar bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk memulai proses persiapan teknis penyelenggaraan ibadah haji 2026, termasuk penyusunan jadwal pembayaran, kuota, serta mekanisme layanan bagi calon jamaah. (*)

Artikel Ini Daftar Biaya Haji 2026, Termasuk Embarkasi Batam pertama kali tampil pada News.

Batu Ampar Menuju Era Baru: BP Batam Sosialisasikan Penerapan Single Port Operator

0
Pelabuhan Batu Ampar, Batam

batampos – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam bersama PT Batam Terminal Petikemas (BTP) menggelar Sosialisasi Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara Terminal Peti Kemas Batu Ampar di AP Premier Hotel, Kamis (20/11) lalu.

Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara TPK Batu Ampar menjadi sebuah langkah strategis yang memperkuat fondasi modernisasi dan mendorong peningkatan efisiensi logistik Batam di tingkat nasional maupun internasional.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara BP Batam dan Batam Terminal Petikemas (BTP) dalam upaya meningkatkan pengelolaan operasional dan pengembangan Dermaga Utara.

Kehadiran Batu Ampar Container Terminal (BACT) melalui penandatanganan Perjanjian Operasi semakin memperkuat sinergi ini, menghadirkan tata kelola terminal yang lebih terkoordinasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni dalam sambutannya mewakili Kepala BP Batam, menekankan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis yang telah dikaji secara mendalam untuk menjawab perkembangan industri global. Batu Ampar saat ini menangani sekitar 84% arus peti kemas Batam, dengan volume 568.000 TEUs pada 2024, yang menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan seiring meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.

“Transformasi Single Port Operator ini kami siapkan sebagai langkah strategis untuk membawa Batu Ampar menjadi pelabuhan modern yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing. Dengan tata kelola yang selaras dan berbasis teknologi, kami ingin memastikan Batu Ampar siap menghadapi pertumbuhan industri dan menjadi hub logistik yang kuat di kawasan nasional maupun internasional,” ujar Benny.

Sosialisasi juga menghadirkan pemaparan dari BACT mengenai penyelarasan Standard Operating Procedures (SOP) baru. Seluruh alur, mulai dari pra-kedatangan hingga koordinasi operasi di lapangan, dirancang untuk memberikan layanan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih konsisten, sehingga seluruh stakeholder dapat merasakan peningkatan kualitas operasional secara langsung.

Dari sisi operator, Hsin Kai Huang, CEO BACT, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung model operasional terintegrasi ini.

“BACT berkomitmen penuh mendukung transformasi ini melalui layanan yang lebih terarah, lebih cepat, dan berstandar internasional. Dengan integrasi operasional bersama BTP, kami ingin memastikan setiap pemangku kepentingan merasakan peningkatan kualitas layanan secara nyata,” jelasnya.

Penekanan mengenai pentingnya kolaborasi disampaikan oleh Capt. Basori Alwi, Direktur BTP, yang menutup rangkaian acara ini.

“Transformasi ini hanya bisa berhasil bila kita melangkah bersama. BTP berkomitmen memberikan proses yang lebih sederhana, lebih jelas, dan lebih efisien bagi seluruh pengguna jasa. Pintu komunikasi kami selalu terbuka untuk memastikan perubahan ini menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi ekosistem pelabuhan,”ujarnya.

Saat ini, Dermaga Utara Batu Ampar telah diperkuat fasilitas modern, termasuk Panjang dermaga 1.032 meter, kapasitas tahunan 900.000 TEUs, serta peralatan seperti 5 unit quay crane, 12 unit rubber-tyred gantry crane, dan 10 unit electric terminal truck yang akan ditingkatkan menjadi 25 unit. Modernisasi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat waktu sandar kapal, meningkatkan keandalan layanan, dan menurunkan biaya logistik.

Penerapan Single Port Operator di Batu Ampar diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan daya saing logistik Batam di tingkat nasional dan internasional. Dengan struktur operasional yang lebih efisien dan terkoordinasi, Pelabuhan Batu Ampar semakin siap menarik investasi, menggerakkan arus perdagangan, dan memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Batam di masa depan.(*)

Artikel Batu Ampar Menuju Era Baru: BP Batam Sosialisasikan Penerapan Single Port Operator pertama kali tampil pada Metropolis.

Batu Ampar Menuju Era Baru: BP Batam Sosialisasikan Penerapan Single Port Operator

0
Pelabuhan Batu Ampar, Batam

batampos – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam bersama PT Batam Terminal Petikemas (BTP) menggelar Sosialisasi Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara Terminal Peti Kemas Batu Ampar di AP Premier Hotel, Kamis (20/11) lalu.

Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara TPK Batu Ampar menjadi sebuah langkah strategis yang memperkuat fondasi modernisasi dan mendorong peningkatan efisiensi logistik Batam di tingkat nasional maupun internasional.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara BP Batam dan Batam Terminal Petikemas (BTP) dalam upaya meningkatkan pengelolaan operasional dan pengembangan Dermaga Utara.

Kehadiran Batu Ampar Container Terminal (BACT) melalui penandatanganan Perjanjian Operasi semakin memperkuat sinergi ini, menghadirkan tata kelola terminal yang lebih terkoordinasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni dalam sambutannya mewakili Kepala BP Batam, menekankan bahwa transformasi ini merupakan langkah strategis yang telah dikaji secara mendalam untuk menjawab perkembangan industri global. Batu Ampar saat ini menangani sekitar 84% arus peti kemas Batam, dengan volume 568.000 TEUs pada 2024, yang menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan seiring meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan.

“Transformasi Single Port Operator ini kami siapkan sebagai langkah strategis untuk membawa Batu Ampar menjadi pelabuhan modern yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing. Dengan tata kelola yang selaras dan berbasis teknologi, kami ingin memastikan Batu Ampar siap menghadapi pertumbuhan industri dan menjadi hub logistik yang kuat di kawasan nasional maupun internasional,” ujar Benny.

Sosialisasi juga menghadirkan pemaparan dari BACT mengenai penyelarasan Standard Operating Procedures (SOP) baru. Seluruh alur, mulai dari pra-kedatangan hingga koordinasi operasi di lapangan, dirancang untuk memberikan layanan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih konsisten, sehingga seluruh stakeholder dapat merasakan peningkatan kualitas operasional secara langsung.

Dari sisi operator, Hsin Kai Huang, CEO BACT, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung model operasional terintegrasi ini.

“BACT berkomitmen penuh mendukung transformasi ini melalui layanan yang lebih terarah, lebih cepat, dan berstandar internasional. Dengan integrasi operasional bersama BTP, kami ingin memastikan setiap pemangku kepentingan merasakan peningkatan kualitas layanan secara nyata,” jelasnya.

Penekanan mengenai pentingnya kolaborasi disampaikan oleh Capt. Basori Alwi, Direktur BTP, yang menutup rangkaian acara ini.

“Transformasi ini hanya bisa berhasil bila kita melangkah bersama. BTP berkomitmen memberikan proses yang lebih sederhana, lebih jelas, dan lebih efisien bagi seluruh pengguna jasa. Pintu komunikasi kami selalu terbuka untuk memastikan perubahan ini menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi ekosistem pelabuhan,”ujarnya.

Saat ini, Dermaga Utara Batu Ampar telah diperkuat fasilitas modern, termasuk Panjang dermaga 1.032 meter, kapasitas tahunan 900.000 TEUs, serta peralatan seperti 5 unit quay crane, 12 unit rubber-tyred gantry crane, dan 10 unit electric terminal truck yang akan ditingkatkan menjadi 25 unit. Modernisasi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat waktu sandar kapal, meningkatkan keandalan layanan, dan menurunkan biaya logistik.

Penerapan Single Port Operator di Batu Ampar diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan daya saing logistik Batam di tingkat nasional dan internasional. Dengan struktur operasional yang lebih efisien dan terkoordinasi, Pelabuhan Batu Ampar semakin siap menarik investasi, menggerakkan arus perdagangan, dan memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Batam di masa depan.(*)

Artikel Batu Ampar Menuju Era Baru: BP Batam Sosialisasikan Penerapan Single Port Operator pertama kali tampil pada Metropolis.

Akselerasi Peningkatan Investasi, BP Batam Gelar Coaching Clinic Perizininan

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Kantor Penghubung di Jakarta, menggelar Coaching Clinic Perizinan, dalam rangka mempercepat investasi yang masuk ke Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan di Best Western Premier The Hive Jakarta Timur ini, dibuka oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain dan dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan.

Alexander menegaskan bahwa secara perspektif kemudahan perizinan, periode Kepemimpinan Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra merupakan salah satu periode terbaik sepanjang sejarah.

Hal ini ditandai dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, terutama dari Presiden Prabowo Subianto yang menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25, PP Nomor 28 serta PP Nomor 47.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan BP Batam kepada dunia usaha, untuk meningkatkan perekonomian Batam dan menjadikan Batam menjadi salah satu lokomotif utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia” ujarnya.

Alexander menjelaskan, dampak dari terbitnya tiga PP terbaru tersebut, menimbulkan adanya transisi kewenangan perizinan dari Kementerian/Lembaga terkait ke BP Batam.

Sehingga melalui kegiatan ini, merupakan upaya dari BP Batam untuk kembali terlibat dengan pelaku usaha maupun konsultan kegiatan usaha di Batam dalam membantu proses perizinan berusaha. Terutama bagi pelaku usaha yang baru memulai kegiatan usahanya di Batam.

“Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dan segenap hadirin dalam kegiatan ini. Baik itu dari pelaku usaha maupun konsultan kegiatan usaha,” tutupnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong kemudahan berusaha serta membangun kolaborasi yang lebih erat antara BP Batam, Kementerian/Lembaga terkait dan dunia usaha.

“Melalui forum ini, kita berharap dapat menghadirkan layanan perizinan yang semakin cepat, pasti dan transparan. Sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan iklim investasi di Batam,” ujarnya. (*)

Artikel Akselerasi Peningkatan Investasi, BP Batam Gelar Coaching Clinic Perizininan pertama kali tampil pada Metropolis.

Akselerasi Peningkatan Investasi, BP Batam Gelar Coaching Clinic Perizininan

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Kantor Penghubung di Jakarta, menggelar Coaching Clinic Perizinan, dalam rangka mempercepat investasi yang masuk ke Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan di Best Western Premier The Hive Jakarta Timur ini, dibuka oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain dan dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan.

Alexander menegaskan bahwa secara perspektif kemudahan perizinan, periode Kepemimpinan Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra merupakan salah satu periode terbaik sepanjang sejarah.

Hal ini ditandai dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, terutama dari Presiden Prabowo Subianto yang menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25, PP Nomor 28 serta PP Nomor 47.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan BP Batam kepada dunia usaha, untuk meningkatkan perekonomian Batam dan menjadikan Batam menjadi salah satu lokomotif utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia” ujarnya.

Alexander menjelaskan, dampak dari terbitnya tiga PP terbaru tersebut, menimbulkan adanya transisi kewenangan perizinan dari Kementerian/Lembaga terkait ke BP Batam.

Sehingga melalui kegiatan ini, merupakan upaya dari BP Batam untuk kembali terlibat dengan pelaku usaha maupun konsultan kegiatan usaha di Batam dalam membantu proses perizinan berusaha. Terutama bagi pelaku usaha yang baru memulai kegiatan usahanya di Batam.

“Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dan segenap hadirin dalam kegiatan ini. Baik itu dari pelaku usaha maupun konsultan kegiatan usaha,” tutupnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan dan Lalu Lintas Barang, Ruslan Aspan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong kemudahan berusaha serta membangun kolaborasi yang lebih erat antara BP Batam, Kementerian/Lembaga terkait dan dunia usaha.

“Melalui forum ini, kita berharap dapat menghadirkan layanan perizinan yang semakin cepat, pasti dan transparan. Sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan iklim investasi di Batam,” ujarnya. (*)

Artikel Akselerasi Peningkatan Investasi, BP Batam Gelar Coaching Clinic Perizininan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Raih 3 Penghargaan Bergengsi di Tingkat Nasional

0

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali sukses meraih penghargaan skala nasional. Kali ini, lembaga yang baru saja merayakan usia ke-54 tahun ini, meraih tiga penghargaan sekaligus dalam Top Digital Awards 2025, yang dilaksanakan It Works, Kamis (4/12/2025).

Ketiga penghargaan ini, diterima oleh Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain, Kepala Biro Umum, M. Taofan dan Plt. Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI), Sardin Sitorus di Hotel Raffles Jakarta.

Adapun ketiga penghargaan tersebut yakni, Top Digital dengan bintang 5 dan Spesial Recognition yang diraih BP Batam, serta Top Leader on Digital Implementation 2025 yang diraih Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Dalam sambutannya, Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih BP Batam.

Penghargaan ini, lanjut Alexander, merupakan kesuksesan bersama seluruh jajaran di lingkungan BP Batam dalam percepatan implementasi digitalisasi dalam melayani para investor di Batam.

“Pembangunan ekosistem digital yang semakin maju di BP Batam ini, tentunya akan semakin meningkatkan service excellent kami di BP Batam. Sehingga kedepannya akan berdampak pada investasi dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat,” ujarnya.

Alexander menambahkan, penghargaan ini juga membuktikan bahwa kerja keras dan inovasi BP Batam diakui berbagai pihak. Tentunya dengan prestasi ini kedepannya BP Batam akan terus berupaya maksimal mewujudkan percepatan digitalisasi dalam rangka memenuhi tuntutan pelayanan investasi yang semakin kompleks.

“Mudah-mudahan pembangunan digital di BP Batam ini, bisa bermanfaat dalam melayani pelaku usaha, dan juga bermanfaat bagi BP Batam dalam rangka meningkatkan kinerja dan efisiensi,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Top Digital Awards 2025 merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan/institusi, organisasi dan lembaga yang dinilai berhasil berdasarkan kinerja dan capaian yang bisa ditunjukkan dengan berbagai indikator, baik kualitatif maupun kuantitatif.

Utamanya, terkait dengan inovasi pemanfaatan teknologi yang dapat meningkatkan kinerja usaha, daya saing dan layanan bagi pelanggan atau masyarakat publik.

Ternasuk juga dibuktikan dengan nilai atau skor terkait IT maturity level atau kematangan proses dan tata kelola IT, Skor Indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik), skor hasil survei kepuasan pelanggan/masyarakat atas solusi aplikasi yang dihadirkan, skor tingkat kematangan keamanan siber dari lembaga resmi seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan lainnya. (*

Artikel BP Batam Raih 3 Penghargaan Bergengsi di Tingkat Nasional pertama kali tampil pada Metropolis.