Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 614

Program MBG di Seri Kuala Lobam Libur Sementara, Mulai Lagi 8 Januari

0
Relawan di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusun tempat makan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bintan, beberapa waktu lalu. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Kabupaten Bintan, termasuk di Kecamatan Seri Kuala Lobam, diliburkan sementara. Pendistribusian MBG dijadwalkan kembali berjalan mulai Kamis, 8 Januari 2026.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam, Rizki, mengatakan penghentian sementara distribusi MBG dilakukan sesuai arahan Badan Gizi Nasional.

“Kami akan mulai beroperasi lagi pada tanggal 8 Januari 2026 sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional,” ujar Rizki, Senin (5/1/2026).

Rizki menjelaskan, selama tiga hari pertama masuk sekolah setelah libur, yakni pada 5 hingga 7 Januari 2026, dapur MBG belum melakukan aktivitas produksi makanan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan persiapan operasional.

“Selama periode itu kami fokus pada penyusunan menu mingguan. Operasional pendistribusian baru dimulai pada tanggal 8 Januari,” tambahnya.

Ia memastikan informasi terkait dimulainya kembali distribusi MBG telah disampaikan kepada seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Sekolah-sekolah sudah kami informasikan terkait jadwal dimulainya kembali MBG,” kata Rizki.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Yani, mengaku pihak sekolah telah memberitahukan kepada wali murid agar anak-anak membawa bekal dari rumah selama satu pekan ke depan.

Menurutnya, pemberitahuan tersebut membuat orang tua lebih siap dalam mengatur kebutuhan makan anak selama program MBG belum berjalan.

“Kami sudah siapkan bekal anak dari rumah, jadi tidak terlalu khawatir,” ujarnya. (*)

Artikel Program MBG di Seri Kuala Lobam Libur Sementara, Mulai Lagi 8 Januari pertama kali tampil pada Kepri.

Dinkes Tanjungpinang Pastikan Belum Ada Kasus Superflu, Warga Diminta Waspada

0
Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus Superflu di wilayahnya, meski virus influenza tersebut telah dilaporkan menyebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan Superflu, menyusul data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mencatat sedikitnya 62 kasus secara nasional hingga akhir Desember 2025.

“Memang secara nasional sudah ada laporan kasus. Namun sampai hari ini, di Tanjungpinang belum ditemukan. Meski demikian, pemantauan tetap kita lakukan,” ujar Rustam, Senin (5/1).

Rustam menjelaskan, meski jumlah kasus terkonfirmasi secara nasional masih terbatas, tingkat fatalitas Superflu tergolong rendah sehingga tidak dikategorikan sebagai penyakit berbahaya. Namun kewaspadaan tetap diperlukan, terutama pada kelompok rentan.

Fatality rate-nya relatif rendah, tapi tetap perlu diantisipasi, terutama pada anak-anak dan lansia,” jelasnya.

Ia menerangkan, pola penularan Superflu pada dasarnya serupa dengan influenza pada umumnya. Meski demikian, virus tersebut disebut lebih cepat menyebar pada kelompok usia tertentu dengan daya tahan tubuh yang lemah.

“Cara penularannya seperti flu biasa. Hanya saja pada anak-anak dan kelompok rentan, penyebarannya bisa lebih cepat,” tambah Rustam.

Hingga kini, Dinkes Tanjungpinang mengaku belum menerima petunjuk teknis khusus terkait penanganan Superflu. Kendati demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat penyakit tersebut tergolong baru.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat agar tidak mudah tertular penyakit.

“Olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi dan berserat, serta istirahat yang cukup sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh,” pungkasnya. (*)

Artikel Dinkes Tanjungpinang Pastikan Belum Ada Kasus Superflu, Warga Diminta Waspada pertama kali tampil pada Kepri.

Breaking News! Ruben Amorim Resmi Dipecat Manchester United

0
Manajer Manchester United, Ruben Amorim nasibnya di ujung tanduk. (FOTO: UEFA)

batampos – Manchester United dilaporkan resmi memecat Ruben Amorim dari jabatan manajer tim utama setelah 14 bulan menangani Setan Merah. Keputusan itu diambil menyusul kritik terbuka Amorim terhadap manajemen klub usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, Minggu (5/1).

Pelatih asal Portugal tersebut harus meninggalkan Old Trafford lebih cepat, meski kontraknya sejatinya masih berlaku hingga 2027. Saat ini, Manchester United berada di peringkat keenam klasemen sementara Liga Inggris.

Mengutip laporan The Athletic, manajemen klub menunjuk pelatih tim U-18 Manchester United, Darren Fletcher, sebagai pelatih sementara. Fletcher akan memimpin tim hingga manajemen menemukan pengganti permanen.

Selama menangani Manchester United, Amorim mencatatkan 24 kemenangan dari total 63 pertandingan di semua kompetisi. Catatan tersebut membuatnya masuk dalam daftar tiga manajer dengan rekor terburuk sepanjang sejarah klub untuk kategori manajer tetap.

Keputusan pemecatan ini sekaligus menambah daftar perubahan di kursi kepelatihan Manchester United dalam beberapa tahun terakhir, seiring ambisi klub untuk kembali bersaing di papan atas Liga Inggris dan kompetisi Eropa. (*)

Artikel Breaking News! Ruben Amorim Resmi Dipecat Manchester United pertama kali tampil pada Olahraga.

Camat Batam Kota Tegaskan Belum Ada Keputusan Pembangunan Kantor Lurah Baru di Sukajadi

0
Warga Sukajadi Tolak Pembangunan Kantor Lurah. f istimewa

batampos – Camat Batam Kota, Dwiki Septiawan, menegaskan bahwa kegiatan pra-Musrenbang Kelurahan Sukajadi yang digelar pada Jumat (2/1) merupakan agenda rutin Pemerintah Kota Batam dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Ia menekankan, forum tersebut tidak membahas keputusan pembangunan, melainkan menghimpun usulan masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan hanya kegiatan rutin, yakni Pra-Musrenbang 2026 untuk RKPD 2027. Itu saja,” ujar Dwiki saat dikonfirmasi, Senin (5/1).

Menurut Dwiki, seluruh pembahasan dalam pra-Musrenbang bersifat usulan awal dari masyarakat dan belum merupakan keputusan final. Setiap masukan akan dipertimbangkan kembali pada tahapan Musrenbang berikutnya sebelum ditetapkan sebagai program prioritas.

“Kami tidak membahas pembangunan secara spesifik. Yang dilakukan adalah menghimpun seluruh masukan masyarakat. Salah satunya memang ada usulan revitalisasi, tetapi itu tetap usulan, bukan keputusan. Nantinya akan dipertimbangkan lagi apakah menjadi prioritas atau tidak,” jelasnya.

Dwiki juga meminta agar hasil pra-Musrenbang tidak ditafsirkan sebagai keputusan pembangunan tertentu. Ia menegaskan, mekanisme perencanaan pembangunan daerah dilakukan secara bertahap dan melalui proses evaluasi yang ketat.

Sementara itu, warga Bukit Raya Sukajadi RW 01 turut menyampaikan aspirasi mereka dalam forum pra-Musrenbang tersebut. Pertemuan yang berlangsung di Kelurahan Sukajadi itu dihadiri oleh Lurah Sukajadi, Camat Batam Kota, serta anggota DPRD Kota Batam.

Perwakilan warga RW 01, Rebecca, mengatakan warga mempertanyakan kejelasan rencana pembangunan kantor lurah baru yang sebelumnya menuai penolakan karena lokasinya berada di kawasan permukiman.

“Dalam forum itu kami menanyakan langsung kelanjutan pembangunan kantor lurah baru. Namun yang justru muncul adalah usulan revitalisasi kantor lurah lama. Secara tidak langsung, kami memahami bahwa pembangunan kantor lurah baru tidak lagi dilanjutkan,” ujar Rebecca.

Selain revitalisasi kantor lurah lama, warga juga mengusulkan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di RT 01 RW 01, tepat di lahan yang sebelumnya direncanakan untuk kantor lurah baru. Warga berharap lokasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi dan aktivitas masyarakat.

Rebecca menambahkan, seluruh usulan yang disampaikan masih berada pada tahap awal dan akan melalui proses survei serta finalisasi oleh pihak kelurahan bersama RT dan RW. Ia juga menyebutkan, Camat Batam Kota dalam pertemuan tersebut mengakui adanya kekurangan komunikasi pada tahapan sebelumnya, sementara kehadiran anggota DPRD Batam dinilai cukup baik dalam menyerap aspirasi warga.

“Pertemuan berlangsung kondusif,” katanya.

Pasca polemik antara warga dan Pemerintah Kota Batam terkait rencana pembangunan kantor lurah, hingga kini belum terlihat aktivitas lanjutan di lokasi. Warga pun masih menunggu pembahasan berikutnya dalam Musrenbang tingkat selanjutnya.

Adapun lima usulan prioritas Kelurahan Sukajadi untuk tahun 2027 yang mengemuka dalam pra-Musrenbang tersebut meliputi pembangunan box culvert di jalan masuk Perumahan Aspol RW II, jalan masuk Perumahan Baloi Ditpam RW III, dan jalan masuk Perumahan Baloi Rantau RW IV; pembangunan drainase dari Kepri Mall hingga SPBU jalur lambat Sukajadi; revitalisasi kantor lurah Kelurahan Sukajadi; pembangunan RTH di RT 01 RW 01; serta peningkatan drainase Perumahan Aspol RT 2 RW II.(*)

Artikel Camat Batam Kota Tegaskan Belum Ada Keputusan Pembangunan Kantor Lurah Baru di Sukajadi, pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelabuhan Sri Bintan Pura Layani 145 Ribu Penumpang Selama Libur Nataru

0
Penumpang asal Lingga tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Senin (5/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Arus penumpang yang tiba dan bertolak dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 tercatat mencapai 145.077 orang.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencatat sebanyak 140.540 penumpang datang dan berangkat melalui pelabuhan di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut.

Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Tanjungpinang, Harry Priambodo, mengatakan puncak kepadatan arus penumpang terjadi pada tiga hari menjelang Tahun Baru 2026.

“Pada periode tersebut tercatat 4.792 penumpang tiba dan 5.421 penumpang bertolak dari Pelabuhan SBP,” ujar Harry saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, lonjakan kembali terjadi pada Minggu (4/1/2026), dengan jumlah penumpang tiba mencapai 5.354 orang dan penumpang bertolak sebanyak 5.124 orang.

“Mayoritas penumpang bertujuan ke Batam dan antarpulau di wilayah Kepulauan Riau,” jelasnya.

Harry menyebutkan, jumlah penumpang pada periode Nataru tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang yang tiba hanya sekitar 4.200 orang, sementara penumpang yang bertolak sebanyak 3.423 orang.

Sementara itu, jumlah kapal yang tiba dan bertolak di Pelabuhan SBP selama periode Nataru 2025/2026 tercatat sebanyak 1.070 kali. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 1.124 pergerakan kapal.

Untuk mengantisipasi kepadatan, khususnya pada rute Tanjungpinang–Batam, KSOP Tanjungpinang bersama operator kapal telah menyiapkan armada berkapasitas besar.

“Salah satunya kapal Oceana 175 dengan daya angkut hingga 480 penumpang,” kata Harry.

Selain itu, jadwal keberangkatan juga dapat disesuaikan dengan memperpendek interval menjadi setiap 30 menit apabila terjadi lonjakan penumpang, tanpa harus terpaku pada jadwal reguler.

“Total ada 46 armada kapal yang disiapkan, terdiri dari 39 kapal reguler dan tujuh kapal cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” pungkasnya. (*)

Artikel Pelabuhan Sri Bintan Pura Layani 145 Ribu Penumpang Selama Libur Nataru pertama kali tampil pada Kepri.

Lahan Latihan TNI Masuk PSN, Kemhan dan Pemkab Lingga Cari Solusi

0
Audiensi Bupati dan Aliansi Masyarakat Lingga dengan Wakil Menteri Pertahanan RI, (24/12). F. Istimewa.

batampos – Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Pemerintah Kabupaten Lingga akan segera membentuk tim terpadu untuk membahas optimalisasi lahan latihan TNI yang berada di wilayah Kabupaten Lingga.

Langkah ini dilakukan guna mencari solusi pemanfaatan lahan yang berada dalam kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) tanpa mengabaikan kepentingan pertahanan negara.

Rencana pembentukan tim terpadu tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto dengan Bupati Lingga Muhammad Nizar serta perwakilan Aliansi Masyarakat Lingga di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (24/12) lalu.

Dalam audiensi itu, dibahas secara khusus rencana pemanfaatan lahan daerah latihan TNI di Kabupaten Lingga yang dinilai strategis untuk mendukung rencana investasi pembangunan pabrik smelter oleh PT Tianshan Alumina Indonesia.

Inisiator Aliansi Masyarakat Lingga, Armanto, menilai pembentukan tim terpadu menjadi bukti kehadiran negara dalam mendengar aspirasi masyarakat Lingga, khususnya terkait rencana investasi smelter tersebut.

“Sampai hari ini perlu diketahui masyarakat Lingga bahwa PT Tianshan belum pernah menyatakan mundur. Mereka masih optimistis untuk membangun perusahaan mereka di Lingga,” ujar Armanto, Senin (5/1).

Menurut Armanto, tim terpadu yang dibentuk Kementerian Pertahanan dalam waktu dekat akan turun langsung ke Kabupaten Lingga untuk melakukan peninjauan lapangan sekaligus membahas solusi terbaik agar investasi dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap seluruh masyarakat mendukung penuh rencana investasi PT Tianshan. Kami juga berharap Kementerian Pertahanan segera turun ke lapangan agar proses ini bisa segera berjalan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lingga berharap melalui koordinasi lintas sektor tersebut dapat dirumuskan solusi yang adil dan proporsional, sehingga investasi dapat berjalan tanpa mengesampingkan kepentingan strategis pertahanan negara.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan bahwa Kemhan pada prinsipnya mendukung pembangunan ekonomi nasional, sepanjang pelaksanaannya selaras dengan kepentingan pertahanan dan keamanan negara.

Sebagai tindak lanjut, Kemhan menyepakati pembentukan tim terpadu yang terdiri dari unsur Kementerian Pertahanan, TNI, serta Pemerintah Kabupaten Lingga.

Tim ini akan bertugas melakukan peninjauan lapangan, mengkaji aspek strategis, dan mempercepat pengambilan keputusan terbaik terkait pemanfaatan lahan latihan TNI.

Diharapkan, realisasi investasi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lingga secara berkelanjutan. (*)

Artikel Lahan Latihan TNI Masuk PSN, Kemhan dan Pemkab Lingga Cari Solusi pertama kali tampil pada Kepri.

Setelah Venezuela, Kolombia Bisa jadi Target Trump Berikutnya

0
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One (27/10/2025). ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr.

batampos – Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan Amerika Serikat melakukan operasi militer ke Kolombia untuk menumpas produksi kokain di sana.

“Kolombia juga sangat sakit, dipimpin orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya untuk waktu yang lama, percayalah. Dia punya pabrik kokain dan pabrik kokain,” kata Trump merujuk pada Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (4/1), Trump juga menyebut gagasan melakukan operasi militer di Kolombia “terdengar sangat bagus.”

Pada Sabtu, Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.

Trump juga mengatakan AS akan “mengelola” Venezuela hingga transisi pemerintahan berlangsung dengan aman dan memperbaiki infrastruktur minyak negara Amerika Selatan itu yang disebutnya “rusak.” (*)

Artikel Setelah Venezuela, Kolombia Bisa jadi Target Trump Berikutnya pertama kali tampil pada News.

Tumpahan Minyak Cemari Pesisir Teluk Sasah Bintan, Warga: Baunya Menyengat

0
Kadus Desa Teluk Sasah, Wahyudi menunjukkan pesisir pantai mereka yang tercemar diduga dari tumpahan minyak, Senin (5/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari tumpahan minyak yang mencemari pesisir pantai setempat.

Seorang warga bernama Ati mengatakan, minyak yang diduga berupa solar atau oli tersebut terlihat jelas menggenangi kawasan pesisir, terutama di bawah rumah panggung milik warga.

“Entah itu solar atau oli, tapi minyaknya terlihat jelas di pesisir pantai dan baunya sangat menyengat,” ujar Ati.

Menurutnya, tumpahan minyak itu berada tepat di bawah rumah panggung sejumlah warga sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi keluarga yang memiliki bayi.

“Kasihan warga, apalagi yang punya bayi. Baunya menyengat sekali,” katanya.

Kepala Dusun Desa Teluk Sasah, Wahyudi, membenarkan adanya pencemaran minyak di wilayah pesisir tersebut. Ia menyebutkan, tumpahan minyak pertama kali ditemukan sekitar empat hari lalu dan hingga kini masih menyisakan dampak, meski volumenya mulai berkurang.

“Empat hari lalu minyaknya cukup banyak. Sekarang memang sudah berkurang, tapi baunya masih terasa,” ujar Wahyudi.

Ia mengatakan, pemerintah desa telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Menurut Wahyudi, pencemaran minyak tersebut telah berdampak pada aktivitas ekonomi dan keseharian warga pesisir. Warga yang biasa mencari kerang, rumput laut, dan gonggong mendapati hasil tangkapan mereka tercemar minyak.

“Rumput laut dan gonggong yang dikumpulkan warga jadi berminyak. Kepiting yang ditangkap juga berminyak,” jelasnya.

Tak hanya itu, warga yang memiliki kelong juga terdampak. Jaring dan bubu kelong menjadi kotor akibat minyak, sementara ikan enggan mendekat ke area kelong.

“Jaring dan bubu jadi berminyak. Ikan juga tidak mau mendekat, kemungkinan karena bau minyak,” tambahnya.

Wahyudi berharap instansi terkait segera turun tangan untuk menelusuri sumber tumpahan minyak tersebut agar pencemaran tidak kembali terjadi.

“Kami berharap ada penanganan dan sumber minyaknya bisa diketahui, supaya aktivitas warga bisa kembali normal,” pungkasnya. (*)

Artikel Tumpahan Minyak Cemari Pesisir Teluk Sasah Bintan, Warga: Baunya Menyengat pertama kali tampil pada Kepri.

RSBP Batam Jadi Rumah Sakit Pertama di Kepri Kantongi Sertifikat Halal

0
Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, dari Direktur LPPOM MUI Provinsi Kepri, Khairuddin Nasution, didampingi Staf Ahli LPPOM MUI Kepri, Ali Chozin saat menerima sertifikat halal. f.istimewa
batampos – Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam mencatatkan sejarah sebagai rumah sakit pertama di Provinsi Kepri yang resmi mengantongi Sertifikat Halal dari LPPOM MUI Kepri. Sertifikat tersebut diserahkan pada Senin (5/1).
Sertifikat Halal diterima langsung oleh Direktur RSBP Batam, Tanto Budiharto, dari Direktur LPPOM MUI Provinsi Kepri, Khairuddin Nasution, didampingi Staf Ahli LPPOM MUI Kepri, Ali Chozin.
Tanto menyebut, pencapaian tersebut bukan sekadar pemenuhan aspek administratif, melainkan refleksi kesungguhan manajemen rumah sakit dalam menjamin seluruh proses layanan sesuai dengan standar yang berlaku.
“Ini adalah bentuk komitmen RSBP Batam dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga memberikan ketenangan dan perlindungan bagi pasien serta keluarga,” katanya.
Keberhasilan meraih sertifikasi halal ini juga tidak terlepas dari dukungan dan komitmen pimpinan BP Batam, khususnya Kedeputian Bidang Pelayanan Umum yang dipimpin Ariastuty Sirait, yang secara konsisten mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan BP Batam.
Di bawah koordinasi kedeputian tersebut, RSBP Batam terus mengedepankan pelayanan maksimal serta kenyamanan konsumen, terutama pasien dan keluarga sebagai pengguna utama layanan rumah sakit.
Proses sertifikasi halal RSBP Batam sendiri telah dimulai sejak Juli 2025 dan melalui tahapan panjang serta terstruktur. Tahapan tersebut meliputi pembentukan Tim Halal RSBP Batam, kick off meeting pada 31 Juli 2025, sosialisasi sertifikasi halal, pelatihan penyelia halal, pemenuhan standar, penyiapan dokumen, manajemen review, audit eksternal, hingga rekomendasi penerbitan sertifikat.
Sepanjang proses tersebut, LPPOM MUI Provinsi Kepri terlibat aktif melakukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.
Dengan diraihnya sertifikat halal ini, RSBP Batam diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan yang profesional, inklusif, serta berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien. (*)

Artikel RSBP Batam Jadi Rumah Sakit Pertama di Kepri Kantongi Sertifikat Halal pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Siapkan Rp244,8 Miliar untuk Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur Jalan Strategis pada 2026

0
Pengendara melintas di jalan raya Nongsa yang dalam proses pembangunan, Senin (19/9). Pemko Batam dan BP Batam terus melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya pembangunan jalan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – BP Batam menyiapkan pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan strategis pada tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp244,8 miliar. Proyek ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas kawasan industri dan mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik vital kota.

Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, mengatakan, sedikitnya ada empat ruas jalan utama yang masuk dalam program pembangunan dan peningkatan kapasitas jalan tahun depan. Dua di antaranya telah berkontrak dan akan mulai dikerjakan pada Januari 2026.
“Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam mendukung kelancaran arus logistik, mobilitas masyarakat, serta peningkatan daya saing kawasan industri,” katanya, Senin (5/1).
Ruas pertama adalah Jalan Gajah Mada, yang membentang dari Landing Point Fly Over hingga Simpang Laluan Madani sepanjang lebih kurang 1,3 kilometer. Jalan ini merupakan lanjutan dari Fly Over Sei Ladi-Simpang Laluan Madani (Fly Over Simpang Jam) dan akan dikembangkan menjadi enam lajur dia arah dengan konfigurasi tiga lajur di masing-masing sisi. Proyek ini telah dikontrakkan dengan nilai Rp140 miliar dan mulai dikerjakan pada Januari ini.
Selanjutnya, BP Batam juga akan membangun Jalan R Suprapto pada ruas Simpang Batamindo-DAM Mukakuning sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer. Jalan ini merupakan lanjutan dari Simpang Batamindo-Rusun Mukakuning dan akan memiliki empat lajur dua arah.Proyek tersebut telah berkontrak dan menelan anggaran Rp50,8 miliar.
Selain dua proyek utama tersebut, BP Batam juga menyiapkan pembangunan jalan di kawasan industri yang saat ini masih dalam tahap perencanaan. Di antaranya jalan kawasan industri Tanjung Gundap sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer dengan alokasi anggaran Rp27 miliar, serta jalan kawasan industri Kabil sepanjang sekitar 1,5 kilometer dengan nilai anggaran yang sama, yakni Rp27 miliar.
Menurut Taofan, pembangunan infrastruktur jalan ini bakalan mampu memperkuat aksesibilitas kawasan industri, mendorong investasi, serta meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa di Batam.
“Dengan infrastruktur yang memadai, kita berharap aktivitas ekonomi dan industri di Batam semakin tumbuh dan kompetitif,” katanya. (*)

Artikel BP Batam Siapkan Rp244,8 Miliar untuk Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur Jalan Strategis pada 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.