Pembunuh berantai Wowon Erawan (tengah) dan dua rekannya, Dede (kanan) dan Solihin. (Istimewa)
batampos – Pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Wowon Erawan alias Aki dan kawan-kawan mengejutkam publik. Sebab, pembunuhan ini terbilang cukup rapih, hingga bertahun-tahun tidak terungkap.
Kasus ini bahkan menyasar korban orang-orang terdekatnya. JawaPos.com (jaringan batampos.co.id, mencatat ada 7 fakta yang telah diungkap Polda Metro Jaya dalam kasus ini.
1. Dibunuh Pakai Racun Tikus dan Pestisida
Kasus ini terungkap bermula dari terjadinya keracunan kepada 5 orang di Bekasi, Jawa Barat, di antaranya 3 orang tewas. Usai didalami, penyidik memastikan peristiwa tersebut pembunuhan.
“Dari fakta awal ada fakta baru bahwa narasi yang dikembangkan mati keracunan tidak benar, tapi itu pembunuhan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/1).
Para korban diduga tewas karena diberi racun tikus dan pestisida yang biasa digunakan untuk memberantas hama. “Hasil pemeriksaan laboratoris ditemukan unsur kimiawi berbahaya atau racun di dalam kopi yang diseduh di ruang belakang dekat sumur, muntahan kamar depan dan tengah,” kata Fadil.
Racun pestisida ini memiliki kandungan yang berbahaya bagi tubuh manusia. “Kalau dikonsumsi manusia dapat sebabkan kematian,” imbuh Fadil.
Setelah diberi racun, para korban lalu dicekik oleh pelaku. Langkah ini dimaksudkan agar para korban dipastikan cepat meninggal dunia.
2. Korban Tewas 9 Orang
Setelah penyidikan dikembangkan, korban tewas ternyata lebih dari 3 orang. Seluruhnya menjadi 9 orang. Mereka adalah Siti, Farida Noneng, Wiwin, Halimah, Ai Maimunah, Bayu, Ridwan, dan Riswandi.
Dari jumlah tersebut, 3 korban tewas di Bekasi, lalu 5 di Cianjur, dan 1 orang di Garut.
3. Korban Dikubur di Dalam Lubang
Penyidik Polda Metro Jaya menemukan 3 lubang di sekitar rumah Wowon di Cianjur. Dari 3 lubang tersebut ditemukan 4 jenazah. Di mana ada 1 lubang yang berisi 2 orang. Sedangkan satu orang lainnya dikubur dengan proses pemakaman normal.
Penyidik juga menemukan satu lubang baru di TKP Bekasi. Namun, lubang tersebut belum dipakai untuk mengubur 3 korban tewas.
Sementara itu, di mata Iis Suryati, tak ada gelagat yang tak lazim dari suaminya, Wowon Erawan. Sekali waktu dia memang pernah mendapati pria 60 tahun tersebut menggali sebuah lubang di belakang rumah.
“Dia bilang waktu itu untuk septic tank rumah ibunya (letak rumah Iis dan sang mertua bersebelahan, Red),” kata Iis yang dinikahi Wowon pada 2005 seperti dilansir Radar Cianjur Kamis (19/1) lalu.
Dari polisi Iis tahu ada jenazah yang dikubur di lubang yang dibilang Wowon untuk septic tank tadi. Ternyata ada jenazah bocah 2 tahun yang ditemukan di situ, Bayu, anak Wowon dengan Ai Maemunah. Tapi, Iis mengaku sama sekali tak mengetahuinya. ’’Tidak pernah bau apa-apa,” tuturnya.
4. Korban Ditenggelamkan di Laut
Selain dikubur, ada satu korban bernama Siti yang ditenggelamkan di laut. Peristiwa bermula dari Siti yang menagih harta yang dijanjikan oleh Wowon dari penggandaan uang. Wowon lalu menyampaikan harta itu ada di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Wowon memerintahkan mertuanya, Nonong untuk mengantar Siti ke NTB menggunakan kapal. Selanjutnya Siti dibunuh dengan cara diceburkan ke laut saat tiba di Surabaya. Setelah teridentifikasi, Siti dimakamkan di Garut, Jawa Barat.
5. Menyasar Keluarga Terdekat dan TKW
Kekejian Wowon dan kawan-kawan bahkan menyasar orang terdekatnya. Korban yang dibunuh sebagian besar memiliki hubungan keluarga.
Sebut saja, Noneng adalah mertuanya Wowon. Wiwin anaknya Noneng yang dinikahi Wowon. Halimah istri Wowon. Ai Maimunah adalah anak Halimah yang juga dinikahi oleh Wowon. Bayu adalah anak dari perkawinan Wowon dengan Maimunah. Ridwan dan Riswandi juga anak kandung Wowon.
Sementara itu, dua korban lainnya adalah Siti dan Farida. Keduanya berstatus sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang baru pulang dari luar negeri. Mereka dibunuh karena menagih harta yang dijanjikan oleh Wowon dari praktik penggandaan uang.
6. Untung Rp 1 Miliar
Para pelaku diduga telah berhasil mengumpulkan uang dari para korban mencapai Rp 1 miliar.
“Terkait dana-dana kita masih mendalami hasil keterangan tersangka ini kurang lebih Rp 1 miliar, tapi masih kita dalami lagi, ini belum tuntas,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Sabtu (21/1).
Kendati demikian, jumlah tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. Penyidik akan melakukan penelusuran aset maupun transaksi dari para pelaku untuk menemukan bukti.
7. Punya 6 istri
Selain doyan membunuh demi menguasai harta korban, Wowon juga senang menikah. Tercatat dia memiliki 6 istri yang dinikahi secara resmi mapun siri. Keenam istrinya yaitu Wiwin, Ende, Heni, Iis, Halimah dan Ai Maemunah. Total ada 3 istrinya yang jadi korban serial killer Wowon. (*)
Puluhan warga mendatangi kantor pusat pelayanan pelanggan air minum Batamcenter, Kamis (12/1/2023) lalu. Warga mengeluhkan suplai air yang tidak mengalir dalam seminggu belakangan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Warga Kota Batam kembali mengeluhkan suplai air bersih yang belum juga mengalir hingga Minggu (22/1/2023). Aliran air dari diketahui sudah tidak mengalir sejak Sabtu (21/1/2023) pagi.
Warga Batubesar, Ari, mengatakan, air bersih sempat mengalir di area kediamannya sekitar pukul 04.00 WIB.
“Semalam air ngga hidup-hidup. Saya begadang sampai jam satuan,” katanya, Minggu (22/1/2023).
Namun lanjutnya, pada Minggu (22/1/2023) sekitar pukul 04.00 WIB, air sempat mengalir namun volumenya kecil.
Keluhan warga Batam yang disampaikan di Media Sosial Instagram airbatamhilir. Foto; Tangkapan Layar
“Saya tahunya air hidup, ada tetangga yang buka pintu dan lagi nampung air,” jelasnya.
Tapi lanjutnya, sekitar jam 07.00 WIB air sudah tidak lagi mengalir. Ia berharap hal ini tidak berlangsung lama. Karena kata dia, air merupakan kebutuhan utama.
“Bayangin la bang kalau air tak hidup. Semuanya jadi terbengkalai. Apalagi kalau yang punya anak kecil,” tuturnya.
Beberapa warga juga sudah menyampaikan keluhannya langsung ke akun resmi instagram milik @airbatamhilir.
Berikut curhatannya:
@melanie_tryos: Air aera batam center masih BLM HIDUP PAK tlg solusinya kasihan warga aktifitasnya terganggu.
@takanenohana___
Nanti kalau kontrak nya dah habis kasih ke vendor lain aja ya, kinerja spam batam ga bagus sih
Keluhan warga Batam yang disampaikan di Media Sosial Instagram airbatamhilir. Foto; Tangkapan Layar
@scutriiyuni
Min kapan nyala airnya ? Info dong udah lebih 24 jam air mati. Ga hidup ga ada air rasanya
@evanitaapriantimunthe
Kapan air nya nyala pak? Mohon direspon pak!!
uzii_95
@airbatamhilir Buana Vista sampai pagi ini air juga ga ada nyala sudah lebih dari 24jam , mau minta tangki pun tidak bisa karna call center di telfon sibuk terus.. bagaimana solusinya ?.
Sebelumnya, Corparate Communication Air Batam Hilir, Ginda, mengatakan, terhentinya suplai air bersih di beberapa kawasan di Kota Batam dikarenakan adanya pekerjaan penyempurnaan perbaikan variable speed drive (VSD) pada instalasi pengolahan air (IPA) Duriangkang.
“Saat ini masih berlangsung, sehingga gangguan berupa air terhenti atau mengecil untuk sementara waktu dan masih terjadi beberapa area,” ujarnya, Sabtu (21/1/2023).
Karena pekerjaan tersebut lanjutnya, beberapa area yang terdampak yakni Perumahan Pinang Raya, Perumahan Citra Mas, Garden Raya, Buana Vista, Bukit Raya, Citra The Hills, Bintang Raya, Bukit Palem, Sugiraya, Taman Raya, Alam Raya, Cendana, Bida Asri 2, Botania 1 & 2, Cikitsu, Pesona Asri, Marbela, Odesa, Bandara, Punggur, Kabil dan sekitarnya.
“Kami tetap mengupayakan agar perbaikan segera teratasi, sehingga suplai air kepada pelanggan secepatnya normal kembali. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pihaknya menyiagakan mobil tangki air bersih untuk pelanggan yang mengalami gangguan suplai air hingga 1×24 jam, yang dapat dikoordinir oleh Ketua RT/ RW/ Kelurahan setempat, lalu menyampaikannya melalui layanan saluran resmi kepelangganan SPAM Batam Call Center SPAM Batam (0778) 5700 000.(*)
Warga menyelamatkan barang setelah rumah mereka terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/1/2023). (ANTARA/HO/BPBA )
batampos – Ratusan keluarga di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh terdampak banjir menyusul meluapnya sejumlah sungai akibat hujan lebat dalam sehari terakhir, dikutip dari ANTARA.
Informasi yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di Banda Aceh, Sabtu (21/1), disebutkan bahwa ratusan keluarga terdampak banjir berada di Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Adapun daerah terdampak banjir di Kabupaten Bireuen meliputi satu desa di Kecamatan Samalanga, yakni Gampong Putoh. Sebanyak 173 keluarga dari gampong atau desa tersebut mengungsi karena rumah mereka terendam air dengan ketinggian hingga 80 centimeter.
Kemudian, di Kecamatan Jeunieb, meliputi tiga desa, yakni Lheu Simpang dengan warga terdampak 170 keluarga, Gampong Blang Raleu dengan 120 keluarga terdampak.
Berikutnya, Gampong Uteun Pupaleh sebanyak 45 keluarga terdampak, Gampong Lampoh Oe sebanyak 15 keluarga, dan Gampong Meunasah Keutapang sebanyak 250 keluarga terdampak.
Sedangkan, Gampong Meunasah Leung, Gampong Jeumpa Sikureung, Gampong Ulee Gajah, Gampong Meunasah Keupula, Gampong Cot Geulumpang Baroh, dan Gampong Dayah Baro, masih dalam pendataan.
Banjir juga terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya. Banjir akibat meluapnya sungai Krueng Meureudu, Krueng Beuracan, Krueng Ulim, dan Kreung Putu. Selain mengenangi rumah penduduk, banjir juga merendam badan jalan dan lahan pertanian.
Adapun wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, Trienggadeng, Bandar Baru, Bandar Dua, Jangka Buya, dan Kecamatan Ulim.
BPBA menyebutkan masyarakat maupun pengungsi yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya masih dalam pendataan. Sedangkan korban jiwa dalam bencana tersebut nihil.
Sementara, 147 jiwa dari 42 keluarga di Desa Ruar, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang mengungsi karena rumah mereka terendam banjir akibat meluapnya Sungai Tamiang menyusul hujan lebat sejak sehari terakhir.
Banjir meluapnya sungai tersebut juga menyebabkan enam desa di dua kecamatan terendam banjir. Kecamatan terendam banjir meliputi Bandar Pusaka meliputi Desa Cempa, Babo, Blangkelang, Sgierkil, dan Pandam. Sedangkan di Kecamatan Sekerak hanya satu desa yakni Desa Suar dengan 27 rumah terendam banjir. (*)
Drs Buralimar MSi di Batam Kota, Selasa 17 Januari 2023, F Suprizal Tanjung
batampos – Kenyang dengan asam garam kehidupan. 35 tahun menjadi birokrat. Suka bergaul, mudah ditemui. Tak suka hal yang rumit. Anak yatim di usia 9 tahun ini menjadi pribadi keras, berani, suka tantangan dan baik. Buralimar, sosok anak kampung Bagansiapiapi, Kab. Rokan Hilir, Riau ini, akhirnya menjadi figur yang dikenal masyarakat Batam dan Kepri. Suka membantu orang lain, tak segan merendah, tahu diri dan banyak pengalaman hidup, membuat Drs Buralimar MSi menjadi matang dalam berbagai hal. Undangan masuk ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kepri pun datang. Bagaimana lengkapnya? Berikut wawancara redaktur Batam Pos, Suprizal Tanjung dengan Buralimar di satu rumah makan di Batam Kota, Batam, Selasa (17/1/2023).
Asalamualaikum Pak Buralimar.
Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wabarakatuh.
Bagaimana awal karir Bapak di birokrat?
Tahun 1981 Saya kuliah empat bulan di Fakultas Ekonomi, Unri. Lalu masuk D3 APDN Pekanbaru, lulus 1985. Kerja di kantor Gubenur Riau 1 tahun. Dipindah ke Belakang Padang, Batam tahun 1986. Saat itu masih bujangan. Oleh pemerintah, Saya disekolahkan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta, 1987 sampai1990. 1990 balik ke Pemko Batam hingga tahun 2011. Di Batam pernah menjabat mulai dari Mantri Polisi Pamong Praja Kecamatan Belakang Padang, Sekcam Belakang Padang, kemudian disekolahkan di IIP. Usai belajar, ditempatkan di kantor wali kota Batam dengan jabatan mulai dari Sekcam Batam Barat, Kasubag Keuangan Pemko Batam, Kabid Fisik dan Prasarana Bappeko Batam. Kemudian diamanahkan sebagai Camat Batam Barat. Selanjutnya sebagai Kabag Keuangan Pemko Batam, Kepala Kantor Aset Pemko Batam. Diamanahkan lagi di jabatan Eselon 2 mengemban sekitar tujuh jabatan seperti Kadis Pariwisata, Kadis PMK UKM, Kadis Pendudukan Catatan Sipil, Sekretaris Dewan (Sekwan), Kaban Pertanahan Pemko Batam, Kadis Pertanahan. Terakhir Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), hingga tahun 2011.
Kemudian?
Tahun 2011 dimutasi ke Pemprov Kepri hingga pensiun 1 Juli 2022. Di Kepri menjabat eselon 2 sekitar 4 jabatan. Mulanya sebagai Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah, Kepala Badan Kepegawaian (BKD), Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (BPMD), dan Kepala Dinas Pariwisata sampai pensiun.
Dipensiunkan?
Tidak. PNS itu pensiun umur 58, eselon 2 pensiun umur 60. Saya memilih pensiun di umur 60 tahun. Sebetulnya bisa mengambil jabatan fungsional dan pensiunnya di usia 65. Namun karena harus bolak balik Batam Tanjungpinang. Jauh dari keluarga. Saran beberapa teman, Saya memutuskan pensiun. Padahal Saya ditawari Pak Ansar di jabatan fungsional, Saya mengucapkan terima kasih kepada Beliau atas tawaran itu.
Aktivitas saat pensiun?
Mengurus cucu dan keluarga. Mencari peluang bisnis kecil-kecilan. Dan meneruskan hobi menyanyi dan olahraga. Ha ha. Saya suka entertain (hiburan, red), menyenangkan hati. Ada pesta, Saya diundang, ya datang. Menyanyi. Rasanya lebih lega, segar sekarang. Ngopi bersama teman-teman. Buat lagu, mengurus mesjid dan aktivitas lainnya. Selama menjadi birokrat kan relatif serius. Mengurus banyak hal. Nah sekarang. Sekitar enam bulan ini Saya menghibur diri, lepas, bebas, plong. Cita-cita nanti kalau ada rezeki buat cafe, ada musik di situ. Cafe kecil-kecilan, namun berarti untuk menyambung hidup. Ha ha.
Baru kemudian masuk partai?
Nah inilah perjalanan hidup. Di masa tenang ini, ada peluang masuk partai dan Saya memilih masuk pengurus DPD PDI-P Kepri. Dimana Ketuanya Pak HM Soerya Respationo membuka kesempatan dan mempercayakan Saya bergabung di DPD PDI-P Kepri sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai.
Langsung cocok dan diterima?
Platform perjuangan dan nasionalisme PDI-P itu sesuai dengan jiwa Saya tanpa meninggalkan kegiatan lainnya. Saya orang lapangan dan senang bertemu berbagai elemen masyarakat. PDI-P itu merakyat, diterima dimana-mana. Ini yang Saya anggap sejalan dengan semangat. Satu selera dengan jiwa Saya.
Platform perjuangan?
Saya terjun dan berkecimpung bukan hanya di dunia birokrat, politik, budaya dan olahraga selama ini Terkhusus di bidang keagamaan dan sosial. Saat ini Saya juga duduk di KONI Kepri juga sebagai penasehat dan pembina di beberapa organisasi. Juga sebagai Ketua LazisNU Batam, CEO Masjid Jabal Arafah (Lubukbaja) dan Masjid Baitul Makmur (Bukit Senyum) di bawah binaan Pak Dr H Asman Abnur SE MSi yang juga menjadi pimpinan Saya waktu beliau menjabat Wakil Wali Kota Batam. Saya diamanahkan sebagai Ketua RW 14 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Tetangga Saya mantan Dirut Batam Pos, Pak Socrates; dan mantan Ketua Komisi Perlindungan Pengawasan Anak Daerah KPPAD Kepri, Erry Syahrial. Dalam waktu dekat Saya akan mengundurkan diri sebagai Ketua RW. Berdasarkan Perwako Batam, siapapun yang masuk partai politik (parpol) atau menjadi calon legislatif (caleg) tidak boleh merangkap jabatan Ketua RT/RW. Saya ingin memberi contoh kepada siapapun. Saya juga mengajak agar pengurus parpol yang menjabat sebagai Ketua RT/ RW menyerahkan jabatanya kepada yang lain. Kaderisasi. Kita harus mematuhi aturan. Kalau bukan kita yang mematuhi siapa lagi? Tak enak sama masyarakat. Malu. Ha ha. Terus bergabung di organisasi sebagai apapun, harus bisa berbuat untuk organisasi dan kepentingan masyarakat. Kalau hanya menumpang nama saja di organisasi rasanya tidak etis. Pemimpin yang baik itu 80 persen turun ke lapangan, 20 persen di kantor. Tidak hanya perintah by phone atau menerima laporan saja. Prinsip Saya, dalam organisasi apapun harus memberikan kontribusi walau hal kecil sekalipun.
Mundur juga dari pengurus masjid?
Semoga saja Pak Asman masih mempercayakan Saya sebagai CEO Masjid Jabal Arafah dan Masjid Baitul Makmur. Ini pekerjaan dunia, tujuan akhirat. Dua masjid ini bukan masjid umum yang berada di perumahan. Masjid di perumahan relatif mudah dikoordinir. Jemaah relatif mudah berkontribusi dan mau datang. Sementara, dua masjid tadi berada di lingkungan pusat ekonomi Batam. Relatif jauh dari perumahan. Boleh dikatakan sebagai masjid persinggahan. Tidak mudah mengundang dan mengajak masyarakat datang. Perlu cara khusus. Saya sudah dua tahun di dua masjid itu. Saya bersama Pak Asman berupaya menjadikan masjid ini menjadi masjid destinasi (tujuan, red) wisata. Saya berkoordinasi dan meminta kawan-kawan asosiasi travel, asosiasi wisata, agar paket-paket wisata yang ada diarahkan ke dua masjid tersebut. Kini, Sabtu Minggu, banyak wisatawan Malaysia Singapura datang salat di kedua masjid itu.
Apa yang akan diberikan untuk PDI-P?
Sesuai jabatan sebagai dewan pertimbangan, Saya akan memberikan pertimbangan berdasarkan pengalaman sebagai PNS dan organisasi. Semoga berguna untuk partai. Misalnya bagaimana hubungan partai dengan pemerintah bisa lancar, aman. Kritik itu perlu. Saran itu baik. Tapi perlu disampaikan dengan cara yang sejuk.
Politisi PDI-P bagaimana?
PDI-P adalah partai pemerintah dari pusat. Kontribusi PDI-P relatif besar dan positif. Figur Ketum PDI-P Pak Soerya Respationo itu sangat santun, sejuk, dan disegani. Anggota PDI-P pun akan berbuat seperti itu. Dulu jika ada beberapa hal yang perlu dikoordinasikan contohnya, Saya sebagai Sekwan DPRD Batam bertemu dengan Sekda Batam, Pak Agus Sahiman SH. Kami berdua menghadap Pak Soerya, melapor karena sekwan itu tugasnya mengkoordinasikan hubungan eksekutif dan legislatif. Berkat koordinasi dan silaturrahmi, semua lancar, selesai masalah. Tak ada konflik. Pak Soerya itu orangnya sejuk dan senantiasa menjalin hubungan baik dengan pimpinan daerah yang ada. Kepada siapapun Beliau memanggil dengan nama dan sebutan yang baik.
Hal lain akan diberikan untuk PDI-P?
Berbekal pengalaman sebagai birokrat. Saya lebih banyak nantinya menjalani tugas-tugas sosial kemasyarakatan yang menyentuh, dibutuhkan dan diterima masyarakat. Misalnya pengalaman saat Covid-19 lalu, orang banyak di-PHK, berhenti bekerja. Masyarakat membutuhkan bantuan. Kita salurkan bantuan, sembako. Walaupun harganya relatif murah, namun tepat sasaran dan isinya lebih dibutuhkan. Berbaur dengan masyarakat itu indah. Perlu mendengar keluhan, ide dan saran mereka.
Ada penolakan saat masuk masuk ke PDI-P?
Alhamdulillah tidak ada. Karena figur-figur di internal PDI-P, 90 persen itu adalah kawan lama. Waktu jadi staf maupun tidak jadi staf, apapun kegiatan di rumah Pak Soerya, Saya sering hadir ketemu mereka. Bahkan waktu Pak Soerya menjadi Wagub Kepri, Saya lebih sering ke rumah Beliau. Saya kenal baik hampir semua figur di intenal PDI-P Kepri. Terlebih sekarang duduk di struktur organisasi. Saya ikut rapat DPD PDI-P. Terakhir ikut HUT ke-50 PDI-P di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).
Masalah pen-caleg-an?
Mungkin Saya bertarung di Batam bersama teman-teman lain. Karena di Kepri sudah ada kawan-kawan lain. Ada dua orang baru masuk langsung ke PDI-P Kepri. Pertama Saya sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai PDI-P Kepri, kedua Pak Irjen Pol (Purn) Dermawan mantan Wakapolda Kepri menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Partai, Saya di bawah Beliau. Mungkin, Pak Darmawan di Kepri dan Saya biar caleg di Batam.
Pertimbangan memilih Batam?
Saya kenal sudut-sudut Batam. Pernah bertugas sebagai staf, eselon empat, eselon tiga, dan eselon dua di Pemko Batam pada zaman Pak R. Usman Draman, Pak R.A. Aziz, Pak Nazief Soesila Dharma, Pak Nyat Kadir, Pak Manan Sasmita, dan Pak Ahmad Dahlan saat beliau-beliau wali kota Batam. Dulu di Batam baru ada tiga kecamatan yaitu Batam Barat, Batam Timur dan Belakang Padang. Saya pernah sekcam di Belakang Padang, dan juga camat di Batam Barat. Eselon dua di zaman Pak Nyat dan zaman Pak Ahmad Dahlan-Ria Saptarika sampai zaman Pak Ahmad Dahlan-Rudi. Style kepemimpinan mereka tadi ikut mempengaruhi pola pikir dan kepribadian Saya. Begitu juga di Pemprov Kepri. Alhandulillaah dipercaya sebagai Kepala OPD. Baik saat Gubernur – Wagubnya, Pak HM Sani-Soeryo, Pak Sani-Nurdin Basirun, Pak Nurdin-Isdianto, sampai ke Pak Ansar-Ibu Marlin. Pengalaman selama bertugas di Batam. Sebagian besar pulau-pulau di Batam ini Saya sudah datangi dan kenal baik masyarakat di sana.
Pertimbangan memilih Batam masalah dapil?
Saya ditugaskan partai. Dalam sistem proporsional terbuka saat ini, dimana saja dapil-nya, Saya Siap. Untuk saat ini, Saya diplot Pak Soerya di dapil Belakang Padang dan Sekupang. Kemungkinan akan tetap atau berubah, Saya mengikuti arahan ketua.
Cara meraih suara terbanyak nantinya?
Saya suka berada di lapangan dan bergaul dengan semua orang. Saya cukup mengenal masyarakat dari perspektif agama, budaya, musik, olahraga maupun sosial di sana. Juga lama tinggal di wilayah Sei Harapan Sekupang; Bukit Camat dan Pulau Sambu Belakang Padang. Di sana main bola dan ikut acara-acara. Istilahnya anak bola kata orang. Saya santai dan biasa masuk dan bicara dengan penyanyi jalanan bernyanyi bersama nereka. Juga sesekali ngopi dengan kawan-kawan di sana. Semoga itu memudahkan memperoleh suara jika jadi caleg. Dalam keseharian gaya bicara, style berpakaian dan penampilan Saya ya beginilah. Apa adanya dan menyesuaikan saja. Saat masih aktif jadi ASN jika menghadiri acara jarang memakai pakaian dinas terutama warna cokelat, ha ha. Karena rasanya lebih enak ketemu orang dengan pakaian biasa warna putih saja atau baju jenis tactical (taktis, mudah, red) gitu. Jika ada yang ngajak bertemu dan ngopi biasanya ok saja. Cusss sambil nyetir sendiri. Ketemu tak menolak di warung kopi, kedai, rumah makan, cafe, atau tempat lainnya. Sepanjang itu baik dan bermanfaat mengapa harus dihindari. Temui saja orang yang perlu dan memerlukan kita. Contohnya tadi, Saya tadi terlambat bertemu Anda karena sebagai Ketua RW 14 melayani warga yang datang ke rumah. Saya belajar banyak mengenal dan berusaha dekat dengan masyarakat. Bukan ketika mau jadi bakal caleg. Tapi sudah sejak dulu. Jadi begitu pensiun tetap enjoy dan masih banyak yang mau diajak berteman. Kerap disebut, orang yang pensiun bisa Post Power Syndrome tapi Alhamdulillaah. Insya Allah saja enjoy-enjoy saja.
Ada pesan?
Kepada kawan-kawan PNS, birokrat, termasuk junior-junior alumni, Saya berpesan jangan hanya duduk di kantor semata. Seringlah membaur. Jangan banyak di rumah ha ha. Di samping jadi birokrat, masuklah organisasi agama, sosial, budaya, olahraga dan lainnya. Kita harus tahu dengan lingkungan, nanti lingkungan pun akan tahu kita. “Mencintai untuk Dicintai” orang luar bilang “Love to be Loved”.
Pergaulan mendukung karir politik?
Tentu. PNS, birokrat itu hanya di kantor. Di luar kita adalah orang biasa. Kita harus bisa menyatu dengan masyarakat yang heterogen, beda suku, agama, ekonomi dan lainnya. Alhamdulillah kawan-kawan di Pemko Batam, Pemprov Kepri, di masyarakat, di organisasi termasuk teman-teman jurnalis memberi apresiasi mendukung Saya terjun ke politik. Di perumahan, sesibuk apapun sesekali masih bisa ngumpul dengan tetangga. Saya berusaha menyatu dan memberikan ide-ide dan informasi bermanfaat untuk masyarakat. Walaupun belum maksimal. Untuk masuk dunia politik Saya sudah minta doa restu dari semua terutama keluarga dan tetangga agar lebih semangat dan siap menghadapi semua hal. Katanya ada empat tas di dunia politik. Mulai dari popularitas, elektabilitas, isi tas, dan keputusan yang di atas. Ha ha. Kewajiban kita berdoa dan bekerja; serta bekerja dan berdoa. Sesuai mekanisme partai. Bekerja, berkarya, berusaha, dan berdoa. Jadi seimbang. Nanti harus diterima apapun hasilnya.
Tadi sebut menyanyi?
Saya suka hiburan menyanyi. Saat SD sudah menyanyi. Darah seni mengalir dari keluarga. Abang-abang sepupu bisa menyanyi. Bapak Saya katanya dulu pemain orkes. Mamak (ibu, red) Saya mantan penyanyi orkes. Saya dibesarkan paman, seorang yang bekerja sebagai pegawai rendahan di kantor Bea Cukai golongan 1. Di rumah biasa menyanyi main gitar dan lainnya. Masa SD, Saya sudah hapal Delilah lagunya Tom Jones. Dulu putar pick up (piringan hitam, red), dan dengar suara beberapa penyanyi lama seperti Mashabi, Bing Slamet, Titiek Puspa, Elly Kasim dan lainnya. Di era selanjutnya mendengar lagu Bob Tutupoly, Broery Marantika sampai D’lloyd, Koes Plus, Iwan Fals, Ebiet G Ade dan Bimbo. Juga beberapa band barat seperti Deep Purple, Rolling Stones. Sebagian besar Saya tahu lagu tersebut beserta judulnya. Saya sering bilang. Kerja harus selesai. Hiburan juga jalan. Kerja terus tanpa hiburan nanti stres. Beberapa staf Saya dahulu di Pemprov Kepri maupun Batam, banyak pandai menyanyi. Kalau menyanyi lagu slow rock Malaysia, dua hari dua malam sanggup mereka itu. Ha ha ha. Dengan anak buah, di kantor Saya bekerja serius. Di luar kami santai, bicara ringan.
Khusus bola?
Saya suka dan bisa sedikit main bola kaki, tenis, dan basket. Di Batam mengurus bola kaki. Masuk di pengurusan bola kaki di Batam tahun 1993. Saat PS Batam dipimpin Pak Mursal Muchdar. Kemudian dilanjut Pak HM Sani, dan Saya menjabat sebagai salah satu pengurus. Pada masa PS Batam dipimpin Pak Asman Abnur, Saya jadi ketua harian. Ketua PS Batam Pak Ahmad Dahlan, Saya sekretaris. Di PS Batam, pernah dua kali membawa PS Batam Juara 2 di Porda, dan sekali lolos ke divisi 2 tingkat nasional. Juga melaksanakan kompetisi yang dikenal dengan Liga Batam bersama teman-teman lain. Kalau diingat kembali, itu merupakan perjuangan berat tapi indah. Next time lah nanti kita bincang soal bola dan nyanyi. Ha ha.
Pengalaman menarik selama bertugas?
Ya ada beberapa, Saya sebutkan satu saja saat dipercaya sebagai koordinator acara pembukaan dan penutupan MTQ Nasional ke-25 tahun 2014 di Batam. Hampir 3 bulan menyiapkan konsep acara. Menampung apa maunya pimpinan agar acara sukses. Bolak balik Batam Jakarta ketemu EO-nya. Bikin konten dan skenario pembukaan. Video mapping, mengkoordinasikan semua sub acara dalam satu tema. Menyatukan artis nasional seperti Ebiet G Ade dan Bimbo dengan artis lokal dan seniman lokal. Pokoknya lelah tapi bahagia. Karena pengalaman itu, ada rencana bikin EO di samping juga nanti bikin cafe kecil-kecilan ha ha. Sesuai passion katanya.
Tidak lelah banyak aktivitas?
Saya hobi organisasi dan ngumpul dengan teman-teman. Tidur biasa larut malam, pukul 00.02 sampai 03.00 WIB. Bangun pagi dan Alhamdulilah tetap bisa salat Subuh. Jika ada acara pagi ya datang. Jika tidak ada acara atau kerja tidur, main gitar, menimang cucu, atau nonton Tv. Ha ha. Saat santai ya santai, saat kerja ya kerja.
Siapa mendidik hingga seperti sekarang?
Bapak Saya orang biasa. Pedagang kecil di Bagansiapiapi. Beliau relatif tak sempat mendidik Saya karena meninggal tahun 1971, saat Saya kelas 3 SD. Ibu meninggal 1977 saat Saya kelas 3 SMP, akan masuk SMA. Lalu dibesarkan dah dididik Paman yang kerja di kantor Bea Cukai. Anaknya banyak. Kami dirawat dengan baik serta adil. Paman adalah idola, pahlawan bagi Saya. Dia menyekolahkan dari SD sampai APDN. Paman pernah dididik Jepang tahun 1940-an sebagai pegawai Heiho (salah satu organisasi militer dibentuk Jepang selain PETA, red). Saya masih menyimpan katana (pedang Jepang, red) milik Paman. Didikannya relatif keras, sangat disiplin. Makan dan belajar bersama di rumah. Dulu waktu Magrib, semua harus di rumah. Jika tidak patuh, kena hukuman. Pasti kena rotan. Tidak boleh merokok. Dulu pernah coba merokok. Ketahuan. Langsung diikat, dimarahi dan dihajar. Ha ha. Tobat tak lagi merokok.
Jalan hidup lancar semua?
Banyak liku-likunya. Misalnya dulu saat menyelesaikan S2. Sempat off (berhenti, red) sekitar satu tahun karena wabah SARS. Saat itu tinggal tesis. Terpikir. Akh sudahlah. Saya sudah dapat S1. Pendidikan S2 ini cuma memperkuat wawasan saja dan tidak berpengaruh kepada jabatan. Karena berat menyelesaikan kuliah, hati Saya mendua. Namun istri kuat mendorong dan memberikan semangat. Sebulan di Surabaya melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing. Akhirnya tesis pun selesai. (*)
.
Biografi
Identitas
Nama: Drs H Buralimar MSi
Lahir: di Bagan Siapiapi, Kab Rokan Hilir, Riau, 14 Juni 1962.
Saudara: Anak ke-1 dari 5 bersaudara.
Keluarga
Istri: Ira Rubianti
Anak: Citra Shalimar, sudah menikah tinggal di Batam.
: Chiara Syahdimar, sudah menikah ikut suami ke Malaysia.
: Chantira Saifimar baru selesai ujian skripsi di Fakultas Geografi UGM Yogya.
Pendidikan
SDN 004 Bagansiapiapi, Riau. Lulus 1974.
SMPN 373 Bagansiapiapi, Riau. Lulus 1977.
SMAN 360 Bagansiapiapi, Riau. Lulus 1981.
S1, Fakultas Ekonomi Unri hanya empat bulan.
D3, APDN Pekanbaru. Lulus 1985.
S1, IPDN di Jakarta. Lulus 1990.
S2, MSI di Fakultas Ekonomi Univ Airlangga (Unair) Surabaya. Lulus 2005.
Organisasi
Sekretaris/ Ketua Harian PS Batam
Ketua Pelti Batam
Wakil Ketua/ Sekretaris DPD-KNPI Batam
Ketua Kosgoro Batam
Wakil Ketua Koni Batam
Wakil Ketua Koni Kepri
Pembina PPYNI Kepri
Pembina Perwara Batam
Ketua LazisNU Batam
CEO Masjid Baitul Makmur dan Masjid Jabal Arafah
Ketua RW 14 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota
Jabatan
Mantan Polisi Pamong Praja Kecamatan Belakang Padang
Mantan Sekwilcam Belakang Padang
Mantan Sekcam Batam Barat
Mantan Kabid Fisik dan Prasarana Bappeko Batam
Mantan Camat Batam Barat
Mantan Kabag Keuangan Batam
Mantan Kepala Kantor Pengelolaan Aset Daerah Batam.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam
Mantan Kepala Dinas PMKUKM Batam
Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Batam
Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Batam
Mantan Kepala Badan Pertanahan Batam
Mantan Kepala Dinas Pertanahan Batam
Mantan Asisten 2 (Ekbang) Setdako Batam
Mantan Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kepri
Mantan Kepala Badan Kepegawaian / BKD Kepri
Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (BPMD) Kepri
batampos – Pemerintah diminta tidak menaikkan biaya haji yang menjadi beban jamaah secara signifikan dan langsung. Kenaikan diharapkan dilakukan secara bertahap sehingga tidak memengaruhi psikologis calon jamaah haji.
Ilustrasi. Jamaah haji melaksanakan ritual melempar jumrah di Jamarat, Mina, pada musim haji 2022. (AFP)
Anggota Komisi VIII DPR Luqman Hakim mengatakan, angka yang muncul saat ini adalah jamaah menanggung biaya haji sebesar Rp 69 juta. Dengan asumsi sudah membayar uang muka Rp 25 juta, berarti saat pelunasan nanti, jamaah harus menyetor uang tunai sekitar Rp 44 juta.
’’Ini masih usulan pemerintah. Nanti akan dibahas secara mendalam bersama Komisi VIII DPR,’’ ujar Luqman kemarin (20/1).
Dia memastikan panitia kerja (panja) ongkos haji dari DPR akan menghitung ulang secara detail usulan dari pemerintah tersebut. Dia menambahkan, kenaikan biaya haji tahun ini memang tidak bisa dihindari. ’’Menurut saya, kenaikan biaya haji tahun 2023 yang ditanggung jamaah tidak boleh melampaui angka Rp 55 juta,’’ ucapnya.
Dengan demikian, calon jamaah cukup menyediakan uang tunai sekitar Rp 30 juta saat pelunasan. Menurut Luqman, nominal tersebut masih dalam batas psikologis kenaikan biaya haji yang ditanggung tiap jamaah.
Kemudian, ke depannya porsi biaya haji yang ditanggung jamaah secara bertahap terus dinaikkan. Sampai mencapai angka ideal 70 persen ditanggung jamaah dan 30 persen disubsidi dari hasil pengelolaan dana haji di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Sementara yang muncul dalam usulan Menteri Agama Yaqut proporsi pembiayaan haji langsung di angka 70 persen jamaah dan 30 persen dari BPKH. Proporsi itu terlihat begitu jomplang dibandingkan pembiayaan haji 2022. Pada musim haji tahun lalu, jamaah menanggung 40,57 persen dan porsi BPKH sebesar 59,46 persen. Tahun lalu jamaah membayar Rp 39 jutaan, sedangkan subsidi dari BPKH sebesar Rp 58,4 juta.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie menilai, keterbukaan usulan biaya haji tersebut merupakan preseden positif. Sebab, masyarakat bisa ikut terlibat dalam memantau pembahasannya. Sampai nanti ditetapkan biaya final yang ditanggung jamaah bersama BPKH.
Tholabi mengatakan, proporsi tanggungan jamaah dan subsidi BPKH tahun lalu tidak bisa diterapkan tahun ini. Tahun lalu subsidi BPKH sangat besar, melebihi 50 persen, karena ada kebijakan dadakan dari Arab Saudi. Yaitu, membebani jamaah dengan biaya layanan Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) sebesar 5.656 riyal atau sekitar Rp 22,7 juta. Kebijakan itu dikeluarkan sepekan jelang pemberangkatan jamaah. (*)
batampos- PT Pelni cabang Tanjung Balai Karimun mencatat, awal tahun 2023 penumpang yang menggunakan jasa KM Kelud dengan tujuan Tanjungpriok Jakarta maupun Belawan Medan mencapai 1.597 penumpang. Kepala Cabang Pelni Tanjung Balai Karimun Agus Herianta mengatakan, sebanyak 1.597 penumpang KM Kelud terbagi dua penumpang yaitu penumpang yang naik sebanyak 400 penumpang kemudian yang turun 1.197 penumpang.
” Jadi penumpang KM Kelud yang naik maupun turun di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun baik dari Tanjungpriok maupun Belawan,” terangnya, Jumat (19/1).
Dengan terjadinya peningkatan jumlah penumpang diawal tahun ini, pihaknya optimis terhadap peningkatan jumlah penumpang pada tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan, untuk harga tiket kapal Pelni KM Kelud sendiri tidak ada kenaikan. Sehingga, sangat terbantu bagi masyarakat yang ingin pulang ke Jakarta maupun Belawan Medan melalui jalur transportasi laut. Seperti tujuan Tanjungpriok Jakarta untuk dewasa mulai Rp989 ribu hingga Rp308 ribu. Kemudian, tujuan Belawan Medan mulai Rp678 ribu hingga Rp215 ribu.
” Sambil menikmati daerah-daerah yang dilintasi oleh kapal Pelni tujuan Jakarta maupun Belawan dengan harga tiket kapal yang masih terjangkau,” tuturnya.
Sedangkan, untuk rute KM Kelud yang singgah ke pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun baik tujuan Tanjungpriok maupun Belawan masih berlaku dua kali dalam sebulan. Dengan menggunakan kapal KM Gandha Nusantara 07 dan KM Gandha Nusantara 08, para penumpang Pelni diangkut dari pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun menuju kapal KM Kelud yang berada ditengah laut.
” Untuk bulan Januari ini terakhir masuk ke Karimun, KM Kelud dari Jakarta tujuan Medan hari Minggu (22/1) nanti. Saat ini sementara penjualan tiket KM Kelud untuk tujuan Belawan baru 54 penumpang dan dari Tanjungpriok yang turun ke Karimun 101 penumpang,” ungkapnya.
Sementara pantauan diloket Pelni, para calon penumpang sedang melakukan pemesanan tiket kapal KM Kelud tujuan Belawan. Dengan proses pembayaran non tunai dengan persyaratan seperti biasa.
” Lumayan murahlah, pulang ke Medan dulu sebentar. Masih terjangkau harganya dibandingkan pakai kapal ferry harus naik bis lagi ke kampung,” kata Pardede warga Karimun.(*)
batampos – Aktor Drakor Vincenzo, Na Chul meninggal di usia 36 tahun, Sabtu (21/1). Dilansir dari Allkpop, Na Chul yang bermain sebagai Na Deok Jin di drama Korea Vincenzo meninggal karena masalah kesehatan belakangan memburuk, dikutip dari pojoksatu.
Belum ada keterangan resmi soal sakitnya tersebut.
Jenazah Na Chul akan disemayamkan di aula pemakaman Universitas Soonchunhyang di Yongsan-gu, Seoul. Sementara pemakaman akan berlangsung secara tertutup pada Senin (23/1) pagi.
Na Chul cukup terkenal karena membintang banyak drama Korea dan film. Dia debut kali pertama pada tahu 2010 sebagai aktor teater. Kemudian, bermain di drama Vincenzo, Hospital Playlist, Weak Hero Class, DP, Happiness, Jirisan, Those Who Read the Evil Mind, dan lainnya.
Na Chul juga bermain di film Sinkhole (2021), Tune in for Love (2019), 1987: When The Day Comes (2017), Made in China (2015) dan lainnya. (*)
Film Para Betina Pengikut Iblis yang dibintangi Mawar De Jongh, Hanggini dan Sara Fajira akan tayang bulan depan di bioakop./Instagram (@falconpictures)
batampos – Menggadaikan diri bersekutu dengan iblis demi sebuah balas dendam menjadi cerita di film Para Betina Pengikut Iblis. Film horor arahan sutradara Rako Prijanto berjudul Para Betina Pengikut Iblis, direncanakan bakal tayang di bioskop pada 16 Februari 2023 mendatang.
Film ini menceritakan tentang para wanita yang rela menggadaikan diri mereka melakukan persekutuan dengan iblis demi melakukan aksi balas dendam.
Sumi yang tinggal seorang diri, harus mengurus ayahnya yang sedang sakit. Guna membiayai hidup dia pun berjualan gulai yang terbuat dari daging manusia. Sari kembali melakukan praktik dukun santet setelah adiknya dibunuh dan mayatnya hilang dari kuburan. Dengan penuh dendam, Sari meneror warga kampung.
Film Para Betina Pengikut Iblis diperkuat oleh sejumlah pemain. Mereka adalah Mawar De Jongh, Hanggini, Sara Fajira, Adipati Dolken, dan Hans De Kraker.
Sutradara Rako Prijanto senang dua film horor garapannya tayang di awal tahun 2023 di bioskop. Ini menjadi semacam ‘aksi balas dendam’ Rako mengingat selama pandemi tidak ada satu pun film garapannya tayang di bioskop.
“Senang banget di awal tahun 2023 ini film horor saya rilis back to back. Film Para Betina Pengikut Iblis merupakan cerita original dari saya. Untuk itu, saya bersyukur Falcon Black memberikan kesempatan kepada saya,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/1).
Mawar De Jongh yang selama ini lebih dikenal sebagai pemain film-film bergenre drama mengaku mengalami kesulitan saat berakting dalam film Para Betina Pengikut Iblis.
“Terus terang aku mengalami banyak kesulitan berperan di film ini. Aku merasa ini baru pertama kalinya aku keluar dari zona nyaman. Puji Tuhan aku ditemukan oleh tim yang solid, kita banyak bertukar pikiran dan berbagi pandangan untuk memberikan nyawa pada film ini,”jelas Mawar De Jongh.
Hanggini mengatakan energinya sangat terkuras saat menjalani syuting film ini. Dia pun senang sekali perjuangannya selama menjalani syuting akan segera terbayar dengan film Para Betina Pengikut Iblis tayang di bioskop sebentar lagi.
“Senang sekaligus deg-degan film ini akan tayang di bioskop. Pastinya penasaran dan nggak sabar,” ujarnya.
Sementara itu, Sara Fajira mengaku semakin penasaran untuk melihat filmnya sendiri tayang secara utuh di bioskop usai menonton trailernya yang baru dirilis beberapa hari lalu oleh rumah produksi Falcon Black.
“Aku masih teringat saat syuting bagaimana semua divisi dari cast, sutradara, dan crew semuanya bahu membahu memberikan yang terbaik untuk film ini,” tandasnya. (*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rud (kanan) menerima empat sertifikat dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Raja Juli Antoni. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menerima empat sertifikat dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Raja Juli Antoni pada Kamis (19/1/2023).
Empat sertifikat tersebut terdiri dari tiga sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) lahan di kawasan Nongsa, Tanjung Uncang, dan Pulau Setokok, serta satu sertifikat Hak Pakai Aset BP Batam.
Keempat sertifikat ini diterima langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi di Marketing Center BP Batam.
Tidak hanya BP Batam, sertifikat HPL juga diserahkan kepada beberapa instansi daerah lainnya, seperti Pemerintah Kota Batam dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Lantamal IV) Batam.
Wakil Menteri (ATR/BPN) RI, Raja Juli Antoni mengapresiasi sinergi positif yang dijalin BP Batam dengan ATR/BPN untuk mengoptimalisasi pengelolaan lahan di Kota Batam.
“Sesuai amanat dari Presiden RI, seluruh bidang tanah di republik ini, termasuk Kepri dan Batam, harus disertifikasi. Untuk itu, kami berterima kasih kepada Kepala BP Batam beserta jajaran yang telah bekerja sama dengan rekan-rekan ATR/BPN,” ujar Raja.
Penyerahan sertifikat ini dikatakan Raja sebagai bentuk kepastian hukum atas bidang tanah yang dikelola oleh pemerintah.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi . Ia mengatakan, apa yang dicita-citakan ATR/BPN telah sesuai dengan tugas dan fungsi BP Batam, yaitu meningkatkan investasi di Kota Batam.
Sebagai lembaga pemerintah, BP Batam berwenang untuk menyelenggarakan HPL lahan di Kota Batam. Sehingga, dengan terbitnya sertifikat HPL sebagai produk hukum tentu menjadi nilai tambah bagi pemanfaatan lahan di Batam.
Muhammad Rudi juga menambahkan, pemanfaatan lahan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Kota Batam.
Pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Kota Batam mencapai 4,75 persen, dimana angka ini lebih tinggi dari provinsi dan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus bergerak maju dan mengembangkan diri dengan memanfaatkan lahan pada pembangunan sektor industri berteknologi tinggi dan ramah lingkungan,” ujar Muhammad Rudi.
Ia berharap, seluruh bidang tanah di Batam disertifikasi secara menyeluruh, untuk mengukuhkan citra Kota Batam sebagai Kota Investasi yang terpadu.
Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau, Nurhadi Putra; Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Kemas M. Ikhwan Madani; Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad.(*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rud (kanan) menerima empat sertifikat dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Raja Juli Antoni. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menerima empat sertifikat dari Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Raja Juli Antoni pada Kamis (19/1/2023).
Empat sertifikat tersebut terdiri dari tiga sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) lahan di kawasan Nongsa, Tanjung Uncang, dan Pulau Setokok, serta satu sertifikat Hak Pakai Aset BP Batam.
Keempat sertifikat ini diterima langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi di Marketing Center BP Batam.
Tidak hanya BP Batam, sertifikat HPL juga diserahkan kepada beberapa instansi daerah lainnya, seperti Pemerintah Kota Batam dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Lantamal IV) Batam.
Wakil Menteri (ATR/BPN) RI, Raja Juli Antoni mengapresiasi sinergi positif yang dijalin BP Batam dengan ATR/BPN untuk mengoptimalisasi pengelolaan lahan di Kota Batam.
“Sesuai amanat dari Presiden RI, seluruh bidang tanah di republik ini, termasuk Kepri dan Batam, harus disertifikasi. Untuk itu, kami berterima kasih kepada Kepala BP Batam beserta jajaran yang telah bekerja sama dengan rekan-rekan ATR/BPN,” ujar Raja.
Penyerahan sertifikat ini dikatakan Raja sebagai bentuk kepastian hukum atas bidang tanah yang dikelola oleh pemerintah.
Pernyataan tersebut disambut baik oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi . Ia mengatakan, apa yang dicita-citakan ATR/BPN telah sesuai dengan tugas dan fungsi BP Batam, yaitu meningkatkan investasi di Kota Batam.
Sebagai lembaga pemerintah, BP Batam berwenang untuk menyelenggarakan HPL lahan di Kota Batam. Sehingga, dengan terbitnya sertifikat HPL sebagai produk hukum tentu menjadi nilai tambah bagi pemanfaatan lahan di Batam.
Muhammad Rudi juga menambahkan, pemanfaatan lahan berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Kota Batam.
Pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Kota Batam mencapai 4,75 persen, dimana angka ini lebih tinggi dari provinsi dan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus bergerak maju dan mengembangkan diri dengan memanfaatkan lahan pada pembangunan sektor industri berteknologi tinggi dan ramah lingkungan,” ujar Muhammad Rudi.
Ia berharap, seluruh bidang tanah di Batam disertifikasi secara menyeluruh, untuk mengukuhkan citra Kota Batam sebagai Kota Investasi yang terpadu.
Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau, Nurhadi Putra; Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Kemas M. Ikhwan Madani; Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; dan Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad.(*)