Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 628

MLT Perumahan Batam Tembus Rp28,2 Miliar

0
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya, Suci Rahmad. F. Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batam Nagoya menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kepemilikan hunian layak bagi pekerja. Sepanjang 2025, total penyaluran Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan di wilayah kerja mereka menembus Rp28,2 miliar.

Program ini menjadi salah satu upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memberikan kepastian akses rumah bagi pekerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta.

Dari total penyaluran tersebut, porsi terbesar berasal dari Program Kredit Konstruksi (KK) yang mencapai Rp25 miliar. Berikutnya, Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) dengan realisasi Rp2,4 miliar dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) senilai Rp798 juta. Sementara itu, belum ada penyaluran bagi Program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP).

Dominasi Kredit Konstruksi yang menyumbang 88,41 persen dari total penyaluran menunjukkan peran strategis BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya dalam mempercepat pembangunan hunian pekerja di Batam.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Suci Rahmad, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara melalui jaminan sosial ketenagakerjaan dalam menyediakan manfaat jangka panjang bagi pekerja.

“Angka Rp28,2 miliar ini bukan sekadar deretan nominal, tetapi harapan dan kunci pembuka pintu rumah bagi peserta kami yang mendambakan hunian layak. Dominasi Kredit Konstruksi menunjukkan langkah strategis kami dalam bekerja sama dengan pengembang untuk menjamin ketersediaan hunian terjangkau bagi pekerja,” ujar Suci.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi agar seluruh jenis MLT, termasuk PUMP, dapat dimanfaatkan optimal sesuai kebutuhan peserta.

“Kami mengajak seluruh pekerja, baik sektor formal maupun informal, untuk aktif menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain perlindungan risiko kerja dan hari tua, mereka juga mendapatkan akses ke program kesejahteraan seperti MLT Perumahan. Ini wujud komitmen kami: Kerja Keras, Bebas Cemas,” ucapnya. (*)

Artikel MLT Perumahan Batam Tembus Rp28,2 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemensos Kucurkan Bantuan Rp308 Juta untuk Warga Rentan di Anambas

0
Bupati Anambas, Aneng bersama Wabup Raja Bayu menyalurkan bantuan kepada warga penerima manfaat dari Kemensos. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan peralatan rumah kepada 116 warga rentan di Kabupaten Anambas, Senin (24/11). Bantuan senilai total Rp308 juta ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kurang mampu di daerah terpencil.

​Bantuan yang bersumber dari APBN tahun 2025 ini disalurkan langsung kepada penerima manfaat yang telah terdata. Jenis barang yang diberikan meliputi kasur, tabung gas, selimut, hingga peralatan rumah tangga lain yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.

​Bupati Anambas, Aneng, menjelaskan bahwa 116 penerima bantuan ini berasal dari berbagai kelompok rentan yang sangat membutuhkan.

​“Yang menerima ini adalah orang tua kita yang lanjut usia (lansia), wali murid sekolah rakyat hingga orang tua yang anaknya penyandang disabilitas,” kata Aneng, Rabu (26/11).

​Aneng menilai bantuan ini sangat penting karena dapat langsung dirasakan manfaatnya dan diharapkan mampu meringankan beban kehidupan masyarakat sehari-hari.

Melihat kebutuhan masyarakat yang tinggi, Aneng menyatakan pemerintah daerah akan terus mengajukan tambahan bantuan kepada Kemensos. Total anggaran Rp308 juta yang diterima tahun ini diharapkan bisa bertambah pada tahun depan.

​“Tahun depan kita minta bantuan ditambah, agar warga-warga kita yang benar-benar membutuhkan dapat semua,” ujarnya.

​Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemensos yang selama ini terus memberikan perhatian kepada masyarakat Anambas. Bantuan tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa pemerintah pusat hadir hingga ke daerah-daerah terluar.

​Sementara itu, salah seorang penerima bantuan, Dedi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

​“Kami berterima kasih sekali. Bantuan ini memang kami butuhkan. Kasur dan perlengkapan lainnya sangat membantu keluarga kami di rumah,” ujar Dedi.

Ia berharap program perlindungan sosial ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak warga lain yang dapat merasakan manfaatnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Kemensos Kucurkan Bantuan Rp308 Juta untuk Warga Rentan di Anambas pertama kali tampil pada Kepri.

​Guru Ditarik Jadi PPPK, Madrasah Swasta di Anambas Kehilangan Tenaga Pengajar

0
Bupati Anambas, Aneng (dua dari kanan) saat mendengarkan keluhan dari guru MTs Nurul Huda mengenai kekurangan tenaga pengajar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Mayoritas sekolah Madrasah swasta di Kabupaten Anambas kini tengah menghadapi krisis kekurangan tenaga pendidik yang parah.

Kondisi ini terjadi di semua jenjang, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), setelah sejumlah guru honorer bantuan pemerintah daerah ditarik dan dialihkan statusnya menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

​Sebelumnya, operasional Madrasah swasta di Anambas sangat ditopang oleh guru-guru bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas yang berstatus tenaga honorer. Keberadaan mereka menjadi tulang punggung agar proses belajar-mengajar tetap berjalan.

​Namun, setelah pengalihan status menjadi PPPK, para guru ini ditarik ke Dinas Pendidikan dan ditempatkan di sekolah-sekolah negeri di bawah kewenangan Kemendikdasmen. Kebijakan ini otomatis membuat sembilan Madrasah swasta, yang terdiri dari empat MA, tiga MTs, dan dua MI, kehilangan guru-guru andalan mereka.

​Kepala MTs Nurul Huda, Muhammad Roup, mengungkapkan keprihatinannya. Di sekolahnya, enam guru yang lolos seleksi PPPK sudah dipindahkan ke sekolah lain.

​“Kondisi ini menimpa di sekolah kami. Karena kekurangan guru, pembelajaran jadi tidak efektif. Guru-guru di sini sudah lulus PPPK dan ditempatkan di sekolah lain,” ujar Roup kepada wartawan, Rabu (26/11).

​Saat ini, proses belajar di MTs Nurul Huda hanya ditangani oleh guru honor yayasan dengan gaji yang sangat terbatas. Ia pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah. “Kalau perlu, MTs Nurul Huda dinegerikan saja supaya lebih berkembang,” pintanya.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Anambas, Dian. Ia mengakui bahwa seluruh guru honorer yang dulunya diperbantukan ke Madrasah kini telah beralih status menjadi PPPK.

​Menurut Dian, penempatan guru-guru PPPK tersebut tidak bisa lagi dilakukan di Madrasah swasta karena terikat aturan lintas kementerian.

​“Madrasah itu kewenangan Kementerian Agama. Sementara sekolah negeri ada di bawah Kemendikdasmen. Jadi memang terbentur regulasi,” jelas Dian.

Pihaknya mengaku memahami situasi sulit yang dihadapi Madrasah, namun penempatan guru PPPK tidak bisa dilakukan lintas kementerian tanpa dasar hukum.

Menanggapi persoalan ini, Bupati Anambas, Aneng, menyatakan sudah menyampaikan langsung masalah ini kepada Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Zudan Arif Fakrullah.

​“Kita minta diberikan kebijakan khusus untuk Anambas agar guru PPPK bisa kembali mengajar di Madrasah,” kata Aneng.

​Bupati Aneng juga mengaku prihatin melihat minimnya kesejahteraan guru-guru Madrasah swasta. Bahkan, ia secara pribadi berencana menyumbangkan setengah dari gaji pokoknya untuk membantu para guru.

​“Di Jemaja, guru MA Al Maarif digaji hanya Rp 200 ribu per bulan. Gaji pokok saya Rp 5,4 juta per bulan, mulai tahun depan setengahnya saya sumbangkan ke sana untuk menambah gaji guru,” ungkapnya.

​Aneng menilai kontribusi ini adalah bentuk kepedulian terhadap lembaga pendidikan Islam yang selama ini kurang mendapat perhatian memadai.

Dalam waktu dekat, ia juga berencana menemui Kementerian Agama untuk membahas solusi kekurangan guru, termasuk wacana alih status beberapa Madrasah swasta menjadi negeri agar mendapat dukungan anggaran dan fasilitas yang lebih memadai.

​Pemerintah daerah berharap persoalan ini mendapat perhatian pusat agar keberlangsungan pendidikan berbasis keagamaan di Anambas dapat tetap terjaga. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel ​Guru Ditarik Jadi PPPK, Madrasah Swasta di Anambas Kehilangan Tenaga Pengajar pertama kali tampil pada Kepri.

Pilkades Digelar di 14 Desa Bintan November 2026, Termasuk 1 PAW

0
Kadis PMD Bintan, Firman Setyawan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Bintan dijadwalkan digelar pada November 2026. Total ada 14 desa yang akan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut, termasuk satu desa yang menggelar Pilkades Penggantian Antar Waktu (PAW).

Ke-14 desa itu tersebar di tujuh kecamatan. Di Kecamatan Seri Kuala Lobam ada Desa Teluk Sasah dan Desa Busung. Kecamatan Teluk Bintan meliputi Desa Penaga, Desa Tembeling, Desa Pangkil, dan Desa Bintan Buyu.

Di Kecamatan Teluk Sebong, Desa Sebong Lagoi ikut pilkades murni, sementara Desa Pengudang melaksanakan Pilkades PAW. Kecamatan Toapaya menggelar Pilkades di Desa Toapaya Utara dan Toapaya Selatan.

Desa Gunung Kijang mewakili Kecamatan Gunung Kijang, sedangkan Desa Kelong dari Kecamatan Bintan Pesisir. Terakhir, Kecamatan Tambelan menggelar Pilkades di Desa Kampung Hilir dan Desa Mentebung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan, Firman Setyawan, mengatakan total desa yang ikut tahapan Pilkades 2026 berjumlah 14 desa, terdiri dari 13 desa pilkades murni dan satu desa PAW.

“Ada 13 desa melaksanakan pilkades murni dan 1 desa pilkades PAW, sehingga totalnya 14 desa,” kata Firman, Rabu (26/11).

Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan dukungan anggaran dan menyusun tata tertib Pilkades. Pemkab juga segera meminta persetujuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjamin keamanan dan kondusifitas, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.

Sebelum pelaksanaan, kata Firman, akan digelar bimbingan teknis khusus terkait akhir masa jabatan kepala desa. Para kepala desa wajib menyampaikan laporan akhir masa jabatan sebagai bagian dari administrasi pilkades.

Setelah itu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Bupati melalui camat mengenai berakhirnya masa jabatan kepala desa.

“Setelah itu, panitia pilkades mulai menyusun rencana kebutuhan anggaran dan melakukan perhitungan Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ujarnya.

Firman menjelaskan, tahapan Pilkades Bintan 2026 dimulai pada Juni 2026, meliputi persiapan, penjaringan calon, pemilihan, hingga pelaporan hasil.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades di 14 desa tersebut berjalan tertib dan mampu melahirkan kepala desa yang berkualitas. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Pilkades Digelar di 14 Desa Bintan November 2026, Termasuk 1 PAW pertama kali tampil pada Kepri.

Patroli KSOP Batam Evakuasi Mayat Tanpa Identitas dari Perairan Batu Ampar

0

Tim patroli KSOP Khusus Batam mengevakuasi mayat yang ditemukan mengapung di perairan Batu Ampar, Rabu (26/11).

batampos– Aktivitas pelayaran di perairan Batu Ampar mendadak gempar setelah sesosok mayat ditemukan mengapung oleh kapal niaga yang sedang melintas, Rabu (26/11) siang. Penemuan itu memicu aksi cepat tim patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam yang langsung melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian.

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwin Masuku, menjelaskan bahwa mayat tanpa identitas tersebut awalnya dilihat oleh kapal MV. ASEAN RAIDER 1 di koordinat 01’11″8637 N / 103’55″4595 E. Temuan itu segera dilaporkan ke Stasiun Vessel Traffic Services (VTS) Center Batam Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang.

“Usai menerima laporan sekitar pukul 10.30 WIB, tim patroli langsung bergegas menuju lokasi. Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar, mayat berhasil kami angkat menggunakan rubber boat KN.P.376,” ujar Takwin.

BACA JUGA: Kapal Penumpang Horizon 9 Tabrakan di Dekat Singapura, KSOP Batam Pastikan Semua Penumpang Aman

Ia menegaskan bahwa respon cepat dilakukan untuk mengantisipasi gangguan jalur pelayaran dan kemungkinan mayat terseret arus lebih jauh.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke Pelabuhan Bintang 99 Batu Ampar, sebelum diserahkan kepada Polairud Polresta Barelang guna penyelidikan lebih mendalam.

“Tim langsung membawa mayat tersebut ke Pelabuhan Bintang 99 sebelum kemudian diserahkan ke Polairud Polresta Barelang, dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau,” jelas Takwin.

Takwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut membantu dalam proses penanganan kejadian tersebut. Ia menyebut koordinasi dan komunikasi cepat antar-instansi menjadi kunci keselamatan pelayaran.

“Kami berharap sinergi seperti ini terus terpelihara demi menjaga kelancaran dan keselamatan pelayaran di perairan Batam,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, identitas mayat masih belum diketahui. Polisi kini tengah melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap siapa korban dan penyebab kematiannya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Patroli KSOP Batam Evakuasi Mayat Tanpa Identitas dari Perairan Batu Ampar pertama kali tampil pada Metropolis.

TPP ASN Kepri Dipangkas 7,65 Persen Mulai 2026, Dialihkan untuk PPPK

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dipastikan bakal dipangkas mulai tahun 2026.

Kebijakan ini diambil untuk mengalokasikan anggaran tunjangan bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Pemotongan TPP tersebut juga merupakan dampak dari turunnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp495 miliar. Kondisi itu membuat Pemprov Kepri harus menekan belanja pegawai.

“Belanja pegawai kita kurangi, untuk TPP ASN dipotong 7,65 persen mulai tahun depan,” kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Rabu (26/11).

Ansar menjelaskan, hasil penghematan dari pemotongan TPP ASN tersebut akan digunakan untuk membayar tunjangan PPPK tahap satu dan dua. Ia menegaskan bahwa PPPK juga berhak mendapatkan tunjangan layaknya ASN lainnya.

“Untuk PPPK kan mereka perlu ada tunjangan juga. Tapi kerjanya harus konsisten juga,” ujarnya.

Menurut Ansar, pemotongan TPP sebesar 7,65 persen ini masih relatif kecil. Sebab, sejumlah daerah lain bahkan memangkas TPP hingga 25 persen, dan ada pula yang menghapusnya.

Ia meminta ASN tetap menunjukkan kinerja terbaik dalam melaksanakan tugas. “Kalau APBD membaik, kita kasih yang lebih baik,” tegasnya.

Ke depan, Pemprov Kepri akan terus mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah. Ansar menyebut perusahaan daerah akan dimaksimalkan, terutama dalam pemanfaatan potensi labuh jangkar.

“Yang jelas kita berusaha untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel TPP ASN Kepri Dipangkas 7,65 Persen Mulai 2026, Dialihkan untuk PPPK pertama kali tampil pada Kepri.

Polibatam Kembangkan Media Ajar Digital, untuk Mata Pembelajaran Pancasila

0
MAHASISWA, dan dosen Polibatam foto bersama saat Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pengembangan Media Ajar Berbasis Digital untuk Mata Pelajaran Pancasila di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Batam”. F Polibatam

batampos-Dosen dan Tenaga Kependidikan Jurusan Manajemen dan Bisnis Politeknik Negeri Batam (Polibatam) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pengembangan Media Ajar Berbasis Digital untuk Mata Pelajaran Pancasila di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Batam)”.

Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam memperkuat inovasi pembelajaran di tingkat pendidikan menengah, khususnya pada mata pelajaran Pancasila.

Program pengabdian ini melibatkan empat sekolah mitra, yaitu: SMP Negeri 57 Batam, SMP Negeri 29 Batam, SMP S Prima School, dan SMP BP Tahfidz At-Taubah.

BACA JUGA: Kolaborasi Polibatam dan Industri Gelar Pelatihan Visual Testing untuk Siswa SMK di Batam

Kegiatan dilatarbelakangi kebutuhan akan media pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Pembelajaran Pancasila diharapkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mampu memfasilitasi siswa untuk menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai rangkaian kegiatan, tim pengabdian menyelenggarakan workshop, pelatihan, serta pendampingan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Guru-guru diperkenalkan pada berbagai konsep pengembangan media ajar digital dan didampingi dalam menyusun bahan ajar yang lebih visual, menarik, dan mudah dipahami siswa. Melalui kegiatan ini dihasilkan berbagai produk pembelajaran seperti modul ajar digital interaktif, poster digital Pancasila, dan video edukasi singkat.

Selain itu, Polibatam melalui perpustakaan kampus turut memberikan bantuan buku kepada sekolah mitra untuk memperkaya sumber literasi bagi guru dan siswa. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan institusi dalam meningkatkan akses terhadap bahan pembelajaran yang berkualitas.

Pengabdian kepada Masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa melalui pendekatan Project Based Learning (PBL). Mahasiswa berkontribusi dalam proses perancangan media ajar, pembuatan materi visual, serta dokumentasi kegiatan, sehingga menghasilkan produk lebih variatif dan sesuai kebutuhan sekolah mitra. (*/adv)

 

Reporter: SUPRIZAL TANJUNG

Artikel Polibatam Kembangkan Media Ajar Digital, untuk Mata Pembelajaran Pancasila pertama kali tampil pada Metropolis.

Perkim Bintan Pasang Plang PSU di 7 Perumahan, Resmi Jadi Aset Pemkab

0
Pegawai Dinas Perkim Bintan dan warga memasang papan plang di salah satu perumahan yang telah menyerahkan PSU pada Rabu (26/11). F. Irzan untuk Batam Pos.

batampos – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan mulai memasang papan plang di kawasan perumahan yang telah menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) kepada Pemerintah Kabupaten Bintan, Rabu (26/11).

Hingga saat ini, tercatat sudah 11 perumahan resmi menyerahkan PSU sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sebanyak tujuh perumahan masuk dalam tahap pemasangan plang kali ini, yakni Perumahan Taman Anggrek Toapaya, GPM 3 Bintan Timur, GPM 4 Bintan Timur, Puri Garden Bintan Timur, Citra Indah Toapaya, Nessa Nuri Toapaya, dan Taman Harapan Permai Bintan Utara.

Pemasangan dilakukan selama lima hari dengan metode permanen di depan wilayah perumahan masing-masing. Plang tersebut menjadi identitas resmi bahwa PSU telah menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bintan.

Kepala Dinas Perkim Bintan, Mohammad Irzan, mengatakan pemasangan plang merupakan bagian dari upaya memastikan akuntabilitas dan ketertiban administrasi dalam proses serah terima aset dari pengembang ke pemerintah daerah.

“Proses ini adalah tahapan penting dalam mekanisme penyerahan PSU dari pengembang kepada pemerintah daerah sesuai Perda PSU Nomor 3 Tahun 2023 dan Perbup Bintan Nomor 38 Tahun 2024,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut juga memenuhi indikator pengawasan MCP KPK yang mengharuskan tata kelola penyerahan PSU dilakukan secara transparan, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Laporan hasilnya akan disampaikan melalui Inspektorat Daerah.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, mengapresiasi para pengembang yang telah menuntaskan kewajibannya. Ia berharap pemasangan plang ini dapat memacu pengembang lainnya untuk segera menyelesaikan proses penyerahan PSU, sehingga pelayanan publik dan kualitas infrastruktur permukiman dapat terus meningkat. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Perkim Bintan Pasang Plang PSU di 7 Perumahan, Resmi Jadi Aset Pemkab pertama kali tampil pada Kepri.

Menjelang Nataru, Bulog Pastikan Stok Beras Batam dan Karimun Aman

0
Pimpinan Cabang Bulog Batam Guido X. L mengecek beras di gudang bulog di Batu merah, Rabu (26/11). Menjelang Natal dan Tahun Baru stok beras di karimun dan Batam aman. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog memastikan stok beras di Batam dan Karimun berada dalam kondisi aman. Pimpinan Cabang Bulog Batam, Guido X.L. Pereira, turun langsung meninjau Gudang Bulog Batu Merah, Rabu (26/11) pagi, untuk memastikan ketersediaan dan kualitas beras tetap terjaga.

Dalam pengecekan rutin itu, Guido memeriksa proses penataan beras, perawatan gudang, hingga kesiapan pasokan untuk menghadapi lonjakan konsumsi akhir tahun.

“Setiap hari, minggu, dan bulan dilakukan perawatan gudang. Tidak ada beras rusak atau busuk. Semua yang keluar dari Bulog harus dalam kondisi layak konsumsi,” tegasnya.

Beras medium masih menjadi stok paling dominan, yakni 3.097 ton di Gudang Batu Merah dan 185 ton di Gudang Karimun. Total 3.300 ton ini diproyeksikan cukup hingga 3-4 bulan ke depan.

Bulog juga memperkuat stok premium untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Sebanyak 50 ton beras premium dari Subang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.

“Rinciannya, 25 ton masuk ke Gudang Batam dan 25 ton ke Karimun. Ini penugasan khusus menghadapi potensi kelangkaan premium,” kata Guido.

Tak hanya itu, rencana penambahan besar-besaran melalui 4.000 ton beras dari Sulawesi Selatan yang telah tersedia di Sulselbar kini menunggu jadwal pengiriman. Stok tersebut akan memperkuat kapasitas gudang Bulog Batam yang mencapai 7.000 ton.

“Namun saya belum bisa pastikan ini kapan, tergantung pemerintah pusat. Intinya kami Bulog Batam siap kalau diberi penugasan,” tegasnya.

Guido juga menjelaskan peredaran beras premium di Batam selama ini masih didominasi sekitar 20 distributor besar. Namun secara bertahap, Bulog akan mengambil peran lebih besar dalam penyediaan premium agar distribusi lebih merata dan harga lebih terkendali.

“Di Batam, kebutuhan beras premium perhari itu hampir 450 ton, per minggu hampir 3000 ton dan per bulan 12500 ton,” ungkapnya

Untuk beras bantuan pangan (BP), pencapaiannya dinilai memuaskan. Gudang Batam telah memenuhi 100 persen pagu sekitar 600 ton, sedangkan Karimun menyiapkan sekitar 201 ton.

“Penyaluran Oktober dan November kami targetkan selesai 100 persen pada akhir bulan ini,” ujarnya optimistis.

Guido memastikan masyarakat tidak perlu khawatir. Cadangan beras nasional masih sangat kuat, mencapai sekitar 3 juta ton berdasarkan proyeksi pemerintah pusat. Penyerapan hasil panen kembali dilakukan mulai Desember hingga Maret mendatang.

“Kalau cadangan beras se Indonesia itu 3 juta ton. Jadi dipastikan aman untuk beras medium,” tegasnya.

Selain beras, Bulog juga turut menyalurkan minyak goreng dua liter dan gula dalam program bantuan pangan. Di Batam, Bulog dipercaya menjalankan program subsidi pangan Pemkot Batam yang menyediakan beras SPHP lima kilogram dan bantuan pangan sepuluh kilogram untuk penerima manfaat. Dengan langkah penguatan stok dari pusat, distribusi premium, dan kesiapan gudang, Bulog menjamin pasokan beras di Batam dan Karimun tetap stabil hingga awal tahun.

“Kami ingin masyarakat tetap tenang. Stok aman, harga terkendali, kualitas terjaga,” tutup Guido. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Menjelang Nataru, Bulog Pastikan Stok Beras Batam dan Karimun Aman pertama kali tampil pada Metropolis.

Tiga Kapal dan Truk Terlibat Penyelundupan 40 Ton Beras, BC Batam Telusuri Asal

0
Kapal yang ditangkap di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar.

batampos – Penindakan besar terhadap upaya penyelundupan komoditas pangan di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, kembali memasuki tahap lanjutan. Bea Cukai Batam memastikan seluruh barang bukti, termasuk tiga kapal motor dan tiga truk telah resmi diserahterimakan dari Kodim 0316/Batam untuk diperiksa lebih dalam. Koordinasi antara kedua instansi disebut sudah berjalan sejak awal operasi Senin (24/11) malam.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Octavia, membenarkan penerimaan barang bukti tersebut, namun belum memberikan penjelasan lebih jauh karena proses pendataan dan penyidikan sedang berlangsung.

Penjelasan lanjutan disampaikan oleh Kasi Layanan Informasi BKLI BC Batam, Mujiono. Menurut Mujiono, seluruh barang bukti kini berada dalam proses pencacahan untuk memastikan jenis dan asal-usulnya. Ia menegaskan bahwa serah terima barang dari Kodim 0316/Batam sudah dilakukan secara resmi. “Benar, barang sudah diserahterimakan ke BC Batam. Saat ini masih dalam pemeriksaan,” ujarnya.

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan 40 Ton Beras, Kodim 0316/Batam Bongkar Jaringan Besar Tanpa Dokumen Legal

Mujiono mengatakan dugaan awal mengarah pada barang-barang impor ilegal sehingga pengecekan detail menjadi langkah wajib.

Ia menambahkan seluruh pihak telah turun langsung ke lokasi penindakan, termasuk Wali Kota Batam, Dandim 0316/Batam, dan Kepala Bea Cukai Batam. Barang-barang tersebut nantinya akan dibawa ke lokasi penindakan Bea Cukai di Tanjung Uncang untuk perhitungan ulang bersama dan pemeriksaan lanjutan. “Ada beberapa produk yang berasal dari dalam negeri seperti Minyakita. Untuk barang lain kami periksa kategori dan asalnya,” jelasnya.

Selain muatan sembako, aparat juga mengamankan tiga kapal motor dan tiga truk yang diduga kuat digunakan dalam aktivitas penyelundupan. Sarana-sarana tersebut ikut diserahkan karena dianggap berkaitan langsung dengan pelanggaran. Penindakan ini disebut sebagai salah satu temuan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, operasi dilakukan setelah Unit Intelijen Kodim 0316/Batam menerima informasi adanya aktivitas bongkar muat mencurigakan di pelabuhan rakyat tersebut. Tim gabungan kemudian menyergap lokasi sekitar pukul 23.00 WIB dan mendapati tiga kapal tengah memindahkan muatan di malam hari. Aktivitas tersebut langsung dihentikan untuk pemeriksaan menyeluruh.

Tiga kapal yang diamankan adalah KM Permata Pembangunan, KM Sampurna 03, dan KM Rezki Dilaut. Ketiganya tidak memiliki dokumen perizinan, seperti surat izin kapal, manifes barang, maupun dokumen pengiriman resmi. Tujuh anak buah kapal (ABK) turut diperiksa untuk mengungkap jaringan yang diduga beroperasi secara terorganisir.

Muatan kapal diketahui sangat beragam, mulai dari beras berbagai merek, gula pasir, minyak goreng, susu UHT, tepung terigu, mi instan, frozen food, hingga parfum impor. Selain kapal, tiga unit truk juga disita dengan muatan puluhan ton sembako yang diduga akan dibawa menuju Tanjung Balai Karimun, jalur transit utama barang selundupan menuju pasar bebas.

Seluruh barang bukti dan sarana angkut kini sedang dipindahkan ke Gudang Penindakan Bea Cukai Batam di Tanjung Uncang. Pemeriksaan rinci akan menentukan legalitas, asal-usul, serta indikasi pelanggaran yang dilakukan para pihak terkait. Bea Cukai Batam memastikan proses pencacahan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mendukung penyidikan lanjutan dan langkah hukum berikutnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tiga Kapal dan Truk Terlibat Penyelundupan 40 Ton Beras, BC Batam Telusuri Asal pertama kali tampil pada Metropolis.