Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6301

Bupati Karimun Pererat Persaudaraan Antarsuku dan Paguyuban lewat Olahraga

0
Bupati Karimun saat menutup turnamen voli antarsuku

batampos – Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Sekretaris Daerah Karimun M Firmansyah, Rabu (11/1) malam lalu resmi menutup turnamen bola volly antarsuku dan paguyuban se kabupaten Karimun yang digelar oleh yayasan Asrab Karimun bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Karimun. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggarannya turnamen tersebut. Termasuk lokasi turnamen di lapangan bola volly yayasan Asrab Karimun.

” Kali pertama di kabupaten Karimun, olahraga turnamen bola volly antar suku dan paguyuban. Ini membuktikan, bahwa kemajemukan antar masyarakat yang ada di Kabupaten Karimun berjalan harmonis dan sangat baik,” terangnya.

Dengan demikian, suku dan paguyuban sebagai peserta turnamen bola volly benar-benar menjaga sportifitas pertandingan. Sehingga, bisa menunjukkan bahwa kekompakan antar suku dan paguyuban bisa dibuktikan sangat menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan persatuan.

BACA JUGA:Jelang HPN 2023, PWI Kabupaten Bintan Kembali Gelar Bedah Rumah 

“ Anda bisa lihat sendiri, melalui turnamen seperti ini pastinya akan menumbuhkan kebersamaan dan semakin mempersatukan antar suku dan paguyuban yang cukup harmonis,” ujarnya.

Dan, lanjut Rafiq lagi bahwa turnamen antar suku dan paguyuban akan menjadi agenda tahunan sebagai wujud keharmonisan masyarakat.

” Insyallah, tahun depan bisa diselenggarakan lagi turnamen antar suku dan paguyuban. Kali pertama penyelenggarannya cukup sukses,” ucapnya.

Sementara itu ketua Yayasan Asrab Datok Zulkhainen yang juga ketua Rumpun Melayu Bersatu Kabupaten Karimun (RMBKK) mengungkapkan, turnamen bola volly antar suku dan paguyuban se kabupaten Karimun digelar selama dua pekan kedepan. Dimana, turnamen tersebut diikuti 18 tim putra dan 16 tim putri yang berasal dari perwakilan suku-suku maupun paguyuban.

” Alhamdulillah, animo peserta dari perwakilan suku-suku maupun paguyuban cukup tinggi. Kita berikan kesempatan kepada para pemuda maupun pemudi untuk bertanding dengan menjunjun tinggi sportifitas,” tegasnya.

Hasilnya untuk juara I tim putra diraih oleh KKB Meranti, juara II RMBKK, juara III KBM Maumere dan juara IV Among Mitro. Sedangkan juara I tim putri adalah LAM Kabupaten Karimun, juara II KKB Meranti, juara III KKSS dan juara IV Among Mitro.(*)

reporter: tri haryono

BPOM Batam Telusuri Penggunaan Nitrogen Cair untuk Dikonsumsi

0

batampos – Balai Pengawas Obat dan Makanan Batam telah melakukan upaya pencegahan terhadap peredaran makanan ciki ngebul yang mengandung zat berbahaya, nitrogen. Diharapkan tidak ada lagi penjualan ciki ngebul ini di Kepri ke depan.

Hal itu dilakukan saat tim dari Dinas Kesehatan dan BPOM di Batam melakukan pengawasan, juga memberikan edukasi ke penjual.

Saat ini belum, masih dalam tahap edukasi dan pembinaan oleh Dinkes, sembari nantinya ada pedoman mitigasi penggunaan zat Liquid Nitrogen (LN2) yang dinilai berbahaya jika dikonsumsi pada makanan ciki ngebul ini,” ujar Kepala Balai POM di Batam, Lintang Purba Jaya, Jumat (13/1).

Upaya yang tengah dilakukan yakni menelusuri ke beberapa pedagang dan pasar, hingga ke produsen di Batam yang saat ini masih dalam pendalaman.

”Kami masih telusuri, sebab dampak yang dialami oleh pengonsumsi bahan berbahaya gas nitrogen dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, muntah, kehilangan kesadaran, bahkan kematian,” ujarnya.

Pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Batam untuk mencegah peredaran ke berbagai titik di Kota Batam. Titik yang menjadi pengawasan yaitu sejumlah pasar seperti kawasan Nagoya, Batam Center hingga ke pihak distributor.

”Pengawasan kami lakukan di sejumlah titik pasar dan pedagang masih menjual produk tersebut,” jelasnya.

Balai POM di Batam sedang menelusuri asal muasal nitrogen tersebut. Selain itu, juga mengusut jenis nitrogen cair yang bersentuhan dengan makanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Suleman Nababan, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batam terkait bahaya makanan yang biasanya dijual pedagang UKM di berbagai bazar dan pasar maupun pusat perbelanjaan tersebut.

”Sebenarnya, setiap pertemuan dengan para pedagang dan UMKM, kami selalu menyampaikan imbauan mengenai betapa pentingnya memperhatikan bahan-bahan yang baik,” kata Suleman, Jumat (13/1).

Suleman mengatakan, bahan-bahan yang baik, tentunya tidak akan mengakibatkan hal-hal negatif ketika dikonsumsi. ”Me-ngenai hal ini, sudah beberapa kali kami sampaikan,” ucapnya.
Namun, fenomena ciki ngebul yang membahayakan ini terbilang baru. Oleh sebab itu, Suleman berharap pedagang tidak lagi menjual, apa yang menyebabkan gangguan kesehatan bagi pembelinya.

”Jangan sampai nanti akibat hal ini, pembeli bermasalah, pedagang pun bisa ikut bermasalah,” tuturnya.

Ke depan, Suleman menga-takan akan menggalakan sosia-lisasi mengenai ciki ngebul ini. Sehingga tidak lagi dijual oleh para pedagang.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan Balai POM di Batam menemukan beberapa pedagang menjual ciki ngebul di Batam dan Tanjungpinang. Atas temuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri meminta agar orangtua tidak membelikan anaknya makanan ciki ngebul.

”Nitrogen ini tidak boleh bersentuhan dengan makanan. Sangat berbahaya,” kata Bisri, Senin (9/1).

Ia mengatakan sudah ada laporan mengenai efek ciki ngebul di Tangerang yang menyebabkan sakit perut.

”Nitrogen ini adalah bahan kimia. Begitu masuk perut, dapat menyebabkan iritasi di lambung atau usus. Sehingga menyebabkan sakit perut atau gangguan pencernaan,” ujar Bisri. (*)

Tim Kemensos Salurkan Bantuan Logistik ke Maluku di Tengah Hadangan Cuaca Ekstrim

0

 

batampos – Kementerian Sosial merespon cepat gempa bumi berkekuatan 7,9 magnitudo yang melanda Provinsi Maluku dan sekitarnya (10/1/2023) dini hari. Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebutkan, segera setelah bencana, tim pengiriman bantuan berlayar nenuju Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku.

Bantuan dibawa dari Gudang Logistik Dinas Sosial Provinsi Maluku. Total Bantuan Logistik yang disalurkan ke 2 kabupaten ini senilai Rp. 234.860.440.

“Kami sudah memberikan bantuan kesana (ke Maluku). Tim saya sudah ke sana membawa bantuan. Pagi itu juga (10/01) tim kami berangkat,” kata Mensos saat konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta (13/1).

Di tengah cuaca ekstrem, bantuan logistik disalurkan ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar terdiri dari beras 2 ton, tenda gulung merah 20 lembar, tenda keluarga 2 unit, kasur merah 10 lembar, matras 100 lembar, peralatan dapur keluarga 20 paket, food ware 20 paket, family kit 30 paket, kids ware 30 paket, selimut merah 50 lembar, sandang dewasa 50 paket, sandang bayi 100 paket dan pembalut wanita 120 paket.

Di Kabupaten Maluku Barat Daya, bantuan logistik yang disalurkan terdiri dari beras 2 ton, tenda gulung merah 20 lembar, tenda keluarga 2 unit, kasur merah 10 lembar, matras 100 lembar, peralatan dapur Keluarga 20 paket, food ware 20 paket, family kit 30 paket, kids ware 30 paket, selimut merah 50 lembar, sandang dewasa 50 paket, sandang bayi 100 paket dan pembalut wanita 50 paket.

Penyaluran bantuan logistik Kemensos melalui Dinas Sosial Provinsi Maluku memakan waktu lebih kurang 3 hari melalui jalur laut khususnya ke Kabupaten Maluku Barat Daya. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang masih ekstrem serta gelombang tinggi yang sering terjadi.

Selain dari Gudang Logistik Dinas Sosial Provinsi Maluku, Bantuan juga Didorong dari Gudang Logistik BBPPKS Jayapura yang saat ini telah tiba di Ambon, Provinsi Maluku.

Bantuan terdiri dari makanan siap saji 4000 paket, makanan anak 1000 paket, lauk pauk siap saji 3000 paket, bumbu Nasi Goreng 500 paket, kasur 200 lembar, tenda gulung 100 lembar, tenda serbaguna 2 unit, tenda keluarga 20 Unit, selimut 1000 lembar, sandang bayi 500 paket, sandang dewasa 200 paket dan Kids Ware 300 Paket.

Bantuan ini juga akan jadi buffer stock Gudang Logistik Dinas Sosial Provinsi Maluku untuk kesiapsiagaan penanganan bencana.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Tim Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) berkoordinasi dengan Petugas Dinas Sosial Provinsi Maluku, Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Tanimbar & Dinas Sosial Kabupaten Maluku Barat Daya, dalam penjajakan tentang kondisi lokasi bencana terdampak.

Selain itu, tim Kemensos juga membuat Posko Penanganan Bencana di wilayah yang terdampak bencana. Upaya dilanjutkan dengan melakukan asesmen dan pendataan calon penerima santunan ahli waris bagi keluarga yang meninggal pada saat terjadinya bencana.

Kemensos juga melakukan asesmen untuk pembuatan Lumbung Sosial. Keberadaan lumbung sosial akan mempermudah akses pemberian bantuan kepada masyarakat dengan melihat situasi kondisi di Kabupaten Tanimbar & Kabupaten Maluku Barat Daya.

Informasi terakhir didapat bahwa lokus wilayah terdampak yaitu di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Terdapat 2 orang luka ringan dan 1 orang korban meninggal.

Kemudian, sebanyak 218 rumah yang tersebar di 8 kecamatan mengalami kerusakan dengan rincian 6 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang dan 205 rumah rusak ringan. Terdapat 12 unit fasilitas umum yang juga rusak akibat gempa bumi yang sempat berpotensi tsunami tersebut.

Di Kabupaten Maluku Barat Daya, terdapat 4 korban luka ringan, 138 rumah rusak yang tersebar di 4 kecamatan dan 9 unit fasilitas umum yang rusak. (*)

Manisan Buah Beraneka Warna Jadi Sajian Favorit Saat Imlek

0
Momon seorang pedagang kue kering dan buah-buahan di jalan Jenderal Sudirman Tanjungbatu kota

batampos- Sepekan menjelang perayaan tahun baru Imlek banyak pedagang kue kering diserbu masyarakat Thionghoa. Tidak hanya kue kering saja manisan buah beraneka warna menjadi sajian favorit di saat perayaan Imlek.

Bagi masyarakat Tionghoa perayaan tahun baru China ( Imlek) manisan buah pun menjadi sesuatu yang paling dicari. Manisan buah yang warna warni semakin membuat suasana Imlek semakin meriah.

BACA JUGA:Tahun Kelinci, Pernak Pernik Imlek Bambu Rezeki Paling Diburu Warga

Seperti disampaikan Momon seorang pedagang kue kering di jalan Jendral Sudirman Tanjungbatu kota. Sepekan menjelang perayaan tahun baru Imlek masyarakat Thionghoa mulai ramai berbelanja kue kering. Tidak ketinggalan manisan buah yang berwarna warni dalam kotak segi delapan juga banyak dicari.

” Manisan buah menjadi makanan wajib Imlek, karena adanya saat Imlek saja. Sehingga hampir seluruh rumah yang merayakan Imlek menyajikan manisan buah,” kata Momon.

Lebih lanjut dikatakan manisan buah tersebut seperti melambangkan rasa manis kehidupan, diberikan kesehatan,rezeki melimpah. Untuk harga manisan kotak cukup bervariasi. Semakin dekat Imlek banyak yang membeli manisan buah. (*)

reporter: imam sukarno

Posyandu Dahlia Sungai Binti Diresmikan, Dibangun Dari Dana Swadaya Masyarakat

0
posyandu
Tokoh Masyarakat Tanjunguncang Parlagutan Mora Oloan Siregar dan Anggota DPRD Provinsi Kepri Irwansyah, didampingi Ketua RW 19 Ismail dan RW 16 Rahmad, meresmikan gedung baru posyandu Dahlia di Sungai Binti di RT 01 RW 19, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (13/1/2023). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan pemotongan nasi tumpeng. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Gedung Posyandu Dahlia yang berada di Kelurahan Sungai Binti diresmikan. Pembangunan gedung tersebut mendapatkan apresiasi dari tokoh masyarakat hingga anggota DPRD Kepri, Irwansyah, karena menggunakan dana swadaya masyarakat.

Ketua RW 16, Rahmad, mengatakan, gedung Posyandu tersebut nantinya akan digunakan oleh masyarakat sekitarnya.

“Gedung Posyndu ini digunakan dua RW, yaitu RW 19 dan RW 16 yang berlokasi di RT 01 RW 19 di Sungai Binti,” ujarnya, Jumat (13/1/2023).

Baca Juga: Masyarakat Bulang Tagih Janji Renovasi Posyandu dan Mediasi Ganti Rugi Lahan

Ia mengatakan, dana pembangunan gedung Posyandu Dahlia merupakan hasil swadaya masyarakat dan dari beberapa donatur.

Pihaknya berharap, Kelurahan Tanjunguncang atau Pemko Batam dapat membantu kekurangan pembangunan gedung posyandu tersebut.
“Karena masih banyak yang belum selesai pembangunannya,” ujarnya.

Ketua RT 01, Rahman Ismail, mengatakan, sebelumnya Posyandu Dahlia kerap berpindah-pindah.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Membaik, Sejumlah Hotel di Batam Akan Kembali Beroperasi

“Tahun 2019 awalnya di RT 05 RW 16. Terus pindah karena ada penggusuran lahan dari perusahaan. Setelah itu numpang tiga tahun di rumah mantan RW 19, pak Arsad,” paparnya.

Karena sudah menumpang cukup lama, kata dia, RT/RW sepakat untuk membangun gedung Posyandu. Ide tersebut lanjutnya disambut positif oleh masyarakat.

“Alhamdulillah respon masyarakat bagus, mau iuran dengan swadaya. Kami bangunlah gedung baru ini,” tuturnya.

Baca Juga: Harga Cabai dan Telur akan Disamakan di 57 Pasar di Batam 

Ia menjelaskan, sasaran Posyandu Dahlia yakni 128 balita, 29 orang lansia dan lima orang ibu hamil.

“Inilah sasaran kita dan itu ada di RW 19 dan RW 16,” tuturnya.

Kata dia, sebelum membangun secara swadaya perangkat RT/RW pernah mengusulkan ke pemerintah untuk pembangunan gedung Posyandu.

Namun tidak membuahkan hasil. Karena itu perangkat RT/RW berinisiatif untuk membangun gedung Posyandu secara mandiri.

“Menunggu pemerintah tak kunjung tiba. Jadi kami bangun sendiri gedung posyandunya. Ini demi anak-anak kita. Untuk Kesehatan anak-anak serta warga. Kita perjuangkan dengan swadaya masyarakat,” paparnya.

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan DED untuk Penataan Alun-alun Engku Putri

Tokoh Masyarakat Tanjunguncang, Mora Siregar, sangat mengapresiasi masyarakat Sungai Binti.

“Semangatnya luar biasa untuk pembangunan gedung posyandu Dahlia ini,” katanya.

Dengan adanya Posyandu lanjutnya, kesehatan masyarakat bisa dikontrol. Karena lanjutnya kegiatan rutin Posyandu adalah pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Kata Kadis Tata Ruang dan Cipta Karya Kebakaran di Masjid Agung Disebabkan oleh Percikan Api Las

“Artinya ini membantu pemerintah tentang kesehatan. Dengan adanya gedung baru ini membuat semangat ibu-ibu kader melayani masyarakat. Dan ibu-ibu juga rajin ke posyandu membawa bayinya,” sebutannya.

Anggota DPRD Kepri, Irwansyah, berharap para kader Posyandu dapat memberi pelayanan kesehatan yang terbaik kepada warga sekitar.

“Terutama kepada ibu hamil, balita dan juga lansia,” katanya.(*)

Reporter: Dalil Harahap

Masyarakat Bulang Tagih Janji Renovasi Posyandu dan Mediasi Ganti Rugi Lahan

0
polsek bulang 2
Kegiatan Curhat Jumat Kamtibmas yang digelar Polsek Bulang. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Polsek Bulang kembali menjaring masukan dari masyarakat terkait keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Bulang.

Kegiatan yang disebut Curhat Jumat Kamtibmas ini, jajaran Polsek Bulang kembali mengumpulkan masyarakat, pihak kecamatan dan perangkat RT/RW untuk mengetahui persoalan-persoalan yang didapat warga.

Dalam sesi tanya jawab ada banyak pertanyaan dan masuk dari warga terkait Kamtibmas ataupun hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik.

Beberapa diantaranya adalah menagih janji program Bhayangkari Polda Kepri untuk renovasi Posyandu.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Membaik, Sejumlah Hotel di Batam Akan Kembali Beroperasi

Sebelumnya Bhayangkara Polda Kepri berencana renovasi Posyandu masyarakat setempat. Selain itu ada juga permohonan mediasi dari Polisi terkait persoalan ganti rugi lahan yang dipakai oleh pihak perusahaan di pulau Bulan.

Ada yang permohonan untuk kajian dan sosialisai Lalu Lintas buat pelajar pelajar di Kelurahan Bulang Lintang.

Kapolsek Bulang, Ipda Nurdeni Rian, mengatakan, masukan dari masyarakat ini akan ditindak lanjuti secepat mungkin.

Baca Juga: Dubes Korea Selatan untuk Asean Kunjungi Bandara Hang Nadim

Masukan untuk instansi pemerintah terkait lain akan dimediasi oleh Polsek seperti ganti rugi lahan dan renovasi Posyandu.

“Untuk Kamtibmas sendiri sebelumnya sudah ada masukan terkait kenakalan remaja dan pencurian sudah kita maksimalkan pengawasan dan penindakan. Alhamdulillah keadaan mulai membaik,” ujar Nurdeni.(*)

Reporter: Eusebius Sara

Pompong untuk Transportasi Pelajar Ternyata Juga Tak Beroperasi

0
Pompong yang digunakan sebagai transportasi laut pelajar yang ada di pulau di Kabupaten Bintan. F.Diskominfo Bintan.

batampos– Selain bus sekolah untuk transportasi darat bagi pelajar di Bintan, ternyata pompong untuk transportasi laut bagi pelajar yang ada di pulau-pulau di Bintan juga tidak beroperasi.

Hal ini karena pengadaan transportasi sekolah gratis bagi pelajar yang masih dalam proses lelang.

Informasi yang diterima, akibat pompong untuk transportasi laut pelajar tidak beroperasi membuat sejumlah pelajar yang tinggal di pulau-pulau di Kecamatan Mantang tidak berangkat ke sekolah karena mahalnya ongkos transportasi antarpulau.

Camat Mantang, Agus Zulkarnaen mengatakan, sejauh ini pemerintah kecamatan memfasilitasi guru yang dari Sei Enam, Kijang ke Mantang dengan boat milik kecamatan.

Namun, lanjutnya, pelajar dari pulau misal dari Pulau Alang dan Selat Limau ke Mantang tidak dapat difasilitasi karena pompong yang dari pemerintah belum beroperasi.

BACA JUGA: Bus Sekolah Belum Beroperasi, Pulang Sekolah Pelajar di Bintan Jalan Kaki

Dia mengatakan, informasi yang diterima kalau minggu depan, pompong untuk transportasi laut pelajar sudah beroperasi.

Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir mengatakan, saat ini pengadaan baik bus sekolah dan pompong untuk transportasi laut pelajar masih dalam proses lelang.

“Insyallah minggu ini selesai, minggu depan udah bisa jalan. Paling cepat besok,” kata Tamsir saat dihubungi melalui whatsapp, Jumat (13/1/2023).

Disinggung terkait sejumlah pelajar yang ada di pulau tidak berangkat sekolah karena belum beroperasinya pompong, dan tidak mampu membayar ongkos transportasi laut yang lumayan mahal?

Tamsir mengakui, ongkos tramsportasi laut yang mahal sehingga dinilai berat.

Karenanya, Tamsir mengatakan, pihaknya telah mengimbau ke sekolah-sekolah untuk pelajar yang tinggal di pulau dapat melakukan belajar dari rumah.

“Mereka tetap belajar dari rumah,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pelajar di Tanjunguban harus berjalan kaki sepulang dari sekolah karena belum beroperasinya bus sekolah gratis. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto

Ada Konflik Antara Satwa dengan Manusia di Batam

0

 

batampos – Satu monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) bernasib tragis di Kota Batam, Kepulauan Riau, baru-baru ini. Ia dibunuh setelah dianggap mengganggu warga di daerah Kecamatan Batam Kota.

monyet
Ilustrasi. Foto: Jawapos.com

Sepanjang tahun 2022 hingga Januari 2023, Seksi Konservasi Wilayah II Batam menangani 15 kejadian interaksi negatif antara manusia dengan satwa monyet ekor panjang di kota Batam.

Sebagian besar kejadian kasus terjadi di kawasan pemukiman masyarakat , terutama yang berbatasan dengan kawasan hutan atau pemukiman yang dulunya berupa kawasan hutan kini terus di gerus oleh pembangunan kota dan pemukiman warga

“Terdapat dua kasus terjadi karena manusia yang memelihara monyet ekor panjang secara ilegal. Beberapa kejadian interaksi negatif antara monyet ekor panjang dengan manusia,” ujar Kasi Konservasi Wilayah Kepri, BKSDA Riau, Decky Indra Prasetya, Sabtu , (14/1/2023).

Peristiwa kasus ini terjadi di pemukiman yang berada di wilayah Nongsa, Batam Center, dan Tiban, seperti di Perumahan Citramas Indah, Polda Kepri, Bandara Hang Nadim, PT Ecogreen Oleochemical, Baloi Indah, Tiban Housing, dan daerah lainnya di kota Batam.

“Laporan ini yang kita terus amati setahun terakhir di beberapa titik tersebut,”jelasnya.

Jumlah populasi monyet yang berinteraksi negatif dengan manusia adalah sebanyak lebih dari 54 ekor dan sebanyak 40 ekor berhasil direlokasi, dan sisanya monyet tersebut melarikan diri ke kawasan hutan terdekatnya.

“Ada beberapa faktor penyebab terjadinya hal tersebut seperti perubahan habitat yang masif, Keterbatasan habitat pakan di alam, serta proses habituasi oleh manusia seperti pemberian pakan oleh manusia,”sebutnya.

Decky menjelaskan pembukaan kawasan berhutan menjadi terbuka tanpa memperhatikan kondisi ekosistem yang sudah terbentuk pada lokasi tersebut membuat keberadaan satwa monyet tidak diperhatikan.

“Kawasan yang berubah dari berhutan menjadi kawasan terbuka, dan monyetnya terkurung pada lokasi tersebut,”ujarnya.

Ia menambahkan, belum lagi dengan kebiasaan baik langsung ataupun tidak langsung, kondisi tempat pembuangan sampah yang tidak tertutup, tanaman buah-buahan yang berada di pemukiman, dan manusia yang sengaja memelihara monyet.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Seksi Konservasi Wilayah II Batam, lokasi habitat alami monyet ekor panjang di Batam diantaranya di hutan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, hutan lindung Tiban, Sei Harapan, Sei Baloi, Sei Ladi, Sei Tembesi, Sagulung.

Sementara yang merupakan habitat alami monyet yang berbatasan dengan pemukiman wilayah Tiban,Sekupang, Batam Kota, Sei Beduk, Batu Aji, Lubuk Baja

“Dengan estimasi 20 kelompok monyet ekor panjang dengan estimasi 3 sampai 15 individu monyet per kelompoknya,” ujarnya.

Begitu juga di Hutan lindung Kampung Dalam, Teluk Joi, Dangas, Tanjung Sembur merupakan habitat alami monyet ekor panjang yang berada di wilayah Sekupang. (*)

 

Sektor Pariwisata Membaik, Sejumlah Hotel di Batam Akan Kembali Beroperasi

0
Kadisbudpar Arwinata2
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata. Foto: Dokumentasi Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik re-opening (beroperasi kembali) hotel di Kota Batam pasca pandemi Covid-19.

Ardiwinata mengatakan, tahun ini merupakan tahun yang baik dibanding sebelumnya. Kata dia, sektor pariwisata kembali menggeliat. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mulai naik.

“Informasi terkait pembukaan kembali hotel secara resmi belum ada diterima. Namun geliat untuk kembali beroperasi sudah ada kabarnya,” kata dia, kemarin.

Baca Juga: Harga Cabai dan Telur akan Disamakan di 57 Pasar di Batam 

Manajemen hotel lanjutnya, juga melihat iklim ekonomi dan wisata di Batam yang mulai membaik.

Untuk itu lanjutnya, saat ini merupakan momen yang baik bagi pemilik atau pengelola hotel yang tutup saat pandemi untuk kembali beroperasi.

“Kalau tidak membaik mungkin tidak akan re-opening. Karena wisata ini di Batam adalah unggulan. Tentu kami menyambut antusias jika hotel yang tutup beberapa waktu lalu kembali beroperasi,” jelasnya.

Baca Juga: Pembelian Elpiji 3 Kg Harus Menggunakan KTP

Sebagai penyumbang 24 persen untuk pendapatan asli daerah (PAD), pariwisata diharapkan bisa bertumbuh maksimal tahun ini.

Momen perayaan Imlek menjadi awal bagi sektor wisata untuk pulih lebih baik di tahun 2023 ini. Tentunya re-opening Hotel bisa menambah pilihan bagi wisman.

Kawasan Nagoya lanjutnya masih menjadi destinasi menarik untuk perbelanjaan bagi wisata di Batam. Untuk itu, dengan tumbuhnya atau kembali beroperasinya hotel akan mendukung wisata di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kuota Haji Batam Tahun 2023 Masih Menunggu Kemenag Pusat

“Biasanya kalau masih proses recovery mereka jarang kasih informasi. Namun kalau sudah re-opening pasti mereka pelaku hotel kasih informasi,” ujarnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Peletakan Batu Pertama Masjid Hagia Sophia di Emirates Residence, Batam

0

 

hagia shopia
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama jajaran Direksi dan Manajemen Astaka Land serta tamu undangan melakukan pelatakan batu pertama pembangunan Masjid Hagia Sophia di Perumahan Emirates Residence, Tiban, Jumat (13/1/2023).

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meresmikan pembangunan Masjid Hagia Sophia yang berada di Kawasan Perumahan Emirates, Tiban Indah, Sekupang, Jumat (13/1). Pembangunan ini puji oleh Muhammad Rudi, karena Astaka Land sebagai pengembang menawarkan konsep yang baru.

“Saya baru dengar awalnya, masjid dibangun dahulu,” kata Rudi dalam sambutannya, Jumat (13/1/2023).

Ia mengatakan konsep perumahan yang ditawarkan di Emirates Residence terbilang cukup baru. Rudi mengaku senang dengan iktikad baik Astaka Land sebagai pengembang.

“Terimakasih sudah bapak (Jajaran Manajemen Astaka Land) sudah membangun masjid ini,” ujar Rudi.

Rudi mengatakan akan mengambil masjid sebagai aset Pemko Batam. Namun, begitu sudah ada penghuninya, aset ini akan diserahkan ke penghuninya.

“Bangunan belum ada, masjid sudah duluan (dibangun). Semoga ini menjadi kebahagian kita semua,” tuturnya.

Pembangunan masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh M Rudi. Lalu, diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Batam Zulkarnain Umar, anggota DPRD Kepri Asmin Patros, Komisaris Utama Dju Thai, Direktur Utama Astaka Land Sugiyono, Direktur Astaka Land Steven Lim, dan Sucipto.

Di kegiatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Batam Zulkarnain Umar juga menyerahkan piagam kiblat masjid ke Direktur Astaka Land.

General manager Astaka Land Susanto mengatakan Emirates Residence dibangun di atas lahan seluas 10 hektar. Di lahan itu, rencananya akan dibangun 55 unit ruko dan 430 rumah.

Perumahan Emirates Residence merupakan satu-satunya hunian islami eksklusif, yang menerapkan konsep rumah tumbuh di Batam maupun Kepulauan Riau. Emirates Residence, kata Sucipto memang dirancang untuk memudahkan penambahan lantai ke atas.

Konsep rumah tumbuh ini, kata Susanto membuat konsumen hanya mengeluarkan biaya yang murah, jika meningkatkan rumahnya nanti. Biasanya, saat masyarakat meningkatkan rumah, harus pindah dari rumahnya. Lalu, mengeluarkan uang lagi untuk biaya sewa rumah di tempat lainnya.

“Tapi di Emirates Residence tak perlu begitu. Kami sudah mempersiapkan semuanya, sehingga konsumen tidak perlu pindah,” ungkap Susanto.

Bangunan Emirates Residence menggunakan bahan-bahan berkualitas dan pilihan, salah satunya batu bata merah bakar. Dinding bangunan dijamin sangat kuat dan kokoh. Di area Emirates Residence, penghuni juga tidak akan melihat kabel atau tiang listrik.

Selain Masjid Hagia Sophia, ada berbagai fasilitas lainnya mulai dari taman seluas seribu meter, lapangan basket, internet, security 24 jam dan menggunakan auto gate system. Jalan utama row 15 meter dan di cluster 9 meter.

Kelistrikan juga menggunakan sistem tanam. Sehingga, masyarakat tidak akan melihat tiang-tiang di perumahan itu. “Kami membuat suasana yang premium, pastinya membuat nyaman masyarakat yang tinggal di kawasan ini,” ungkap Susanto.

Emirates Residence terletak di Tiban Global, tak jauh dari SMPN 25. Area ini menjadi daerah paling berkembang sejak beberapa tahun terakhir.

Kawasan ini berada di lokasi strategis, terletak tak jauh dari Terminal Ferry Internasional maupun Domestik Sekupang. Lalu juga ada sekolah, kesehatan, restoran pusat perbelanjaan, area rekreasi, dan tempat wisata. (*)

 

 

Reporter: FISKA JUANDA

Play sound