
batampos – Bupati Karimun Aunur Rafiq secara simbolis menyerahkan gerobak kepada 38 pedagang yang berada di gedung Hall A dan B, Minggu (15/1). Kepala Bidang Perdagangan yang mewakili Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun M Zabur ketika dikonfirmasi mengatakan, dengan diserahkannya 38 gerobak bersama dengan kursi kepada para pedagang yang ada di Coastal Area nantinya akan menjadi daya tarik wisawatan untuk berburu kuliner.
” Alhamdulillah, sudah diserahkan kepada para pedagang oleh Bupati Karimun. Jadi, sudah bisa difungsikan oleh para pedagang. Sebab, gerobak lama sudah pada lusuh,” terangnya.
Gerobak tersebut, nantinya akan dipinjam pakai oleh para pedagang. Dimana, satu pedagang akan mendapatkan dua meja dan delapan kursi. Sehingga, mereka bisa berjualan lebih baik lagi dan keseragaman gerobak. Dengan demikian, wajah kuliner yang ada di Coastal Area terlihat lebih bagus terutama pada malam hari.
” Pesan kita, kepada para pedagang agar dirawat gerobak, meja dan kursi nantinya. Biar bisa bertahan lama, serta jangan lupa usai berjualan agar dibersihkan kembali dan sampahnya dikumpulkan dibuang pada tempatnya,” pesannya.
Sementara itu salah seorang pedagang Huseimi mengungkapkan, dirinya merasa senang gerobaknya diganti dengan yang baru. Sehingga, lebih semangat untuk berjualan nantinya. Saat ini dirinya, sedang mempersiapkan sesuatu yang diperlukan untuk berjualan. Mengingat, kondisi gerobak berbeda dari gerobak yang lama harus ditata ulang untuk letak barang dagangan.
BACA JUGA: Pusat Kuliner dan Anjungan Aura Putri jadi Ikon Baru Wisata Karimun
” Masih menyusun barang bang. Satu atau dua hari lagilah, baru kita jualan kan harus pasang lampu juga didalam gerobak,” ucapnya.
Sedangkan pantauan dilapangan di gedung hall B yang baru direvitalisasi tempat dagangan dengan menggunakan APBD Karimun tahun 2022 lalu mencapai Rp3.898.751.241.81 bersama Anjungan Aura Putri Kemuning. Dimana, desainnya dibangun pilar bangunan spot wisata kuliner hall B Coastal Area yang sangat disayangkan fasilitas untuk mencuci tangan buat pengunjung maupun pedagang tidak direncanakan.
” Kalau dilihat bagus, tapi sayang perencanaanya kurang matang. Seperti, tempat cuci tangan, cuci piring bagi pedagang maupun kontak listrik tidak tersedia. Sayang angka Rp3,8 miliar lebih hasilnya terlihat asal jadi,” kata Jhon salah seorang warga Karimun ketika melihat gedung hall B.(*)
reporter: tri haryono









