Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 631

Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25

0

batampos– Kepastian usaha dan efisiensi logistik merupakan dua fondasi utama BP Batam untuk menjaga daya saing Batam sebagai pusat industri ekspor. Momentum regulasi baru melalui PP No 25 Tahun 2025 disebut menjadi titik balik penguatan ekosistem investasi di kawasan ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta, Kamis (27/11). Dalam forum yang mempertemukan pelaku industri transportasi dan logistik dunia itu, Dendi menekankan bahwa regulasi baru memberi pijakan hukum yang lebih tegas bagi para investor.

PP 25/2025 memperjelas kedudukan BP Batam sebagai otoritas tunggal, termasuk dalam percepatan perizinan. Dengan demikian, proses masuknya investasi berjalan lebih ringkas dan kepastian regulasi bisa terjaga.

BACA JUGA: Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis

“Dengan PP 25/2025, proses perizinan menjadi lebih cepat dan jelas. Investor kini memasuki ekosistem yang lebih pasti,” kata Dendi.

Kepastian tersebut adalah hal penting di tengah tren peningkatan investasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 telah mencapai Rp54,7 triliun hingga triwulan III, atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Lonjakan ini dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan Batam.

Dendi menyebutkan, bahwa pertumbuhan investasi memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi daerah. Batam, yang bertumpu pada industri pengolahan dan orientasi ekspor, membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendorong kegiatan produksi dan distribusi yang kompetitif.

Ia juga menyoroti 56 persen struktur ekonomi Batam disumbang oleh industri pengolahan, sementara 91 persen ekspor nonmigas berasal dari produk industri. Kondisi ini menjadikan sektor logistik sebagai penopang vital yang menentukan posisi Batam di rantai pasok regional maupun global.

“Dengan struktur seperti ini, efisiensi logistik menjadi faktor penentu daya saing. Integrasi pelabuhan, bandara, dan kawasan industri menjadi fokus utama kami,” kata dia.

Ia menambahkan, investasi terhadap infrastruktur transportasi dan proses distribusi harus bergerak sejalan dengan penyederhanaan regulasi.

Para panelis lain yang hadir dalam sesi pleno bertema “Batam and the Role of Integrated Logistic Transport” sepakat bahwa Batam memiliki posisi strategis di wilayah Asia-Pasifik. Penguatan sistem logistik dan konsistensi reformasi perizinan diyakini mampu menurunkan biaya distribusi serta meningkatkan volume perdagangan.

Diskusi tersebut juga menyinggung perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan operator transportasi untuk membangun ekosistem logistik modern. Persaingan global menuntut efisiensi yang lebih baik dan integrasi rantai pasok tanpa hambatan birokrasi.

BP Batam berkomitmen untuk terus memperkuat layanan, menyederhanakan proses perizinan, dan meningkatkan infrastruktur logistik. Langkah-langkah itu disebut sebagai kunci bagi Batam untuk tampil sebagai gerbang logistik modern dan destinasi investasi yang semakin kompetitif di kawasan Asia-Pasifik. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25 pertama kali tampil pada Metropolis.

Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25

0

batampos– Kepastian usaha dan efisiensi logistik merupakan dua fondasi utama BP Batam untuk menjaga daya saing Batam sebagai pusat industri ekspor. Momentum regulasi baru melalui PP No 25 Tahun 2025 disebut menjadi titik balik penguatan ekosistem investasi di kawasan ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta, Kamis (27/11). Dalam forum yang mempertemukan pelaku industri transportasi dan logistik dunia itu, Dendi menekankan bahwa regulasi baru memberi pijakan hukum yang lebih tegas bagi para investor.

PP 25/2025 memperjelas kedudukan BP Batam sebagai otoritas tunggal, termasuk dalam percepatan perizinan. Dengan demikian, proses masuknya investasi berjalan lebih ringkas dan kepastian regulasi bisa terjaga.

BACA JUGA: Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis

“Dengan PP 25/2025, proses perizinan menjadi lebih cepat dan jelas. Investor kini memasuki ekosistem yang lebih pasti,” kata Dendi.

Kepastian tersebut adalah hal penting di tengah tren peningkatan investasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. BP Batam mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 telah mencapai Rp54,7 triliun hingga triwulan III, atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp60 triliun. Lonjakan ini dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan Batam.

Dendi menyebutkan, bahwa pertumbuhan investasi memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi daerah. Batam, yang bertumpu pada industri pengolahan dan orientasi ekspor, membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendorong kegiatan produksi dan distribusi yang kompetitif.

Ia juga menyoroti 56 persen struktur ekonomi Batam disumbang oleh industri pengolahan, sementara 91 persen ekspor nonmigas berasal dari produk industri. Kondisi ini menjadikan sektor logistik sebagai penopang vital yang menentukan posisi Batam di rantai pasok regional maupun global.

“Dengan struktur seperti ini, efisiensi logistik menjadi faktor penentu daya saing. Integrasi pelabuhan, bandara, dan kawasan industri menjadi fokus utama kami,” kata dia.

Ia menambahkan, investasi terhadap infrastruktur transportasi dan proses distribusi harus bergerak sejalan dengan penyederhanaan regulasi.

Para panelis lain yang hadir dalam sesi pleno bertema “Batam and the Role of Integrated Logistic Transport” sepakat bahwa Batam memiliki posisi strategis di wilayah Asia-Pasifik. Penguatan sistem logistik dan konsistensi reformasi perizinan diyakini mampu menurunkan biaya distribusi serta meningkatkan volume perdagangan.

Diskusi tersebut juga menyinggung perlunya kolaborasi lebih kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan operator transportasi untuk membangun ekosistem logistik modern. Persaingan global menuntut efisiensi yang lebih baik dan integrasi rantai pasok tanpa hambatan birokrasi.

BP Batam berkomitmen untuk terus memperkuat layanan, menyederhanakan proses perizinan, dan meningkatkan infrastruktur logistik. Langkah-langkah itu disebut sebagai kunci bagi Batam untuk tampil sebagai gerbang logistik modern dan destinasi investasi yang semakin kompetitif di kawasan Asia-Pasifik. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Reformasi Logistik dan Perizinan Jadi Fokus BP Batam Setelah Terbitnya PP 25 pertama kali tampil pada Metropolis.

Basarnas Kerahkan 54 Personel Rescue dan Bantuan Logistik ke Aceh Perkuat Operasi SAR Banjir dan Longsor

0

Persiapan tim sar saat mau berangkat ke
Aceh untuk kegiatan kemanusiaan

batampos– Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bergerak cepat merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Aceh sejak beberapa hari terakhir. Untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di lapangan serta mendukung kebutuhan kemanusiaan, Basarnas memberangkatkan 54 personel rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Tanjungpinang menuju daerah terdampak.

Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi telah menyebabkan banjir meluas, merendam permukiman, merusak akses jalan, serta memicu titik longsor di sejumlah wilayah. Akibatnya, beberapa daerah menjadi terisolasi dan menghambat mobilisasi warga serta tim penyelamat.

Briefing keberangkatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli pada Jumat dini hari (28/11). Ia menegaskan bahwa penguatan operasi SAR di Aceh merupakan prioritas Basarnas untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan keselamatan masyarakat.

BACA JUGA: Batam-Lingga Penyumbang Terbesar Angka Kemiskinan Kepri, Total Capai 117 Ribu Jiwa

“Kami mengerahkan 54 personel tim rescue dengan berbagai perlengkapan pendukung untuk membantu proses pencarian, evakuasi, dan penyelamatan di wilayah yang terdampak banjir maupun longsor. Situasi di Aceh membutuhkan penanganan cepat, terkoordinasi, dan terpadu, karena banyak daerah yang masih terisolasi,” ungkap Fazzli.

Pada pukul 02.40 WIB, tim resmi diberangkatkan dari Batam menggunakan Kapal Kelas I KN SAR Purworejo, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 40 jam dan estimasi tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh, pada 30 November 2025 pukul 18.40 WIB.

Selain personel, Basarnas juga membawa dukungan logistik berupa beras, mie instan, dan air mineral untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Setibanya di Aceh, bantuan akan segera disalurkan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan unsur SAR lainnya.

Untuk memperkuat pelaksanaan operasi di lapangan, Basarnas Tanjungpinang juga mengikutsertakan berbagai alat utama (alut) pendukung, di antaranya rescue truck, rescue car type 2, perahu karet, dan motor tempel (mopel). Seluruh peralatan tersebut dipersiapkan untuk mobilisasi dan evakuasi di wilayah yang sulit diakses akibat genangan air maupun jalan yang tertutup material longsor.

“Kami berharap kehadiran tim dari Tanjungpinang dapat mempercepat proses penanganan darurat dan membantu meringankan beban masyarakat. Basarnas akan terus memaksimalkan segala sumber daya yang ada untuk memastikan keselamatan jiwa menjadi prioritas utama,” tambah Fazzli.

Basarnas menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Aceh serta siap menambah kekuatan personel maupun alut apabila dibutuhkan. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Basarnas Kerahkan 54 Personel Rescue dan Bantuan Logistik ke Aceh Perkuat Operasi SAR Banjir dan Longsor pertama kali tampil pada Kepri.

Dua Pemuda dari Sagulung Ditangkap Saat Curi Tabung Gas di Bengkel Las Tanjung Riau

0

Salah satu pemuda pencuri tabung gas

batampos– Dua pemuda asal Sagulung tak berkutik saat diamankan Unit Reskrim Polsek Sekupang, Kamis (27/11). Keduanya ketahuan hendak mencuri tabung oksigen di sebuah bengkel las di Tanjung Riau, setelah sebelumnya melakukan pencurian serupa pada 10 November lalu.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi tertanggal 25 November 2025, terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) di bengkel las milik Syahrial, 47, yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang.

Dua pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial RD, 23, serta AR, 24. Keduanya diketahui tidak memiliki pekerjaan dan berdomisili di Kecamatan Sagulung.

BACA JUGA: Baru PHK, Nekad Curi Motor untuk Digunakan, Pencuri Motor di Bengkong Diciduk Polisi

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait mengatakan, peristiwa pencurian pertama terjadi pada Senin, 10 November 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Anak buah pemilik bengkel mendapati bengkel tersebut telah dimasuki orang tak dikenal dan sejumlah barang hilang, termasuk satu tabung gas oksigen untuk kebutuhan pengelasan.

“Setelah laporan dibuat, korban bersama karyawannya kemudian mengawasi lokasi karena mencurigai pelaku akan kembali untuk mengulangi aksinya, ” ujarnya, Jumat (28/11).

Benar saja, pada Kamis pagi (27/11) sekitar pukul 08.00 WIB, kedua pelaku kembali ke bengkel untuk melakukan pencurian dan langsung diamankan warga. Unit Reskrim Polsek Sekupang yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi dan membawa kedua pelaku ke kantor polisi.

Dari hasil interogasi awal, keduanya mengakui rencana pencurian tersebut sekaligus mengaku sebagai pelaku pencurian pada 10 November 2025.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu buah tabung oksigen, satu lembar nota pembelian tabung oksigen.

“Kedua pelaku saat ini telah ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, ” tegasnya.

Kapolsek juga mengapresiasi peran masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus ini.“Sinergi warga dan kepolisian sangat penting untuk menjaga situasi keamanan di wilayah Sekupang. Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan,” ujarnya.

Pihak kepolisian berharap melalui pengungkapan kasus ini, tingkat kriminalitas khususnya kasus pencurian dapat ditekan, sehingga lingkungan semakin aman dan kondusif. (*)

Reporter: Rengga

Artikel Dua Pemuda dari Sagulung Ditangkap Saat Curi Tabung Gas di Bengkel Las Tanjung Riau pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Penyelundupan 1,9 Ton Sabu di PN Batam: Saksi BNN Ungkap Peran Enam Terdakwa dan Alur Pengiriman Internasional

0

Para terdakwa penyelundup narkoba saat sidang

batampos– Kasus penyelundupan sabu terbesar dalam sejarah penindakan narkotika di Kepri kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (27/11). Sidang lanjutan perkara narkotika dengan barang bukti hampir 2 ton sabu itu menghadirkan saksi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim yang diketuai Tiwik, dengan hakim anggota Douglas dan Andi Bayu.

Enam terdakwa yang diadili dalam perkara ini ialah Weerapat Phongwan (WNA Thailand), Teerapong Lekpradube (WNA Thailand), Fandi Ramadhan, Richard Halomoan, Leo Candra Samosir, dan Hasiholan Samosir.

Dalam keterangannya, saksi dari BNN RI Paskalis Heris menegaskan bahwa keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah sesuai dengan fakta penyelidikan.

Ia menjelaskan bahwa BNN bersama Bea Cukai sejak awal telah mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan narkotika melalui jalur laut di perairan Kepri.

BACA JUGA: Ditresnarkoba Polda Kepri Tangkap Pengedar di Sagulung, Ribuan Ekstasi Disita

Menurut saksi, briefing dan operasi tim gabungan mengarah pada pergerakan kapal Sea Dragon yang diprediksi melintas di perairan Karimun.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap nahkoda kapal, Hasiholan, dirinya menjawab datar dan mengaku tidak membawa muatan apa pun. Sebaliknya, salah satu terdakwa asal Thailand, Teerapong, mengakui bahwa mereka membawa sejumlah kotak dari perairan Thailand yang disembunyikan di bagian tangki bahan bakar kapal.

“Pengakuan tersebut disampaikan melalui komunikasi Google Translate, tanpa menjelaskan isi muatan,” katadia

Setelah kapal dirapatkan di Dermaga Tanjung Uncang, petugas menemukan 32 kotak narkotika di haluan depan yang dikunci, dan sisanya di bagian tangki bahan bakar.

“Total 67 kotak berisi narkotika ditemukan, dengan berat masing-masing kotak sangat berat. Ketika dilakukan sampling, satu kotak menunjukkan hasil positif metamfetamina,” kata saksi.

Menurutnya, para terdakwa tidak menunjukkan gestur apa pun saat pemeriksaan dan tidak saling menyalahkan.

Saksi menambahkan bahwa sabu berasal dari wilayah Thailand dan diduga kuat akan dikirim ke Filipina. Operasi penangkapan merupakan target operasi gabungan berdasarkan perbedaan pergerakan kapal yang terpantau cepat dan mencurigakan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memaparkan dakwaan secara rinci—berawal pada April 2025 ketika Hasiholan Samosir menawarkan pekerjaan kepada Fandi Ramadhan untuk bergabung menjadi ABK kapal tanker.

Pada 1 Mei 2025, Fandi bersama Hasiholan, Leo, dan Richard berangkat dari Medan ke Thailand dan bertemu Teerapong serta Weerapat.

Para terdakwa menginap selama 10 hari di Sakura Budget Hotel Thailand menunggu instruksi dari sosok bernama Mr. Tan alias Jacky Tan alias Chanchai alias Captain Tui alias Tan Zen yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pada 13 Mei 2025, mereka menuju kapal Sea Dragon menggunakan speed boat dan mulai berlayar menuju titik koordinat pengambilan barang.

Pada 18 Mei 2025 dini hari, para terdakwa menerima 67 kardus berbungkus plastik putih dari kapal ikan berbendera Thailand setelah menerima kode berupa uang Myanmar yang dilaminasi.

Seluruh kardus kemudian disimpan di dalam kapalik, 31 kardus di ruang haluan dan 36 kardus di tangki bahan bakar.

Setelah pengambilan barang, para terdakwa disuruh melepaskan bendera Thailand dari kapal agar tidak terdeteksi.

Kapal lalu bergerak ke perairan Kepri, hingga 21 Mei 2025 pukul 00.05 WIB, kapal Sea Dragon diberhentikan tim gabungan BNN dan Bea Cukai di perairan Karimun. Pada pukul 05.35 WIB kapal tiba di Dermaga Sandar Bea Cukai Tanjung Uncang, tempat seluruh barang bukti diperiksa.

Petugas menemukan seluruh kardus berisi kemasan teh China merek Guanyinwang berisi kristal putih. Hasil uji laboratorium kemudian memastikan barang bukti merupakan narkotika jenis metamfetamina dengan berat total 1.995.130 gram atau hampir 2 ton sabu.

JPU menegaskan bahwa para terdakwa bersama-sama melakukan permufakatan jahat untuk menawarkan, menjual, membeli, menjadi perantara, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika Golongan I melebihi 5 gram tanpa izin.

Para terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang ancaman hukumannya lmaksimal hukuman mati atau seumur hidup. (*)

Reporter: Azis

Artikel Sidang Penyelundupan 1,9 Ton Sabu di PN Batam: Saksi BNN Ungkap Peran Enam Terdakwa dan Alur Pengiriman Internasional pertama kali tampil pada Metropolis.

Turnamen Bergengsi Daihatsu Indonesia Masters 2026 Siap Satukan Bulutangkis Indonesia

0

batampos: Daihatsu dengan bangga kembali berikan dukungannya pada olahraga kebanggaan Indonesia dengan menjadi sponsor utama turnamen bulutangkis internasional, Daihatsu Indonesia Masters yang akan digelar pada 20–25 Januari 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Turnamen hasil kerja sama antara Daihatsu dengan PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) ini merupakan salah satu turnamen di rangkaian BWF World Tour Super 500 dan siap menghadirkan persaingan sengit antar pebulutangkis kelas dunia dalam membuka momentum awal tahun yang penuh semangat dengan hadiah total sebesar USD 500.000.

“Sejalan dengan tema besar Daihatsu yaitu Bahagia Sejak Pertama–Karena Kamu Ada, menggambarkan bahwa kami memiliki hubungan emosional dengan dunia bulutangkis di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi sebuah kehormatan bagi kami, sekaligus menandai perjalanan Daihatsu memasuki tahun ke-9 dalam mendukung olahraga bulutangkis di Daihatsu Indonesia Masters sejak 2018 bersama PBSI,” ujar Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani.

“Kami berharap, turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 akan berlangsung sukses, melahirkan pertandingan berkualitas tinggi, serta memberikan pengalaman terbaik bagu seluruh penggemar. Mari kita bersama-sama mendukung semangat dan sportivitas para atlet tanah air yang akan berjuang nanti, serta saksikan pertandingan ini secara langsung di Januari 2026 mendatang,” tambahnya.

BACA JUGA: Indonesia Runner Up Daihatsu Indonesia Masters 2025

Reputasi turnamen Daihatsu Indonesia Masters dengan atmosfer kompetisi yang intens dan dukungan luar biasa dari para penggemar menjadikannya salah satu agenda utama dalam kalender bulutangkis global. Pada edisi 2026 ini akan kembali mencatat sejarah baru dengan hadirnya para atlet terbaik dari lebih dari 20 negara. Para pebulutangkis andalan Indonesia seperti Jonatan Christie, Anthony Ginting, Alwi Farhan, Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, Shohibul Fikri, serta para talenta muda pebulutangkis Indonesia lainnya siap tampil di hadapan ribuan pecinta bulutangkis di Senayan dalam mengharumkan tanah air.

Lebih dari sekadar turnamen olahraga, Daihatsu Indonesia Masters telah menjadi simbol kebersamaan, sportivitas, dan kebanggaan nasional. Setiap tahunnya, Istora menjadi saksi semangat luar biasa antara pemain dan penonton yang berpadu menciptakan energi khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Ajang ini tidak hanya menampilkan pertarungan sengit di lapangan, tetapi juga memperlihatkan betapa kuatnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis.

Sekretaris Jendral PBSI, Ricky Soebagdja menyampaikan bahwa Daihatsu Indonesia Masters bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah perayaan atas posisi penting Indonesia di panggung bulutangkis dunia. Menurutnya, dengan semangat tinggi para penggemar dan dukungan konsisten dari Daihatsu, turnamen tahun ini diyakini akan menjadi inspirasi bagi para atlet muda dan masyarakat luas untuk terus berprestasi.

Sebagaimana diketahui, sebagai tuan rumah penyelenggara Daihatsu Indonesia Masters, para pebulutangkis Indonesia telah menyumbang total 10 medali emas pada turnamen ini sejak perdana diadakan pada 2018.

Daihatsu secara global juga konsisten mendukung olahraga bulutangkis di tiga negara, yakni Indonesia melalui Daihatsu Indonesia Masters, Malaysia melalui PERODUA Malaysia Masters, dan Jepang melalui Daihatsu Japan Open. Dukungan berkelanjutan ini tidak hanya menunjukkan komitmen Daihatsu dalam memajukan olahraga bulutangkis di tingkat global, tetapi juga turut melahirkan banyak pebulutangkis muda, baru, dan berbakat yang mampu berkompetisi di panggung dunia. (*)

Artikel Turnamen Bergengsi Daihatsu Indonesia Masters 2026 Siap Satukan Bulutangkis Indonesia pertama kali tampil pada Olahraga.

Inovasi Pewarna Alami Mangrove untuk Batik Diluncurkan di Bintan

0
Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati dan Ketua Dekranasda Kepri, Dewi Kumalasari Ansar saat peluncuran inovasi pewarna alami mangrove untuk batik. F.PBC untuk Batam Pos.

batampos– Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) bersama Politeknik Negeri Batam meluncurkan inovasi berbahan pewarna alami mangrove untuk batik pada Hari Batik Nasional, 2 Oktober di Holiday Inn Resort Lagoi.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kepulauan Riau, jajaran pemerintah daerah, akademisi, pengelola destinasi wisata dan pelaku UMKM serta wisatawan mancanegara.

Direktur PBC, Emilia Ayu Dewi Karuniawati menekankan bahwa penelitian tentang pewarna alami mangrove ini bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: Expo Tugas Akhir PBC Suguhkan Inovasi Kuliner Unik dan Riset Perhotelan

“Potensi mangrove di Kepulauan Riau harus dikembangkan lebih lanjut, baik dalam ranah akademik maupun penerapannya di lapangan,” ujar Emilia.

Wakil Ketua DPRD I dan Ketua Dekranasda Kepri, Dewi Kumalasari Ansar menyampaikan apresiasi peluncuran pewarna alami mangrove dan campaign wisata edukasi konservasi mangrove.

Ia melihat peluang besar dalam mengembangkan produk ramah lingkungan dan bernilai budaya tinggi dari mangrove di Kepri, yang dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal.

Menurutnya, pemanfaatan mangrove sebagai pewarna alami dapat menjadi identitas baru bagi produk kerajinan Kepri.

“Dekranasda mendukung kolaborasi kampus dan UMKM untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan produk lokal, sehingga memiliki pasar yang luas, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Acara juga menampilkan pemaparan hasil riset oleh tim peneliti tentang proses ekstraksi dan penerapan pewarna alami mangrove pada kain batik. Riset ini didanai oleh LPDP dan menjadi bagian dari wisata edukasi konservasi bahari.

Tim peneliti juga menjelaskan tentang campaign mangrove, termasuk motif, booklet, maskot, dan panduan pewarna alami mangrove.

Produk kain pewarna alami mangrove telah dikembangkan menjadi produk turunan seperti pouch, tas, tote bag, dan lainnya.

Dalam acara itu juga digelar fashion show batik mangrove yang menampilkan tren busana modern dengan warna alami mangrove yang memukau.

Momen penting acara ini adalah simbolisasi peluncuran inovasi pewarna alami mangrove, di mana para pejabat dan tamu undangan turut mewarnai kain dengan ekstrak mangrove sebagai tanda inovasi ini siap diterapkan.

Acara semakin meriah dengan kerja sama lintas sektor dan kehadiran wisatawan asing yang mengikuti workshop membatik. Ini menunjukkan potensi besar sinergi antara riset, budaya, dan pariwisata.

Langkah ini penting untuk mengembangkan produk kreatif ramah lingkungan, mendukung UMKM, pelestarian mangrove, serta wisata edukasi dan budaya di Kepulauan Riau, khususnya Bintan. (*)

Reporter: Slamet

Artikel Inovasi Pewarna Alami Mangrove untuk Batik Diluncurkan di Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis

0
Tim Riset Polibatam saat meninjau mitra industri PT Tunas Bioflok Indojaya (TBI) di kawasan Tanjung Uncang, Batam, Kamis (27/11/2025). f. polibatam

batampos-Tim Riset Berdikari Skema Emas Polibatam menyerahkan alat monitoring dan pemberi pakan ikan otomatis kepada mitra industri PT Tunas Bioflok Indojaya (TBI) di kawasan Tanjung Uncang, Batam, Kamis (27/11/2025).

Ini merupakan upaya memperkuat ekosistem inovasi berbasis potensi daerah dan kembali mendapat dorongan melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari, sebuah inisiatif pengembangan produk tepat guna berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan nilai tambah komoditas unggulan daerah didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek), Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek).

BACA JUGA: Teknik Elektro Polibatam Bekali Siswa SMK, Teknologi AI Industri

Perwakilan Tim Riset, Handri Toar, menyampaikan inovasi ini dikembangkan berdasarkan kebutuhan lapangan yang diidentifikasi bersama mitra.

Pihak PT Tunas Bioflok Indojaya menyambut baik dukungan teknologi ini. Mereka menilai perangkat otomatisasi ini dapat membantu meningkatkan konsistensi manajemen kolam, terutama dalam menjaga kualitas air kolam bioflok dan mengurangi risiko human error dalam pemberian pakan ikan. (*/adv)

Reporter: SUPRIZAL TANJUNG

Artikel Tim Riset Polibatam Serahkan Inovasi, Alat Monitoring dan Pemberi Pakan Ikan Otomatis pertama kali tampil pada Metropolis.

Laporan Warga Ada Tempat Oplosan, Gudang Beras di Daerah Sengkuang Digerebek Polisi

0

Satgas pangan saat melakukan penggerebekan di salah satu gudang beras di Sengkuang. f. ist

batamposGudang beras yang diduga jadi tempat oplosan di daerah Sengkuang, Batam, digerebek tim satgas pangan Kepri. Penggerebekan ini bermula dari laporan warga ke polisi.

Pada penggerebekan Gudang yang diduga jadi tempat mengoplos beras, Rabu (26/11) malam, petugas mengamankan 9 sample beras untuk diujicoba di laboratorium.

Sidak malam itu dipimpin Satgas Pangan Polda Kepri dan turut didampingi Bulog Batam, Dinas Ketahanan Pangan, Bea Cukai, serta Satpolresta Barelang. Para petugas langsung menuju area penyimpanan berbagai merek beras dan melakukan penelusuran awal sebelum memutuskan pengambilan sampel.

“Hari ini kami Satgas Pangan Polda Kepri melakukan pengambilan sampel karena mendapat informasi dari masyarakat bahwa gudang ini dijadikan tempat beras oplosan,” ujar Kasubdit Indagsi Ditkrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Syaputra

Dalam sidak tersebut, tim mengambil sampel dari sembilan merek berbeda dengan beragam ukuran kemasan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keaslian setiap merek melalui pemeriksaan laboratorium.

BACA JUGA: Bongkar Penyelundupan Beras di Sengkuang, BC Sebut Tak Ada Kaitan dengan MBG

“Tujuan kami mengambil sampel masing-masing merek sehingga ke depannya akan terjawab apakah itu terjadi atau tidak, melalui hasil lab nanti. Pemeriksaan juga akan mencakup izin edar setiap merek,” katanya.

Satgas Pangan menjelaskan, dugaan “oplosan” yang dimaksud merujuk pada praktik mencampur beras kualitas medium dengan premium, sehingga menghasilkan beras yang dipasarkan sebagai premium. Praktik ini melanggar ketentuan mutu pangan dan berpotensi merugikan konsumen.

“Dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, oplosan itu dari mutu medium kemudian dioplos dengan premium dan menghasilkan beras premium. Ada kombinasi campuran yang mengurangi mutu. Kalau premium dicampur premium itu tidak masalah. Yang jadi masalah kadar kategori medium dinaikkan jadi premium,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan awal, Satgas Pangan meminta perusahaan menunjukkan invoice izin edar, serta sertifikat halal dan lainnya dari seluruh merek yang disimpan di gudang. Pihak perusahaan disebut tidak keberatan.

“Kami meminta dan pihak perusahaan tidak keberatan untuk memberikan invoice izin edar, dan sertifikat halalnya. Namun kami tidak serta-merta mempercayainya. Akan tetap dilakukan pendalaman,” ujar Paksi

Terkait uji laboratorium, Satgas Pangan menyebut akan menggunakan laboratorium yang memiliki sertifikasi resmi. Hasil uji diharapkan bisa memberikan penjelasan yang jelas terkait kategori beras yang diperiksa.

“Rencana uji lab kami, kami cari lab yang bersertifikasi dan memiliki poin penjelas yang lengkap. Maksudnya untuk memastikan kualitas dan mutu beras,” kata Paksi

Selama ini uji laboratorium untuk kasus serupa biasanya dilakukan di Sucofindo. Namun, hingga pemeriksaan tadi malam, Satgas Pangan belum menetapkan tempat uji lab secara final.

“Biasanya kami melaksanakan di Sucofindo atau yang lainnya. Cuma sampai saat ini kami belum berani menyimpulkan karena belum ada hasil labnya,” ujarnya.

Ditanya soal lama proses uji laboratorium, Paksi mendorong agar hasil bisa keluar secepat mungkin untuk menjawab dugaan masyarakat.

“Kalau kami upayakan secepatnya, karena ini untuk menjawab keresahan masyarakat,” tutup Paksi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Laporan Warga Ada Tempat Oplosan, Gudang Beras di Daerah Sengkuang Digerebek Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Lengkapi Alat Bukti, Kasus Penganiayaan Ibu Hamil di Batuaji

0

Ilustrasi.

batampos– Unit Reskrim Polsek Batuaji masih menyelidiki laporan kasus penganiayaan yang berujung pada meninggalnya bayi prematur. Saat ini polisi tengah melengkapi alat bukti berupa hasil rekam medis korban.

“Kita masih menunggu hasilnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andy Pakpahan, Kamis (27/11).

Andy menjelaskan rekam medis ini untuk menjadi bukti kesehatan kandungan korban sebelum dan sesudah terjadinya penganiayaan serta pengancaman.

Dalam penganiayaan dan pengancaman tersebut membuat bayi korban lahir prematur dan tewas sehari setalah dirawat di RSUD Embung Fatimah.

BACA JUGA: Dugaan Penganiayaan dan Pelecehan Seksual Calon Istri, Polisi Dalami Perbedaan Keterangan Korban dan Terlapor

“Bukti ini akan kita sinkronkan dengan keterangan korban dan saksi,” katanya.

Dari keterangan korban, penganiayaan terakhir terjadi pada 28 Oktober malam. Pelaku berinisial KY datang kerumah korban bersama kekasih barunya dan langsung memukul korban.

“Karena dari laporan pengancaman dengan meninggalnya bayi korban ada jarak waktu. Sehingga bukti itu harus kita selidiki lagi,” ungkapnya.

Sementara Heribertus, keluarga korban meminta polisi segera bertindak dengan laporan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya bayi prematur tersebut.

Laporan sudah masuk. Kamu keluarga berharap kasus ini segera diungkap pihak kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya, Al, warga Ruli Kampung Bintang, Batuaji kehilangan nyawa anak bungsunya yang berusia 6 hari. Bayi malang tersebut mengembuskan nafas di RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis (13/11) dini hari.

Kepergian bayi tersebut tidak lepas dari peristiwa penganiayaan yang dialami Al saat masih mengandung tujuh bulan. Bahkan, AI kerap diancam oleh kekasihnya Ky.

Akibat ancaman dan penganiayaan tersebut AI melahirkan prematur dan nyawa bayinya tak tertolong. (*)

Reporter: Yofi

Artikel Polisi Lengkapi Alat Bukti, Kasus Penganiayaan Ibu Hamil di Batuaji pertama kali tampil pada Metropolis.