
unit Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 di galangan kapal PT Citra Shipyard di Sei Lekop Kav. 20, Kampung Becek, Sungai Lekopan,
Sagulung, Selasa (29/11).
batampos– Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto melakukan First Steel Cutting (Pemotongan Pelat Baja Pertama) dan Keel Laying (Peletakan Lunas) pada pembangunan dua unit Kapal Patroli Cepat (PC) 40 dan dua
unit Kapal Angkatan Laut (KAL) 28 di galangan kapal PT Citra Shipyard di Sei Lekop Kav. 20, Kampung Becek, Sungai Lekopan, Sagulung, Selasa (29/11).
Dalam sambutannya Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto mengatakan, armada laut sangat penting untuk mengoptimalkan operasi keamanan laut, Indonesia sebagai negara maritim kepulauan terbesar di dunia, sudah seharusnya memperkuat kemampuan dalam
mengamankan wilayah perairan yang sangat luas.
“Sebagai negara kepulauan banyak hal yang harus kita selesaikan seperti permasalahan-permasalahan keamanan di laut, penegakkan hukum dan kedaulatan di laut. Guna menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran di seluruh perairan yuridiksi Indonesia yang merupakan bentuk tanggung jawab kita sebagai negara kepulauan untuk itu perlu adanya penambahan kapal-kapal patroli secara bertahap sehingga memenuhi jumlah yang dibutuhkan,” ujar Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto.
Lebih lanjut Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto menambahkan bahwa, pembangunan kapal PC 40 dan KAL 28 ini, merupakan bagian integral dari pembanguan kekuatan TNI AL sesuai dengan perencanaan strategis yang telah ada yang bertujuan untuk mendukung pemenuhan tugas TNI AL.
“Pembangunan kapal ini akan menjadi kompenen penting untuk pertahanan dalam melindungi negara di wilayah laut dan sebagai langka konkrit angkatan laut dalam membangun kekuatan. Angkatan laut kita akan menjadi lebih kuat didukung dengan alutsista yang canggih dan mumpuni dengan demikian operasi pun dapat dioptimalkan dengan baik,” ujar Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto.
Laksda TNI Dr. Iwan Isnurwanto mengatakan, realisasi pembangunan kemampuan dari pemenuhan kapal patroli ini harus pula ditunjang dengan peningkatan kemampuan dan profesionalitas prajurit pengawaknya sebagai perwujudan dari TNI AL yang profesional, modern dan tangguh.
BACA JUGA: TNI AL Optimalkan Patroli Udara Maritim dan Operasi Intelijen, Harwat Alutsista Paling Besar
Kapal PC 40 sendiri memiliki spesifikasi panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter juga dilengkapi dengan dua unit radar dan meriam 30 mm dengan kecepatan 24 knots dengan nilai proyek kurang lebih Rp 180 miliar per kapalnya yang pembangunannya diperkirakan selesai pada awal Maret 2024.
Sedangkan untuk KAL 28 memiliki spesifikasi panjang 28 meter, lebar 6,2 meter dengan kecepatan maksimal 28 knots, kecepatan jelajah 18 knots dan dilengkapi dengan radar dan meriam 20mm dengan nilai anggaran sebesar Rp 55 miliar per kapalnya yang
pembangunannya diperkirakan selesai pada November 2024.
Sementara itu Direktur PT Citra Shipyard, Jovan dalam sambutannya mengatakan, akan berkomitmen penuh atas kualitas kapal yang sudah disepakati bersama dengan mengerahkan semua kemampuan agar kapal patroli cepat PC 40 dan kapal angkatan laut KAL 28 dapat selesai tepat waktu.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, kami berjanji akan mengerahkan segenap kemampuan yang kami miliki untuk menyelesaikan pembuatan kapal tersebut sesuai waktu dan spesifikasi yang sudah ditentukan. Dan kami berharap semoga nantinya kapal buatan anak negeri ini mampu mendukung pertahanan negara dan memberikan kemampuan yang terbaik untuk negara,” ujar Jovan. (*)








