Pedagang di Pasar Bincen Tanjungpinang menjual cabai dengan harga tertinggi Rp120 ribu per Kg, Selasa (2/12). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Harga sejumlah jenis cabai di Kota Tanjungpinang mengalami lonjakan tajam akibat bencana alam yang melanda daerah pemasok di Sumatra.
Berdasarkan pantauan Batam Pos di Pasar Bintan Center pada Selasa (2/12), harga cabai nano sudah menembus Rp120 ribu per kilogram, cabai rawit Rp110 ribu per kilogram, dan cabai merah Rp98 ribu per kilogram.
Ali, pedagang cabai di Pasar Bintan Center, mengatakan kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir. “Naiknya dari sepekan lalu, semenjak daerah Sumatra terkena bencana alam,” ujarnya.
Menurut Ali, sebelumnya harga cabai rawit hanya Rp50 ribu per kilogram, cabai nano Rp70 ribu per kilogram, dan cabai merah Rp75 ribu per kilogram.
Terbatasnya stok menjadi penyebab utama lonjakan harga, mengingat sebagian besar pasokan cabai untuk Tanjungpinang berasal dari wilayah Sumatra yang kini terdampak banjir dan tanah longsor.
Meski harga melambung, pembeli tetap ada meskipun tidak seramai biasanya. “Apalagi ini kebutuhan pokok, mau tidak mau dibeli orang,” tambah Ali.
Di sisi lain, sejumlah pedagang memilih menjual cabai dengan harga sedikit lebih rendah dibanding pedagang lainnya. Lauren, salah satu pedagang, mematok harga cabai rawit dan cabai merah Rp98 ribu per kilogram, sementara cabai nano dijual Rp108 ribu per kilogram.
“Kalau harganya tinggi stok ada tidak masalah. Ini stoknya sedikit karena adanya bencana di Sumatra,” ujarnya.
Lonjakan harga ini membuat warga, khususnya ibu rumah tangga, merasa terbebani. Erna, salah satu pembeli, mengaku terpaksa tetap membeli cabai meski harga naik. “Cukup sedih sebenarnya, tapi kalau sudah seperti ini macam mana lagi. Ini kebutuhan rumah,” katanya.
Kenaikan harga cabai diperkirakan terus berlangsung hingga pasokan dari Sumatra kembali normal. (*)
Petani cabai di Batam saat memanen cabai merah. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam kembali melonjak tajam. Sejak awal pekan, harga cabai merah berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram, membuat para ibu rumah tangga mengeluh karena tingginya biaya kebutuhan dapur.
Di Pasar Victoria, harga cabai merah tercatat mencapai Rp90 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Sungai Harapan, harga bahkan menyentuh Rp95 ribu per kilogram.
“Mahal sekali sekarang, cabai merah sudah Rp100 ribu per kilo. Belanja jadi boros, padahal kebutuhan lain juga ikut naik,” keluh Rina, salah satu ibu rumah tangga saat ditemui di Pasar Sungai Harapan, Senin (1/12).
Para pedagang menyebut, lonjakan harga dipicu menurunnya pasokan dari daerah pemasok akibat faktor cuaca dan bencana alam. “Pasokan sedikit. Kiriman dari Sumatera terlambat karena bencana. Stok menipis, jadi harga naik,” ujar Joko, pedagang cabai di Pasar Victoria.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pasokan cabai ke Batam banyak bergantung dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Selain itu, banyak petani di Pulau Jawa yang gagal panen akibat serangan penyakit tanaman dan cuaca ekstrem.
“Tentu karena pasokan kita banyak dari sana. Kondisi cuaca membuat distribusi dan produksi terganggu,” ujarnya.
Mardanis juga menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai tak hanya terjadi di Batam. Tetapi hampir di seluruh wilayah lain seperti Jakarta rata-rata berada di angka Rp70 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai merah besar dijual Rp80 ribu per kilogram dan bawang merah Rp50 ribu per kilogram.
Sementara itu, produksi cabai merah lokal di Batam saat ini baru mulai panen awal. Petani baru mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram per hari, sehingga belum mampu mengintervensi harga pasar. Sementara kebutuhan cabai di Batam mencapai 15–20 ton per hari.
“Saat ini kami telah mengembangkan lahan cabai merah seluas 15 hektare, namun masa tanam tidak serentak sehingga panen juga tidak serentak,” jelasnya.
DKPP menargetkan produksi cabai merah lokal ke depan dapat mencapai hampir 1 ton per hari agar dapat menambah suplai lokal dan menekan harga cabai di pasaran.
Upaya peningkatan produksi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemko Batam untuk membangun ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
“Kemandirian pangan itu penting. Kita tidak bisa terus bergantung pada daerah lain, apalagi saat cuaca dan produksi nasional sedang tidak menentu,” tegasnya.
Mardanis berharap, jika program pengembangan pangan lokal ini berhasil, Batam tidak hanya mampu menstabilkan harga bahan pangan, tetapi juga lebih mandiri dalam penyediaan komoditas hortikultura.
“Kita mulai dari cabai. Ke depan akan terus diperluas ke komoditas lain seperti tomat, kangkung, dan bayam,” tutupnya. (*)
batampos – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 1,8 kilogram di kawasan Lubukbaja. Dari penangkapan itu, polisi mengamankan 2 orang pelaku yang berperan sebagai kurir dan pengedar.
Penangkapan berlangsung pada Minggu (30/11) sekira pukul 22.30 WIB. Tim Ditresnarkoba bergerak cepat setelah menerima informasi terkait adanya transaksi gelap yang akan terjadi di wilayah tersebut. Para pelaku disebut sudah berada dalam pantauan penyidik sejak beberapa hari sebelumnya.
Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Anggoro Wicaksono, menyebut operasi dilakukan secara senyap agar bisa mengamankan para pelaku. Pengungkapan itu dilakukan oleh tim subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri.
“Benar, ada penangkapan Minggu malam. Dua orang pelaku berhasil diamankan subdit 2,” ujarnya Senin (1/12).
Menurut Anggoro, dari kedua pelaku polisi mengamankan 1,8 kg sabu diduga akan diedarkan kembali ke sejumlah titik di Kota Batam. Peran para pelaku pun sudah terpetakan jelas oleh penyidik.
“Keduanya berperan sebagai kurir dan pengedar. Mereka ini bagian dari jaringan yang sedang kami dalami,” kata dia.
Upaya penangkapan sempat berlangsung tegang karena kedua tersangka berusaha mengelabui petugas. Namun, tim di lapangan berhasil mengamankan mereka tanpa perlawanan.
“Pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Polda Kepri dalam menekan peredaran narkoba, terutama di kawasan permukiman padat yang kerap dijadikan titik transaksi,” sebut Anggoro.
Sementara, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, juga membenarkan bahwa timnya yang melakukan penindakan di lokasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, tim kami yang mengamankan. Saat ini kasus masih dalam pengembangan,” ujarnya.
Sementara itu, kedua tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik akan menelusuri alur distribusi sabu tersebut serta kemungkinan adanya pelaku lain yang berperan lebih besar dalam jaringan tersebut. (*)
Empat orang yang ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan Dwi Putri Aprilian. f. cecep
batampos— Setelah menetapkan dan menahan 4 tersangka penyiksa penyebab kematian Dwi Putri Aprilian Dini (25), perempuan asal Lampung Barat di salah satu rumah di Jodoh Permain, kini polisi mulai mengungkap rahasia kelam kekejian yang dialami Putri.
Peristiwa tragis tersebut terungkap setelah korban dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Seilekop Sagulung pada Jumat (28/11) malam oleh dua pengelola agency hiburan. Petugas keamanan rumah sakit yang bertugas, Aw, melaporkan bahwa korban tiba dalam keadaan tidak bernyawa. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan ekstrem yang kemudian mengarah pada penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.
Hasil penyidikan mengungkap bahwa Putri mengalami penyiksaan sistematis sejak Selasa (25/11) hingga Kamis (27/11). Selama tiga hari penuh, ia dipukul, ditendang, diikat, dibekap, hingga mengalami penyemprotan air ke wajah dan saluran napas ketika mulut serta tangannya terlakban. Dokter forensik RS Bhayangkara menyampaikan bahwa kematian korban disebabkan masuknya air ke paru-paru dan rongga dada, disertai pendarahan pada selaput lunak otak serta memar luas di tubuhnya.
Keempat tersangka yang telah ditahan adalah Wilson Lukman alias Koko (28),yang mengaku seorang pengacara; Anik Istiqomah Noviana alias Mami (36) sebagai kekasih Koko; Putri Eangelina alias Papi Tama (23); dan Salmiati alias Papi Charles (25). Mereka diduga memiliki peran berbeda, mulai dari pelaku utama kekerasan, pembuat rekayasa bukti, pembeli perlengkapan penyiksaan, penjaga korban agar tidak melarikan diri, hingga upaya penghilangan jejak.
Motif pembunuhan berencana ini diduga berawal dari rekaman video rekayasa yang dibuat Anik, seolah-olah korban mencekik dirinya. Video itu kemudian dikirim kepada Wilson, yang langsung marah dan memerintahkan penjebakan serta kekerasan terhadap Putri. Polisi menyebut Wilson baru mengetahui bahwa rekaman itu tidak benar setelah seluruh tersangka ditangkap dan diinterogasi.
Dalam rekonstruksi penyidikan, Wilson terbukti melakukan kekerasan fisik paling dominan, mulai dari menendang dada korban, memukul kepala berulang kali, menghantamkan kepala korban ke dinding hingga jebol, serta menyemprotkan air ke hidung korban selama dua jam. Anik berperan membuat rekaman palsu serta membeli lakban untuk membekap korban, sementara dua tersangka lainnya membantu mengikat, memborgol, dan mengawasi korban agar tidak kabur.
Tidak hanya melakukan penyiksaan, para tersangka juga diduga berusaha menghilangkan jejak kejahatan. Mereka melepaskan sembilan unit CCTV di rumah tersebut, memanggil bidan, membeli tabung oksigen setelah mengetahui korban tidak bergerak, bahkan membawa korban ke rumah sakit menggunakan identitas palsu “Mr. X” untuk mengelabui petugas. Ada pula rencana memakamkan korban secara diam-diam dengan mencari ustaz.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, memastikan pihaknya bergerak cepat sejak laporan diterima. “Penyebab kematian adalah masuknya air ke paru-paru hingga rongga dada, disertai pendarahan pada jaringan otak dan memar luas. Semua fakta ini sangat jelas menunjukkan adanya penyiksaan ekstrem,” tegasnya saat merilis ungkapan kasus pembunuhan ini di Mapolsek Batuampar, Senin (1/12).
Keempat tersangka kini dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana Juncto Pasal 338 KUHP serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana. Ancaman hukuman tertinggi yakni pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun. Berkas perkara sedang dipercepat untuk segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. (*)
Seminar pendidikan “Transformasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai Inovasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Ratusan guru dan kepala sekolah se-Kota Batam memenuhi Ballroom Hotel Harmoni One, Senin (1/12), untuk mengikuti seminar pendidikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Seminar bertema “Transformasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai Inovasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan” ini menjadi penutup rangkaian kegiatan PGRI Kota Batam tahun 2025.
Kegiatan menghadirkan narasumber akademisi pendidikan dan dosen Universitas Riau, Prof. Dr. Firdaus, serta perwakilan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepri Warsita, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Batam Efrius yang hadir mewakili Wali Kota Batam.
Ketua PGRI Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan bahwa seminar ini menjadi ruang refleksi bagi para pendidik untuk memperkuat kualitas pembelajaran di era digital yang berkembang pesat.
“Guru dan kepala sekolah harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pembelajaran tidak lagi sekadar berfokus pada hafalan, tetapi bagaimana mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Itulah makna dari deep learning,” tegas Hendri.
Menurut Hendri, seminar ini digelar khusus untuk kepala sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SLTA, sebagai bagian dari strategi meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekolah.
“Harapan kami, dari seminar ini lahir inovasi dan terobosan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Batam. Kepala sekolah harus menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.
Hendri menjelaskan bahwa seminar ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian perayaan HUT PGRI ke-80 di Batam. Sebelumnya, telah dilaksanakan beragam kegiatan seperti lomba seni, olahraga antar-guru, pendidikan dan pelatihan (diklat) peningkatan kompetensi guru, senam bersama, serta upacara peringatan HGN dan HUT Korpri.
“Kami ingin momentum HGN dan HUT PGRI bukan hanya seremoni, tetapi benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Narasumber utama, Prof. Firdaus, dalam paparannya menyampaikan bahwa transformasi pembelajaran berbasis deep learning merupakan kebutuhan mendesak guna mengembangkan kompetensi pelajar abad ke-21.
“Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana prasarana, tetapi ditentukan oleh kualitas proses belajar di kelas. Pembelajaran mendalam mendorong siswa memahami konsep secara utuh, mampu menganalisis, memecahkan masalah, dan berkolaborasi dalam konteks nyata,” jelasnya.
Menurut Prof. Firdaus, pendekatan deep learning sangat relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berdiferensiasi, dan penilaian formatif. Hal ini juga mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila.
“Transformasi pembelajaran membutuhkan kepemimpinan instruksional kepala sekolah, budaya kolaboratif antar-guru, serta dukungan kebijakan yang konsisten. Tanpa itu, perubahan hanya menjadi slogan,” tegasnya.
Prof. Firdaus juga menyoroti kondisi pendidikan di Batam yang memiliki karakteristik urban dan mobilitas penduduk tinggi, sehingga kompetisi dan kebutuhan keterampilan masa depan harus diantisipasi lebih cepat.
Beberapa tantangan yang disebutkan antara lain rasio murid dan guru yang berbeda tiap wilayah, masih dominannya metode ceramah, belum optimalnya integrasi teknologi pendidikan, serta minimnya budaya refleksi guru.
“Batam memiliki potensi besar, tetapi transformasi harus dilakukan secara sistematis. Sekolah perlu membangun komunitas belajar profesional (PLC), menerapkan pembelajaran berbasis proyek, dan memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI),” terang Prof. Firdaus.
Di akhir acara, PGRI Batam menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan seluruh satuan pendidikan.
“Kami percaya bahwa guru dan kepala sekolah yang berkualitas akan melahirkan generasi bangsa yang unggul. Transformasi pembelajaran mendalam harus menjadi gerakan bersama,” tutup Hendri. (*)
batampos– International Business Association (IBA) kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat jejaring global pekerja migran Indonesia (PMI) melalui rangkaian Year-End PMI Gathering 2025 yang diselenggarakan serentak di 11 negara, yakni Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea, Dubai, Singapura, Malaysia, Brunei, Australia, Vietnam, dan Kamboja.
“Kegiatan yang digelar sebagai ajang silaturahmi akhir tahun ini menjadi wadah pertemuan antara PMI dan diaspora Indonesia, sekaligus mempererat solidaritas komunitas perantau di berbagai belahan dunia,” kata Sekretaris IBA, Joey, Selasa (2/12).
Ia menjelaskan bahwa Year-End PMI Gathering 2025 bukan hanya berbentuk temu kangen, melainkan gerakan nyata untuk memperkuat dukungan terhadap pekerja migran yang menjadi pilar penting perekonomian nasional.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen IBA dalam mempererat hubungan, meningkatkan solidaritas, serta memberikan ruang silaturahmi bagi seluruh PMI yang telah menjadi tulang punggung keluarga dan memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional,” ujar Joey.
Menurutnya, momentum akhir tahun dipilih agar para PMI dapat berkumpul, saling menguatkan, serta membangun jejaring positif antarsesama perantau.
Dalam kegiatan ini, IBA juga memperkenalkan sejumlah inisiatif baru untuk memperluas peluang kolaborasi di bidang pengembangan sumber daya manusia, peluang usaha, dan hubungan internasional.
Joey menegaskan, keberadaan IBA di berbagai negara bertujuan memastikan setiap PMI tetap mendapat dukungan, perhatian, dan akses untuk berkembang dalam karier, pendidikan, hingga peluang bisnis di masa depan.
“IBA terus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, investor internasional, dan komunitas diaspora Indonesia agar tercipta lebih banyak kesempatan bagi PMI,” tambahnya.
IBA juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas, relawan, mitra organisasi, dan tokoh masyarakat Indonesia di luar negeri yang turut berperan dalam penyelenggaraan kegiatan di masing-masing negara.
“Dengan terselenggaranya rangkaian IBA Year-End PMI Gathering 2025, kami berharap seluruh PMI dapat menutup tahun dengan penuh kebersamaan, sukacita, dan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Joey.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan peran IBA sebagai jembatan jejaring internasional bagi PMI dan diaspora Indonesia untuk terus maju dan berkembang di era global. (*)
Resep sayur bening campur (YouTube Galeri Rasa Channel)
batampos – Sayur bening adalah masakan favorit ibu rumah tangga. Bahannya mudah didapat, memasaknya sat-set, nilai gizinya pun tinggi.
Untuk seluruh anggota keluarga sayur bening juga cocok dihidangkan di atas meja. Tinggal lauk saja yang menyesuaikan termasuk aneka jenis persambalan bagi yang ingin pedas.
Sayuran hijau seperti bayam, daun katuk, daun kelor cocok dimasak sayur bening. Bisa ditambahkan wortel, jagung, labu siam hingga gambas atau oyong. Tergantung selera.
Hanya saja, jika tak pintar memasak, sayur bening sering kali berbau langu hingga terasa tak sedap lagi dimakan.
Chef Rudy Choirudin membagikan tips dasar membuat sayur being anti langu yang diunggah dalam kanal YouTube Galeri Rasa.
Ada beberapa trik untuk sayur being campur yang membuat cita rasanya lebih lembut , tidak langu, dan tetap segar meski penuh campuran sayuran.
Bahkan sayur bening Chef Rudy Choirudin juga menghadirkan sentuhan berbeda. Lebih aromatik, seimbang, dan punya teknik kecil yang membuat hasil akhirnya terasa lebih bersih dan gurih.
Yuk disimak tips dasar memasak sayur being anti langu ala Chef Rudy Choirudin berikut:
1. Siapkan Air dan Temu Kunci: Kunci Aroma yang Harus Ada
Sebelum masuk ke cara memasak, Chef Rudy menekankan satu hal penting: sayur bening tanpa temu kunci rasanya belum lengkap seperti ada yang hilang.
Dilansir dari Alodokter, temu kunci (Boesenbergia pandurata) adalah rempah yang banyak tumbuh di negara tropis seperti Indonesia.
Meski kandungan nutrisinya tidak terlalu besar, tanaman ini tetap memberi manfaat berkat senyawa aktif seperti flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan.
Temu kunci memberikan aroma yang khas yaitu wangi segar yang tidak terlalu tajam, tetapi langsung mengangkat cita rasa kuah. Cukup gunakan sekitar 8 cm, kupas tipis, lalu geprek agar aromanya keluar maksimal dan menciptakan kesegaran alami.
Sebagai langkah awal, rebus 1,5 liter air hingga mendidih.
Siapkan temu kunci sekitar 8 cm, kupas, lalu geprek hingga pecah.
Temu kunci langsung dimasukkan ke air mendidih agar aromanya keluar perlahan. Menurut Chef Rudy, ketika pecah, minyak atsirinya lebih mudah larut ke kuah dan memberi aroma khas yang membuat sayur bening terasa “rumahan banget.”
2. Masukkan Bumbu Dasar Saat Air Sudah Mendidih
Ketika air mulai benar-benar mendidih, baru bumbu dasar dimasukkan. Hal ini penting untuk menghindari rasa langu dan memastikan kuahnya tetap jernih.
Bumbu yang digunakan:
Bawang putih (direbus utuh atau geprek)
Garam (2 ¼ sdt)
Gula pasir (2 ½ sdt) – karena Chef Rudy suka profil manis-gurih, kamu bisa sesuaikan masakanmu dengan selera masing-masing.
Kaldu jamur atau kaldu bubuk secukupnya (opsional)
Bawang putih dimasukkan terlebih dulu karena Chef Rudy ingin aromanya keluar dulu sebelum sayuran lain masuk. Ketika aromanya sudah wangi, barulah lanjut ke langkah berikutnya.
3. Masukkan Sayuran yang Paling Keras Terlebih Dahulu
Teknik ini menjaga semua sayuran matang seimbang. Urutan masuk sayur versi Chef Rudy pertama yaitu jagung manis, diikuti labu siam kemudian baru wortel. Ketiga sayuran ini membutuhkan waktu lebih lama untuk melunak.
Setelah direbus beberapa menit, aromanya mulai berpadu dengan temu kunci dan bawang. Di tahap ini, kuah biasanya mulai harum dan manis alami dari jagung perlahan keluar.
Sebagai tanda semua sayur keras tersebut sudah cukup matang bisa dilihat dari rupa labu siam yang mulai tampak sedikit bening.
4. Masukkan Gambas (Oyong) dan Bayam Paling Terakhir
Chef Rudy menyarankan mengupas gambas secukupnya saja, tidak sampai putih bersih, khususnya jika gambas masih muda karena kulit hijaunya menyimpan nutrisi dan membuat tampilan lebih cantik.
Setelah sayuran keras mulai empuk, baru masukkan gambas.
Setelah gambas terlihat sedikit berubah warna, barulah masukkan bayam karena bayam adalah sayuran paling sensitif. Cepat matang, cepat berubah warna dan tidak boleh dihangatkan ulang bersama kuahnya.
Mengapa begitu? Penjelasan ini sejalan dengan informasi dari Hellosehat yang menyebutkan bahwa banyak vitamin dan mineral dalam sayuran tidak tahan terhadap panas yang berlebihan.
Paparan panas terus-menerus bisa membuat zat gizi hilang, bahkan mengubah struktur kimia beberapa jenis sayuran sehingga lebih sulit dicerna tubuh. Inilah alasan bayam harus masuk paling akhir dan dimasak sebentar saja agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Trik penting lainnya semisal mau makan dua kali, kamu cukup hangatkan kuahnya saja, kemudian bayam baru dimasukkan menjelang makan agar tidak langu.Teknik ini membuat bayam tetap hijau cantik dan rasanya tidak pahit.
Profil sayur bening ala Chef Rudy cenderung gurih, segar, ringan, sedikit manis dan aromatik dari temu kunci. Rasa manis ini tidak hanya datang dari gula, tetapi juga dari jagung dan labu siam. Kombinasi inilah yang membuat kuahnya terasa “lembut” tanpa bumbu yang berlebihan.
6. Sayur Bening Campur Siap Disajikan
Supaya makin “rumahan”, Chef Rudy menyarankan menyajikan sayur bening campur ini dengan sambal terasi atau sambal tomat, pindang goreng tepung, perkedel jagung, tahu tempe goreng dan jangan lupa kerupuk. Kombinasi ini membuat makan siang terasa lengkap dan menghangatkan.
Meski terlihat sederhana, pada intinya sayur bening campur ala Chef Rudy Choirudin punya beberapa teknik penting:
Temu kunci wajib digeprek agar aromanya keluar
Bawang putih harus dimasak hingga wangi
Urutan sayur harus tepat agar teksturnya seimbang
Bayam masuk paling akhir
Jika ingin dipanaskan lagi, pisahkan bayamnya
Teknik-teknik kecil inilah yang membuat sayur bening bukan sekadar masakan rumahan biasa, tetapi hidangan yang benar-benar segar, harum, dan memanjakan lidah. (*)
batampos – Polda Kepri menggalang bantuan untuk korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Hingga siang kemarin, total dana yang berhasil dihimpun dari personel Polda Kepri serta partisipasi tokoh masyarakat telah mencapai sekitar Rp500 juta. Bantuan itu disalurkan dalam bentuk dana karena akses menuju daerah terdampak masih terputus.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menjelaskan, sehari sebelumnya, Kapolri langsung memimpin zoom meeting dengan seluruh kapolda. Untuk memberikan bantuan kepada daerah yang terkena bencana
“Dan kami diarahkan untuk menyiapkan bantuan-batuan terutama polda sekitar daerah yang terdampak bencana, seperti polda riau, kepri, jambi, palembang, lampung. Untuk Polda Kepri diintruksikan menbantu wilayah bencana di Aceh,” tegas Asep.
Dijelaskan Asep, pihaknya menyalurkan bantuan berupa dana. Bantuan dana dinilai paling efektif saat ini. Distribusi logistik dari luar daerah terkendala kerusakan jalan dan akses darat yang belum sepenuhnya bisa dilalui kendaraan pengangkut.
“Kenapa dana? Karena di sana masih banyak kendala untuk mengirim barang. Beberapa jalan masih putus. Setelah berkoordinasi, Polda Aceh meminta bantuan sementara dalam bentuk dana,” ujarnya saat menghadiri ulangtahun Ditpolairut Polda Kepri, Senin (1/12)
Keputusan menyalurkan bantuan berupa dana juga berdasarkan komunikasi intensif antara Polda Kepri dan Polda Aceh. Bantuan logistik dari Batam, justru berpotensi terhambat di perjalanan dan tidak segera dimanfaatkan di lokasi bencana.
Asep menyebut dana tersebut nantinya akan digunakan untuk kebutuhan mendesak, termasuk perbaikan akses jalan, pembangunan sumur air bersih, hingga pemenuhan kebutuhan harian bagi warga yang kehilangan rumah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Aceh. Mereka butuh apa saja, apakah sembako, alat-alat, atau bentuk lain. Setelah diskusi, lebih simpel dan cepat jika dikirim dalam bentuk dana,” tambahnya.
Selain bantuan dana, Polda Kepri juga menyiapkan personel untuk diterjunkan bila dibutuhkan. Personel yang disiapkan terdiri dari satu satuan setingkat kompi (SSK) dan telah berada dalam status standby on call.
“Personel sudah kami siapkan. Penempatannya bergantung arahan Mabes Polri, apakah ke Sumbar, Sumut, atau Aceh,” kata Asep.
Dijelaskan Kapolda, tadi malam Kapolri memimpin zoom meeting dengan seluruh kapolda di Indonesia. Dalam arahannya, Kapolri meminta polda-polda di sekitar wilayah terdampak bencana segera menyiapkan personel serta bantuan kemanusiaan.
“Kami diminta menyiapkan bantuan, terutama polda yang dekat dengan daerah bencana seperti Riau, Kepri, Jambi, Palembang, Lampung. Personel kita siap sewaktu-waktu dikirim untuk membantu proses rescue,” ujarnya.
Bantuan yang dihimpun dari Polda Kepri, sambungnya, merupakan bentuk solidaritas personel serta dukungan dari masyarakat. Semua dana dikoordinasikan melalui Mabes Polri agar penyalurannya tepat sasaran.
“Ini bentuk kepedulian kami bersama masyarakat. Harapannya bisa membantu saudara-saudara kita menghadapi bencana ini,” ucap Kapolda.
Setibanya di Aceh, dana tersebut akan direalisasikan untuk fasilitas dasar yang dibutuhkan warga, seperti sumber air bersih, alat penerangan, serta pembenahan jalur-jalur vital yang rusak.
“Kalau kami kirim barang dari sini, pasti terkendala. Maka lebih mudah dana ditransfer dan di sana langsung digunakan membeli keperluan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Polda Kepri memastikan seluruh personel yang disiapkan tetap siaga menunggu perintah. Mereka dapat diberangkatkan kapan pun, sesuai arahan Mabes Polri dan kebutuhan di lokasi bencana.
“Semua personel standby on call. Tinggal kapan diminta, kami siap dikirim ke Padang, Aceh, maupun Medan,” tutur Kapolda.
Bantuan dari Polda Kepri dijadwalkan segera dikirim ke Aceh dalam waktu dekat. Kapolda berharap dukungan yang terkumpul dapat membantu mempercepat pemulihan warga yang terdampak bencana. (*)
batampos – Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember kembali menjadi momentum refleksi bagi peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa kasus HIV di Batam masih menjadi tantangan serius.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, telah ditemukan 573 kasus baru HIV berdasarkan hasil pemeriksaan dari 12.924 tes HIV yang dilakukan di fasilitas kesehatan maupun melalui layanan jemput bola.
“Temuan kasus ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara rutin. Kita harus bergerak bersama menekan laju penularan HIV di Batam,” ujarnya, Senin (1/12).
Data Dinkes mencatat bahwa kelompok usia 25–49 tahun menjadi penyumbang angka tertinggi, yaitu 399 kasus atau 64 persen dari total keseluruhan. Disusul kelompok usia di atas 50 tahun dengan 98 kasus (17 persen), dan usia 20–24 tahun sebanyak 91 kasus (16 persen). Sementara kelompok usia 15–19 tahun menyumbang 17 kasus atau 3 persen.
“Ini menunjukkan bahwa usia produktif adalah kelompok paling rentan karena aktivitas sosial yang tinggi. Edukasi dan kesadaran perilaku aman menjadi kunci utama pencegahan,” tegas Didi.
Dari total 573 kasus, laki-laki mendominasi dengan 438 kasus, sedangkan perempuan sebanyak 135 kasus. Tingkat positif (positif rate) pada laki-laki mencapai 2,6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan sebesar 0,5 persen.
Pada usia produktif 25–49 tahun, kasus tertinggi tercatat masing-masing 302 laki-laki dan 97 perempuan. Sementara usia di atas 50 tahun ditemukan 41 kasus pada laki-laki dan 20 kasus pada perempuan.
Kadinkes Batam menegaskan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak hanya bergantung pada fasilitas medis, namun juga pada dukungan sosial dan penghapusan stigma.
“HIV bukan akhir dari segalanya. Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup sehat dan produktif jika mendapatkan pengobatan yang tepat. Yang perlu dihilangkan adalah stigma dan diskriminasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Batam terus memperkuat jaringan layanan deteksi dini dan terapi ARV di puskesmas dan rumah sakit, serta mengembangkan program edukasi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami menargetkan peningkatan temuan kasus secara aktif sesuai Permenkes No. 23 Tahun 2022 dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan & Pengendalian HIV/AIDS 2020–2024. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pengendalian,” tambahnya.
Pada momentum Hari AIDS Sedunia, Dinkes Batam mengajak masyarakat untuk berani melakukan tes, menggunakan layanan kesehatan pemerintah, serta menerapkan pola hidup sehat.
“Jangan takut untuk memeriksakan diri. Deteksi dini menyelamatkan nyawa, dan pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tutup Didi.
Ringkasan Data HIV Kota Batam Januari–Oktober 2025
Keterangan Jumlah
Total tes HIV 12.924
Total kasus HIV 573
Laki-laki 438
Perempuan 135
Kasus tertinggi Usia 25–49 tahun (399 kasus)
Positif rate Laki-laki 2,6% – Perempuan 0,5%. (*)
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin memotong tumpeng saat perayaan HUT ke-75 Ditpolairud Polri yang digelar di Mako Ditpolairud Polda Kepri, Senin (1/12). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Direktorat Polairud Polda Kepri memperkuat sistem keamanan laut di wilayah perbatasan. Hingga 2025, unit ini telah mengoperasikan 35 armada, mulai dari kapal patroli cepat hingga perahu karet. Diantara armada, ada 3 kapal baru dengan kecepatan 55 knot perjam. Penguatan sarana tersebut dinilai penting karena modus kejahatan di laut semakin canggih dan beragam.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin menegaskan pentingnya peningkatan profesionalitas anggota kepolisian di tengah semakin canggih dan beragamnya modus kejahatan. Hal itu disampaikan pada perayaan HUT ke-75 Ditpolairud Polri yang digelar di Mako Ditpolairud Polda Kepri, Senin (1/12).
Asep menjelaskan dinamika kejahatan maritim saat ini menuntut kepolisian beradaptasi lebih cepat. Kepri sebagai wilayah kepulauan di jalur pelayaran internasional memiliki potensi kerawanan yang tinggi.
“Para pelaku kejahatan semakin canggih, tantangannya semakin banyak. Model kejahatan juga semakin beragam. Artinya polisinya khususnya Polairud harus meningkatkan profesionalitas,” kata Asep.
Ia menekankan bahwa posisi Kepri sebagai gerbang laut Indonesia menjadikan pengawasan perairan sangat krusial. Akses keluar-masuk kapal, barang, dan orang yang tinggi membuat Ditpolairud harus selalu siap siaga.
“Kepulauan Riau berada pada jalur laut yang sangat strategis. Kami harus lebih profesional menghadapi dinamika itu,” ujarnya.
Sementara, Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Handono Subiakto, menegaskan peningkatan profesionalitas personel menjadi prioritas utama. Pelatihan terus dilakukan, baik melalui program Mabes Polri maupun internal direktorat.
“Peningkatan SDM itu penting. Pelatihan berkelanjutan terus jalan. Siapa yang dapat pelatihan, nanti berbagi pengalaman kepada lainnya,” tegasnya.
Selain pelatihan, Ditpolairud juga memperkuat sarana pendukung, seperti peralatan selam dan perlengkapan operasional lainnya. Hal ini dilakukan agar setiap operasi di laut bisa berjalan optimal.
“Penambahan peralatan kami lakukan untuk men-support kegiatan operasional agar lebih profesional,” ujarnya.
Bahkan dalam rangka memperkuat kemampuan operasional, Ditpolairud Polda Kepri mendapat tambahan tiga kapal baru pada 2025.
“Untuk tahun 2025, kami dapat tiga kapal. Pertama Kapal Arung Seligi yang datang bulan Juli dan sudah beroperasi. Lalu bulan kemarin dua kapal tipe C2,” jelasnya.
Kapal tipe C2 tersebut merupakan kapal patroli cepat yang mampu melaju hingga 55 knot. Kecepatan ini memungkinkan petugas mengejar kapal-kapal pelintas yang diduga melakukan pelanggaran atau tindak kejahatan.
“Kapal ini lebih ke patroli cepat. Kemarin kami coba, kecepatannya bisa sampai 55 knot,” papar Handono.
Polda Kepri juga telah menjalin komunikasi dengan Mabes Polri untuk rencana penambahan armada di 2026. Harapannya, Ditpolairud memperoleh kapal yang dapat mengangkut personel dalam jumlah lebih besar.
“Kegiatan banyak di Tanjungpinang, sementara markas kami di Batam. Jadi kami butuh kapal yang bisa membawa personel lebih banyak,” ujarnya.
Dengan tambahan dua kapal C2 terbaru, total kapal patroli yang dimiliki Ditpolairud kini 17 unit, dan bila digabung dengan perahu karet serta armada pendukung lainnya, jumlah keseluruhan mencapai 35 unit. Kapal-kapal ini disebar di sejumlah pos untuk pengawasan laut secara berkala.
Sementara itu, jumlah personel Ditpolairud mencapai 206 anggota, yang bertugas secara bergiliran agar tidak ada wilayah patroli yang kosong.
“Untuk patroli itu bergantian. Siapa yang naik, nanti diganti. Jangan sampai ada wilayah yang kosong,” terang Handono.
Polda Kepri berharap penguatan armada dan SDM ini mampu menjawab tantangan pengamanan maritim di Kepri, terutama menghadapi jaringan kejahatan yang terus berkembang di wilayah perbatasan. (*)