
batampos – Kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Timur I terjadi di Perairan Karangasem, Bali, pada Rabu sore (16/11) waktu setempat. Persisnya pada pukul 15.30 WIT. KN SAR Arjuna yang tengah bersiaga dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Pelabuhan Benoa langsung merapat ke titik koordinat kebakaran kapal yang jaraknya lebih kurang 9,34 nautical mile dari daratan Karangasem.
Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menyampaikan bahwa laporan awal mencatat ada 271 anak buah kapal (ABK) dan penumpang di atas kapal dengan rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi – Pelabuhan Lembar, Lombok itu. Data tersebut diperoleh setelah timnya berkomunikasi dengan kapten kapal. Namun, ada perubahan data. ”Yang semula 271 penumpang dan ABK menjadi 258 orang,” ungkap dia kepada awak media.
Rinciannya, sambung Darmada penumpang sebanyak 234 dan ABK 24 orang. Dia memastikan bahwa fokus instansinya pasca menerima laporan kebakaran kapal penumpang tersebut adalah evakuasi penumpang dan ABK. Sehingga Basarnas Bali langsung menggerakkan unsur-unsur yang mereka miliki. Namun demikian, Kapal Angkatan Laut (KAL) Kadet 6 dan KAL Kadet 7 milik TNI AL yang pertama tiba di lokasi kejadian. “Kebetulan di lokasi terdekat,” imbuhnya.
Berdasar laporan yang dia terima kemarin malam, Darmada menyatakan bahwa seluruh penumpang dan ABK KMP Mutiara Timur I sudah berhasil dievakuasi. Dari total 258 penumpang dan ABK yang turut serta dalam pelayaran kapal tersebut, seluruhnya sudah diselamatkan. Sehingga operasi SAR oleh Tim SAR Gabungan secara resmi ditutup. Selain dibantu oleh TNI AL, evakuasi ratusan penumpang dan ABK tersebut turut melibatkan nelayan setempat.
Dari KMP Mutiara Timur I, para penumpang dan ABK dibawa ke kapal milik TNI AL. ”Penumpang yang sudah terevakuasi dengan RIB ataupun jukung nelayan dibawa ke Kapal Angkatan Laut,” kata Darmada. Berkaitan dengan perubahan data awal jumlah penumpang dan ABK, dia meminta untuk dikonfirmasi kepada pihak yang memiliki kewenangan. Berdasar catatan Jawa Pos ada tiga kali perubahan data penumpang.
Dari semula 271 dan ABK menjadi 260 penumpang dan ABK. Kemudian data tersebut kembali berubah lantaran ada pengurangan jumlah penumpang dari 236 menjadi 234 orang. Darmada menegaskan bahwa saat menerima laporan pihaknya fokus melaksanakan penyelamatan. ”Kami fokus evakuasi, mengupayakan seluruh yang berada di dalam kapal bisa diselamatkan,” tegas dia.
Secara keseluruhan, Basarnas Bali mengerahkan satu unit RIB dari Pos SAR di wilayah Karangasem, satu unit RIB dari unit siaga SAR di Nusa Penida, dan KN SAR Arjuna. Berdasar data dan laporan awal, lokasi kebakaran kapal berada pada koordinat 08°20’298″S – 115° 41’641″E. Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran kapal penumpang yang dinahkodai oleh kapten kapal bernama William tersebut. (*)
Reporter: JP Group


“Info dari warga ada penemuan 1 korban yaitu jasad perempuan,” kata Kepala Basarnas Tanjungpinang, Slamet Riyadi dalam keterangan persnya, Kamis (17/11/2022) pagi.





