Jalan laksamana Bintan, Batam yang penyelesaiannya bertahap karena terbatasnya anggaran
batampos- Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, pada tahun 2023 mendatang, Pemerintah Pusat akan memberikan dukungan anggaran pembangunan di Provinsi Kepri. Adapun nilainya hampir Rp300 miliar.
Menurut Gubernur, dukungan tersebut akan diplot melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Disebutkannya, dana tersebut peruntukannya adalah untuk pembangunan infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, dan perhubungan.
“Dari jumlah itu, senilai Rp200 miliar akan diplot untuk pembangunan dan pembenahan jalan di Kabupaten/Kota,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Rabu (16/11) di Tanjungpinang.
Masih kata Gubernur, suntikan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui beberapa kementerian ini, tentunya cukup besar dibandingkan dengan tahun 2022 ini. Seperti untuk jalan, juga terjadi peningkatan signifikan.
“Tahun 2022 ini, kita mendapatkan bagian Rp80 miliar. Namun tahun depan, jumlah naik menjadi Rp200 miliar,” tutupnya.
Seperti diketahui, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Penggunaan APBD TA Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2021 lalu menyimpulkan, 211,78 km jalan Provinsi berstatus tidak baik atau rusak.
Dengan indikator tersebut, BPK menyimpukan bawah persentase jalan provinsi berkondisi di Provinsi Kepri 76,38 persen dari target yang ditetapkan 75,00 persen atau reliasinya sebesar 101,83 persen.
Berdasarkan data yang dicantumkan BPK dalam laporannya, jumlah jalan provinsi tercatat sepanjang 896,45 km. Adapun jalan provinsi yang berkondisi baik yakni 684,67 km. Sedangkan jalan provinsi yang tidak berkondisi baik atau rusak adalah sepanjang 211,78 km.
Masih dari data BPK, kondisi ruas jalan menurut statusnya sebagai jalan Provinsi Kepri yang telah diperbaiki, ditingkatkan, dan dibangun melalui APBD Provinsi maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) sepanjang 16.762 km melalui Program Penyelenggaraan Jalan Provinsi. (*)
Karyawan PT PT Capella Dinamik Nusantara memperlihatkan aplikasi My Capella Aps. Foto: Capella untuk Batam Pos
batampos – PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau resmi meluncurkan aplikasi My Capella Aps.
Regional Head PT Capella Dinamik Nusantara KEPRI, Harry Sutiono, mengatakan, aplikasi ini memiliki beragam fitur untuk memudahkan konsumen untuk mengetahui katalog harga sepeda motor Honda terbaru, sparepart, akssesoris & apparel serta lokasi Dealer/AHASS, fasilitas Booking Service dan Kartu Perawatan Berkala Digital.
“Melalui dunia digital yang sangat berkembang dengan pesat saat ini kami mecoba mengembangkan pelayanan kepada konsumen setia Honda melalui My Capella Aps ini,” katanya.
Aplikasi My Capella Aps kata dia, dapat digunakan dimana saja dan kapan saja serta praktis. Dengan hanya memasukkan nomor mesin untuk mendaftarkan motor lebih dari satu untuk menikmati fasilitas booking service tanpa harus antri di AHASS.
“Serunya para pengguna disuguhkan games untuk mengumpulkan poin yang bisa ditukarkan serta adanya promo-promo ekslusif bagi para pengguna,” jelasnya.
Selain itu lanjutnya, konsumen yang mengalami emergency saat di jalan juga bisa menikmati Fasilitas Layanan Honda Care.
Sehingga dapat membantu para konsumen setia Honda yang tengah mengalami masalah terhadap sepeda motor saat mogok dengan menghubungi nomor yang tertera di aplikasi My capella Aps.
“Aplikasi ini bisa langsung mendownload My Capella Aps di Playstore dan App Store,” tutup Harry.(*)
batampos -Seorang tukang kebun berinisial AK (18) di Kota Tanjungpinang ditangkap polisi usai nekad membawa kabur sepeda motor milik majikannya. AK ditangkap polisi di Kota Batam usai membawa kabur sepda motor itu selama 2 pekan lebih
Foto: Peri Irawan / Batam Pos Tukang kebun, AK, dibawa ke Mapolsek Tanjungpinang Timur untuk penyelidikan lebih lanjut, Jumat (18/11/2022).
Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Ipda Apriadi menjelaskan sepeda motor yang dibawa kabur oleh AK adalah Yamaha Vega RR dengan nomor polisi BP 5237 WI.
Polisi juga mengamankan sepeda motor yang dibawa kabur oleh AK, namun nomor polisinya sudah diganti oleh AK
“Motor korban sudah diubah oleh pelaku menjadi warna Biru dan nopolnya menjadi BP 5287 WR. Sebenarnya warnanya merah hitam,” paparnya.
Awal kejadian, Ipda Apriadi menerangkan pelaku meminjam motor majikannya dengan alasan hendak menjemput sang istri berinisial N. Namun hingga dua pekan berlalu, sepeda motor milik korban tidak kunjung dikembalikan. (*)
batampos – 12 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri sebagai peserta penerima bantuan saat penyemprotan labelisasi rumah oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang.
foto: Diskominfo untuk Batam Pos. Rumah KPM PKH mulai dipasang labelisasi sejak 3 hari belakang, Jumat (18/11/2022).
Pemasangan labelisasi yang bertuliskan keluarga pra sejahtera penerima bantuan sosial PKH Kota Tanjungpinang sebagai bentuk transparasi agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak salah sasaran.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Tanjungpinang, Lolly Irawaty menuturkan, saat sosialisasi sudah ada sekitar 20 KPM yang mundur atau keluar dari kepesertaan PKH karena merasa sudah mampu.
“Selama tiga hari kami melakukan penyemprotan label, ada sekitar 12 KPM yang melakukan graduasi,” sebutnya.
Ia menegaskan, bagi KPM PKH yang menolak rumahnya dipasangi label, maka secara otomatis akan dicoret dari daftar penerima bansos.
batampos – PT Pegadaian Wilayah II Pekanbaru sukses menggelar temu keakraban atau Gathering selama dua hari hingga Jumat (18/11/2022) di Batam.
Para peserta gathering KOMPAK Pegadaian di Taman Jembatan Barelang, Kamis (17/11/2022). F Rajin Pasaribu untuk Batam Pos
“Ini menjadi gathering perdana kami di Batam. Sebelumnya selalu dilaksanakan di Pekanbaru dan Padang,” ujar Ketua Panitia Gathering PT Pegadaian, Muthia Dharma kepada Batam Pos di sela-sela makan siang di Pulau Rempang, di hari pertama gathering diadakan, Kamis (17/11/2022).
Muthia menyebutkan, gathering kali ini, PT Pegadaian area Batam yang dipimpin Deputi Divisi PT Pegadaian Area Batam, Mushonif menjadi tuan rumah.
Kegiatan ini dimulai dengan berkumpul di kantor area Batam di kawasan Pasar Mega Legenda, Batamcenter. Kemudian, para jurnalis mitra pegadaian dari Padang, Pekanbaru, dan Batam diajak mengunjungi salah satu agen atau mitra terbaik Pegadaian, Dessy di kawasan Tanjungbuntung, Bengkong.
“Dessy ini salah satu agen Pegadaian area Batam terbaik,” ujar Muthia yang juga menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru.
Benar saja, Dessy mengaku, sejak bergabung dengan Pegadaian di 2017 lalu, omsetnya kini sudah menyentuh angka Rp 500 juta per bulan. “Paling banyak itu gadai emas 60 persen, 30 persen KUR, dan 10 persen sisanya pembiayaan lainnya,” ujar Dessy saat ditemui di kediaman yang juga menjadi lokasi usahanya di Tanjungbuntung.
Dalam kunjungan itu, Muthia bersama Kepala Logistik PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru memberikan bingkisan kepada Dessy.
Dari Bengkong, para peserta Media Gathering Kolaborasi Media Pegadaian Ajang Keakraban (Kompak) bertolak Pulau Rempang di kawasan jembatan Narasinga atau jembatan dua Barelang.
Di sana, peserta menikmati makanan khas Batam di restoran Slimmoza 21. Aneka hidangan khas Melayu Modern khas Batam tersaji. Mulai dari ikan kerapu asam manis, gonggong, udang goreng tepung, cumi goreng tepung, air kelapa, hingga sayur kangkung.
Cumi goreng tepung menjadi menu favorit jurnalis dari Padang. ” Di Padang ada cumi, ada cumi goreng tepung tapi tak seenak ini. Di sini, digoreng tipis, tapi lembut dan krispy. Saya suka,” ujar Sri Darni, jurnalis RRI Padang.
Kunjungan ke Barelang itu juga dimanfaatkan dengan foto bersama di Taman Tanjung Penarik. Dari taman ini, spot jembatan Tengku Fisabilillah atau jembatan satu kebanggaan yang juga salah satu ikon wisata Batam terlihat dengan sempurna.
Para jurnalis dari Padang dan Pekanbaru turut memborong kaca mata anti silau di taman ini.
Dari Barelang, perjalanan pun berlanjut ke KTM Ressort di Sekupang. KTM Ressort menjadi tujuannya. Di sanalah para peserta menginap. Di salah satu resort tertua berkonsep vila bambu di kawasan pantai Barat di ujung Pulau Batam itu.
Sebelum check-in ke kamar masing-masing, para peserta mengikuti sejumlah permainan atau mini outbond. Permainan itu mengundang gelak tawa dan keakraban di antara para peserta media dan juga tim Pegadaian. Bukan tanpa tujuan, permainan itu bertujuan untuk menjalin keakraban, bonding sesama peserta, serta penanaman nilai moral bahwa dalam bekerja perlu fokus pada tujuan.
Gathering hari pertama itu ditutup dengan makan malam bersama di restoran terbuka KTM Ressort.
Hari kedua diisi dengan diskusi dan sharing terkait program dan rencana bersama Pegadaian. Pembicara dalam sesi diskusi ini yakni Pimpinan Wilayah II Pekanbaru Maryono dan Deputi Divisi Area Batam Mushonif.
Berbagai produk Pegadaian mulai dari investasi emas, program pembiayaan KUR, hingga ajakan menjadi agen Pegadaian dan persyaratannya dipaparkan dengan ajang santai dan tanya jawab dari para peserta.
Gathering hari terakhir ini juga turut mengadakan kuis berhadiah emas. Pemenangnya yakni Chahaya Simanjuntak dari Batam Pos, Rajin Pasaribu dari Batam TV, dan juga Arif Gunawan dari Bisnis Pekanbaru.
Media foto bersama dengan Pimpinan Wilayah II Pekanbaru Maryono dan Deputi Bisnis Area Batam, Mushonif saat Sharing Session Gathering PT Pegadaian di KTM Ressort, Sekupang, Jumat (18/11/2022). F Tim Pegadaian.
“Media adalah mitra kami. Lewat gathering selama dua hari ini, kami berharap sinergi dan kekompakan antara Pegadaian dan media berjalan semakin kompak,” tutup Maryono, Pimpinan PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru yang membawahi tiga area, yakni Pekanbaru, Padang, dan Batam.
Gathering ini juga diikuti Kepala Logistik PT Pegadaian Kanwil II Ngadiman, Kepala Departemen Non Gadai PT Pegadaian Area Batam Masnelli, dan beberapa pegawai Pegadaian Batam dan Pekanbaru serta para perwakilan media. (*)
Striker Borussia Dortmund Youssoufa Moukoko merupakan pemain termuda di Piala Dunia 2022. Usianya saat ini belum genap 18 tahun. (INA FASSBENDER/AFP )
batampos – ”AKU tidak percaya. Tahun lalu aku menderita banyak cedera dan minim jam terbang. Semuanya kini terbayar lunas.”
Begitu bunyi caption Youssoufa Moukoko di Instagram setelah dipastikan masuk skuad Jerman ke Piala Dunia Qatar tahun ini.
Pemanggilan striker Borussia Dortmund itu diiringi dengan status pemain termuda yang disandangnya. Moukoko baru genap berusia 18 tahun bersamaan dengan kickoff Piala Dunia 2022 pada Minggu (20/11).
Tercantumnya nama Moukoko sering dianggap sebagai keberuntungan. Dia dilirik der trainer Jerman Hansi Flick setelah striker RB Leipzig Timo Werner mengalami cedera ligamen dua pekan lalu.
Sudah beberapa tahun terakhir Jerman kekurangan striker sehingga sering bermain dengan false nine.
Hansi juga memiliki Niclas Fullkrug di posisi nomor 9. Tapi, striker Werder Bremen itu merupakan muka baru alias non-caps sama seperti Moukoko.
Usia Fullkrug juga sudah menapak 29 tahun. Pemanggilannya pun dianggap sebagai apresiasi karena mencetak 10 gol dari 14 penampilan di Bundesliga dan sempat memuncaki daftar pencetak gol (Torjagerkanone).
”(Membawa dua striker tanpa caps ke Piala Dunia, Red) memang bukan hal ideal. Tapi, saya percaya dengan kemampuan mereka,” ucap Hansi seperti dilansir di laman resmi DFB (PSSI-nya Jerman).
Moukoko, misalnya. Penampilannya bersama BVB –sebutan Borussia Dortmund–musim ini boleh dibilang kontributif untuk pemain seusianya. Moukoko terlibat dalam 12 gol (6 di antaranya umpan gol) dari 22 pertandingan di semua ajang.
Bahkan, Moukoko sejatinya belum diproyeksikan masuk skuad utama. Tapi, cedera yang dialami rekrutan baru, Sebastien Haller, membuat Moukoko cepat dipromosikan.
Jika menilik rekam jejaknya, Moukoko yang kelahiran Yaounde, Kamerun, itu memang sering bermain di tingkat kompetisi melebihi usianya.
Seperti ketika berumur 13 tahun atau baru direkrut BVB dari akademi St Pauli, Moukoko mampu bersaing dalam ajang Bundesliga U-17.
Hal itu berlanjut saat usianya 14 tahun dan berkiprah di Bundesliga U-19.
”Youssoufa bukan pelengkap di sana (timnas Jerman, Red). Dia terpilih yang berarti kemampuannya mendapat pengakuan,” tutur der trainer BVB Edin Terzic. (*)
batampos – Belakangan santer beredar informasi tentang penculikan anak di Batuaji dan Sagulung. Informasi berantai dari WhatsApp mengingatkan masyarakat untuk waspada dengan anak sekolah yang duduk di bangku sekolah dasar. Ada sejumlah pelaku penculikan anak berkeliaran dengan sepeda motor ataupun mobil yang merayu anak-anak dengan uang jajan untuk dibawa pergi.
Pesan berantai ini bahkan ada yang berupa pesan suara. Pesan suara ini peringatan bagi masyarakat yang berdiam di Tanjunguncang dan sekitar bahwasannya ada pengendara sepeda motor yang keliling mencari anak sekolah yang terlambat dijemput oleh orangtuanya.
Di wilayah hukum Polsek Sagulung pesan berantai ini berupa pesan teks yang menyebutkan telah terjadi penculikan di salah satu sekolah di wilayah kelurahan Seipelenggut, Sagulung.
“Di beritahukan untuk ibu2 yg punya anak sd harap berhati2 barusan trjadi penculikan di SD pondok kasih kav.kamboja,2anak cowok pelakuna mnggunakan mobil rush hitam kejadian jam 10.30.dgn modus di kasih uang,harap berhati2 ya buk trimakasih,” demikian isi pesan berantai tersebut.
Menanggapi ini Polsek Sagulung maupun Batuaji meminta agar masyarakat tidak panik sebab kebenaran informasi telah ditelusuri dan tidak benar adanya.
“Laporan resmi juga tak ada. Intinya tetap waspada tapi jangan terlalu panik. Antar dan jemput anak tepat waktu ya bapak ibu,” ujar Kapolsek Batuaji Kompol Restia Octane Guchy.
Senada disampaikan Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra yang mengaku belum menerima satu laporan pun terkait informasi penculikan anak tersebut. Namun demikian pihaknya tetap telusuri dan berharap orangtua tetap waspada dan tidak panik. (*)
Para pemain Barcelona mengangkat bek tengah Gerard Pique pada akhir pertandingan LaLiga antara FC Barcelona dan UD Almeria, di Stadion Camp Nou, pada 5 November. (Josep Lago/AFP/Antara)
batampos – Mengirimkan pemain ke timnas yang tampil di turnamen mayor seperti Piala Dunia bukan sekadar prestasi bagi klub.
Tapi juga bisa mendukung finansial klub. Semakin banyak pemain yang mewakili negaranya, prize money untuk klub semakin besar. Contohnya FC Barcelona.
Untuk Piala Dunia 2022, Blaugrana –sebutan FC Barcelona–mengirim 16 pemain ke Qatar.
Seperti dilansir Barca Universal, rival abadi Real Madrid tersebut bisa mendapatkan nilai kompensasi klub hingga mencapai EUR 4,3 juta atau hampir Rp 70 miliar.
Nominal itu berasal dari masing-masing pemain EUR 71 ribu (Rp 1,15 miliar). Artinya, Blaugrana sudah mengamankan EUR 1,136 juta (Rp 18,4 miliar) dari 16 pemain mereka. Itu dihitung hanya untuk sekali pertandingan.
Kalau eksis di fase grup saja, tinggal dikali tiga. Belum lagi kalau melangkah ke fase knockout.
Nominal yang sama, EUR 4,3 juta, juga bisa dimiliki Blaugrana seandainya tujuh pemainnya di skuad Spanyol sukses membawa La Furia Roja menembus partai final. Itu termasuk bonus EUR 1,285 juta (Rp 20,8 miliar).
Nilai kompensasi untuk klub yang melepas para pemainnya itu tercantum dalam regulasi Club Benefit Program yang diberlakukan FIFA.
Dalam upaya mendapatkan klaim tersebut, klub harus lebih dulu mendaftar melalui platform FIFA Profesional Football Landscape.
FIFA disebut siap mendistribusikan anggaran senilai USD 209 juta atau setara Rp 3,2 triliun sebagai nilai kompensasi untuk klub yang melepas pemainnya selama Piala Dunia 2022 (20 November sampai 18 Desember).
Nominal tersebut sama seperti yang dikeluarkan FIFA untuk klub pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu FIFA mendistribusikan uang kompensasi kepada 416 klub dari 63 federasi sepak bola di seluruh dunia.
”Saya berharap semua pemain kami meraih kesuksesan di Piala Dunia tahun ini,” kata entrenador Blaugrana Xavi Hernandez. ”Yang tak kalah penting, mereka kembali dalam kondisi baik-baik saja,” imbuhnya.
Seiring kondisi keuangan klub yang masih minus, Presiden FC Barcelona Joan Laporta menyatakan bahwa klubnya tidak mendapatkan lampu hijau untuk aktif dalam bursa transfer musim dingin pada Januari 2023.
Artinya, kalau sampai pemain Barca pulang dari Piala Dunia dengan membawa cedera, hal itu bisa membikin pusing Xavi dalam meracik skuadnya. (*)
batampos – Pegadaian mengimbau masyarakat supaya waspada terkait emas batangan palsu atau Tungsten. Logam mulia atau emas batangan masih menjadi primadona investasi dari berbagai kalangan. Karenanya, emas batangan pun rentan dalam pemalsuan.
Ilustrasi: Emas batangan atau logam mulia. Foto diambil di Zurich, Swiss. F Arnd Wiegmann/Reuters
“Dibutuhkan ketelitian dan kebijakan masyarakat terkait Tungsten atau emas batangan palsu ini. Caranya bagaimana? Dalam membeli emas batangan, pilihlah toko atau tempat yang terpercaya dan sudah mempunyai sertifikasi keaslian dari emas batangan itu sendiri,” ujar Pimpinan PT Pegadaian Kanwil II Pekanbaru, Maryono dalam sesi diskusi Gathering KOMPAK Bersama Media di KTM Ressort, Sekupang, Jumat (18/11/2022).
Terkait Tungsten, Maryono menyebutkan, emas batangan palsu kini makin marak beredar. Sudah banyak masyarakat yang tertipu. “Maksud hati berinvestasi emas, beli karena harga lebih murah dari harga pasaran emas, eh malah akhirnya buntung karena emas yang dibeli ternyata palsu,” ungkap Maryono.
Emas batangan atau logam mulia memiliki unsur kimia Au dengan nomor atom 79. Kondisinya berwarna kuning mengkilap, logam transisi lembek, dan berat. Karena kemurniannya, emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya apabila terpapar. Tidak menyebabkan perubahan warna atau pun korosi.
Nah, bagaimana dengan Tungsten? Maryono menyebutkan, tungsten merupakan logam metal dengan unsur kimia W dengan nomor atom 74. Bahan ini berat massanya mirip dengan logam mulia dan harganya cukup murah. “Tungsten sering dijadikan bahan untuk membuat lampu. Tingkat leburnya tinggi sama seperti emas. Makanya dibutuhkan ketelitian sebelum membeli logam mulia,” ujar Maryono.
Lantas bagaimana cara membedakan emas batangan asli dan palsu? “Cara sederhana yakni dengan menempatkan magnet. Kalau batangan itu bereaksi ke magnet, berarti itu palsu. Emas batangan palsu mempunyai daya tarik kuat atas magnet, sedangkan emas tidak bereaksi atas magnet. Itulah mengapa disebut logam mulia,” jelas Maryono.
Ada lagi cara lainnya, yakni dengan menggunakan kompas dengan medan magnet jarum yang bebas bergerak. “Jika jarum kompas mengarah ke batangan yang mengandung unsur logam tinggi bersifat ferromagnetik, maka dipastikan emas itu adalah palsu,” ujar Maryono.
“Inilah yang selalu Pegadaian imbau kepada masyarakat, supaya waspada jika ingin berinvestasi emas batangan. Jangan sampai tertipu, lakukan cek secara teliti terlebih dahulu,” tambahnya.
Pegadaian, kata Maryono saat ini melayani masyarakat dalam beragam produk terkait emas. Salah satu diantaranya yakni Tabungan Emas Pegadaian. Produk ini memungkinkan nasabah berinvestasi emas atay logam mulia dengan biaya minim, yang bisa ditambahkan sesuai kemampuan seperti halnya kemudahan menabung untuk menambah saldo di bank.
“Investasi emas ini, kami membantu masyarakat untuk mendapatkannya secara mudah, murah, aman, dan sertifikasi emas terpercaya,” tutup Maryono. (*)
batampos – Pelaku pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang ditangkap Satpolair Polresta Barelang mengaku sudah 2 kali melakukan pengiriman. Untuk sekali berangkat ke Malaysia, korban diminta bayaran antara Rp 3,5-5 juta.
“Sudah 2 kali. Bayarannya gak saya tentukam, tergantung kemampuan mereka (korban),” ujar salah seorang tersangka, Mahyudin.
Mahyudin mengaku untuk mempekerjakan korban, ia bekerja sama dengan penyalur yang berada di Malaysia.
“Ada teman di sana (Malaysia). Dia yang ngurus,” kata warga Tanjung Sengkuang, Batuampar ini.
Ia menjelaskan untuk merekrut korban, ia juga bekerja sama dengan rekannya di Sulawesi Tenggara. Kemudian korban didatangi melalui bandara dan ditampung di kediamannya.
“Saya berasal dari sana (Sultra). Jadi banyak teman di sana,” ungkapnya.
Sementara dari pengakuan tekong, Agil, ia diminta Mahyudin untuk mengangkut korban menuju Kukup, Johor Baru, Malaysia. “Bayarannya tergantung banyak penumpang. Bisa 2 jutaan,” kata warga Pulau Kasu, Belakang Padang ini.
Ia mengaku sengaja memodifikasi kapal yang digunakan dengan mesin 200 PK. Modifikasi tersebut agar kapal tak terkejar oleh petugas.
Sebelumnya, Satpolair Polresta Barelang kembali menggagalkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Kali ini, polisi menangkap 3 orang tersangka dengan 3 orang korban di Perairan Tanjung Sengkuang, Minggu (13/11) sekitar pukul 00.15 WIB.
Pelaku terdiri dari perekrut, Mahyudin, 30, tekong, Agil, 26 dan Wima Andani, 23, warga Pulau Kasu, Belakang Padang. Serta 3 korban yang berasal dari Sulawesi Tenggara. (*)