batampos- Warga Kecamatan Bukit Bestari resah dengan tumpukan sampah rumah tangga di Jalan Aisyah Sulaiman, Kilometer (Km) 8 yang dibiarkan menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
Pantauan Batam Pos, setidaknya terdapat dua tumpukan sampah di sepanjang jalan itu sementara bak sampah tidak tersedia.
Salah seorang warga, Bukit Bestari, Nurgraha (30) mengaku tumpukan itu sudah berlangsung cukup lama namun tidak kunjung dibersihkan dan pemerintah juga tidak menyediakan bak sampah tempat penampungnya.
“Udah lama juga kayaknya, berapa lamanya saya tidak tau persis, cuma di sini tidak ada tempat sampah,” kata Nugraha di lokasi, Jumat (11/11).
Menurutnya pemerintah juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena di lokasi itu tidak disediakan tempat sampah sementara warga masih membuang sampah di tempat itu, akhirnya mengotori lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Solusinya mungkin bisa disediakan tempat sampah agar sampah-sampah ini tidak berserakan,” ujarnya.
BACA JUGA: Momen Hari Pahlawan, Bank Sampah Pensosmas Tanjunguban Selatan Bagikan Bibit Cabai dan Pupuk Organik
Warga lain, Sandi (22) menyebutkan tumpukan sampah itu tidak hanya sampah rumah tangga, akan tetapi juga ada bekas puing-puing bangunan yang ditumpuk warga, sehingga mengundang warga lain itu membuang sampah di sana.
“Kalau gak ada yang memulai membuang sampah di sini mungkin gak seperti ini,” ucap Sandi.

Sementara Itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang, Riono mengakui sepanjang jalan itu memang ada sampah yang dibuang sembarangan oleh warga, padahal memang sudah sering dilarang dan diimbau.
“Iya saya sudah tahu disepanjang jalan itu sampai arah Kijang banyak titik sampah liar. Bak sampah di seputar itu diletakkan dekat jembatan,” kata Riono saat dikonfirmasi Batam Pos.
Untuk pengadaan bak sampah akan dicek kembali, kata Riono di tempat tersebut memang prioritas namun masalah tempat peletakan bak sampah masih harus koordinasi dengan lurah dan camat.
“Karena banyak masyarakat yang menolak bak sampah diletakkan di sana karena bau dan banyak lalat,” tambahnya. (*)
Reporter : Peri Irawan









