batampos- Alokasi anggaran 2 persen dari APBD Perubahan 2022 sebesar Rp3,6 miliar tidak hanya diperuntukkan untuk bantuan langsung tunai (BLT). Tapi, juga untuk diberikan kepada tenaga honorer insentif yang ada di Pemerintah Kabupaten Karimun.
”Memang, dalam rangka untuk mendukung program penanganan dampak inflasi akibat dari perubahan harga BBM Pemerintah Kabupaten Karimun juga sudah mengalokasikan anggaran untuk tenaga honorer insentif,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Karimun, Ruffindy Alamsjah, Kamis (10/11).
Saat ini, tambahnya, sedang dilakukan pembuatan juknis. Khususnya, mengenai payung hukum sebagai dasar untuk penyalurannya. Kemudian, sudah diagendakan juga untuk rapat pada Senin (14/11) mendatang dengan OPD terkait. Seperti BKPSDM.
”Ujtuk itu, berapa jumlah sasaran honorer insentif yang akan menerima bantuan upah ini belum bisa diketahui. Karena, data tenaga honorer insentif itu adanya di BKPSDM. Dan, juga ada di Dinas Kesehatan serta di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun. Sedangkan, untuk honorer kontrak yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan tidak lagi diberikan. Karena, sudah menerima BSU dari pusat,” jelasnya.
Dikatakan Ruffindy, untuk besaran bantuan upah yang akan diberikan kepada honorer insentif diperkirakan sebesar Rp300 ribu. Dan bantuan ini sifatnya hanya untuk satu kali saja. Mudah-mudahan, jika juknis sudah selesai dan data penerima bantuan upah dari honorer insentif sudah ada, maka akan langsung dilaksanakan penyalurannya. Dan penyaluran akan dilakukan langsung ke rekening penerima.
Sesuai berita di Batam Pos, sesuai ketentuan dari pusat Pemerintahan Kabupaten Karimun melalui APBD Perubahan 2022 telah mengalokasikan 2 persen atau Rp3,6 miliar untuk mengatasi dampak inflasi akibat dari kenaikan BBM.
Dari Rp3,6 miliar tersebut rencananya akan disalurkan dalam bentuk BLT sebesar Rp2,1 miliar yang akan disalurkan dalam bulan ini. Kemudian, operasi pasar dengan anggaran Rp500 juta sudah dilaksanakan dua bulan lalu. Dan, untuk bantuan upah honorer insentif nilainya diperkirakan Rp936 juta. (*)
KNKT menyelesaikan investigasi penyebab kecelakaan pesawat Boeing tipe 737-500. (Sugih Mulyono/JawaPos)
batampos – Tepat pada 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 rute penerbangan Bandara Soekarno Hatta-Bandara Supadio mengalami kecelakaan fatal di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Semua awak kabin dan penumpang di pesawat tujuan Pontianak, Kalimantan Barat, itu meninggal dunia.
Setelah setahun lebih berlalu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya menyelesaikan investigasi penyebab kecelakaan pesawat Boeing tipe 737-500 tersebut. Dalam investigasi itu, KNTK turut melibatkan berbagai pihak. Termasuk di antaranya yakni Amerika Serikat selaku negara pembuat pesawat. Kemudian, dibantu Inggris, dan Singapura.
Ketua Sub Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Capt. Nurcahyo Utomo mengungkapkan, berdasar hasil investasi yang dilakukan, kecelakaan pesawat Sriwijaya Air 182 terjadi karena beberapa faktor yang berkontribusi menjadi penyebab. Pertama, tahap perbaikan sistem autothrottle yang dilakukan pada pesawat tersebut belum mencapai bagian mekanikal.
”Beberapa hari sebelumnya sudah dikeluhkan ada masalah pada pesawat dan beberapa komponennya sudah diganti. Kita periksa komponennya, kondisinya bagus. Jadi ada bagian yang belum diperiksa, yakni bagian mekanikelnya,” jelas Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Jakarta, Kamis (10/11).
Kedua, thrust lever (tuas pengemudi) kanan tidak mundur sesuai permintaan otopilot karena hambatan pada sistem mekanikal. Sehingga thrust lever kiri mengkompensasi dengan terus bergerak mundur hingga akhirnya terjadi asymmetry.
Menurut dia, saat thrust lever berkurang, tenaga mesin juga akan berkurang. ”Seharusnya thrust lever dua-duanya itu mundur, tapi yang kanan tidak bergerak sama sekali. Jadi, ini masalahnya bukan di mesin, tetapi lebih kepada pengatur tenaga. Yaitu thurst lever sebelah kanan dan itu terjadi karena masalah di bagian mekanikalnya,” jelas Nurcahyo Utomo.
Ketiga, keterlambatan cruise thrust split monitor (CTPM) untuk menonaktifkan autothrottle pada saat asymmetry disebabkan fligt spoiler memberikan nilai yang lebih rendah. Sehingga berakibat pada asymmetry yang semakin besar.
”Jika CTPM-nya berfungsi benar, tepat waktu mungkin autothrottle-nya akan berhenti pada saat perbedaan asymmetry-nya belum terlalu besar. Sehingga mungkin pesawatnya masih bisa di-recover,” terang Nurcahyo Utomo.
Keempat, complacency (kepercayaan) pada sistem otomatis dan confirmation bias juga dimungkinkan telah berakibat kurangnya monitoring oleh pilot terhadap instrumen dan keadaan lain yang terjadi. Sehingga tidak disadari adanya asymmetry dan penyimpangan arah penerbangan.
”Tapi, kalau pilotnya monitor, pilotnya tahu kalau pesawatnya sudah miring tidak sesuai dengan sistem otomatis mungkin dapat segera diatasi,” ujar Nurcahyo Utomo.
Kelima, pesawat berbelok ke kiri dari yang seharusnya ke kanan, sementara pada kemudi miring ke kanan. Namun, kurangnya monitoring oleh pilot akibat adanya rasa kepercayaan dan confirmation bias pada sistem otomatis memungkinkan timbulnya asumsi pesawat berbelok ke kanan sesuai kemudi. Sehingga akhirnya tindakan pemulihan tidak sesuai.
Kemudian, terakhir belum adanya aturan dan panduan tentang upset prevention dan recovery training (UPRT). Hal itu memengaruhi proses pelatihan maskapai untuk menjamin kemampuan dan pengetahuan pilot dalam mencegah dan memulihkan kondisi upset secara efektif dan tepat waktu.
“Tapi, saat ini beberapa pihak sudah melakukan tindakan keselamatan. Termasuk Sriwijaya Air juga sudah membuat pelatihan UPRT bekerja sama dengan konsultan dari luar negeri,” terang Nurcahyo Utomo.
Atas investigasi tersebut, ditambahkan Nurcahyo, KTNK menilai tindakan keselamatan yang dilakukan beberapa pihak sudah sesuai dan dapat meningkatkan keselamatan. Namun, masih ada beberapa isu keselamatan yang perlu ditindaklanjuti. Karena itu, pihaknya memberikan beberapa rekomendasi keselamatan kepada Sriwijaya Air. Di antaranya untuk meningkatkan pelaporan bahaya atau hazard kepada seluruh pegawainya.
”Sriwijaya Air sudah memiliki sistem pelaporan, namun data yang kita peroleh ternyata sebagian besar pelapor bahaya ini masih dari sekuriti dan ground handling, sementara karyawan yang lain seperti pilot, pramugari, teknisi, dan lain-lain ini masih sangat sedikit laporannya. Sehingga kami minta untuk ditingkatkan,” ucap Nurcahyo Utomo. (*)
batampos-Butuh ketenangan ekstra orang tua untuk menangani anak dengan tantrum atau ledakan emosi akibat masalah emosional.
“Langkah pertama sadari emosi anak apa. Oh dia marah, dia mulai teriak-teriak, mulai guling-guling. Lalu langkah selanjutnya orang tua juga harus menyadari diri sendiri. Kalau ternyata emosi kita terpancing, penting ambil sedikit waktu untuk menenangkan diri,” kata Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana, Rabu (9/11).
Sambil mencoba menenangkan diri, orang tua bisa memindahkan posisi anak yang tantrum ke tempat yang lebih aman.
Vera mencontohkan jika situasinya anak tantrum di tempat terbuka dan ramai dengan orang, maka orang tua bisa membawa anak ke tempat yang lebih sepi sehingga ledakan emosi yang dialami anak tersebut tidak mengganggu orang lain.
Setelah anak mulai tenang, orang tua yang sudah tenang dan netral secara emosi bisa mulai membantu anak untuk memahami emosi yang dirasakan.
“Ini langkah yang penting agar tantrumnya berkurang. Jelaskan pada anak emosi yang dirasakannya dengan kata-kata. Misal ketika anak teriak-teriak karena mainannya tidak dibelikan, orang tua bisa menjelaskan emosi yang dialami anak itu disebut dengan marah,” ujar Vera.
Ketika anak bisa mengetahui jenis emosinya, orang tua bisa melanjutkan langkah berikutnya dengan memberitahu bahwa emosi tersebut ada dan orang tua bisa memahaminya.
Sebagai langkah terakhir orang tua juga bisa memandu anak untuk menyalurkan emosi itu dengan cara yang tepat.
Misalnya ketika anak marah karena keinginannya tidak terpenuhi, ia bisa memberitahu pada ibunya dengan berbicara seperti biasa “Saya sedang marah”.
Cara itu akan membantu anak menjadi terbiasa menyampaikan emosinya tanpa perlu melakukan hal tidak menyenangkan seperti melempar barang atau berteriak-teriak.
“Langkah-langkah ini perlu dilakukan berulang kali. Dengan begitu lambat laun anak pun bisa menemukan cara untuk mengekspresikan emosinya dengan lebih baik tanpa perlu mengalami tantrum,” tutup Vera. (*)
ILUSTRASI. Pasien tifus boleh makan selain bubur. Asalkan dengan catatan, makanan bisa diberikan dalam komposisi yang biasa tetapi jangan asam atau pedas. (Good House Keeping)
batampos– Jika sakit, kita sering mengkonsumsi bubur sebagai bahan makanan. Ketika sakit tifus, seseorang juga dianjurkan menyantap makanan yang lunak seperti bubur. Selain bubur, bolehkah pasien tifus makan makanan lain?
Ahli Spesialis Penyakit Dalam Universitas Indonesia Prof Zubairi Djoerban mengatakan, pasien tifus boleh makan selain bubur. Asalkan dengan catatan, makanan bisa diberikan dalam komposisi yang biasa tetapi jangan asam atau pedas.
“Hanya jangan yang merangsang (pedas atau asam) atau terlalu keras seperti kacang,” kata Prof Zubairi dalam kicauannya yang sudah dikonfirmasi, Rabu (9/11).
Selain bubur, boleh diberikan nasi yang agak lembek. Buah pun tetap dapat diberikan asal tidak asam dan mudah dicerna, misalnya pepaya atau pisang.
“Jika asupan nutrisinya tidak baik, justru akan memperlama proses penyembuhan,” katanya.
Menurut Prof Zubairi, kuman tifus memang dapat bertahan pada 1-5 persen orang yang terinfeksi. Pembawa kuman tersebut tidak mengalami gejala apa pun namun jika diperiksa tinjanya ternyata mengandung kuman S. typhi.
“Seseorang disebut pembawa kuman tifus bila dalam tinjanya ditemukan kuman S. typhi setelah lebih dari 12 bulan diketahui terinfeksi. Namun, beberapa antibiotik dilaporkan sudah dapat memusnahkan kuman dari seorang pembawa (carrier) ini,” jelasnya. (*)
PERAWATAN MUDAH: Gabrielle Krissta merawat Melaleuca Leucadendra di halaman rumahnya. Tanaman ini bisa ditaruh di ruang tamu atau kamar untuk pengusir nyamuk. (ALLEX QOMARULLAH/JAWA POS)
batampos-Pohon kayu putih dikenal bisa menghilangkan nyamuk secara alami. Sebab, pada daunnya terdapat kandungan aroma yang tak disukai nyamuk. Perawatannya pun cukup mudah dan jarang terkena penyakit.
Melaleuca leucadendra melengkapi ragam tanaman di rumah Gabriella Krissta, penghobi tanaman asal Surabaya. Banyak tamu yang baru mengetahui wujud asli dari pohon penghasil minyak kayu putih tersebut. Tanaman itu sangat direkomendasikan untuk dipelihara. Terutama saat musim hujan tiba.
Perempuan yang akrab disapa Ica itu memiliki satu pohon berukuran sedang dengan tinggi sekitar 1 meter. Pohon itu diletakkan di pekarangan rumahnya. Bagi dia, memelihara Melaleuca leucadendra memiliki beragam manfaat. Salah satunya, mengusir nyamuk di sekitar area.
Sebab, daunnya memiliki kandungan aroma yang cukup kuat dan tak disukai nyamuk. Penggunaannya pun cukup mudah karena hanya perlu meletakkan tanaman itu di tempat yang diinginkan. Kawanan nyamuk itu akan terusir dengan sendirinya dan ampuh selama tiga hingga lima jam. “Dulu, di pekarangan itu banyak (pohon kayu putih, Red),” ucapnya.
Tanaman itu juga bisa diletakkan di dalam ruangan. Akan lebih baik jika ukuran pohon yang dipilih menyesuaikan kebutuhan. Ketika ditempatkan di kamar, pilih pohon berukuran kecil dengan pot estetis. Selain sebagai aromaterapi, tanaman tersebut berfungsi mempercantik ruangan.
Ada cara khusus jika aroma kurang semerbak. Yakni, petik beberapa daun, kemudian hancurkan dengan tangan dan taruh dalam mangkuk. Hasilnya, aroma kandungan minyak dari daun semakin mudah menyebar. Bahkan, tak dibutuhkan bahan tambahan lain. ’’Kalau dicampur air, baunya bisa beda. Karena ini kan masih bentuk asli, belum jadi minyak,’’ terang dia.
Perempuan 29 tahun itu lebih memilih menggunakan tanaman kayu putih daripada lotion antinyamuk. Sebab, ada sejumlah efek samping dari lotion bagi kulit seperti alergi ataupun iritasi, apalagi jika dipakai dalam jangka waktu lama. ’’Kan lotion langsung nempel di kulit dan ada kandungan kimianya,’’ ucapnya.
Memang, banyak jenis tanaman yang diyakini mampu mengusir nyamuk. Sebagaimana lavender, rosemary, dan peppermint. Namun, pohon kayu putih dipilih Ica karena lebih bandel serta tak memerlukan perawatan ekstra dan rumit. Jika dibandingkan lavender yang harus berada di tempat teduh dengan suhu yang dingin. ’’Di Surabaya ini kan suhunya bisa dibilang panas. Makanya, tidak cocok dan harus memilih mana yang sekiranya sesuai,’’ kata dia.
Ketika ingin meletakkan Melaleuca leucadendra di dalam ruangan, jangan lupakan pencahayaan. Sebab, tanaman tersebut membutuhkan sinar matahari. Caranya, setiap pagi hingga siang, tanaman dapat dijemur di bawah terik matahari tanpa ada intensitas tertentu. Jangan khawatir daun tanaman akan rusak.
Sepengalaman Ica, pohon kayu putih harus mendapatkan air yang berkecukupan. Hal itu sebanding dengan tingginya tingkat intensitas cahaya yang diterima. Pohon itu dapat disiram sekali setiap hari. Terkait pemupukan, bisa dilakukan sebulan sekali menggunakan pupuk NPK. “Kalau sudah kena hujan, tidak perlu disiram lagi,” jelas dia.
Meski terkenal bandel, tanaman itu bisa terkena hama atau penyakit. Yang sering menjangkiti biasanya adalah hama putih dan ulat. Cara pencegahannya pun mudah, yakni campurkan satu sendok teh fungisida dengan 1 liter air. Lalu, semprotkan satu bulan sekali, menyeluruh di bagian daun hingga batang.
Pohon kayu putih memiliki harga yang bervariasi. Ukuran 1 meter berkisar Rp 100 ribu dan ukuran kecil Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Tanaman itu dinilainya cocok untuk dipelihara, terutama saat musim hujan tiba. (*)
batampos- Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) secara resmi mengeluarkan keputusan tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kota Batam dengan SK Nomor 0002052.AH.01.08. Keputusan tersebut diterbitkan Kamis, 10 November 2022 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Di mana akte Notarisnya terbit pada 28 Oktober 2022.
Udin P Sihaloho
Ketua IKABSU Kota Batam Udin Sihaloho mengaku bersyukur dengan terbitnya SK tersebut. Artinya polemik mengenai IKABSU Kota Batam sudah secara otomatis berakhir. “Ya kita bersyukur legalitas IKABSU ini sudah selesai. Semua dokumen sudah ada di tangan kita,” katanya.
Dengan terbitnya SK Kemenkumhan tersebut maka dipastikan dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan pengurus. “Ada yang bertanya-tanya kenapa pelantikan tak kunjung digelar paska Mubes tempo hari. Alasannya, kita menunggu semua legalitasnya. Nah mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini sudah akan ada pelantikan,” ujarnya.
Anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, dengan SK Kemenkumhan tersebut sekaligus membantahkan adanya sejumlah orang yang mengaku pengurus IKABSU dan melakukan Mubes-mubesan. “Padahal nyata bahwa Mubes yang dilakukan tersebut tidak sesuai dengan AD/ART IKABSU,” katanya.
Udin berharap dukungan dari semua pihak untuk membesarkan IKABSU yang bisa menjadi wadah untuk masyarakat atau warga yang berasal dari daerah Sumatera utara. “Kami mohon dukungan dari semua pihak agar organisasi ini bisa lebih maju dan bermanfaat untuk banyak orang,” tutupnya.
Dalam kutipan SK tersebut dilampirkan pengurus IKABSU yang diakui Kemenkumham yakni : Udin P Sihaloho (Ketua), Mulyadi Nasution (Sekretaris), Rony Putra Yeremia (Bendahara), Syamsul Bahri Nasution (Ketua Dewan Pengawas), Sahat Sianturi (Anggota), Fisman Faatulo Gea (Anggota).(*)
RA, pelaku penikaman diamankan di Mapolsek Bengkong. F.Rio untuk Batam Pos
batampos – Jajaran Polsek Bengkong menangkap RA, warga Baloi Kolam, Batam Kota, Rabu (9/11) dini hari. Pria 19 tahun ini diamankan usai menikam D, 19, di kawasan Cahaya Garden, Bengkong.
Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Rio Ardian mengatakan penikaman tersebut dipicu rasa kesal pelaku terhadap korban. Saat itu, korban mendatangi kosan pacar pelaku untuk menagih hutang sebesar Rp 350 ribu.
“Jadi korban ini merupakan mantan dari pacarnya pelaku. Waktu itu korban mendatangi kosan mantan pacarnya itu untuk menagih hutang sambil memarahinya,” kata Rio.
Rio menjelaskan kedatangan korban ke kosan tersebut diketahui oleh pelaku. Kemudian pelaku mendatangi korban dan menikamnya di bagian leher kiri menggunakan gunting.
“Pelaku tak terima kalau pacarnya dimarahi korban. Dia ingin membela,” kata Rio.
Rio menambahkan usai menikam korban, pelaku bersembunyi di Jalan Golden City Jaya, Bengkong Laut. Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti gunting.
“Pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam. Untuk korban mengalami luka di leher dan sudah ditangani pihak rumah sakit,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal dijerat pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan berat dengan ancaman 5 tahun kurungan penjara. (*)
Penyerahan bantuan ke pelaku usaha mikro oleh petugas dari Dinsos Kepri
batampos- Pemprov Kepri lewat Dinsos Kepri membantu pelaku usaha mikro di Batam untuk tahun ini. Kali ini difasilitasi Ir. Wirya Putra Sar Silalahi, anggota DPRD Provinsi Kepri, dari partai Nasdem, 40 keluarga pelaku usaha mikro dari berbagai penjuru Batam mendapat bantuan.
”Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan para pelaku usaha ini. Semoga kedepan usaha mereka tambah sukses,” ujar Wirya saat penyerahan bantuan di di Fasum Aku Tahu Center, Sungai Panas.
Menurut Wirya, bantuan yang diberikan Dinsos Kepri ke pelaku usaha mikro berupa Kompos Gas 2 Tungku, Oven Kompor, Blender, Meja masak, Mixer Pengaduk Kue. (*)
Sejumlah atlet, pelatih hingga official yang tergabung dalam kontingen silat Bintan setelah menyelesaikan semua pertandingan di Porprov Kepri 2022, Kamis (10/11). F.Kiriman Indra
batampos- Pesilat Bintan berhasil mengondol 12 medali yakni 5 medali emas, 3 medali perak dan 4 medali perunggu dalam pekan olahraga provinsi (Porprov) Kepri V tahun 2022 di Kabupaten Bintan.
Perolehan medali ini menempatkan Bintan dalam cabang olahraga (cabor) silat di urutan kedua setelah Batam.
Kontingen silat Batam berhasil keluar sebagai juara umum dengan mendulang 11 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu.
Sedangkan urutan ketiga ditempati kontingen Lingga dengan perolehan 2 medali emas, 4 medali perak dan 9 medali perunggu.
Menyusul kontingen Tanjungpinang di urutan keempat, kelima kontingen Karimun, keenam kontingen Natuna dan ketujuh kontingen Anambas.
Manajer kontingen silat Bintan, Syamsualang mengatakan, ini merupakan kemajuan yang luar biasa dari pesilat Bintan.
Pada Porprov sebelumnya, koordinator cabor pencak silat Porprov Kepri ini mengatakan, pesilat Bintan hanya menyumbangkan 2 medali emas, namun kini pesilat Bintan berhasil mengondil 5 medali emas.
“Pesilat Bintan sudah lebih baik dari sebelumnya,” kata dia.
Dia mengharapkan, prestasi yang sudah diraih pesilat Bintan dapat terus dipertahankan dan di Porprov yang akan datang, kontingen silat Bintan dapat lebih banyak membawa pulang medali emas. (*)
(Kiri ke kanan) Mantan Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Politisi senior Golkar Akbar Tandjung dan Wakil Ketua MPR Sjarifudin Hasan mendapatkan Bintang Tanda Jasa dari Pemerintah Jepang di Tokyo, Rabu (9/11). (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)
batampos – Syarief Hasan, Akbar Tanjung, Ignasius Jonan dan Karyadi Halim , empat tokoh Indonesia mendapatkan anugerah Bintang Jasa untuk Musim Gugur Tahun 4 Reiwa/Tahun 2022 The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star dari Pemerintah Jepang atas jasa-jasa mereka dalam memperkokoh hubungan antara Jepang dan Indonesia.
“Hari ini Pemerintah Jepang memberikan anugerah kepada beberapa tokoh dari berbagai negara dan dari Indonesia ada tiga yang langsung menerima ke Tokyo dan ada satu orang yang diserahkan di Jakarta,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi dalam konferensi pers di Tokyo, Rabu.
Keempat tokoh tersebut adalah Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan, mantan Ketua DPR RI yang juga politisi senior Partai Golkar Akbar Tanjung, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan serta Wakil Ketua Badan Pengurus Perkumpulan Jepang Jawa Timur / Wakil Ketua Pembina Yayasan Pemeliharaan Sekolah Jepang Surabaya Joshie Karyadi Halim.
Akbar Tandjung mengatakan penghargaan tersebut menggambarkan hubungan begitu baik dengan Jepang.
“Kita jaga, pelihara, kembangkan ke depan dalam rangka erat hubungan kita di masa yg akan datang,” katanya.
Akbar Tandjung mendapatkan Bintang Tanda Jasa Grand Cordon of the Order of the Rising Sun karena telah berkontribusi bagi peningkatan hubungan dan persahabatan antara Jepang dan Indonesia
Akbar Tandjung menjabat sebagai anggota DPR-RI dan berbagai menteri kabinet, sehingga sejak 1999 hingga 2004, menjabat sebagai Ketua DPR-RI.
Selama perjalanan politiknya di sentra arena politik Indonesia, ia dinilai telah meningkatkan pertukaran di bidang politik di tingkat tinggi antara kedua negara melalui interaksi aktif dengan para pemimpin Jepang, dan khususnya memberi andil besar dalam melancarkan kerja sama serta mendorong saling pengertian antara kedua negara pada masa pascakrisis keuangan Asia.
Selain itu, dia berkontribusi dalam meningkatkan pertukaran pemuda melalui penyelenggaraan program pertukaran pemuda dan dorongan terhadap pertukaran olahraga dengan bantuan peralatan judo dari Jepang untuk Indonesia.
Selanjutnya, Sjarifuddin Hasan memperoleh Bintang Tanda Jasa: The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star karena berkontribusi bagi peningkatan hubungan antara Jepang dan Indonesia di bidang politik dan ekonomi.
Sjarifuddin Hasan telah memberikan kontribusi pada peningkatan hubungan Jepang-Indonesia, terutama saat menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sejak 2009 hingga 2014 dan sebagai anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Indonesia – Jepang sejak 2015.
Selain itu, saat menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dengan memanfaatkan pengalamannya di Jepang, dia dinilai telah berupaya untuk memperlancar pelaksanaan pelatihan tenaga kerja bagi warga Indonesia di Jepang.
“Penghargaan ini sangat luar biasa. Banyak yang harus kita pelajari. Kita berharap dapat melanjutkan kerja sama dengan Jepang terutama bidang politik dan ekonomi,” kata Sjarifuddin.
Sementara itu, Ignasius Jonan dianugerahi Bintang Tanda Jasa: The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star atas kontribusinya bagi peningkatan hubungan Jepang-Indonesia di bidang energi dan sumber daya mineral serta bidang transportasi
Ignasius Jonan menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia pada 2009 dan mengupayakan peningkatan impor kereta api bekas dari Jepang.
Selain itu, pada saat menjadi Menteri Perhubungan, Jonan memilih Patimban menjadi pelabuhan baru dengan bermitra bersama Jepang dalam pengembangan pelabuhan baru dan menetapkan dasar kebijakan agar pelabuhan tersebut dikelola dalam bentuk manajemen patungan Jepang-Indonesia.
Sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jonan telah melakukan diskusi yang intens dengan pihak Jepang sehubungan dengan revisi rencana pengembangan Blok Masela yang mengarah ke keberhasilan proyek tersebut.
Kemudian, Joshie Karyadi Halim yang mendapatkan Bintang Tanda Jasa: The Order of the Rising Sun, Silver Rays karena berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan komunitas Jepang di Indonesia serta persahabatan antara Jepang dan Indonesia sebagai Wakil Ketua Badan Pengurus East Jawa Japan Club (EJJC). (*)