Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (sedang menunjuk,red) saat meninjau landing point pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) di Batam, Kamis (18/3/2021) lalu. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
batampos – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan bahwa Jembatan Batam-Bintan (Babin) masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023 mendatang.
Pemerintah Provinsi Kepri pun terus berupaya menyelesaikan penyerahan sertifikat lahan yang dilalui jembatan ini ke Kementerian PU. Saat ini, tinggal lahan dari BP Batam yang belum rampung.
”Untuk lahan Jembatan Babin wilayah Batam, BP Batam masih dalam proses,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Jumat (5/11) lalu.
Baca Juga:
Ansar menyebutkan, ada delapan sertifikat besar yang sudah diserahkan Pemrov Kepri ke kementerian. Tinggal dua seritifikat lagi yang di bawah seribu meter.
”Delapan sertifikat itu sudah kita serahkan semua. Saya rasa kalau Pemprov sudah menyerahkan, pasti BP Batam juga segera menyerahkan,” katanya.
Semetara itu, perihal survei penyelidikan tanah (soil investigation) yang membutuhkan dana besar, yakni Rp 50 miliar, Ansar, mengatakan, Pemprov Kepri tidak menyanggupi karena anggaran terbatas.
Hal ini sudah disampaikan Ansar ke Kementerian PUPR. PUPR akhirnya menyanggupi menutupi anggaran sebesar Rp 50 miliar itu.
”Semoga pada Maret atau April 2023 sudah bisa dilakukan pelelangan untuk sisi dari Batam ke Tanjungsauh,” ujar Ansar.
Ia mengatakan. Tanjungsauh akan keluar juga Proyek Strategis Nasional (PSN)-nya dan pemerakarsanya juga sudah mulai mobilisasi alatnya untuk mulai bekerja di lokasi tersebut.
”Mudah-mudahan itu menambah kriteria percepatan Jembatan Babin,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan strategis ini memang sangat dibutuhkan Provinsi Kepri. Karena akan menghubungkan dua kawasan strategis, yakni Pulau Batam dan Pulau Bintan.
Baginya, dengan adanya Jembatan Babin akan memutus kesenjangan pembangunan antara Pulau Batam dan Pulau Bintan.
“Jembatan Babin akan menjadi semangat baru untuk Provinsi Kepri. Makanya, apa yang menjadi tugas Pemprov Kepri kita gesa. Selanjutnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” tutup gubernur.(*)
ILUSTRASI: Seleksi masuk PPPK. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
batampos – Sebanyak 127.186 guru honorer telah mengamankan posisinya. Mereka bakal diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2022.
Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani menjelaskan, mereka merupakan guru yang sudah lolos passing grade pada seleksi PPPK 2021. Pada seleksi tahun ini, para guru tersebut masuk dalam kategori prioritas I (P1) yang bakal didahulukan untuk mendapat formasi PPPK.
”Yang lolos passing grade 2021 ada 193 ribu. Yang 127 ribu ini diangkat karena sudah mendapatkan formasi,” tutur Nunuk dalam temu media di kantornya, Senin (7/10).
Sayangnya, 41.892 orang sisanya harus menelan pil pahit. Tahun ini, belum ada formasi yang dibuka oleh pemerintah daerah (pemda). Pada seleksi PPPK guru tahun ini, pemda hanya mengajukan 40,9 persen atau 319.618 formasi dari total kebutuhan guru sekitar 781 ribu. Jumlah ini turun dari tahun 2021, sebanyak 500 ribu formasi.
Menurut Nunuk, minimnya pengajuan formasi ini lantaran adanya misinterpretasi oleh pemda. Mereka mengira tak ada anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat untuk PPPK guru ini. Padahal, hal tersebut sudah dijabarkan secara jelas dalam surat edaran yang diberikan ke pemda mengenai rekrutmen PPPK guru.
Karenanya, lanjut dia, tahun depan, pihaknya mengusulkan agar penentuan formasi dan dana bisa ditentukan dari pusat. Sehingga, jumlah formasi yang dibuka bisa maksimal. ”Kita sudah mengevaluasi dua tahun ini. Pak Menteri akan cari solusi. Karena kita ingin semua guru bisa diangkat,” tegasnya.
Pada seleksi tahun ini sendiri, pihaknya pun tengah berupaya menyerap para guru yang belum mendapat formasi ini dengan skenario seleksi yang disiapkan. Yakni, seleksi penempatan bagi guru lolos passing grade seleksi PPPK 2021 atau P1. Lalu, jika masih ada formasi maka akan diberikan pada pelamar kategori prioritas II (P2) yakni pelamar yang terdata dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai eks Tenaga Honorer K-II (THK-II). Setelahnya, apabila masih tersisa formasi akan langsung diserahkan pada pelamar prioritas III (P3). Yang masuk kategori ini ialah guru non-ASN yang tidak termasuk dalam P1 di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan memiliki keaktifan mengajar minimal 3 tahun atau setara dengan 6 semester pada Dapodik. (*)
batampos – Job Fair atau bursa kerja yang ditaja Disnaker Pemko Batam hari ini, Selasa (8/11/2022) memasuki hari kedua. Pagi ini pendaftaran telah dibuka. Tidak nampak lagi desak-desakan seperti hari kemarin.
foto: Dalil Harahap / Batam Pos Suasana job fair hari kedua, ramai tapi tertib.
Suasana di SP Plaza, Batu Aji, bterlihat nampak tertib. Ramai juga yang datang tetapi tidak sampai berdesakan. Panitia telah memperbaiki sistemnya sehingga pelayanan bisa berjalan lebih baik. Reporter Batam Pos, Dalil Harahap melaporkan langsung dari lokasi. (*)
batampos-Pemprov Kepri melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri telah menyelesaikan tunggakan gaji bagi PTK Non ASN di lingkungan Pemprov Kepri. Pembayaran langsung dirapel.
Andi Agung
“Hari ini (kemarin,red) Disdik Provinsi Kepri sudah menyelesaikan tunggakan gaji bagi seluruh PTK Non ASN di lingkungan Disdik Provindi Kepri,” ujar Kepala Disdik Provinsi Kepri, Andi Agung Senin (7/11) di Tanjungpinang.
Dijelaskannya, gaji yang dibayarkan tersebut adalah untuk tunggakan bulan Agustus, September, dan Oktober 2022. Adapun besaran APBD Perubahan yang sudah ditransfer ke rekening masing-masing PTK Non ASN berjumlah Rp17 miliar.
“Dengan alokasi ini, sebanyak 2.953 orang PTK Non ASN di lingkungan Disdik Kepri sudah diselesaikan oleh Pemprov Kepri,” jelas Andi Agung.
Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, persoalan gaji PTK non ASN ini memang menjadi perhatian pihaknya. Karena menyangkut nasib hajat hidup orang banyak.
“Setelah kami evaluasi, yang menjadi penyebab masalah ini adalah perencanaan di Disdik Kepri yang bermasalah,” ujar Rudy Chua, kemarin di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.
Ditegaskannya, ini adalah murni keteledoran diinternal Disdik Provinsi Kepri. Karena kalau Disdik Provinsi Kepri memiliki data kongkrit PTK non ASN, kesalahan ini tidak terjadi.
“Ada ribuan PTK non ASN yang menggantungkan hidupnya dengan gaji. Tentu dengan tidak gajian tiga bulan, adalah kondisi yang memprihatinkan,” tegas politisi Partai Hanura tersebut.(*)
batampos – Kemarin (7/11) di Istana Negara, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh dari berbagai daerah. Penganugerahan ini dalam rangka Hari Pahlawan tahun 2022.
“Hari ini pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara,” kata Jokowi. Lima orang yang mendapatkan anugerah gelar pahlawan itu berdasar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TK/Tahun 2022. Acara penganugerahan tersebut dihadiri oleh para ahli waris dari para tokoh yang mewakili.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menegaskan gelar pahlawan nasional Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Soekarno. Jokowi mengatakan bahwa Bung Karno tidak pernah mengkhianati bangsa dan telah memenuhi syarat penganugerahan gelar kepahlawanan. Pada 1986 pemerintah telah menganugerahkan pahlawan proklamator. Lalu 2012 pemerintah telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Soekarno. “Artinya Soekarno telah dinyatakan memenuhi syarat setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara yang merupakan syarat penganugerahan gelar kepahlawanan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjelaskan, lima tokoh yang dinobatkan menjadi pahlawan nasional merupakan hasil godokan dari tim Kementerian Sosial (Kemensos). Di mana, anggotanya terdiri dari banyak pihak. Salah satunya, perguruan tinggi.
Awalnya, ada 15 yang menjadi usulan di awal. Namun, dalam penggodokannya diputuskan lima orang oleh tim kepangkatan dan gelar. ”Usulan itu ada yang sudah lama sekali. Kemudain saya kaji dan masih layak. Sudah lama, saya mugkin masih jadi apa gitu ya,” tuturnya.
Dalam pengkajian tersebut, Risma mengaku, harus mempelajari semua sejarah yang berkaitan dengan mereka yang diusulkan. Hingga akhirnya diputuskan bahwa nama-nama tersebut layak untuk diusulkan kembali. ”Hari ini beberapa yang sudah lama diusulkan kemudian bisa beliaunya dijadikan pahlawan. Kalau dilihat perjuangan beliau-beliau itu sangat luar biasa,” ungkap Mantan Walikota Surabaya tersebut.
Terkait 10 nama lainnya, Risma mengaku, bisa diusulkan kembali. Namun biasanya hal ini bergantung dari daerah asal sang tokoh. Karena usulan calon penerima gelar pahlawan nasional berasal dari mereka hingga kemudian digodok di Kemensos dan diusulkan kembali ke tim kepakaran dan gelar. ”Tapi kadang memang dokumennya gak lengkap, terus kita cari dokumennya bahkan ada yang cari ke museum segala dan lembaga arsip, gitu-gitu,” paparnya.
Pada kesempatan lain, Putra Soekarno Guntur Soekarnoputra mengucapkan terima kasih atas pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Negarga. Menurutrnya, hingga saat ini masih terjadi upaya memperkecil peranan dan kehadiran Bung Karno. “Saya rasa dengan adanya penegasan dari Bapak Presiden yang tadi, proses de-soekarnoisasi jilid dua ini bisa kita redam dan dapat kita lawan dengan lebih kuat,” ujar Guntur. (*)
Reporter: JP Group
Tokoh yang diberikan gelar pahlawan nasional ialah:
1. Almarhum Dr. dr. H. R. Soeharto dari Provinsi Jawa Tengah.
2. Almarhum KGPAA Paku Alam VIII dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
3. Almarhum dr. R. Rubini Natawisastra dari Provinsi Kalimantan Barat.
4. Almarhum H. Salahuddin bin Talabuddin dari Provinsi Maluku Utara, serta.
5. Almarhum K. H. Ahmad Sanusi dari Provinsi Jawa Barat.
Sumber : Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/TK/Tahun 2022 yang ditetapkan pada tanggal 3 November 2022.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (empat dari kanan) menerima secara simbolis bantuan truk sampah dari Pasar Modal Indonesia. Foto: Diskominfo Kota Batam
batampos – Pemko Batam mendapatkan bantuan satu unit truk sampah dari Pasar Modal Indonesia. Bantuan tersebut diterima langsung Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, Senin (7/11/2022).
Bantuan truk tersebut berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka 45 tahun Pasar Modal yang jatuh pada 10 Agustus lalu.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, dengan jumlah sekitar 1,3 juta jiwa penduduk produksi sampah di batam mencapai 850 ton per hari. Sedangkan truk-truk angkutan jauh dibawah jumlah ideal. Selain itu kondisinya rata-rata berusia di atas lima tahun.
“Kami sangat berterimakasih atas bantuan ini. 1,3 juta penduduk Kota Batam sudah tentu berkontribusi terhadap sampah. Ini tentu sangat bermanfaat sekali,” ujarnya..
Dia pun berterima kasih kepada Pasar Modal Indonesia yang memperhatikan Kota Batam. Menurutnya, sebagai salah satu tujuan wisata utama tanah air, masalah kebersihan tentu menjadi salah satu fokus utama.
Direktur KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) Umi Kalsum, menjelaskan, bantuan tersebut sebagai bentuk tanggungjawab sosial Pasar Modal. Terlebih jumlah pelaku usaha di Batam yang berinvestasi di pasar modal juga cukup tinggi.(*)
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (empat dari kanan) menerima secara simbolis bantuan truk sampah dari Pasar Modal Indonesia. Foto: Diskominfo Kota Batam
batampos – Pemko Batam mendapatkan bantuan satu unit truk sampah dari Pasar Modal Indonesia. Bantuan tersebut diterima langsung Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, Senin (7/11/2022).
Bantuan truk tersebut berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka 45 tahun Pasar Modal yang jatuh pada 10 Agustus lalu.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, dengan jumlah sekitar 1,3 juta jiwa penduduk produksi sampah di batam mencapai 850 ton per hari. Sedangkan truk-truk angkutan jauh dibawah jumlah ideal. Selain itu kondisinya rata-rata berusia di atas lima tahun.
“Kami sangat berterimakasih atas bantuan ini. 1,3 juta penduduk Kota Batam sudah tentu berkontribusi terhadap sampah. Ini tentu sangat bermanfaat sekali,” ujarnya..
Dia pun berterima kasih kepada Pasar Modal Indonesia yang memperhatikan Kota Batam. Menurutnya, sebagai salah satu tujuan wisata utama tanah air, masalah kebersihan tentu menjadi salah satu fokus utama.
Direktur KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) Umi Kalsum, menjelaskan, bantuan tersebut sebagai bentuk tanggungjawab sosial Pasar Modal. Terlebih jumlah pelaku usaha di Batam yang berinvestasi di pasar modal juga cukup tinggi.(*)
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022). Ketua majelis hakim memutuskan untuk menggabungkan tiga terdakwa, yakni Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf dalam satu sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memeriksa tiga terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir Polisi Yosua Hutabarat dalam persidangan Senin (7/11). Ketiganya adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E), Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. Bersama-sama mereka mendengarkan keterangan saksi yang diperiksa dalam sidang kemarin. Total ada lima orang saksi yang hadir.
Para saksi terdiri atas pengemudi ambulans bernama Ahmad Syahrul Ramadhan, dua orang petugas swab dari Smart Co Lab bernama Ishbah Aza Tilawah dan Nevi Afrilia, kemudian saksi dari PT Telekomunikasi Seluler bernama Bimantara Jayadiputro, dan saksi dari PT XL AXIATA bernama Viktor Kamang. Dalam sidang tersebut, majelis hakim menggali beberapa hal. Salah satunya terkait dengan proses pengambilan dan pemindahan jenazah Yosua.
Kepada majelis hakim yang dipimpin oleh Wahyu Iman Santosa, Ahmad sebagai sopir ambulans menjelaskan bahwa pada tanggal 8 Juli 2022 dirinya mendapat telepon dari call center kantornya, PT Bintang Medika. Telepon kali pertama berdering sekitar pukul tujuh malam. Tidak lama berselang, kantornya mengirimkan lokasi titik jemput atau titik ambil. Saat itu, dia belum mengetahui akan mengambil jenazah. Bahkan, dia belum tahu lokasi persis penjemputan tersebut.
Kejanggalan muncul saat mobil ambulans melintas di depan Rumah Sakit Siloam Duren Tiga. ”Ada orang tidak dikenal mengetok kaca mobil,” kata Ahmad. Orang tidak dikenal itu kemudian menjelaskan bahwa dia yang memesan ambulans. ”Langsung saya ikuti,” imbuhnya. Namun, saat hendak masuk Komplek Polri Duren Tiga, seorang petugas kepolisian yang dia sebut sebagai personel Provost menyetop laju ambulans yang dia kendarai.
Petugas itu lantas menanyai asal-usul serta tujuan Ahmad. Dia pun menjelaskan bahwa dirinya mendapat perintah untuk menjemput di titik sesuai lokasi yang dikirimkan oleh kantornya. ”Saya kasih lihat ke anggota (Provost), ke petugasnya. Lalu kata beliau ya sudah mas nanti lurus saja, ikuti nanti diarahkan. Minta tolong rotator ambulans dan sirine semuanya dimatikan,” beber Ahmad menirukan arahan petugas tersebut.
Perintah mematikan rotator dan sirine ambulans menjadi kejanggalan berikutnya. Hal itu sekaligus menegaskan keterangan beberapa orang yang berada di sekitar lokasi penembakan namun tidak mendengar suara ambulans ke luar dan masuk Komplek Polri Duren Tiga. Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan bahwa dirinya terus mengikuti arahan petugas yang tidak dia kenal dan tidak dia ingat namanya. Termasuk ketika dia diminta untuk menunggu di tempat kejadian perkara (TKP).
Sampai saat itu, Ahmad belum tahu yang akan dia bawa adalah jenazah. Dia masih mengira ada orang sakit yang butuh pertolongan. Namun, dia mengaku sempat kaget saat masuk ke dalam rumah. ”Karena ramai dan banyak juga kamera,” imbuhnya. Ahmad baru mengetahui yang akan dia bawa adalah jenazah setelah dipersilakan melakukan evakuasi. ”Saya langsung bilang yang sakit mana, Pak? Ikuti saja, mas lurus saja,” sambungnya.
Ahmad kemudian berjalan masuk melewati garis polisi, mendekati tangga. ”Di samping tangga itu saya terkejut ada satu jasad, Yang Mulia,” ujarnya. Seingat dia, jenazah tersebut berlumuran darah. Kemudian wajahnya masih tertutup masker berwarna hitam. Karena sudah tahu akan membawa jenazah, dia meminta izin mempersiapkan kantong jenazah. Kemudian meminta bantuan petugas di lokasi penembakan untuk mengangkat jenazah tersebut.
Kepada saksi, Hakim Wahyu pun bertanya. ”Luka apa yang saudara lihat?”. Pertanyaan tersebut dijawab tegas oleh Ahmad. ”Hanya luka tembak, Yang Mulia,” imbuhnya. ”Tahu dari mana kalau itu luka tembak?” Hakim Wahyu kembali bertanya. Ahmad pun menjelaskan dia mengetahui itu luka tembak lantaran tampak lubang di bagian dada sebelah kiri. Setelah jenazah masuk ambulans, Ahmad langsung tancap gas menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Usai sidang, penasihat hukum Bharada E, Ronny Talapessy kembali menyampaikan permintaan agar pemeriksaan saksi-saksi untuk kliennya dipisahkan dari terdakwa lain. Mengingat Bharada E merupakan justice collaborator yang sudah berstatus terlindung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). ”Kami (juga) tidak leluasa secara waktu untuk menggali keterangan saksi-saksi yang dihadirkan (karena sidang digabung dengan terdakwa lain),” ujarnya. Namun demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan majelis hakim yang masih perlu penggabungan terdakwa dalam pemeriksaan saksi. (*)
Ilustrasi. Pasangan pengantin yang mengikuti nikah massal di Kota Batam beberapa waktu lalu. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos
batampos – Acara nikah massal yang akan digelar Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Kepri pada 17 November mendatang banyak mendapat sambutan antusias calon peserta. Padahal, untuk menikah khususnya dalam agama Islam, calon pengantin bisa mengurusnya tanpa dipungut biaya atau gratis.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam, Zulkarnain, mengatakan, calon pengantin cukup melengkapi berkas dan bisa menikah di KUA secara gratis.
”Jika menikah di KUA pada saat jam kerja, gratis. Namun, jika di luar jam kerja, bayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Rp 600 ribu,” ujar Zulkarnain, Senin (7/11).
Uang yang dibayarkan tersebut, sambung dia, tidak diterima oleh penghulu. Namun, disetorkan ke kas negara melalui bank yang telah ditentukan.
Terkait antusias tinggi terhadap acara nikah massal, Zulkarnain menyebut itu hal lumrah dan sering terjadi di beberapa daerah lainnya.
Fenomena itu juga bukanlah hal yang baru atau aneh. Karena, biasanya di daerah lain, nikah massal berawal dari sponsor-sponsor yang mendanai pernikahan.
”Tidak masalah, jika selama itu sah dan legal,” kata Zulkarnain.
Ia mengatakan, nikah massal atau nikah perseorangan oleh satu pasangan, syaratnya pun sama. Semua pasangan wajib memenuhinya. Namun, Zulkarnain meminta masyarakat atau sponsor nikah massal, tidak memberikan uang ke penghulu.
”Jangan berikan uang, sebab penghulu sudah mendapatkan gaji, tunjangan dan transportasi dari negara,” ungkapnya.
Nikah massal di Batam, dalam waktu dekat akan diadakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri pada 17 November mendatang di kawasan Harbour Bay, Batuampar.
Kegiatan ini dinamakan Nikah Massal Batam Samawa. Acara ini disambut antusias. Dari data yang tercatat, sudah ada 500 pasangan yang mendaftar. Sementara lokasi nikah massal ini nantinya hanya dapat menampung 50 pasangan.(*)
batampos– Atlet biliar Kabupaten Bintan, Andri alias Weisun dan Albert Januarta kembali menambah koleksi medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Kepri) Ke-V tahun 2022 yang diselenggarakan di Orient Billiar Centre (OBC) Poll di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.
Perolehan medali emas dari cabang olahraga (cabor) biliar hingga Senin (7/11) siang sudah 4 medali emas.
Hal ini dibenarkan panitia pertandingan biliar di Porprov Kepri tahun 2022, Syarif.
“Sampai saat ini Bintan sudah 4 medali emas,” kata dia.
Dia mengatakan, Bintan berkemungkinan menambah koleksi satu medali emas lagi sehingga menjadi lima medali emas.
Soalnya, hingga Senin (7/11) sore masih berlangsung pertandingan final untuk kategori 10 dobel antara atlet asal Kabupaten Bintan melawan Kabupaten Bintan.
“Kemungkinan tambah 1 emas lagi dan 1 perak, karena atlet Bintan melawan Bintan,” kata dia.
Atlet billiar Bintan, Andri mengatakan, cabor billiar berusaha menyumbangkan 5 medali emas untuk Kabupaten Bintan di Porprov Kepri Ke-V tahun 2022.
Andri yang mewakili Indonesia di ajang Sea Games tahun 2019 di Filipina ini mengatakan, akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Bintan.
Ke depan, Andri berharap bisa lolos di pekan olahraga wilayah (porwil) untuk selanjutnya melaju ke PON.
Atlet biliar Bintan, Andri disaksikan pebiliar, Albert membidik salah satu bola biliar saat pertandingan biliar di ajang Porprov Kepri tahun 2022 yang diselenggarakan di Orient Billiar Centre (OBC) Poll di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (7/11). F.Slamet Nofasusanto
“Semoga di PON (Aceh dan Sumut) bisa mendapat emas,” kata peraih medali perak untuk kategori 10 ball singel dan perunggu untuk kategori doble 15 di ajang PON Papua tahun 2021.
Pemuda yang berlatih biliar sejak usia sekira 14 tahun ini berharap dukungan masyarakat dan pemerintah daerah sehingga bisa terus mengharumkan nama daerah.
Sementara adik dari Andri yakni Albert Januarta sebelumnya berhasil menyumbang medali emas ketiga untuk Bintan.
Hal ini dibenarkan pelatih biliar Bintan, Hermanto alias Ahuat.
Dia mengatakan, Albert berhasil mendapat medali emas ketiga untuk kategori 15 ball singel, Sabtu (5/11) lalu.
Laga sebelumnya, Albert dan Andri meraih medali emas untuk kategori ganda berpasangan di ajang Porprov Kepri Ke-V tahun 2022.
“Mereka meraih medali emas pertama untuk Bintan,” kata orangtua dari Andri dan Albert.
Dia berharap, dua anaknya bisa terus mengukir prestasi di ajang olahraga yang lebih tinggi.
“Semoga keduanya bisa menginsipirasi generasi muda lain,” kata dia. (*)