Pelaku pencurian sepeda motor terekam cctv. Istimewa
batampos – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di area parkiran Miikost yang beralamat di Jalan Kampung Utama Bawah Blok C Nomor 10, Kelurahan Lubukbaja, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. Peristiwa tersebut dialami oleh Sofia Yohana, pemilik sepeda motor yang kini dilaporkan hilang.
Kejadian bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu korban datang ke kos temannya dan memarkirkan sepeda motor di parkiran Miikost.
“Saya datang ke kos teman dan motor saya parkirkan seperti biasa di parkiran,” ujar Sofia.
Sekitar pukul 17.15 WIB, korban meninggalkan lokasi untuk menghadiri acara Natal dengan menggunakan jasa transportasi daring. “Saya pergi pakai Grab karena mau ke acara Natal, motor saya tinggal di sana,” kata Sofia.
Setelah acara selesai, korban tidak kembali ke Miikost, melainkan langsung pulang ke tempat tinggalnya di Kos Pelita, kawasan Kampung Pelita, Lubuk Baja. Ia baru kembali ke Miikost keesokan harinya.
Pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 12.05 WIB, korban mendatangi kembali Miikost dengan maksud mengambil sepeda motor. Namun setibanya di lokasi, kendaraan tersebut sudah tidak berada di parkiran.
“Begitu sampai, motor saya sudah tidak ada. Saya kaget dan panik,” ungkap Sofia.
Korban kemudian menanyakan keberadaan sepeda motor kepada penghuni kos dan pengelola. Dari hasil pengecekan, korban memperoleh rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.
“Kami lihat rekaman CCTV, pelakunya terekam jelas saat membawa motor saya,” ujar Sofia.
Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas Ardianto, membenarkan kejadian tersebut.
“Memang benar telah terjadi pencurian motor di Miikost Lubukbaja. Saat ini kami sudah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan serta menelusuri rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku,” ujarnya. (*)
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo. F. ASDP untuk Batam Pos.
batampos – Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan nasional agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Dengan meningkatnya intensitas perjalanan akhir tahun, ASDP memperkuat pengelolaan operasional di 15 Lintasan Pantauan Nasional yang menjadi urat nadi konektivitas antardaerah, sekaligus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dinamika cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Sebanyak 15 lintasan prioritas yang berada di bawah koordinasi 15 cabang pada 33 pelabuhan dipastikan dalam kondisi siap layanan.
Lintasan tersebut mencakup Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Jangkar–Lembar, Kayangan–Pototano, Tanjung Api-Api–Tanjung Kelian, Telaga Punggur–Tanjung Uban, Ajibata–Ambarita, Nias–Sibolga, Padangbai–Lembar, Kariangau–Penajam, Bajoe–Kolaka, Bira–Pamatata, Bitung–Ternate, Hunimua–Waipirit, serta Bolok–Rote.
Jalur-jalur ini menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Nataru.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kesiapan ini bukan hanya soal armada dan fasilitas, tetapi juga tentang kehadiran negara dalam menjaga rasa aman masyarakat.
“ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang andal dengan menempatkan keselamatan, empati, dan tanggung jawab sebagai fondasi utama pelayanan, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan potensi cuaca ekstrem,” ujar Heru dalam Media Gathering ASDP, Senin (15/12).
Secara nasional, ASDP menyiapkan 222 kapal yang terdiri dari 135 kapal komersial dan 87 kapal perintis, untuk melayani 318 lintasan penyeberangan, termasuk 91 lintasan komersial dan 227 lintasan perintis.
Berdasarkan proyeksi, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547 ribu orang, tumbuh 4,3 persen dibandingkan Nataru tahun lalu, sementara kendaraan diprediksi mencapai 868 ribu unit atau meningkat 8,9 persen. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember 2025.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP mengoptimalkan sistem digital Ferizy yang memungkinkan masyarakat mengatur jadwal perjalanan secara lebih tertib.
Tiket penyeberangan hanya dapat dibeli melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy serta mitra resmi, dengan pembayaran yang dapat dilakukan melalui ATM, mobile dan internet banking, dompet digital, serta gerai ritel seperti Alfamart, Alfamidi, Indomaret, AgenBRILink, Agen BNI 46, Yomart Group, Kantor Pos, dan Pegadaian.
ASDP menegaskan tidak ada penjualan tiket di area pelabuhan, dan pengguna jasa wajib memiliki tiket paling lambat satu hari sebelum keberangkatan serta datang sesuai jadwal yang tertera.
Di sisi layanan, ASDP memperkuat dukungan fasilitas melalui customer service 24/7, pengoperasian layanan Express II di lintasan Merak–Bakauheni, penambahan toilet portable, serta optimalisasi penerangan dan kelistrikan pelabuhan.
ASDP juga terus berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, Polri/TNI, INFA, GAPASDAP, dan BMKG untuk memastikan kesiapan kapal, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta respons cepat terhadap perubahan cuaca.
Seiring prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, ASDP mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.
Dengan kesiapan menyeluruh ini, ASDP berkomitmen menjaga ritme libur akhir tahun agar tetap lancar, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian nasional. (*/adv)
Harga bahan pokok di Pasar Dabo Lingga melambung tinggi, seiring dengan terhambatnya pasokan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Lingga mulai mengalami kenaikan signifikan. Selain harga yang melonjak, beberapa komoditas juga dilaporkan mulai langka di pasaran.
Kondisi ini dipengaruhi oleh bencana alam di wilayah Sumatera sebagai daerah penyuplai utama bahan pangan ke Lingga. Faktor lain yang turut memperparah situasi adalah diperketatnya arus distribusi barang dari Kota Batam.
Sejumlah komoditas strategis tercatat mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan tersebut dirasakan langsung oleh pedagang dan konsumen di pasar tradisional.
Harga bawang putih naik dari Rp28.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Bawang merah Jawa melonjak tajam dari Rp36.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah naik dari Rp84.000 menjadi Rp88.000 per kilogram, cabai hijau dari Rp54.000 menjadi Rp64.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit melonjak dari Rp54.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Selain itu, bawang bombay naik dari Rp20.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Cabai kering turut mengalami kenaikan dari Rp64.000 menjadi Rp88.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Dabo Singkep, Zulkifli, mengatakan kenaikan harga dipicu terganggunya pasokan dari Sumatera yang selama ini menjadi pemasok utama.
“Kenaikan ini karena pemasok cabai terbesar dari Sumatera Utara, Padang, dan Aceh sedang terdampak bencana alam,” kata Zulkifli, Selasa (16/12).
Ia menambahkan, komoditas bawang juga mengalami kenaikan cukup tinggi lantaran pasokan yang sebelumnya masuk dari Batam kini terhambat akibat aturan kawasan Free Trade Zone (FTZ).
Untuk sementara, pedagang mengandalkan pasokan dari Provinsi Jambi yang hanya masuk sekitar satu minggu sekali dengan harga relatif lebih mahal.
“Sekarang bawang masuknya dari Jambi. Harganya memang lebih tinggi, tapi tetap harus masuk karena ini kebutuhan pokok,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengimbau para pengusaha dan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi dengan menimbun barang atau menaikkan harga secara tidak wajar.
“Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru, kalau ada kenaikan harga supaya dilakukan sewajarnya, jangan mengambil keuntungan dari kelangkaan bahan pokok,” tegas Armia.
Pemkab Lingga, kata dia, terus berupaya agar distribusi bahan pokok dari Kota Batam dapat kembali berjalan normal sehingga harga sembako di Lingga kembali stabil.
“Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dan audiensi dengan Bea Cukai Batam, namun mereka juga menjalankan aturan yang berlaku,” ujarnya. (*)
Ilustrasi orang yang memiliki teman, tetapi digosipkan di belakang. (Freepik)
batampos – Di kehidupan sosial, tidak semua senyum berarti ketulusan. Ada orang yang tampak ramah, hangat, bahkan seolah mendukungmu sepenuh hati saat berbicara langsung.
Namun ketika kamu membalikkan badan, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru berubah menjadi gosip, sindiran, atau cerita yang merugikan namamu.
Fenomena ini sering membuat banyak orang merasa dikhianati, bingung, dan mempertanyakan penilaian diri sendiri.
Psikologi memandang perilaku seperti ini bukan sebagai kebetulan semata. Ada pola-pola halus yang biasanya muncul berulang, meski sering luput disadari karena dibungkus sikap sopan dan senyum manis.
Orang-orang seperti ini jarang menunjukkan niat buruk secara terang-terangan. Sebaliknya, mereka bergerak dengan cara yang sangat subtil.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (16/12), terdapat sembilan perilaku halus yang sering ditunjukkan oleh orang yang tersenyum di depanmu, tetapi bergosip di belakangmu, menurut sudut pandang psikologi.
1. Senyumnya Terlihat “Tepat”, Tapi Tidak Hangat
Secara psikologis, senyum tulus melibatkan emosi dan otot wajah tertentu, terutama di sekitar mata.
Orang yang berpura-pura ramah sering menampilkan senyum yang terasa pas secara sosial, namun kosong secara emosional.
Mata mereka tidak ikut tersenyum, dan ekspresi itu mudah menghilang begitu interaksi selesai.
Senyum seperti ini biasanya digunakan sebagai alat sosial, bukan sebagai ekspresi perasaan yang sebenarnya.
2. Sangat Ramah di Depan Umum, Berubah di Situasi Privat
Di depan banyak orang, mereka bisa menjadi sosok paling suportif, penuh pujian, dan tampak membelamu.
Namun dalam percakapan empat mata, atau ketika situasi lebih tenang, sikapnya terasa dingin, defensif, atau bahkan sedikit meremehkan.
Psikologi melihat ini sebagai tanda manajemen citra: mereka ingin terlihat baik di mata publik, tetapi tidak benar-benar peduli pada hubungan personal.
3. Suka Mengorek Informasi Pribadi Secara Halus
Mereka jarang bergosip tentang dirinya sendiri, tetapi sangat tertarik pada kehidupanmu.
Pertanyaannya sering terdengar peduli: tentang masalah, kegagalan, konflik, atau kelemahanmu. Namun rasa ingin tahu ini lebih bersifat strategis daripada empatik.
Informasi yang kamu bagikan dengan polos sering kali menjadi bahan cerita di belakang layar.
4. Pujian yang Diselipi Nada Membandingkan
Orang seperti ini ahli memberi pujian yang tampaknya positif, tetapi menyimpan unsur perbandingan. Misalnya, “Kamu hebat sih, meski tidak seberuntung dia,” atau “Untuk ukuranmu, itu sudah lumayan.”
Psikologi menyebut ini sebagai pujian ambigu, yang secara tidak langsung merendahkan sambil tetap terlihat sopan.
5. Mudah Membenarkan Gosip dengan Alasan Kepedulian
Saat bergosip tentang orang lain, mereka jarang mengakuinya sebagai gosip. Kalimat yang sering muncul adalah, “Aku cuma khawatir,” atau “Aku cerita ini demi kebaikan.”
Pola ini menunjukkan mekanisme rasionalisasi, yaitu upaya menutupi perilaku tidak etis dengan alasan moral agar tidak merasa bersalah.
6. Menghindari Konfrontasi Langsung
Jika ada masalah denganmu, mereka hampir tidak pernah membicarakannya secara terbuka. Sebaliknya, ketidaknyamanan itu disalurkan lewat cerita ke orang lain.
Bagi psikologi, ini menunjukkan kecenderungan pasif-agresif dan ketakutan akan konflik langsung.
Mereka memilih jalur aman: menjaga wajah di depanmu, tetapi meluapkan emosi di belakangmu.
7. Cepat Berubah Sikap Sesuai Lawan Bicara
Orang yang suka bergosip biasanya sangat adaptif secara sosial. Sikap, opini, bahkan nilai yang mereka tunjukkan bisa berubah tergantung siapa yang sedang diajak bicara.
Hari ini mereka sepakat denganmu, besok bisa sepenuhnya mendukung orang lain yang sedang membicarakanmu.
Ini berkaitan dengan kebutuhan akan penerimaan dan validasi dari lingkungan.
8. Menikmati Drama, Meski Mengaku Membencinya
Mereka sering berkata tidak suka konflik atau drama. Namun secara tidak sadar, mereka selalu berada di pusat cerita, tahu detail masalah banyak orang, dan ikut menyebarkannya.
Psikologi melihat ini sebagai bentuk pencarian stimulasi emosional dan rasa memiliki peran penting.
Gosip memberi mereka perasaan berkuasa atas informasi.
9. Sulit Merayakan Kesuksesan Orang Lain Secara Tulus
Saat kamu berhasil, reaksi mereka sering terasa datar, terlambat, atau diikuti komentar yang mengecilkan.
Mereka mungkin tetap tersenyum, tetapi bahasa tubuh dan nada suara menunjukkan ketidaknyamanan.
Hal ini sering berakar pada rasa iri tersembunyi dan harga diri yang rapuh.
Kesimpulan: Senyum Tidak Selalu Berarti Aman
Psikologi mengajarkan bahwa perilaku manusia lebih sering berbicara lewat pola kecil yang konsisten daripada satu tindakan besar.
Orang yang tersenyum di depanmu tetapi bergosip di belakangmu jarang terlihat jahat secara jelas.
Justru karena sikap mereka halus dan sosial, banyak orang baru menyadarinya setelah merasa terluka.
Mengenali sembilan perilaku ini bukan untuk membuatmu curiga pada semua orang, melainkan untuk membantumu lebih sadar dalam memilih kepercayaan.
Hubungan yang sehat dibangun dari kejujuran, keberanian berkomunikasi langsung, dan empati nyata—bukan sekadar senyum yang rapi di permukaan. (*)
Petugas kepolisian memantau proses naik turunnya penumpang di Pelabuhan Tarempa, Selasa, (16/12). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Kepolisian memperketat pengamanan di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang sekaligus mencegah penumpang yang nekat naik kapal tanpa tiket.
Peningkatan pengamanan dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak bepergian ke luar daerah untuk merayakan libur akhir tahun bersama keluarga. Petugas kepolisian disiagakan untuk mengawasi aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, mengatakan pengamanan ketat penting dilakukan guna menekan praktik penumpang tanpa tiket yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
“Sekarang cuaca lagi tidak menentu, kita antisipasi jangan sampai ada kapal yang overkapasitas. Ini demi keselamatan bersama,” ujar Gusti, Selasa (16/12).
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi perhatian utama selama periode Nataru. Karena itu, kepolisian menegaskan agar seluruh operator kapal mematuhi aturan kapasitas penumpang dan prosedur keselamatan.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian yang berjaga juga diwajibkan membantu proses keluar masuk penumpang di pelabuhan. Bantuan diprioritaskan bagi lanjut usia (lansia), anak-anak, serta penumpang yang membutuhkan perhatian khusus.
Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan di Pelabuhan Tarempa, tetapi juga diberlakukan di seluruh pelabuhan yang menjadi pintu masuk dan keluar penumpang di wilayah Anambas.
“Ini berlaku di semua pelabuhan, bukan hanya di Tarempa,” tegasnya.
Untuk mendukung pengamanan, Polres Kepulauan Anambas mendirikan tiga posko pengamanan di Pelabuhan Tarempa, Pelabuhan Berhala Letung, dan Pelabuhan Matak. Keberadaan posko ini diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan laut.
Sementara itu, penjualan tiket di Pelabuhan Tarempa terpantau mulai melandai setelah sebelumnya 1.215 penumpang diberangkatkan menggunakan KM Bukit Raya.
Salah satu agen tiket, Hendri, mengatakan tiket kapal Pelni masih tersedia sekitar 500 kursi kosong pada KM Kelimutu yang dijadwalkan berangkat pada 26 Desember dengan tujuan Kijang.
Selain itu, tiket kapal ferry MV Seven Star Island untuk jadwal keberangkatan hingga akhir tahun juga masih tersedia dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. (*)
Pelajar memanfaatkan fasilitas akses internet gratis yang disediakan di Polsek Tambelan. F. Abdul Rahman untuk Batam Pos.
batampos – Kalangan pelajar memanfaatkan fasilitas internet gratis berbasis Starlink di Markas Polsek Tambelan, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Fasilitas ini sangat membantu pelajar belajar dan mengerjakan tugas sekolah di tengah keterbatasan akses internet di wilayah pesisir.
Kapolsek Tambelan Ipda Abdul Rahman mengatakan, kehadiran internet Starlink sangat membantu anggota kepolisian dalam mengirim laporan dan berkoordinasi, mengingat akses jaringan di wilayah Tambelan masih terbatas.
“Fasilitas internet gratis Starlink di Polsek Tambelan sangat membantu mengatasi kesulitan pengiriman laporan akibat keterbatasan jaringan internet,” ujar Abdul Rahman.
Bantuan perangkat Starlink tersebut merupakan dukungan dari Mabes Polri yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.
Selain dimanfaatkan untuk kepentingan dinas, akses internet gratis di Polsek Tambelan juga dibuka untuk masyarakat, terutama bagi pelajar yang kesulitan jaringan di rumah atau kehabisan kuota internet.
“Pak Kapolda melalui Bu Kapolres mengarahkan agar wifi gratis di Polsek Tambelan digunakan sebaik mungkin oleh masyarakat, khususnya pelajar untuk kegiatan belajar,” katanya.
Abdul Rahman menambahkan, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonomi, seperti mengakses informasi usaha dan komunikasi daring.
Akses internet gratis di Polsek Tambelan dibuka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB. Pihak kepolisian berharap fasilitas tersebut dapat digunakan secara positif dan bertanggung jawab.
Ketua OSIS SMA Tambelan, Zulsef Erviandi, menyambut baik kehadiran internet gratis di Polsek Tambelan. Menurutnya, fasilitas ini sangat membantu pelajar dalam mencari referensi dan mengerjakan tugas sekolah.
“Kami bisa belajar bersama dan mengunduh data yang diperlukan untuk belajar,” ujarnya. (*)
Ilustrasi: Jalan menuju kaveling baru Sagulung yang tergenang air beberapa waktu lalu. F. Eusebius Sara
batampos – Belasan titik banjir tersebar di kawasan Batuaji dan Sagulung. Banjir ini melanda perumahan dan jalan raya, hingga air setinggi lutut orang dewasa serta arus lalu lintas ke kawasan ini menjadi lumpuh.
Imron, warga Senawangi, Batuaji menyoroti banyaknya sampah saat banjir melanda beberapa hari lalu. Menurut dia, sampah tersebut berasal dari selokan atau saluran air di perumahan.
“Drainase sempit, tersumbat. Jadinya banjir sama sampahnya,” ujarnya.
Menurut dia, di jalan sekitar perumahan terdapat banyak tumpukan sampah. Para pengendara juga terlihat membuang sampah ke lahan kosong.
“Kalau sudah banjir, yang disalahkan drainase. Padahal warga sendiri tidak menjaga dan kesadarannya kurang,” katanya.
Sementara Lisa, warga Mantang, Sagulung juga mengeluhkan kondisi drainase yang dipenuhi sampah. Akibatnya, hujan lebat dalam beberapa menit sudah membuat kawasan ini menjadi banjir.
“Warga buang sampah sembarangan. Karena di TPS kemarin ini sudah menumpuk,” katanya.
Camat Batuaji, Addi Harnus mengatakan pihaknya akan melakukan gotong royong bersama warga untuk memperbaiki saluran ajr dan membersihkan lingkungan di kawasan banjir tersebut.
“Kita segera gotong royong bersama warga. Karena ini permasalahan drainase, dan warga harus menjaga kebersihan lingkungannya,” tutupnya. (*)
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo (kiri). (Rio Feisal/Antara)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai dan sejumlah dokumen setelah menggeledah rumah dinas serta rumah pribadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, pada Senin (15/12).
Penggeledahan tersebut dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik pada dua lokasi berbeda, yakni rumah dinas dan rumah pribadi SF Hariyanto.
Dari kegiatan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah.
“Penyidik juga mengamankan sejumlah uang di rumah pribadi milik Wakil Gubernur atau yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur, diamankan sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (15/12) malam.
Namun, KPK belum mengungkapkan nilai uang tunai yang disita dalam penggeledahan tersebut. Ia menekankan, saat ini penyidik masih melakukan penghitungan serta pendalaman terhadap barang bukti yang diamankan.
Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi tersebut. Seluruh barang bukti akan diverifikasi lebih lanjut untuk kebutuhan penyidikan.
“Dari penggeledahan hari ini tentu nanti penyidik akan mengonfirmasi temuan-temuannya kepada para pihak terkait, baik kepada para tersangka maupun kepada pemilik barang yang diamankan dari Wakil Gubernur,” tegas Budi.
KPK menegaskan penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur nonaktif Riau Abdul Wahid masih terus berjalan, termasuk penelusuran aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga terkait.
Dalam beberapa hari terakhir, KPK memang intensif memeriksa saksi dari lingkungan Pemprov Riau maupun pihak swasta.
Rangkaian pemeriksaan ini dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Abdul Wahid terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan proyek jalan, serta penggeledahan di sejumlah lokasi di Riau.
KPK telah menetapkan Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Kepala Dinas PUPR PKPP M. Arief Setiawan, serta Tenaga Ahli Gubernur Riau, Dani M. Nursalam yang merupakan kader PKB sebagai tersangka.
KPK menduga Abdul Wahid mendapat uang Rp 7 miliar dari program pembangunan jalan dan jembatan yang mengalami lonjakan signifikan sebesar 147 persen, dari Rp 71,6 miliar menjadi Rp 177,4 miliar. Program itu dijalankan oleh Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.
Uang tersebut diduga dikumpulkan secara bertahap dari beberapa unit kerja di lingkungan Dinas PUPR-PKPP.
Abdul Wahid juga menggunakan tekanan jabatan untuk memastikan permintaan tersebut dipenuhi.
Mereka disangkakan melanggar Pasal 12e dan/atau pasal 12f dan/atau pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
Bea dan Cukai Kepri Gagalkan Penyelundupan 129.965 Benih Bening Lobster. f. Eusebius Sara
batampos– Kantor Wilayah DirektoratJenderal Bea dan Cukai (DJBC) KhususKepulauan Riau berhasilmenggagalkanupayapenyelundupan 129.965 ekorbenihbening lobster di perairanPulauKongkaBesar, Kepulauan Riau. Benih lobster tersebutdidugaakandibawakeluarperairan Indonesia secarailegal.
KepalaKanwil DJBC KhususKepulauan Riau, AdhangNoegroho Adhi, menjelaskanbahwapetugasmendapatkaninformasi pada 14 Desember 2025 mengenaikeberadaan High Speed Craft (HSC) yang dicurigaimembawabenih lobster dengan modus Ship to Ship (STS) menujuluar negeri.
“Satgaspatrolilautlangsungmelakukanpemantauan dan plotting posisibegitu HSC tersebutbergerak. Pada Senin, 15 Desember 2025, saatpatroli di sekitarPerairanPulau Blading, terlihat HSC mengarahkeutara, ke Malaysia. Satgaskemudianmengejarsampaikapalmengandaskandiri, sementara para pelakumelarikandiri,” ungkapAdhang.
Selanjutnya, benih lobster hasilpenindakandibudidayakan dan dilepasliarkankelaut di wilayah PerairanPulauGalangBaru, Batam. Kegiataninidilakukanbersama Bea dan CukaiBatam, BalaiKarantinaHewan, Ikan, dan TumbuhanKepri, Pangkalan PSDKP Batam, serta Kantor PelayananKekayaan Negara dan LelangBatam.
Penyelundupanbenih lobster melanggarpasal 102A Undang-UndangNomor 17 Tahun 2006 tentangKepabeanan, denganancamanhukumanmaksimal 10 tahunpenjara dan denda Rp5 miliar. Selainitu, pelaku juga bisadijeratpasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 dan/atauPasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 2004 tentangPerikanan, sertapasal 87 jo Pasal 34 UU Nomor 21 Tahun 2019 tentangKarantinaHewan, Ikan, dan Tumbuhan.
“Kami terusmenegaskankomitmen Bea dan Cukaiuntukmenjagasumberdayaalam Indonesia. Sepanjang 2025, Kanwil Bea dan CukaiKepritelahmenggagalkanpenyelundupanbenih lobster sebanyakdua kali,” ujarAdhang.
Dia juga menegaskanbahwapengejaran HSC tersebutmenghadapitingkatkesulitantinggikarenakecepatankapal yang tinggi. “Selisihbeberapamenitsaja, kapalsudahhilangdari radar. Para pelakuberhasilkaburmeski kami bersamamasyarakatterusmelakukanpencarian,” jelasnya.
Penindakaninimerupakanbuktinyatasinergipengawasanantara Bea dan Cukaidengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnyaDirektoratJenderal PSDKP dan BalaiPerikananBudidayaLaut. Langkah inisejalandenganarahanPresiden RI melalui program ASTA untukpemberantasanpenyelundupansumberdayaalamsecaraefektif. (*)
Tim LAZ Batam menembus wilayah Aceh Tamiang, Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana, Minggu (14/12) malam. f. Dokumentasi LAZ BATAM untuk Batam Pos
batampos – Tim Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam menembus wilayah Aceh Tamiang, Aceh, dengan perjalanan darat selama enam jam untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Perjalanan tersebut tidak mudah.
Sepanjang lintasan, tim harus berjibaku dengan kemacetan parah akibat jalan berlumpur serta antrean panjang kendaraan pembawa bantuan dan kendaraan umum lintas Sumatra.
Memasuki Aceh Tamiang pada malam hari, suasana kota tampak gelap gulita. Lampu jalan nyaris tak menyala, membuat wilayah itu terlihat seperti kota mati.
Di sejumlah posko pengungsian, para warga bertahan dengan penerangan seadanya, mengandalkan lilin dan lampu genset yang jumlahnya sangat terbatas.
Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, bersama tim berkeliling ke lima titik pengungsian di wilayah Aceh Tamiang untuk mendistribusikan bantuan donasi masyarakat Batam dan Kepulauan Riau yang disalurkan melalui LAZ Batam bekerja sama dengan Batam Pos.
Proses distribusi berlangsung hingga pukul 00.00 WIB di sejumlah lokasi pengungsian.
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Tim LAZ Batam menggunakan dua unit kendaraan Toyota Innova untuk membawa bantuan bahan makanan dari Kota Medan menuju Aceh Tamiang.
Namun, proses pengadaan logistik pun menghadapi kendala. Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan mi instan sudah sulit ditemukan di Medan.
“Kami harus berkeliling mencari barang-barang tersebut dengan cara membeli satu per satu,” ujar Syarifuddin.
Selain makanan dan minuman, kebutuhan mendesak lainnya di lokasi pengungsian adalah tandon air untuk menampung air bersih dari mobil tangki yang mulai berdatangan.
Kelambu dan losion antinyamuk juga sangat dibutuhkan guna mencegah penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.
“Air bersih dan perlindungan dari nyamuk sangat kami perlukan saat ini,” ujar salah seorang ketua posko pengungsian kepada Syarifuddin.
Adapun, titik pendistribusian bantuan di Aceh Tamiang meliputI Posko Pengungsian Masjid Muhammadiyah, dengan jumlah pengungsi sekitar 200 orang yang terdiri atas laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Bantuan yang disalurkan berupa 100 paket roti.
Posko Pengungsian Kota Lintang Bawah Ujung, yang menampung sekitar 300 pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi roti, Pop Mie, air mineral, terpal tenda, tikar, biskuit anak, pakaian dalam muslimah (CD dan BH), pakaian dalam laki-laki, pakaian dalam bayi dan anak-anak, serta losion antinyamuk.
Posko Tenda Pengungsian Kota Lintang Bawah Tengah, dengan sekitar 200 warga terdampak.
Bantuan yang disalurkan berupa roti, tikar, terpal tenda, biskuit, pakaian dalam perempuan (CD dan BH), pakaian dalam laki-laki, air mineral, serta Pop Mie.
Posko Dapur Umum di depan RSUD Aceh Tamiang, yang melayani sekitar 2.000 warga untuk kebutuhan makan harian. Bantuan yang diberikan berupa roti.
Posko Al Azhar di wilayah Paya Bedi, dengan bantuan berupa Pop Mie, air mineral, serta terpal untuk tenda pengungsian.
Selain menyalurkan bantuan ke posko-posko, para relawan LAZ Batam juga mengantarkan bahan makanan langsung ke rumah-rumah warga yang memilih bertahan di kediaman masing-masing di tengah keterbatasan akses dan kondisi pascabencana. (*)