Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 6509

Renovasi Masjid Tanjak Ditargetkan Rampung Bulan Depan

0
bp batam
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (tengah) melihat bahan yang digunakan untuk plafon Masjid Tanjak. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Proses renovasi plafon Masjid Tanwirun Naja atau dikenal dengan sebutan Majid Tanjak masih berlanjut. Pengerjaan renovasi ini, ditargetkan rampung pada akhir bulan November.

“Bulan November kalau tidak ada halangan sudah selesai,” ujar Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Ia melanjutkan, pasca runtuhnya plafon Masjid Tanjak, dilakukan kajian dan hasil dari kajian itu menunjukkan bahwa seluruh spesifikasi sudah memenuhi syarat.

Baca Juga: Ini Harapan Kepala BP Batam di Hari Bakti ke-51

Sementara, runtuhnya plafon itu diakibatkan karena masih kurangnya kajian dari konsultan perencananya.

“Saya sampaikan kalau ilmu kita belum sampai kesana. Kalau ilmu kita sampai kesana, dia hitungnya sampai ke atas. Ilmu kita baru sampai 30 persen, maka kemampuan kita menghitung hanya sampai disitu saja. Maka runtuh wajar lah itu. Maka ilmu ini harus ditingkatkan lagi supaya dalam membangun sesuatu, kajiannya harus sesuai betul dengan perkembangan teknologi sekarang ini,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Syarat Pembuatan SIM, SKCK, dan Laporan Kehilangan di Polresta Barelang

Mengenai apakah ada sanksi yang diberikan atas kejadian ini, Rudi mengatakan bahwa tidak ada sanksi yang diberikan. Sebab, seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki itu ditanggung oleh kontraktor.

Atas kejadian ini, Rudi pun meminta agar seluruh spesifikasi struktur plafon yang sebelumnya banyak menggunakan puring akan ditambah konstruksi berbahan besi hollow dan besi siku.

Penambahan konstruksi dengan besi jenis tersebut, menurutnya akan menambah kualitas mutu pada rangka plafon untuk menyesuaikan terhadap desain masjid yang terbuka dan menjadikan lebih kuat dari faktor angin dan kelembapan.

Baca Juga: Hari Bakti BP Batam Ke 51, Maknai Dengan Pelaksanaan Upacara

“Kalau analisa saya yang bukan orang teknik, karena bandara ini anginnya kuat karna turun naik pesawat. Kedua getaran itu, ketiga hamparannya terlalu besar. Itu dari analisa saya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Masjid Tanjak atau yang dikenal dengan nama Masjid Tanwirun Naja diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 24 Juni lalu.

Belum genap tiga bulan bangunan plafon masjid mengalami kerusakan. Untungnya dalam kejadian tersebut tidak ada korban yang tengah berada di area masjid.

Baca Juga: Hujan Berpotensi Terjadi Malam hingga Pagi Hari di Batam

Pembangunan masjid yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 39 miliar ini menjadi ikon wisata religi bagi Kota Batam.

Berada di area bandara, kehadiran masjid menjadi daya tarik pelancong yang berkunjung ke Kota Batam ini.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Renovasi Masjid Tanjak Ditargetkan Rampung Bulan Depan

0
bp batam
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (tengah) melihat bahan yang digunakan untuk plafon Masjid Tanjak. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Proses renovasi plafon Masjid Tanwirun Naja atau dikenal dengan sebutan Majid Tanjak masih berlanjut. Pengerjaan renovasi ini, ditargetkan rampung pada akhir bulan November.

“Bulan November kalau tidak ada halangan sudah selesai,” ujar Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Ia melanjutkan, pasca runtuhnya plafon Masjid Tanjak, dilakukan kajian dan hasil dari kajian itu menunjukkan bahwa seluruh spesifikasi sudah memenuhi syarat.

Baca Juga: Ini Harapan Kepala BP Batam di Hari Bakti ke-51

Sementara, runtuhnya plafon itu diakibatkan karena masih kurangnya kajian dari konsultan perencananya.

“Saya sampaikan kalau ilmu kita belum sampai kesana. Kalau ilmu kita sampai kesana, dia hitungnya sampai ke atas. Ilmu kita baru sampai 30 persen, maka kemampuan kita menghitung hanya sampai disitu saja. Maka runtuh wajar lah itu. Maka ilmu ini harus ditingkatkan lagi supaya dalam membangun sesuatu, kajiannya harus sesuai betul dengan perkembangan teknologi sekarang ini,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Syarat Pembuatan SIM, SKCK, dan Laporan Kehilangan di Polresta Barelang

Mengenai apakah ada sanksi yang diberikan atas kejadian ini, Rudi mengatakan bahwa tidak ada sanksi yang diberikan. Sebab, seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki itu ditanggung oleh kontraktor.

Atas kejadian ini, Rudi pun meminta agar seluruh spesifikasi struktur plafon yang sebelumnya banyak menggunakan puring akan ditambah konstruksi berbahan besi hollow dan besi siku.

Penambahan konstruksi dengan besi jenis tersebut, menurutnya akan menambah kualitas mutu pada rangka plafon untuk menyesuaikan terhadap desain masjid yang terbuka dan menjadikan lebih kuat dari faktor angin dan kelembapan.

Baca Juga: Hari Bakti BP Batam Ke 51, Maknai Dengan Pelaksanaan Upacara

“Kalau analisa saya yang bukan orang teknik, karena bandara ini anginnya kuat karna turun naik pesawat. Kedua getaran itu, ketiga hamparannya terlalu besar. Itu dari analisa saya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Masjid Tanjak atau yang dikenal dengan nama Masjid Tanwirun Naja diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 24 Juni lalu.

Belum genap tiga bulan bangunan plafon masjid mengalami kerusakan. Untungnya dalam kejadian tersebut tidak ada korban yang tengah berada di area masjid.

Baca Juga: Hujan Berpotensi Terjadi Malam hingga Pagi Hari di Batam

Pembangunan masjid yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 39 miliar ini menjadi ikon wisata religi bagi Kota Batam.

Berada di area bandara, kehadiran masjid menjadi daya tarik pelancong yang berkunjung ke Kota Batam ini.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Rombongan Umrah Kecelakaan, 2 Orang Tewas

0
Ilustrasi. Jamaah umrah antre sebelum berangkat ke Arab Saudi di Terminal 3 Bandara Soekrano-Hatta, Tangerang. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos – Bus rombongan jemaah umrah dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah Mekah, Arab Saudi pada Selasa (25/10). Dua orang warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam kecelakaan tersebut.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha menyampaikan, kejadian terjadi pada pukul 23.30 waktu setempat. Kecelakaan telah dikonfirmasi merupakan kecelakaan tunggal yang tidak melibatkan pihak lain.

KJRI Jeddah pun telah mengirim tim perlindungan WNI ke lokasi usai menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut. Selain memastikan kondisi para WNI, tim juga ditugaskan untuk mengumpulkan informasi terkait kecelakaan yang terjadi.

”Kecelakaan ini telah menewaskan dua orang WNI, yaitu driver dan muthawif,” ujarnya dalam press briefing mingguan Kemenlu, di Jakarta, Kamis (27/10).

Selain itu, enam orang jemaah juga dilaporkan mengalami luka-luka. Keenamnya telah mendapat perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Mekkah. ”Sebanyak 5 jemaah diantaranya sudah dapat melanjutkan perjalanan umrah. Sementara, satu orang lainnya masih dalam perawatan,” sambungnya.

Atas peristiwa yang menimpa para jamaah umrah ini, Judha menyampaikan duka mendalam terutama pada para korban. Dia pun memastikan, KJRI Jeddah siap memberikan bantuan pada para jamaah yang tertimpa musibah tersebut. (*)

Reporter: JP Group

Zulhas Klaim Harga Minyak Goreng Turun setelah Dia Jadi Mendag

0
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meninjau barang kebutuhan pokok di Pasar Koja Baru, Jakarta, belum lama ini. (Biro Humas Kemendag)

batampos – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut harga minyak goreng curah yang sempat melambung mengalami penurunan setelah dirinya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi menteri perdagangan.

“Saat saya ditunjuk sebagai menteri perdagangan harga rata-rata nasional minyak goreng curah Rp16.400 per liter, saat ini harganya telah turun hingga 16,46 persen di bawah Rp14.000 per liter,” kata Menteri Zulkifli saat memberikan sambutan secara virtual dalam Rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Triwulan III DIY di Jogjakarta, Kamis (27/10).

Berdasarkan pantauan Kemendag, kata Zulkifli, harga kebutuhan pokok relatif stabil bahkan menunjukkan tren penurunan, sementara minyak goreng tercatat telah mengalami deflasi selama lima bulan berturut-turut.

Ia menuturkan penurunan harga minyak goreng di Tanah Air turut didorong terlaksananya program Minyak Kita yang telah ia luncurkan bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk DIJ.

“Saat saya mengunjungi Pasar Wates di Kulon Progo, Agustus lalu, Minyak Kita sudah saya temui di pasaran, untuk itu saya ucapkan apresiasi tertinggi bagi teman-teman yang sigap melakukan program stabilisasi harga demi memberikan harga bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat,” ujar dia.

Tidak berhenti pada Program Minyak Kita, Zulkifli kemudian memberikan penugasan pada Perum Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah dan mengoptimalkan pelaksanaan Program KPSH beras medium untuk menstabilkan harga beras.

“Selanjutnya menugaskan Bulog untuk meneruskan program pemberian bantuan kedelai hingga Desember 2022 mendatang, juga jagung guna meringankan beban pengrajin tahu, juga tempe di tengah kenaikan harga kedelai dunia yang lumayan tinggi,” kata dia.

Zulkifli menuturkan, lonjakan harga minyak goreng serta komoditas pokok lainnya sebelumnya dipicu meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat setelah kasus Covid-19 melandai sehingga permintaan tinggi. Peningkatan permintaan dunia, kata dia, berdampak pada kenaikan harga komoditas dalam skala global dibandingkan sebelum pandemi.

“Terjadi kenaikan signifikan pada harga dunia untuk gandum, kedelai, sapi bakalan, gula bahkan paling besar terjadi kenaikan pada komoditas CPO,” ujar dia.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. “Menjaga stabilitas ketersediaan dan keterjangkauan barang kebutuhan pokok dan barang-barang peting merupakan prioritas utama pemerintah karena hal ini sangat erat kaitannya dengan pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat kita,” kata dia. (*)

Reporter: JP Group

7 Mantan Kapolri Sebut SOP Pelayanan dari Atas sampai Bawah Perlu Dievaluasi Total

0
Kapolri ke-17 Jenderal Pol. (Purn) Da’i Bactiar memberikan keterangan usai bertemu Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan pejabat utama Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

batampos – Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang berada di titik rendah membuat para mantan Kapolri merasa khawatir. Kemarin (27/10) tujuh mantan Kapolri menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mereka memberikan masukan untuk menuntaskan rentetan masalah yang dihadapi Korps Bhayangkara tersebut.

Tujuh mantan Kapolri itu adalah Jenderal (pur) Da’i Bachtiar, Jenderal (pur) Sutanto, Jenderal (pur) Timur Pradopo, Jenderal (pur) Roesmanhadi, Jenderal (pur) Chairuddin Ismail, Jenderal (pur) Bambang Hendarso Danuri, dan Jenderal (pur) Badrodin Haiti.

Da’i Bachtiar menuturkan, para mantan Kapolri ini memberikan dorongan spirit kepada Kapolri. Diharapkan, Kapolri tabah dan berpikir rasional dalam menghadapi situasi terkini. ”Perlu langkah konkret agar masyarakat merasakan apa yang dijalankan Polri,” tuturnya.

Ada sejumlah masukan yang disampaikan. Salah satunya, pelayanan Polri dari tingkat terendah hingga teratas perlu dievaluasi. Bahkan, perlu ada re-evaluasi terhadap standard operating procedure (SOP). ”SOP yang sudah ada perlu dikaji kembali, mengapa sampai masyarakat tidak puas,” ujar Da’i.

Misalnya, penanganan laporan masyarakat. Lamanya laporan itu direspons Polri perlu diketahui. ”Intinya, perbaikan SOP itu jangka pendeknya. Tentu ada jangka panjangnya,” jelasnya.

Untuk jangka panjang, salah satunya adalah dukungan anggaran dan fasilitas operasional. Dia menegaskan, hal itu juga menentukan upaya pelayanan maksimal terhadap masyarakat. ”Kalau tidak ada anggaran yang cukup, bagaimana?” tanya Da’i.

Dia mengakui, perbaikan kultur di internal kepolisian butuh waktu yang tidak pendek. Hal tersebut tidak hanya bergantung kepada kepolisian, tetapi juga lingkungannya. Yakni, masyarakat. ”Jadi, butuh dukungan masyarakat,” ungkapnya.

Setelah ketujuh mantan Kapolri bertemu dengan Kapolri, diharapkan pada akhir tahun kepercayaan publik terhadap Polri lebih baik. ”Semoga begitu, ya. Polri sedang mengalami masalah yang cukup berat,” tuturnya.

Sidang Kasus Sambo

Salah satu yang menggerus kepercayaan publik terhadap kepolisian adalah kasus pembunuhan yang diduga dilakukan Ferdy Sambo. Kemarin Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menyelenggarakan sidang untuk kasus obstruction of justice yang merupakan rangkaian kasus Sambo.

Dua terdakwa dihadirkan dalam sidang tersebut. Yaitu, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombespol Agus Nurpatria. Terdapat tujuh saksi yang dihadirkan. Di antaranya, dua petugas satpam Kompleks Duren Tiga Abdul Zapar dan Marjuki. Lalu, empat anggota Polri, yakni Aditya Cahya, Tomser Kristianata, Munafri Bahtiar, dan Ari Cahya Nugraha. Serta seorang buruh harian lepas bernama Supriyadi.

Dalam sidang yang berlangsung sejak pukul 10.00 itu, ada sejumlah kejadian yang menonjol. Khususnya terkait dengan upaya membuktikan terjadinya perusakan barang bukti berupa rekaman CCTV. Misalnya, saat AKBP Aditya Cahya menjadi saksi. Dia menceritakan di depan majelis hakim bahwa dirinya mendatangi rumah dinas Sambo di Duren Tiga sejak hari kejadian Jumat (8/7). Aditya datang karena dipanggil Ferdy Sambo melalui sambungan telepon. ”Saat itu saya melihat Pak Sambo. Wajahnya menunjukkan kemarahan. Dia sedang merokok di teras rumah,” katanya.

Lantas, Sambo mengajaknya masuk dan melihat sudah ada seseorang yang tergeletak di dekat tangga. Yang kemudian disebutkan Sambo sebagai Brigadir Yosua. ”Pak Sambo menyebut Yosua ini melakukan pelecehan ke Ibu Putri. Lalu, terjadi tembak-menembak dengan Richard,” jelasnya.

Yang menarik, jaksa memperdalam keterangan Aditya terkait dengan CCTV di dalam rumah dinas yang mengarah ke tangga. CCTV tersebut potensial merekam kejadian di dalam rumah. ”Saya sempat mendengar dari Pak Sambo bahwa CCTV di dalam rumah itu tidak berfungsi atau mati,” ujarnya.

Dia mengaku tidak tahu alasan dipanggil Sambo ke rumah dinas tersebut. Setelah itu, sama sekali tidak ada perintah Sambo terhadapnya. ”Hanya, saat Minggu, saya ditelepon Pak Hendra Kurniawan untuk meminta orang datang ke Duren Tiga. Tapi, saya sedang berada di Bali. Saya arahkan anggota AKP Irfan Widyanto untuk ke Duren Tiga,” terangnya.

Namun, Aditya mengaku tidak tahu perintah yang diberikan terhadap Irfan Widyanto. Menurut dia, belakangan barulah Irfan melaporkan diminta mengganti DVR CCTV di pos sekuriti Duren Tiga. ”Saya merespons dengan waduh. Lalu, disebutkan Irfan bahwa DVR diberikan ke Pak Chuck dan diserahkan ke penyidik Polres Metro Jaksel,” jelasnya.

Hakim lantas meminta pendapat dari terdakwa Brigjen Hendra Kurniawan mengenai ada tidaknya keberatan dalam keterangan saksi tersebut. Bukannya menjawab keberatan atau tidak, Hendra malah curhat bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang mengambil DVR dan mengopinya. Semua dilakukan hanya karena diperintahkan Sambo. ”Itu prinsipnya,” katanya.

Kejadian menarik lainnya saat anggota Polri Tomser Kristianata dan Munafri Bahtiar memberikan kesaksian. Mereka merupakan anak buah AKP Irfan Widyanto yang menemani saat diperintahkan Kombespol Agus Nurpatria untuk mengganti DVR CCTV.

Tomser dan Munafri memberikan kesaksian yang sama terkait dengan instruksi kepada AKP Irfan. Tomser saat itu melihat Agus merangkul Irfan dan menunjukkan posisi CCTV. CCTV itu berada di dekat lapangan basket yang mengarah ke rumah dinas Sambo. ”Lalu, saya mendengar Pak Agus memerintah Irfan untuk mengambil dan mengganti DVR,” terangnya.

Setelah kesaksian keduanya, hakim bertanya kepada terdakwa apakah keberatan dengan keterangan para saksi tersebut. Saat itu terdakwa Kombespol Agus Nurpatria mengaku tidak memerintahkan pengambilan dan penggantian DVR CCTV. ”Tapi, saya minta dicek dan diamankan,” ujarnya kepada majelis hakim. (*)

Reporter: JP Group

Bursa Kerja Batam Digelar 7 November

0
job fair
Ilustrasi. Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) memadati gedung S Universitas Putra Batam untuk mengikuti kegiatan Job Fair. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Berbagai upaya dilakukan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam untuk menampung dan memfasilitasi para pencaker. Salah satunya lewat bursa kerja. Direncanakan Disnaker Kota Batam mengadakan bursa kerja pada 7, 8 dan 9 November 2022 ini.

Kegiatan ini diperuntukan untuk menyerap potensi pencari kerja dan juga sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah di dalam rangka menekan angka pengangguran di Batam.

“Kita agendakan 7, 8 dan 9 November ini. Untuk lokasinya masih belum comform,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti, Kamis (27/10).

Baca Juga: Ini Syarat Pembuatan SIM, SKCK, dan Laporan Kehilangan di Polresta Barelang

Ia mengatakan, bursa kerja ini nantinya akan membuka selebar-selebarnya informasi lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja. Bahkan dalam kegiatan tersebut Disnaker bekerja sama dengan sejumlah perusahaan yang ada di Kota Batam.

“Kita masih data perusahan yang ikut dalam program tersebut. Targetnya minimal 30 perusahaan ikut dalam bursa kerja ini,” bebernya.

Dikethaui, sepanjang tahun 2022 (Januari-September), jumlah pencari kerja (pencaker) yang terdata Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencapai 22.357 orang. Jumlah pencari kerja ini terdata berdasarkan permohonan Kartu Kuning, mulai dari lulusan pendidikan SD, SMP SMA, sampai dengan S2.

Jika dirincikan pencaker di Kota Batam dibedakan mereka yang memiliki KTP Batam dan luar KTP Batam. (*)

 

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Berkas Lengkap, Tersangka Penyalahgunaan Solar Subsidi Diserahkan ke Jaksa

0
Barang bukti perkara tindak pidana penyalahgunaan solar subsidi berupa drum diserahkan ke Kejari Bintan, Rabu (26/10). F.Satreskrim Bintan

batampos- Penyidik Satreskrim Polres Bintan menyerahkan tersangka penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi, inisial TAk alias Ak, pengusaha ikan di daerah Kawal, Kecamatan Gunung Kijang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, Rabu (26/10).

Hal ini setelah berkas perkara tindak pidana penyalahgunaan solar subsidi dinyatakan lengkap.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Mohammad Darma Ardiyaniki membenarkan, pihaknya melakukan pelimpahan tahap dua dari perkara tindak pidana penyalahgunaan solar subdisi ke Kejari Bintan.

“Kemarin sudah dilakukan pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres ke Kejari Bintan,” katanya, Kamis (27/10).

BACA JUGA: Petani Kampung Sei Jeram, Bintan Kesulitan Dapatkan Solar

Selain tersangka, dia menyebut, barang bukti tindak pidana penyalahgunaan solar subsidi pun diserahkan ke jaksa.

Adapun barang bukti yang diserahkan antara lain 1 unit truk Mitsubishi Coltdiesel 125 ps warna kuning, 21 drum besi ukuran 220 liter, 3 tangki penampungan BBM berukuran sekira 12.000 liter, 1 unit flow meter warna merah, 1 unit pompa air listrik.

Selain itu diserahkan juga 21 nota penghasilan ikan hasil tangkap nelayan bulan Juli 2022, dan 21 nota penghasilan ikan hasil tangkap nelayan bulan Agustus 2022, dan 15 nota penghasilan ikan hasil tangkap nelayan pada bulan Agustus 2022.

Kemudian, masih katanya, pihaknya juga menyerahkan barang bukti 1 bundel dengan tulisan pinjaman bout kecil warna biru, 2 buku catatan pengeluaran solar subsidi yang dikeluarkan dari tangki penampungan, 2 jeriken berisikan solar sekira 40 liter, 7 lembar surat jalan dengan barang berupa BBM solar yang disubsidi pemerintah.

Dia juga mengatakan, pelimpahan tahap dua tindak pidana penyalahgunaan solar subsidi menyusul surat Kejari Bintan tentang pemberitahuan hasil penyidikan.

“Penyidikan dinyatakan lengkap sehingga kami menyerahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa untuk proses penuntutan,” katanya.

Dari kasus ini, dia meminta masyarakat tidak bermain-main dengan solar subsidi apalagi sampai mengambil keuntungan dari penjualan solar subsidi.

“Solar subsidi dibutuhkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jadi, kalau ada yang bermain dan mengambil keuntungan pribadi dari menjual solar subaidi, kami tidak segan untuk menindak tegas,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tersangka Ak mendapat kuota solar subsidi dari pemerintah dengan total sekira 80.000 liter untuk 30 kapal dengan gross tonase 6 GT hingga 30 GT, Agustus 2022.

Tersangka mengambil solar subsidi di lokasi yang sudah ditunjuk pemerintah dengan harga Rp 5.150 per liter.

Namun, solar subsidi tersebut dijual dengan diecer ke kapal-kapal lain dengan harga Rp 6.000 per liter.

“Jadi modusnya tersangka menjual solar subsidi ke kapal-kapal yang tidak mendapat rekomendasi kuota solar subsidi,” jelas Kasi Humas Polres Bintan, Iptu Missyamsu Alson.

Dari penjualan solar subsidi, tersangka mendapat keuntungan sekira Rp 850 per liter.

“Tersangka bisa meraup keuntungan sekira Rp 68 juta sebulan,” kata Alson. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Aremania Menggugat: Jangan Paksa Selesai dengan 6 Tersangka

0
Ribuan Aremania melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (27/10/2022). Selain menuntut penuntasan kasus tragedi Kanjuruhan yang transparan dan adil, mereka juga meminta pihak terkait pelaksana liga yakni PSSI dan pemegang hak siar pertandingan Arema FC lawan Persebaya turut bertanggung jawab dalam tragedi yang menewaskan 135 orang tersebut. (suharto/radar malang)

batampos – Menuntut penambahan pasal kepada para tersangka, menolak rekonstruksi yang telah dilakukan Polda Jatim, dan meminta eksekutor tembakan gas air mata segera dirilis. Itulah sebagian dari total sembilan poin tuntutan yang disuarakan Aremania terkait dengan tragedi Kanjuruhan dalam aksi turun jalan kedua mereka di Kota Malang kemarin (27/10).

Ganis Rumpoko, salah seorang Aremania yang ikut aksi kemarin, menyatakan bahwa sembilan tuntutan tersebut harus dijalankan (selengkapnya lihat grafis). Sembilan tuntutan itu pula yang menjadi alasan Aremania melakukan long march dari Alun-Alun Kota Malang menuju Balai Kota Malang.

”Jika tidak digubris, Aremania akan melakukan aksi lanjutan. Akan tetap turun ke jalan sampai tragedi Kanjuruhan ini diselesaikan dengan tuntas,” kata Ganis ketika dihubungi Jawa Pos kemarin.

Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober lalu seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menelan korban 135 nyawa. Itulah tragedi terburuk terkait dengan lapangan hijau di tanah air sekaligus tragedi sepak bola dengan jumlah korban jiwa terbanyak kedua di dunia. Sudah enam tersangka ditetapkan dan keenamnya sekarang ditahan di Mapolda Jatim di Surabaya.

Mengenai penambahan pasal untuk tersangka, Aremania melihat pasal-pasal yang diterapkan saat ini kurang menggigit. Polisi menjatuhkan Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian korban terhadap para tersangka. Namun, sebagaimana yang dilaporkan Jawa Pos Radar Malang, dalam orasi secara bergantian, Aremania menginginkan penambahan dua pasal untuk para tersangka.

”Enam tersangka yang sudah ditetapkan sebagai tahanan diproses hukum seadil-adilnya. Dan, menuntut penambahan Pasal 338 KUHP dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana,” ujar seorang di antara mereka saat membacakan kesembilan tuntutan. Pasal 338 KUHP berbunyi: barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Pasal 340 KUHP berbunyi: barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan rencana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Perihal menolak rekonstruksi di Mapolda Jawa Timur pekan lalu, dalam orasinya, Aremania menyatakan bahwa rekonstruksi itu tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sebab, dalam rekonstruksi tersebut dibantah adanya penembakan gas air mata ke arah tribun.

Padahal, sebagaimana yang disampaikan dalam orasi, sesuai dengan bukti video dan foto yang beredar, memang benar adanya penembakan gas air mata ke arah tribun. Aremania juga menuntut eksekutor penembakan dirilis atau ditunjukkan ke publik. Tidak hanya dirilis, Aremania juga meminta mereka diadili.

Aksi sejak pukul 10.19 sampai pukul 13.00 itu berlangsung tertib. Malah, seusai aksi, ada komando untuk mengambil sampah yang ditinggalkan.

Dalam kesempatan kemarin, ribuan Aremania yang melakukan aksi ditemui Wali Kota Malang Sutiaji. Sutiaji siap mendukung gerakan usut tuntas tragedi Kanjuruhan. Dia menegaskan dalam waktu dekat berkirim e-mail kepada pihak-pihak terkait. Mulai kepolisian, PSSI, sampai pemerintah pusat.

Sutiaji menuturkan, tragedi Kanjuruhan tidak boleh dipandang sebelah mata atau diremehkan. ”Satu nyawa saja sudah sangat mahal. Apalagi 135 nyawa,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Aremania, Aremania Menggugat, juga akan berkirim surat ke beberapa lembaga. ”Kami butuh pihak-pihak eksternal ikut mengawal untuk mewujudkan keadilan yang sebenarnya,” jelas Djoko Tritjahjana, ketua tim advokasi bantuan hukum Aremania Menggugat.

Khususnya terkait dengan proses hukum tragedi Kanjuruhan. Pihaknya tidak ingin proses hukum tragedi Kanjuruhan dipaksakan untuk diselesaikan dengan enam tersangka. Sebab, dari analisis tim Aremania Menggugat, yang harus bertanggung jawab seharusnya lebih dari itu.

”Di lapangan sangat jelas bahwa pelaku-pelaku pengamanan di sana berkontribusi sangat nyata terhadap munculnya korban 135 nyawa,” ungkap dia.

Menurut Djoko, surat Aremania Menggugat akan dikirimkan ke beberapa lembaga hukum seperti Kompolnas, Komisi Kejaksaan, Komisi Yudisial, dan Ombudsman. ”Harapannya, pihak-pihak eksternal ini mampu melakukan pengawasan secara menyeluruh sehingga proses keadilan tadi tidak hanya berhenti di enam tersangka ini,” tuturnya.

Pemeriksaan di Mapolda Jatim

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan seharusnya kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi tragedi Kanjuruhan di Mapolda Jatim, Surabaya, kemarin. Namun, dia tidak hadir dengan alasan ada kegiatan dengan FIFA.

”Melalui surat yang dikirimkan kepada penyidik, beliau meminta pemeriksaan ditunda,” ujar Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto.

Dalam surat itu, Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– meminta pemeriksaan diadakan pada Kamis (3/11). Sebelumnya, dia juga pernah meminta pemeriksaan terhadapnya ditunda.

Purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir jenderal bintang tiga itu seharusnya diperiksa pada Selasa (18/10). Namun, dia baru bisa memenuhi panggilan pemeriksaan pada Kamis (20/10).

Iwan Bule, kata Dirmanto, adalah satu-satunya saksi yang tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kemarin. Berbeda dengan 14 saksi lain yang datang. ”Dari panpel pertandingan, steward, dan PT LIB (Liga Indonesia Baru),” jelasnya.

Disinggung tentang materi pemeriksaan kepada belasan saksi itu, Dirmanto tidak menjawab secara gamblang. Dia hanya menyebut penyidikan berjalan dinamis. ”Yang pasti, saat ini penyidik fokus mendalami subjek hukum lain. Dugaan pidananya apa? Nanti tunggu hasil pemeriksaan,” paparnya.

Berdasar pantauan, dua saksi yang mendatangi gedung Ditreskrimum Polda Jatim sebagai tempat pemeriksaan adalah Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana dan Direktur Operasional PT LIB Sudjarno.

Mereka tiba pada waktu yang berbeda. Sudjarno datang pada pukul 12.30. Disusul Gilang sekitar satu jam berselang. Sudjarno diperiksa sekitar lima jam. Namun, dia menolak berkomentar setelah keluar dari gedung ditreskrimum. ”Hanya pemeriksaan tambahan,” kata Rachmad Amrullah, pengacara Sudjarno.

Menurut dia, kliennya mendapat 30 pertanyaan dari penyidik. Materinya terkait dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) PT LIB.

Amru –sapaan Rachmad Amrullah– menyatakan, kliennya sudah menjalankan tugas sesuai dengan yang ditetapkan. Di antaranya, membuat jadwal liga serta berkoordinasi dengan panpel untuk pelaksanaan laga di wilayah masing-masing. ”Panpel selanjutnya melakukan persiapan. Misalnya, keamanan dan medis,” jelasnya.

Sementara itu, Gilang selesai menjalani pemeriksaan pada pukul 19.00. Namun, pria yang akrab disapa Juragan 99 itu juga irit bicara. Dia hanya menjelaskan posisinya di Arema FC sebagai investor dalam pemeriksaan tersebut.

”Selama ini saya tidak meminta keuntungan. Untuk manajerial tim, silakan tanya ke manajer,” katanya sembari masuk ke mobil dan tidak menjawab kemungkinan mengajukan permohonan kongres luar biasa (KLB) ke PSSI.

Sementara itu, di Jakarta tersiar kabar bahwa ada aksi besar-besaran dari gabungan suporter dalam waktu dekat. Ketika dikontak Jawa Pos, Ketua Forum Diskusi Suporter Indonesia (FDSI) Helmi Atmaja mengakui memang sempat mendengar rencana aksi yang bakal dilakukan pada Minggu (30/10). Namun, hal tersebut hanya didengarnya dari media sosial. ”Saya belum ketemu sama penggagas-penggagasnya itu siapa,” katanya.

Karena itu, dia menegaskan tidak ingin melibatkan FDSI dulu akibat ketidakjelasan tersebut. ”Saya belum tahu arahnya mau ke mana. Saya ingin kenal dan ngobrol dulu dengan yang lain,” ujarnya.

Joe Oktavano, perwakilan Bonek Jabodetabek, juga belum mendengar rencana aksi besar suporter di Jakarta. ”Kalau aksinya ditujukan untuk revolusi PSSI, kami pasti dukung. Tapi, sejauh ini belum ada informasi apa pun terkait dengan aksi itu,” ungkapnya. (*)

Reporter: JP Group

Sembilan Tuntutan Aremania di Aksi Ke-2

1. Menuntut proses hukum ditegakkan seadil-adilnya dan meminta penambahan Pasal 338, bahkan Pasal 340 KUHP, untuk para tersangka.

2. A. Menuntut pertanggungjawaban moral dari seluruh jajaran PSSI. Serta meminta PSSI merevisi regulasi keselamatan dan keamanan penyelenggaraan liga di Indonesia sesuai dengan statuta FIFA. Mendesak revolusi menyeluruh terhadap sepak bola Indonesia.

B. Menuntut pihak broadcaster Liga 1 untuk mengganti jam pertandingan pada malam hari, terutama di laga-laga riskan.

3. Meminta aparat kepolisian segera menyelidiki, mengadili, dan merilis siapa saja eksekutor penembakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan.

4. Menuntut transparansi aparat kepolisian terkait dengan hasil sidang etik eksekutor penembakan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan. Jika terbukti ada pelanggaran, eksekutor harus dipidana.

5. A. Menolak rekonstruksi yang dilakukan Polda Jatim, yang menyebutkan bahwa tembakan gas air mata tidak diarahkan ke arah tribun. Berdasar hal tersebut, diminta ada rekonstruksi ulang sesuai dengan fakta di lapangan.

B. Menuntut BRIN merilis kandungan zat dalam gas air mata expired yang digunakan dalam tragedi Kanjuruhan.

6. Menuntut manajemen Arema FC turut andil mengawal pengusutan tragedi Kanjuruhan agar selaras dengan perjuangan Aremania yang menuntut keadilan.

7. Menuntut pemerintah untuk bersinergi dengan Komnas HAM dan menetapkan bahwa para tersangka melakukan kejahatan genosida.

8. Mengutuk segala bentuk intimidasi dari pihak mana pun terhadap para saksi dan korban tragedi Kanjuruhan.

9. Meminta tiga kepala daerah dan DPRD di Malang Raya turut andil mengawal tragedi Kanjuruhan bersama Aremania hingga tuntas.

Keterangan:

– Aremania tidak melindungi siapa pun yang terlibat pelanggaran hukum saat tragedi Kanjuruhan meski berasal dari kalangan suporter. Namun, jika tidak ditemukan fakta hukum atau bukti keterlibatannya, Aremania siap mengawal pembelaan.

– Aremania akan terus melakukan aksi jika tuntutan-tuntutan tersebut tidak terpenuhi secara keseluruhan.

Pasar Murah Terus Diminati Warga Batam

0
pasar murah 1
Ibu-ibu terlihat memilih telur di kegiatan operasi pasar yang digelar di Lapangan Bola Baloi Permai, Batamcenter, Senin (24/10/2022). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pelaksanaan pasar murah berhasil memberikan manfaat bagi warga Batam untuk berburu kebutuhan pokok. Harga bersaing yang ditawarkan, menjadikan pasar murah diserbu pembeli.

Kepala Dinas Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau mengatakan berdasarkan laporan dari distributor semua titik pasar yang sudah berjalan, ramai oleh pembeli.

“Alhamdulillah, semua terjual habis. Ini tidak lepas dari harga berhasil ditekan jauh dari harga pasar,” kata dia, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga: Kemenag Tunggu Surat Resmi Antrean Kuota Haji Reguler Dibuat Nasional

Ia menyebutkan harga cabai merah dijual Rp 45 ribu per kilogram dan selalu habis diburu pembeli. Keberhasilan pasar murah ini tidak lepas dari dukungan distributor yang bersedia menyediakan bahan pokok dengan harga murah.

Gustian menambahkan masih ada belasan titik pelaksanaan yang akan menjadi lokasi pasar murah hingga Desember mendatang. Sejauh ini respon selalu positif.

Harapannya dengan adanya pasar murah ini, inflasi dari komoditi pokok tidak ikut menyumbang inflasi bagi Kota Batam. Gustian menambahkan untuk di Kepri, Batam merupakan satu-satunya yang melaksanakan pasar murah ini.

Baca Juga: Hujan Berpotensi Terjadi Malam hingga Pagi Hari di Batam

“Daerah lain malah datang ke Batam untuk belajar dan studi tiru terkait program kita ini,” ujarnya.

Dengan terobosan yang dilakukan Batam ini menargetkan pengendalian harga, dan pemenuhan kebutuhan hingga akhir tahun terpenuhi. Stabilitas harga perlu dijaga, agar masyarakat tidak kesulitan, di tengah perekonomian yang mulai tumbuh.

“Hasil zoom dengan Presiden dan Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah dalam memastikan kebutuhan komoditi pokok cukup dan harga juga terjaga,” sebutnya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

22 Ribu Pencaker di Batam Perebutkan 3.708 Lowongan Kerja

0
Pencaker Urus Kartu Kunong Dalil Harahap7
Pencari kerja di Batam sedang mengurus kartu kuning di Disnaker Batam. F.Dalil Harahap

batampos – Sepanjang tahun 2022 (Januari-September), jumlah pencari kerja (pencaker) yang terdata Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencapai 22.357 orang. Jumlah pencari kerja ini terdata berdasarkan permohonan Kartu Kuning, mulai dari lulusan pendidikan SD, SMP SMA, sampai dengan S2.

Jika dirincikan pencaker di Batam dibedakan mereka yang memiliki KTP Batam dan luar KTP Batam.

Bagi yang memiliki KTP Batam mengurus kartu kuning di kantor kecamatan sesuai domisili. Sedangkan bagi mereka yang masih memiliki KTP luar Batam atau pendatang mengurus kartu kuning di kantor Disnaker Batam.

“Hingga September tahun ini pencaker di Batam mencapai 22.357 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti, Kamis (27/10).

Baca Juga: Aliansi Ojol Batam Tuntut Penyesuaian Tarif Layanan

Bila melihat jenis kelamin, pencaker perempuan masih mendominasi yakni sebanyak 11.466 orang dan pencaker laki-laki sebanyak 10.891 Pencaker. Sedangkan biladikategorikan lulusan, tingkat serapan tenaga kerja masih didominasi lulusan SMA sederajat.

Rudi menambahkan, untuk lowongan pekerjaan sepanjang tahun 2022 ini tercatat sebanyak 3.708. Rinciannya, 2.006 lowongan untuk perempuan dan 1.702 untuk laki-laki.

Adapun jumlah tenaga kerja yang sudah penempatan atau bekerja sepanjang tahun ini berjumlah 2.549 orang. Rinciannya, 1.522 perempuan dan 1.027 lainnya laki-laki.

Baca Juga: Polresta Barelang Cek Senjata Api Serta Ruang Tahanan di Polsek Lubukbaja

Rina, satu dari ribuan pencaker yang menggantungkan nasibnya di Batam. Perempuan asal Lampung itu mengaku baru dua bulan berada di Batam. Diakuinya, banyak teman seangkatannya dulu di kampungnya yang sudah bekerja di kota ini.

“Coba nyari kerja disini pak. Mana tau bisa cepat dapat pekerjaan disini,” ujarnya di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Batam.

Perempuan 21 tahun itu mengaku sudah mencoba melamar pekerjaan di sejumlah perusahaan di Batam. Hanya saja, samlai saat ini belum dipanggil. “Kemarin lamarnya masih pakai surat kuning dari Lampung. Mana tau setelah pakai dari Disnaker Batam ada perusahaan yang memanggil,” tuturnya.

Selain Rina, ada juga Usman, pencaker dari Jambi yang baru setengah bulan di Kota Batam. Ditemani saudaranya ia datang ke kantor Disnaker Batam untuk mengurus surat AK1. “Baru mencari kerja. Kebetulan saya masih KTP luar Batam, makanya ngurus ke sini,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra