Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 6548

5 Tahun, Sejuk Tanjungpinang Istiqomah dalam Bersedekah

0

 

batampos – Komunitas Sedekah Jumat Kota Tanjungpinang (Sejuk Tpi) kini berusia 5 tahun. Selama itu pula, komunitas ini konsisten setiap hari Jumat berbagi rezeki dengan masyarakat dan beberapa pesantren yang ada di Kota Tanjungpinang.

Tepat di hari ini, Sabtu (22/10/2022) beberapa anggota dan donatur Sejuk Tpi berkunjung dan memberikan santunan ke pondok pesantren (Ponpes) Radhiatul Quran, Ponpes Baiturahman, dan berakhir di Ponpes Tahfizh Al-Quran, Karomatul Qur’an untuk makan dan doa bersama.

Ketua Komunitas Sejuk Tpi, Riduan Tawaqqal mengatakan kegiatan berbagi setiap hari Jumat ini selain ke Ponpes juga ke masyarakat umum dan jamaah solat Jumat.

Tidak hanya makanan dan beras lanjut Riduan, Sejuk Tpi juga kerap kali menyumbang fasilitas umum yang ada di Ponpes maupun mushola yang ada di lingkungan masyarakat.

“Sejuk Tpi ini sebenarnya pasukan gaib. Selain yang hadir disini, masih banyak lagi yang kami tidak kenal. Tapi secara Istiqomah mereka selalu bersedekah,” ungkap Riduan.

Riduan berharap, Sejuk Tpi akan selalu ada dan hadir disaat dibutuhkan. Semoga para anggota dan donatur, Istiqomah dalam menitipkan sebagian hartanya lewat Sejuk Tpi.

“Setiap yang nyumbang, baik pakai nama lengkap maupun inisial, selalu kami posting di grup WA maupun medsos facebook. Sehingga semua bisa memantau. Dan saldo selalu nol rupiah. Karena setiap Jumat, selalu habis kami bagikan,” jelasnya.

Di tempat yang sama pimpinan Ponpes Karomatul Qur’an, ustadz Hariyun sangat berterimakasih karena setiap Jumat mendapat sumbangan beras sebanyak 30 kilogram.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu sekali oleh Sejuk Tpi ini. Tiap bulan kami rutin dapat beras. Jadi tinggal beli lauknya saja untuk anak-anak,” ungkapnya.

Mantan ketua mubaligh se Kota Tanjungpinang ini mendoakan, agar anggota dan donatur Sejuk Tpi selalu diberikan kesehatan dan keluasan rezeki. Sehingga dapat membantu banyak orang.

“Selamat hari jadi yang ke-5 Sejuk Tpi. Semoga selalu menjadi inspirasi banyak orang dan virus dalam menyebar kebaikan. Dan istiqomah dalam bersedekah,” pungkasnya. (cca)

 

 

Reporter : Cipi Ckandina

RSUD M Sani Siap Jadi RS Rujukan, Puskesmas Sudah Tidak Keluarkan Resep Sirup

0

batampos- RSUD M Sani merupakan satu satunya rumah sakit yang lengkap. Sehingga, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Karimun ini siap menjadi rujukan jika ditemukan kasus gagals ginjal terhadap anak.

”Memang, hanya RSUD M Sani yang paling lengkap. Karena, selain memiliki sokter spesialis anak dan spesialis penyakit dalam, juga sudah dilengkapi dengan mesin HD atau mesin cuci darah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, Jumat (21/10).

BACA JUGA: RSUD M Sani Hentikan Pengeluaran Resep Jenis Sirup

Untuk itu, katanya, jika ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan, maka hal ini sudah sesuai. Hanya saja, untuk kasus anak gagal ginjal di Karimun hasil pantauan selama dua hari terakhir belum ada. Hal ini juga sudah dikonfirmasi ke dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam.

Rachmadi

”Selain itu, saya juga sudah membuat surat edaran ke seluruh UPT Puskesmas yang ada di Kabupaten Karimun. Isinya, tidak lagi memberikan obat atau mengeluarkan resep obat dalam bentuk sirup kepada pasien yang datang berobat. Tapi, diganti dengan obat sejenis puyer yang sudah diracik,” paparnya.

Direktur RSUD M Sani, dr Rosdiana secara terpisah menyatakan, menyatakan memang saat ini rumah sakit yang dipimpinnya paling lengkap di Karimun. ”Tapi, perlu kita sampaikan bahwa mesin HD yang ada di rumah sakit kita selama ini digunakan untuk dewasa dan remaja,” ungkapnya.

Jadi, tambah Rosdiana, jika seandainya ada kasus anak gagal ginjal dengan usia di bawah 12 atau 13 tahun maka tidak bisa menggunakan mesin HD yangbada di RSUD M Sani. Karena, mesin HD untuk anak-anak itu setingan mesin tidak sama dengan dewasa. Sehingga, tetap akan dirujuk keluar daerah juga. Di Batam sepertinya juga belum ada mesin HD untuk anak di bawah usia seperti yang disebutkan tadi. (*)

reporter: Sandi

Tim Stunting Gaet 12 KUA di Batam Untuk Cegah Stunting

0
stunting
Ilustrasi stunting. Foto: JawaPos.com

batampos – Tim stunting akan mengaet 12 Kantor Urusan Agam (KUA) untuk menekan angka stunting di Kota Batam.

Ketua Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, saat ini ada 5.684 tenaga pendamping keluarga dan 21 puskesmas di Batam siap dalam upaya mencegah stunting.

“Pengentasan kasus stunting harus dimulai dari hulu. Pemko Batam akan menjalin kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) yang merupakan titik awal terjadinya perkawinan,” kata dia, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: Orangtua Beralih ke Obat Tablet

Di KU lanjutnya diharapkan ada edukasi mengenai stunting kepada calon pengantin. Karena kata dia, pasangan yang akan menikah dan memutuskan punya anak harus paham akan bagaimana menjalani proses kehamilan, kelahiran, dan pertumbuhan anak nantinya.

Tugas pemerintah adalah menekan terjadinya angka stunting. Untuk itu, perlu sekali edukasi dari hulu, agar dapat mencegah stunting sedini mungkin. KUA menjadi salah satu muara untuk pasangan calon pengantin (Catin) dalam mendapatkan pengetahuan.

“Tujuannya agar mereka dapat mempersiapkan kelahiran dengan baik. Meliputi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta bagaimana mencegah agar stunting tidak terjadi pada anak yang akan mereka lahirkan nanti. Ini lah muaranya yaitu angka stunting zero di Kota Batam,” imbuhnya.

Baca Juga: Kampanye Kesadaraan Kanker Payudara

Saat ini Batam sudah berhasil menekan angka stunting menjadi 2.4 persen. Pertengahan tahun lalu angka stunting masih menyentuh angka 3.8 persen. Artinya, upaya yang dilakukan tim pengentasan stunting cukup berhasil.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kinerja tim yang sudah berkerja untuk mencapai hasil ini,” ungkap Amsakar.

Ia berharap semakin masifnya penyampaian, dan edukasi mengenai stunting dapat menekan angka menjadi nol kasus. Sehingga di 2045 mendatang, Indonesia bisa memiliki generasi emas.

Baca Juga: Konser Dewa 19, Obati Kerinduan Baladewa dan Baladewi

“Ini lah tugas kita bersama. Bagaimana agar hal ini bisa terwujud. Lahirkan generasi sehat, dan bebas stunting. Makanya perlu edukasi sedini mungkin,” terangnya.

Menurut Amsakar mencegah lebih baik dari pada mengobati stunting. Deteksi dini akan membantu anak mendapatkan penanganan yang tepat, agar bisa tumbuh kembang dengan baik.

“Saya apresiasi petugas puskesmas, BKKBN, kader posyandu, dan tim pengentasan stunting Batam,” ujarnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Orangtua Beralih ke Obat Tablet

0
polda kepri 3
Personel Ditreskrimsus Polda Kepri mengecek obat sirup terlarang di salah satu apotek. Foto: Ditreskrimsus Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Sejak Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat sirop untuk anak, banyak orangtua yang memilih ke jenis tablet.

Salah seorang petugas Apotik di Seibeduk, Azizah, mengatakan, untuk saat ini pengunjung apotek lebih memilih obat tablet, ketimbang obat cair atau sirop.

“Mereka tetap beli obat, cuma selain yang cair atau sirop,” ujarnya.

Azizah mengakui, pihaknya saat ini masih menjual obat jenis sirop. Namun, obat tersebut yang dipastikan aman oleh distributor.

Baca Juga: Polresta Barelang Tangkap Kawanan Jambret 

“Ada beberapa obat cair yang dijual, karena dari distributornya bilang masih aman. Sebelumnya mereka menemukan obat yang dilarang oleh pemerintah dan telah ditarik kembali.

Wina salah seorang ibu rumah tangga mengakui, ia biasanya lebih memilih obat sirop dari pada tablet untuk anaknya yang sakit.

“Tapi semenjak kasus ini saya lebih pilih tablet. Padahal tablet itu pahit makanya biasanya pakai sirop. Sekarang ikuti pemerintah saja dulu, biar aman,” sebutnya.

Petugas Apotik lainnya, Selly, mengatakan, sejak surat edaran (SE) dikeluarkan petugas Apotik mengambil langkah untuk menarik obat jenis sirop yang ada di apotek.

Baca Juga: Dinkes Kepri: Buang Obat Berbentuk Cair untuk Anak

Untuk itu, meski ada konsumen yang datang dan membawa resep dokter untuk obat sirup anak, dirinya mengaku pihak Apotek tetap tidak akan melayani.

Selain itu, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai resep yang dibawa oleh konsumen.

“Kami usahakan untuk koordinasi dulu sama dokter pemberi resep,” terangnya.

Selly juga mengaku, pihaknya akan kembali menjual obat sirup anak tersebut setelah ada pemberitahuan atau anjuran dari pihak Kemenkes atau hasil uji lab dari BPOM.

“Jadi untuk saat ini semua obat sirup anak, kami tarik dan tidak kami jual hingga ada pemberitahuan dari Pihak Kemenkes dan BPOM,” tutup Selly.

Baca Juga: Belum Terima SE, Batam Belum Amankan Sirup Obat Untuk Anak

Untuk sekedar diketahui, saat ini pemerintah telah merilis sedikitnya lima obat sirup anak yang diajurkan untuk tidak dikonsumsi untuk saat ini, yakni Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

Kemudian Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml, Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @60 ml.

Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @60 ml dan terakhir Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Sementara itu, sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menyebutkan Tenaga Kesehatan (Nakes) pada Fasilitas Kesehatan (Faskes), masih dapat meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair atau sirop.

“Masyarakat masih boleh mengkonsusi obat dalam bentuk cair. Namun wajib dengan resep dokter, saat ini untuk sementara tidak dianjurkan untuk membeli sendiri,” ungkap Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi.(*)

Reporter: Yulitavia

PLN Batam Tanam 5 Ribu Bibit Mangrove di Hutan Mangrove Tanjungpiayu

0
pln batam mangrove
PLN Batam menanam 5 ribu bibit pohon mangrove di hutan mangrove Tanjungpiayu. Kegiatan ini sebagai bentuk tanggungjawab sosial PT PLN Batam. Foto: PLN Batam untuk Batam Pos

batampos – Sebagai bagian dari kontribusi dan kepedulian PT PLN Batam terhadap program pelestarian lingkungan, pencegahan abrasi dan pengendalian emisi karbon di wilayah Batam, perusahaan mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui penanaman 5 ribu bibit mangrove di di Lokasi Komunitas Tani Hutan Kawasan Hutan Mangrove Tanjung Piayu.

Kegiatan ini di hadiri oleh Pemerintah Kota Batam berserta jajarannya, Polsek Sei Beduk, Komunitas Tambak Mangrove dan Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Politeknik Batam.

Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra, mengatakan, kegiatan penanaman bibit mangrove masih dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) PT PLN Batam ke-22 dan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-77.

“PLN Batam telah berdiri 22 tahun di Pulau Batam sebagai anak perusahaan, tentunya banyak kontribusi yang telah disumbangkan untuk Pulau Batam dan terus berusaha memperbaiki ekosistem lingkungan akibat emisi gas karbon dan pemanasan global,” ujarnya.

“Maka dari itu melalui program Corporate Social Responsibility atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan mempunyai kewajiban sebagai bentuk tangung jawab Perusahaan terhadap dampak dari keputusan dan kegiatan Perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan,” katanya lagi.

Baca Juga: Polda Kepri Cek 58 Apotek, Obat Sirup Terlarang Masih Ditemukan

Irwansyah menambahkan, tanggung jawab sosial perusahaan tersebut diwujudkan dalam kegiatan pengabdian dan program untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perbaikan lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam hal ini kegiatan penanaman pohon atau penanaman bibit mangrove seperti ini merupakan program rutin tahunan sebagai bentuk Peduli Lingkungan. Pada kesempatan tersebut PLN Batam menanam 5 ribu bibit mangrove dibantu oleh Kelompok Tani Hutan Mangrove Tanjung Piayu.

“Semoga apa yang kita tanam hari ini tumbuh subur sehingga dapat menjadi eksositem penyangga bagi biota laut seperti udang, kerang dan hewan lainnya, menjadi “jantung” nya Pulau Batam dan menyerap emisi karbon diudara,” harap Irwansyah.

Baca Juga: BP Batam Gelar Lomba Mancing di Taman Rusa

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretrariat Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi PT PLN Batam dalam menjaga kawasan Hutan Mangrove Tanjungpiayu.

Menurut Yusfa, hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kondisi lingkungan dari abrasi, selain itu keberadaan mangrove juga memperkaya ekosistem di sekitarnya.

“Saya sangat mengapresiasi kontribusi PLN Batam yang telah rutin melaksanakan penanaman pohon mangrove seperti ini dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang ada di wilayah Batam, khususnya di kawasan hutan mangrove Piayu ini,” kata Ketua Team Fasilitasi TSP Kota Batam itu.

PLN Batam kata dia, tidak hanya berkontribusi dalam penanaman mangrove, tapi secara tidak langsung juga turut mendukung kawasan destinasi wisata hijau bagi wisatawan dalam dan luar negeri penikmat perjalanan di alam terbuka.

Baca Juga: Harris Hotels Batam Tawarkan All Inclusive Wedding Package

Yusfa berharap semua dukungan dan bantuan PT PLN Batam tersebut dapat semakin meningkatkan minat masyarakat untuk melestarikan ligkungan dengan menanaman dan menjaga hutan mangrove.

Sehingga mangrove bisa menjadi sajian distinasi wisata utama dengan memanfaatkan mangrove selain sebagai bentuk pelestarian lingkungan juga bisa dijadikan bahan kerajinan.

Seperti bahan pewarna alami, tepung, sirup mangrove dan sebagai bahan dasar batik eco print, dan akhirnya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove yang dapat membantu meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat.

“Semoga kedepannya PLN Batam terus berkontribusi secara positif terhadap kawasan hutan mangrove di Batam dan kami berharap juga apa yang telah dilakukan PLN Batam dapat menjadi contoh serta menginspirasi perusahaan-perusahaan lain yang ada di Batam untuk membantu untuk melindungi alam dan lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tambak Hutan Mangrove, Zakaria Muhammad Nur, mengucap rasa syukurnya atas bantuan CSR yang disalurkan PT PLN Batam.

“Alhamdulillah hari ini kami sangat bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan sekalian alam yang telah mempertemukan kami dengan Bapak/Ibu dari PLN Batam dengan satu tujuan yaitu pelestarian tanaman mangrove pada lokasi perairan tanjung piayu, untuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar,” kata Zakaria.(*)

Polisi Tangkap Komplotan Remaja Pencuri Motor

0
AKP Ronny Burungudju

batampos- Tim Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang menangkap empat remaja yang terlibat kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di lokasi berbeda di Tanjungpinang, Rabu (19/10). Empat remaja terlibat curanmor yang ditangkap polisi yakni YP (17), AF (18), RE (22) dan EH (20).

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang AKP Ronny Burungudju mengatakan kasus curanmor terjadi pada Agustus 2022 lalu di Jalan Transito dan Jalan Kijang Lama dan di Jalan Bukit Cermin belum lama ini. “Awalnya pelaku YP ditangkap Polsek Tanjungpinang Timur. Kemudian Tim Jatanras Reskrim melakukan pengembangan dan menangka tiga pelaku lainnya,” ungkapnya, Jumat (21/10).

BACA JUGA: Polisi Tebing, Karimun Tangkap Pencuri Motor

Polisi awalnya mendapat informasi bahwa pelaku pencurian motor di jalan Bukit Cermin adalah pelaku yang sebelumnya ditangkap. “YP mengaku dia telah melakukan pencurian motor tersebut dan sudah dijual,” jelas Ronny.

Saat interogasi, lanjut Ronny, pelaku dan penadah barang curian mengaku mengaku perbuatan terlibat curanmor. “Polisi juga menangkap penadah motor curian,” katanya.

Atas perbuatan itu, pelaku dapat dijerat Pasal 363 KUHP. Sedangkan penadah motor curian dijerat Pasal 480 KUHP. “Pelaku ditahan guna proses hukum selanjutnya,” kata Kasat Reskrim. (*)

reposter: yusnadi

Polresta Barelang Tangkap Kawanan Jambret 

0
polresta barelang 3
Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Yusriadi Yusuf, menanyai salah seorang penjambret. Foto: Humas Polresta Barelang

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menangkap kawanan jambret di kawasan Tanjunguma, Lubukbaja. Pelaku yang berjumlah 3 orang tersebut menjambret hingga korbannya tak sadarkan diri.

Ketiga pelaku yakni, SA, 23, HG, 18, dan A, 16. Mereka menjambret di kawasan Marina Park pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Korban yang dijambret ini merupakan pejoging. Tas korban ditarik hingga terjatuh, dan korban tak sadarkan diri,” ujar Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Yusriadi Yusuf.

Baca Juga: Polda Kepri Cek 58 Apotek, Obat Sirup Terlarang Masih Ditemukan

Yusuf menjelaskan, dalam aksinya, pelaku berjumlah 4 orang dengan mengendarai 2 sepeda motor. Saat itu, pelaku membawa kabur tas yang berisikan ponsel.

“Satu orang pelaku saat ini masih DPO. Berinisial AB,” katanya.

Dari pengakuan pelaku, aksi penjambretan tersebut dilakukan karena dipengaruhi minuman alkohol. Sebelum beraksi, kawanan pelaku ini usai menegak tuak.

Baca Juga: Bea Cukai Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Mikol Ilegal Rp4,38 Miliar

“Pengakuan pelaku, penjambretan ini baru pertama kalinya,” ungkap Yusuf.

Dengan kejadian ini, Yusuf mengimbau kepada masyarakay yang melakukan joging untuk meningkatkan kewaspadaan. Diantaranya tidak menggunakan ponsel, dan mengenakan perhiasan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman 9 tahun penjara.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

BNKAB Kepri Deklarasikan Dukungan untuk Anies Baswedan

0

 

batampos – Barisan Nasional Koalisi Anies Bersatu (BNKAB) Provinsi Kepri deklarasikan dukungan pencalonan Anies Rasyid Baswedan maju pada pemilihan presiden Indonesia 2024.

Deklarasi BNKAB DPW Kepri di Tanjungpinang, Jumat (21/10). F.Peri Irawan/Batam Pos

Inisiator BNKAB Pusat, Isra A Sanaky mengatakan selain deklarasi juga ingin melihat kesiapan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BNKAB Kepri untuk kegiatan tersebut.

“Kami senantiasa menguatkan simpul-simpul ini sekaligus menunggu koalisi partai politik, hari ini Nasdem, mudah-mudahan besok ada lagi,” kata Isra di Tanjungpinang, Jumat (21/10).

Sementara itu Ketua DPW BNKAB Kepri, Cholderia Sitinjak mengatakan usai dilantik menjadi ketua ia bersama DPD akan segera bergerilya serta bergandengan tangan dengan partai politik yang sudah dan akan mengusung untuk bersama memenangkan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

“Kita sudah tahu kriteria Pak Anies, beliau orang baik, jujur dan bukan kaleng-kaleng,” Kata Cholderia.

Cholderia mengaku menginginkan perubahan, sistem oligarki, dan sistem demokrasi yang terpenjara. Pihaknya berencana mendatangkan Anies Baswedan langsung ke Provinsi Kepri.

“Mohon kepada DPP agar bisa nanti untuk disampaikan keinginan ini kepada Pak Anies,” ujarnya.

Ia akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai suara 70 persen di Kepri untuk mendukung Anies Baswedan. Tentu itu harus dari kerjasama DPW, DPD, DPC hingga pengurus ranting.

“Sekarang DPD yang sudah terbentuk di Kepri ada tiga yaitu Batam, Bintan dan Tanjungpinang sementara Lingga dan Karimun sedang penjajakan,” tambahnya. (*)

 

 

Reporter : Peri Irawan

Polda Kepri Cek 58 Apotek, Obat Sirup Terlarang Masih Ditemukan

0
polda kepri 3
Personel Ditreskrimsus Polda Kepri mengecek obat sirup terlarang di salah satu apotek. Foto: Ditreskrimsus Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri melakukan pengecekan obat sirup terlarang di 58 apotek yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (21/10/2022).

Pengecekan ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang beredar dari BPOM RI, mengenai obat jenis sirup yang mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Teguh Widodo, mengatakan, ada lima jenis obat yang dicek oleh jajaran kepolisian.

“Pengecekan ini merupakan respon cepat kami, atas penjelasan BPOM RI terhadap obat sirup yang tercemar,” katanya.

Baca Juga: Dinkes Kepri: Buang Obat Berbentuk Cair untuk Anak

Ia mengatakan, memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Ada sebanyak 58 apotek dilakukan pengecekan, dengan rincian di Batam 12 apotek, Anambas 5 apotek, Bintan 3 apotek, Karimun 16 apotek, Tanjungpinang 4 apotek, Lingga 5 apotek dan Natuna 13 apotek.

“Dari pengecekan kami, masih terhadap 5 jenis obat sirup tersebut. Namun telah dipisahkan oleh pihak apotek,” ujar Teguh.

Pihak apotek, kata Teguh tidak lagi memajang ke lima jenis obat sirup tersebut di etalase.

Baca Juga: Kena Tilang Elektronik, Begini Cara Bayarnya

“Mereka sudah pisahkan dan menunggu penarikan dari distributor atau instruksi dari Dinkes (Dinas Kesehatan),” ucap Teguh.

Teguh mengatakan, pihaknnya sudah mendata obat-obat sirup yang dilarang dan meminta pihak apotek menyimpannya serta tidak diperjualbelikan.

“Kami meminta apotek wajib memberikan pelarangan dan edukasi kepada konsumen yang hendak membeli obat jenis sirup apapun,” ungkap Teguh.

Selain itu, ia mengimbau kepada pihak apotek tidak memperjualbelikan obat-obat jenis sirup. Apabila memang wajib, haruslah dengan resep dokter.

Baca Juga: Bea Cukai Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Mikol Ilegal Rp4,38 Miliar

“Kami minta pengeluaran obat sirup diperketat, setiap ada resep dokter dicek dulu,” tutur Teguh.

Kelima jenis obat yang saat ini dilarang untuk diperjualbelikan yakni:

  1. Termorex Sirup (Obat Demam) produksi PT. Konimex dengan Nomor Izin Edar DBL7813003537A1.
  2. Flurin DMP Sirup (Obat Batuk dan Flu) produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1.
  3. Unibebi Cought Sirup (Obat Batuk dan Flu) produksi Universal Pharmaceuttical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1.
  4. Unibebi Drmam Sirup (Obat Demam) produksi Universal Pharmaceuttical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1.
  5. Unibebi Demam Drops ( Obat Demam) produksi Universal Pharmaceuttical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1.

Reporter: Fiska Juanda

IDAI Kepri Ganti Paracetamol dengan Obat Racikan

0
Ketua IDAI Cabang Kepri, Muhammad Rizqa, f, Peri Irawan

batampos- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kepri mengingatkan kepada orang tua agar tidak panik jika menjumpai anak yang demam kemudian bingung untuk membeli obat penurun panas di tengah masalah kasus gagal ginjal akut misterius.

Ketua IDAI Cabang Kepri, Muhammad Rizqa mengatakan di tengah kondisi kasus gagal ginjal akut misterius ini ia mengingatkan orang tua yang memiliki balita agar tetap waspada dan tidak panik jika mendapati anak demam dan produksi buang air kecil sedikit.

Jika ditemukan kondisi seperti itu maka orang tua diminta segera membawa anak ke rumah sakit.
Pemantauan urin anak balita bisa melalui popok dapat dilakukan dengan mudah, mulai dari pagi hingga malam hari.

BACA JUGA: Tinjau Pelayanan RSUD Bintan, Roby Kesal Usai Dengar Warga Harus Antri 2 Jam untuk Berobat

“Mungkin selama ini kita cuek dengan air kencing anak, tapi sekarang kita harus lebih perhatian, terutama balita yang menggunakan popok,” kata Rizqa, Jumat (21/10).

Sekarang ini, lanjut Rizqa selain tidak panik para orang tua yang memiliki balita juga diimbau agar tidak membeli obat sirup sembarangan untuk anak yang sedang demam, flu dan batuk. Karena memang sudah dilarang oleh pemerintah.

“Penggantinya adalah obat tablet yang digerus halus kemudian diberikan kepada anak yang dicampurkan sedikit air putih,” terangnya.

Obat racikan itu, kata Rizqo tentunya aman digunakan untuk anak sebab dalam kandunganya tidak terdapt campuran bahan yang ada pada sirup paracetamol.

Obat paracetamol racikan itu bisa menjadi solusi pengganti obat sirup. Kata Rizqa penyebab gagal ginjal akut misterius itu bukanlah paracetamolnya namun kandungan tambahan dalam obat tersebut yang sedang diteliti lebih lanjut. (*)

Reporter : Peri Irawan