batampos – Komunitas Sedekah Jumat Kota Tanjungpinang (Sejuk Tpi) kini berusia 5 tahun. Selama itu pula, komunitas ini konsisten setiap hari Jumat berbagi rezeki dengan masyarakat dan beberapa pesantren yang ada di Kota Tanjungpinang.
Tepat di hari ini, Sabtu (22/10/2022) beberapa anggota dan donatur Sejuk Tpi berkunjung dan memberikan santunan ke pondok pesantren (Ponpes) Radhiatul Quran, Ponpes Baiturahman, dan berakhir di Ponpes Tahfizh Al-Quran, Karomatul Qur’an untuk makan dan doa bersama.
Ketua Komunitas Sejuk Tpi, Riduan Tawaqqal mengatakan kegiatan berbagi setiap hari Jumat ini selain ke Ponpes juga ke masyarakat umum dan jamaah solat Jumat.
Tidak hanya makanan dan beras lanjut Riduan, Sejuk Tpi juga kerap kali menyumbang fasilitas umum yang ada di Ponpes maupun mushola yang ada di lingkungan masyarakat.
“Sejuk Tpi ini sebenarnya pasukan gaib. Selain yang hadir disini, masih banyak lagi yang kami tidak kenal. Tapi secara Istiqomah mereka selalu bersedekah,” ungkap Riduan.
Riduan berharap, Sejuk Tpi akan selalu ada dan hadir disaat dibutuhkan. Semoga para anggota dan donatur, Istiqomah dalam menitipkan sebagian hartanya lewat Sejuk Tpi.
“Setiap yang nyumbang, baik pakai nama lengkap maupun inisial, selalu kami posting di grup WA maupun medsos facebook. Sehingga semua bisa memantau. Dan saldo selalu nol rupiah. Karena setiap Jumat, selalu habis kami bagikan,” jelasnya.
Di tempat yang sama pimpinan Ponpes Karomatul Qur’an, ustadz Hariyun sangat berterimakasih karena setiap Jumat mendapat sumbangan beras sebanyak 30 kilogram.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu sekali oleh Sejuk Tpi ini. Tiap bulan kami rutin dapat beras. Jadi tinggal beli lauknya saja untuk anak-anak,” ungkapnya.
Mantan ketua mubaligh se Kota Tanjungpinang ini mendoakan, agar anggota dan donatur Sejuk Tpi selalu diberikan kesehatan dan keluasan rezeki. Sehingga dapat membantu banyak orang.
“Selamat hari jadi yang ke-5 Sejuk Tpi. Semoga selalu menjadi inspirasi banyak orang dan virus dalam menyebar kebaikan. Dan istiqomah dalam bersedekah,” pungkasnya. (cca)
Reporter : Cipi Ckandina








