Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 6554

5.052 Uang Palsu Dimusnahkan

0
uang palsu
Pemusnahkan 5.052 Lembar Uang Palsu (Upal) di kantor BI Perwakilan Indonesia. Foto: Humas BI Kepri untuk Batam Pos

batampos – Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (BOTASUPAL) Kepulauan Riau, terdiri dari Kepolisian Daerah, Badan Intelijen Daerah, Kejaksaan Tinggi, Kementerian Keuangan dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, memusnahkan 5.052 Lembar Uang Palsu (Upal), Rabu (19/10/2022).

Upal yang dimusnahkan tersebut terdiri dari 62% pecahan 50 ribu; 37% pecahan 100 ribu; 1% pecahan lainnya meliputi 20 ribu, 10 ribu dan 5 ribu.

“Didapatkan dari hasil proses pengolahan uang dan temuan masyarakat di wilayah Provinsi Kepri dalam periode tahun 2018 sampai 2022,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K. Atmaja.

Baca Juga: Ini Cara dan Syarat Menjadi Peserta BPJS Kesehatan Gratis

Musni melanjutkan, pemusmahan Upal ini merupakan wujud amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2012 tentang Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu.

Pemusnahan Upal tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari tindak pidana kejahatan pemalsuan uang sehingga Upal yang ditemukan tidak beredar kembali.

“Pemalsuan Rupiah termasuk tindakan yang melanggar hukum yang tidak hanya merugikan secara individual, namun juga dapat mempengaruhi perekonomian dalam skala yang lebih besar,” katanya.

Apabila dilakukan dalam jumlah yang banyak, Upal berpotensi dapat menimbulkan inflasi dan dapat melemahkan kepercayaan terhadap sistem pembayaran sehingga masyarakat kurang merasa yakin saat menerima uang tunai dalam transaksi.

Baca Juga: Kode Pos Kota Batam

Pemalsuan rupiah juga dapat berpengaruh menurunkan kepercayaan terhadap rupiah itu sendiri bahkan dapat berpengaruh pada kepercayaan terhadap suatu negara.

Adapun BOTASUPAL merupakan lembaga yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden RI dan berfungsi sebagai koordinator pemberantasan Rupiah palsu yang bertugas untuk memadukan kegiatan dan operasi pemberantasan Rupiah Palsu.

Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2012 yang mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Sebagai bagian dari BOTASUPAL, Bank Indonesia senantiasa melakukan upaya penanggulangan Upal melalui standardisasi uang Rupiah, penguatan kualitas unsur pengaman, sosialisasi dan edukasi mengenai ciri keaslian uang Rupiah,” tuturnya.

Sosialisasi dan edukasi katanya, akan terus dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat antara lain pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, pelaku usaha, UMKM, tokoh agama, komunitas, masyarakat berkebutuhan khusus, dan aparat penegak hukum.

Baca Juga: Nilai Tukar Dolar Singapura Menguat, Apindo: Berkah Bagi Pengusaha di Batam

Dalam hal menemukan uang yang diragukan keasliannya, masyarakat dapat melakukan klarifikasi ke kantor Bank Indonesia atau melalui bank terdekat, serta melaporkan kepada Kepolisian setempat apabila menemukan adanya tindak pidana pemalsuan uang Rupiah di lingkungannya.

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana kejahatan pemalsuan uang Rupiah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Mata Uang. Selain itu, Bank Indonesia juga terus mengimbau masyarakat agar dapat memperlakukan uang dengan baik sehingga ciri-ciri keaslian Rupiah dapat tetap dengan mudah dikenali.

Hal tersebut dilakukan melalui 5 Jangan yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. Untuk dapat mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dapat dilakukan melalui 3D yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Ia mengajak untuk bersama-sama Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pemersatu bangsa dan simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara.

“Cinta rupiah sama dengan mencintai Indonesia. Bangga rupiah, sama dengan menjaga kedaulatan bangsa. Paham rupiah sama dengan bersama mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan negara negara. Cinta, bangga dan paham rupiah dimulai dari Kita,” imbuhnya.(*)

Reporter: Eggi Idriansyah

Aset Bos Judi Online Apin BK Disita, Totalnya Rp 151, 9 Miliar

0
Petugas Polda Sumatera Utara menyita aset bos judi online Apin BK alias J. (ANTARA/Polda Sumut)

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara menyita empat lagi aset bos judi online Apin BK alias J senilai Rp 5,1 miliar sehingga total aset yang disita kini mencapai Rp 151,9 miliar.

“Penyitaan aset tersebut merupakan proses hukum yang dilakukan terhadap Apin BK bos judi terbesar di Sumatera Utara,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan, Rabu (19/10).

Empat aset yang disita itu berupa dua unit rumah dan toko (ruko) berlantai tiga yang berada di kompleks pertokoan Suzuya Plaza di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, dengan nilai Rp4 miliar dan dua unit ruko senilai Rp1,1 miliar di Jalan Danau Singkarak Kota Medan.

Dengan penyitaan empat aset itu, sampai saat ini total ada 26 aset Apin yang disita dengan nilai Rp151,9 miliar.

Penyitaan aset di Kabupaten Deli Serdang berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam Nomor: 1693/Pen.Pid/2022/PN Lbp tanggal 17 Oktober 2022, sedangkan aset di Kota Medan berdasarkan penetapan PN Medan dengan Nomor: 4019/Pen.Sit/2022 PN Mdn tanggal 18 Oktober 2022.

Apin ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia pada Jumat (14/10). Menurut Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, pemulangan Apin atas kerja sama Polri dengan Kepolisian Malaysia lewat kerja sama police to police. (*)

Reporter: JP Group

Bagi Wanita Menopause, Akunpuntur Bantu Kurangi Nyeri

0
Ilustrasi seorang dengan keluhan nyeri lutut (Pixabay)

batampos – Akupuntur bisa menjadi pilihan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri pada wanita menopause.

“Sering dijumpai pada menopause itu nyeri. Mereka sudah minum obat antinyeri tapi punya alergi, lalu datang ke akupuntur dan nyerinya dapat berkurang,” kata Dokter spesialis akupuntur di RSCM Kencana dr Yoshua Viventius, SpAk dalam peringatan Hari Menopause Sedunia 18 Oktober 2022 yang juga siarkan secara langsung oleh RSCM Kencana, Selasa.

Yoshua mengatakan, pada kondisi menopause terjadi perubahan hormonal yang ditandai salah satunya dengan perubahan emosi, misalnya pasien lebih mudah marah dan mengalami gangguan tidur seperti insomnia. Menurut dia, akupuntur dapat berperan di sini untuk mengontrol emosi dan membantu pola tidur pasien.

Beberapa laporan terbaru menyebutkan menopause dapat menyebabkan nyeri sendi yang dapat mempengaruhi lutut, bahu, leher, siku, atau tangan. Seiring berjalannya waktu, seorang wanita mungkin mulai menyadari merasakan lebih banyak rasa sakit dan nyeri di area tersebut daripada sebelumnya.

BACA JUGA: Kelola Stres, Lakukan Hobi yang Disukai

Menurut pakar kesehatan, ini karena hormon estrogen yang membantu mengurangi peradangan menurun, menyebabkan peradangan dapat meningkat, memunculkan ketidaknyamanan dan radang sendi terkait menopause.

Dalam kesempatan itu, dokter kebidanan dan kandungan di RSCM Kencana dr Mila M, SpOG(K), FER, PhD mengatakan menopause merupakan kondisi saat seorang perempuan selama setahun tidak mengalami menstruasi. Kondisi ini diawali siklus menstruasi yang memanjang yakni biasanya dua hingga tiga bulan, lalu akhirnya berhenti haid selama setahun.

“Rata-rata usia 50 tahun sampai 51 tahun ke atas,” kata dia.

Pada kondisi khusus, semisal gagal ovarium dini dan menjalani kemoterapi, pasien dapat mengalami menopause lebih awal. Menurut Mila, kondisi ini dapat menempatkan pasien berisiko terkena osteoporosis.

“Ini terutama terkait hormon estrogen, karena salah satunya pada perempuan hormon ini berfungsi untuk balance antara pembongkaran dan pembentukan tulang,” tutur Mila. (*)

reporter: antara

Ada Fenomena Pegawai di Kota Besar Banting Setir jadi Petani di Desa

0
Foto dokumen: Petani memanen kopi. (ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN)

batampos- Banyak pekerja di kota-kota besar di Indonesia yang membanting setir menjadi petani untuk menyuburkan UMKM di tanah kelahiran mereka.

“Fenomena yang orang mungkin tidak banyak diketahui adalah dengan ramainya Coffee Shop di Indonesia, membuat banyak orang yang kerja di kota besar untuk pulang kembali ke daerah asalnya untuk membentuk koperasi di tanah kelahirannya masing-masing,” ungkap Pendiri Initial Coffee Roaster Surabaya Ivan Hartanto , Selasa (18/10).

Fenomena ini berbanding terbalik dengan yang ada di negara bagian Amerika, yang justru mereka malah untuk bekerja sebagai petani, dan banyak memilih untuk bekerja di kota-kota besar di sana.

BACA JUGA: Ini Tips dr Henky Menyeduh Kopi tanpa Kurangi Khasiatnya

“Tren ini belakangan hanya ada di Indonesia, orang luar negeri sana mereka tidak mau jadi petani, mereka lebih suka kerja di kota besar seperti di Mexico dan lainnya,” kata dia.

Dengan adanya tren yang seperti ini, justru akan memberikan banyak manfaat bagi para petani lokal untuk semakin eksis di berbagai lahan yang mereka tekuni dan salah satunya adalah petani kopi.

Dengan banyaknya pegawai kota-kota besar yang sadar pentingnya industri pertanian di tanah kelahiran mereka, justru akan memberikan banyak kelebihan dan juga jangkauan bagi para produsen mengembangkan produknya ke luar kota hingga luar negeri dengan memanfaatkan teknologi yang mereka kuasai.

“Dari situ kita bisa komunikasi dan kenal dengan mereka. Bahkan, banyak petani yang memang lulusan sarjana S1 bahkan S2,” tutur dia.

Sebagaimana diketahui bersama, Tokopedia mencatat bahwa pada semester I 2022 terdapat kenaikan jumlah transaksi dan pembeli, khususnya di Surabaya yang mencapai hampir 1,5 kali lipat.

Dalam hal ini, Initial Coffee Roaster Surabaya juga telah banyak menjalin kerjasama dengan para petani lokal mulai dari 750 hingga 1000 petani kopi setiap tahunnya dan tanpa perantara.

“Hal itu kami lakukan untuk memberikan manfaat langsung dari apa yang mereka sudah kerjakan selama ini,” tutup dia. (*)

reporter: antara

Tulus Raih 7 Piala AMI Awards 2022

0

batampos- Tulus, pemilik album kelima berjudul “Manusia” berhasil meraih 7 Piala di Anugerah Musik Indonesia (AMI) tahun ini.

“Tidak ada rangkaian kata yang panjang terpikir selain syukur dan terima kasih. Piala-piala untuk album ‘Manusia’ di Anugerah Musik Indonesia, kami wakili penerimaannya. Semua teman yang terlibat, mengapresiasi, dan turut memberikan ruang hidup bagi lagu-lagu di dalamnya, semua berperan. Sepenuh hati, terima kasih,” ucap Tulus, dikutip dari keterangan pers, Selasa (18/10).

Baik Tulus maupun produser Ari Renaldi mengungkapkan rasa syukur mereka saat menerima penghargaan itu.

BACA JUGA: Stres Bisa Sebabkan Anak Alami Gangguan Makan

“Terima kasih. Apresiasi ini niscaya menguatkan kami untuk jalan terus berkarya,” lanjut Ari Renaldi.

Tulus dan produser Ari Renaldi berfoto dengan tujuh piala AMI Awards di Jakarta, 13 Oktober 2022. (ANTARA/HO)

Adapun ketujuh piala yang diterima Tulus dan produser Ari Renaldi untuk album “Manusia” ini adalah untuk kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik, Album Pop Terbaik, Album Terbaik Terbaik, Karya Produksi Terbaik, Produser Rekaman Terbaik (Ari Renaldi), Tim Produksi Suara Terbaik (Ari Renaldi), dan Penata Musik Pop Terbaik (Ari Renaldi).

Album yang dikerjakan oleh Tulus selama 2 tahun terakhir ini dikatakannya merupakan representasi yang cocok untuk menggambarkan ragam dinamika rasa dari sosok manusia.

Sedikit membahas mengenai album “Manusia”, di album ini, Tulus semakin matang dalam pengolahan kata dalam lirik sekaligus pengedepanan keeleganan Bahasa Indonesia.

Dirilis bertepatan dengan perayaan 10 tahun Tulus berkarya di industri musik, album ini telah mengukir prestasi yang membanggakan baik di kancah nasional maupun internasional. (*)

reporter: antara

 

Gandeng UNHCR, Honda Berikan Pelatihan

0
honda 2
PT Capella Dinamik Nusantara main dealer sepeda motor Honda memberikan pelatihan Dasar Perawatan Sepeda Motor Honda beberapa anggota UNHCR. Foto: Honda Kepri untuk Batam Pos

batampos – PT Capella Dinamik Nusantara main dealer sepeda motor Honda di wilayah Kepulauan Riau menggandeng United Nations High Commissiner For Refugees (UNHCR) wilayah Tanjungpinang mengadakan acara Pelatihan Dasar Perawatan Sepeda Motor Honda.

Kegiatan ini berlangsung di Capella Honda Training Center yang berada di Batam selama lima hari.

Technical Service Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Johandi, mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan kepada anggota UNHCR terutama yang memiliki minat dibadang otomoif khususnya sepeda motor.

Baca Juga: Ini Cara dan Syarat Menjadi Peserta BPJS Kesehatan Gratis

“Kami mendata ada beberapa anggota UNHCR yang memiliki minat dibidang otomotif khususnya sepeda motor, dari sana kami bergerak untuk memberikan pelatihan dasar perawatan sepeda motor,” kata Johandi.

Peserta diberikan pelatihan dasar mengenai pengenalan General Tools dilanjutkan penjelasan Feeler gauges, Engine, Frame dan Kelistrikan yang dibagi salama 5 hari.

“Tidak hanya pengenalan berupa materi saja yang kami berikan, tetapi kita juga berikan kesempatan langsung kepada para peserta untuk mempraktekannya”, Tambah Johandi.

Baca Juga: Desember Fuel Card 3.0 Mulai Difungsikan

Para peserta juga diberikan informasi seperti jenis – jenis sepeda motor seperti Matic, Cub dan Sport, tidak sampai disitu para peserta di uji kemampuannya di akhir sesi training untuk menilai kemampuan dari para peserta selama pelatihan ini diberikan.

“Kami berharap dari kegiatan ini menjadi peluang bisnis untuk para peserta atau anggota UNHCR dan semua ini bisa dimanfakan sebaik mungkin,” tutup Johandi.(*)

Terbukti Bersalah, Bupati Langkat Nonaktif Divonis 9 Tahun

0
Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin divonis 9 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan karena terbukti menerima suap di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Rabu (19/10/2022). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

batampos –  Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin divonis 9 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan karena terbukti menerima suap senilai Rp572juta dari pengusaha Muara Perangin Angin terkait paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan kabupaten Langkat tahun 2021.

“Mengadili, menyatakan terdakwa I Terbit Rencana Perangin Angin dan terdakwa II Iskandar Parangin Angin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan alternatif pertama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Terbit Rencana Perangin Angin dengan pidana penjara selama 9 tahun ditambah pidana denda sejumlah Rp300 juta yang bila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 5 bulan,” kata ketua majelis hakim Djumyanto di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (19/10).

Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut Terbit Rencana Perangin Angin agar divonis 9 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 5 bulan.

Majelis hakim juga memutuskan Terbit Rencana Perangin Angin dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa Terbit Rencana Perangin Angin berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik setelah selama 5 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokok,” ucap hakim.

Terbit Rencana Perangin Angin adalah anak ke-3 dari 6 bersaudara. Ia memiliki abang kandung bernama Iskandar Perangin Angin.

Iskandar Perangin Angin menjabat sebagai Kepala Desa Raja Tengah kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat dan kerap dipanggil sebagai “Pak Kades”.

“Dan kepada Terdakwa II Iskandar Perangin Angin berupa pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan,” tambah hakim Djumyanto.

Terdapat sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan dalam perbuatan Terbit Rencana Perangin Angin dan Iskandar Parangin Angin.

“Hal memberatkan, para terdakwa tidak membantu program negara dan pemerintah dalam melakukan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, para terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan di persidangan. Hal meringankan, para terdakwa bersikap sopan, masih punya tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum,” ujar hakim.

Selain Terbit, ada tiga orang terdakwa lainnya yang juga menjalani vonis dalam perkara yang sama yaitu orang-orang kepercayaan Iskandar yang tergabung dalam “Grup Kuala” untuk mengatur pengadaan barang dan jasa di kabupaten Langkat yaitu Marcos Surya Abdi, Shuhanda Citra dan Isfi Syahfitra.

Marcos Surya Abdi divonis 7 tahun dan 6 bulan penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan, sedangkan Shuhanda Citra dan Isfi Syahfitra masing-masing divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan.

Putusan oleh majelis hakim yang terdiri dari Djumyanto, Rianto Adam Ponto dan Ida Ayu Susilawati itu sama dengan tuntutan yang diajukan oleh JPU KPK.

Kelima terdakwa terbukti berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf b UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo padal 55 ayat 1 ke-1.

Grup Kuala punya tugas melobi dengan meminta daftar paket pekerjaan setiap dinas di lingkungan kabupaten Langkat untuk diserahkan ke Iskandar serta meminta “commitment fee” sebesar 16,5 persen dari total nilai paket pekerjaan setelah dikurangi pajak menjadi sebesar 11,5 persen untuk Terbit Rencana Perangin angin.

Maka pada tahun anggaran 2021, Muara Perangin Angin mendapatkan paket pekerjaan penunjukan langsung di Dinas PUPR yaitu paket pekerjaan hotmix senilai Rp2,867 miliar; paket pekerjaan penunjukan langsung yaitu rehabilitasi tanggul, pembangunan pagar dan pos jaga, pembangunan jalan lingkar senilai Rp971 juta; serta paket pekerjaan penunjukan langsung yaitu pembangunan SMPN 5 Stabat dan SMP Hangtuah Stabat senilai Rp940,558 juta.

Lalu pada 17 Januari 2022, Muara menemui Marcos dan Isfi untuk meminta pengurangan “commitment fee” menjadi 15,5 persen dan disetujui oleh Iskandar sehingga total yang harus diserahkan oleh Muara adalah sejumlah Rp572.221.414 dan dibulatkan menjadi Rp572 juta.

Pada hari yang sama, Isfi dan Shuanda menyerahkan Rp572 juta kepada Marcos di Dylan’s Coffee kota Binjai untuk diberikan kepada Terbit Rencana melalui Iskandar dan mereka diamankan petugas KPK beserta barang bukti uang.

Terhadap putusan tersebut, Terbit Rencana, Iskandar Parangin Angin dan Marcos Surya Abdi menyatakan pikir-pikir selama 7 hari, sedangkan Shunanda Citra dan Isfi Syahfitra langsung menerima vonis. (*)

Reporter: Antara

Simpul Relawan Anies di Kepri Terbentuk

0
relawan anies
Simpul Relawan Anies Baswedan resmi terbentuk di Kepri. Mantan Senator Hardi S Hood didapuk sebagai Ketua; Wan El Kenz, Sekretaris; dan Suhadi sebagai Bendahara.

batampos – Simpul Relawan Anies Baswedan resmi terbentuk di Kepri, Rabu (19/10/2022). Relawan ini bernama S1AP (pakai angka 1), singkatan dari Simpul Anies Presiden. Untuk provinsi bernama DPP (Dewan Pimpinan Pusat) S1AP, di pusat bernama DPN.

Dalam rapat penyusunan pengurus kemarin, disepakati mantan Senator Hardi S Hood sebagai ketua, Wan El Kenz di sekretaris, dan Suhadi sebagai bendahara.

Hal itu dibacakan oleh pembawa mandat pembentukan S1AP Kepri, Santoso SAg, usai rapat di Green Land, Batam. Rapat juga menyepakati 7 orang di posisi pembina yang diketuai Rahman Usman, beberapa ketua bidang dan wakil ketua bidang.

Selanjutnya, rapat juga memberikan mandat kepada pengurus DPP (Dewan Pimpinan Pusat) S1AP Kepri untuk segera membentuk kepengurusan S1AP di kabupaten dan kota (DPW) se-Kepri.

Hardi S Hood dalam penjelasannya setelah diamanahi sebagai ketua mengatakan, tugas DPP S1AP Kepri ke depan adalah “menghadirkan” sosok Bacapres Partai Nasdem dan koalisi itu di Kepri.

“Artinya, Pak Anies ‘kan fisiknya ada di Jakarta, tapi kita di S1AP harus bisa menghadirkan sosok Anies, tentang pemikirannya, gagasannya, dan ide-idenya kepada masyarakat Kepri, sehingga masyarakat semakin paham tentang jati diri Beliau,” ucapnya.

Selain itu, dalam waktu dekat, pihaknya merencanakan untuk mendatangkan Anies secara fisik ke Kepri. “Mudah-mudahan bisa di Desember,” kata Hardi yang dibenarkan oleh Santoso.

Di antara nama-nama pembina DPP S1AP Kepri, selain Rahman Usman, terdapat bebeapa sosok yang sudah dikenal luas. Mereka antara lain H Hairul Saleh, T Jayadi Nur, dan lainnya.(*)

Ini Penyebab Tewasnya Pria yang Ditemukan Membusuk di Teluk Mata Ikan Nongsa

0
polsek nongsa
Personel Polsek Nongsa memasang garis polisi di rumah tempat ditemukannya jenazah Abdul Rahman. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Abdul Rahman, warga Teluk Mata Ikan, RT 4 RW 7, Sambau, Nongsa yang ditemukan membusuk di dalam rumahnya dipastikan tewas karena sakit yang dideritanya. Pria 80 tahun ini memiliki riwayat sakit gula.

“Tidak ada tanda kekerasan. Dari keterangan keluarga, almarhum ada riwayat penyakit gula,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Yudi Arvian, Rabu (19/10).

Baca Juga: Jasad Pria Ditemukan Membusuk di Teluk Mata Ikan

Yudi menjelaskan tewasnya Abdul karena sakit diperkuat dengan keterangan para tetangga. Abdul yang kesehariannya sebagai nelayan berhenti melaut karena tak mampu berjalan.

“Dari keterangan tetangga sudah lama tak melaut karena sakit juga,” katanya.

Jasad Abdul pertama kali ditemukan oleh tetangganya. Warga sekitar mencari keberadaab Abdul karena sudah 2 hari tak tampak keluar rumah.

Baca Juga: Lama Tak Terlihat, Warga Sagulung Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Kamar Kos-Kosan

“Keluarga menganggap ini sebagau musibah. Dan kemarin jasadnya sudah dimakamkan,” ungkap Yudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan mayat kembali terjadi, tepatnya di Teluk Mata Ikan, RT 4 RW 7, Sambau, Nongsa, Senin (17/10) malam. Identitas mayat diketahui dengan nama Abdul Rahman.

Abdul menempati rumah tersebut seorang diri. Ia sudah lama berpisah dan keluarganya berada di kampung halaman Jawa. (*)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI

Ini Penyebab Pria yang Ditemukan Tewas di Teluk Mata Ikan Nongsa

0
polsek nongsa
Personel Polsek Nongsa memasang garis polisi di rumah tempat ditemukannya jenazah Abdul Rahman. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Abdul Rahman, warga Teluk Mata Ikan, RT 4 RW 7, Sambau, Nongsa yang ditemukan membusuk di dalam rumahnya dipastikan tewas karena sakit yang dideritanya. Pria 80 tahun ini memiliki riwayat sakit gula.

“Tidak ada tanda kekerasan. Dari keterangan keluarga, almarhum ada riwayat penyakit gula,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Yudi Arvian, Rabu (19/10).

Baca Juga: Jasad Pria Ditemukan Membusuk di Teluk Mata Ikan

Yudi menjelaskan tewasnya Abdul karena sakit diperkuat dengan keterangan para tetangga. Abdul yang kesehariannya sebagai nelayan berhenti melaut karena tak mampu berjalan.

“Dari keterangan tetangga sudah lama tak melaut karena sakit juga,” katanya.

Jasad Abdul pertama kali ditemukan oleh tetangganya. Warga sekitar mencari keberadaab Abdul karena sudah 2 hari tak tampak keluar rumah.

Baca Juga: Lama Tak Terlihat, Warga Sagulung Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Kamar Kos-Kosan

“Keluarga menganggap ini sebagau musibah. Dan kemarin jasadnya sudah dimakamkan,” ungkap Yudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan mayat kembali terjadi, tepatnya di Teluk Mata Ikan, RT 4 RW 7, Sambau, Nongsa, Senin (17/10) malam. Identitas mayat diketahui dengan nama Abdul Rahman.

Abdul menempati rumah tersebut seorang diri. Ia sudah lama berpisah dan keluarganya berada di kampung halaman Jawa. (*)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI