Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 6571

Pencurian Motor Marak di Batam

0
curanmor gerebek gudang
Ilustrasi. Warga Tanjunguncang, Batuaji, menggrebek gudang yang diduga dijadikan tempat penampungan motor hasil curian. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Tidak kejahatan pencurian motor (curanmor) kembali marak terjadi di Batam. Untuk memudahkan aksinya, para pelaku membentuk komplotan yang tersebar di beberapa wilayah.

Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis mengatakan dengan kembali maraknya aksi curanmor ini, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, saat ini masih ada beberapa komplotan yang belum tertangkap.

“Masih ada yang DPO. Maka masyarakat diminta tetap waspada,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Penyelundupan PMI, Polsek Sekupang Monitoring Pelabuhan Tikus

Untuk terhindar dari korban pencurian, Mardalis mengimbau masyarakat yang memarkirkan motor untuk menggunakan kunci ganda.

“Kalau hanya kunci stang tidak cukup. Karena pelaku dengan mudah membobolnya. Maka gunakan kunci ganda,” katanya.

Mardalis juga meminta masyarakat untuk tidak meremehkan situasi. Seperti parkir dengan waktu yang sebentar tanpa menggunakan kunci ganda.

Baca Juga: Musim Pengujan, Penampakan Ular di Komplek KDA Bikin Heboh

“Walaupun sebentar tetap gunakan kunci ganda. Parkir di tempat yang mudah diawasi,” katanya.

Menurut Mardalis, kompolotan curanmor saat ini beraksi dengan cepat dan hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk membobol motor.

“Jika ada pesanan, maka komplotan ini langsung beraksi,” tuturnya.

Baca Juga: Ombudsman Kepri: Layanan SPAM Batam Bermasalah

Seperti diberitakan sebelumnya, Jajaran Polsek Bengkong berhasil mengungkap komplotan pencurian motor di Batam. Komplotan ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 7 pemetik, dan 1 penadah.

Para pelaku yakni Abdullah Daeng, 20, Rispa Putra, 24, YBS, 17, Anzhu Tabodo, 18, Presly Hasandro, 18, DP, 17, Adrian Fabrizio, 19, serta Tengku Baseyanwar, 27.

Komplotan ini diketahui berjumlah belasan orang. Dan beberapa pelaku saat ini masih dalam pengejaran polisi.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Laporkan Mafia dan Sengketa Tanah di Posko Bramasta

0

batampos-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tanjungpinang membentuk empat posko pelaporan pemberantasan mafia dan sengketa tanah (Bramasta).

Posko tersebut dibuka di Warung Kopi W&W Jalan Ahmad Yani, Warung Kopi Batman Batu 8, Batman Soekarno Hatta dan Kedai Kopi KWK di Jalan Ganet.

Kepala BPN Kota Tanjungpinang, Bambang Prasongko, f.Peri Irawan

Posko ini dibentuk untuk masyarakat yang menemukan persoalan yang berkaitan dengan pertanahan.

Kepala BPN Kota Tanjungpinang, Bambang Prasongko menjelaskan kolaborasi pihaknya dengan Kejaksaan Negeri dan Komunitas Kedai Kopi (K3) Tanjungpinang untuk menyelesaikan persoalan pertanahan, khususnya mafia tanah bisa diselesaikan dengan konsep win-win solution.

BACA JUGA: Sebagian Masyarakat Pesisir Belum Memiliki Surat Tanah

“Jika win-win solution tidak tercapai, kejaksaan akan menempuh jalur lain sesuai ketentuan,” kata Bambang, Rabu (26/10).

Kehadiran posko itu diharapkan bisa memberi kesan kepada masyarakat bahwa BPN dan Kejaksaan hadir untuk membasmi mafia tanah. Kemudian alasan posko Bramasta diletakkan di kedai kopi karena budaya ngopi masyarakat Tanjungpinang.

“Sehingga berbagai persoalan pertanahan bisa diselesaikan di kedai kopi,” ujarnya.

Kemudian yang datang melapor ke posko Bramasta itu juga diharapkan masyarakat yang mangalami permasalahan langsung bukan dikuasakan kepada orang lain. Sehingga bisa diketahui secara langsung penyelesaian yang diinginkan seperti apa nantinya.

“Kalau pakai kuasa hukum untuk apa penyelesaianya di Kedai kopi. Harapanya adalah orangnya langsung,” ujarnya.

Komitmen BPN bersama kejaksaan untuk menghentikan praktik mafia tanah itu, lanjut Bambang melalui langkah preventif dalam penanganan hukumnya sebelum dilakukan penindakan. Dalam menentukan suatu masalah pertanahan juga harus dibahas bersama, tidak bisa langsung dikatakan sebagai mafia.

“Penanganan secara administrasi oleh BPN secara hukum oleh Kejaksaan,” terangnya.

Sekarang ini sengketa pertanahan di Tanjungpinang sekitar 70 persen, karena lahannya kecil namun penduduknya banyak. Sehingga tugas selanjutnya adalah memilah antara sengketa dan konflik tanah yang biasanya melibatkan banyak pihak.

“Jangan sampai semua sengketa atau konflik langsung dikatakan mafia, itu yang kita hindari” ucapnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

 

Senjata Milik Paman yang Pensiunan TNI

0
Perempuan yang todongkan senjata ke Paspampers di Istana Merdeka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya (Antara)

Perempuan yang todongkan senjata ke Paspampers di Istana Merdeka telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya (Antara)

batampos – Polisi menyebut alasan Siti Elina (SE) yang nekat mendekat ke Istana Merdeka, Jakarta, sembari membawa senjata karena ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Tujuannya, menyampaikan bahwa Indonesia ini salah karena dasarnya bukan Islam, melainkan Pancasila.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam rilis kemarin mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan, SE sebelumnya pernah tiga kali datang ke istana. Namun, tidak membuahkan hasil.

Kemudian, pada Selasa (25/10) lalu, perempuan 24 tahun yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu kembali mendatangi istana dengan membawa senjata api. ”Pada hari H kemarin, yang bersangkutan sudah berjalan dari Kodamar (Kelapa Gading) dan diam-diam mengambil senjata ini,” ucap Hengki sambil menunjuk senjata yang dimaksud.

Saat diamankan, SE membawa senjata api jenis FN. Aksinya berlangsung pada pukul 07.10 WIB Selasa lalu. Mengenakan jilbab tosca, SE berusaha menuju pembatas jalan raya Istana Merdeka, tepatnya di Jalan Merdeka Utara.

Prada Angga Prayoga, anggota Paspampres yang sedang bertugas dalam pos, bersiaga. Apalagi, ketika semakin mendekati pagar, perempuan itu mengeluarkan senjata api. Melihat Prada Angga, perempuan itu menodongkan senjatanya.

Tak jauh dari tempat tersebut, ada Pratu Gede Yuda yang juga merupakan anggota Paspampres. Dia lantas membantu rekannya untuk merebut senjata api dan mengamankan SE. ”Jadi, perempuan itu belum nerobos istana,” kata Komandan Paspampres Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko Selasa lalu.

Menurut Hengki, senjata api jenis FN P1 yang digunakan tersangka saat beraksi adalah milik pamannya. Paman tersangka ternyata seorang pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI). ”Kemudian, terkait senjata, saat disita petugas, terpisah antara pistol dan magazin. Dalam magazin ada satu selongsong tanpa proyektil. Masih kami dalami bersama laboratorium balistik metalurgi forensik apakah berfungsi atau tidak terhadap senjata ini,” tambahnya.

Pihaknya bahkan bakal melibatkan psikolog guna mendalami kejiwaan tersangka. Atas perbuatannya, tersangka disangka melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 335 KUHP. Dia juga dijerat Pasal 335 KUHP lantaran melakukan pemaksaan dengan mengarahkan pistol kepada petugas. (*)

Reporter: JP Group

20 Hari Tak Sadarkan Diri, Divonis Gagal Ginjal Akut

0
Ilustrasi – Obat Sirup. (ANTARA/HO-Sutterstock).

batampos – Fissilmi Kaffa, 11, tidak pernah punya sakit yang serius. Tiba-tiba dia divonis mengalami gagal ginjal akut. Pelajar kelas V SD itu akhirnya meninggal meski sempat dirujuk ke rumah sakit.

Hasan Basri, 39, orang tua Kaffa, mengaku kaget saat putra pertamanya itu disebut menderita gangguan ginjal akut misterius. ”Saya kaget sekali. Saya langsung browsing waktu itu untuk mengetahui apa penyakit yang disebutkan dokter. Katanya gagal ginjal akut misterius,” ujar Hasan saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di kediamannya di perbatasan Kelurahan Gondangwetan dan Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Senin (24/10). Hari itu, pihak keluarga baru saja menggelar tahlilan 40 hari meninggalnya Fissilmi Kaffa.

Bapak dua anak tersebut lantas menceritakan, sekitar 19 Agustus, badan Kaffa panas. Awalnya Hasan tidak curiga. Sebab, sakit panas memang biasa dialami anak-anak. Hasan lantas mengompres Kaffa agar demamnya turun. Setiap Kaffa panas, Hasan memang tidak memberinya obat. Hanya dikompres biasa. Dua hari kemudian biasanya sembuh. ”Tapi, ini sampai tiga hari tidak sembuh-sembuh. Bahkan pada 22 Agustus subuh itu kejang. Karena itu, saya bawa ke Puskesmas Gondangwetan,” katanya.

Puskesmas sudah tidak bisa menangani. Puskesmas merujuk ke rumah sakit terdekat, yakni RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan. Saat itu Kaffa dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri. Pihak rumah sakit memberikan infus parasetamol untuk menurunkan demamnya. ”Di Purut (sebutan RSUD R. Soedarsono, Red) dia dirawat selama tiga hari. Dan, dalam perawatan itu Kaffa divonis infeksi otak. Jadi, harus dirujuk ke Bangil,’’ ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun, sampai empat hari di RSUD Bangil, belum ada tanda-tanda anaknya membaik. Saat itu rumah sakit belum berani melakukan CT scan. Hasan sempat ingin membawa pulang karena tidak ada tindakan itu. ”Tapi, tidak jadi karena besoknya langsung dilakukan CT scan,” katanya.

Hasilnya, tidak ditemukan infeksi otak pada Kaffa. Saat itu Kaffa divonis gagal ginjal. ”Sebelum divonis gagal ginjal, memang ada gangguan kencing. Kalau nggak salah ya saat dirawat dapat empat hari di Bangil itu,” tuturnya.

Bersamaan dengan vonis itu, dokter yang menangani memutuskan Kaffa kembali harus dirujuk. Kali ini ke RSUD dr Soetomo Surabaya. ”Tiga hari dari vonis itu, baru kemudian anak saya dirujuk ke dr Soetomo. Ada banyak pertimbangan sehingga tiga hari kemudian baru berangkat. Tepatnya pada 3 September,” jelasnya.

Di RSUD dr Soetomo, Kaffa langsung menjalani cuci darah. Namun, tak ada perkembangan signifikan. Kaffa tak kunjung sadar. Karena itu, CT scan dilakukan lagi untuk mengetahui sakitnya. ”Dan, hasilnya anak saya dinyatakan infeksi otak dan gagal ginjal akut,” tuturnya. ”Perkiraan 20 hari anak saya tidak sadar,” imbuh dia.

Di bagian lain, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Noffendri menginginkan agar seluruh pihak percaya kepada apoteker. ”Apotek adalah fasilitas kesehatan seperti halnya rumah sakit dan puskesmas. Tapi, akhir-akhir ini apotek mendapat kunjungan dari aparat pemerintah untuk melakukan penarikan dan penyegelan di sarana kesehatan,” ujarnya kemarin.

Pernyataan Noffendri merujuk pada penyegelan sejumlah apotek pasca diumumkannya obat-obat yang berpotensi mengakibatkan acute kidney injury (AKI) atau gangguan ginjal akut misterius. Misalnya, yang dilakukan Menko PMK Muhadjir Effendy di Bogor pada 22 Oktober lalu.

Noffendri mengatakan, apoteker akan mematuhi aturan dan menjaga kualitas obat. Apoteker juga akan menarik obat sesuai dengan prosedur. ”Untuk sementara waktu kami tidak melayani pemberian obat sirup kepada masyarakat,” ucapnya.

Penarikan obat telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 72 Tahun 2016. Pada lampiran butir E disebutkan, penarikan persediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau ketentuan peraturan perundang-undangan dilakukan pemilik izin edar berdasar perintah penarikan oleh BPOM atau berdasar inisiasi sukarela oleh pemilik izin edar dengan tetap memberikan laporan pada BPOM. Aturan itu berlaku untuk obat yang berada di apotek atau sarana pelayanan kefarmasian. ’’Silakan dipelajari dan disimpan di apotek. Apabila ada pemeriksaan, bisa ditunjukkan,” ujarnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi pada kesempatan lain menyatakan, pada tujuh di antara sepuluh anak yang dirawat di RSUP dr Cipto Mangunkusumo, terdapat etilena glikol (EG) dan dietilena glikol (DEG) dalam tubuhnya. ”Itu yang kemudian jadi dasar kami menghentikan sementara (pemberian obat sirup, Red) agar aman sambil menunggu proses pemeriksaan berlanjut di BPOM,” tuturnya. (*)

Reporter: JP Group

Tol Pekanbaru-Bangkinang Siap Beroperasi

0
Pintu masuk Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang di bawah Overpass Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kampar. Foto diambil akhir September 2022. (EGP/RIAUPOS.CO)

batampos – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menyampaikan jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 31 Km dioperasikan tanpa tarif, Kamis (27/10).

Hal ini disampaikan Branch Manager Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dan jalan tol Pekanbaru-Bangkinang, AA Gede Indrayana didampingi Project Director Tol Bangkinang-Pangkalan PT Hutama Karya (Perseo) Bambang Hendarto saat coffee morning bersama Penjabat Bupati Kampar dan wartawan di Balai Bupati Kampar, Bangkinang, Rabu (26/10).

AA Gede Indrayana menyampaikan, operasional tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 31 km tanpa tarif mulai 27 Oktober sudah siap 100 persen. Untuk menunjang operasional ini sudah menyiapkan 106 personel dan 22 unit kendaraan siaga yang terdiri dari ambulans, derek, Patroli Jalan Raya (PJR), derek, rescue, dan lainnya serta 4 Gardu Tol Otomatis (GTO), 31 titik CCTV, dan 2 Titik Variable Message Sign (VMS).

AA Gede Indrayana mengatakan, bahwa jalan tol ruas Pekanbaru-Bangkinang sudah melewati persiapan operasi. Pada 16 September 2022 yang lalu, sudah dilaksanakan uji production test run (PTR) dan sosialisasi sistem transaksi kepada perbankan yang dihadiri oleh tim Divisi OPT, tim Cabang Pelbang OPT, tim Delameta, Tim PJT, Bank Indonesia wilayah Riau, Bank Mandiri, BRK, BCA, BNI.

Gede Indrayana juga mengingatkan, agar masyarakat pengguna jalan tol Pekanbaru – Bangkinang dapat mematuhi rambu-rambu dan marka jalan. Diminta kepada pengendara tidak melebihi kecepatan maksimal 80 km per jam.

Gede Indrayana mengatakan, bahwa bagi masyarakat yang mengalami masalah di jalan tol, agar bisa segera menghubungi call center jalan tol Pekanbaru – Bangkinang di nomor 081268006400.

“Tim kita akan segera memberikan bantuan pelayanan kepada masyarakat di sepanjang jalan tol tersebut,” ungkap AA Gede Indrayana.

AA Gede Indrayana mengingatkan untuk menimalisir kecelakaan di jalan tol kendaraan tanpa lampu belakang ban gundul tidak masuk tol. ‘Kalau masuk tol kendaraan tanpa tanpa lampu belakang dan ban gundul akan diminta berputar keluar tol lagi. Hal ini untuk menimalisir kecelakaan. Kita berharap kalau bisa zero insiden di jalan tol ini,’’ jelas AA Gede Indrayana.

Sementara itu, Pj Bupati Kampar Kamsol menyampaikan dengan beroperasinya tol Pekanbaru-Bangkinang ini memberikan wajah baru bagi Kota Bangkinang dan Kabupaten Kampar. Ini memberikan akses untuk masyarakat untuk mengangkut barang dan jasa sehingga memberikan multiplier efeck.

“Dengan siapnya beroperasi jalan tol ini masyarakat akan banyak berkunjung ke Bangkinang. Karena itu, Pemkab Kampar akan menyiapkan destinasi wisata dan kuliner untuk membantu para UMKM di Kampar,’’ jelas Kamsol. (*)

Reporter: JP Group

Ada 2 Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di Batam, Satu Meninggal Dunia

0
ginjal
ilustrasi ginjal / freepik

batampos – Kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Batam berjumlah dua orang. Dimana satu anak meninggal dunia dan satu lainnya masih dirawat di rawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam.

“Sampai saat ini baru dua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Batam, Melda Sari, Selasa (26/10).

Menurutnya, pasien meninggal inisial AS, usia 1 tahun. Pasien sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) dan meninggal pada 10 Oktober 2022.

Baca Juga: Kondisi Terkini Meisterstadt Batam-Pollux Habibie

Selanjutnya, pasien dirawat berusia 2,5 tahun dirawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) hasil rujukan dari Rumah Sakit Bunda Halimah. Keluhan tidak buang air kecil selama tiga hari.

“Pasien kedua masih dirawat,” tambah Melda.

Direktur RSBP Batam Afdhalun membenarkan, jika ada satu anak perempuan dirawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP).

“Ya, benar. Pasien anak, gangguan ginjal dan sudah dua hari dirawat,” ujar Direktur RSBP Batam, Afdhalun Hakim, Kamis (20/10).

Baca Juga: Warga Sagulung Kesulitan Dapatkan Gas Elpiji 3 Kg

Kata dia, pasien anak perempuan berusia 2,5 tahun itu sebelumnya pasien rujukan dari Rumah Sakit Bunda Halimah. Saat ini pasien masih mendapatkan penanganan maksimal dari tim medis.

“Pertama masuk RS Elisabet lalu dirujuk ke RS Bunda Halimah, di sana dua hari dan kemudian dirujuk ke RSBP,” tuturnya.

Ditambahnya, berdasarkan hasil pemeriksaan fungsi ginjal terakhir, sudah ada perbaikan.

Baca Juga: Antisipasi Penyelundupan PMI, Polsek Sekupang Monitoring Pelabuhan Tikus

“Masih dalam perawatan. Kita lakukan HD dengan cara Peritonial Dialisis,” ujar Afdhalun.

Afdhalun menyebutkan keluhan pasien sudah tiga hari tidak dapat buang air kecil, selain itu kondisinya demam dan batuk dan kemudian orangtuanya memberikan sirup parasetamol. Di RSBP pasien itu mendpaatkan penangangan dokter spesialis anak unit intensif anak.

Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam sendiri menjadi satu dari empat rumah sakit di Batam yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien gagal ginjal akut pada anak.

Baca Juga: Ombudsman Kepri: Layanan SPAM Batam Bermasalah

Selain RSBP, ada Rumah Sakit Awal Bros, Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah, Rumah dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menunjuk empat rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan gagal ginjal akut pada anak di Kota Batam.

Rumah Sakit yang dimaksud adalah rumah sakit yang memiliki fasilitas ruangan intensif berupa High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

“Di luar itu atau fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak memiliki fasilitas dimaksud atau sarana prasarana lain sesuai dengan kebutuhan medis pasien, maka harus melakukan rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis ginjal anak dan fasilitas hemodialisis anak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Dorong Desa di Bintan Jadi Desa Mandiri Peduli Mangrove

0
Kepala Pokja Edukasi dan Sosialisasi BRGM RI, Suwignya Utama (dua kanan) saat memaparkan soal pengelolaan mangrove berkelanjutan di ruang rapat 3 Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (26/10). F.Slamet Nofasusanto

batampos- Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) RI terus mendorong desa yang ada di Bintan menjadi desa mandiri peduli mangrove. Hal ini dilakukan dalam upaya percepatan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Bintan.

“BRGM mendorong desa mandiri peduli mangrove, jadi desa memiliki Perdes (peraturan desa) peduli mangrove. Memang ini dimulai dari desa yang pro aktif,” ungkap Kepala Pokja Edukasi dan Sosialisasi BRGM RI, Suwignya Utama saat diskusi teknis pengelolaan mangrove berkelanjutan di ruang rapat 3 Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Rabu (26/10).

Dengan adanya Perdes, dia mengharapkan, pemerintah desa dapat menganggarkan untuk program rehabilitasi mangrove di desa.

BACA JUGA: Hadiri Hari Jadi Provinsi Riau ke 65, Jumaga Berharap Riau-Kepri Sama-Sama Unggul

Koordinator Matching Fund Kedaireka UMRAH, Dony Apdillah mengharapkan, ada program kerja selama tiga hingga tiga tahun dalam percepatan rehabilitasi mangrove sehingga bisa mencapai hasil yang baru.

“Kita berharap namanya nanti menjadi desa mandiri peduli mangrove di Bintan,” kata dia.

Sementara Asisten Administrasi Pekonomian dan Pembangunan Sekdakab Bintan, Muhammad Panca Azdigoena menyambut baik upaya BRGM RI dan UMRAH yang menginisiasi peraturan daerah (Perbup) mengenai mangrove.

“Ini adalah sumbangsih untuk pembangunan lingkungan mangrove berkelanjutan,” kata dia.

Dia mengatakan, mangrove memiliki potensi yang sangat besar dan memiliki peluang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah.

Karenanya diperlukan partisipasi masyarakat dan semua stakeholder dalam mewujudkan percepatan rehabilitasi mangrove di Bintan. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Tim Gabungan Razia Parkir Liar di Depan Pelabuhan Internasional Batamcenter

0
parkir liar
Tim gabungan melakukan razia parkir liar di sekitaran Pelabuhan Internasional Batamcenter. Pada razia tersebut satu unit mobil diangkut ke kantor Dinas Perhubungan Kota Batam. Foto: Yulitavia/Batam Pos

batampos – Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Lalu Lintas (Satlantas), dan Polisi Militer menggelar razia parkir liar di Jalan Engku Putri tepatnya di depan Pelabuhan Internasional Batamcenter, Rabu (26/10/2022).

Kepala Seksi Pengawasan, dan Penertiban (Wasdatib) Dishub Batam, Ade Chandra, mengatakan, razia itu dilakukan untuk menertibkan para pengguna jalan agar tak menimbulkan kemacetan dan merusak estetika kota.

Baca Juga: Warga Sagulung Kesulitan Dapatkan Gas Elpiji 3 Kg

“Sudah berulang kali kami informasikan, namun masih saja ada yang parkir liar. Padahal di sana jelas ada rambu larangan parkir,” kata dia.

Ia menjelaskan, razia itu akan dilakukan di beberapa titik seperti di depan Pelabuhan Internasional Batamcenter, Jodoh, dan Nagoya,” sebutnya.

Kata dia, yang menjadi sasaran utama petugas gabungan adalah para pengemudi yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Apabila terjaring, maka akan memberikan imbauan sampai sanksi.

Baca Juga: Ombudsman Kepri: Layanan SPAM Batam Bermasalah

“Satu mobil tadi langsung diderek karena memang parkir di area yang dilarang. Mobil Toyota Prado sudah kita tunggu selama 30 menit namun pemilik nya tak ada. Jadi kita angkut ke kantor dishub pemilik kendaraan juga akan kita kenakan denda,” ujarnya.

Ade mengimbau, agar masyarakat senantiasa tertib dalam berkendara termasuk memarkirkan kendaraannya. Jalan yang sudah dibangun dan dilebarkan oleh Pemerintah harusnya menjadi pengendara lebih nyaman ketika melintas.

Baca Juga: 4.061 Pelanggar Tertangkap ETLE di Batam, Siap-siap Menunggu Surat Tilang

“Kesadaran masyarakatnya lagi kita pasti selalu imbau agar selalu tertib. Jangan rusak jalan yang sudah bagus ini dengan parkir sembarangan,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Gagal Ujian SIM, Bisa Langsung Mengulang

0
Tangkapan layar video saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pranowo melakukan sidak ke Satpas SIM Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat pada Rabu (26/10). (Istimewa)

batampos – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polda Metro Jaya yang terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat, kemarin (26/10). Sigit meminta ada perubahan kebijakan agar mempermudah masyarakat mendapatkan SIM.

Dalam sidak tersebut, Sigit meminta masyarakat yang gagal ujian diberi kesempatan untuk kembali mengikuti ujian pada hari yang sama. Bahkan, dia ingin ada pelatihan bagi masyarakat yang gagal berkali-kali dalam ujian SIM.

Sidak Kapolri dilakukan sekitar pukul 12.00. Kegiatan itu disiarkan langsung lewat akun Instagram-nya. Dimulai dengan mendatangi ruang tes tertulis. Di sana, mantan Kabareskrim itu sempat menanyai beberapa orang yang mengikuti tes tertulis.

Seorang peserta menyebut soal ujian tertulis cukup sulit. Apalagi, soal ujiannya berubah-ubah. ’’Saya sudah beberapa kali tes, soalnya berubah-ubah,’’ tuturnya. Ditanya Kapolri apakah soal ujian SIM masuk akal atau tidak, peserta berkacamata itu menjawab, ’’Masuk akal, meski dalam praktiknya kadang ada perbedaan.’’

Dari ruang ujian tertulis, Kapolri menuju ke lokasi ujian praktik mengemudi. Beberapa orang terlihat hendak mengikuti tes. Salah satu yang diujikan adalah mengemudi dengan mengikuti jalur angka delapan.

Sigit sempat berbincang dengan para peserta yang mengikuti tes. Ada yang mengaku sudah empat kali ikut tes dan harus mengulang terus. Kapolri pun merespons dengan meminta penjelasan kepada petugas apabila ada peserta yang gagal. ’’Bisa mengulang langsung, nggak?’’ kata Sigit.

Kompol Akasa Rambing, Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, menjawab bahwa peserta yang gagal bisa mengulang setelah 14 hari. Mendengar penjelasan itu, Kapolri langsung meminta agar warga yang gagal ujian SIM bisa mengulang pada hari yang sama. ’’Kalau bisa, kasih kesempatan dua kali pada hari yang sama. Karena makan waktu juga jika datang lagi. Biar tidak bolak-balik, habis waktunya,’’ ujarnya.

Lalu, bagi warga yang gagal berkali-kali, sebaiknya disiapkan juga pelatihan mengemudi. Dengan begitu, mereka bisa memiliki kemampuan untuk berkendara secara baik dan lolos ujian SIM. ’’Berikan pelatihan dulu sebelum ujian,’’ jelasnya.

Sidak Kapolri itu mengikuti sejumlah kebijakan yang sudah dibuat terkait lalu lintas. Sebelumnya, Kapolri mengeluarkan larangan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan tilang secara manual. Kepolisian hanya akan melakukan tilang melalui tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE), baik statis maupun mobile.

Selain itu, ada kebijakan lain. Yakni, setiap jajaran kepala satuan wilayah harus menyesuaikan kendaraannya dengan forkopimda. Bila kepala daerah menggunakan Innova, Kapolda dan Kapolres juga harus menggunakan Innova. Hal itu bertujuan agar tidak menjadi sorotan dan muncul penilaian bahwa kepolisian bergaya hidup hedon. (*)

Reporter: JP Group

Deteksi Dini Kurang Optimal, Kanker Meningkat di Negara Berkembang

0

batampos- Ternyata kanker di negara-negara berkembang meningkat lebih tinggi dibandingkan negara maju karena sistem deteksi dini yang belum optimal.

“Di negara berkembang kanker 50 persen meningkat dari negara maju karena di negara maju lebih bagus deteksi dini dan langkah pencegahan,” kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FINASIM, FACP, Senin (24/10).

Oleh karena itu, Aru mengingatkan pentingnya untuk mendeteksi dini dan menjaga gaya hidup sehat agar terhindar dari risiko-risiko yang membuat seseorang menderita kanker.

Menjaga pola makan yang sehat dan rutin berolahraga dapat membuat individu terhindar dari obesitas, kondisi yang meningkatkan risiko kanker.

BACA JUGA:Dokter Sebut Remaja Putri Bisa Cek Payudara untuk Deteksi Kanker

Asupan nutrisi yang baik juga berpengaruh dalam pencegahan serta penanganan pasien kanker. Bukan cuma soal mengonsumsi makanan sehat agar terhindar dari risiko kanker, pasien kanker juga harus dipastikan mendapat nutrisi yang cukup demi kualitas hidup yang baik.

Ia mencontohkan di Eropa sudah ada integrasi soal nutrisi dalam mempertahankan kualitas hidup pasien kanker.

Ilustrasi kanker serviks (ANTARA/Shutterstock)

“Nutrisi jadi bagian integral dalam tim multidisiplin pengelolaan pasien kanker,” jelas dia.

Dalam menjalankan terapi, pasien kanker seringkali mengalami penurunan nafsu makan, disertai rasa mual, muntah, sariawan, rasa logam di mulut, diare, dan rasa tidak nyaman lainnya, sehingga mengurangi nafsu makan dan bahkan minum yang akhirnya dapat menyebabkan malnutrisi.

Kondisi malnutrisi tentu saja dapat berdampak pada keberhasilan terapi.

“Oleh karena itu perlu upaya pencegahan malnutrisi pada pasien kanker dengan berbagai intervensi dan solusi, termasuk melalui kolaborasi multi-disiplin tim onkologi dengan tim gizi klinis agar hasil terapi kanker pada pasien menjadi lebih optimal,” kata dia. (*)

reporter: antara