Pengendara sepeda motor cekcok dengan petugas Satpol PP saat menertibkan gerobak pedagang di Jalan D.I Panjaitan Tanjungpinang, Kamis (20/11). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Penertiban gerobak pedagang di kawasan Jalan D.I Panjaitan, Batu 10, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diwarnai percekcokan antara petugas Satpol PP dengan seorang pengendara sepeda motor, Kamis (20/11).
Insiden tersebut bermula ketika petugas Satpol PP tengah sibuk menertibkan sejumlah gerobak pedagang. Tiba-tiba terdengar suara geberan motor yang membuat para petugas sontak bereaksi. Pengendara motor tanpa helm itu kemudian turun dari kendaraannya dan sempat mendatangi petugas.
“Saat kita bertugas, pengendara menggeber motor. Jadi timbul reaksi dari petugas, namun semuanya sudah selesai dengan baik-baik,” kata Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacob.
Dalam penertiban tersebut, sedikitnya enam gerobak pedagang diangkut dan dibawa ke Kantor Satpol PP. Beberapa gerobak diketahui sudah tidak digunakan lagi.
“Ada beberapa pedagang yang beralasan roda gerobaknya rusak sehingga tidak bisa digeser,” ujarnya.
Irwan menegaskan pedagang tetap diperbolehkan beraktivitas, namun diwajibkan merapikan kembali gerobak dan sarana dagang setelah selesai berjualan.
Gerobak yang ditertibkan bisa diambil kembali oleh pemiliknya di Kantor Satpol PP Tanjungpinang. Namun, pemilik harus membuat surat pernyataan agar gerobak tidak lagi ditinggalkan setelah berjualan.
“Dalam Perda 7 tahun 2018 dan perubahan Perda 5 tahun 2015 ada sanksi pidana dan denda. Tapi itu bukan pilihan utama. Kita tetap mengedepankan langkah persuasif,” pungkasnya. (*)
Ketua Koordinator Sub Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi. (F.Yashinta)
batampos – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bengkong Laut 2 resmi dihentikan operasionalnya setelah insiden 235 siswa MAN 2 Kota Batam mengalami diare dengan gejala muntah dan mencret usai menyantap menu daging dendeng Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (11/11) lalu.
Penutupan sementara ini dilakukan karena SPPG Bengkong Laut 2 belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat resmi dari Dinas Kesehatan yang memastikan sebuah fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan pangan. Sertifikat ini wajib dimiliki seluruh SPPG demi menjamin makanan yang dikonsumsi siswa aman dan tidak menimbulkan penyakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, mengungkapkan hingga saat ini hanya 12 dari 43 SPPG di Batam yang telah memiliki SLHS. Sisanya masih dalam proses pemenuhan persyaratan.
“SPPG Bengkong Laut 2 sudah kami minta untuk segera mengurus SLHS. Tapi sekalipun nanti sudah punya sertifikat, mereka tetap akan dipantau. Karena ini menyangkut kesehatan anak-anak sekolah,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (18/11).
Melda menegaskan pengawasan tidak akan dihentikan meski SPPG sudah memenuhi seluruh persyaratan. Dinkes terus melakukan kontrol berkala melalui puskesmas wilayah masing-masing dan evaluasi sanitasi dapur.
Kepala SPPG Kota Batam, Defri, membenarkan bahwa SPPG Bengkong Laut 2 sudah tidak lagi beroperasi sejak insiden terjadi. Seluruh kegiatan produksi makanan dihentikan sementara sampai proses perbaikan selesai.
“Belum beroperasi. Masih dalam perbaikan infrastruktur dan melengkapi sertifikasi seperti SLHS serta sertifikat penjamah makanan,” kata Defri kepada Batam Pos, Kamis (20/11).
Defri menegaskan pihaknya memberi waktu maksimal dua bulan untuk memperbaiki seluruh aspek yang menjadi syarat kelayakan.
“Kita beri waktu maksimal dua bulan untuk SPPG memperbaiki infrastruktur dan mengurus SLHS,” ujarnya. (*)
Warga menunjuk bagian atap kedai kopi yang rusak setelah diterbangkan angin kencang disertai hujan deras di Teluk Sasah, Rabu (19/11) malam. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Atap sebuah kedai kopi di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, terbang dan menimpa kabel listrik serta internet akibat angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (19/11) malam. Insiden ini menyebabkan gangguan sementara pada jaringan listrik di sekitar lokasi.
Pemilik kedai kopi, Daendels Verry Hutapea, mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu ia berada di dalam kedai, sementara beberapa pengunjung duduk di bagian samping.
Ia menduga angin kencang yang menerbangkan atap kedainya merupakan angin puting beliung yang datang dari arah laut. “Sepertinya dari arah Tanjungtalok,” ujarnya, Kamis (20/11).
Daendels sempat mendengar suara angin bertiup kencang sebelum atap kanopi terangkat.
“Saya mendengar suara keretek-keretek tiga kali, lalu atap diangkat ke atas dan terbang hingga menimpa kabel,” katanya.
Setelah kejadian, ia langsung mematikan listrik dan menghubungi petugas PLN untuk mengevakuasi atap yang tersangkut di kabel listrik dan internet.
Kepala Desa Teluk Sasah, Suhairi Sembiring, membenarkan insiden tersebut. Angin kencang menerbangkan atap dan menimpa kabel PLN dan provider internet.
Ia mengatakan, setelah menerima laporan, dirinya bersama petugas PLN langsung turun ke lokasi. Setelah proses evakuasi selesai, listrik kembali menyala normal. “Alhamdulillah tadi malam selesai diperbaiki, listrik sudah normal kembali,” ujarnya.
Suhairi mengimbau warga tetap waspada mengingat cuaca ekstrem dengan angin kencang dan hujan deras yang sering terjadi belakangan ini. (*)
batampos – Perkembangan pesat robot humanoid dan AI fisik semakin mendekatkan teknologi kepada kemampuan manusia dalam menjalankan tugas-tugas dunia nyata.
Perusahaan asal Jepang, Enatic, sedang mengembangkan robot humanoid untuk melakukan pekerjaan rumah di panti jompo Jepang karena kekurangan tenaga kerja.
Perusahaan teknologi berlomba-lomba menginvestasikan dana besar dalam AI fisik.
Hiro Yamamoto, CEO Enactic, menciptakan perangkat pelatihan AI fisik bernama OpenArm yang digunakan oleh Nvidia dan Universitas Stanford. Ia berencana menerjunkan robot baru mulai musim panas tahun depan untuk hidup berdampingan dengan manusia dalam lingkungan seperti panti jompo.
“Jadi robot itu desainnya lembut dan aman,” kata CEO Enatic, Hiro Yamamoto, dikutip dari Sinar Harian, Kamis (20/11).
Di Guangzhou, China, sebuah figur wanita dengan visor wajah oval bercahaya, memakai kain putih mirip atlet anggar, berjalan perlahan di atas panggung pekan lalu diiringi sorakan penonton.
Di Guangzhou, Tiongkok, ada figur wanita dengan wajah oval bercahaya menggunakan kain putih berjalan perlahan di atas panggung lalu diiringi sorakan penonton. Robot humanoid tersebut adalah buatan perusahaan kendaraan listrik China, XPeng, yang berinvestasi dalam AI fisik.
Robot ini dari perusahaan Amerika Serikat berupa anjing robot Boston Dynamics telah menjadi sorotan selama bertahun – tahun. Namun, dukungan pemerintah dan rantai pasokan yang kuat membantu pesaing China seperti Unitree Robotics dan EngineAI.
Dengan data dan pelatihan yang sesuai, robot humanoid AI suatu hari nanti akan melakukan semua peran manusia. AI seperti ChatGPT dilatih menggunakan jumlah kata yang besar.
Enatic juga telah mendekati beberapa panti jompo untuk menawarkan robot teleoperasi agar dapat mengambil alih pekerjaan repetitif. Adanya robot tersebut perawat panti jompo juga memiliki lebih banyak waktu untuk merawat lansia.
Kesepakatan besar terjadi di tengah gelombang investasi AI global yang memicu kekhawatiran gelombang pasar saham. Timbul pertanyaan tentang masa depan tenaga kerja manusia dengan adanya robot humanoid AI.
Walaupun masih menghadapi tantangan, investor global tetap optimistis. Raksasa teknologi Jepang SoftBank juga baru membeli ABB Robotics senilai US$5.4 miliar dan menyebut AI fisik sebagai perbatasan baru industri robotika. (*)
batampos – Penyelidikan dugaan pengiriman tujuh anak buah kapal (ABK) WNI secara nonprosedural terus bergulir di Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. Penyidik kembali melayangkan panggilan pemeriksaan kepada Juanda, penyalur kerja yang disebut berperan dalam perekrutan para pelaut MT Shing Xing, setelah sempat mangkir dari panggilan pertama.
Kasubdit IV Penegakan Hukum PPA dan TPPO Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Andyka Aer, mengatakan Juanda sudah menyatakan kesediaannya untuk hadir usai pemanggilan ulang dilakukan penyidik.
“Juanda sebelumnya mangkir, tetapi sudah kami panggil lagi dan dia menyatakan bersedia hadir. Mudah-mudahan minggu depan yang bersangkutan benar-benar memenuhi panggilan untuk diperiksa,” ujar Andyka, Rabu (19/11).
Ia menegaskan keterangan Juanda sangat penting. Hal itu untuk memastikan apakah proses perekrutan tujuh ABK tersebut mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau sekadar pelanggaran prosedur ketenagakerjaan.
“Keterangan dari Juanda ini yang kami butuhkan. Kami juga nanti akan gelar perkara setelah pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah perkara ini memenuhi syarat naik ke tahap penyidikan atau tidak,” katanya.
Di sisi lain, Andyka menyebut istri salah satu ABK bernama Rizki telah mencabut laporan polisi yang sebelumnya dibuat di Polda Kepri. Pencabutan itu dilakukan karena pihak keluarga mengaku sudah berdamai.
Meski laporan dihentikan, penyidik tetap melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan TPPO terkait perekrutan para pelaut itu.
“Istrinya Rizki mencabut laporan karena sudah berdamai, dan itu diselesaikan secara kekeluargaan. Tetapi proses penyelidikan tetap berjalan untuk menelusuri dugaan TPPO,” tegas Andyka.
Sebelumnya, tujuh ABK tersebut telah menjalani pemeriksaan di Polda Kepri pada Jumat (7/11), sehari setelah mereka dipulangkan dari Malaysia. Pemeriksaan berlangsung sehari penuh untuk menggali proses rekrutmen hingga kronologi mereka terdampar di perairan Myanmar.
Adapun nama-nama tujuh ABK tersebut adalah Septia Riski, Heriyansah, Wilem Padoma, Sudiyanto (asal Batam), Dede Kustendy (Karimun), Syukri (Medan), dan Roland Mamuko (Manado). Hasil pemeriksaan awal, mereka direkrut melalui grup obrolan pelaut di WhatsApp.
Dalam grup tersebut, salah satu ABK bernama Rizki mendapatkan informasi lowongan kerja dari Juanda. Namun lowongan itu sebenarnya disampaikan oleh seorang kapten kapal kepada Juanda, lalu diteruskan ke Rizki.
Rizki kemudian mengajak enam pelaut lainnya bergabung menjadi kru MT Shing Xing. Mereka mendapat tugas membawa kapal berbobot 356 GT untuk perbaikan (docking) ke Malaysia.
Namun, dalam perjalanan, kapal justru dialihkan menuju Myanmar. Setibanya di sana, kapal tidak diizinkan berlabuh karena dokumennya tidak lengkap. Akibatnya, mereka terombang-ambing selama beberapa bulan dan kehabisan bahan makanan. Yang mengetahui persis mengapa kapal dialihkan ke Myanmar adalah Juanda, karena ABK ini menerima perintah darinya.
Sementara itu, ketujuh ABK mengaku telah menerima gaji sesuai kesepakatan dan memilih tidak lagi bekerja dengan Juanda. Besaran gaji mereka bervariasi, mulai dari 500 hingga 1.200 dolar Singapura per bulan, tergantung jabatan di kapal. (*)
Jafar/Felisha mampu melewati debut turnamen BWF World Tour Super 750 di Singapore Open 2025 dengan mulus. (Dok: PBSI)
batampos – Dua pasangan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, masih memiliki peluang untuk lolos BWF World Tour Finals 2025. Meski kecil, mereka bisa mewujudkan itu andai memenuhi sejumlah syarat dan skenario di Australian Open 2025.
Indonesia saat ini sudah mengunci tiga wakil untuk BWF World Tour Finals 2025. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani jadi pasangan pertama yang memastikan tempat tersebut di Hylo Open 2025.
Sementara dua lainnya dari sektor tunggal, yakni Jonatan Christie dan Putri Kusuma Wardani, yang menyusul Sabar/Reza lolos ke BWF World Tour Finals 2025 usai Kumamoto Masters 2025. Mereka lolos berkat kegagalan rivalnya jadi juara di turnamen level Super 500 tersebut.
Kelolosan Jonatan dan Putri KW membuat 40 tempat kini nyaris komplet. Tinggal empat slot saja yang belum terisi, termasuk dua di antaranya melibatkan wakil Indonesia, yakni Fajar/Fikri di ganda putra dan Jafar/Felisha di ganda campuran.
1. Fajar/Fikri Harus Juara Australian Open 2025
Berdasarkan data ranking Race to Hangzhou 2025, Fajar/Fikri menempati urutan ke-15 dengan 58.790 poin. Jumlah nilai itu mereka kumpulkan dalam tujuh turnamen, masih setengah dari batas 14 turnamen yang diikuti.
Meski begitu, kans Fajar/Fikri masih terbuka. Saat ini duet yang baru dipasangkan sejak Juli itu bersaing dengan pasangan Thailand dan tiga duet Taiwan.
Duet Thailand yang dimaksud adalah Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren (urutan 8 dengan 66.560 poin). Sementara tiga pasangan Taiwan adalah Chiu Hsiang Hsieh/Wang Chi Lin (urutan 9 dengan 66.120 poin), Lee Fang Chih/Lee Fang Jen (urutan 10 dengan 65.830 poin), dan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (urutan 12 dengan 64.880 poin).
Saat ini hanya Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren dan Chiu Hsiang Hsieh/Wang Chi Lin yang berpeluang besar lolos ke Hangzhou. Artinya, Fajar/Fikri harus bisa lebih baik dari tiga rivalnya di Australian Open 2025.
Untungnya, sejauh ini rival Fajar/Fikri sudah berkurang satu setelah Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan menelan kekalahan di babak pertama Australian Open 2025. Selain itu, mereka juga mesti bersyukur karena Dechapol/Kedren memilih absen dalam turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.
Tapi, Fajar/Fikri tak boleh lengah. Sebab ada dua syarat krusial untuk mewujudkan misinya lolos ke BWF World Tour Final 2025. Pertama, mereka harus menjuarai Australian Open 2025. Hasil ini mutlak dan tidak bisa dinegosiasi.
Selain itu, Fajar/Fikri juga harus berharap dua pasangan Taiwan, yakni Lee Fang Chih/Lee Fang Jen dan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan, gagal mencapai semifinal. Jika salah satu dari rivalnya tersebut mencapai semifinal, maka kans Fajar/Fikri akan tertutup meskipun mereka menjadi juara.
2. Jafar/Felisha Minimal Tembus Perempat Final
Sementara di ganda campuran, Jafar/Felisha masih punya kans lolos ke BWF World Tour Finals 2025 karena saat ini menempati peringkat 10 dalam Race to Huangzhou dengan 68.500 poin. Mereka bersaing ketat dengan duet Thailand, Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat, yang duduk satu tingkat di atasnya dengan 68.640.
Pun begitu, Jafar/Felisha juga harus memenuhi dua syarat meski rivalnya hanya satu. Pertama, mereka harus minimal melaju ke babak perempat final Australia Open 2025, untuk memperbesar peluang untuk lolos.
Selain itu, Jafar/Felisha juga mesti mendapatkan pencapaian lebih baik dari Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat saat sudah lolos ke perempat final. Contohnya, mereka melaju ke final, dan duet Thailand terhenti di babak 8 besar.
Saat ini, baik Jafar/Felisha maupun pasangan Thailand masih bertahan dan maju ke babak 16 besar Australian Open 2025. Artinya, setiap fase akan krusial menentukan kelolosan mereka ke BWF World Tour Finals 2025. (*)
batampos – Presiden Prabowo Subianto mengimbau kepala daerah agar tidak lagi menugaskan siswa untuk menyambut kedatangannya saat melakukan kunjungan kerja. Ia menilai praktik menyambut pejabat negara di pinggir jalan, terutama oleh pelajar, tidak perlu dilanjutkan.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo ketika meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantul, Jogjakarta, pada Rabu (19/11).
Dalam kesempatan itu, ia meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengirimkan surat resmi kepada seluruh kepala daerah terkait imbauan tersebut.
“Saya minta Sekretaris Kabinet membuat surat ke bupati dan wali kota. Jika saya melakukan kunjungan kerja, tolong anak-anak sekolah tidak usah menyambut di pinggir jalan. Biarkan mereka tetap belajar di sekolah,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan, pelajar sebaiknya tetap beraktivitas seperti biasa, dan bila ingin mengikuti kegiatannya, dapat menyaksikan melalui media massa seperti televisi.
Ia menegaskan, tidak ingin para siswa harus menunggu di bawah panas hanya untuk menyambut seorang pejabat negara.
“Kalau saya datang tidak perlu anak-anak sekolah untuk dikerahkan,” imbaunya.
Melalui kebijakan ini, Prabowo berharap kunjungan kerja tidak lagi mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Menurutnya, kehadiran presiden tak seharusnya membebani masyarakat, terutama pelajar.
“Saya paham kalau memang tidak terlalu panas atau tidak terlalu lama mereka menunggu saya juga tidak ada masalah,” pungkasnya. (*)
batampos – Penyidikan dugaan penganiayaan dan kekerasan seksual yang menyeret oknum anggota Polsek Sagulung, Brigadir YAAS, terus berlanjut. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menegaskan masih mendalami sejumlah keterangan yang dinilai berbeda antara korban dan terlapor.
Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana, mengatakan penyidik masih berlanjut. Penyidik menunggu hasil pemeriksaan psikiatri terhadap korban FM sebagai bagian dari pendalaman kasus.
“Sudah dilakukan pemeriksaan psikiatri terhadap korban. Karena ada beberapa keterangan yang berbeda antara korban dan terlapor, itu yang harus kami dalami,” ujar Ade, Rabu (19/11).
Menurut Ade, perbedaan keterangan muncul pada sejumlah poin penting, terutama terkait dugaan pemaksaan dalam kekerasan seksual yang disebut terjadi di kamar mandi. Dalam laporan korban, terdapat unsur paksaan, sementara versi terlapor menyebut tidak ada paksaan. Sebab hubungan layaknya suami istri kembali berulang setelah kejadian tersebut.
“Ada beda keterangan soal apakah ada paksaan atau tidak. Itu yang harus digali lagi. Termasuk dugaan penganiayaan, korban menyebut didorong, sementara terlapor menyebut tidak didorong, tapi ditarik,” jelasnya.
Penyidik, kata dia, juga tengah menyiapkan permintaan keterangan saksi ahli untuk memperkuat konstruksi penyelidikan.
“Jadi intinya untuk laporan pidana kami pastikan tetap berjalan,” tegas Ade.
Sebelumnya, Brigadir YAAS diketahui telah kembali menghirup udara bebas setelah menjalani 21 hari penempatan khusus (Patsus), ditambah perpanjangan tujuh hari oleh Propam Polda Kepri. Ia bahkan sudah kembali berdinas di Polsek Sagulung sejak awal November.
Kuasa hukum korban, Saferiyus Hulu, mengatakan hingga kini pihaknya belum memperoleh perkembangan signifikan dari penyidikan tiga laporan yang dilayangkan kliennya.
“Ada tiga laporan kami, tapi sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut. Kami juga tahu pelaku sudah bebas dari Patsus dan kembali bertugas,” ujar Saferiyus.
Ia menyebut kondisi korban FM masih sangat rentan. Korban yang merupakan seorang bidan asal Medan itu disebut mengalami trauma berat dan kini menjalani perawatan psikiater. FM juga kehilangan janin berusia tiga bulan akibat pendarahan hebat saat menjalani pemeriksaan di Polda Kepri beberapa waktu lalu.
“Klien kami mengalami keguguran dan sampai kini masih menjalani terapi psikis. Harapan kami, penyidik segera menuntaskan laporan ini agar keadilan benar-benar ditegakkan,” katanya.
Kasus yang dialami FM disebut bermula dari hubungan asmara yang dijanjikan berujung pernikahan, namun malah berakhir dengan serangkaian dugaan kekerasan fisik dan seksual. FM bahkan beberapa kali dirawat di rumah sakit akibat pendarahan dan keguguran. Sejak menjalani hubungan dengan terlapor, korban diketahui mengalami keguguran dua kali.
Tiga laporan resmi telah teregistrasi di Polda Kepri, masing-masing dugaan kekerasan seksual, penganiayaan, dan pelanggaran etik.
Keluarga korban kini berharap Polda Kepri menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi korban yang kondisi mentalnya semakin memburuk. (*)
batampos – Memiliki buah hati adalah dambaan bagi semua pasangan suami istri setelah menikah. Namun, tidak semua pasangan dapat dengan mudah memperoleh anak meski sudah berusaha. Hal ini bisa terjadi karena satu dan lain hal, baik dari pihak pria maupun wanita.
Sebagian dari mereka mungkin akan berusaha melakukan program hamil dengan bantuan bahan alami. Salah satu yang mungkin Anda pernah dengar adalah dengan mengonsumsi kurma muda.
Kandungan Nutrisi dalam Kurma Muda
Kurma muda diketahui mengandung beragam nutrisi kunci yang penting untuk mendukung kesehatan reproduksi. Dikutip dari Halodoc, kandungan nutrisi penting ini mencakup serat yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan menstabilkan kadar gula darah, serta antioksidan yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan.
Selain itu, kurma muda juga kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin B, kalium, magnesium, dan zat besi yang esensial bagi fungsi tubuh optimal. Secara keseluruhan, kombinasi nutrisi ini memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh yang kemudian dapat berkontribusi dalam mendukung peningkatan kesuburan.
Fakta Mengenai Kaitan Kurma Muda dan Program Hamil
Varian kurma muda diyakini sebagai makanan yang berpotensi meningkatkan kesuburan, baik untuk wanita maupun pria. Ada keyakinan bahwa mengonsumsi buah ini secara teratur dapat membantu wanita segera mencapai kehamilan.
Selain rasanya yang manis, kurma memang kaya akan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Anggapan bahwa mengonsumsi kurma muda dapat meningkatkan kesuburan sebenarnya memiliki alasan, hal ini dikarenakan kandungan nutrisi di dalam kurma muda yang diyakini mampu memperbaiki kondisi kesuburan wanita.
Dikutip dari Alodokter, sebenarnya belum ada penelitian valid hingga saat ini yang membuktikan bahwa mengonsumsi kurma muda dapat mempercepat kehamilan. Oleh karena itu, daripada hanya bergantung pada kurma muda, tindakan yang lebih disarankan adalah menerapkan gaya hidup sehat dan berkonsultasi dengan dokter.
Penting juga untuk menyadari bahwa kesuburan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, termasuk usia, kualitas berhubungan intim, serta keseluruhan gaya hidup. Alih-alih mengandalkan kurma muda, sebaiknya kamu bisa membiasakan untuk konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang teratur.
Selain itu, rutin berolahraga dengan durasi yang konsisten juga dapat meningkatkan kesuburan dan metabolisme tubuh. Beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa faktor pemikiran seperti stres akan berpengaruh pada kesuburan seseorang, sehingga sebisa mungkin kontrol stres agar tidak berlebihan. (*)
Sampah yang menumpuk dan tak terangkut akhirnya dibakar warga di Sagulung. (F. Sya’ban)
batampos – Keberadaan TPS liar di kawasan Sagulung tak ada habisnya. TPS ini menyebar di setiap Kelurahan dan menyebabkan tumpukan sampah hingga ke badan jalan.
Camat Sagulung, M. Arfie Eranov mengatakan pihaknya bersinergi dengan pelaku usaha dan pengusaha untuk mengatasi TPS liar ini.
“Untuk TPS liar ini sampai sekarang kita masih pembenahan. Kita bersinergi dengan pelaku usaha,” ujarnya.
Arfie mencotohkan TPS liar di kawasan Mandalay. Di lokasi, pihaknya mengajak pelaku usaha tanaman untuk menata bunga di sepanjang TPS liar tersebut.
“Kalau di jalur panjang, kita koordinasikan dengan Dinas Marga dan pengusaha. TPS itu ditutup,” katanya.
Selain itu, Arfie mengaku penanganan TPS liar ini dilakukan bersama DLH. Pihak DLH menyediakan mobil patroli untuk mengangkut sampah di seriap TPS.
“Kita minta sinergi dengan DLH, karena di kecamatan backup kami terbatas. Kalau kami mengangkat TPS liar nanti malah terkendala di perumahan,” ungkapnya.
Diketahui, persoalan sampah terus menjadi permasalahan kawasan Sagulung. Penumpukan mulai terlihat di sekitar perumahan, pinggir jalan utama, sehingga menimbulkan aroma tak sedap.
Pantauan Batam Pos, penumpukan sampah banyak terlihat di kawasan Sei Pelenggut, Sei Lekop, dan Sei Langkai. Bahkan, sampah-sampah ini menutupi sebagian jalan.
“Sinergi dan koordinasi ini sudah berjalan. Kita harap permasalahan sampah ini teratasi,” tutupnya. (*)