
batampos- Ibu-ibu kelompok wanita tani (KWT) di Desa Lancang Kuning diajarkan membuat produk olahan dari bahan sorgum.
Kegiatan berlangsung di aula Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Sabtu (19/11).
Dalam kegiatan pengelolaan, pengenalan sorgum serta produk olahannya ini, mereka mempraktikkan bagaimana membuat popsorgum dan puding dari bahan dasar sorgum.
Tim ahli pengelolaan produk olahan sorgum IPB, Ahmad Sulaiman menyampaikan, kegiatan ini merupakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Sociopreneur One Village One Ceo (OVOC) IPB bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Kebetulan di sini sudah ada pengembangan sorgum, jadi kita mendorong masyarakat menanam sorgum dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan,” kata dia.
Tidak hanya diajarkan membuat produk olahan dari bahan sorgum, ibu-ibu KWT juga dikenalkan karakteristik sorgum yang bisa dijadikan bahan pangan seperti pagi, serta gizi serta manfaat sorgum bagi kesehatan.
“Sorgum adalah bahan pangan yang tidak kalah dengan beras. Bahkan, sorgum juga bisa mengantikan gandum,” kata dia.
Dia mengharapkan, dari kegiatan ini, ibu-ibu KWT kreatif dan berinovasi agar hasil panen petani sorgum lokal bisa diolah menjadi produk unggulan yang dipasarkan secara luas.
Ketua Kelompok Tani Milenial Kreatif, Rusdi mengapresiasi Tim OVOC IPB yang sudah membimbing petani dalam pengembangan sorgum dan kini mengajarkan ibu-ibu KWT dalam membuat produk olahan dari bahan sorgum.
“Semoga dapat menjadi sumber ekonomi bagi ibu-ibu KWT dan Kube yang ada di sini,” kata dia. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto








