Gedung DPRD Anambas diusulkan renovasi tahun depan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Gedung DPRD Kabupaten Anambas dipastikan akan direnovasi pada 2026. Sekretariat DPRD telah mengusulkan anggaran Rp200 juta untuk memperbaiki sejumlah kerusakan yang semakin parah di gedung tersebut.
Sekretaris DPRD Anambas, Jhon Aquarius Putra, mengatakan renovasi besar ini sudah layak dilakukan. Banyak bagian bangunan dinilai tidak lagi memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi pegawai maupun anggota dewan.
Kerusakan paling berat terdapat pada bagian plafon. Jhon menjelaskan plafon lama berbahan gipsum tidak tahan terhadap air, sehingga cepat rusak saat terjadi kebocoran.
“Plafon akan kita ganti dengan PVC. Plafon lama itu pakai gipsum, kena air langsung rusak, tidak tahan lama,” ujar Jhon, Jumat (21/11).
Selain plafon, instalasi listrik juga menjadi perhatian utama. Sejumlah titik kabel di gedung DPRD sudah mengelupas dan harus diganti demi menghindari potensi bahaya.
Beberapa fitting lampu tidak lagi berfungsi, sementara colokan listrik di ruang anggota DPRD bahkan rusak akibat korsleting. “Di ruang anggota DPRD ada colokan yang sudah tidak berfungsi. Sudah korslet, itu perlu diperbaiki,” katanya.
Usulan anggaran Rp200 juta tersebut, kata Jhon, sudah dihitung secara rinci. Namun keputusan final tetap menunggu pembahasan APBD 2026.
“Terkait angka pastinya, kita menunggu keputusan. Kita usulkan dulu karena APBD 2026 juga belum diketuk,” ujarnya.
Jhon menuturkan, renovasi besar terakhir dilakukan pada 2019 yang hanya sebatas pengecatan bagian luar dan dalam gedung. Kondisi saat ini disebut membutuhkan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar pembenahan ringan.
Tahun ini, DPRD Anambas juga melakukan renovasi kecil dengan anggaran sekitar Rp30 juta untuk memperbaiki toilet di belakang ruang sidang paripurna.
“Tahun ini ada renovasi kecil, sekitar Rp30 jutaan. Itu untuk memperbaiki toilet yang sering banjir saat hujan,” jelasnya.
Dengan kondisi gedung yang terus menurun, Jhon berharap usulan renovasi 2026 dapat disetujui agar kantor DPRD kembali layak digunakan. Renovasi dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas kedewanan dan pelayanan kepada masyarakat.
batampos – Satlantas Polresta Barelang masih konsisten dengan rangkaian kegiatan Operasi Zebra Seligi 2025 dengan fokus utama pada edukasi, pencegahan, dan penegakan disiplin berlalu lintas. Kegiatan yang digelar hampir setiap hari tersebut menyasar lima ruas jalan utama Kota Batam, dengan sasaran seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Operasi tahun ini diprioritaskan sebagai langkah awal untuk menekan angka kecelakaan menjelang masa Operasi Lilin dan perayaan Natal serta Tahun Baru 2025. Kasat Lantas Polresta Barelang dan para personel turun langsung ke titik-titik rawan pelanggaran di Jalan Jenderal Sudirman, Yos Sudarso, Gajah Mada, R. Suprapto, dan Ahmad Yani. Mereka memberikan imbauan serta edukasi penggunaan perlengkapan keselamatan kepada masyarakat.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin sebelumnya menegaskan bahwa tujuan utama Operasi Zebra Seligi bukan sekadar menindak pelanggaran, tetapi membangun pola pikir keselamatan sebagai budaya. “Edukasi adalah kunci. Kami ingin masyarakat memahami bahwa setiap aturan lalu lintas dibuat untuk menjaga nyawa,” ujarnya.
Di lapangan, personel aktif memberikan brosur keselamatan, imbauan langsung, hingga pembagian helm SNI bagi pengendara yang membutuhkan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi persuasif agar pengendara lebih patuh dan sadar risiko.
Selain edukasi, petugas juga melakukan pemetaan titik rawan kemacetan dan survey jalan berlubang bersama instansi terkait. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa faktor-faktor penyebab kecelakaan dapat diminimalkan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi perilaku pengendara, tetapi juga kondisi infrastruktur jalan.
Sasaran Operasi Zebra Seligi 2025 difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, seperti tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, berkendara melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan menggunakan ponsel saat berkendara. Satlantas Barelang menyebutkan bahwa mayoritas pelanggaran fatal masih didominasi perilaku pengendara yang abai terhadap keselamatan diri.
Operasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi peningkatan arus kendaraan menjelang akhir tahun. Polresta Barelang berharap tingkat kepatuhan masyarakat dapat meningkat signifikan sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan di titik-titik yang selama ini menjadi perhatian.
Dengan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif, Operasi Zebra Seligi 2025 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas di Batam. (*)
Batampos – Singapura menjadi salah satu destinasi favorit warga Indonesia, khususnya warga Batam. Selain karena jaraknya yang sangat dekat hanya 45 menit dengan kapal feri, negara ini juga menawarkan pengalaman belanja seru dimana seluruh barang mulai dari harga termurah hingga termahal, yang diinginkan sebagian besar ada di sana.
Pusat perbelanjaan Orchard Rd, di Depan Tangs, Lucky Plaza, Singapura, pekan lalu. F Chahaya Simanjuntak/Batam Pos
Nah, berikut lima tempat belanja di Singapura yang disukai warga Indonesia, yakni:
Orchard Road
Orchard Road adalah ikon belanja dan surganya barang branded di Singapura. Turis Indonesia khususnya dari Batam menyukai kawasan ini karena menawarkan beragam pilihan produk premium langsung dari official storenya.
Di sini, pengunjung dapat menemukan pusat perbelanjaan besar seperti ION, Takashimaya, Paragon, hingga Ngee Ann City dan Lucky Plaza yang semuanya saling terhubung. Bahkan Apple Store ada juga di sini selain di kawasan Marina Bay.
Di sini, beragam produk dijual mulai dari fashion, kosmetik, jam tangan, hingga aksesori kelas dunia. Banyak warga Indonesia datang untuk mencari diskon akhir tahun atau koleksi eksklusif yang tidak tersedia di Indonesia.
Bugis Street
Nah, kalau ingin mencari barang murah dan penuh pilihan, Bugis Street adalah jawabanya. Ini menjadi destinasi wajib bagi WNI yang jalan-jalan ke Singapura.
Di sini, Anda bisa mendapatkan aneka pakaian kasual, tas, sepatu, aksesoris, hingga oleh-oleh dengan harga terjangkau mulai dari SGD 2. Bugis Street ini mirip dengan Tanah Abang atau Mangga Dua di Jakarta, tapi lebih tertata rapi, bersih, dan nyaman.
Dekat dari Bugis, ada juga Albert Mall, dimana Anda bisa menikmati belanja ala pasar tradisional atau jajan aneka makanan Singapura di Food Hawker di belakangnya.
Mau belanja tanpa khawatir waktu terbatas? Mustafa Center pilihannya. Pusat perbelanjaan di kawasan Syed Alwi Rd ini buka 24 jam. Semua kebutuhan ada di sini. Lokasi ini menjadi favorit warga Indonesia yang ingin beli parfum original, jam tangan, dan juga barang elektronik dengan harga miring. Bagi Anda yang ingin membeli emas dengan gaya khas India, silakan turun ke Lobi 2, persis di bawah penjualan parfum.
Mustafa Center ini lokasinya juga sangat strategis, dikelilingi aneka kuliner khas Arab dan India, dan juga hanya dua menit jalan kaki ke pusat perbelanjaan City Square.
Chinatown
Bagi warga Indonesia, Chinatown adalah surga oleh-oleh dan juga kafe kekinian dengan nuansa oriental dengan harga terjangkau. Di sini pengunjung bisa menemukan gantungan kunci, magnet kulkas, T-shirt, kipas, dan barang unik khas Singapura dengan harga mulai 10 dolar Singapura.
VivoCity
Nah, Vivo City ini biasanya menjadi tempat persinggahan terakhir turis Indonesia, khususnya warga Batam. Padahal, Vivo City ini adalah mal terbesar di Singapura, yang terhubung dengan Harbour Front baik pusat perbelanjaannya, pelabuhan internasional, hingga akses ke Pulau Sentosa tempat Universal Studio dan Casino berada.
Mall ini menawarkan beragam fesyen internasional seperti Rabeanco, toko perhiasan ternama, hingga beragam restoran.
Apakah Anda sudah pernah mengunjungi kelima tempat ini? Atau Anda punya tempat rekomendasi lain? (*)
Ilustrasi. Pedagang di Pasar Botania 2 Batamcentre mengangkat cabai merah keriting. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
batampos – Menjelang akhir tahun, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Batam kembali merangkak naik. Komoditas cabai merah menjadi yang paling mencuri perhatian, dengan harga saat ini berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, berdasarkan pantauan di Pasar Fanindo Batuaji, Victoria dan sejumlah pasar lainnya.
Kenaikan harga ini dikeluhkan baik pedagang maupun pembeli. Pedagang mengungkapkan bahwa lonjakan terjadi sejak dua pekan terakhir dan kini semakin sulit menahan harga agar tidak membuat pembeli terkejut.
“Dia pekan lalu sudah Rp60 ribu per kg, sekarang cabai merah naik lagi. Saya jual Rp75 ribu, ada juga yang sampai Rp 80 ribu tergantung kualitas. Stok dari pemasok berkurang karena cuaca buruk, jadi harga naik,” ujar Budi, pedagang sayur di Pasar Victoria, Jumat (21/11).
Bukan hanya cabai, komoditas lain turut mengalami kenaikan sehingga menambah beban belanja harian masyarakat. Harga sayuran seperti wortel dan sayur daun kini ikut merangkak naik. Sementara bayam, sawi, dan kangkung tembus Rp30 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran ikatan.
Daging pun tidak luput dari kenaikan. Harga daging sapi beku berada pada kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, sedangkan ayam potong segar naik menjadi Rp38 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram.
Di tengah kebutuhan rumah tangga yang meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru, para pembeli mengaku terpaksa mengurangi jumlah belanja harian.
“Biasanya beli cabai satu kilo, sekarang setengah kilo pun berat. Harga semua naik, bukan cuma cabai,” keluh Yuli, ibu rumah tangga di Pasar Fanindo Batuaji.
Pelaku usaha kuliner juga terdampak akibat kenaikan harga cabai, yang menjadi bahan baku utama untuk sambal. Mereka mengaku kesulitan menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Kalau modal naik terus, sementara harga jual tidak bisa kami tambah, lama-lama kami yang rugi. Cabai sangat menentukan produksi,” ucap Yuni, pedagang kuliner di kawasan Batuaji.
Pedagang menduga kenaikan harga masih akan berlanjut jika distribusi dan cuaca tidak membaik. Mereka berharap pemerintah melakukan operasi pasar dan menambah pasokan agar harga kembali stabil.
Sementara itu, konsumen berharap adanya langkah cepat untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok di masa libur akhir tahun.
Pemerintah Kota Batam terus memperkuat kemandirian pangan dengan meningkatkan produksi cabai dan sayur lokal. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah yang selama ini menjadi penyebab fluktuasi harga di pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, sebelumnya mengatakan bahwa sebagian besar kebutuhan cabai di Batam masih dipasok dari luar daerah seperti Mataram, Yogyakarta, Sumatera Utara, Aceh, dan Padang. Namun, karena daerah-daerah tersebut juga mengalami penurunan produksi, dampaknya terasa langsung terhadap kenaikan harga di Batam.
“Masalah harga cabai ini bukan hanya terjadi di Batam, tapi hampir di seluruh Indonesia. Karena itu, solusi yang paling realistis adalah memperkuat produksi sendiri,” ujar Mardanis.
Untuk mewujudkan hal tersebut, DKPP Batam kini menggandeng 11 kelompok tani di tiga kecamatan yakni Nongsa, Sungai Beduk, dan Sagulung guna mengembangkan lahan cabai merah seluas 15 hektar. Selain itu, pemerintah juga menambah tiga hektar lahan sayur, sehingga total ada 18 hektar lahan baru yang dikembangkan tahun ini.
Produksi dari lahan ini diperkirakan mulai panen pada awal Desember. DKPP menargetkan hasil panen bisa mencapai hampir 1 ton per hari, yang diharapkan dapat menambah suplai lokal dan menekan harga cabai di pasaran.
“Produksi kita memang belum bisa menutupi seluruh kebutuhan Batam yang mencapai 10 hingga 15 ton per hari. Tapi dengan gerakan ini, setidaknya kita mulai menyiapkan pondasi agar tidak terus bergantung pada pasokan luar,” jelasnya.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemko Batam untuk membangun ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan. “Kemandirian pangan ini penting. Kita tidak bisa terus bergantung pada daerah lain, apalagi saat kondisi cuaca dan produksi sedang tidak menentu,” tegasnya.
Mardanis berharap, jika gerakan ini berhasil, Batam tidak hanya mampu menekan harga bahan pangan, tetapi juga menjadi kota mandiri dalam penyediaan komoditas hortikultura. “Kita mulai dari cabai, tapi ke depan akan diperluas ke komoditas lain seperti tomat, kangkung, dan bayam,” tutupnya. (*)
Sekda Bintan, Ronny Kartika. F. Slamet Nofasusanto.
batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan meminta PT Bintan Inti Sukses (BIS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bintan, untuk mengoptimalkan pengelolaan aset sewa menyewa, termasuk Kompleks Kolam Renang Dendang Ria di Tanjungpinang.
Langkah ini diambil guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) setelah dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat turun sekitar Rp 214 miliar.
Sekda Bintan, Ronny Kartika, mengatakan Kompleks Dendang Ria merupakan salah satu aset potensial yang dapat memberikan pemasukan tambahan bagi daerah jika dikelola lebih maksimal oleh PT BIS.
“Pengelolaan sewa menyewa di Kompleks Kolam Renang Dendang Ria adalah potensi yang harus dioptimalkan untuk mendukung PAD Bintan tahun 2026,” ujar Ronny, Jumat (21/11).
Ia menambahkan, pihaknya telah meminta PT BIS untuk menyusun target pendapatan dari seluruh aset sewa menyewa, termasuk Dendang Ria.
“Kita sudah minta Pak Direktur menyusun target capaian dan keuntungan setiap tahun,” tegasnya.
Ronny juga meminta Komisaris PT BIS, Hafizar, untuk lebih ketat memantau kinerja operasional BUMD tersebut guna memastikan target yang ditetapkan dapat tercapai.
Sementara itu, Direktur PT BIS, Mukhamad Rofik, menyampaikan bahwa pengelolaan Kompleks Dendang Ria sejauh ini menghasilkan pendapatan rata-rata Rp 25 juta per bulan, meningkat dari Rp 18 juta per bulan pada tahun sebelumnya.
Namun, Rofik menjelaskan pendapatan tersebut belum dikurangi biaya operasional seperti listrik, air, dan perawatan yang masih menjadi beban rutin pengelolaan aset. (*)
Batampos – Libur natal dan tahun baru (Nataru) semakin dekat. Selain maskapai penerbangan dan transportasi darat, transportasi laut juga menjadi incaran warga Batam untuk mudik dari Batam. Nah, mudik dengan jumlah penumpang terbesar Nataru dari Batam setiap tahunnya adalah rute Batam-Belawan (Sumatera Utara) dan juga rute Batam – Jakarta.
KM Kelud milik PT Pelni saat hendak berlayar dari Pelabuhan Batuampar ke Belawan beberapa waktu lalu. di kapał ini ada beragam pilihan tipe kelas untuk penumpang. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Setiap tahun, penumang dari Batam – Belawan selalu membludak. Baik arus pergi maupun arus balik. Nah, saat bepergian menggunakan kapal Pelni itu (KM Kelud atau KM Sinabung), kita sebagai calon penumpang, dapat memilih berbagai kelas, sesuai tingkat kenyamanan yang diinginkan.
Pelni menyediakan beragam pilihan kelas bagi penumpang.Berikut panduan lengkap perbedaan kelasnya, seperti dilansir dari website resmi pelni.co.id, yakni:
1. Kelas 1A
Kelas 1A adalah kelas tertinggi di kapal Pelni dan menawarkan kenyamanan premium dengan fasilitas: kabin pribadi berisi 2 – 4 orang, kamar sudah dilengkapi AC, kasur dan bantal yang bersih dan AC, lemari penyimpanan bagasi. Di kelas ini, privasi lebih terjaga dan cocok bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan maksimal.
Bagi penumpang yang memesan kelas ini, akan mendapatkan card-keys (kunci dengan kartu), dan fasilitas makan dan snack tiga kali sehari di ruangan khusus.
Masih dalam kategori kelas satu dan eksklusif, tetapi harga sedikit lebih ekonomis dibanding kelas 1A. Ada pun fasilitas di kelas 1 B ini yakni: kabin berisi 4 – 6 tempat tidur, tempat tidur dan AC, makanan tiga kali sehari, dan sangat ideal untuk penumpang yang menginginkan kenyamanan tapi dengan harga sedikit ekonomis.
3. Kelas 2A
Kelas ini menawarkan fasilitas kelas menengah, seperti Kabin besar bersama 6-8 orang, AC dan tempat tidur standar, makan dan snack tiga kali sehari. Biasanya menyatu dengan penumpang kelas 1. Namun, untuk layanan kamar mandi, berada di luar, di gang kelas 2 yang digunakan bersama penumpang kelas lainnya.
Jadi, kelas 2A ini adalah pilihan tepat untuk penghematan tanpa mengorbankan fasilitas dasar.
4. Kelas 2B
Kelas ini lebih terjangkau daripada 2A, dengan kapasitas kabin lebih banyak, 8 – 12 penumpang. Fasilitasnya yakni tempat tidur bertingkat, kamar mandi luar dan fasilitas bersama.
5. Kelas Ekonomi
Kelas ekonomi adalah kelas dengan tarif paling murah di kapal Pelni dan terdiri dari beberapa tipe. Umumnya kelas ekonomi berada di deck 2,3, dan 4.
Fasilitasnya yakni tempat tidur berjejer di ruangan besar dengan kapasitas puluhan bahkan ratusan orang dalam satu ruangan. Ruangan berventilasi dengan kipas angin dan AC umum. Demikian juga kamar mandi digunakan bersama dan saat musim puncak, penumpang akan antri.
Fasilitas makanan dan minuman tetap tiga kali sehari tapi ambil sendiri di selasar khusus dan harus antri.
Kelas ekonomi ini terdiri dari beberapa tipe, yakni kelas ekonomi khusus perempuan, laki-laki, dan kelas non-seat. Ini menjadi pilihan populer bagi warga Batam yang mudik ke Medan untuk merayakan hari Natal dan Tahun Baru karena paling ekonomis, meski bisa dikatakan privasi dan kenyamanan sangat terbatas karena ratusan bahkan ribuan penumpang membaur dari segala usia.
Nah, demikian pilihan tipe kelas di kapal Pelni, khususnya KM Kelud dan KM Sinabung rute Batam-Belawan. Anda tertarik memilih tiket yang mana? Untuk perbedaan harga dan juga tips membeli tiket, silakan langsung ke website Pelni atau tunggu di berita selanjutnya ya. (*)
Penumpang kapal Pelni saat berada di Pelabuhan Batuampar. Foto. Renggga Yuliandra/ Batam Pos
batampos – Kabar gembira bagi masyarakat Batam yang merencanakan mudik atau liburan pada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI memberikan potongan harga tiket kapal penumpang kelas ekonomi, termasuk untuk seluruh rute masuk dan keluar Batam. Program diskon ini mulai diberlakukan pada Jumat (21/11) pukul 12.00 WIB.
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) ditunjuk untuk menjalankan program stimulus tersebut dengan menggelar penjualan tiket diskon untuk jadwal keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Kepala PELNI Cabang Batam, Edwin Kurniansyah, menyampaikan antusiasme masyarakat Batam diprediksi sangat tinggi karena diskon berlaku ke semua rute yang dilayari PELNI, baik dari maupun menuju Batam.
“Untuk rute Belawan–Batam, tarif tiket normal Rp304.000 menjadi Rp254.300 setelah ditambahkan pas pelabuhan Rp47.500 dan asuransi Rp6.000,” ujar Edwin, Jumat (21/11).
Ia menambahkan, potongan tarif yang diberikan pemerintah adalah 20 persen dari tarif dasar, sementara penambahan asuransi dan pas pelabuhan membuat nilai potongan rata-rata menjadi 16–18 persen. Program diskon hanya berlaku khusus penumpang kelas ekonomi.
Menurut Edwin, tingginya minat pemudik diprediksi membuat tiket diskon cepat habis. Masyarakat diimbau melakukan pembelian lebih awal apabila sudah memiliki rencana perjalanan.
“Kalau minat masyarakat tinggi, bisa jadi kuota tiket diskon habis sebelum 10 Januari. Karena itu sebaiknya pelanggan membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Tiket diskon PELNI rute Batam dapat dibeli melalui berbagai kanal resmi, seperti aplikasi PELNI Mobile, website PELNI, contact center 162, loket PELNI Cabang Batam, serta sejumlah platform digital mulai dari Lifestyle BCA Mobile, OVO, Sukha by Livin Mandiri, BNI Agen46, BRImo, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, ATA Tour, Fastpay, hingga easybook.com dan via.com.
Untuk metode pembayaran, PELNI bekerja sama dengan Bank BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, Permata Bank, Mandiri Virtual Account, Indomaret, Alfamart, iSaku, Finpay, dan Fastpay.
Edwin mengimbau calon penumpang untuk memperhatikan keselamatan dan kenyamanan selama periode libur panjang.“Kami mengingatkan pelanggan membawa barang secukupnya serta membeli tiket melalui aplikasi PELNI Mobile atau kanal resmi penjualan PT PELNI untuk menghindari percaloan,” tegasnya.
Dengan adanya stimulus ini, perjalanan laut dari Batam diprediksi semakin diminati, terutama menuju sejumlah daerah favorit seperti Belawan, Dumai, Tanjungbalai Karimun, Tanjung Priok, dan sejumlah pelabuhan tujuan lainnya di Sumatra dan Jawa.
Sekretaris Perusahaan PELNI Evan Eryanto mengatakan, berdasarkan perhitungan dari anggaran yang disediakan oleh Pemerintah, stimulus diskon ini menargetkan 405.881 penumpang selama periode Nataru mendatang. Harga tiket akan kembali ke tarif normal setelah kuota stimulus habis terjual.
“Jika minat masyarakat tinggi, bukan tidak mungkin sebelum periode perjalanan 10 Januari 2026, tiket diskon sudah habis terjual, apalagi saluran penjualan digital tiket PELNI sudah sangat mudah dijangkau, baik melalui aplikasi PELNI Mobile maupun aplikasi perbankan Himbara,” kata Evan.
Evan mencontohkan, untuk tarif Semarang ke Karimun Jawa yang normalnya dijual seharga Rp 134.500,- Setelah dikenakan diskon 20 persen dari tarif dasar, maka tarif menjadi sebesar Rp 114.300,- setelah ditambahan komponen asuransi dan pas pelabuhan.
Sebagai informasi bahwa besaran pas pelabuhan di setiap wilayah berbeda-beda. Contoh pas pelabuhan di Semarang sebesar Rp 27.500 dan di Pelabuhan Belawan sebesar Rp 47.500. (*)
Sekda Batam, Firmansyah, saat membuka pelatihan welder tajaan Baznas Batam. f. ist
batampos– Sekda Kota Batam, Firmansyah, membuka Pelatihan Juru Las dan Kewirausahaan Tingkat Kota Batam Tahun 2025 yang digelar di LPK Moradex Energi Persada, Sekupang, Kamis (20/11). Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan Baznas Kota Batam bekerja sama dengan Moradex, diikuti 50 peserta dari berbagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Batam selama enam hari pelaksanaan.
Firman mengapresiasi inisiatif Baznas Batam yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan pelatihan welder sebagai langkah mencetak tenaga kerja tersertifikasi sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat.
“Kami, pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada Baznas yang telah menginisiasi pelatihan ini. Manfaatkan pelatihan dengan sebaik-baiknya agar benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian las saat ini cukup tinggi, terutama untuk pekerjaan pembuatan teralis dan konstruksi ringan yang berkembang pesat di Batam. Karena itu, ia berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka kesempatan kerja lebih luas.
Firman juga berharap para alumni yang kelak bekerja atau membuka usaha mandiri dapat berkontribusi kembali kepada Baznas agar program pemberdayaan bisa berjalan berkelanjutan.
“Setelah memiliki pendapatan yang cukup, kami berharap para alumni dapat turut memberikan sumbangsih kepada Baznas agar program seperti ini bisa terus berkembang,” kata dia.
Ia memastikan Pemko Batam akan terus memperluas program pelatihan berbasis keterampilan untuk memperbanyak akses lapangan pekerjaan bagi warga.
Ketua Baznas Batam, Habib Soleh, menyatakan, pelatihan ini merupakan implementasi arahan Wali Kota Batam agar penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Minimal 40 persen anggaran diarahkan untuk program produktif, termasuk peningkatan keahlian mustahik.
“Sebanyak 50 peserta yang mengikuti pelatihan ini direkomendasikan oleh 15 UPZ dari masjid-masjid di Batam. Anggaran yang digunakan seluruhnya ditanggung Baznas Kota Batam, sebesar Rp278 juta,” kata dia.
Ia berharap, para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi sehingga dapat keluar dari kategori mustahik dan menjadi pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya. (*)
Sekda Batam, Firmansyah, saat membuka pelatihan welder tajaan Baznas Batam. f. ist
batampos– Sekda Kota Batam, Firmansyah, membuka Pelatihan Juru Las dan Kewirausahaan Tingkat Kota Batam Tahun 2025 yang digelar di LPK Moradex Energi Persada, Sekupang, Kamis (20/11). Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan Baznas Kota Batam bekerja sama dengan Moradex, diikuti 50 peserta dari berbagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Batam selama enam hari pelaksanaan.
Firman mengapresiasi inisiatif Baznas Batam yang untuk pertama kalinya menyelenggarakan pelatihan welder sebagai langkah mencetak tenaga kerja tersertifikasi sekaligus membuka peluang usaha mandiri bagi masyarakat.
“Kami, pemerintah, menyampaikan terima kasih kepada Baznas yang telah menginisiasi pelatihan ini. Manfaatkan pelatihan dengan sebaik-baiknya agar benar-benar memberi nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian las saat ini cukup tinggi, terutama untuk pekerjaan pembuatan teralis dan konstruksi ringan yang berkembang pesat di Batam. Karena itu, ia berharap peserta dapat memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka kesempatan kerja lebih luas.
Firman juga berharap para alumni yang kelak bekerja atau membuka usaha mandiri dapat berkontribusi kembali kepada Baznas agar program pemberdayaan bisa berjalan berkelanjutan.
“Setelah memiliki pendapatan yang cukup, kami berharap para alumni dapat turut memberikan sumbangsih kepada Baznas agar program seperti ini bisa terus berkembang,” kata dia.
Ia memastikan Pemko Batam akan terus memperluas program pelatihan berbasis keterampilan untuk memperbanyak akses lapangan pekerjaan bagi warga.
Ketua Baznas Batam, Habib Soleh, menyatakan, pelatihan ini merupakan implementasi arahan Wali Kota Batam agar penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif. Minimal 40 persen anggaran diarahkan untuk program produktif, termasuk peningkatan keahlian mustahik.
“Sebanyak 50 peserta yang mengikuti pelatihan ini direkomendasikan oleh 15 UPZ dari masjid-masjid di Batam. Anggaran yang digunakan seluruhnya ditanggung Baznas Kota Batam, sebesar Rp278 juta,” kata dia.
Ia berharap, para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi sehingga dapat keluar dari kategori mustahik dan menjadi pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya. (*)
batampos– Insiden melibatkan Kapal Meratus Ampana (IMO 9262950) berbendera Indonesia dan fasilitas crane STS 05 terjadi di Pelabuhan Batu Ampar pada Rabu (19/11) sore. BP Batam memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan saat ini tengah melakukan pemeriksaan mendalam.
Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menjelaskan, insiden bermula ketika kapal melakukan manuver keluar dermaga dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Arus kuat dan hembusan angin kencang diduga menjadi faktor utama yang memicu gangguan pada proses manuver.
“Berdasarkan laporan awal dari lapangan, insiden tersebut terjadi akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, khususnya arus kuat dan angin yang cukup kencang pada saat kegiatan manuver kapal berlangsung,” katanya, Jumat (21/11).
Meski seluruh prosedur pandu dan tunda telah dijalankan sesuai standar, faktor alam yang berada di luar kendali operasional tetap tidak dapat dihindari. Kapal tunda yang bertugas menarik buritan kapal disebut tidak mampu menahan dorongan arus yang cukup kuat.
“Kondisi ini menyebabkan kapal tunda tidak mampu menahan dan menarik bagian buritan kapal secara optimal, sehingga buritan kapal terbawa arus dan terjadi kontak (tabrak) dengan STS 05,” kata dia.
Selama proses tersebut, Kapal Meratus Ampana dibantu dua unit kapal tunda sesuai prosedur. Namun, tekanan arus kuat membuat bagian belakang kapal bergeser dan menyentuh fasilitas STS 05.
Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam saat ini melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan seluruh fakta kejadian terdokumentasi. Pemeriksaan mencakup evaluasi kondisi cuaca saat insiden, rekaman komunikasi kapal, hingga laporan pandu dan nakhoda.
“Tim kami sedang melakukan asesmen teknis, termasuk memastikan tingkat kerusakan pada fasilitas dan peralatan,” ujar Taofan.
BP Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan berkomitmen menjaga keselamatan pelayaran serta menjamin profesionalisme layanan pandu dan tunda.
“Setiap perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses investigasi internal selesai,” ujarnya.
Hingga kini, kegiatan di pelabuhan tetap berjalan normal sembari menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan teknis dan investigasi internal BP Batam. (*)