Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 6658

Bapenda Gelar Roadshow PBB Hingga Akhir Oktober

0
Pembayaran PBB 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Pegawai Bapenda Kota Batam melayani masyarakat saat hendak membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam kembali menggelar roadshow PBB tahap dua. Program jemput bola ini menargetkan masyarakat yang belum membayar pajak selama relaksasi PBB hingga akhir Oktober ini.

Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah mengatakan saat pelaksanaan roadshow PBB tahap pertama, petugas menyasar ke tingkat kecamatan. Tujuannya untuk menjangkau masyarakat dalam pembayaran PBB, agar mudah, dan tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Di pelaksanaan roadshow tahap dua, petugas Bapenda membuka loket pembayaran di pusat perbelanjaan atau mal. Seperti diketahui Pemerintahan Kota Batam kembali memperpanjang program relaksasi hingga akhir Oktober ini.

Untuk itu, di sisa waktu kurang lebih dua Minggu ini, Bapenda mengoptimalkan wajib pajak untuk membayar kewajiban mereka. Pembukaan pelayanan di pusat perbelanjaan ini guna menjangkau wajib pajak yang tidak sempat membayar pajak di saat pelayanan tingkat kecamatan.

“Jadi kami buka Sabtu dan Minggu kalau di mal. Alhamdulillah masih ada yang terus berupaya membayar kewajiban mereka. Ini membuktikan tingkat kepatuhan terhadap PBB masih terus meningkat,” ujarnya.

Ia menyebutkan capaian PBB saat ini sudah berada di angka Rp 195 miliar. Angka ini masih terus digesa dengan program visit atau program jemput bola ke wajib pajak.

“Kita masih jemput bola untuk wajib pajak dengan tagihan di atas Rp. 1 juta,” sebutnya.

Azmansyah menambahkan dalam dua Minggu terakhir menjelang berakhirnya program relaksasi, capaian PBB, dan piutang bisa lebih dimaksimalkan.

“Kalau piutang sudah tertagih Rp 52 miliar dari target Rp 60 miliar. Kami masih upayakan terus untuk melakukan penagihan aktif,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Bapenda Gelar Roadshow PBB Hingga Akhir Oktober

0
Pembayaran PBB 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Pegawai Bapenda Kota Batam melayani masyarakat saat hendak membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Batam kembali menggelar roadshow PBB tahap dua. Program jemput bola ini menargetkan masyarakat yang belum membayar pajak selama relaksasi PBB hingga akhir Oktober ini.

Kepala Bapenda Batam, Raja Azmansyah mengatakan saat pelaksanaan roadshow PBB tahap pertama, petugas menyasar ke tingkat kecamatan. Tujuannya untuk menjangkau masyarakat dalam pembayaran PBB, agar mudah, dan tidak jauh dari tempat tinggal mereka.

Di pelaksanaan roadshow tahap dua, petugas Bapenda membuka loket pembayaran di pusat perbelanjaan atau mal. Seperti diketahui Pemerintahan Kota Batam kembali memperpanjang program relaksasi hingga akhir Oktober ini.

Untuk itu, di sisa waktu kurang lebih dua Minggu ini, Bapenda mengoptimalkan wajib pajak untuk membayar kewajiban mereka. Pembukaan pelayanan di pusat perbelanjaan ini guna menjangkau wajib pajak yang tidak sempat membayar pajak di saat pelayanan tingkat kecamatan.

“Jadi kami buka Sabtu dan Minggu kalau di mal. Alhamdulillah masih ada yang terus berupaya membayar kewajiban mereka. Ini membuktikan tingkat kepatuhan terhadap PBB masih terus meningkat,” ujarnya.

Ia menyebutkan capaian PBB saat ini sudah berada di angka Rp 195 miliar. Angka ini masih terus digesa dengan program visit atau program jemput bola ke wajib pajak.

“Kita masih jemput bola untuk wajib pajak dengan tagihan di atas Rp. 1 juta,” sebutnya.

Azmansyah menambahkan dalam dua Minggu terakhir menjelang berakhirnya program relaksasi, capaian PBB, dan piutang bisa lebih dimaksimalkan.

“Kalau piutang sudah tertagih Rp 52 miliar dari target Rp 60 miliar. Kami masih upayakan terus untuk melakukan penagihan aktif,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

Kelompok Tani di Tanjungpinang Dapat Bantuan Alat Pertanian

0
Penyerahan cultivator untuk kelompok tani di Tanjungpinang, Sabtu (15/10). F.Peri Irawan

batampos- Sebanyak 18 kelompok tani di Tanjungpinang menerima bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk mendorong peningkatan produktivitas hasil tani.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menjelaskan bantuan yang diberikan berupa 12 unit cultivator dan 5 unit motor roda 3 atau kaisar untuk penggiat usaha di gerai pangan di Jalan Hanglekir.

Kemudian bibit tanaman buah untuk 18 kelurahan dan 5.000 bibit beserta pupuk bersama media tanam cabai untuk 30 Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kota Tanjungpinang yang berasal dari Bank Indonesia.

BACA JUGA: Harga Pupuk Nonsubsidi Mahal, Banyak Petani Pilih Beli Eceran

“Saya harap bantuan ini menjadi penyemangat bagi bapak dan ibu petani dan memberikan kemudahan dalam mengelola pertaniannya,” kata Rahma, Sabtu (15/10) kemarin.

Bantuan lain yang diserahkan saat bersamaan yaitu pompa air sebanyak 6 unit, hand spayer elektrik sebanyak 12 unit, mulsa sebanyak 126 roll untuk 18 kelompok tani, benih cabai sebanyak 1.500 gram untuk 6 kelompok tani se-Kota Tanjungpinang.

Tidak hanya itu, lanjut Rahma saat bersamaan juga ada penyerahan bantuan yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2022.

Bantuan diberikan kepada 9 KWT yang termasuk kedalam program kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan total nominal sebesar Rp 315 juta.

“Sebanyak 5 KWT diantaranya untuk pengembangan sebesar 15 juta, dan 4 KWT untuk pertumbuhan sebesar 60 juta setiap KWT,” terangnya.

Rahma menyebutkan keberadaan gerai tani dinilai cukup membantu masyarakat untuk memenuhi dan mendapatkan kebutuhan pangan dan dengan harga yang lebih murah.

“Bantuan ini sejalan dengan upaya Pemko Tanjungpinang dalam memajukan dan menyejahterakan para petani,” ucapnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

 

Didakwa Bunuh Brigadir Yosua, Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati

0
Terdakwa Ferdy Sambo saat duduk di ruang sidang menjalani persidangan perdana perkara kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (17/10) (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman mati. Pasalnya, dia didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap ajudan istrinya, mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu merampas orang lain,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Ihwal adanya peristiwa pembunuhan ini, menurut jaksa, berawal dari keributan antara Yosua dan Kuat pada Kamis (7/7) sore, di rumah Ferdy Sambo di Perum Cempaka Residence Blok C III, Jalan Cempaka, Kelurahan Banyu Rojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Usai peristiwa keributan tersebut, sekitar pukul 19.30, Putri lalu menelfon Richard dan Ricky yang saat itu sedang berada di Mesjid Alun-Alun Kota Magelang, untuk meminta keduanya pulang ke rumah. Mendapat perintah tersebut, keduanya pun langsung melaksanakan perintah Putri.

Sesampainya di rumah, keduanya pun mengetahui jika ada keributan antara Yosua dan Kuat. Namun tidak tahu persis kejadiannya. Untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya terjadi, keduanya pun masuk ke kamar Putri yang sedang tiduran dengan mengenakan selimut dan menanyakan ihwal keributan yang terjadi di rumah.

“Ada Apa bu…? Dan dijawab Putri, “Yosua di mana?…,” terang jaksa Rudy Irawan menirukan keterangan keduanya.

Putri pun kemudian meminta Ricky untuk memanggil Yosua. Atas perintah tersebut, Ricky tidak langsung memanggil Yosua, namun turun ke lantai satu mengambil senjata api HS nomor seri H233001 milik Yosua dan senjata laras panjang jenis Steyr Aus, Kal.223 nomor pabrik 14USA247 yang berada di kamar Yosua. Senjata tersebut lalu diamankan di kamar Tribrata Putra Sambo (Anak Ferdy Sambo) yang berada di lantai dua.

Usai menaruh senjata Yosua, Ricky pun mengampiri Yosua dan menanyakan kejadian di Rumah Magelang, “Ada apaan Yos?…” dan dijawab Yosua “Enggak tahu bang, kenapa Kuat Marah sama saya,” . Tak menemukan jawaban, Ricky pun mengajak Yosua agar menemui Putri. Namun permintaan tersebut sempat ditolak.
Setelah dibujuk, Yosua pun akhirnya mau menemui Putri. Saat menemui Putri, kata Jaksa, Yosua duduk dilantai sementara Putri duduk di atas kasur sambil bersandar. Keduanya berada di kamar selama kurang lebih lima belas menit. Selanjutnya, usai Yosua keluar dari kamar, Kuat mendesak agar Putri melaporkan tindakan Yosua terhadap Ferdy Sambo.

“Ibu harus lapor bapak, biar di rumah ini tak ada duri dalam rumah tangga ibu, “ kata jaksa menirukan permintaan Kuat kepada Putri.

Atas usulan Kuat, Jumat (8/7) dini hari, sembari menangis, Putri menelfon suaminya bahwa dirinya telah dilecehkan Yosua. Mendapat laporan tersebut, Sambo pun naik pitam. Namun Putri meminta suaminya tak menceritakan ke siapapun kejadian yang menimpanya. Putri berjanji akan menceritakan ihwal kejadian yang menimpanya sesampainya di Jakarta.

Selanjutnya, keesokan harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, Putri bersama sejumlah ajudannya seperti Ricky, Richard, serta Kuat dan Susi, berangkat ke Jakarta.

Selanjutnya, sekira pukul 15.40 WIB, rombongan Putri Candrawathi tiba di rumah Saguling. Usai melakukan tes PCR, Putri menemui Ferdy Sambo di ruang keluarga, depan kamar utama yang terletak di lantai tiga. Di ruangan tersebut, Putri kembali bercerita, jika dirinya dilecehkan Yosua. Mendengar keterangan sepihak Putri, bukannya melakukan konfirmasi, Ferdy Sambo berang. Ferdy Sambo kemudian mulai memikirkan untuk menghabisi nyawa Yosua.

Untuk memuluskan niatnya, Sambo kemudian memanggil Ricky dan menanyakan ihwal kejadian yang menimpa istrinya. “Ada apa di Magelang ” dan dijawab Ricky “tidak tahu pak”. Sambo pun kemudian menjelaskan jika istrinya mendapat perlakukan tak senonoh dari Yosua.” Ibu dilecehkan Yosua,” kata jaksa menirukan keterangan Sambo pada Ricky. Sambo kemudian meminta bantuan Ricky untuk menghabisi nyawa Yosua. “Kamu berani tidak tembak dia (Yosua)?”, dan dijawab saksi Ricky “Tidak berani pak, karena saya enggak kuat mentalnya pak,” ucap jaksa menirukan perkataan Ricky ke Sambo.

Karena Ricky tak berani, Sambo kemudian meminta agar Richard yan melakukan eksekusi. Usai dipanggil oleh Ricky, Richard pun naik menghadap Sambo. Sambo memberi tahu Richard, ihwal cerita sepihak yang diceritakan Putri yang belum tentu kebenarannya. Mendapat cerita Sambo, Richard merasa tergerak hatinya. Dengan disaksikan Putri, Sambo mengatakan, “Berani kamu tembak Yosua” dan dijawab Yosua “Siap Komandan”.

Gayung pun bersambut, mendapat jawaban tersebut, Sambo kemudian memberikan satu kotak peluru 9 milimeter kepada Richard dengan disaksikan Putri. Selanjutnya Sambo meminta agar Richard memasukan amunisi ke dalam magazine senjata api merk Glock 17 nomor seri MPY851 miliknya dan mengokang senjatanya. “ Kokang senjatamu!” kata Sambo kepada Richard. Atas perintah tersebut, Richard pun langsung melakukannya.

Singkat cerita, Yosua pun dipanggil diminta ke lantai tiga rumah dinas Sambo. Tak lama berselang, tanpa curiga Yosua menemui Sambo. Selanjutnya, tanpa mengonfirmasi kebenaran cerita Putri, usai Yosua di hadapannya, Sambo langsung memegang leher belakang Yosua dan mendorongnya ke depan, sehingga posisi Yosua tepat di depan tangga, berhadapan dengan Sambo di depan, Richard di sebelah kanan Sambo, Kuat di Belakang Sambo dan Ricky di belakang Richard. Sementara Putri di kamar utama yang berjarak 3 meter dari lokasi tersebut.

“Jongkok kamu! “ perintah Sambo pada Yosua.

Terdesak, Yosua pun langsung mengangkat tangannya , sembari mengatakan “Ada apa ini? ” tanya Yosua pada Sambo.

Tak mendapat jawaban, Sambo justru semakin meradang dan langsung berteriak memerintahkan Richard untuk menghabisi nyawa Yosua. “ Woy…! kau tembak…! Kau tembak cepat…! Cepat woy kau tembak!” teriak Sambo ke Richard.

Atas perintah tersebut, Richard pun langsung menembakan senjatanya sebanyak tiga hingga empat kali ke arah tubuh Yosua, hingga sang ajudan Putri itu terkabar jatuh bersimbah darah. Sementara itu, melihat Yosua belum tewas, Sambo yang sudah memakai sarung tangan langsung menembak kepala bagian belakang sisi kiri Yosua.

Untuk mengelabui perbuatannya, Sambo kemudian menembak di arah dinding tangga beberapa kali, lalu berbalik arah menghampiri Yosua yang sudah tewas, lalu menempelkan senjata api HS Nomor Seri H233001 milik Yosua ke tangan kiri Yosua. Kemudian berbalik arah menggunakan tangan kiri Yosua menembak ke arah tembok di atas TV. Hal ini agar seolah-olah terjadi baku tembak antara Richard dan Yosua.

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, bersama-sama dengan Putri, Richard, Ricky dan Kuat, Sambo pun terancam hukuman mati. Musababnya, mantan jenderal bintang dua tersebut dinilai melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan kesatu primer. Selain itu, Sambo juga dijerat Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu subsidair. (*)

Reporter: JP Group

Ferdy Sambo ke Richard Eliezer: Woy! Kau Tembak! Kau Tembak Cepat!

0
Ferdy Sambo, di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Senin (17/10). (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

batampos – Rencana pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Hutabarat tak dilakukan sendiri oleh Ferdy Sambo. Agar tak mengotori tangannya, Sambo pun meminjam tangan orang lain untuk menembak Yosua. Meskipun belakangan, Sambo terungkap ikut menembak kepala Yosua.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh jaksa di PN Jakarta Selatan , Senin (17/10), Awalnya, Ferdy Sambo memilih Ricky Rizal Wibowo sebagai orang yang akan mengeksekusi Yosua. Namun, karena Ricky merasa tak kuat mental, Sambo pun memilih Richard Eliezer Pudihang Lumiu ajudannya, sebagai pelaku eksekutor pembunuh orang yang dianggap sebagai pelaku pelecehan seksual istrinya.

BACA JUGA: Diminta Tembak Yosua oleh Ferdy Sambo, Richard: Siap Komandan! 

Mendapat perintah untuk membunuh rekannya, bukannya menolak, Richard justru menyanggupinya.

Karena gayung bersambut, tak lama kemudian, Sambo memberikan satu kotak peluru 9 milimeter kepada Richard dengan disaksikan Putri Candrawathi. Selanjutnya Sambo meminta agar Richard memasukan amunisi ke dalam magazine senjata api merk Glock 17 nomor seri MPY851 miliknya dan mengokang senjatanya.

“Kokang senjatamu!” kata jaksa menirukan perinta Sambo kepada Richard, dalam sidang pembacaan dakwaan di PN Jakarta Selatan, Senin (17/10). Atas perintah tersebut, Richard pun langsung mengokang senjatanya.

Singkat cerita, Yosua pun dipanggil ke lantai tiga rumah dinas Sambo oleh Ricky. Tak lama berselang, tanpa curiga Yosua menemui Sambo. Selanjutnya, tanpa mengonfirmasi kebenaran cerita Putri, usai Yosua di hadapannya, Sambo langsung memegang leher belakang Yosua dan mendorongnya ke depan, sehingga posisi Yosua tepat di depan tangga, berhadapan dengan Sambo di depan, Richard di sebelah kanan Sambo, Kuat di Belakang Sambo dan Ricky di belakang Richard. Sementara Putri di kamar utama yang berjarak 3 meter dari lokasi tersebut.

“Jongkok kamu! “ perintah Sambo pada Yosua.

Terdesak, Yosua pun langsung mengangkat tangannya, sembari mengatakan “Ada apa ini? ” tanya Yosua pada Sambo.

Tak mendapat jawaban, Sambo justru semakin meradang dan langsung berteriak memerintahkan Richard untuk menghabisi nyawa Yosua. “ Woy…! kau tembak…! Kau tembak cepat…! Cepat woy kau tembak!” teriak Sambo ke Richard.

Atas perintah tersebut, Richard pun langsung menembakan senjatanya sebanyak tiga hingga empat kali ke arah tubuh Yosua, hingga sang ajudan Putri itu terkabar jatuh bersimbah darah. Sementara itu, melihat Yosua belum tewas, Sambo yang sudah memakai sarung tangan langsung menembak kepala bagian belakang sisi kiri Yosua.

Untuk mengelabui perbuatannya, Sambo kemudian menembak di arah dinding tangga beberapa kali, lalu berbalik arah menghampiri Yosua yang sudah tewas, lalu menempelkan senjata api HS Nomor Seri H233001 milik Yosua ke tangan kiri Yosua. Kemudian berbalik arah menggunakan tangan kiri Yosua menembak ke arah tembok di atas TV. Hal ini agar seolah-olah terjadi baku tembak antara Richard dan Yosua. (*)

Reporter: JP Group

Diminta Tembak Yosua oleh Ferdy Sambo, Richard: Siap Komandan!

0
Richard Eliezer (kanan) terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

batampos – Penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), awalnya akan dilakukan oleh salah satu ajudan Sambo, Ricky Rizal Wibowo. Hal ini terungkap dalam sidang dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum, pada sidang perdana perkara Ferdy Sambo yang digelar pada Senin (17/10).

Namun, karena Rizal tak menyanggupinya, karena beralasan tak kuat mental, Ferdy Sambo pun putar otak mencari eksekutor yang berani menembak orang yang diklaim sebagai pelaku pelecehan seksual istrinya.

Sambo kemudian meminta agar Richard Eliezer Pudihang Lumiu yan melakukan eksekusi. Usai dipanggil oleh Ricky, Richard pun naik menghadap Sambo di lantai tiga rumah dinas Polri. Sambo memberi tahu Richard, ihwal cerita sepihak yang diceritakan Putri yang belum tentu kebenarannya. Mendapat cerita Sambo, Richard merasa tergerak hatinya. Dengan disaksikan Putri, Sambo mengatakan, “Berani kamu tembak Yosua” dan dijawab Yosua “Siap Komandan”.

Gayung pun bersambut, mendapat jawaban tersebut, Sambo kemudian memberikan satu kotak peluru 9 milimeter kepada Richard dengan disaksikan Putri. Selanjutnya Sambo meminta agar Richard memasukan amunisi ke dalam magazine senjata api merk Glock 17 nomor seri MPY851 miliknya dan mengokang senjatanya. “ Kokang senjatamu!” kata Sambo kepada Richard. Atas perintah tersebut, Richard pun langsung melakukannya.

Singkat cerita, Yosua pun dipanggil. Tak lama berselang, tanpa curiga Yosua menemui Sambo. Selanjutnya, tanpa mengonfirmasi kebenaran cerita Putri, usai Yosua di hadapannya, Sambo langsung memegang leher belakang Yosua dan mendorongnya ke depan, sehingga posisi Yosua tepat di depan tangga, berhadapan dengan Sambo di depan, Richard di sebelah kanan Sambo, Kuat di Belakang Sambo dan Ricky di belakang Richard. Sementara Putri di kamar utama yang berjarak 3 meter dari lokasi tersebut.

“Jongkok kamu! “ perintah Sambo pada Yosua.

Terdesak, Yosua pun langsung mengangkat tangannya , sembari mengatakan “Ada apa ini? ” tanya Yosua pada Sambo.

Tak mendapat jawaban, Sambo justru semakin meradang dan langsung berteriak memerintahkan Richard untuk menghabisi nyawa Yosua. “ Woy…! kau tembak…! Kau tembak cepat…! Cepat woy kau tembak!” teriak Sambo ke Yosua.

Atas perintah tersebut, Richard pun langsung menembakan senjatanya sebanyak tiga hingga empat kali ke arah tubuh Yosua, hingga sang ajudan Putri itu terkabar jatuh bersimbah darah. Sementara itu, melihat Yosua belum tewas, Sambo yang sudah memakai sarung tangan langsung menembak kepala bagian belakang sisi kiri Yosua.

Untuk mengelabui perbuatannya, Sambo kemudian menembak di arah dinding tangga beberapa kali, lalu berbalik arah menghampiri Yosua yang sudah tewas, lalu menempelkan senjata api HS Nomor Seri H233001 milik Yosua ke tangan kiri Yosua. Kemudian berbalik arah menggunakan tangan kiri Yosua menembak ke arah tembok di atas TV. Hal ini agar seolah-olah terjadi baku tembak antara Richard dan Yosua. (*)

Reporter: JP Group

Vaksin Tembak Melanggar Hukum

0
WhatsApp Image 2022 04 03 at 15.43.38 e1648976889111
Ilustrasi. Kegiatan vaksinasi booster di One Batam Mall, Batam Center beberapa waktu lalu. Foto: Iman Wacyudi/Batam Pos

batampos – Stok vaksin di Batam sudah kosong beberapa pekan belakangan. Bahkan, di polsek-polsek layanan vaksinasi tidak tersedia selama 2 minggu ini.

Informasi yang didapatkan, kosongnya stok vaksin ini dimanfaatkan oknum tertentu. Oknum tersebut menawarkan jasa vaksin tanpa disuntik untuk mendapatkan sertifikat yang terdaftar di PeduliLindungi dengan syaratnya harus membayar ratusan ribu rupiah

S warga Bengkong Sadai, mengatakan, terpaksa menggunakan layanan jasa ini untuk mendapatkan sertifikat vaksin booster. Sebab, ia berencana melakukan perjalanan keluar kota pada akhir pekan ini.

“Saya baru vaksin kedua, kan kalau naik pesawat harus booster. Cari vaksin sekarang gak ada, terpaksa gunakan jasa ini saja,” ujarnya.

S mengaku ia mengetahui jasa tersebut dari rekannya yang mendapatkan melalui media sosial (medsos). Untuk satu sertfikat, ia harus membayar Rp 300 ribu.

“Apa pekerjaan yang buat (sertifikat) saya tidak tau. Kemarin bayar langsung ke orangnya, dan besoknya sudah terdaftar,” kata wanita 28 tahun ini.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengatakan jasa vaksin tanpa disuntik tersebut merupakan perbuatan yang melanggar hukum.

“Jika ada yang mengetahui, segera laporkan ke kita. Akan kita tindak,” tegas Nugroho.

Sementara Kapolsek Lubukbaja, Kompol Budi Hartono mengatakan layanan vaksinasi di Mapolsek Lubukbaja sudah kosong selama 2 minggu.
“Kapan stok ada lagi tergantung Dinkes (Dinas Kesehatan). Tapi sudah dua minggu ini kosong,” katanya.

Disinggung adanya jasa vaksin tanpa suntik di Batam, Budi mengaku sempat mendengarnya. Namun ia belum bisa memastikan jasa tersebut berada di Batam atau tidak.

“Yang pasti jasa seperti itu ada unsur pidananya. Kalau ada laporan, pasti kita tindak,” kata Budi.

Hal senada dikatakan Kapolsek Bengkong, Iptu Mardalis. Ia mengatakan belum bisa memastikan stok vaksin tersebut tersedia di Mapolsek Bengkong.

“Stok vaksin belum ada dari Puskesmas. Belum tau sampai kapan,” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Anies Sebut Presiden Tepat Tunjuk Heru Budi jadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta

0
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada wartawan di depan Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (17/10/2022). ANTARA/Putu Indah Savitri

batampos – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah membuat keputusan yang tepat dengan menunjuk Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Jadi, keputusan yang dibuat oleh bapak presiden adalah keputusan yang tepat. Insyaallah, Pak Heru kami yakin akan bisa menuntaskan semua tantangan ini dengan baik,” ucap Anies kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (17/10).

Anies mengatakan bahwa masalah di Jakarta akan datang dan pergi, dan tugas dari siapa pun yang bertugas adalah menyelesaikan permasalahan tersebut satu per satu.

“Dan harapannya, itu menjadi semacam lapis demi lapis solusi yang berkepanjangan dari Jakarta,” tutur Anies.

Mengenai program prioritas, Anies mengatakan bahwa sudah ada dalam rencana pembangunan daerah, rencana kerja pemerintah, serta kegiatan strategis daerah.

“Kami semua bekerja dengan merujuk kepada dokumen-dokumen itu dan itulah cara kerja di pemerintahan. Dan kami yakin itu juga yang selalu digunakan siapa pun yang bertugas, termasuk Pak Heru,” kata Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian karena telah mendampingi dirinya selama menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Mendagri yang selalu mendampingi kami menjalankan tugas di Jakarta, terus memberikan guidance dan semua berdampak pada apa yang kami kerjakan di Jakarta,” ucap Anies.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersyukur terhadap kepemimpinan Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri.

“Hubungan kami amat baik sehingga banyak sekali urusan-urusan di Jakarta yang bisa tuntas dengan efisien berkat dukungan dari Kemendagri,” ucap Anies.

“Saya ucapkan selamat sekali lagi kepada Pak Heru Budi Hartono dan kami yakin insyaallah amanah besar yang diembankan ini akan bisa dijalankan dengan amat baik karena beliau adalah seorang teknokrat yang punya pengalaman amat luas dalam menghadapi masalah-masalah di Jakarta,” tuturnya. (*)

Reporter: Antara

Kapolda Kepri Pantau Langsung Pengamanan Tour de Bintan 2022

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman memantau langsung pelaksanaan pengamanan Tour de Bintan melalui sarana Zoom Meeting yang ada di setiap persimpangan yang dilalui oleh peserta. (F.Istimewa)

batampos – Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, memantau langsung pelaksanaan pengamanan event internasional Tour de Bintan2022 pada hari kedua. Kapolda menyaksikan pemantauan melalui sarana zoom meeting yang ada di setiap persimpangan yang dilalui oleh peserta.

Dalam kegiatan tersebut Kapolda didampingi oleh Para Pejabat Utama Polda Kepri dan Kapolres Bintan. Kegiatan pemantauan dilaksanakan di posko terpadu kawasan wisata Lagoi, Bintan, Sabtu (15/10).

Baca Juga: Tour de Bintan Sukses Digelar, Berhasil Datangkan Ribuan Pengunjung

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman memberikan arahan agar tiap anggota yang ditugaskan melakukan pengamanan secara maksimal.

“Tentunya agar event yang berlangsung dapat keamanan dan keselamatan bagi para peserta dan juga masyarakat, serta terus lakukan monitor di setiap titik,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Kapolda mengapresiasi kinerja semua anggota di lapangan termasuk anggota yang terjun langsung menyiarkan live event Tour de Bintan.

Baca Juga: Ganda Dadakan, Pram/Rahmat Malah Juara

Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono mengatakan pengamanan yang dilakukan pada event ini sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditentukan.

“Terlebih event ini merupakan kegiatan kelas internasional, dalam hal ini kita back up Pemerintah Daerah Bintan dan menjalin sinergitas dengan para FKPD dalam hal pengamanan,” katanya. (*)

 

 

 

Reporter : Azis Maulana

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Apresiasi Progresifitas Pembangunan Batam

0
bp batam 3
Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, mendampingi rombongan Ditjen berkunjung ke Ex Camp Vietnam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI, Isa Rachmatarwata, mengapresiasi progresifitas pembangunan saat berkunjung ke Kota Batam, Minggu (16/10/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka melihat perkembangan dan pengelolaan Kota Batam yang dilakukan BP Batam. Beberapa aset yang dikunjungi yakni Bendungan Sei Gong, Camp Vietnam, Infinite Studios Batam, dan Masjid Habibie.

Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman (DJA Kemenkeu), Chalimah Pujihastuti, mengatakan, pihaknya ingin melihat bagaimana manajemen yang ada di Batam saat ini, yang mana BP Batam dan Pemko Batam saat ini berada pada satu kepemimpinan yakni Muhammad Rudi. Hal ini dibuktikan dengan beberapa proyek BP Batam yang telah selesai dan akan rampung.

Batam yang saat ini sedang melakukan pembangunan sejumlah pengerjaan fisik berskala besar dan menjadi prioritas, seperti pengembangan pelabuhan batu ampar, pelebaran akses jalan dan beberapa proyek besar lainnya.

“Kami melihat ada proses pembangunan dan perubahan di Batam sangat signifikan yang didukung dengan akses jalan jalan yang lebar dengan kualitas yang sangat baik. Terakhir saya berkunjung ke Batam tahun 2017 dan sekarang terasa sangat berbeda.” ujar Chalimah Pujihastuti.

Tak hanya itu, pihaknya mengapresiasi BP Batam yang terus berinvovasi membangun infrastuktur dan pengembangan pelayanan publik khususnya pada layanan sistem logistik.

“Kami berharap BP Batam dan Pemko Batam terus bersinergi melakukan akselerasi pembangunan dalam mewujudkan Kota Batam yang semakin maju dan berdaya saing. Kebijakan yang diambil pastinya juga harus memiliki dampak yang luas bagi masyarakat. Kemajuan yang dialami oleh Batam diharapkan mampu mengangkat derajat perekonomian bagi daerah yang berada di sekitarnya,” ujar Chalimah Pujihastuti.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menyambut baik kunjungan DJA ke Batam. Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan pembangunan Batam yang terus maju tidak terlepas dari anggaran yang di dukung oleh Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Anggaran. Tentunya hal ini akan menjadi hubungan yang baik antara DJA dengan BP Batam.

“Dukungan Kementerian Keuangan Khususnya Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) tergantung pada bagaimana kita memberikan argumentasi penjelasan program yang mau kita jalankan dan juga ketika menyampaikan apakah program tersebut bagus atau tidak. Kalau bagus manfaatnya dan optimal akan di dukung terus oleh DJA,” ujar Purwiyanto. (*)