Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 6664

OSO Pastikan Persiapan Hanura Lebih Canggih Hadapi Pemilu 2024

0
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan, persiapan partainya untuk menyambut Pemilu 2024, lebih terlihat canggih. (Istimewa)

batampos – Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (DPP Hanura) mengambil langkah cepat, dalam melakukan verifikasi faktual yang hadiri serta dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta, Sabtu (15/10/2022).

Tak hanya KPU RI, pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI juga hadir di markas DPP Partai Hanura, yang berada di kawasan MH Thamrin, Jakarta.

Pihak KPU RI, dihadiri langsung oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dan anggota KPU RI Mochammad Afifudin. Sedang dari pihak Bawaslu RI, dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu, turut dihadirkan oleh ratusan kader Partai Hanura mulai dari pusat hingga daerah, dan telah melakukan verifikasi faktual peserta Pemilu 2024 di kantor pusat.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan, persiapan partainya untuk menyambut Pemilu 2024, lebih terlihat canggih.

Alasannya, menurut OSO, para pimpinan KPU RI dan Bawaslu RI diisi oleh wajah-wajah baru yang memiliki kredibilitas tinggi.

“Persiapan lebih canggih dari yang dulu, KPU – Bawaslu semuanya diisi oleh orang baru. Mereka sudah melihat dulu dan sekarang, kantor (DPP Partai Hanura tak berubah. Orang-orang semua hadir dan KPU menyatakan, bahwa partai ini masih berada di tempat yang sama dan sah,” kata OSO di dampingi Sekjen Partai Hanura Kodrat Shah seusai acara.

Ketua DPD RI Periode 2017-2019 ini pun merasa bangga, karena keterwakilan perempuan Partai Hanura di Pemilu 2024 melebihi 30 persen.

“Di umumkan KPU, syarat keterwakilan wanita di partai mencapai 33 persen, bahkan, lebih dari 33 persen. Wanita sekarang itu penentu dari kemenangan. Karena wanita itu adalah ibu kita,” ungkap OSO.

Oleh sebab itu, OSO ‘PeDe’ partai yang dipimpinnya akan mampu duduk kembali di DPR RI.

“Target menang, nggak usah pakai persentase-persentase lah. Kalau persentase tapi nggak menang ngapain? Jadi, target kita menang dan masuk parlemen (DPR RI),” tegas OSO.

Tak sampai disitu, OSO juga angkat bicara persoalan kandidat capres di Pilpres 2024, hingga koalisi untuk meraih kemenangan di Pemilu 2024.

OSO meminta seluruh masyarakat agar bersabar, dalam menunggu kuputusan Partai Hanura di Pilpres 2024.

“Pilpres nanti kita yang tentukan. Karena ini soal pilihan 275 juta rakyat Indonesia,” ucap OSO.

“Koalisi juga belum kita tentukan sekarang. Saat ini, kawan-kawan di DPP Hanura sedang merancang koalisi yang bakal menang (di Pemilu 2024). Karena apa yang saya usulkan pasti menang,” sambungnya.

Lebih lanjut, OSO menegaskan, jika pilihannya dalam kancah pemilihan presiden tak pernah salah.

“Dari jaman Soeharto, Habibie, Gus Dur Megawati, SBY, Jokowi, kami selalu hadir. Dengan suasana baru, Hanura akan Bangkit, Jaya dan Menang,” tutup OSO.

Sementara Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan pihaknya memastikan kebenaran faktual pengurus, kantor dan anggota partai termasuk Partai Hanura dalam proses verifikasi faktual.

“Verifikasi faktual ini mencocokkan kebenaran dokumen dengan kebenaran faktual. Jadi di pengurus pusat partai politik itu untuk memeriksa memastikan bahwa 2 hal, pengurus dan kantor,” ujar Hasyim

Di tingkat pusat dan provinsi, kata Hasyim, pihaknya akan memastikan keberadaan pengurus dan kantor partai. Para pengurus, kata dia, akan dipastikan apakah ada atau tidak dan cocok atau tidak dengan SK kepengurusan.

Begitu juga dengan kantor partai, apakah faktual atau tidak baik di tingkat pusat maupun provinsi.

“Di level kabupaten/kota juga begitu tapi ditambah satu lagi verifikasi faktual yaitu memeriksa kecocokan nama anggota yang di daftarkan oleh partai dengan kebenaran di lapangan,” ungkap Hasyim.

Lebih lanjut, Hasyim mengatakan verifikasi faktual dilakukan mulai hari ini, Sabtu (15/10/2022) hingga Senin (17/10/2022). Sementara verifikasi faktual tingkat provinsi dan kabupaten/kota digelar hingga 4 November 2022. (*)

Reporter: JP Group

MAKI Desak Telusuri Kekayaan Irjen Teddy Minahasa Senilai Rp 29 Miliar

0
Irjen Pol Teddy Minahasa Putra. (Polda Sumbar/Antara)

batampos – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyampaikan, perlu ada penelusuran terhadap harta kekayaan yang dimiliki Teddy. ”Dimulai dari yang ada di LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara),” katanya.

Berdasar laporan terakhir yang disampaikan Teddy kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaannya mencapai angka Rp 29,97 miliar. Tertinggi dibandingkan dengan pejabat Polri lainnya.

Dari LHKPN itu, lanjut Boyamin, Polri bisa melakukan pengembangan. ”Dikembangkan ke yang diduga terkait meski tidak terdaftar. Misalnya melebar ke famili atau pegawainya,” terang dia.

 

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur menambahkan, keterlibatan perwira tinggi (pati) dalam sederet peristiwa kejahatan merupakan fenomena gunung es. Dalam konteks kejahatan peredaran narkoba, sebut dia, Polri harus mengecek kembali jejaring peredaran narkotika di tubuh kepolisian.

Bersamaan dengan penelusuran jejaring narkoba di kepolisian, Isnur juga meminta Polri menelusuri kekayaan para pihak yang ditengarai terlibat dalam jejaring tersebut. Jika penelusuran itu berhasil, Polri harus menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan merampas semua kekayaan yang diduga bersumber dari kejahatan.

”Jadi, pidana pokoknya harus diiringi dengan pidana pencucian uang itu. Aset-aset yang mereka dapatkan dari kejahatan harus disita,” ungkapnya. Penerapan TPPU tersebut, lanjut Isnur, juga harus diterapkan pada anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam berbagai macam kejahatan. ”Harus ada pembuktian terbalik terhadap harta yang diduga tidak sah itu,” imbuhnya.

Jokowi Ingatkan Kapolda dan Kapolres Bergaya Hidup Mewah, Hati-Hati!

0
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam arahannya kepada jajaran Polri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10). (ANTARA/HO)

batampos – Isi pengarahan Presiden Jokowi kepada ratusan pimpinan polisi pada Jumat (14/10) akhirnya dibuka ke publik, Sabtu (15/10).

Di hadapan Kapolri, petinggi Polri, Kapolda, hingga Kapolres, Jokowi  meminta kepolisian harus punya sense of crisis. Untuk itu, Jokowi mengingatkan masalah gaya hidup personel kepolisian.

Jangan sampai gaya hidup yang mewah memicu letupan sosial karena terjadi kecemburuan sosial-ekonomi. Jokowi meminta Kapolres, Kapolda, pejabat utama, dan pejabat tinggi kepolisian untuk tidak gagah-gagahan. Misalnya, memiliki mobil atau motor gede yang bagus. “Hati-hati. Saya ingatkan hati-hati,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan terlalu banyak mendapatkan laporan soal gaya hidup personel kepolisian. Mulai urusan kecil seperti kepemilikan mobil dan motor mewah, tetapi mengganggu kepercayaan terhadap Polri. Dia menambahkan, masyarakat dengan gampang menilai kemewahan polisi lewat baju yang dipakai, sepatu, dan lainnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, 29,7 persen keluhan masyarakat terhadap Polri karena praktik pungutan liar (pungli). Dia meminta isu tersebut diredam. Kemudian, 19,2 persen keluhan soal oknum polisi yang mencari-cari kesalahan. Jokowi mengatakan, hal-hal terkecil pengaduan masyarakat harus dilayani dengan betul. Ketika ada masyarakat kehilangan sesuatu, dia minta untuk direspons cepat. Dengan begitu, masyarakat merasa terayomi dan aman. (*)
Reporter: JP Group

Irjen Teddy Minahasa Menolak Diperiksa

0
Irjen Teddy Minahasa. (Istimewa)

batampos – Rencana pemeriksaan Irjen Pol Teddy Minahasa Putra kemarin (15/10) batal. Sebab, Teddy menolak didampingi oleh tim pengacara yang ditunjuk Polda Metro Jaya. Mantan Kapolda Sumbar itu ingin didampingi oleh pengacara pilihannya sendiri.

”Atas permintaan Pak Irjen TM (Teddy Minahasa), pemeriksaan diundur menjadi Senin (hari ini, Red) dengan alasan yang bersangkutan ingin didampingi oleh pengacaranya,” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.

Dia berjanji menginformasikan hasil pemeriksaan tersebut apabila sudah selesai. Sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, kasus itu akan ditangani secara terbuka. ”Kami melakukan (proses hukum) ini secara objektif berkeadilan dalam rangka penegakan hukum,” tegas mantan Kapolres Gresik itu.

Kecuali Teddy yang menjalani penempatan khusus (patsus) di bawah pengawasan Divisi Propam Polri, lanjut Zulpan, sepuluh tersangka lain kini berada di Polda Metro Jaya. Empat di antaranya yang berstatus anggota Polri harus menjalani proses hukum pidana dan sidang etik.

”Tentunya bisa mengarah pada pemecatan dengan tidak hormat,” tegasnya. Khusus Teddy, sidang etik akan dilaksanakan oleh Mabes Polri.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (tengah) saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Pusat, Jakarta (14/10/2022). Kapolda menjelaskan kronologi keterlibatan Irjen Pol Teddy Minahasa atas dugaan terlibat narkoba. (FOTO: MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

Tadi malam Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD turut buka suara terkait proses hukum terhadap Teddy. Menurut dia, keputusan Mabes Polri memeriksa Teddy merupakan bagian dari upaya transformasi. ”Yang terjadi justru merupakan langkah-langkah ketegasan Polri untuk mereformasi diri,” imbuhnya.

Ketegasan itu juga merupakan bukti bahwa Kapolri tidak segan-segan memotong “kepala”. ”Ketegasan Kapolri untuk menunjukkan kepada seluruh jajaran Polri bahwa dia bisa bertindak tegas,” kata Mahfud. Sebab, setelah menindak Ferdy Sambo yang juga pernah menempati jabatan strategis di tubuh Polri, kini Kapolri menindak Teddy. Petinggi Polri yang akhirnya batal mengisi jabatan Kapolda Jawa Timur.

Selama bertugas sebagai Kapolri dan kepala Bareskrim, Jenderal Sigit sudah beberapa kali menindak perwira tinggi Polri yang terseret kasus hukum. Karena itu, Mahfud menilai, langkah Kapolri bagian dari ikhtiar untuk mengubah Polri menjadi lebih baik. ”Bahwa dia (Kapolri, Red) bisa menindak siapa pun anak buahnya yang bandel. Kalau melakukan (pelanggaran hukum) seperti itu bisa ditindak, siapa pun,” tegas Mahfud. (*)

Reporter: JP Group

Rekomendasi TGIPF: Ketum PSSI dan Seluruh Anggota Exco Patut Mundur

0
Jokowi berbincang dengan para anggota TGIPF di Istana Negara, Jakarta, kemarin. (SETPRES)

batampos – Salah satu hasil kerja Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, mereka merekomendasikan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan jajaran exco (executive committee atau komite eksekutif) untuk mundur.

Itu merupakan bentuk tanggung jawab secara moral, etik, dan budaya adiluhung atas terjadinya insiden yang memakan korban ratusan orang tersebut.

”Dari jumlah itu, 132 orang meninggal dunia, lalu 96 orang luka berat dan 484 orang luka sedang serta ringan. Sebagian dari korban selamat itu bisa saja mengalami dampak yang berkepanjangan,” kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, setelah menyerahkan laporan hasil kerja TGIPF yang dipimpinnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (14/10).

Desakan kepada Iwan Bule, sapaan akrab ketua umum PSSI, menggaung sejak awal tragedi yang terjadi seusai laga antara Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, itu. Ada petisi online yang telah diteken ribuan orang.

Sementara itu, Exco PSSI beranggota 15 nama yang terdiri atas 3 ketua dan 12 anggota. Tiga ketua terdiri atas Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, dan Cucu Somantri. Sedangkan para anggotanya adalah Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Endri Erawan, Haruna Soemitro, dan Hasnuryadi Sulaiman. Juga Juni Rahman, Pieter Tanuri, Sonhadji, Ahmad Riyadh, Hasani Abdul Gani, Yunus Nusi, serta Vivin Cahyani.

Dalam Statuta PSSI Pasal 37 disebutkan, salah satu tugas exco adalah mengambil keputusan atas seluruh kasus yang bukan merupakan lingkup tanggung jawab kongres atau yang tidak diberikan kepada badan lain yang diatur dalam Statuta PSSI dan mempersiapkan dan meminta untuk diadakan kongres biasa dan kongres luar biasa PSSI.

Laporan TGIPF itu tersusun secara detail dalam dokumen setebal 124 halaman. Bagian akhir laporan tersebut memuat soal kesimpulan dan rekomendasi. Kesimpulan dan rekomendasi itu ditujukan untuk PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), panitia pelaksana, security officer (SO), aparat keamanan, dan suporter.

Mahfud menyatakan, laporan TGIPF itu akan diolah Presiden Jokowi untuk menghasilkan kebijakan penataan sepak bola yang lebih baik ke depan. ”Fakta yang kami temukan, proses jatuhnya korban jauh lebih mengerikan daripada yang di TV atau medsos (media sosial),” katanya.

Informasi tersebut dikumpulkan dari rekaman 32 unit CCTV yang dimiliki petugas kepolisian. Ada suporter yang sejatinya bisa keluar. Tapi, dia kembali menyelamatkan temannya, lalu terjebak dan terinjak-injak, kemudian meninggal. Ada juga yang sejak awal tidak bisa keluar dan terinjak-injak hingga meninggal. Dan sejumlah kondisi tragis lainnya.

Dia menegaskan, kondisi tersebut dipastikan terjadi karena desak-desakan setelah ada tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian. Tim sedang melakukan kajian lebih lanjut soal kandungan gas air mata dan tingkat kebahayaannya. Upaya itu dilakukan dengan melibatkan ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Meskipun begitu, Mahfud menegaskan bahwa apa pun hasil penelitian di laboratorium BRIN tersebut tidak mengubah hasil laporan TGIPF. Bahkan, hasil penelitian itu tidak akan mengubah fakta bahwa kematian massal di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober tersebut dipicu tembakan gas air mata. ”Hasil pemeriksaan kami, semua pihak menghindar dari tanggung jawab. Semua berlindung pada kontrak formal yang sah,” tutur Mahfud.

Dia menegaskan, pada tragedi Kanjuruhan itu, tidak hanya ada tanggung jawab hukum. Ada juga tanggung jawab moral. Sebab, kejadian itu sudah mengakibatkan korban jiwa pada masyarakat.

Di sisi lain, dari lima prajurit yang diperiksa terkait dengan tragedi Kanjuruhan, Komandan Pusat Polisi Militer TNI-AD (Puspomad) Letjen TNI Chandra W. Sukotjo memastikan bahwa pihaknya telah menetapkan seorang tersangka. ”Betul, (tersangka prajurit) yang nendang (suporter),” ungkapnya kemarin.

Berdasar informasi Chandra, prajurit tersebut berpangkat serda dengan inisial TBW. Yang bersangkutan disangka melanggar pasal penganiayaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). ”Pasal 351 KUHP,” kata Chandra sembari menambahkan bahwa ancaman hukuman maksimalnya penjara 2 tahun 8 bulan. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Kompolnas Desak Polri Musnahkan Praktik Beking, Pengedar, dan Bandar

0
Para pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022). Para Pati Mabes Polri, Kapolda, dan Kapolres seluruh Indonesia dikumpulkan di Istana Negara untuk menerima pengarahan dari Presiden Joko Widodo. (Kris Setpres)

batampos – Pelanggaran hukum pidana yang menjerat Irjen Teddy Minahasa Putra mendapat sorotan banyak pihak. Gelombang dukungan terhadap Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap kasus tersebut terus mengalir. Termasuk dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Mereka meminta Polri tegas menindak Teddy. Kompolnas meminta yang bersangkutan dihukum berat bila terbukti menjadi otak di balik pengedaran narkotika seperti disangkakan Polda Metro Jaya.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyampaikan bahwa proses pelanggaran etik dan proses hukum pidana harus berjalan. Sebab, mengambil barang bukti narkotika kemudian menjualnya sampai diedarkan di masyarakat merupakan pelanggaran berat.

”Jika Irjen TM (Teddy, Red) benar terlibat, sanksi PTDH (pemecatan tidak dengan hormat) harus dijatuhkan kepada yang bersangkutan,” katanya saat diwawancarai Jawa Pos kemarin (15/10).

Lebih lanjut, Poengky meminta supaya praktik-praktik seperti beking, pengedar, hingga bandar harus dimusnahkan dari tubuh Polri. ”Harus diproses pidana dan dipecat,” tegasnya.

Terpisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyampaikan, perlu ada penelusuran terhadap harta kekayaan yang dimiliki Teddy. ”Dimulai dari yang ada di LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara),” katanya.

Berdasar laporan terakhir yang disampaikan Teddy kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaannya mencapai angka Rp 29,97 miliar. Tertinggi dibandingkan dengan pejabat Polri lainnya.

Dari LHKPN itu, lanjut Boyamin, Polri bisa melakukan pengembangan. ”Dikembangkan ke yang diduga terkait meski tidak terdaftar. Misalnya melebar ke famili atau pegawainya,” terang dia.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur menambahkan, keterlibatan perwira tinggi (pati) dalam sederet peristiwa kejahatan merupakan fenomena gunung es. Dalam konteks kejahatan peredaran narkoba, sebut dia, Polri harus mengecek kembali jejaring peredaran narkotika di tubuh kepolisian.

Bersamaan dengan penelusuran jejaring narkoba di kepolisian, Isnur juga meminta Polri menelusuri kekayaan para pihak yang ditengarai terlibat dalam jejaring tersebut. Jika penelusuran itu berhasil, Polri harus menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan merampas semua kekayaan yang diduga bersumber dari kejahatan.

”Jadi, pidana pokoknya harus diiringi dengan pidana pencucian uang itu. Aset-aset yang mereka dapatkan dari kejahatan harus disita,” ungkapnya. Penerapan TPPU tersebut, lanjut Isnur, juga harus diterapkan pada anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam berbagai macam kejahatan. ”Harus ada pembuktian terbalik terhadap harta yang diduga tidak sah itu,” imbuhnya. (*)

Reporter: JP Group

RSUD Embung Fatimah Siap Berbenah Untuk Pelayanan Medis yang Lebih Baik

0
Pemko batam RUSD Embung Fatimah
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau RSUD Embung Fatimah. Foto: Pemko Batam

batampos – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji genap berusia 18 tahun. Perayaan HUT UPTD RSUD dilaksanakan, Sabtu (15/10) pagi, yang dimulai dengan bersepeda dan senam bersama.

Wali kota Batam Muhammad Rudi hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya dia berharap agar layanan medis RSUD Embung Fatimah kedepannya lebih baik lagi.

“Ini rumah sakit pemerintah, tidak ada kewajiban mencari keuntungan, saya ingin masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah. Rumah sakit ini harus lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Pentingnya Mencuci Tangan dengan Sabun

Rudi juga mendorong petugas medis dan dokter di rumah sakit berplat merah itu untuk terus berinovasi baik untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat ataupun menutup tingginya biaya operasional rumah sakit.

“Kita ingin ada perbaikan. Itu ada di bapak dan ibu sekalian. Kita adaalah ASN yang punya tugas melayani, kita bisa bekerja dengan baik,” pesan Rudi.

Pada kesempatan yang sama, Rudi juga mengapresiasi langkah dan upaya RSUD Embung Fatimah yang sudah berjibaku menangani kesehatan di Batam.

Baca Juga: Pesan Wali Kota Batam untuk Tenaga Medis di RSUD Embung Fatimah

Direktur RSUD Embung Fatimah, Raden Roro Sri Wijayanti, juga menyampaikan harapan yang sama. Dia dan jajarannya bertekad akan terus berbenah dan berinovasi demi peningkatan mutu pelayanan medis di Rumah Sakit tersebut. Untuk itu dia mengajak semua pihak bersama-sama dalam memajukan rumah sakit pelat merah itu.

“Ke depan RSUD Embung Fatimah harus terpandang, jaya, kita harus berusaha melayani,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter : Eusebius Sara

Format Liga 1 Bisa Berubah, Ditentukan setelah Presiden FIFA Bertemu Jokowi

0
Striker Bali United Ilija Spasojevic melindungi bola dari rebutan bek PSM Makassar Hasim Kipuw dalam pertandingan di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Tahun lalu, Liga 1 digelar dengan lima series. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

batampos – Liga 1 2022–2023 rencananya kembali diputar pada 25 November. Meski baru sebatas wacana dan bisa saja berubah, kabar tersebut menjadi angin segar bagi para klub. Mereka jadi tahu harus sampai kapan menanti kepastian.

Namun, di balik kegembiraan, ada efek lain yang bisa menyiksa para pemain. Saat ini, Liga 1 baru berjalan 11 pekan.

Sementara itu, sesuai jadwal, Liga 1 harus selesai pada April supaya tidak mengganggu program tim nasional Indonesia tahun depan. Artinya, masih ada 23 pertandingan yang harus dijalani dalam waktu lima bulan. Imbasnya, jadwal pertandingan akan berjalan padat merayap.

Sampai kemarin, PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum menentukan format yang dipakai untuk melanjutkan kompetisi.

Anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga Ketua Tim Investigasi PSSI untuk tragedi Kanjuruhan Ahmad Riyadh menyebut, format kompetisi akan ditentukan setelah kunjungan Presiden FIFA Gianni Infantino. Rencananya, Gianni akan berkunjung ke Indonesia pada 18 Oktober.

”Setelah presiden FIFA bertemu Presiden Joko Widodo, kami baru akan memutuskan formulasinya. Semoga (format kompetisi yang digunakan, Red) indah,” ujar pria yang juga ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur tersebut kepada Jawa Pos.

Meski belum ada keputusan dari federasi, klub-klub mulai berhitung agar kompetisi bisa selesai tepat waktu. Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Kombespol Sumardji mengatakan, salah satu cara agar Liga 1 bisa selesai April adalah kembali ke format musim lalu. Yakni, bermain dengan sistem series.

Tahun lalu, Liga 1 digelar dengan lima series. Seri pertama dimainkan di Jabodetabek. Seri kedua dan ketiga dimainkan di Jawa Tengah-Jogjakarta. Lalu, seri keempat dan kelima diselenggarakan di Bali.

”Menurut saya itu solusi tepat. Sebab, murah biaya. Dan, keamanan serta keselamatan bisa dijamin,” tutur mantan Kapolresta Sidoarjo itu.

Direktur Utama PSS Sleman Andy Wardhana Putra setuju dengan pemikiran Sumardji. Lima bulan dan harus menjalani 23 pertandingan dinilai terlalu padat.

”Mungkin solusi alternatifnya bisa digelar dengan sistem sentralisasi di sebuah kota. Lalu, dipindah lagi ke kota lain. Kami harus sama-sama berhitung,” terang Andy.

Fullback kanan sekaligus kapten tim Persis Solo Eky Taufik Febrianto punya pendapat lain. Menurut dia, Liga 1 lebih bagus jika tetap dimainkan dengan format home-away.

”Musim lalu sudah home tournament dan tanpa penonton. Musim ini senang karena sudah bisa bertanding dengan penonton. Jadi, lebih enak format kandang-tandang,” ucap pemain yang musim lalu dipinjamkan ke Bali United itu melalui pesan singkat.

Tapi, lanjut Eky, jika kompetisi tetap harus selesai sesuai target, mengubah format kompetisi dari home-away menjadi tersentralisasi di sebuah kota bisa menjadi solusi tepat.

”Format itu lebih efisien. Sebab, situasi sekarang sedang emergency. Tidak diduga-duga. Jadi, home tournament bisa jadi salah satu solusi,” tegas Eky.

Pelatih Persebaya Aji Santoso juga sependapat dengan Eky. Menurut dia, tidak ada masalah jika kompetisi dilanjutkan tetap dengan format home-away seperti awal musim ini. ’’Dengan penonton juga tidak ada masalah,’’ tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PSS Andy Wardhana Putra menegaskan, kompetisi boleh jalan jika semua permasalahan dalam tragedi Kanjuruhan selesai.

Menurut dia, Super Elang Jawa jadi salah satu tim yang mendukung total evaluasi atas tragedi yang menewaskan 132 orang tersebut. ’’Karena ini masalah kemanusiaan,’’ katanya.

Dia berharap peristiwa memilukan itu bisa dijadikan momentum. Klub, suporter, dan federasi bisa berkomunikasi demi sepak bola Indonesia lebih baik di masa depan. ’’Jadi, harus jadikan ini momentum yang positif,’’ ucapnya.

Andy menambahkan, ditundanya kompetisi hingga akhir November jadi keuntungan bagi PSS. Bagus Nirwanto dkk punya banyak waktu untuk berlatih. ’’Dengan break ini, kami bisa berbenah dan persiapkan tim lebih baik,’’ ujarnya.

Di sisi lain, Madura United ingin kompetisi segera berlanjut. Tapi, tentu saja dengan syarat. ’’Madura United tidak mau kompetisi diputar sebelum adanya keputusan resmi dari tim pencari fakta,’’ kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq kepada Jawa Pos.

Kalaupun berjalan, Zia tidak mau kompetisi bergulir asal-asalan. Harus ada perubahan yang diberikan oleh FIFA dan PSSI. Mulai dari jadwal hingga perbaikan stadion.

’’Jangan hanya terpaku pada kompetisi ini harus diputar. Tapi juga harus ada perbaikan pada tatanan kompetisi itu sendiri. Regulasi bagaimana? Saya rasa FIFA dan PSSI lebih tahu,’’ tambahnya.

Cuma, kompetisi yang mandek sampai dua bulan cukup memberatkan klub. Zia sebenarnya tidak mau sambat.

’’Tapi, ternyata apa yang dirasakan Madura United juga diderita klub lain,’’ katanya. Yang paling dikeluhkan tentu saja pengeluaran klub. Selama kompetisi mandek, tim masih harus berlatih. Gaji pemain juga terus dibayar.

Zia menilai hal itu membuat klub harus pandai-pandai menghitung pengeluaran. Karena itu, dia berharap ada bantuan yang diberikan kepada klub. Apalagi, klub baru saja bangkit setelah pandemi Covid-19.

’’Sambil menunggu kompetisi, apa salahnya kalau pemerintah memberi subsidi kepada klub? Apalagi, Presiden Jokowi sudah tegas menyampaikan juga agar seluruh stadion dilakukan audit,’’ beber Zia.

Jika diaudit, tentu saja klub harus siap-siap merogoh kocek lagi. Kalau stadion dianggap belum memenuhi syarat, tentu klub harus melakukan perbaikan. Padahal, pengeluaran klub sudah membengkak akibat kompetisi mandek.

’’Madura United bergantung pada kontrak dari sponsor. Kami bergantung dari kegiatan sepak bola itu sendiri. Semoga keluhan kami didengar oleh pemerintah,’’ pungkas pria asli Pamekasan itu. (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup

Hasil Balapan MotoGP Australia: Rins Juara, Bagnaia Pimpin Klasemen

0
Alex Rins juara MotoGP Australia 2022 di Sirkuit Phillip Island (16/10). (Jean-Francois MONIER / AFP)

batampos – Balapan superketat seperti yang biasa terjadi di kelas Moto3 terjadi di kelas MotoGP pada GP Australia (16/10).

Pertarungan sengit terjadi sejak start sampai akhir. Balapan ini dimenangi Alex Rins (Suzuki) yang tampil solid sepanjang balapan.

Sementara di posisi kedua ada Marc Marquez yang kembali naik podium. Sedangkan, Francesco Bagnaia alias Pecco (Ducati) melengkapi podium ketiga.

Balapan dimulai dengan Jack Miller (Ducati) yang bertarung agresif di balapan kandangnya. Dalam tiga lap, dia sudah berada di posisi keempat.

Quartararo melakukan kesalahan di tikungan 4 dan motornya melebar. Pilihan ban hard-hard membuatnya kesulitan mendapatkan temperatur yang ideal.

Posisinya langsung melorot ke urutan 19. Sedangkan Bagnaia justru mendapatkan perlawanan sengit dari rekan setimnya Jack Miller untuk memperebutkan podium terakhir.

Di lap 8 Alex Rins menyalip Bagnaia untuk merebut posisi ketiga.

Di saat yang nyaris berbarengan Miller ditabrak Alex Marquez yang mencobanya menyalipnya dari dalam tikungan.

Keduanya crash out. Miller gagal finis di balapan kandangnya sekaligus menutup peluanganya uuntuk memburu gelar juara dunia.

Rins menyalip Marquez di trek lurus dan merebut posisi kedaua di lap 10.

Tak lama kemudian Quartararo kehilangan cengkeraman ban depan di tikungan dan crash out.

Ini adalah balapan ketiga dimana Quartararo gagal meraih poin musim ini.

Rins memipin balapan, sementara bagnaia berhasil menyalip Marquez dan Martin sekaligus.

Untuk kali pertama Bagnaia memimpin lomba saat balapan menyisakan 13 lap lagi.

Setelah itu di lap 15 dia berupaya melarikan diri. Membayanginya adalah Marquez.

Rins kembali mengambil alih posisi kedua saat balapan menyisakan 10 lap.

Marquez yang memasang ban belakang soft mulai kehilangan performanya.

Waktu lapnya drop. Posisi melorot ke urutan keempat setelah disalip Jorge Marin.

Rins kembali memimpin 8 lap menunju finis.

Pada lap 20, Marco Bezzecchi berada di posisi kedua tepat di belakang Bagnaia.

Posisi ini menguntungkan Bagnaia, jika Ducati memberi instruksi Bezzecchi untuk menghadang Marquez.

Di lap terakhir, Rins merebut posisi terdepan. Diikuti Marquez yang juga menyalip Bagnaia di posisi kedua.

Rins sukses keluar sebagai pemenang. Disusul Marquez dan Bagnaia. Bagi Marquez ini adalah podium ke-100 sepanjang karirnya.

Kini, Bagnaia memimpin klasemen sementara pembalap dengan keunggulan 14 poin di depan Quartararo. (*)

 

Reporter: JPGroup

Menko Polhukam Sebut Penindakan Teddy Tunjukkan Ketegasan Reformasi Polri

0
Menkopolhukam Mahfud MD. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa penindakan Irjen Pol. Teddy Minahasa menunjukkan langkah-langkah ketegasan Polri untuk mereformasi diri.

“Mungkin kita bisa melihatnya dari sudut sebaliknya untuk tetap mendukung Polri bersemangat karena semuanya yang terjadi ini justru merupakan langkah-langkah ketegasan Polri untuk mereformasi diri,” kata Mahfud dalam rekaman yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/10).

Peristiwa yang menimpa institusi Polri secara beruntun, seperti kasus Ferdy Sambo, kasus Stadion Kanjuruhan, disusul dengan kasus Teddy Minahasa yang ditangkap karena kasus narkoba, mengakibatkan gencarnya kritikan dari masyarakat. “Itu maklum kalau masyarakat kemudian melontarkan kritiknya. Akan tetapi, mari kita lihat ini sebagai langkah yang merupakan sisi lain dari sudut kemajuan,” ucap Mahfud.

Mahfud mengatakan bahwa ketegasan Kapolri menunjukkan kepada seluruh jajaran Polri bahwa Kapolri bisa bertindak tegas. “Misalnya, terhadap Sambo. Itu tindakannya tegas. Artinya, Polri itu punya power untuk melakukan itu, dan bisa melakukan itu,” tuturnya.

Terkait dengan kasus Teddy Minahasa, Mahfud mengatakan, “Apabila berpikir lebih negatif, bisa saja pengakuan dari ibu-ibu yang ditangkap karena membawa narkoba, yang menyatakan bahwa ibu-ibu tersebut bekerja sama dengan Teddy Minahasa, ditutup dan Teddy dibiarkan begitu saja.”

Mahfud melanjutkan, “Itu bisa. Akan tetapi, Kapolri mengambil langkah tegas untuk melakukan itu. Ini dilakukan oleh Kapolri, ungkap, tangkap, pecat, ‘kan gitu Kapolri.”

Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga menyebutkan terdapat sejumlah prestasi Polri yang belum banyak mendapat perhatian publik, seperti penangkapan bandar-bandar judi yang lari ke luar negeri. “Tidak mudah mengambil narapidana itu yang sudah lari ke luar negeri kalau tidak punya kesungguhan dan jaringan yang kuat, serta memberi pengertian kepada negara lain untuk mengambil itu,” ucap Mahfud.

Oleh sebab itu, Mahfud meminta kepada masyarakat untuk melihat sisi sebaliknya dari rentetan peristiwa yang dialami oleh institusi Polri. “Tanpa menghalangi Anda atau kita semua mengkritik kinerja Polri, lihat juga sisi sebaliknya bahwa ini justru satu langkah maju dari Kapolri dan Polri bahwa dia bisa menindak siapa pun anak buahnya yang bandel,” ucap Mahfud.

Kalau dari aspek pengarahan Presiden, Mahfud mengatakan, “Marilah membangun Polri sebagai polisinya rakyat yang sederhana bersama kehidupan rakyat, tidak pongah, tidak sewenang-wenang, tidak hedonis, dan tidak berlebihan di dalam hidup.” (*)

Reporter: JP Group