
batampos – Arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa kembali meningkat menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Pada Selasa (30/12) atau H+5 Natal dan Tahun Baru (Nataru), kendaraan roda dua dan truk logistik mendominasi pergerakan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk–Ketapang.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan lancar di tengah lonjakan mobilitas masyarakat, baik untuk arus balik liburan maupun distribusi logistik akhir tahun.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan peningkatan trafik mencerminkan masih tingginya aktivitas masyarakat. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga dinilai memberi fleksibilitas waktu perjalanan sehingga sebaran arus kendaraan lebih merata.
“Fleksibilitas perjalanan ini berdampak pada meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi, roda dua, maupun logistik. Tugas kami memastikan seluruh layanan tetap optimal di tengah dinamika tersebut,” ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (31/12).
Berdasarkan data Posko Pelabuhan Gilimanuk, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada H+5 Nataru tercatat 27.826 orang, naik 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 8.350 unit atau tumbuh 18,3 persen.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada truk logistik yang mencapai 1.821 unit atau melonjak 34,6 persen. Sementara itu, kendaraan roda dua tercatat 3.798 unit, meningkat 24,6 persen. Data tersebut menunjukkan arus balik yang cukup solid sekaligus terjaganya distribusi logistik menuju Pulau Jawa.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan ASDP telah menyiapkan 55 kapal dan 17 dermaga untuk mengantisipasi lonjakan arus penyeberangan.
Kesiapan ini juga didukung penguatan personel operasional, masing-masing sekitar 350 petugas di Ketapang dan 250 petugas di Gilimanuk, serta penerapan delaying system dan buffer zone di sejumlah titik.
Terkait fasilitas pelabuhan, Windy menjelaskan dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang saat ini tidak dioperasikan secara aktif, namun disiagakan sebagai dermaga perbantuan.
“Dermaga ponton disiapkan sebagai opsi pendukung dan akan dioperasikan secara situasional apabila kondisi lapangan membutuhkan percepatan layanan,” ujarnya.
ASDP juga terus berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, dan BPTD untuk memastikan keselamatan pelayaran, terutama di tengah potensi perubahan cuaca selama periode libur Nataru.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+5 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 374.347 orang, turun 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jumlah kendaraan justru meningkat menjadi 106.476 unit atau naik 2,3 persen.
Sementara arus penyeberangan dari Jawa ke Bali tercatat 381.165 penumpang, turun 4,9 persen, dengan total kendaraan 101.562 unit atau meningkat 1,1 persen.
ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konektivitas lintas pulau, memastikan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik tetap berjalan optimal hingga berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru. (*/adv)
Artikel Truk dan Kendaraan Roda Dua Dominasi Arus Bali–Jawa Jelang Tahun Baru pertama kali tampil pada News.








batampos — Memasuki akhir 2025, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat kinerja yang relatif solid di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan dan ketidakpastian.