
batampos – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecamatan Karimun, selama tiga hari menyelenggarakan workshop pembuatan perangkat ajar kurikulum merdeka untuk guru TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Karimun Abdullah mewakili Bupati Karimun mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh PGRI kecamatan Karimun.
” Sekarang para guru-guru harus membuat perangkat ajar kurikulum merdeka. Apapun bentuknya, paling utama bagaimana mempercepat transfer ilmu dari guru kepada anak didiknya,” pesannya, Selasa (4/10).
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun Sugianto memberikan apreasiasi kepada PGRI kecamatan Karimun yang telah menyelenggarakan workshop selama tiga hari. Sebab, kurikulum merdeka ini baru diterapkan dibeberapa sekolah saja di kabupaten Karimun. Sehingga, pentingnya workshop yang diselenggarakan oleh PGRI kecamatan Karimun ini.
” Kurukulum merdeka baru ada 2 sekolah di untuk tingkat PAUD, kemudian tingkat SD/Sederajat dan SMP/sederajat ada 8 sekolah di kabupaten Karimun,” terangnya.
Dengan demikian, ada 135 peserta yang ikut workshop kurikulum merdeka ini. Dengan workshop ini diharapkan, para guru bisa menyampaikan kepada guru-gurunya bagaimana proses pembelajaran kurikulum merdeka nantinya. Sehingga, bisa diimplementasikan kepada anak didiknya proses transfer ilmu lebih cepat lagi.
BACA JUGA: Gubkepri Janji Tambah Guru Agama Keristen di SMA/ SMK Negeri di Kepri
” Selamat mengikuti workshop bapak dan ibu. Ada apa-apa jangan sunkan, silahkan tanya kepada narasumber yang berkopeten disini. Pokoknya, bapak dan ibu harus bisa,” ucapnya.
Terpisah, ketua PGRI kabupaten Karimun Muhd Kudri mengungkapkan, pelaksanaan workshop ini sebagai bentuk tindaklanjut penerapan implementasi kurikulum merdeka. Maka itu, PGRI kecamatan Karimun mengambil peran sebagai pelaksana kegiatan tersebut. Dimana, biaya yang diambil dari iyuran di PGRI kecamatan Karimun.
” Baru dua yang telah menyelenggarakan. Yaitu PGRI kecamatan Meral dan PGRI kecamatan Karimun, nanti akan dilaksanakan PGRI kecamatan-kecamatan lainnya,” ungkapnya.
Untuk tingkat PGRI kabupaten Karimun nanti, juga akan diselenggarakan secara daring. Kenapa demikian, cakupannya cukup luar dan diatur jadwal pelaksanaan kegiatan workshop kurikulum merdeka. Dimana, kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar ditindak lanjuti dengan implementasi kurikulum merdeka sebagai bentuk fasilitasi Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang ditujukan kepada Ibu bapak guru, para kepala sekolah, kepala madrasah, dan kepala PKBM.
” Zaman sekarang, guru harus dituntut bisa mentransfer ilmu yang ada di kurikulum kepada anak didiknya,”tuturnya. (*)
reporter: tri haryono









