
batampos – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memastikan anak-anak korban tragedi Kanjuruhan dapat bantuan sosial (bansos). Bantuan akan disalurkan dalam bentuk program bansos anak yatim.
Bansos ini sebelumnya diinisiasi mensos saat pandemi Covid-19 berlangsung. Di mana, banyak anak yang menjadi yatim/piatu atau yatim piatu karena orang tuanya meninggal karena Covid-19.
Risma mengatakan, saat ini, para anak dan istri yang ditinggal suami atau ayahnya dalam tragedi Kanjuruhan butuh bantuan khusus. Karenanya, mereka dipastikan terdata untuk mendapat bantuan. “Berat ya, apalagi ada yang meninggalkan istri dan anak yang masih kecil,” ujarnya.
Di sisi lain, pemberian santunan kepada ahli waris korban yang meninggal telah dirampungkan oleh pihaknya. Akhir pekan lalu, ia pun sempat menyambangi sejumlah keluarga korban tragedi yang menelan 132 nyawa tersebut di sejumlah wilayah. Salah satunya di Pasuruan. Di sana, ia menyerahkan santunan kepada 16 ahli waris dimana masing-masing menerima santunan senilai Rp15 juta. Adapun keluarga korban yang hadir berasal dari Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Probolinggo, dan Jember.
Turut hadir tiga orang luka berat yang menerima santunan senilai Rp 5 juta, dan empat orang korban luka ringan yang mendapatkan santuan sebesar Rp 2,5 juta. Jumlah korban luka masih dalam pendataan hingga saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, ia pun kembali menegaskan bahwa santunan ini bukan sebagai pengganti putra putri mereka.Tapi, ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Sosial.
“Karena kami tidak mungkin bisa mengganti,” ungkap Mantan Walikota Surabaya tersebut.
Selain santunan, Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan dukungan psikososial dengan menghadirkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis keluarga korban. Bantuan ini tak hanya untuk korban di wilayah Malang. Tapi juga daerah-daerah lainnya.
“Ini bukan hanya di Malang saja yang menderita, bukan di Pasuruan saja. Kami seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia ikut berbelasungkawa,” tuturnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI Anisah Syakur mengaku mendukung penuh program-program dari Kementerian Sosial, termasuk santunan ini. Pihaknya juga bakal mengawasi prosesnya guna memastikan para korban menerima haknya.
“Kami menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya korban tragedi Kanjuruhan dan berharap agar yang menderita luka-luka bisa segera sembuh,” ungkapnya.
Eni Anggraeni,salah satu korban yang ditemui Risma, tak sanggup menahan tangis saat rombongan datang menghampiri. Suaminya menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi mengerikan itu. Sementara dirinya menjadi korban luka-luka. Saat ini ia harus berjuang sendiri untuk anaknya berusia dua tahun. (*)
Reporter: JP Group









