
batampos – Pemerintah Arab saudi memberikan sejumlah kemudahan bagi penyelenggaraan umrah. Kemudahan tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al Rabiah saat bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta kemarin (24/10).
Diantara kemudahan tersebut adalah Saudi sudah menghapus syarat mahram bagi jemaah perempuan. Kemudian masa berlaku visa umrah diperpanjang menjadi 90 hari. ’’Visa umrah bisa digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah saudi. Tidak hanya untuk ke Makkah dan Madinah saja,’’ kata Tawfiq.
Pada pertemuan tersebut Tawfiq juga menyinggung soal syarat vaksin meningitis untuk jemaah umrah. Dia menegaskan bahwa tidak ada persyaratan kesehatan apapun bagi jemaah umrah. ’’Tidak ada syarat kesehatan dan tidak ada syarat umur,’’ katanya.
Selain itu Tawfiq juga menyampaikan bahwa pemerintah Saudi sudah menyiapkan platform Nusuk. Dengan adanya aplikasi Nusuk tersebut, setiap orang bisa memilih paket umrah yang ada. Lalu dia juga menyampaikan bahwa visa umrah bakal keluar tidak lebih dari 24 jam.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik beragam kemudahan umrah tersebut. Dia juga menanyakan soal batasan usia maksimal 65 tahun untuk haji, serta kuota haji 2023. ’’Kami berharap setelah pandemi membaik, kuota (haji) akan kembali normal,’’ katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Tawfiq mengatakan pemberlakuan syarat usia maksimal jemaah haji 65 tahun adalah dalam konteks situasi pandemi Covid-19. Ketika tahun depan ada perbaikan kondisi pandemi, pemerintah saudi tentu akan meninjau ulang kebijakan pembatasan usia tersebut. ’’Saya yakin kalau sudah normal kondisinya, maka akan ada kelonggaran,’’ katanya.
Sementara itu di tengah kondisi ekonomi terkini, termasuk kenaikan kurs dollar terhadap rupiah, jumlah jemaah umrah semakin menurun. Situasi ini diungkapkan oleh Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi. Dia mengatakan pada awal musim umrah 1444 Hijriyah, tepatnya di bulan Agustus dan September lalu, permintaan umrah sangat diatas ekspektasi.
’’Namun setelah masuk bulan Rabiul Awal kok terasa ada sedikit penurunan,’’ tuturnya. Diantara indikasinya adalah tiket pesawat yang dipesan sejak awal banyak yang tidak terisi jemaah umrah. Ternyata asosiasi travel umrah serupa juga banyak yang merasakannya. Yaitu penjualan paket umrah pada periode Oktober dan November ada penurunan.
’’Sebagian umum diperkirakan karena faktor eksternal. Seperti kekhawatiran perang Ukraina dan Rusia,’’ jelasnya. Kemudian juga ada kenaikan kurs dollar terhadap Rupiah. Seperti diketahui saat ini USD 1 sudah mencapai Rp 15.594. Jauh di atas nilai kurs pada Agustus yang masih sekitar Rp 14.500 per dollar. Syam mengatakan kenaikan kurs tersebut berdampak pada harga tiket pesawat dan akomodasi di Saudi. (*)
Reporter: JP Group







