batampos- Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meninjau lokasi kebun sorgum di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (23/10) siang.
Kegiatan ini bagian dari program One Village One Ceo (OVOC) kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) dengan IPB.
Ketua Kelompok Tani Milenial Kreatif, Rusdi menyampaikan, mahasiswa IPB telah tiba di Kampung Sungai Jeram, Bintan, Sabtu (22/10) untuk melakukan pendampingan pada petani sorgum.
“Mungkin mereka di sini lebih kurang 1 hingga 2 bulan,” kata dia.
BACA JUGA: Petani Kampung Sei Jeram, Bintan Kesulitan Dapatkan Solar
Sehari setelah tiba di Kampung Sungai Jeram, mahasiswa IPB langsung turun ke lokasi kebun sorgum.
“Tadi sebelum turun ke kebun, kita sempat diskusi,” kata dia.
Selama di sini, kata dia, mahasiswa IPB akan melakukan seperti observasi, riset atau survei mengenai potensi tanaman sorgum.
“Mereka sudah bertanya langsung ke petani sorgum di sini,” kata dia.
Diantaranya soal kendala-kendala yang dihadapi petani dalam menanam dan mengembangkan sorgum.
“Tadi kita sampaikan kendala kita antara lain hama burung dan cuaca,” kata dia.
Selain beberapa kendala, dia mengatakan, petani juga menyampaikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan seperti mesin penunjang pascapanen.
“Tadi mereka juga bertanya soal pemasarannya. Alhamdulillah permintaan beras sorgum lumayan tinggi, sedangkan olahan pascapanen, kita sudah pernah mengolah batang sorgum menjadi minuman dengan cita rasa mirip tebu. Olahan lainnya seperti gula aren,” jelasnya.
Dari pendampingan ini, dia berharap, selain menjalin silaturahmi juga membuat wawasan petani semakin terbuka luas. Terutama mengenai pengembangan tanaman sorgum mulai dari hulu sampai hilir.

“Kita pun berharap melalui program-program yang ada ke depannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata dia.
Koordinator program OVOC IPB di Bintan, Bintoro mengatakan, kehadiran mahasiswa IPB untuk melihat potensi tanaman sorgum yang ada di Kabupaten Bintan. Dan, menurutnya, sorgum sangat potensi dikembangkan di Bintan.
Karena, masih menurut dia, upaya swasembada pangan, salah satunya sorgum. Selain itu, ketersediaan lahan di Bintan masih cukup luas dan permintaan yang lumayan tinggi terhadap sorgum dan olahannya.
“Kita juga melihat petani sorgum dari Kelompok Tani Milenial Kreatif di Kampung Sungai Jeram sangat pro aktif,” kata dia.
Dia berharap, kerja sama Pemprov Kepri dan IPB dalam program OVOC ini dapat mengembangkan eksosistem bisnis perdesaan dengan melihat dan mengembangkan potensi yang ada di desa. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto









