Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 6786

Dampingi Petani Sorgum, Mahasiswa IPB Tinjau Lokasi Kebun Sorgum di Kampung Sungai Jeram

0

batampos- Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meninjau lokasi kebun sorgum di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (23/10) siang.

Kegiatan ini bagian dari program One Village One Ceo (OVOC) kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) dengan IPB.

Ketua Kelompok Tani Milenial Kreatif, Rusdi menyampaikan, mahasiswa IPB telah tiba di Kampung Sungai Jeram, Bintan, Sabtu (22/10) untuk melakukan pendampingan pada petani sorgum.

“Mungkin mereka di sini lebih kurang 1 hingga 2 bulan,” kata dia.

BACA JUGA: Petani Kampung Sei Jeram, Bintan Kesulitan Dapatkan Solar

Sehari setelah tiba di Kampung Sungai Jeram, mahasiswa IPB langsung turun ke lokasi kebun sorgum.

“Tadi sebelum turun ke kebun, kita sempat diskusi,” kata dia.

Selama di sini, kata dia, mahasiswa IPB akan melakukan seperti observasi, riset atau survei mengenai potensi tanaman sorgum.

“Mereka sudah bertanya langsung ke petani sorgum di sini,” kata dia.

Diantaranya soal kendala-kendala yang dihadapi petani dalam menanam dan mengembangkan sorgum.

“Tadi kita sampaikan kendala kita antara lain hama burung dan cuaca,” kata dia.

Selain beberapa kendala, dia mengatakan, petani juga menyampaikan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan seperti mesin penunjang pascapanen.

“Tadi mereka juga bertanya soal pemasarannya. Alhamdulillah permintaan beras sorgum lumayan tinggi, sedangkan olahan pascapanen, kita sudah pernah mengolah batang sorgum menjadi minuman dengan cita rasa mirip tebu. Olahan lainnya seperti gula aren,” jelasnya.

Dari pendampingan ini, dia berharap, selain menjalin silaturahmi juga membuat wawasan petani semakin terbuka luas. Terutama mengenai pengembangan tanaman sorgum mulai dari hulu sampai hilir.

Mahasiswa IPB saat meninjau lokasi kebun sorgum ditemani Ketua Kelompok Tani Milenial Kreatif, Rusdi dan Sekretaris, Suroso di kebun sorgum yang ada di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (23/10). F.Slamet Nofasusanto

“Kita pun berharap melalui program-program yang ada ke depannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata dia.

Koordinator program OVOC IPB di Bintan, Bintoro mengatakan, kehadiran mahasiswa IPB untuk melihat potensi tanaman sorgum yang ada di Kabupaten Bintan. Dan, menurutnya, sorgum sangat potensi dikembangkan di Bintan.

Karena, masih menurut dia, upaya swasembada pangan, salah satunya sorgum. Selain itu, ketersediaan lahan di Bintan masih cukup luas dan permintaan yang lumayan tinggi terhadap sorgum dan olahannya.

“Kita juga melihat petani sorgum dari Kelompok Tani Milenial Kreatif di Kampung Sungai Jeram sangat pro aktif,” kata dia.

Dia berharap, kerja sama Pemprov Kepri dan IPB dalam program OVOC ini dapat mengembangkan eksosistem bisnis perdesaan dengan melihat dan mengembangkan potensi yang ada di desa. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Miras Rp 4,38 M di Batam

0
Ratusan dus berisi 8.784 botol minuman keras ilegal senilai Rp4,38 miliar dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp9 miliar yang ditangkap Bea Cukai dan TNI AL. (ANTARA/HO-Humas Bea Cukai)

batampos – Operasi dan patroli oleh TNI AL di berbagai daerah di Indonesia kembali membuahkan hasil. Di wilayah Batam, Kepulauan Riau, Angkatan Laut menggagalkan penyelundupan minuman keras (miras) dengan nilai yang ditaksir mencapai angka Rp 4,38 miliar. Sementara di Perbatasan Indonesia – Timor Leste, mereka memusnahkan belasan senjata api rakitan yang sudah diserahkan secara sukarela oleh masyarakat.

Berdasar data dari Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), keberhasilan menggagalkan penyelundupan miras di Batam adalah buah kerja Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Batam bersama tim dari Bea Cukai. Mereka mengandaskan penyelundupan miras yang dikirim dari Singapura pada Jumat akhir pekan lalu (21/10). Barang ilegal itu dikirim menggunakan kapal motor tanpa nama. Total, tidak kurang dari 8.784 botol miras berhasil mereka amankan.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, tindakan yang dilakukan oleh Lantamal IV Batam sesuai dengan instruksi dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. ”Yaitu pembangunan sistem kekuatan dan kesiapan operasi yang bersinergi serta mempunyai interoperabilitas,” ungkap dia melalui keterangan resmi yang disampaikan oleh TNI AL.

Dalam pengejaran kapal motor tanpa nama di Perairan Batam, TNI AL bekerja bersama Bea Cukai. Mereka menindaklanjuti informasi terkait dengan rencana pengiriman minuman keras dalam jumlah yang cukup banyak. Adalah Tim Fleet One Quick Respons Lantamal IV Batam yang bekerja cepat. Mereka bergerak bersama Tim Gabungan Bea Cukai Kepulauan Riau dan Batam. Meski berusaha kabur, kapal motor itu tetap berhasil diamankan.

Di hari yang sama, Pos TNI AL (Posal) Atapupu yang berada di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) memusnahkan 13 senjata api rakitan. Seluruh senjata api tersebut diserahkan oleh masyarakat yang tinggal di perbatasan Indonesia – Timor Leste. Komandan Lantamal VII Laksamana Pertama TNI Heribertus Yudho Warsono turut serta dalam pemusnahan belasan senjata api tersebut. Menurut dia, penyerahan senjata api itu dilakukan tanpa paksaan sama sekali.

Masyarakat yang tinggal di Atapupu datang sendiri ke Posal Atapupu. Mereka kemudian menyerahkan belasan senjata api rakitan itu. Mereka melakukan itu setelah aparat keamanan di sana berulang kali melakukan pendekatan kepada masyarakat. ”Apabila masih ada warga yang mempunyai ataupun menyimpan senjata api rakitan agar segera diserahkan kepada aparat keamanan setempat,” ungkap Heribertus.

Tujuannya tidak lain untuk memastikan senjata api tersebut tidak disalahgunakan. Sebelumnya, Posal Atapupu juga menerima empat senjata api rakitan dari masyarakat. Seluruhnya langsung dimusnahkan. Selain mengeluarkan imbauan, Lantamal VII juga meminta menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang sudah dengan sukarela menyerahkan senjata api rakitan kepada aparat keamanan. (*)

Reporter: JP Group

Ini Daftar 91 Obat Sirup yang Dihentikan Sementara Penjualannya

0
ilustrasi obat sirup
Ilustrasi. Foto: jawapos.com

batampos – Ketua Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam Fairuza Laily mengatakan pemerintah menginstruksikan penghentian sementara penjualan obat sirup di seluruh apotek selama pelaksanaan investigasi risiko infeksi menyusul munculnya kasus gangguan ginjal akut anak.

“Sampai saat ini semua sirup masih dihentikan sementara penjualannya,” katanya, Minggu (23/10).

Menurutnya, hanya obat dengan jumlah etilen glikol dan DEG-nya melebihi ambang batas normal yang diperbolehkan. Namun demikian, belum tentu kasus gagal ginjal akut ini karena EG dan DEG melebihi ambang batas normal ini. “Maka perlu penelitian lebih lanjut hubungan antara kadar EG dan DEG berlebihan dengan kasus GGA pada anak ini,” ungkap Fairuza.

Pantauan Batam Pos di sejumlah apotek di Batam, obat sirup tidak lagi dijual sejak ada intruksi dari pemerintah tersebut. “Kalau bentuk sirup kita tak berani jual lagi pak, kita gak berani jual, tapi kalau obat batuk tablet masih ada dijual,” ujar salah seorang pegawai apotek di Fanindo, Minggu (23/10).

Hal senada juga dikatakan pegawai di apotek lainnya. Ia mengaku semenjak adanya kasus gagal ginjal pada anak ini pihaknya tidak lagi menjual obat sirup. “Untuk sementara kita tak jual dulu sampai ada pemberitahuan dari pemerintah. Semua merek sirup ya,” ujarnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan merilis daftar 91 obat sirup yang diduga menyebabkan kasus gagal ginjal akut pada anak. Obat itu sebagian besar merupakan obat batuk dan paracetamol. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa obat-obat tersebut dikonsumsi oleh para pasien sebelum mereka dinyatakan mengalami gagal ginjal akut.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan, 75 persen penyebab gangguan ginjal akut karena senyawa kimia kandungan polietelin glikol. Kandungan itu, bisa menimbulkan senyawa berbahaya seperti etilen glikol (EG) dan Dietlien Glikol (DEG).

“Kita 75 persen sudah tahu kira-kira yang sebabkan itu ini (EG dan DEG), kita larang untuk diresepkan dan kita larang untuk dijual di apotek-apotek,” kata Budi.

Berikut 91 daftar obat sirup yang dikonsumi pasien dan diduga penyebab gagal ginjal akut:

1. Afibramol
2. Alerfed Syrup
3. Ambroxol syr
4. Amoksisilin
5. Amoxan
6. Amoxicilin
7. Anacetine syrup
8. Antasida DOEN
9. Apialys syr
10. Azithromycin Syrup
11. Baby cough
12. Camivita
13. Caviplex
14. Cazetin
15. Cefacef Syrup
16. Cefspan syrup
17. Cetirizin
18. Colfin Syrup
19. Cupanol Syrup
20. Curbexon Syrup
21. Curviplex Syrup
22. Depakene
23. Devosix drop 15 ml
24. Dextaco syrup
25. Domperidon syr
26. Disudrin-ped
Elkana Syrup
28. Eritromisin
29. Etamox syrup
30. Fartolin Syrup
31. Ferro K
32. Hecosan
33. Hufabetamin
34. Hufagrip
35. Hufamag Plus Syrup
36. Ibuprofen
37. Ifarsyl Plus
38. Imunped drop
39. Interzinc
40. Itamol syrup
41. Klinik Tazkia : Paracetamol Syrup
42. Metronidazole syr
43. Mucos drop
44. Novachlor syrup
45. Nytex
46. OBH Ane Konidin
47. Omedom syrup
48. Omemox
49. Pacdin cough syrup
50. Pamol
51. Paracetamol
52. Paracetamol
53. Paracetamol drop
54. Paracetamol drop
55. Paracetamol syrup
56. Paraflu syrup
57. Praxion Syrup
58. Profilas Syrup
59. Proris
60. Proris Hijau
61. Psidii Syrup
62. Ranivel Syrup
63. Rhelafen
64. Rhinofed
65. Rhinos Junior Syrup
66. Rhinos Neo drop
67. Rosidon
68. RSKM : Paracetamol Syrup
69. Sanmol syr
70. Sanprima
71. Sucralfate
72. Tempra
73. Tremenza Syrup
74. Unibeby Cough Syrup
75. Unibeby drop
76. Vesperum
77. Vesperum drop 15 ml
78. Vestein ( Erdostein )
79. Vometa
80. Yusimox
81. Zenichlor syrup
82. Zinc drop
83. Zinc Syrup
84. Zincpro syr
85. Zibramax
86. Asam Valproat Sirup
87. Carsida
88. Hufabethamine
89. Renalit
90. Hufallerzine
91. Hufagrip

 

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Wapres Soroti Fenomena PHK di Sektor Start-up dan Manufaktur

0
Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (Dok JawaPos.com)

batampos – Dunia ketenagakerjaan sedang tidak baik-baik saja. Belakangan tersiar kabar sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyampaikan gelombang PKH tersebut berdampak pada nasib ratusan ribu karyawan.

Sorotan terhadap fenomena PHK tersebut disampaikan Ma’ruf dalam peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas 2022 di Jakarta kemarin (23/10). “Menjelang akhir 2022, kondisi ketenagakerjaan kita kurang menggembirakan,” katanya. Sebab terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap sejumlah karyawan.

Ma’ruf mengatakan gelombang PHK itu khususnya terjadi pada sektor usaha rintisan atau start-up. Kemudian juga terjadi pada bidang manufaktur. Dia memperkirakan gelombang PHK tersebut berdampak pada nasib ratusan ribu tenaga kerja.

Menurut mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, penyebab terjadinya gelombang PHK tersebut tidak tunggal. Diantaranya adalah faktor perkembangan teknologi yang berdampak atau memaksa adanya efisiensi karyawan. Lalu diperparah dengan ketidaksigapan beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat.

“Akhirnya kompetisi dunia kerja menjadi semakin ketat,” kata Ma’ruf. Menurut dia penyerapan tenaga kerja tak lepas dari upaya peningkatan kualitas SDM. Tetapi saat ini upaya meningkatkan kualitas SDM menghadapi banyak tantangan. Khususnya terkait dengan kondisi ekonomi nasional dan global.

Ma’ruf juga menyampaikan kondisi terkini soal tingkat pengangguran. Dia menjelaskan jumlah pengangguran terbuka pada Februari 2022 sudah berkurang dibandingkan periode yang sama di 2021 lalu. “Namun tingkat pengangguran negara kita saat ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sebaran pengangguran saat ini didominasi lulusan SMK sebanyak 11,45 persen. Kemudian disusul lulusan SMA sejumlah 8,55 persen dan lulusan universitas atau perguruan tinggi 6,97 persen. Dia berharap adanya BLK komunitas bisa mengatasi persoalan ketenagakerjaan di lapangan.

Ma’ruf berharap BLK fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja informal dengan tingkat pendidikan sekolah menengah ke bawah. Sehingga bisa menjawab permasalahan pengangguran yang masih didominasi tamatan sekolah menengah. Lalu kurikulum pendidikan vokasi yang disusun BLK lincah menjawab kebutuhan industri untuk membangun link and match ketenagakerjaan. BLK diharapkan dapat menyegarkan keterampilan pekerja yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Sebagaimana diberitakan dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah start-up mengumumkan adanya PHK. Diantaranya adalah LinkAja yang memutus hubungan kerja sekitar 200 karyawan. Kemudian ada SiCepat yang melakukan PHK kepada 360 karyawannya.

Selain itu gelombang PHK juga terjadi di Shopee Indonesia, Lummo sebagai penyedia perangkat lunak, TaniHub, dan Xendit yang memangkad 5 persen karyawan dari total sekitar 900 karyawannya. Yang terbaru startup furnitur Fabelio dinyatakan sebagai perusahaan pailit. Begitupun dengan layanan Beres.id yang mengumumkan berhenti beroperasi per 1 Juli 2022 lalu. (*)

Reporter: JP Group

Tidak Ada ETLE, Pelanggar Lalu Lintas Hanya Diberi Sanksi Teguran

0
Razia Kendaraan 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri mulai menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau e-tilang di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengintruksikan larangan jajaran Korlantas Polri untuk menggelar operasi penindakan tilang pengendara secara manual. Perihal intruksi tersebut, Ditlantas Polda Kepri mengedepankan teguran kepada masyarakat.

“Saat ini pelanggar lalu lintas diberi peneguran saja. Kami berikan teguran simpatik. Kepada pelanggar UU LLAJ yang tidak ada ETLE di daerahnya akan diberikan teguran dan arahan serta edukasi agar tidak mengulangi pelanggaran,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto, Jumat (21/10).

Ia menambahkan, jika pelanggar lalu lintas diperkirakan akan mengakibatkan kecelakaan maka akan dilakukan ETLE mobile.

“Tetapi itu pilihan terakhir. Kita tetap mengedepankan edukasi dan peneguran,” tambahnya

Kemudian, untuk penerapan tilang ETLE sudah melakukan mulai Senin (24/1), setelah melakukan uji coba satu bulan.

“Saat penerapan ETLE akan dilakukan tilang. Jadi penindakan sudah pakai ETLE untuk di Batam. Jadi petugas tidak ada lagi patroli melihat pengendara untuk ditilang manual,” ujarnya

Penerapan ETLE di Kepri baru diberlakukan di Batam. Untuk wilayah Kepri, lainnya seperti Anambas, Lingga, Karimun, Tanjungpinang, Bintan dan Natuna belum diterapkan.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Kepri, Kompol Sarbini menyampaikan, polisi tidak menilang manual atau biasa lagi.

“Kami mengedepankan ETLE untuk Batam. Untuk kabupaten kota lainnya sekarang dikedepankan peneguran saja.

“Jadi nantinya akan diberikan teguran simpatik dengan diberikan arahan agar tidak tidak melakukan pelanggaran lagi,” jelasnya.

Ditlantas Polda Kepri juga akan memperketat pengawasan sebanyak 148 titik padat rawan macet dan kecelakaan dengan melakukan pengaturan lalu lintas oleh polisi.

“Daerah yang akan dilakukan pengaturan lalu lintas dan pengetatan pengawasan yakni seperti di Batam di kawasan Muka Kuning, Tanjungpinang jalan dekat Sekolah Pelita Nusantara, Bintan di jalan dekat Pos Polisi KM 16, Karimun di daerah Pasar Puan Maimun, Lingga di daerah Simpang Patung, Anambas di daerah Simpang pelabuhan Pemda dan Natuna di daerah Simpang Piwang,” ujarnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melarang jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri untuk menggelar operasi penindakan tilang pengendara secara manual. Tindak penilangan diminta untuk hanya menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

Instruksi larangan menggelar tilang secara manual tersebut dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022. (*)

 

 

 

Reporter : Azis Maulana

Polisi Bintan Ingatkan Apotek dan Toko Obat Tak Lagi Pajang dan Jual Obat Sirup

0
Polisi melakukan pengecekan obat di apotek dan toko obat yang ada di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (21/10). F.Satreskrim Polres Bintan

batampos- Satreskrim Polres Bintan telah melakukan pengecekan ke sejumlah apotek, toko obat dan swalayan di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Dalam pengecekan, polisi menemukan sejumlah obat sirup yang dilarang dijual karena diduga memiliki kandungan melebihi batas aman untuk dikonsumsi sehingga mengakibatkan gangguan gagal ginjal akut bagi anak-anak.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Mohammad Darma Ardiyaniki mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke sejumlah apotek, toko obat dan swalayan menyusul larangan peredaran obat sirup karena diduga memiliki kandungan yang melebihi batas aman untuk dikonsumsi.

BACA JUGA: Antisipasi Peredaran Obat Jenis Sirup, Polisi Cek Apotek dan Toko Obat

Disebutkannya, obat-obat sirup yang melebihi batas aman untuk dikonsumsi antara lain Termorex Sirup, Flurin DMP Sirup, Unibebi Cough Sirup, Unibebi Demam Sirup, dan Unibebi Demam Drops.

“Memang masih ada apotek yang menyimpan obat sirup yang sudah dilarang peredarannya,” kata dia.

Dalam pengecekan itu, dia mengatakan, di salah satu apotek di Tanjunguban masih menyimpan stok obat yang dilarang yaitu 4 stok botol Termorex Sirup ukuran 60 ml dan 19 botol Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu) ukuran 60 ml.

Kemudian di apotek lain di Tanjunguban, lanjutnya, pihaknya masih menemukan stok 12 botol Termorex Sirup ukuran 60 ml, 15 botol Unibebi Cough Sirup 60 ml.

Kepada pemilik apotek, dia mengingatkan agar tidak lagi memajang dan menjual produk tersebut.

“Kita ingatkan ke apotek dan toko obat apalagi yang masih memiliki stok agar disimpan dan tidak lagi menjual obat-obat tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, dia meminta apotek dan toko obat agar melakukan komunikasi ke distributor obat dan dinas untuk dikembalikan obatnya.

Kepada masyarakat khususnya orangtua yang memiliki anak, dia mengimbau agar tidak memberikan obat sembarangan terutama jenis sirup.

“Pastikan obat yang diberikan ke anak sesuai resep dokter,” katanya. (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

BPOM: Ada 23 Merk Obat Batuk Sirup yang Masih Aman

0
Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan tersangka akan dipersangkakan terkait unsur pasal memproduksi dan mengedarkan pangan yang mengandung bahan berbahaya, sebagaimana diatur dalam Pasal 136 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com )

batampos – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa 23 produk dari daftar 102 obat sirop yang dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal akut progresif atipikal (acute progresive acute kidney injury) aman setelah dilakukan pengujian.

Dalam konferensi pers di Kantor BPOM di Jakarta, Minggu, Kepala BPOM RI Penny K. Lukito mengatakan bahwa dari daftar tersebut 23 obat tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliseron/gliserol yaitu bahan-bahan pelarut dalam obat sirop.

“Dari 102 obat sirup itu ada 23 produk tidak menggunakan keempat pelarut tersebut, sehingga aman digunakan,” kata Penny.

Sementara itu, terdapat juga pengujian tujuh produk dari daftar 102 obat yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan dinyatakan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai.

Penny mengatakan tiga produk yang telah diuji dan dinyatakan mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Ketiga produk itu sebelumnya sudah dilaporkan BPOM telah mengandung cemaran EG dan DEG.

Obat yang telah dinyatakan aman oleh BPOM adalah Alerfed Syrup, Amoxan, Amoxicilinm, Azithromycin Syrup, Cazetin, Cefacef Syrup, Cefspan syrup, Cetirizin, Devosix drop 15 ml, Domperidon Sirup, Etamox syrup, Interzinc, Nytex, Omemox, Rhinos Neo drop, Vestein (Erdostein), Yusimox, Zinc Syrup, Zincpro syrup, Zibramax, Renalyte, Amoksisilin, dan Eritromisin.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan pada Jumat (21/10) telah mengumumkan 102 merek obat sirop yang dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal akut progresif atipikal.

Namun, ketika formula campurannya buruk maka polietilen glikol bisa memicu cemaran EG dan DEG. Sesuai Famakope dan standar baku nasional, ambang batas aman untuk cemaran EG dan DEG adalah sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari. (*)

Reporter: JP Group

Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah Dua Orang di Batam

0
stop covid19
Ilustrasi. Stop Covid-19. Foto: Pixabay.com

batampos – Perkembangan kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Batam masih belum berhenti. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, dua orang pasien positif corona meninggal dunia Sabtu (22/10). Sementara kasus aktif bertambah empat orang dan kasus sembuh tercatat juga meningkat lima pasien.

“Ya, ada tambahan dua warga Batam yang meninggal akibat Covid-19,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi, Minggu (23/10).

Adapun kedua pasien meninggal itu adalah, laki-laki berusia 40 tahun warga Perumahan Botania Garden, Batam Kota. Pasien tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota dan sudah vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua.

Baca Juga: Pasien Gagal Ginjal Akut pada Anak di RSBP Batam Membaik

Selanjutnya pasien kedua laki-laki berusia 82 tahun warga Kawasan Anggrek Mas Batam Kota. Pasien juga sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Awal Bros dan sudah divaksin Covid-19 dosis pertama.

Sementara itu pada Minggu (23/10) juga terdapat penambahan tujuh orang pasien baru dan satu pasien sembuh. Secara kumulatif saat ini kasus kematian Covid-19 berjumlah 936 orang. Sedangkan kasus aktif naik 23 orang.

“Dari 23 kasus aktif ini 10 pasien isolasi mandiri dan 13 lainnya dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19,” ungkap Didi.

Baca Juga: Daftar Lengkap 5 Jenis Obat Sirop yang Dilarang untuk Dikonsumsi

Selanjutnya, secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif di Kota Batam berjumlah 31.418 dan kasus sembuh 30.359 dengan persentase kesembuhannya sekitar 96 persen.

“Kami tidak henti mengingatkan dan menghimbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran Pemerintah, menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup,” ucap Didi. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Pengendara Motor Tewas usai Tabrakan di Simpang Empat Siantan, Bintan Buyu

0
Mobil yang terlibat tabrakan di Simpang Empat Siantan, Desa Bintan Buyu, Jumat (21/10). F.Istimewa.

batampos- Kecelakaan terjadi di simpang empat Siantan, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (21/10). Akibat kecelakaan ini, satu orang pengendara sepeda motor tewas.

Kasat Lantas Polres Bintan, AKP Khapandi mengatakan, kecelakaan bermula saat mobil yang dikendarai wanita berinisial PFY, 29 melaju dari gerbang Ibu Kota Kabupaten Bintan menuju ke Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan di Desa Bintan Buyu.

Saat di simpang empat Siantan, Bintan Buyu, seorang pengendara motor Jupiter Z, inisial H, datang dari arah Siantan menuju ke arah Bukit Bayu, Desa Bintan Buyu.

“Tabrakan terjadi di simpang empat Siantan,” katanya.

BACA JUGA: Kasus Laka Laut Semester I 2022 di Karimun Meningkat

Sesaat setelah tabrakan, korban inisial H, dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang.

“Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, korban meninggal,” kata dia.

Dari insiden ini, Khapandi mengimbau masyarakat selalu tertib dalam berlalu lintas.

Selain itu, dia mengimbau agar pengendara mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Utamakan keselamatan, jangan terburu-buru, ingat keluarga menunggu di rumah,” imbuhnya.  (*)

 

Reporter: Slamet Nofasusanto

 

Hasil Balapan MotoGP Malaysia: Bagnaia Naik Podium Pertama

0
Fabio Quartararo (kiri) dan Francesco Bagnaia saling menyemprotkan sampanye di atas podium Sirkuit Sepang, Malaysia. (MOHD RASFAN / AFP)

batampos – Francesco Bagnaia masih harus menunda pesta perayaan gelar juara MotoGP di Sepang. Meski sukses memenangi balapan, jarak poinnya dengan sang rival Fabio Quartararo masih belum cukup untuk menyegel gelar juara.

Kini, keunggulan poinnya melebar menjadi 23 angka.

Di awal lomba Bagnaia langsung merangsek ke depan ke posisi kedua melewati sejumlah rider di tikungan pertama. Sementara Quartararo juga naik posisi secara signifikan ke urutan kelima.

Bagnaia justru kembali mendapat tantangan dari calon rekan setimnya musim depan Enea Bastianini (Gresini).

Pada lap kelima, Quartararo melewati Marquez dan naik ke posisi 4.

Tiga lap kemudian Jorge Martin yang sedang memimpin balapan mengalami crash out dan tidak bisa melanjutkan balapan. Insiden tersebut memberikan Bagnaia posisi pemimpin lomba.

Lap 11 Bastianini menyalip Bagnaia di tikungan 4 dan memimpin balapan.

Di meja kontrol dan dan garasi Ducati sejumlah petinggi tampak berdiskusi terkait apa yang bakal dilakukan termasuk kemungkinan team order.

Karena pertarungan antara Bagnaia vs Bastianini sudah mulai membahayakan.

Gigi Dall’Igna sampai harus berjalan keluar dari garasi ke wall Ducati.

Mereka harus memutuskan dengan cepat sebelum terjadi insiden.

Bagnaia kembali merebut posisi terdepan saat balapan menyisakan 6 lap lagi.

Kedua rider terdepan sama-sama menggunakan ban medium-soft yang mulai aus.

Sedangkan, Quartararo semakin mendekat ke depan. Sementara Marco Bezzecchi bisa menjadi penentu hasil balapan.

Jika dia mampu menyalip Quartararo dan merebut posisi ketiga, maka Bagnaia bakal keluar sebagai juara dunia.

Lima lap terakhir, Quartararo berjarak 1,5 detik dari rombongan terdepan.

Di lap terakhir, Bastianini tetap mencoba menyalip Bagnaia dari luar tikungan 9. Namun gagal.

Bagnaia akhirnya keluar sebagai pemenang disusul Bastianini di tempat kedua. Dan Quartararo finis ketiga.

Dengan demikian penentuan juara dunia akan digelar di balapan terakhir di GP Valencia. Bagnaia memimpin klasemen dengan keunggulan 23 poin.

Pesta yang sudah dipastian di Sepang adalah gelar konstruktor oleh Ducati. (*)

 

 

 

Reporter: JPGroup