Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 680

Disnaker Batam Jelaskan Alasan UMSK Tak Direkomendasikan ke Provinsi

0
Rapat pembahasan UMP dan UMK di gedung Graha Kepri, Senin (22/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kalangan buruh mempertanyakan tidak diajukannya usulan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam oleh Wali Kota Batam ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk ditetapkan. Padahal, usulan UMSK sempat dibahas dalam rapat Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batam dan disebut akan direkomendasikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto, menegaskan bahwa tidak disampaikannya rekomendasi UMSK ke provinsi bukan karena penolakan dari Wali Kota Batam, melainkan karena tidak adanya kesepakatan di tingkat Dewan Pengupahan Kota.

“UMSK memang tidak dibahas di provinsi karena Wali Kota tidak menyampaikan rekomendasinya ke Dewan Pengupahan Provinsi. Ini harus dilihat dari aturan yang berlaku,” ujar Yudi, Selasa (23/12).

Ia merujuk Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan, khususnya Pasal 35F yang menyebutkan bahwa gubernur dapat menetapkan upah minimum sektoral kabupaten/kota.

“Kata kuncinya dapat, bukan wajib. Artinya, tidak ada kewajiban bagi kabupaten/kota untuk menetapkan UMSK,” jelasnya.

Baca Juga: UMSK Belum Ditetapkan, Buruh Batam Pertanyakan Perlindungan Pekerja Berisiko

Sementara itu, Pasal 35I mengatur bahwa penetapan UMSK oleh gubernur harus berdasarkan rekomendasi bupati atau wali kota yang diusulkan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota. Namun, rekomendasi tersebut harus didukung kesepakatan yang jelas terkait sektor dan besaran upah.

“Faktanya, saat dibahas di DPK, usulan sektornya berbeda-beda. Dari serikat pekerja ada yang mengusulkan 36 sektor, ada juga 15 sektor. Unsur akademisi mengusulkan dua sektor, pemerintah empat sektor, sementara unsur pengusaha atau Apindo tidak mengusulkan sektor sama sekali,” ungkap Yudi.

Kondisi tersebut membuat tidak ada satu pun usulan sektor maupun angka yang bisa dijadikan rujukan oleh Wali Kota untuk direkomendasikan kepada gubernur. Menurut Yudi, situasi ini berbeda dengan pembahasan Upah Minimum Kota (UMK), di mana unsur pengusaha turut mengusulkan angka sehingga kesepakatan bisa tercapai.

Ia menambahkan, sesuai ketentuan Pasal 35I ayat (4), Dewan Pengupahan Kota juga wajib meminta saran dan masukan dari organisasi pengusaha dan serikat pekerja pada sektor terkait. Namun, hal itu tidak memungkinkan dilakukan karena keterbatasan waktu.

“Kami menerima salinan PP tanggal 18, tanggal 19 langsung rapat. Setengah hari membahas UMK, setengah hari membahas UMSK. Besoknya sudah hari Sabtu. Tidak mungkin kami turun ke perusahaan-perusahaan dengan banyak KBLI hanya dalam waktu sesingkat itu,” katanya.

Karena tidak adanya kesepakatan sektor dan angka di Dewan Pengupahan Kota, Disnaker Batam hanya menyampaikan berita acara hasil rapat kepada Wali Kota. Hal inilah yang kemudian menjadi pertimbangan Wali Kota untuk tidak merekomendasikan UMSK ke provinsi.

“Jadi persoalannya ada di Dewan Pengupahan Kota sendiri, yang terdiri dari unsur pemerintah, serikat pekerja, pengusaha, dan akademisi. Bukan tiba-tiba Wali Kota tidak mau memberikan rekomendasi,” tegas Yudi.

Baca Juga: Ditetapkan Rp3,9 Juta, Pemko Batam Punya Waktu Tiga Hari Usulkan UMSK ke Gubernur

Yudi juga menyampaikan bahwa kenaikan UMK Batam dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Pada 2024, UMK Batam naik 4,10 persen, pada 2025 naik 6,50 persen, dan pada 2026 naik 7,38 persen.

“Harapannya, dengan kenaikan UMK ini daya beli masyarakat Batam tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi Batam terus meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan, batas waktu penetapan UMK dan UMSK telah diatur dalam ketentuan penutup PP. Dalam Romawi II poin B disebutkan bahwa upah minimum kabupaten/kota dan upah minimum sektoral kabupaten/kota tahun 2026 ditetapkan dan diumumkan paling lambat 24 Desember 2025.

“Faktanya, di DPK memang tidak muncul kesepakatan soal sektornya. Itu yang perlu dipahami,” pungkasnya. (*)

Artikel Disnaker Batam Jelaskan Alasan UMSK Tak Direkomendasikan ke Provinsi pertama kali tampil pada Metropolis.

UMSK Belum Ditetapkan, Buruh Batam Pertanyakan Perlindungan Pekerja Berisiko

0
Kepala Dinas Tenaga kerja Provinsi Kepri Diky Wijaya memimpin rapat pembahasan UMP dan UMK di gedung Graha Kepri, Senin (22/12). Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Gagalnya penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Batam tahun 2026 menuai kekecewaan mendalam dari kalangan buruh. Di kota yang menjadi jantung industri Kepri, absennya UMSK dinilai sebagai sinyal melemahnya komitmen negara dalam melindungi pekerja di sektor berisiko tinggi, meski payung hukum terbaru sejatinya telah tersedia.

Serikat pekerja menilai, berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, pemerintah daerah sebenarnya sudah memiliki dasar regulasi yang cukup untuk menetapkan UMSK. Karena itu, kegagalan tersebut dipandang bukan semata persoalan teknis, melainkan menyangkut keberpihakan kebijakan.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, Yapet Ramon, menyebut, UMSK adalah instrumen keadilan upah yang membedakan pekerja berdasarkan tingkat risiko dan beban kerja.

“UMSK itu prinsipnya membagi upah berdasarkan risiko dan beban kerja. Pekerjaan di ketinggian, bersentuhan dengan bahan kimia berbahaya, itu risikonya langsung ke nyawa dan kesehatan. Harus ada perlakuan upah yang berbeda,” katanya, Selasa (23/12).

Menurutnya, Batam memiliki spektrum industri yang lengkap, mulai dari konstruksi, galangan kapal, manufaktur berat, hingga industri kimia. Seluruh sektor berisiko tinggi itu beroperasi setiap hari, namun pekerjanya tidak mendapatkan pengakuan risiko dalam bentuk upah sektoral.

Baca Juga: Ditetapkan Rp3,9 Juta, Pemko Batam Punya Waktu Tiga Hari Usulkan UMSK ke Gubernur

“Batam ini kota industri. Semua sektor berisiko ada. Tapi sudah bertahun-tahun buruh mengidamkan upah berkeadilan, tidak pernah terwujud. Padahal sekarang regulasinya sudah ada,” kata dia.

Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam sebenarnya telah membahas UMSK. Bahkan unsur pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) telah mengusulkan sektor-sektor tertentu. Namun, hingga batas waktu penetapan, rekomendasi wali kota kepada gubernur tak kunjung disampaikan.

Yapet menolak alasan keterbatasan waktu yang dikemukakan pemerintah. Dalih tersebut berulang setiap tahun dan selalu berujung pada hasil yang sama: UMSK gugur.

“Karimun juga pakai PP yang sama, waktunya juga sama, tapi mereka punya UMSK. Jadi jangan jadikan waktu sebagai alasan. Ini pola lama, ditunda sampai lewat waktu, lalu pengusaha menolak,” ujarnya.

Bagi buruh, absennya UMSK bukan soal angka, melainkan soal pengakuan negara terhadap risiko kerja. Karena itu, serikat pekerja memastikan akan menempuh langkah lanjutan, termasuk aksi.

“Dasar hukumnya jelas, baik putusan MK maupun PP 49 Tahun 2025. Batam tidak kekurangan dasar hukum, yang kurang itu kemauan. Ini bukan cuma soal kecewa, tapi juga soal malu sebagai kota industri,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam membantah anggapan tidak berpihak pada buruh. Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, mengatakam, secara normatif penetapan UMSK tidak bersifat wajib.

Ia merujuk Pasal 35F PP Nomor 49 Tahun 2025 yang menyebutkan bahwa gubernur dapat menetapkan UMSK berdasarkan rekomendasi bupati atau wali kota, setelah melalui pembahasan di Dewan Pengupahan.

“UMSK itu dapat ditetapkan, bukan kewajiban. Rekomendasinya berasal dari wali kota yang sebelumnya dibahas di DPK,” katanya.

Baca Juga: Kejar-kejaran Bersenjata Tajam di Baloi Bikin Geger, Laporan Warga Lewat 110 Ditangani Polisi

Ia menjelaskan, pembahasan UMSK 2026 di DPK Batam tidak menghasilkan kesepakatan. Akademisi mengusulkan dua sektor, sementara unsur serikat pekerja mengusulkan antara 15 hingga 36 sektor. Perbedaan pandangan tersebut membuat rapat hanya menghasilkan berita acara tanpa rekomendasi final.

Selain itu, Pasal 35I ayat 4 PP 49/2025 mengamanatkan agar penetapan sektor tertentu didasarkan pada saran dan masukan organisasi pengusaha serta serikat pekerja di sektor terkait. Menurut Yudi, masukan formal tersebut belum sempat dihimpun.

“Kami baru menerima salinan PP tanggal 18 atau 19. Tanggal 19 langsung dibahas. Setengah hari UMK, setengah hari UMSK. Senin sudah harus diserahkan ke provinsi, sementara Sabtu dan Minggu libur,” kata Yudi.

Dengan kondisi itu, wali kota tidak memiliki dasar kuat untuk merekomendasikan UMSK kepada gubernur. Pemerintah pun memilih memaksimalkan kenaikan UMK sebagai kebijakan pengimbang.

Dengan menggunakan alpha 0,7, UMK Batam 2026 ditetapkan naik 7,38 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan tahun 2024 sebesar 4,10 persen dan tahun 2025 sebesar 6,50 persen.

Sesuai Pasal 35J dan ketentuan penutup PP 49/2025, UMK dan UMSK 2026 harus ditetapkan dan diumumkan gubernur paling lambat 24 Desember 2025, sehingga secara waktu pembahasan UMSK dinilai sudah tidak memungkinkan.

Meski PP 49 Tahun 2025 menyebut UMSK bersifat opsional, bagi buruh sektor berisiko, kebijakan tersebut dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan pilihan. (*)

Artikel UMSK Belum Ditetapkan, Buruh Batam Pertanyakan Perlindungan Pekerja Berisiko pertama kali tampil pada Metropolis.

Mensos Usulkan Kenaikan Dana Jadup Korban Bencana

0
Mensos Gus Ipul. (Kemensos)

batampos — Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mengusulkan kenaikan besaran dana jaminan hidup (jadup) bagi korban bencana alam yang selama ini ditetapkan sebesar Rp10.000 per orang per hari. Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya dalam pertemuan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/12).

Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan bahwa besaran jadup Rp10.000 masih mengacu pada Peraturan Menteri Sosial (Permensos) lama yang berlaku sejak 2015 dan belum mengalami perubahan hingga saat ini. Bahkan, revisi Permensos pada 2020 tetap mempertahankan nominal yang sama.

“Permensos lama itu sejak tahun 2015. Ada revisi tahun 2020, nilainya tetap sama. Besarannya tetap Rp10.000,” ujar Gus Ipul kepada awak media.

Seiring dengan usulan kenaikan tersebut, Gus Ipul mengingatkan agar bantuan jadup tidak kembali mengalami pemotongan dalam pelaksanaannya. Ia meminta agar dana jaminan hidup disalurkan secara utuh kepada korban bencana.

“Jaminan hidup yang selama ini di Permensos lama ini kemudian dipotong. Tolong jangan dipotong,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Kementerian Sosial mengusulkan agar besaran jadup disesuaikan dengan kebutuhan dasar korban bencana, khususnya untuk pemenuhan pangan. Hingga kini, besaran kenaikan masih dalam tahap perhitungan bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan.

“Kami mengusulkan besarannya ini dinaikkan dari Rp10.000 ke berapa nanti, yang sekarang sedang dihitung bersama Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Gus Ipul menekankan bahwa bantuan jadup diberikan per individu, bukan per keluarga. Ia mencontohkan kemungkinan kenaikan menjadi Rp15.000 per orang per hari yang dapat digunakan untuk membeli lauk pauk.

“Ini bantuan jadup per orang, per individu. Misalnya nanti Rp15.000 per orang per hari. Untuk apa? Untuk membeli lauk pauk,” paparnya.

Jika dihitung dalam sebulan, bantuan tersebut setara dengan Rp450.000 per orang. Meski demikian, Gus Ipul menegaskan belum dapat memastikan besaran final karena masih menunggu hasil pembahasan lintas kementerian.

“Kita ingin menaikkan yang selama ini Rp10.000 menjadi Rp15.000 atau berapa nanti kita lihat. Saya belum berani menyebut angkanya,” katanya.

Menurut Gus Ipul, Menteri Keuangan Purbaya menyambut positif usulan tersebut dan sepakat menindaklanjutinya melalui pembahasan teknis antarkementerian. Usulan kenaikan jadup ini juga tengah diajukan agar dapat diakomodasi dalam anggaran tahun depan.

“Ini masih dalam pengajuan Kementerian Sosial agar paling tidak bisa diakomodasi oleh Kementerian Keuangan untuk anggaran tahun depan,” pungkasnya. (*)

 

 

Artikel Mensos Usulkan Kenaikan Dana Jadup Korban Bencana pertama kali tampil pada News.

Kaleidoskop 2025: Liverpool, Manchester United dan Newcastle Paling Royal Buang Duit di Bursa Transfer Musim Panas

0

batampos – Fans Liverpool saat ini wajar geram menyikapi capaian The Reds musim ini. Betapa tidak, mereka masih kesulitan bersaing di pentas domestik maupun Eropa.

Fakta Kopiters mengerutkan dahi cukup dimaklumi, apalagi Liverpool tercatat sebagai klub paling royal ‘buang duit’ setelah mendaratkan sejumlah pemain berstatus bintang di bursa transfer musim panas 2025.

Sebut saja Alexander Isak yang diboyong Liverpool dari Newcastle United seharga EUR 145 juta (Rp 2,86 triliun), kemudian ada Florian Wirtz senilai EUR 125 juta (Rp 2,47 triliun), dan Hugo Ekitike sebesar EUR 95 juta (Rp 1,87 triliun). Ketiganya tercatat sebagai pembelian terbesar di bursa transfer musim panas 2025.

Klub Inggris lainnya, seperti Manchester United, Newcastle, dan Arsenal sebenarnya tak mau kalah dari The Reds. Namun, nominal pembelian mereka masih kalah jauh dari skuad asuhan Arne Slot di bursa transfer.

Sebut saja Man United yang membeli Benjamin Sesko senilai EUR 76,5 juta (Rp 1,51 triliun), Matheus Cunha senilai EUR 74,2 juta (Rp 1,46 triliun), dan Bryan Mbeumo sebesar EUR 75 juta (Rp 1,48 triliun).

Disusul Arsenal yang memboyong Viktor Gyokeres dari Sporting sebesar EUR 65,8 juta (Rp 1,3 triliun), Eberechi Eze senilai EUR 69,3 juta (Rp 1,36 triliun), dan Martin Zubimendi sebesar EUR 70 juta (Rp 1,38 triliun).

Sedangkan Newcastle mendapatkan Anthony Elanga sebesar EUR 61,4 juta (Rp 1,21 triliun), serta Nick Woltemade seharga EUR 75 juta (Rp 1,48 triliun).

Sebenarnya tim raksasa lain, sebut saja Chelsea tak tinggal diam memanfaatkan bursa transfer musim panas 2025. Klub London barat ini memboyong Estevao senilai EUR 45 juta (Rp 889,2 miliar), dan Joao Pedro senilai EUR 63,7 juta (Rp 1,25 triliun).

Kemudian, Manchester City mendapatkan Tijjani Reijnders seharga EUR 54,9 juta (Rp 1,08 triliun).

Di luar Inggris, perekrutan Galatasaray mendapatkan Victor Osimhen seharga EUR 75 juta (Rp 1,48 triiun) masih tercatat sebagai perekrutan pemain tertinggi.

Lalu, ada Luis Diaz yang menyeberang dari Liverpool menuju Bayern Munchen senilai EUR 70 juta (Rp 1,38 triliun). Dan, perekrutan Real Madrid mendapatkan Dean Huijsen sebesar EUR 62,5 juta (Rp 1,23 triliun).

Klub Pro League Arab Saudi tak mau ketinggalan, di mana Al Hilal mendapatkan Darwin Nunez dari Liverpool senilai EUR 53 juta (Rp 1,04 triliun).

Walau begitu, Liverpool masih tercatat sebagai klub paling boros sejauh ini, dan potensi mereka membuang duit masih terbuka di saat jendela transfer musim dingin bakal dibuka pada Januari 2026.

Terlepas dari apapun yang dilakukan manajemen memperkuat skuad mereka, para suporter sejatinya hanya menginginkan tim kesayangan bisa berprestasi musim ini dan musim-musim berikutnya. (*)

 

Artikel Kaleidoskop 2025: Liverpool, Manchester United dan Newcastle Paling Royal Buang Duit di Bursa Transfer Musim Panas pertama kali tampil pada Olahraga.

Tiga Nelayan Indonesia Diselamatkan Kapal Tanker Malaysia

0
Ilustrasi – Nelayan menurunkan ikan hasil tangkapan dari kapal di Terimal Pelabuhan Perikanan Samudera, Banda Aceh, Aceh, Kamis (18/12/2025). ANTARA FOTO/Ampelsa/tom.

batampos – Tiga nelayan asal Indonesia berhasil diselamatkan kapal tanker berbendera Malaysia setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik akibat cuaca buruk. Ketiganya sempat terombang-ambing di laut selama sekitar dua hari.

Direktur Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (MMEA) Pulau Pinang, Kapten Maritim Muhammad Suffi Mohd Ramli, mengatakan insiden tersebut terjadi saat para nelayan dalam perjalanan untuk memancing pada 20 Desember 2025.

Menurut laporan kantor berita Bernama yang dikutip di Kuala Lumpur, Selasa, MMEA menerima informasi dari Sub-Koordinasi Penyelamatan Maritim Langkawi terkait penyelamatan tiga nelayan Indonesia oleh kapal tanker MT Orkim Harmony di perairan lepas Pulau Indah, Selangor.

“Ketiga nelayan tersebut ditemukan dalam kondisi selamat setelah terombang-ambing di laut selama hampir dua hari,” kata Suffi.

MMEA kemudian mengevakuasi para nelayan untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus menjalani pemeriksaan awal.

Ketiga nelayan berusia antara 31 hingga 41 tahun dan diketahui berasal dari Dumai, Provinsi Riau. Saat ini, mereka berada di Markas Besar Maritim Negara Malaysia.

Setelah proses pemeriksaan selesai, ketiga nelayan tersebut akan diserahkan kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia untuk proses pemulangan ke Tanah Air. (*)

Artikel Tiga Nelayan Indonesia Diselamatkan Kapal Tanker Malaysia pertama kali tampil pada News.

Wagub Nyanyang Serahkan Bantuan Rp1,153 Miliar untuk Korban Bencana di Sumut

0
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura menyerahkan bantuan bencana kepada Wagub Sumut Surya di Posko Darurat Medan. F. Diskominfo Kepri.

batampos – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menyerahkan secara simbolis bantuan kemanusiaan senilai Rp1,153 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk membantu penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Penyerahan bantuan berlangsung di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Senin (22/12).

Bantuan tersebut diterima oleh Wagub Sumut, Surya. Adapun total bantuan dari Kepri senilai Rp1,153 miliar tersebut berasal dari Pemprov Kepri sebesar Rp500 juta, Baznas Kepri Rp200 juta, donasi masyarakat Kepri Rp400 juta, serta donasi masyarakat Kabupaten Lingga sebesar Rp53 juta.

Tampak mendampingi Wakil Gubernur Kepri dalam kesempatan ini Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kepri T.S Arif Fadillah, Kepala Dinas Sosial Mahadi Rahman, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kepri H. Arusman Yusuf. Serta hadir juga mewakili dari BPKAD dab BPBD Kepri.

Dalam kesempatan itu, Nyanyang menyampaikan duka mendalam dari Pemerintah Provinsi Kepri dan seluruh masyarakat Kepri atas musibah bencana yang menimpa Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian antardaerah.

“Kami hadir membawa amanah dan kepedulian masyarakat Kepulauan Riau. Kami turut berduka dan mendoakan agar saudara-saudara kita di Sumatera Utara diberikan kekuatan, serta dapat segera bangkit dan pulih,” ujar Nyanyang.

Nyanyang juga mengajak seluruh elemen untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan berlomba-lomba dalam kebaikan, agar proses pemulihan wilayah terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan merata.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan membantu pemerintah daerah dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri dan masyarakatnya. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi penguat moral bagi Sumut di tengah situasi sulit.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan membuktikan bahwa Sumatera Utara tidak sendiri menghadapi musibah ini. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan seluruh masyarakat Kepri,” ungkap Surya.

Surya memaparkan bahwa bencana yang terjadi sejak 25 November 2025 telah berdampak pada 14 kabupaten dan 5 kota di Sumatera Utara. Saat ini, perhatian utama masih difokuskan pada Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga, yang hingga kini masih merasakan dampak cukup berat.

Ia juga menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah desa yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan, sehingga distribusi bantuan terus diupayakan melalui berbagai jalur. Hingga kini, total bantuan logistik yang telah disalurkan mencapai 608,95 ton, berasal dari Posko Utama dan Lanud Suwondo.

Berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia tercatat 370 orang, 72 orang masih dalam pencarian, 242 orang mengalami luka-luka, serta 3.066 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi.

Pemprov Sumut memastikan seluruh bantuan keuangan dan logistik yang diterima akan segera disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan, terutama daerah yang masih berstatus darurat. (*/adv)

Artikel Wagub Nyanyang Serahkan Bantuan Rp1,153 Miliar untuk Korban Bencana di Sumut pertama kali tampil pada Kepri.

Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 900 Meter

0
Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan 900 meter di atas puncak pada Rabu (24/12/2025) pagi. ANTARA/HO-PVMBG

batampos – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Rabu (24/12/2025) pagi. Letusan disertai kolom abu setinggi sekitar 900 meter di atas puncak dan suara gemuruh lemah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis menyebutkan erupsi terjadi pada pukul 04.23 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta timur laut.

“Erupsi Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 28 detik,” ujar Sigit.

Selain itu, Gunung Semeru juga tercatat mengalami erupsi sebelumnya pada pukul 01.39 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter di atas puncak. Letusan tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 22 milimeter selama 118 detik, dengan sebaran abu condong ke arah timur laut.

Saat ini, Gunung Semeru berstatus Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

PVMBG melarang aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar.

Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diimbau tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan. (*)

Artikel Gunung Semeru Erupsi, Kolom Letusan Capai 900 Meter pertama kali tampil pada News.

Nigeria Tekuk Tanzania 2-1 di Laga Perdana Grup C Piala Afrika 2025

0
Selebrasi Sami Ajayi setelah mencetak gol pembuka Nigeria ke gawang Tanzania dalam pertandingan Grup C Piala Afrika di Stadion Complexe Sportif de Fes pada Rabu (24/12/2025). CAFonline.com

batampos – Nigeria membuka kiprah di Grup C Piala Afrika 2025 dengan kemenangan setelah menundukkan Tanzania 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Complexe Sportif de Fes, Rabu dini hari WIB.

Super Eagles sempat unggul lebih dulu melalui gol Semi Ajayi sebelum Tanzania menyamakan kedudukan lewat Charles M’Mbowa. Gol penentu kemenangan Nigeria dicetak penyerang Atalanta, Ademola Lookman, di babak kedua.

Gelandang Fulham, Alex Iwobi, tampil impresif dengan menyumbang dua assist dalam laga tersebut.

Kemenangan ini membuat Nigeria menempati posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan tiga poin, kalah selisih gol dari Tunisia yang berada di puncak klasemen usai mengalahkan Uganda 3-1, sebagaimana dilansir dari laman resmi CAF.

Nigeria tampil dominan sejak babak pertama. Tekanan yang terus dilancarkan membuahkan hasil pada menit ke-36 ketika Semi Ajayi mencetak gol pembuka melalui sundulan keras memanfaatkan sepak pojok Alex Iwobi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Nigeria sempat menggandakan keunggulan pada menit ke-46 lewat backheel Victor Osimhen, namun gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan Osimhen berada dalam posisi offside.

Tanzania berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-50. Umpan terobosan Novatus Dismas mampu menembus lini pertahanan Nigeria dan dimaksimalkan Charles M’Mbowa yang lolos dari kawalan sebelum menaklukkan kiper Stanley Nwabali.

Namun, keunggulan Tanzania hanya bertahan singkat. Dua menit berselang, Ademola Lookman mencetak gol penentu kemenangan Nigeria lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper lawan. Skor berubah menjadi 2-1.

Setelah kembali unggul, Nigeria bermain lebih tenang dan disiplin dalam mengendalikan permainan. Tanzania sempat mengancam di menit-menit akhir melalui sepakan voli Ibrahim Hamad dari situasi sepak pojok, namun bola masih melambung di atas mistar.

Hingga peluit akhir dibunyikan, Nigeria mampu mempertahankan keunggulan dan mengamankan tiga poin perdana di ajang Piala Afrika 2025. (*)

Artikel Nigeria Tekuk Tanzania 2-1 di Laga Perdana Grup C Piala Afrika 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Kejar-kejaran Bersenjata Tajam di Baloi Bikin Geger, Laporan Warga Lewat 110 Ditangani Polisi

0
Ilustrasi

batampos – Suasana di sekitar Bengkel Daihatsu Baloi, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, mendadak tegang pada Senin (22/12) sore. Warga sempat dibuat panik setelah terjadi kejar-kejaran menggunakan senjata tajam yang melibatkan hubungan keluarga.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Anggi melalui layanan darurat Call Center 110 Polresta Barelang sekitar pukul 18.33 WIB. Dalam laporannya, Anggi menyebutkan bahwa orang tuanya diduga mengejar menantunya dengan membawa senjata tajam, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan orang sekitar.

“Waktu itu situasinya sudah ribut, kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya langsung hubungi 110,” ujar Anggi saat wawancarai Batam Pos.

Baca Juga: Kapolda Kepri Imbau Warga Hindari Perayaan Berlebihan Saat Tahun Baru

Menurut sejumlah warga sekitar, kejadian tersebut sempat menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar bengkel. Beberapa orang memilih menjauh karena khawatir situasi berkembang menjadi kekerasan.

“Awalnya kami kira cekcok biasa, tapi setelah lihat ada sajam, warga langsung waspada,” kata Rudi, salah seorang saksi mata di lokasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas operator Call Center 110 Polresta Barelang langsung berkoordinasi dengan jajaran Polsek Lubukbaja. Tak berselang lama, personel kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan memastikan situasi tetap terkendali.

Kepala Kapolsek Lubuk Baja, Rangga Primazada melalui petugas piket di lokasi membenarkan adanya laporan dugaan ancaman senjata tajam tersebut. Menurutnya, kehadiran polisi bertujuan untuk meredam situasi agar tidak berkembang menjadi tindak pidana.

“Kami langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari 110. Situasi berhasil dikendalikan, dan tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujar Rangga kepada Batam Pos Selasa (23/12) siang.

Baca Juga: Berawal Cek-cok, Pekerja PT ASL Ditikam Teman Kerja

Petugas juga melakukan pendekatan persuasif terhadap pihak-pihak yang terlibat guna mencegah konflik berlanjut. Hingga petugas meninggalkan lokasi, kondisi dinyatakan aman dan terkendali.

Anggi mengaku lega atas respons cepat kepolisian. Ia menyampaikan apresiasi karena laporan yang disampaikan melalui layanan 110 langsung ditindaklanjuti.

“Kami berterima kasih, polisi cepat datang. Kalau tidak, mungkin bisa terjadi hal yang lebih buruk,” ujarnya.

Polresta Barelang mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui Call Center 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar, terutama yang berisiko menimbulkan kekerasan.

“Respons cepat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih serius,” kata Rangga. (*)

Artikel Kejar-kejaran Bersenjata Tajam di Baloi Bikin Geger, Laporan Warga Lewat 110 Ditangani Polisi pertama kali tampil pada Metropolis.

Kapolda Kepri Imbau Warga Hindari Perayaan Berlebihan Saat Tahun Baru

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi serta menghindari perayaan berlebihan pada malam pergantian Tahun Baru. Imbauan tersebut disampaikan menyusul bencana yang menimpa sebagian warga di wilayah Sumatera.

Menurut Asep, perayaan Tahun Baru sebaiknya diisi dengan kegiatan yang lebih sederhana dan bermakna, seperti berkumpul bersama keluarga atau menggelar doa bersama.

“Di tengah kondisi saat ini, ada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan Tahun Baru secara berlebihan. Akan lebih baik jika diisi dengan doa bersama,” ujar Asep.

Baca Juga: Berawal Cek-cok, Pekerja PT ASL Ditikam Teman Kerja

Meski tidak melarang secara mutlak, ia menegaskan setiap bentuk perayaan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum akan mendapat pengawasan ketat dari aparat kepolisian. Termasuk di antaranya konvoi kendaraan dan penggunaan kembang api.

“Kalau pun ada perayaan, pengawasannya akan diperketat. Terutama penggunaan kembang api. Ini akan kami kontrol betul agar tidak menimbulkan gangguan kamtibmas maupun kecelakaan,” tegasnya.

Ia berharap situasi malam pergantian Tahun Baru kali ini dapat berjalan lebih kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama aparat kepolisian.

“Harapan kami, pelaksanaan Tahun Baru tidak seperti tahun-tahun lalu yang diwarnai euforia berlebihan. Keselamatan dan ketertiban tetap menjadi yang utama,” katanya.

Baca Juga: Tindak Balar Liar di Sei Pelenggut, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Terkait pengamanan,ia memastikan Polda Kepri juga memastikan akan melakukan pengawasan dan razia terhadap peredaran kembang api, terutama yang tidak sesuai standar keselamatan.

“Setiap tahun kami lakukan pengawasan. Kami antisipasi betul agar tidak terjadi kecelakaan akibat penggunaan kembang api, baik saat penjualan maupun saat digunakan masyarakat,” ujar Asep.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dan bekerja sama menjaga keamanan serta ketertiban selama malam pergantian Tahun Baru, demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Kepri. (*)

 

Artikel Kapolda Kepri Imbau Warga Hindari Perayaan Berlebihan Saat Tahun Baru pertama kali tampil pada Metropolis.